Forum > Aliran Pencak Silat

[Fenomena] Silat Jabar "GERAK GULUNG"

Pages: << < (3/127) > >>

maenpo:


--- Quote from: samber gledek on 29/05/2007 18:15 ---
KI,

Waktu ke Cianjur kebetulan aku satu kamar sama Babe Nani. Cerita punya cerita katanya aliran
Babe Nani  adalah Gerak Saka yang akarnya dari Gerak Gulung. Kalau cerita detailnya yang paling tahu Kang Amal Ihsan.

Cuman yang namanya kumpul sama guru silat mau tidur aja kita diajak maen pukulan dulu. Yang aku kagum dari Gerak saka jurus sangat sederhana cuma 2 kali ( kalau nggak salah ). Yang selebihnya cuma rasa dan ini full beladiri , praktis dan to the point.

Waktu saya diajak main sama Babe Nani tangannya cepat banget dan nggak kasar cuma langsung serangannya menuju ketempat berbahaya ( mata, tengorokan, kemaluan, ulu hati )

Bahkan saya sampai nggak bisa gerak ( kena tap terus ).

Kalau saya lihat percis kayak wing Cun dan ini membuat saya kagum disilat ada yang beginiaan koq telat taunya.

Untung ada forum. Biar terlambat harus belajar nich.....

--- End quote ---

Salam

Dulu saya pernah belajar Cimande baik di Bandung maupun ke sumbernya langsung di Tarikolot. Setahu saya aliran Cimande sejauh ini masih merupakan aliran tertua yang ada di Jawa Barat. Dan ia ikut mempengaruhi munculnya aliran baru yang kemudian diberi nama Cikalong. Walaupun keduanya terlihat berbeda dalam pola pertarungan, namun masih bisa dilihat dari jurus-jurus Cikalong kaidah gerakan Cimande. Bagi orang awam mungkin gerakan tersebut tidak terlalu
nyata terlihat, karena yang di ambil hanya kaidahnya saja. Dari aliran Cikalong kemudian lahir pecahan-pecahan lainnya seperti Sanalika, Peupeuhan, dan lain sebagainya. Kemudian saat itu di Jawa Barat sendiri juga muncul aliran Sahbandar yang di bawa oleh mama Kosim. Aliran lain seperti yang di bawa Bang Ma'ruf, Bang Madi dan Bang Kari juga sudah melebur dalam Cikalong.

Bila ditilik dari cerita yang di sampaikan oleh bung samber gledek (ini perkiraan saya saat ini) saya ragu bahwa aliran ini menjadi inspirasi bagi gerakan silat di jawa barat. Karena bila aliran ini betul-betul lahir sebelum Cimande, maka seharusnya aliran ini pun ikut mempengaruhi Cimande, terutama bila daerah penyebarannya sekitar Bogor. Hanya saya tidak melihat adanya kesamaan prinsip dengan Cimande. Dalam Cimande dikenal istilah "mapas regang" yang artinya bila dalam suatu perkelahian seorang anak murid Cimande tidak berusaha mengincar bagian-bagian anggota tubuh yang jauh melainkan terlebih dahulu menghancurkan alat serang terdekat. Disini lawan diibuat merasakan sakit yang amat sangat sehingga keinginannya untuk melanjutkan perkelahian surut. Selain itu metode latihannya pun betul2 unik. Berbeda dengan aliran Penca lainnya, Cimande proses latihan jurusnya diawali dari posisi duduk dan langsung dilatih berpasangan dengan teman.

Semoga penjelasan saya di atas cukup jelas bagi teman-teman sahabat silat.

Terimakasih

-  Akur jeung dulur, Panceg dina galur, Ngajaga lembur  -

bradlee:


--- Quote from: maenpo on 29/05/2007 20:37 ---Dalam Cimande dikenal istilah "mapas regang" yang artinya bila dalam suatu perkelahian seorang anak murid Cimande tidak berusaha mengincar bagian-bagian anggota tubuh yang jauh melainkan terlebih dahulu menghancurkan alat serang terdekat.

--- End quote ---
Mapas regang (mapas = memangkas, regang = ranting) diterjemahkan di Cikalong sebagai kaedah "Peupeuheun tong dilabuhkeun, Labuhkeuneun tong dipeupeuh" (Target buat dipukul jangan ditendang/dijatuhkan, target untuk dijatuhkan jangan dipukul).

T-O-P Kang Maenpo, silakan lanjutkan di thread Cikalong :)

bradlee:

Dalam Sanghyang Siksa Kanda ng Karesyan disebutkan tentang 7 Maenpo yang wajib dikuasai oleh Raja Pajajaran, Panglima, prajurit dan diajarkan di masyarakat.

Beberapa praktisi maenpo sampai saat ini baru tahap meraba-raba mana saja 7 Maenpo yang diakui kerajaan Pajajaran itu. Dan dari sekian perkiraan itu, mereka baru sepakat di dua maenpo... yaitu: Cimande dan Terumbu.

Ada lagi yang menyebutkan bahwa Benjang Buhun layak masuk ke dalam kelompok tersebut. tetapi banyak dibantah dengan alasan, 7 maenpo tersebut adalah yang maenpo terbaik yang diajarkan ke prajurit untuk berperang, sedangkan Benjang sendiri mungkin kurang efektif untuk berperang. Benjang mungkin sebatas hanya olah raga pertunjukan rakyat, walaupun memang bisa dipakai alat bela diri.

boencis:


--- Quote ---Bila ditilik dari cerita yang di sampaikan oleh bung samber gledek (ini perkiraan saya saat ini) saya ragu bahwa aliran ini menjadi inspirasi bagi gerakan silat di jawa barat. Karena bila aliran ini betul-betul lahir sebelum Cimande, maka seharusnya aliran ini pun ikut mempengaruhi Cimande, terutama bila daerah penyebarannya sekitar Bogor.
--- End quote ---

Boleh ikutan ya kang !! ^:)^

Memang kalo saya baca dari awal, cimande punya sejarah yg jelas, apalagi cikalong lebih jelas lagi, tapi sampai saat ini gerak Gulung memang terbukti ada, dan sampai saat ini memang masih menjadi misteri yang terkesan jadi mitos saja, krn di sinyalir sebagai sumber gerakan silat.

tapi hanya satu sejarah tokohnya saja yang bisa kita telusuri yaitu :
1. Pangeran Jaka Sembung,
2. Pangeran Cakra (cucu prabu padjadjaran yaitu anak dari Kian Santang),
3. Pangeran Sake atau Papak (Anak Sultan Hasannudin Banten)
4. Gagak Lumayung.

dari tokoh ini yang menurut sy cukup menonjol adalah silat dari pangeran Kian Santang.
(Mohon ralat bila ada kesalahan)

sampurasun :)



samber gledek:


Sobat2 pendekar , mudah2an suatu ketika saya coba diskusi lagi sama babe Nani.

Babe Nani bilang bahwa Gerak Saka ini akarnya dari Gerak Gulung. Hal yang unik dari gerak Saka ini karena jurus cuma 2, main rasanya sangat tinggi dan segala sesuatu dinilai berdasarkan kondisi dilapangan ( kalau bisa saya umpamain seperti beladiri systema yang dipakai Pasukan khusus Rusia )

Menurut babe Nani kalau di bogor kalau nggak salah latihannya bersama kerbau. jadi orang yang berlatih memegang 2 tanduk kerbau dan mereka harus mencoba mengendalikan kepala kerbau terutama pada saat kerba mulai menanduk. Disini rasa sangat diperlukan.

silankah dilanjut....

Pages: << < (3/127) > >>

Go to full version