Forum Sahabat Silat
Bahasa Indonesia => Aliran Pencak Silat => Topic started by: Jali Jengki on 18/02/2008 12:00
-
BONGKOT, MAEN PUKULAN BETAWI TIMUR
Siang itu cuaca sangat tidak bersahabat, namun hujan yang turun terus menerus tidak dapat menyurutkan langkah kami bertiga (Saya, Gobrek & Hasan) menuju Kampung Makasar, menyusuri Maen Pukulan Bongkot dari Betawi Timur.
Sambutan kedatangan kami ternyata bertolak belakang dengan cuaca disekitar. Tuan rumah dengan hangat mempersilahkan kami masuk, meski telah menginjak usia di kepala 7, Baba Nahali masih tampak kekar terasa sekali cengkeraman salah seorang dari dua pewaris Bongkot yang masih hidup ini ketika bersalaman.
Dengan suguhan kopi panas seakan-akan menjadi penghangat tubuh kuyup kami. hilang semua gemertak gigi menahan dingin. Sambil menyeruput kopi dan sesekali menghisap dalam-dalam rokok kretek nya, mulai menuturkan riwayat Maen Pukulan Betawi yang hampir punah ini.
Sekelumit Sejarah Maen Pukulan Bongkot
Bongkot merupakan sebutan dialek Betawi Ora’/pinggiran terhadap bagian batang pohon kayu, orang Betawi Tengah mengenalnya sebagi Pongkol. Dinamakan demikian karena Maen Pukulan ini sangat mengandalkan kekuatan dan kekerasan pangkal lengan, pangkal lengan yang dijadikan senjata diibaratkan sekeras batang pohon kayu.
Menurut Baba Nahali, maen pukulan ini pertama kali diperkenalkan di Kampung Makasar dan Kampung Dukuh, Kramat Jati. Oleh dua orang yang bernama Ki Kasim dan Kong Nausin. Menurutnya lagi, keduanya belajar kepada seorang perempuan yang biasa mereka panggil sebagai “Orang Tua” bernama Nini/Ni Seura. Istilah “Orang Tua” bagi orang Betawi Ora kemungkinan merupakan karuhun…
Dari Ki Kasim tidak banyak menurunkan murid hanya satu orang yaitu Ki Amat, begitupun Ki Amat hanya menurunkan kepada Kong Buasyim yang kelak menjadi legenda maen pukulan di Tandjoeng Oost setelah H. Entong Gendut. Menurut penuturan Bang Nur rosyid (Silau Macan/IPOSI), antara Kong Buasyim, Entong Gendut dan Entong Kare ayahnya masih ada hubungan famili.
Sangat disayangkan Kong Buasyim enggan melanjutkan tongkat estafet Maenan Bongkot, hal ini terjadi sewaktu beliau melancong ke daerah Karet Tenabang, dan kalah dalam melakukan Pibu dengan seorang Pendekar Cingkrik Sinan bernama Kong Ayar. Lewat petunjuk Kong Ayar, Kong Ucup (Usup Utay…?), Kong Buasyim menimba ilmu langsung kepada Ki Sinan. Sampai akhir hayatnya Kong Buasyim terkenal sebagai pendekar Cingkrik Sinan di daerah Betawi Timur.
Berbeda dengan Ki Kasim, murid Bongkot Kong Nausin lebih banyak, beberapa muridnya yang tekenal antara lain Baba Sabeni, Baba Hasan, dan Baba Jemih hingga terus sampai ke Baba Nahali lewat gemblengan Baba Sabeni. Pada akhir tahun 50-an, Maen Pukulan Bongkot sempat berjaya di daerah Kramat Jati dan sekitarnya. Sampai pada waktu kepulangan Kong Buasyim dari Karet ke Kampung Makasar. Satu persatu pendekar Bongkot tumbang dalam Pibu di daerah Mustika (samping Pusdikkes TNI AD Kramat Jati). Konon Mustika merupakan penamaan masyarakat yang kagum pada Maenan Kong Buasyim yang ternyata Cingkrik Sinan. Akhirnya satu persatu pendekar Bongkot itupun mengakui kelebihan Cingkrik Sinan dan menjadi murid Kong Buasyim. Kemungkinan pada masa inilah masa krisis dari riwayat Maen Pukulan Bongkot.
Ciri Khas Maen Pukulan Bongkot
Maen Pukulan Bongkot memiliki kuda-kuda yang rendah, dengan tumpuan berat badan pada kaki kiri sebagai pancer dan kaki kanan yang berpindah-pindah mengikuti pola langkah. Memiliki 3 Langkah jurus, Langkah 5, langkah 4, dan Langkah 3 mengacu pada 4 kelima pancer (4 penjuru satu pusat). Pada teknik pukulan mempunyai pola kedut (pukul-tarik), cenderung menghilangkan pukulan yang dilontarkan untuk menipu lawan. Begitupun dengan pola langkah di atas. Apabila lawan sudah terpancing masuk, barulah pangkal lengan bermain untuk menebas leher, badan, kaki ataupun selangkangan lawan. Namun dari semua itu ciri khas yang menjadi andalan maenan ini adalah besetan pangkal lengan, yang Baba Nahali sebut dengan istilah “Godot”.
Disamping Maen Pukulan Bongkot dan Cingkrik Sinan, Baba juga sedikit memahami maen pukulan Betawi Timur lain seperti Ki Jirimin (Cawang) dan Ki Atu (Cililitan).
Tidak terasa azan maghrib memanggil kami untuk sejenak menghadap Nya,sambil urun pamit kami sambil berjanji untuki pertemuan selanjutnya dengan pewaris kedua di Gunung Sindur.
Bada’ Maghrib silaturahim dilanjutkan ke rumah Bang Nur Rosyid di Condet, menengok Macan yang sedang kesilau-an. Gobrek pulang gak ikut...
Mohon maaf atas kesalahan, maklum masih bau kencur di dunia beginian...
5S-Salam, Silaturahim, Sekedar Sharing
tabik, Jali...
NB. • video sedikit gerakan Bongkot silahkan lihat di www.jalatunda.multiply.com
-
wah....padahal salah satu nara sumber persekutuan silat dan ikatan pencak silat menyangkat Bongkot ini dari Jawa Timur dan sudah punah. Yang tersisa tinggal di Eropa saja...padahal di sekitar sini masih ada ya?
Ayo kang Jalatunda, bagi-bagi lagi infonya... [top]
salam,
one
-
kalo liat video bongkot nya bang gusman, ane rasanye familiar tuh ama gerakan2 langkahnye,
top abis dah...
lanjuuut..
-
Bang Jalatunda salut buat reportasenya,
GRP buat anda [top],
makin lama forum ini kayaknya membuat kecanduan yah... terutama kalau baca reportase2 seperti ini [top] [top]
Salam
Chandrasa
-
GRP juga [top] [top] buat Kang Jalatunda, Gobrek dan Hasan...
Selama ini ane taunya cuman peguruan 'harimau bongkot' yg katanya tinggal atu-atunya di eropa sana, gak ada lagi di Indonesia. Kurang jelas apa 'bongkot'-nya satu ilmu apa gak?....
emang sayang sekali kalo ilmu bongkot ini sampe punah...
ayo rame-rame kita lestarikan, minimal didokumentasikan dalam bentuk tulisan dan video semua jurusnya kalo bisa he he he...
salut
S Birowo
(satu dari para moderator)
-
Saya juga belum bisa memastikan Mas Sosro...tapi yang saya baca di www.bongkot.nl, bahwa penciptanya Henri de Thornis. Makna Bongkot versi mereka adalah Akar, mungkin maksudnya akar dari aliran silat, karena Bongkotnya mereka penggabungan antara Serak dan Cimande.
Saya sempat kaget waktu cerita ke Baba Nahali tentang keberadaan Bongkot di Eropa yang sering jadi juara. Baba Nahali bilang mungkin bisa jadi waktu tahun 1986 Sa'aman Putera Condet diajak melatih di Belanda (yang membawa Bongkot). Tapi sayangnya Baba Sa'aman dicipo'ain katanya...hal ini juga di amini oleh Bang Nur Rosyid Silau Macan. Kasihan Baba Sa'aman sampai akhir hayat hidupnya keblangsak. Padahal turut mengembangkan silat di Belanda...
Tabik,...
-
Hallo mas Sosro,
kebetulan saya kenal baik perguruan Bongkot Harimau ini, yg menurut saya tdk ada hubungannya dgn Silat Bongkot dr Betawi.
Bongkot Harimau didirikan oleh Henri de Thomis sekitar 40 tahun yg lalu, menurut pengakuannya seperti yg tercantum di Website mereka. Henri belajar Serak dr ayahnya kemudian belajar Cimande dan Kuntao di Jakarta. Setelah itu dia belajar di Surabaya aliran Derosemo. Setelah beremigrasi ke Belanda dia belajar Panca Bela.
Menurut Henri alirannya terdiri dari: Serak, Cimande dan Derosomo. Aliran ini juga lebih mengarah ke Silat Olah raga. Nama Bongkot Harimau diberikan oleh alm. Bapak Januarno.
Salam
Chandrasa
-
Eh maaf, sudah keduluan bang Jalatunda rupanya.
Gak papa agak diulang keterangannya ya. Aliran ini, seperti yg saya ceritakan sangat berorientasi ke Silat olah raga. Jadi mereka latihannya seperti TC-nya IPSI kalau mau pertandingan.
Salam
Chandrasa
-
nah, 'karang kan makin jelas bahwa BONGKOT "aliran" ternyata berbeda dengan BONGKOT "perguruan" dengan demikian saya rasa tak perlu lagi ada pembahasan mengenai "kepunahan Bongkot di tanah air kita", karena ternyata toh masih ada.....
salut buat kang Jalatunda, ditunggu koset kirinya...salam bandut [lucu]
one
-
Assalau 'alaikum wr.wb.
Bang Jalatunda emang T.O.P. [top]
Ane menghabiskan separuh umur tinggal di Kp Makasar, kagak pernah tau legenda2 silat Betawi ada didepan mata. Sungguh terlalu... :'(
Lain kali ajak2 ane dong bang! Biar nggak KUPER... [pray2]
Wassalam,
TP
-
Betul kata mas Chandrasa, ceritaanya Bongkot Harimau di Belanda begitu,
saya kenal baik dengan rekan² perguruan tersebut dan sering ketemu dengan Pak Henri waktu masih ada.
Yang saya lihat tidak ada gerakan Cimande, kebanyakan kuntao di campur karate, sedikit gerakan pola JaTim supaya kelihatan sebagai Pencak Silat.
Sampai saat sekarang rekan² mencari asal-usul perguruannya, cuman belum pernah ketemu yang segaris dengan model gerak jurus mereka.
Kalau ada clipping video dari Bongkot yang dicerita oleh Bung Jalatunda saya benar² ingin lihat dan tambah komentar lebih lanjut.
Pesilat² Bongkot dari belanda memang sering dapat hasil dalam pertandingan, cuman harus di ketahui bahwa pertandingan pencak silat tidak ada hubungan dengan "Aliran", sistem pertandingan adalah sejenis olah raga yang sudah di patokkan dengan daya tersendiri, setiap "martial artist" bisa belajar, lihat aja pesilat Vietnam, mereka juga tidak punya Pencak Silat, cuman belajar khusus untuk pertandingan, dan gerak hanya dalam batasan peraturan.
Wassalam,
-
@Mas Chandrasa,Kang Eric B ...
terima kasih atas keterangannya yang jelas soal bongkot di Belanda. Menjadi jelas kalo bongkot di betawi timur tidak ada hubunganya dengan bongkot di Belanda.
Seprti ditulis oleh Jalatunda: "Bongkot merupakan sebutan dialek Betawi Ora’/pinggiran terhadap bagian batang pohon kayu, orang Betawi Tengah mengenalnya sebagai Pongkol. Dinamakan demikian karena Maen Pukulan ini sangat mengandalkan kekuatan dan kekerasan pangkal lengan, pangkal lengan yang dijadikan senjata diibaratkan sekeras batang pohon kayu."...
Nah kalo Bongkot Harimau apa punya arti yang sama ya? Harimau yang keras?... :-\ ???
tarik terus mang...silat tradisional emang top markotop..
S Birowo
-
K@ng Eric,
Sedikit gerakan Bongkot Kang Eric bisa lihat di blog saya...
Sekedar informasi tambahan dari bang Hasan, Bongkot pernah juga dipelajari oleh "Kekaisaran Ciracas" kelompok Topeng Blantek Setia Warga (Bokir), Sinar Jaya (Nasir). Hal ini diawali oleh H.Ji'un (ayahanda alm.Bokir) yang dipelajari dari Baba sabeni...
Gerakan silat Bang Nasir di film Si Ronda Macan Betawi bisa dijadikan gambaran...
Tabik, Jali
-
BONGKOT, MAEN PUKULAN BETAWI TIMUR
Ciri Khas Maen Pukulan Bongkot
Maen Pukulan Bongkot memiliki kuda-kuda yang rendah, dengan tumpuan berat badan pada kaki kiri sebagai pancer dan kaki kanan yang berpindah-pindah mengikuti pola langkah. Memiliki 3 Langkah jurus, Langkah 5, langkah 4, dan Langkah 3 mengacu pada 4 kelima pancer (4 penjuru satu pusat). Pada teknik pukulan mempunyai pola kedut (pukul-tarik), cenderung menghilangkan pukulan yang dilontarkan untuk menipu lawan. Begitupun dengan pola langkah di atas. Apabila lawan sudah terpancing masuk, barulah pangkal lengan bermain untuk menebas leher, badan, kaki ataupun selangkangan lawan. Namun dari semua itu ciri khas yang menjadi andalan maenan ini adalah besetan pangkal lengan, yang Baba Nahali sebut dengan istilah “Godot”.
5S-Salam, Silaturahim, Sekedar Sharing
tabik, Jali...
NB. • video sedikit gerakan Bongkot silahkan lihat di www.jalatunda.multiply.com
salut buat bang jali atas laporannye [top]
cuman ade sedikit yang pengen aye tanyain nih, bang. dari penjelasan ente bongkot berasal dari kata pongkol=pangkal yang menjadi andalan (maap dicetak miring). Nah, yang bikin rada puyeng nih, pangkal lengan tuh kan antara bahu s.d sikut.. trus gimane care nye tuh pangkal lengan buat nebas dan beset?
kalo dari sikut ke bawah sih emang udah umum dipake buat serangan. kalo nyang ane pernah liat orang2 pangkal lengan emang bisa dipake buat nyerang, tapi bukan nebas ato beset, yaitu bisa buat nubruk/gentus, arahnya juga sekitar dada-bahu lawan. kalo emang pangkal lengan bisa dipake buat nyerang-nebas-beset wah hebat bener tuh maenan, jadi kepengen..... :D
sekian dulu, bang. maap kalo ade saleh2 kate
n.b. 5 S, S nya kurang satu tuh....
peace
-
B@ng Rasid,...
Pangkal lengan versi bongkot mulain dari sikut ke bawah. Kalo nebas pake yg bagian atas ato bawah.
segitu bang...
nb. s nye yg satu lagi...terserah aban mao nambahin ape, supermen bisa,...s lilin boleh,...silat apaelag....
Tabik, jali.
-
oh, jadi begicuuu...
so, bongkot=pongkol=pangkal. pangkal lengan itu sikut ke bawah? gitu yach..BONGKOT, MAEN PUKULAN BETAWI TIMUR
...
Sekelumit Sejarah Maen Pukulan Bongkot
Bongkot merupakan sebutan dialek Betawi Ora’/pinggiran terhadap bagian batang pohon kayu, orang Betawi Tengah mengenalnya sebagi Pongkol. Dinamakan demikian karena Maen Pukulan ini sangat mengandalkan kekuatan dan kekerasan pangkal lengan, pangkal lengan yang dijadikan senjata diibaratkan sekeras batang pohon kayu.
...
ok deh...
ar
-
salam..
punten ah.. ikutan bikin kisruh.. ;D
apa bener sejarahnya begitu? asal kata bongkot?
nah terus yg dari jawa timur..?
wah....padahal salah satu nara sumber persekutuan silat dan ikatan pencak silat menyangkat Bongkot ini dari Jawa Timur dan sudah punah. Yang tersisa tinggal di Eropa saja...padahal di sekitar sini masih ada ya?
bukannya dua daerah ini memliki bahasa yg berbeda..?
Betawi:
bongkot=pongkol=pangkal -->pangkal =pongkol=bongkot
okelah..kl disambung2in :)
Jawa timur:
pangkal=..?
mohon bimbingannya
salam
-
[top] [top] [top]
Bang Jalatunda terima kasih telah mengangkat Topik Bongkot ini
Maju Jaya Budaya Nusantara.... berkat SahabatSilat.com.. Alhamdulillah :)
-
[top] [top] [top]
Bang Jalatunda terima kasih telah mengangkat Topik Bongkot ini
Maju Jaya Budaya Nusantara.... berkat SahabatSilat.com.. Alhamdulillah :)
Terima Kasih Ki, saya cuma nerusin niatan Kang Iwan...die tuh yg paling berjasa buat ngelacak silat yg mao punah... ;D
Rencana mao terus nyusurin lagi kalo bisa direkam jurus2nya, tapi kudu ke Gunung Sindur ke baba Hasan...Baba nahali udah gak kuat,kasian...kemaren aja ngos2an die..:'(
sekalian bantuin Bang Gobrek nyusurin Sinan nye...(mao liat maenan Golok Sinan,katanya bagus.. ;D)
Tabik, maju terus silat tradisional... [top]
-
bukannya dua daerah ini memliki bahasa yg berbeda..?
Betawi:
bongkot=pongkol=pangkal -->pangkal =pongkol=bongkot
okelah..kl disambung2in :)
Jawa timur:
pangkal=..?
mohon bimbingannya
salam
kalo istilah ini sih baik betawi maupun jawa artima sama-sama pangkal
di jawa yang dikenal adalah bongkotan pring alias pangkal bambu
dipersilahkan sowan dan bertanya lebih lanjut
pada eyang google soal pring bongkotan ini
-
ini mungkin terjadi karena tak satupun perguruan di kita menggunakan nama Bongkot, dan Bongkot malah menjadi satu perguruan besar di Eropa dengan nama Harimau Bongkot. persepsi ini juga yang kadang membuat kita 'keblinger' sendiri antara perguruan dan aliran....makasih buat kang Jalatunda yang mau capek nyari data....top abis [top] [top] [top]
ayo kita kupas tuntas aliran ini, karena menurut yang saya keadaan aliran ini cukup memprihatinkan....
salam salut
one
BBM
-
He he he,
namanya sih sama, tapi isinya jauh berbeda. Saya rasa memang persoalan nama ini sering buat kita bingung. Jadi informasi yg baik memang jalan satu2nya utk mendapatkan "pencerahan" :).
Salut bang Jalatunda, bisa dilanjut kupasannya..
*nongkrong mode*
Chandrasa
-
Silat bongkot memang tidak populer di Indonesia, dan thanks banget sudah menuliskannya.....
-
Salam buat pendekar semua.....
Punten mau ikutan duduk2 sambil ngobrol. Tulisan tentang Bongkot yg disampaikan di mukadimah thread ini sangat bagus. Dan hal itu menuntun saya untuk kesini. Setahu saya banyak sekali aliran/paguron yang menggunakan nama Bongkot. Entah apakah masing-masing ada hubungan atau tidak. Setidaknya, saya salut krn TS telah menampilkan satu cerita ttg bongkot. Bongkot ada di Betawi, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur. Beberapa praktisi bongkot yg saya kenal juga mengakui hal ini. Mereka sih ga pikirin masing-masing silsilahnya terkait atau tidak, atau nyari siapa yg paling tua. Pastinya, mainannya cakep banget. Sayang, emang rata2 usianya udah lanjut. Bongkot yg saya tau, ga bisa dimainin sendiri. Kudu ada lawan. Istilah kite, pasangan trampil. Saya pikir sama kaya Gombel.
Kl bongkot yg di luar negeri, ya udahlah... Tapi memang ada seorang pemain Bongkot dari Jawa Barat yg sempet hijrah ke Belanda. Itu juga ga tau apakah dia sempet ketemu sama pendiri Bongkot Harimau atau tidak. Orang yang saya ceritakan ini pakar krip2-an dari Bongkot. Mmmm.. ada yg tau istilah krip-krip an? Naah, gitu. Jangan main rapat ama dia. Heheheh...
Salam hangat buat TS dan sesepuh-sesepuh....
-
bener Akang...
kalo silat / maenan dulu ada istilah kudu di jelmaan.. alias silat mah musti dikasih orang (lawan maennnye) alias partner kagak bisa sendiri. Kalo sendiri mah jadi sastra kali ye? ;D
Balik lagi ke Bongkot, mungkin abang, akang, mbak, mpok teteh nyang nyimpen data mengenai ini boleh dibagi disini..itung itung ramein warung. [top]
Kang Jalatunda...jalan lagi yuk... ;D
salam,
one
-
Kang Jalatunda...jalan lagi yuk... ;D
salam,
one
sssssttttt...(*lirih) ati-ati kang iwan...keadaan udah aman belom?istri udah tau ga??
MB
-
Assalamualikum...
Bang, maaf qlo ada salah-salah kata nih...
Cuman pengen nanya!!!
Dari artikel di paling depan, qo disitu tersirat qlo silat Cingkrik Sinan lebih baik dari Silang bongkot??!
Apa benar begitu!!
Kan ada tulisan qlo pendekar bongkok mengakui kehebatan pendekar cingkrik sinan!!
Maaf nih ye..
Makasih...
Wassalamualikum...
-
Salam hormat .....
Wah menarik banget artikelnya ... terus gimana nih bisa liat videonya....
-
Assalamualaikum ....
Bang Jali dan rekan dalam forum ini .... sebelumnya salam kenal dulu ah.... dan maaaaf kalo baru-baru dah ngerepotin
Bang Jali, ceritanya menurut ane nih menarik banget .... kalo boleh ane tahu nama blog abang tuh apa biar ane bisa lihat tuh cuplikan dari Silat Bongkotnya.....
mohon ye bang Jali and Rekan dalam Forum ane dikasi linknya ...... biar bisa liat ntuh videonye.... makasih ...
-
bener tuh bang mansur.. ane jadi penasaran mo ngeliat juga kalau ada videonya... ;D