+-

Video Silat

Shoutbox

23/12/2019 08:32 anaknaga: Tidak bisa masuk thread. dah lama tidak nengok perkembangan forum ini.
salam perguruan dan padepokan silat seluruh nusantara.
02/07/2019 18:01 Putra Petir: Akhirnya masuk jua... wkwkwk
13/12/2016 10:49 Taufan: Yuk ke Festival Kampung Silat Jampang 17-18 Desember 2016!!!
20/09/2016 16:45 Dolly Maylissa: kangen diskusi disini
11/02/2016 15:58 Taufan: Alhamdulillah SS sudah ON lagi ;-)
07/01/2016 10:00 luri: wa 'alaikumussalam
04/01/2016 20:21 May Lee: Assalamu 'alaikum
View Shout History

Recent Topics

PPS Betako Merpati Putih by acepilot
14/08/2020 10:06

Minta Do`a dan bimbingan para suhu dan sesepuh silat :D. SANDEKALA by zvprakozo
10/04/2019 18:34

On our book: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
13/03/2017 14:37

Siaran Radio ttg. Musik Pencak Silat di Stasiun "BR-Klassik / Musik der Welt" by Ilmu Padi
12/01/2017 16:19

Tentang buku kami: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
17/10/2016 20:27

Hoby Miara Jin by anaknaga
19/09/2016 04:50

TALKSHOW SILAT - Silat Untuk Kehidupan by luri
22/06/2016 08:11

Thi Khi I Beng by aki sija
17/08/2015 06:19

[BUKUTAMU] by devil
09/06/2015 21:51

Daftar Aliran dan Perguruan di Indonesia by devil
01/06/2015 14:01

SILAT BERDO'A SELAMAT by devil
01/06/2015 13:59

Persilatan Jurus Lima (Sabandar) by Marsudi Eko
14/05/2015 19:36

Kebugaran Merpati Putih by mpcrb
22/04/2015 16:16

PAWAI JAMBORE PENCAK 2015 by luri
20/04/2015 16:20

ALM. Kong Nur ( BEKSI Kampung Sawah) by initial_d
30/03/2015 14:02

SilatIndonesia.Com

Author Topic: cingkrik  (Read 263617 times)

Dodol Buluk

  • Moderator
  • Pendekar Madya
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 1.081
  • Reputation: 25
  • Alone but never lonely
    • Email
Re: cingkrik
« Reply #675 on: 01/12/2008 22:39 »
yah...apapun enti hasilnye...tetep aje  [top] upaya kecil anak manusia menemukan jati diri ilmu beladiri...di tengah-tengah kesibukan rutinitas kerja...mo update kek, mo diulang-ulang kek,salut aye ame nyang mo ngulas lagi....

debuls

ibarat kate ilmu, walopun ente udeh denger,tetep takzim ngederinnye... :o
"Jangan pernah bilang kagak kalo kagak pernah bilang jangan"

Jali Jengki

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 2
  • Posts: 828
  • Reputation: 44
  • Love Pencak Silat, Proud to be Indonesian
Re: cingkrik
« Reply #676 on: 02/12/2008 10:02 »
Pade ngomongin apaan sih, up dateh...up dateh...?
Cingkrik ye...?

Ane juga lagi nungguin tulisannye nongol tuh di Silat Indonesia, nunggu di approved. Hasil silaturahim kemarenan ame orang-orang Rawa Belong. Mendingan tungguin aje deh di sonoh.

Pade intinye setiap orang punya hak yang same buat nyiarin ame ngembangin kebudayaan tradisioonal, cuman kudu diinget ape nyang kate Bung Karno bilang "JAS MERAH" (Jangan Sekali-sekali Melupakan Sejarah)....

Tabe'
Kullu Nafsin Zaaiqatul MAUT

Jali Jengki

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 2
  • Posts: 828
  • Reputation: 44
  • Love Pencak Silat, Proud to be Indonesian
Re: cingkrik
« Reply #677 on: 03/12/2008 13:40 »
Salam

Sekedar menyampaikan amanah orang-orang Rawa Belong supaya tulisan ini bisa tulis di Internet, daripada tunggu di SI yang tak kunjung muncul, namun orang yang nulis sudah menanyakan...Ane posting aje deh disini...

Cingkrik, Maenpukulan Khas Betawi Rawa Belong

Berbicara tentang maenpukulan (silat) Cingkrik tidak akan terlepas dari kampung Rawa Belong, begitupun sebaliknya. Keduanya identik tidak dapat dipisahkan satu sama lain, karena tidak dapat dipungkiri, bahwa di Rawa Belong lah maenpukulan Cingkrik dilahirkan dan dikembangkan. Perkembangan yang demikian pesat merupakan jasa-jasa sesepuh para pendahulu maenpukulan Cingkrik di Rawa Belong dan sekitarnya.

Fenomena Cingkrik sebagai maenpukulan asli Betawi Rawa Belong, membawa nama tokoh legendaris Betawi Si Pitung, yang memang terkenal sebagai Jawara Rawa Belong. Cingkrik dianggap sebagai salah satu silatnya Si Pitung, dan ini merupakan salah satu dari sekian banyak hal tentang Cingkrik yang perlu diluruskan. Para sesepuh maenpukulan Rawa Belong meragukan bahwa Cingkrik merupakan “maenan” nya Si Pitung, sekalipun dia dilahirkan dan dibesarkan disana. Bang Nunung sebagai salah satu sesepuh maenpukulan Rawa Belong berargumen, bahwa masa Si Pitung jauh mendahului masa lahirnya maenpukulan Cingkrik di Rawa Belong yang diperkirakan baru diciptakan pada awal abad ke XX oleh Ki Maing. Hal ini dapat ditelusuri dari skema generasi terbawah di silsilah Cingkrik Rawa Belong, yang orang-orangnya masih ada dan tetap eksis mengajar Cingkrik sampai saat ini.


Sejarah dan Perkembangan Maenpukulan Cingkrik

Dahulu banyak orang Rawa Belong yang menimba ilmu ke Kulon (tidak dapat dipastikan tempatnya, karena Meruya dan Tangerangpun sudah dianggap Kulon oleh orang-orang Rawa Belong pada waktu itu) untuk belajar ilmu agama dan ilmu beladiri, baik ilmu batin maupun maenpukulan.

Salah satu dari sekian banyak orang Rawa Belong yang belajar ke Kulon itu adalah Ki Maing, namun belum tuntas belajar, Ki Maing memutuskan untuk kembali pulang ke Rawa Belong. Hingga sampai pada suatu ketika, Ki Maing yang sedang berjalan, tongkatnya direbut oleh seekor kera milik tetangganya yang bernama Nyi Saereh. Spontan Ki Maing menarik kembali tongkatnya, hingga terjadilah perebutan tongkat antara Ki Maing dan kera milik Nyi Saereh. Si kera tidak mau mengalah begitu saja, dengan sigap dan lincahnya berusaha menarik kembali tongkat Ki Maing dengan disertai beberapa gerakan serangan dan pertahanan yang menyerupai jurus silat.
Ki Maing sangat terkesan akan gerakan-gerakan kera tersebut, hingga hampir setiap hari Ki Maing mendatangi kera itu untuk kemudian mempelajari dan menganalisanya. Setiap gerakan pertahanan si kera yang lincah itu diiringi serangan, begitupun sebaliknya setiap serangan merupakan pertahanan. Dengan kombinasi antara kaki dan tangan yang begitu gesit dan lincah. Dari pengamatan gerakan natural kera tersebut, dan ketekunannya berlatih, oleh Ki Maing dikembangkan menjadi sebuah gerakan atau jurus silat, yang kemudian hari dikenal dengan sebutan Cingkrik.

Setelah merasa menguasai maenpukulan Cingkrik yang diinspirasikan dari gerakan kera milik Nyi Saereh tadi, Ki Maing memutuskan untuk kembali ke padepokannya di Kulon. Untuk menguji sampai dimana keberhasilan jurus-jurus barunya itu, Ki Maing “menjajal” satu persatu teman seperguruannya itu, yang hasilnya tidak satupun teman seperguruannya berhasil mengalahkannya. Pada akhirnya guru Ki Maing pun turut serta menjajal kehebatan jurus baru muridnya itu, namun kenyataan yang dialami oleh teman-teman seperguruan Ki Maing, dialami pula oleh gurunya. Gemparlah seluruh padepokan itu dan sang gurupun mengakui kehebatan jurus barunya Ki Maing itu.

Sekembalinya ke Rawa Belong, Ki Maing menyebarluaskannya dengan menularkan jurus barunya itu kepada jawara-jawara Rawa Belong yang pada fase ini, mulai dikenal nama maenpukulan Cingkrik, karena sebelumnya orang Rawa Belong hanya mengenal Cingkrik dengan sebutan “maenpukul”. Dari Ki Maing diturunkan kepada tiga orang, yaitu Ki Saari, Ki Ajid, dan Ki Ali.

Ki Saari
Ki Saari turut mengembangkan maenpukulan Cingkrik dan mempunyai murid bernama Bang Wahab. Bang Wahab sendiripun turut mengembangkannya dengan memliki beberapa murid, yang salah satu diantaranya adalah anaknya sendiri yaitu Bang Nur yang hingga kini masih eksis mengembangkan maenpukulan Cingkrik di Rawa Belong.

Ki Ajid
Ki Ajid turut mengembangkan maenpukulan Cingkrik dan banyak memiliki murid yang tersebar di Rawa Belong dan sekitarnya, diantaranya yang terkenal adalah: Bang Acik (Munasik), Bang Uming, Bang Ayat, dan Bang Majid.
Selanjutnya dari Bang Uming, maenpukulan Cingkrik kian pesat dikembangkan. Bang Uming mengajar Cingkrik tidak hanya di Rawa Belong saja tetapi di tempat lain seperti Tenabang, Kemandoran (Permata Hijau), Kebon Jeruk/Kelapa Dua dan daerah lainnya. Adapun dari sekian banyak murid Bang Uming yang terkenal adalah: Bang Akib, Bang Umar, Bang Hasan Kumis, dan Bang Nunung.

Pada masa Bang Hasan Kumis, maenpukulan Cingkrik makin terus berkembang dan terkenal, bersama-sama Bang Nunung dan kawan-kawan mendirikan Perguruan Silat Cingkrik Jatayu Tumbal Pitung. Diantara muridnya yang terkenal adalah, Bang Sapri dan Bang Warno (Suwarno Ayub) yang hingga kini masih eksis mengajarkan maenpukulan Cingkrik di Rawa Belong dan sekitarnya.

Ki Ali
Ki Ali turut mengembangkan maenpukulan Cingkrik dan juga memiliki banyak murid, diantaranya yang paling terkenal adalah:
-Ki Sinan, berasal dari Kebon Jeruk dan turut mengembangkan maenpukulan Cingkrik di daerah Kebon Jeruk dan sekitarnya. Diantara murid-muridnya yang terkenal adalah: Bang Melik dan Bang Entong.
-Ki Goning, berasal dari Kemanggisan, turut mengembangkan maenpukulan Cingkrik di Kemanggisan dan sekitarnya. Memiliki cukup banyak murid, yang terkenal diantaranya adalah Bang Hamdan.
-Ki Legod, berasal dari Muara Angke/Pesing yang juga turut mengembangkan maenpukulan Cingkrik di daerah Muara Angke/Pesing.


Asal Kata Cingkrik

Sebagaimana disebutkan di atas, bahwa penyebutan maenpukulan Cingkrik mulai dikenal pada masa genre kedua (Ki Saari, Ki Ajid, dan Ki Ali). Dimana kata Cingkrik muncul dari ungkapan Betawi, yaitu Jingkrak-Jingkrik atau Cingkrak-Cingkrik yang berarti lincah, hal ini mengacu pada gerakan natural dari kera yang sangat lincah, hingga dikembangkan menjadi sebuah jurus silat (maenpukulan) yang lincah, atraktif dalam serangan yang sekaligus merupakan pertahanan, dan pertahan yang sekalgus juga adalah serangan.


Jurus-Jurus Maenpukulan Cingkrik

Cingkrik memiliki 12 jurus dan ditambah dengan sambut, namun dalam perkembangannya dari 12 jurus dan sambut yang ada, bisa saja berlainan tergantung dari guru mana kita belajar. Sejatinya setiap jurus dan gerakan Cingkrik adalah fleksibel berkembang, tidak kaku atau baku. Namun intinya tetap sama, gerakannya lincah, menyerang maupun bertahan, bertahan sekaligus menyerang dengan gesit dan lincah.

Sebagai contoh, seperti yang dikembangkan oleh Bang Wahab, jurus-jurus dan gerakannya menitik beratkan pada bagian atas, gerakannya seperti menotok, banyak mengandalkan serangan tangan dan jari dengan sasaran ulu hati, dada, leher dan muka. Sedangkan Bang Uming mengembangkannya dengan atas-bawah kombinasi beset-gedor, ambilan kaki (cingkrik) dan turun ke bawah dengan serangan empat penjuru. Begitupun dengan Ki Sinan dan Ki Goning, yang mengembangkan Cingkrik dengan kelebihannya masing-masing.

Ketidak seragaman atau perbedaan baik dalam jurus, gerak dan sambut di Cingkrik, dalam perkembangannya bukan merupakan masalah yang mendasar bagi orang-orang yang ingin mendalami Cingkrik, karena fleksibilitasnya yang terus berkembang tergantung kepada siapa (guru cingkrik) kita belajar/berguru. Namun yang paling penting adalah janganlah kita melupakan sejarah asal usul Cingkrik, yang dilahirkan di dan oleh orang Rawa Belong, yaitu Ki Maing.

Dasar Jurus Cingkrik ada 12, yaitu:

1.   Keset Bacok
2.   Keset Gedor
3.   Cingkrik
4.   Langkah 3
5.   Langkah 4
6.   Buka Satu
7.   Saup
8.   Macan
9.   Tiktuk
10.   Singa
11.   Lokbe
12.   Longok


Ditambah atau dilanjutkan dengan sambut:

1.   Sambut 7 muka
2.   Sambut Gulung
3.   Sambut Detik/Habis


Adapun gerakan jurus gabungan dari 1-12 disebut sebagai Bongbang, yang biasanya digunakan untuk atraksi di panggung-panggung.


Betawi, Nopember 2008

Berdasar tulisan asli Cacang tentang Sejarah Silat Cingkrik Rawa Belong, dengan nara sumber sesepuh Maenpukulan Cingkrik Rawa Belong diantaranya : Bang Nunung dan Bang Warno (Suwarno Ayub)

Tabe' dan terima kasih...

Kullu Nafsin Zaaiqatul MAUT

Jali Jengki

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 2
  • Posts: 828
  • Reputation: 44
  • Love Pencak Silat, Proud to be Indonesian
Re: cingkrik
« Reply #678 on: 03/12/2008 13:41 »
Gambar skema Cingkrik Versi Rawa Belong:
Kullu Nafsin Zaaiqatul MAUT

bocah tua nakal

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 54
  • Reputation: 0
    • Email
Re: cingkrik
« Reply #679 on: 03/12/2008 14:30 »
Nah kan keluar juga bang Jali. gitu dong ga usah pake lama  [top]

Antara

  • Moderator
  • Pendekar Madya
  • **
  • Thank You
  • -Given: 28
  • -Receive: 29
  • Posts: 1.168
  • Reputation: 110
  • Malu bertanya tinggal pake GPS...
Re: cingkrik
« Reply #680 on: 03/12/2008 14:33 »
Bang Jali,

Cuma pertanyaan yang sifatnya akademis, tanpa bermaksud membanding-bandingkan aliran.

Mengingat runutan sejarah yang ditulis Bang Jali di sini, apakah Cingkrik yang saat ini berkembang di Rawa Belong paling punya kedekatan gerak dengan gaya yang pertama kali dikembangkan oleh Ki Maing? Ataukah sudah mengalami evolusi juga sehingga kita tidak bisa tahu seperti apa persisnya Cingkrik a la Ki Maing?

Tabik...
Fairy tales don't tell children that dragons are real...
Children always know that dragons are real...
Fairy tales only tell that dragons can be slain...

Jali Jengki

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 2
  • Posts: 828
  • Reputation: 44
  • Love Pencak Silat, Proud to be Indonesian
Re: cingkrik
« Reply #681 on: 03/12/2008 14:46 »
Mas Antara,

Pertanyaan yang sama sempat saya lontarkan kepada rekan2 & sesepuh Rawa Belong, namun jawaban yang pasti tidak dapat saya dapatkan.

Namun kalau dilihat dari skema mungkin dapat diambil kesimpulan dari jarak yang terdekat dengan Ki Maing lah yang masih orisinil gerakannya. Dari skema terdekat yang masih hidup sampai saat ini adalah Bang Nur, yang turunan Bang Wahab dari Ki Saari.

Tabe'...
Kullu Nafsin Zaaiqatul MAUT

Dodol Buluk

  • Moderator
  • Pendekar Madya
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 1.081
  • Reputation: 25
  • Alone but never lonely
    • Email
Re: cingkrik
« Reply #682 on: 03/12/2008 17:16 »
salam...

bang jali...kalo kagak salah yah...di daerah tebet ade maenan namenye maenan mandor saari..ane kagak tau neh ape saari itu yang dimaksud...

wallahu a'lam

debuls van betterman
"Jangan pernah bilang kagak kalo kagak pernah bilang jangan"

bocah tua nakal

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 54
  • Reputation: 0
    • Email
Re: cingkrik
« Reply #683 on: 03/12/2008 20:42 »
Menjawab pertanyaan Mas Antara, ane jadi inget waktu silaturahmi ke rawa belong. Sewaktu maenan ini masih dipegang Ki Maing belum bernama cingkrik, lagi pula jurus-jurusnya sangat sederhana. Jadi pada generasi kedua ini jurus cingkrik juga sudah berbeda dengan ki Maing. sebab jurusnya hanya sedikit, makanya generasi kedua ini pada ditambah jadi 12 jurus. (inget ga bang Jali)

Nah begitu diajarkan ke generasi kedua mulailah mengalami perkembangan sesuai dengan karakter para guru cingkrik generasi kedua. Soalnya menurut informasi yang ane dapet yang belajar ke ki Maing juga para Jawara yang sebelumnya punya maenan masing masing. Maka tambahan gerak jurusnya ya sesuai dengan maenannya masing-masing namun inti nya tetap sama. Misal tetap ada deprok, cingkrik, gedor.
Hasilnya meski jumlah jurus tetap sama ada dua belas tapi dari gerakan banyak yang beda.
Misal antara ki Ajid dan Ki Ali, Ki Ajid terkenal sebagai Jawara yang hidup dari maen pukulan, cenderung banyak bantingan dan kejam.

ery

  • Moderator
  • Anggota Tetap
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 5
  • Posts: 126
  • Reputation: 31
Re: cingkrik
« Reply #684 on: 04/12/2008 00:23 »

bang jali...kalo kagak salah yah...di daerah tebet ade maenan namenye maenan mandor saari..ane kagak tau neh ape saari itu yang dimaksud...


Tebetnye sebelah mane bang? Kalo Tebet deket bioskop wira, setahu ane itu maenan Mandor Mahari/Maari, bukan Saari. Tapi nggak tau juga sih kalo maksudnya orang yg sama.

Lifetime Student of Martial Art

Putra Petir

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 15
  • Posts: 1.359
  • Reputation: 63
    • Email
  • Perguruan: Balerante
Re: cingkrik
« Reply #685 on: 04/12/2008 11:27 »

bang jali...kalo kagak salah yah...di daerah tebet ade maenan namenye maenan mandor saari..ane kagak tau neh ape saari itu yang dimaksud...


Tebetnye sebelah mane bang? Kalo Tebet deket bioskop wira, setahu ane itu maenan Mandor Mahari/Maari, bukan Saari. Tapi nggak tau juga sih kalo maksudnya orang yg sama.




kalau benar itu maenan berbeda dengan cingkrik kenapa gak kita lestarikan di komunitas kita?!?
"Sugih tanpo bondho,pintar tanpo ngeguru, menang tanpo ngasorake, nglurug tanpo bala, mangan tanpo mbayar."

Dodol Buluk

  • Moderator
  • Pendekar Madya
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 1.081
  • Reputation: 25
  • Alone but never lonely
    • Email
Re: cingkrik
« Reply #686 on: 04/12/2008 14:42 »
boljug....ntar neh aye mampir ma bang jali..eh mane yeh bang jali...

debuls van betterman
"Jangan pernah bilang kagak kalo kagak pernah bilang jangan"

bang haji

  • Anggota
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 13
  • Reputation: 1
    • Email
Re: cingkrik
« Reply #687 on: 10/12/2008 13:55 »
Assalamu'alaikum bang...
Urun rembug. Baca dari postingan pertama, sedikit rasanye yang ngomongin cingkrik sinan. Kebetulan ane baru belajar tuh maenan. Cingkrik sinan yang ane pelajarin ada 11 jurus :

1.Cingkrik
2.Beset
3.Saup
4.Langkah tiga
5.Langkah empat
6.Langkah lima
7.Lok B
8.Buka 1
9.Bendrong/jogrog
10.Tedeng satu
11.Tedeng dua

Nah,ntu jurus dimaenin empat tahap

1.Jalan dasar
2.Jalan turun
3.Jalan sikut
4.Jalan tepak

Moga-moga jadi tambahan informasi buat pecinta dan pelaku cingkrik betawi.

Dodol Buluk

  • Moderator
  • Pendekar Madya
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 1.081
  • Reputation: 25
  • Alone but never lonely
    • Email
Re: cingkrik
« Reply #688 on: 10/12/2008 14:06 »
wa alaikum salam bang haji...memang sungguh terlalu ..(haji rhoma irama mode on) tapi banyak kok bang nyang jadi pemerhati,praktisi di marih..eh iye..isi buku tamu dong bang...hehehe,met digali deh cingkriknye...btw ente belajar dimane cingkrik sinannye? kemandoran,kebon nanas,ape rawa belong?


debuls van beck
"Jangan pernah bilang kagak kalo kagak pernah bilang jangan"

Unknown

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 65
  • -Receive: 41
  • Posts: 1.486
  • Reputation: 95
  • I'm no longer a member of this forum
    • FORUM SILAT
Re: cingkrik
« Reply #689 on: 10/12/2008 14:16 »
ma kasih inpo nya bang haji...
yang bikin ane jadi bertanya-tanya, ceileeee...
babe sebagae murid lags dari Kong Goning, kalo nyebutin langkah2 demi langkah
yang dipelajarin kok sama banget yak ama yang ente sebutin..
sejek bocah dulu, nih kuping udah akrab ama istilah2 :
1.Cingkrik
2.Beset
3.Saup
7.Lok B
8.Buka 1
9.Bendrong/jogrog
10.Tedeng satu
11.Tedeng dua.
yang eni blm pernah denger :
4.Langkah tiga
5.Langkah empat
6.Langkah lima


emang sih kagak berurutan begitu ngomong nye, tp saup, beset, tedeng1, tedeng2, bendrong Lok B, Buke 1..duluuuuu sering ane denger

tabek

 

Powered by EzPortal