+-

Video Silat


Sile’ Kumango - against knife attacks
pencak dor dari sisi kota blitar(123 )
silek harimau 2
Jambore Pencak Silat, Satria Nagagiri performance
Liputan: Silat Tradisional Beksi H. Hasbulloh
Festival Silat Kampung Jampang - Satria Muda
Ujungan Macan Ngawahan - Malioboro Pencak Festival
Pencak Silat Madura
Sabung bebas POPSI Bhayu Manunggal

Shoutbox

13/08/2014 03:06 Ekka_Xakra: Salam kenal para sahabat silat semua.
12/08/2014 17:56 Dwi_NGJ: Salam kenal para ksatria. Mohon ijin bergabung... :)
12/07/2014 16:49 one: Pada kemane nih buka puasanya ye?
27/06/2014 17:45 moeljadi moechtar: mohon maaf lahir dan batin menjelang Puasa buat sodare2 silat sekalian...
23/05/2014 19:43 Jenggot Perak: assalamu'alaikum para pesilat dan pendekar..
salam kenal
02/05/2014 13:32 kunderemp: Horeeee... muncul lagi.
20/03/2014 21:24 akoekoko: tes, tes, satu dua...
View Shout History

Recent Topics

[BUKUTAMU] by dr_hadinata
20/08/2014 11:41

contack person guru silat suaeb yg di padepokan pencaksilat TMII by rohadi
17/08/2014 05:58

SILAT BERDO'A SELAMAT by Dwi_NGJ
16/08/2014 08:12

Silat Betawi di Bentera Budaya by luri
12/08/2014 11:01

maenpo Cikalong by aki sija
26/07/2014 06:55

PABUCI (PANCERBUMI CIKALONG/PASAR BARU CIANJUR) by aki sija
26/07/2014 06:36

[GUESTBOOK] by wongbener
23/07/2014 10:03

Pesilat Indonesia Siap Bantu Rakyat Gaza by wongbener
23/07/2014 09:40

My Days with Golok Betawi "Seliwa" by akoekoko
16/07/2014 16:24

RM. Sunardi Suryodiprojo "Den Mas Nardi/Romo Nardi" (03 Apr 1914 - 05 Jun 1985) by halilintar
14/07/2014 00:20

Sejarah perguruan Reti Ati by halilintar
14/07/2014 00:08

Minangkabau Silek Tuo Summer Camp 2014 by luri
07/07/2014 09:13

THS-THM by halilintar
04/07/2014 16:11

PPSB Cingkrig Gerak Cipta by abay gcis
01/07/2014 19:56

Merpati Putih by satrio simammora
16/06/2014 21:40

SilatIndonesia.Com

Author Topic: "Silat Tradisional Banten"  (Read 23123 times)

trumbu

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 1
  • -Receive: 1
  • Posts: 158
  • Reputation: 13
    • Banten culture and torism
  • Perguruan: Bandrong
"Silat Tradisional Banten"
« on: 03/05/2007 19:53 »
assalamu'alaikum,
oya buat ki saung trims atas infonya,....
emang saya ga bermaksud menyudutkan perguruan tertentu, mungkin hanya oknumnya saja.... trims ki sarannya :)
kalau bisa buat ki saung atw moderator, tread saya sebelumnya sepak samrin bandrong di Upload ditread aliran silat aja biar bersambung gitu ceritanya.....dan selain bahasan Bandrong akan saya bahas juga istilah dalam Terumbu karena sangat beda jauh gerakannya (Tunjang, sepak colok, dllnya)

dan selanjutnya kita bahas tentang "Beset" dalam Bandrong

Istilah "Beset" dalam Bandrong berarti gerakan tangan menipu lawan yang tadinya posisi diatas bisa sekelebat hitungan detik bisa mengambil kaki kuda - kuda lawan dengan tangan kanan  pada mata kaki bagian dalam dengan tangan kanan dan posisi kepala merunduk dibawah ketiak lawan, posisi tangan kiri mengunci pada ketiak lawan  dan langsung membuangnya kearah samping kanan/ kiri dengan serta merta mengayunkan kedua tangan secara bersamaan (tangan kanan kebawah - tangan kiri keatas ). gerakan beset ini juga bisa digunakan dalam mengunci tendangan seperti tendangan dalam IPSI (tendangan A, C, T, B,serkel atas)untuk semua gerak tipu bandrong hampir kesemuanya langsung dibuang tidak ada kuncian tetapi langsung mengkick off lawan alias melumpuhkan kuda - kuda lawan...   8)
« Last Edit: 06/06/2007 10:36 by kisawung »

P_Muda

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 135
  • Reputation: 18
  • SECOND GEAR!!!
Re: istilah - istilah dalam Bandrong
« Reply #1 on: 04/05/2007 09:15 »
Bisa dijelaskan dari sejarahnya dulu nggak??? Terimakasih...
17 tapak duka nestapa... pukulan merindukan kekasih

Nagapasa

  • Naga Pasa - Naga Pamanah Rasa
  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 1
  • -Receive: 8
  • Posts: 927
  • Reputation: 48
  • Paku Jagat Ingsun
    • Nagapasa Blogs
  • Perguruan: Suliwa 5 adegan Serong
Re: istilah - istilah dalam Bandrong
« Reply #2 on: 04/05/2007 09:56 »
assalamu'alaikum,
oya buat ki saung trims atas infonya,....
emang saya ga bermaksud menyudutkan perguruan tertentu, mungkin hanya oknumnya saja.... trims ki sarannya :)
kalau bisa buat ki saung atw moderator, tread saya sebelumnya sepak samrin bandrong di Upload ditread aliran silat aja biar bersambung gitu ceritanya.....dan selain bahasan Bandrong akan saya bahas juga istilah dalam Terumbu karena sangat beda jauh gerakannya (Tunjang, sepak colok, dllnya)

dan selanjutnya kita bahas tentang "Beset" dalam Bandrong

Istilah "Beset" dalam Bandrong berarti gerakan tangan menipu lawan yang tadinya posisi diatas bisa sekelebat hitungan detik bisa mengambil kaki kuda - kuda lawan dengan tangan kanan  pada mata kaki bagian dalam dengan tangan kanan dan posisi kepala merunduk dibawah ketiak lawan, posisi tangan kiri mengunci pada ketiak lawan  dan langsung membuangnya kearah samping kanan/ kiri dengan serta merta mengayunkan kedua tangan secara bersamaan (tangan kanan kebawah - tangan kiri keatas ). gerakan beset ini juga bisa digunakan dalam mengunci tendangan seperti tendangan dalam IPSI (tendangan A, C, T, B,serkel atas)untuk semua gerak tipu bandrong hampir kesemuanya langsung dibuang tidak ada kuncian tetapi langsung mengkick off lawan alias melumpuhkan kuda - kuda lawan...   8)

Picture or video Please biar lebih ngeh maksudnya (kalau engak keberatan)
Susulan Liliwatan | Sulaya tina panyangka
visit my Blogs - www.nagapasa.multiply.com

kisawung

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 14
  • Posts: 458
  • Reputation: 73
Re: istilah - istilah dalam Bandrong
« Reply #3 on: 04/05/2007 11:21 »
assalamu'alaikum,
oya buat ki saung trims atas infonya,....
emang saya ga bermaksud menyudutkan perguruan tertentu, mungkin hanya oknumnya saja.... trims ki sarannya :)
kalau bisa buat ki saung atw moderator, tread saya sebelumnya sepak samrin bandrong di Upload ditread aliran silat aja biar bersambung gitu ceritanya.....

sip lah mas trumbu..
tadinya mau saya pindahkan post samrin nya ke sini
tapi gak enak, soalnya itu wewenangnya mas moderator tangan-awan :)

jadi saran saya, sebaiknya mas trumbu "copy" tulisan samrin bandrong lalu "paste"
masukin disini..

nah nanti biar tulisan mas trumbu yg tertinggal disana, biar dihapus sama mas tangan-awan :)

oke...

lanjut lagi ceritanya tentang Trumbu, Bandrong, dll
Silat Banten memang top banget dah ..  :)

trumbu

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 1
  • -Receive: 1
  • Posts: 158
  • Reputation: 13
    • Banten culture and torism
  • Perguruan: Bandrong
Re: istilah - istilah dalam Bandrong
« Reply #4 on: 04/05/2007 18:34 »
sepak samrin / sepak pentil dalam istilah bandrong adalah tendangan dengan cara melipat kesemua jari kaki kedalam dan menendang memantul / seperti per /ngeper ke arah kemaluan lawan, kuda - kuda pada lutut atau paha dengan ujung kaki. sikap ini dilakukan pada saat ada celah lawan yang longgar. sepak pentil ini sangat berbahaya jika mengenai alat vital, paha, dan lutut pas kuda - kuda sepak samrin ini untuk melumpuhkan lawan dengan sekali tendang/ sepakan saja lawan bisa langsung roboh dan tidak bisa bangun lagi. karena saya pernah menggunakannya 5 tahun silam, ditantang ama anak ** dan saya langsung samber aja tangan orang yang mau menyolok mata saya dan membuangya kesamping dan kaki kanan saya tendangkan ke paha anak ** yang sombong itu al hasil dia langsung jatuh terkapar dan tidak bisa bangun selama 10 menit.....

ada istilah Beset, bandrong, bandrong tungkeb, sepak jojoh, sepak colok, bedah kude - kude, dll nya saya akan bahas satu persatu kaidahnya,.... semoga bisa membantu wawasan sobat silat semua.....

trumbu

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 1
  • -Receive: 1
  • Posts: 158
  • Reputation: 13
    • Banten culture and torism
  • Perguruan: Bandrong
Re: istilah - istilah dalam Bandrong
« Reply #5 on: 04/05/2007 18:56 »
u/ P. Muda dan mas nagapasa....
untuk sejarahnya lebih lengkapnya saya upload lewat milis silatindonesia aja ya soalnya disini ga bisa di attacment filenya .....( saya kirim hari ini filenya )

Kata Bandrong berasal dari kata Bendrong yang berarti beradu tetapi diasalnya di daerah pulo ampel dan Pulo kali sekarang menjadi kecamatan di Bojonegara Kab. Serang arah utara Cilegon, keturunan dari Ki terumbu yaitu H. Mad Sidiq (abad 15an) sering melihat polah dan tingkah laku ikan Cucut didaerah pesisir pantai daerah Bojonegara sering terbang diatas air dan sering mengadu cucutnya sebagai sejatanya bahkan melihat para nelayan kewalahan jika sedang memancing jika mendapatkan ikan tersebut karena langsung putus oleh senjatanya (cucut) jika ikan tersebut terbang di udara. Dari situlah H. Mad Sidiq menamakan silatnya Bandrong yang mengibaratkan kekuatan ikat terbang dalam itungan detik dapat melepaskan diri dari jeratan kail nelayan bahkan bisa membunuh / melukai orang yang terkena senjata ikan Cucut itu.

Untuk Videonya belum ditransfer masih di handicam... nanti saya usahakan
lagian di tread ini belum ada fasilitas untuk upload video dan gambar, trims atas masukan sobat silat

trumbu

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 1
  • -Receive: 1
  • Posts: 158
  • Reputation: 13
    • Banten culture and torism
  • Perguruan: Bandrong
Re: istilah - istilah dalam Bandrong
« Reply #6 on: 04/05/2007 20:09 »
Gerak Bandrong
adalah gerakan menggulung lawan di depan dengan cara kuda - kuda kaki kanan didepan posisi sedang dan kaki kiri dibelakang, kaki kiri menggeser kearah depan 180 drjat, kaki kanan mengambil mata kaki kuda - kuda lawan dan tangan kiri menyodok dan membuang badan lawan dari arah belakang tulang rusuk saat mengambil kaki dan badan posisi kepala merunduk dan langsung dorong kearah depan.

sedangkan Bandrong tungkeb adalah gerakan bandrong untuk menipu lawan / lawan lebih dari satu, bandrong tungkeb membuat putaran kaki kiri 180 drajat dan posisi badan memutar 360 drjat dengan poros kaki kanan, jika lawan kita akan menendang dari arah belakang kita. Bandrong tungkeb asal kata dari bandrong dan tungkeb, Bandrong adalah gerakan menggulung lawan seperti ikan terbang (cucut), sedangkan tungkeb (bhs. banten) yang artinya dibalikkan. jika orang yang terkena bandrong saja orang tersebut jatuh hanya akan jatuh terlentang saja sedangkan bila terkena Bandrong tungkeb maka orang tersebut akan terpelanting dengan posisi kepala dibawah  :)

trumbu

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 1
  • -Receive: 1
  • Posts: 158
  • Reputation: 13
    • Banten culture and torism
  • Perguruan: Bandrong
Aliran silat terumbu dan Bandrong
« Reply #7 on: 05/05/2007 18:44 »
Latar Belakang Aliran Silat Terumbu Banten


Kiyai Terumbu merupakan ulama besar Banten pada Abad 15 sebelum sultan Hasanudin menjadi sultan di Kerajaan Banten. Dan beliau bermukim di suatu kampung, yang mempunyai 5 orang anak dan anak pertama bernama  Abdul Fatah. Menjelang usia dewasa Abdul Fatah pernah mempunyai istri dan manusia dan usianya tidak lama dan Abdul Fatah ingin mencari seorang istri lagi tetapi tidak ada yang mau di peristri oleh Abdul Fatah karena takut usianya tidal lama seperti istri sebelumnya dan Abdul Fatah mengembara dari satu kampung ke kampung lainnya tapi belum juga mendapatkan jodoh. Akhirnya beliaupun menghadap kepada Ki Terumbu untuk meminta saran agar cepat mendapatkan seorang istri. Ki terumbupun memberikan saran, agar menjadi seorang Aulia Allah harus menikah dengan bangsa jin islam. Dan untuk menemukan jin islam perempuan pun tidak mudah untuk menemukanknya dan untuk menemukannya Ki Terumbu  menyarankan untuk membuat suatu sumur pemandian di suatu  kampung yang terdapat alasnya yang tidak jamah oleh manusia apabila sumur tersebut digunakan mandi oleh jin perempuan islam, maka Abdul Fatah harus mengambil salah satu pakaian jin tersebut . Beliaupun menjalankan saran Ki Terumbu untuk membuat suatu sumur pemandian pertama di kampung kasemen, tapi setelah beberapa waktu dilihat ternyata belum ada tanda – tanda adanya jin tersebut, Abdul Fatahpun membuat lagi sumur pemandian di kampung pontang sekarang tirtayasa tetapi belum juga berhasil. Dan akhirnya beliau meminta saran Ki Terumbu lagi dan Ki Terumbu menyarankan agar membuat sumur yang bernama sumur pulauan di kampung yang ditempati oleh ki terumbu kp. Padadaran ( sekarang kp. Terumbu ), setelah dibuat selang 3 hari akhirnya Abdul fatah menemukan tanda – tanda bahwa sumur pemandian yang di buatnya terlihat keruh pada malam hari dan keesokan harinya beliau mengintip sumur tersebut dan menemukan tiga jin perempuan sedang mandi pada sumur pemandian tersebut. Dan beliaupun mengambil salah satu baju jin perempuan tersebut, tetapi kedua jin yang lainnya langsung mengetahui dan langsung mengambil pakaiannya dan menghilang sedangkan jin perempuan yang satunya lagi masih ada di sumur pemandian tersebut tidak bisa menghilang karena pakaiannya dipegang oleh Abdul fatah dan di sembunyikan di lumbung pari agar tidak ditemukan oleh jin tersebut. Dan Abdul Fatahpun langsung memberikan pakaian manusia untuk di kenakan oleh jin perempuan tersebut. Jin tersebut langsung dibawanya kerumah Ki Terumbu untuk langsung dinikahkan dengan wali hakim. Dan dinikahkan oleh ki terumbu dan ki terumbu memberi pesan bahwa kedua mempelai bisa hidup normal seperti manusia biasa dengan catatan jangan sampai istri Abdul Fatah mengenakan baju jinnya kembali, apabila mengenakannya akan langsung hilang. Dan Abdul Fatah pun mengikuti nasehat Ki Terumbu.

   Hasil pernikahan ki beji dengan jin perempuan tersebut dikaruniai 3 orang anak diantaranya : anak pertama bernama Tanjung anom, anak kedua. bernama Kudup melati, anak ketiga bernama Dewi Rasa. Pada waktu syarif  Hidayatullah akan rapat dewan walisongo membawa anaknya sultan hasanudin ( sebelum menjadi raja Kesultanan Banten ) kepada Ki Beji  untuk dititipkan sementara syarif Hidayatullah Rapat dengan Walisongo di Demak beserta KH. Abdul Fatah ( Ki Beji ). Perjalanan menuju Demak memakan waktu 3 hari 3 malam  untuk sampai lokasi Mesjid Demak dan pulangnya memakan waktu 3 hari 3 malam. Pada waktu perjalanan menuju Demak ada beberapa kejadian penting diantaranya :

1.   Pada hari pertama perjalanan Ki Beji menemukan burung dara mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Burung dara tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah burung ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. Burung dara itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injrk bumi 3 kali “ . dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Burung itu, dan burung tersebut langsung menghilang.

2.   Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan belut putih mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi belut putih tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah belut putih ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. belut putih itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan belut putih itu, dan belut putih tersebut langsung menghilang.


3.   Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan lalat besar mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi lalat besar tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah lalat besar ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. lalat besar itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan lalat besar itu, dan lalat besar tersebut langsung menghilang.

4.   Pada malam terakhir perjalanan pulang menuju Kp. Terumbu Banten, Ki Beji menemukan Burung Garuda mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Garuda mati tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah Garuda mati ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. Burung Garuda itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Garuda  itu, dan Garuda tersebut langsung menghilang.

Sesampainya Ki Beji di rumahnya, beliau kaget karena mencari – cari istrinya tidak ada di rumah, dan Ki Beji langsung kerumahnya Kiyai Terumbu menanyakan keberadaan istrinya yang hilang. Ki terumbu mengingatkan kepada Ki Beji sebelum berangkat, agar kunci gudang ( lumbung ) tempat menyimpan baju jin istrinya agar tidak diberikan kepada istrinya Ki Beji, Ki besus ( penjaga rumah Ki Beji ) yang di amanati Ki Beji agar menjaga kunci tersebut tidak di berikan kepada siapapun termasuk istrinya. Ternyata ki besus hilaf akan tugasnya ketika itu ki besus tertidur ketika menjaga rumah dan tanpa disadari istri Ki Beji mencurinya dan langsung menghilang. Ki Beji seharusnya tahu isyarat pada waktu perjalanan pulang menemukan Burung garuda mati tersebut bisa membawa Ki Beji ke negeri Jin menurut Ki terumbu. Maka seketika itu Ki Beji langsung memanggil Garuda itu dan langsung datang, dan langsung membawa Ki Beji ke negeri jin tempat istrinya tinggal. Sampailah Ki Beji ke negeri Jin dengan Garuda, di pintu gerbang Ki Beji menemukan penjaga negeri jin  dan melarang manusia memasuki negerinya, tapi Ki Beji bersikeras akan membawa pulang ke dunia istrinya. Penjaga itupun mempersilahkan Ki Beji membawa istrinya dengan beberapa syarat :

1.   Ki Beji dikasih keranjang untuk mengangsu air ke negeri jin
Dalam pikirannya beliau berpikir bagaimana mengangsu air dengan keranjang sedangkan keranjang itu bolong – bolong, dan beliaupun teringat pada belut putih yang hidup di air. Dan dengan bantuan belut putih itu Ki beji dapat mengangsu air dengan cara keranjang tersebut di lilit dengan tubuh belut putih tersebut.

2.   Ki beji di suruh membawa kacang ijo sekarung dibuang oleh penjaga negeri jin ke dunia agar membawanya kembali utuh menjadi satu karung kembali. Dan Ki beji meminta bantuan kepada burung dara untuk memakan semua kacang yang bercecer dan memasukkan  kembali ke karung untuk di bawa ke negeri jin.

3.   Ki Beji disuruh mencari istrinya berada sedangkan istana jin itu beratus lantai dan harus tahu dimana lokasi tampat istrinya berada. Ki Beji pun meminta bantuan kepada burung dara agar mencarikan lokasi dimana istrinya berada dan waktu itu burung dara itu langsung laporan  ke Ki Beji bahwa sudah menemukan istrinya berada.

4.   Setelah ketemu dimana istrinya berada, sekarang Ki Beji harus menemukan dimana istrinya sedangkan bangsa jin perempuan wajahnya sama mencapai ribuan. Ki Beji meminta bantuan lalat besar agar ditemukan keberadaan istrinya. Ki Bji menyuruh lalat tersebut menghinggapi wajah muka istrinya dan tebakan Ki Beji itu benar. Jin perempuan itu di Tanya oleh penjaga negeri jin, “ benar kamu sudah menikah dengan Ki Beji bangsa manusia?” dan jin tersebut mengiyakan perkataan Ki Beji maka di bawalah istrinya kembali ke kp. Terumbu dan menjalani hidup normal seperti manusia hingga mempunyai 3 orang anak ( Tanjung Anom, Kudup Melati, Dewi Rasa )   

Julukan Ki beji karena beliau berhati besi atau beji yang membangkang pada kompeni dan tidak mau diusir oleh penjajah kompeni ( Belanda ) dari tanah kampung terumbu Banten. Masyarakat dan keturunan Ki Terumbu diajari ilmu silat dari anak – anak hingga dewasa untuk melawan penjajahan belanda hingga sekarang silat ini turum temurun masih terjaga kelestariannya di kampung terumbu, Kasemen serang. Pada keturunan ke 4 atau cicit dari H. Agus( anak ke 4 dari Ki Zunedil Qubro bin Ki Terumbu ) yaitu  H. Mad sidiq mewarisi ilmu silat Bandrong dan mempunyai istri di pulo ampel bojonegara - Serang serta mengembangkannya aliran silat ini ke daerah cilegon dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang sedangkan M. Idris mewarisi ilmu silat terumbu dan beliau bermukim di kampung terumbu dalam pengembangannya aliran silat ini berkembang di daerah serang dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang. 



Sejarah diperoleh hasil diskusi pada tanggal 7 April 2007 dengan ketua umum PPSTB Zaenudin Rojei Kab.serang - Banten


« Last Edit: 18/09/2008 21:18 by trumbu »

puragabaya

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 41
  • Reputation: 4
    • The Soul of Puragabaya
Re: istilah - istilah dalam Bandrong
« Reply #8 on: 07/05/2007 08:18 »
Saya sempet liat mas Nasrudin memperagakan jurus Hijaiyyah & jurus Bandrong waktu itu di padepokan silat dan yang menarik perhatian saya wkt melihat jurus bandrong adalah gerakannya mirip dengan cingkrik goningnya P Bambang. Apakah kedua aliran tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain? Mungkin perlu ditelusuri... :)

Puragabaya
A thousand friends are not enough, one enemy is too much
http://puragabaya.blogspot.com
http://puragabaya.multiply.com

kisawung

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 14
  • Posts: 458
  • Reputation: 73
Re: istilah - istilah dalam Bandrong
« Reply #9 on: 07/05/2007 10:07 »
Saya sempet liat mas Nasrudin memperagakan jurus Hijaiyyah & jurus Bandrong waktu itu di padepokan silat dan yang menarik perhatian saya wkt melihat jurus bandrong adalah gerakannya mirip dengan cingkrik goningnya P Bambang. Apakah kedua aliran tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain? Mungkin perlu ditelusuri... :)

Puragabaya

iya betul sekali mas...
nampaknya bisa masuk dalam daftar list
sebagai usulan untuk "wisata silat" selanjutnya, yakni penelusuran jejak "Pencak Banten" :D

kisawung

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 14
  • Posts: 458
  • Reputation: 73
Re: Aliran silat terumbu dan Bandrong
« Reply #10 on: 07/05/2007 10:25 »
Falsafah yg terkandung, luar biasa  :D :
1.   Pada hari pertama perjalanan Ki Beji menemukan burung dara mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Burung dara tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah burung ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. Burung dara itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injrk bumi 3 kali “ . dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Burung itu, dan burung tersebut langsung menghilang.
perjalanan mengandung arti pencarian jati diri,
dengan burung merpati sebagai lambang dari perdamaian dan kasih sayang..
dimana "kasih sayang yg mati" mohon untuk dapat "hidup" kembali..

aku teringat pada suatu ayat yang berbunyi:
"wa ahyaynakum min mautikum... ( dan dibangkitkan/dihidupkan kamu, dari kematianmu ) "

berarti falsafah langkah pertama Silat ini ialah : " Kasih Sayang"

2.   Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan belut putih mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi belut putih tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah belut putih ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. belut putih itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan belut putih itu, dan belut putih tersebut langsung menghilang.
Belut ialah simbol "kelicinan atau kelihaian"
halus nan lembut namun mampu menerobos bumi yang keras..  :D
juga mampu untuk menampung air demi untuk menambal keranjang yg bolong
ini artinya mampu menembus namun mampu juga membuat pertahanan yang baik...

3.   Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan lalat besar mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi lalat besar tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah lalat besar ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. lalat besar itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan lalat besar itu, dan lalat besar tersebut langsung menghilang.
ternyata... simbol lalat baru ini aku tahu dijadikan falsafah
dengan makna untuk mampu menentukan "sasaran yg tepat"
lalat memang gila... terbang cepat seketika mampu menempel pada sasaran dengan telak... bravo

4.   Pada malam terakhir perjalanan pulang menuju Kp. Terumbu Banten, Ki Beji menemukan Burung Garuda mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Garuda mati tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah Garuda mati ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. Burung Garuda itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Garuda  itu, dan Garuda tersebut langsung menghilang.

Simbol Garuda sebagai tunggangan
bermakna "pride" , yakni suatu harga diri atau kehormatan diri
yang dengannya dapat digunakan sebagai sarana untuk mengembalikan "hak" diri

wew... just IMHO ya ( in my humble opinion )
barangkali ada sudut pandang lain dari teman-teman...

ini tulisannya Bang Udin... membuat aku jadi dapat pencerahan baru

terima kasih ya...  :)
« Last Edit: 07/05/2007 10:28 by kisawung »

trumbu

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 1
  • -Receive: 1
  • Posts: 158
  • Reputation: 13
    • Banten culture and torism
  • Perguruan: Bandrong
Re: istilah - istilah dalam Bandrong
« Reply #11 on: 07/05/2007 19:47 »
emang bener sih mas puragaya,
gerakan bandrong ada yang mirip ketika menjatuhkan lawan, kemungkinan besar sesuai sejarahnya ada keturuan ki terumbu yaitu H.buang pada masa penjajahan belanda tinggal di daerah sunda kelapa/jakarta daerah benteng ( sekarang tangerang). bisa jadi beliau mengajari silat pejuang2 dari betawi pada waktu itu..... ;) analisa saya cingkrik goning adalah akulturasi silat banten dan betawi mungkin bisa jadi ada yang lainnya, ... karena saya pernah belajar silat gerak rasa silat betawi .... jika digabungkan mirip sekali cingkrik goning :)

devil_buddy

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 56
  • Reputation: 3
Re: istilah - istilah dalam Bandrong
« Reply #12 on: 14/05/2007 16:06 »
mas trumbu...banten kan terkenal dengan debusnya...cerita dong tentang debus itu, ada hubungan apa dengan budaya silatnya, apakah silat yg di pakai dalam debus itu silat bandrong atau silat terumbu atau silat lainnya??

thx

samber gledek

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 4
  • Posts: 462
  • Reputation: 35
    • Email
Re: istilah - istilah dalam Bandrong
« Reply #13 on: 15/05/2007 14:27 »
Mas Trumbu, kalau dilihat gerakan disini kayak gerakan MMA , dimana mereka suka sekali menyeruduk bisa langsung peluk badan atau tangkap kaki.

Samber Gledek

trumbu

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 1
  • -Receive: 1
  • Posts: 158
  • Reputation: 13
    • Banten culture and torism
  • Perguruan: Bandrong
Re: istilah - istilah dalam Bandrong
« Reply #14 on: 18/05/2007 22:16 »
emang sih betul debus identik dengan seni silat Bnaten, kalo ada atraksi seni silat seperti : kembang kalangan, patingtung, dan sambutan silat, biasanya debus adalah acara hiburan pamungkasnya......pada acara malem kocekan / satu malam sebelum hajat nikahan dan tujuh belasan dan ultah perguruan
kalo maen debus pasti diawali gerakan2 silat Banten, tidak hanya Bandrong dan terumbu aja banyak, hampir semua perguruan silat asli banten pasti ada ilmu debusnya....
debus biasanya dipelajari oleh orang dewasa dan dirasa cukup ilmu silatnya baru tingkatan selanjutnta ilmu debus.... debus ada yang di pake untuk jaga diri dan ada juga untuk hiburan....
yang memakai debus biasanya ada guru debus yang mendampinginya ....
jika untuk menguasainya lahir dan batin ada tingkatannya mulai dari puasa 3 hari, 7 hari sampai puasa 41 hari, jika sudah selametan ilmu debus baru kita kuasai walaupun tanpa pendamping dari guru....
bahwasannya debus yang sesungguhnya pada zaman kesultanan banten dulu digunakan untuk menarik orang Banten untuk masuk islam (Babad Banten 1888)

gerakan Bandrong sama MMA lom pernah liat tuh yg kaya mana....  ga dipeluk tapi langsung dibuang......

 

Powered by EzPortal