+-

Video Silat

Shoutbox

13/08/2014 03:06 Ekka_Xakra: Salam kenal para sahabat silat semua.
12/08/2014 17:56 Dwi_NGJ: Salam kenal para ksatria. Mohon ijin bergabung... :)
12/07/2014 16:49 one: Pada kemane nih buka puasanya ye?
27/06/2014 17:45 moeljadi moechtar: mohon maaf lahir dan batin menjelang Puasa buat sodare2 silat sekalian...
23/05/2014 19:43 Jenggot Perak: assalamu'alaikum para pesilat dan pendekar..
salam kenal
02/05/2014 13:32 kunderemp: Horeeee... muncul lagi.
20/03/2014 21:24 akoekoko: tes, tes, satu dua...
View Shout History

Recent Topics

SILAT BERDO'A SELAMAT by devil
14/09/2014 07:34

Parkour by gumuruh
03/09/2014 14:02

Hoby Miara Jin by gumuruh
03/09/2014 14:01

[BUKUTAMU] by dr_hadinata
20/08/2014 11:41

contack person guru silat suaeb yg di padepokan pencaksilat TMII by rohadi
17/08/2014 05:58

Silat Betawi di Bentera Budaya by luri
12/08/2014 11:01

maenpo Cikalong by aki sija
26/07/2014 06:55

PABUCI (PANCERBUMI CIKALONG/PASAR BARU CIANJUR) by aki sija
26/07/2014 06:36

[GUESTBOOK] by wongbener
23/07/2014 10:03

Pesilat Indonesia Siap Bantu Rakyat Gaza by wongbener
23/07/2014 09:40

My Days with Golok Betawi "Seliwa" by akoekoko
16/07/2014 16:24

RM. Sunardi Suryodiprojo "Den Mas Nardi/Romo Nardi" (03 Apr 1914 - 05 Jun 1985) by halilintar
14/07/2014 00:20

Sejarah perguruan Reti Ati by halilintar
14/07/2014 00:08

Minangkabau Silek Tuo Summer Camp 2014 by luri
07/07/2014 09:13

THS-THM by halilintar
04/07/2014 16:11

SilatIndonesia.Com

Author Topic: Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri  (Read 110604 times)

anyuus

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 55
  • Reputation: 6
Sekilas Perisai Diri

Sepanjang tatar Jawa, terutama bagian tengah dan timur serta di pulau tetangga, bali. Terdapat teknik bertarung gaya melayu yang dikenal dengan nama Silat Perisai Diri. Perisai Diri sendiri terdiri dari dua makna, yaitu :

Silat Perisai Diri adalah suatu sistem seni prtarungan yang mengandung unsur rekreasional maupun sportifitas. Unsur pertarungan dari Silat Perisai Diri ditekankan pada penggunaan kata Silat yang merupakan aplikasi dari suatu teknik bertarung.
Perisai Diri berarti suatu sistem pertahanan diri. "Perisai" berarti pelindung dan "Diri" terkait dengan seorang pribadi. Perisai dalam kebudayaan indonesia dikenal sebagai senjata pertahanan diri yang mempunyai arti sebagai simbol baik penyerangan maupun perlindungan para anggota Silat Perisai Diri.
Silat Perisai Diri lebih populer dengan singkatan PD. PD merupakan suatu sistem modern yang menggabungkan logika pertarungan dan teknik-teknik yang diambil dari para pendahulunya. Langkah awal untuk memformulasikan sistem PD dimulai pada tahun 1955 di Yogjakarta, Jawa Tengah. Tapi baru di Surabayalah PD yang diinspirasi dan dipimpin oleh Raden Mas Soebandiman Dirdjoatmodjo (lebih dikenal dengan sebutan Pak De atau Pak Dirdjo) menjadi suatu sistem beladiri yang terorganisasi. Dalam 3 dekade Pak De mempelajari dan mengajarkan PD, sistem ini akhirnya berkembang cukup baik dan menjadi organisasi seni beladiri yang sangat dihormati. Sekarang PD telah dipelajari oleh ratusan ribu anggota di seluruh Indonesia dan memiliki komisariat-komisariat di luar negeri seperti Belanda, Jerman, Prancis, Jepang, Italia, Kanada, Amerika Serikat dan Australia. Selain dipelajari oleh kalangan sipil, PD juga dipelajari oleh Angkatan Bersenjata Indonesia, personel-personel penegak hukum dan lain-lain. Ini dikarenakan kepraktisan dan serbaguna dari sistem PD ini sendiri. Menurut Pak Dirdjo, PD merupakan suatu sistem yang mengkombinasikan berbagai metode pertarungan yang dipilih dari berbagai sumber etnis kebudayaan yang memiliki pengaruh dalam kebudayaan Indonesia setidaknya sejak abad ke 7 Masehi.

SEJARAH RINGKAS PERISAI DIRI

PERISAI DIRI lahir dari perenungan atas langkah perjalanan yang panjang, tumbuh dengan latihan yang tidak pernah berakhir dan besar karena semangat yang diwariskan oleh pendirinya, Raden Mas Soebandiman Dirdjoatmodjo .

Putra Raden Mas Pakoe Soedirdjo ini lahir pada tanggal 8 Januari 1913 didalam lingkungan Keraton Paku Alaman di Yogyakarta. Lingkungan Taman Siswa di sekitarnya tentu saja mengharapkan pemuda kecil ini tumbuh menjadi guru. Namun kenyataannya ia lebih mempunyai tulang yang baik, sehingga baru berumur sembilan tahun saja silat di Keraton Paku Alaman sudah terkuasai dengan baik. Teman-teman selatihannya menjadi tidak segan untuk menganggapnya sebagai pelatih.
Tahun berganti, sang pelatih muda pun sadar kalau dunia silat bukan cuma tembok keraton. Setamat HIK pada umur 16 tahun, Soebandiman meninggalkan Paku Alaman demi menuntut ilmu silat. Dasar anak muda, melangkah hanya berbekal tekad dan betul-betul melangkah dengan berjalan kaki.

Pemuda Soebandiman pun sampai di Jombang, gudang pesantren Jawa Timur ini berfasilitas lengkap. Bapak Hasan Basri didatanginya untuk berguru Silat, sedang ilmu agama dan pengetahuan umum disadapnya dari Pondok Pesantren Tebu Ireng. Untuk menyambung hidupnya dirantau, ia bekerja di pabrik gula Peterongan. Hari-haripun menjadi padat, hidup dirantau memang tidak mudah. Namun nyatanya, semua itu bisa dijalani dengan mulus dan Soebandiman melakoni gemblengan hidup.

Begitu merasa cukup, pemuda ini kembali ke Barat. Solo kotanya, Bapak Sayid Sahab tujuannya, berguru silat tentunya. Untuk memperdalam ilmunya, ia juga mendatangi kakeknya, Jogosurasmo. Soebandiman pun mewarisi ilmu kakeknya yang pakar ilmu kanuragan ini. Semaranglah tujuan berikutnya. Ia berguru kepada bapak Soegito yang beraliran Setia Saudara (SS). Pemuda yang haus pengalaman ini belum puas, maka ia berguru ilmu kanuragan lagi di pondok Randu Ginting, Semarang.

Dari sana, langkah terayun ke Cirebon. Namun ternyata baru sampai di Kuningan, langkahnya terhenti. Daerah ini pada waktu itu memang cukup terkenal untuk di datangi berguru. Kembali Soebandiman berguru silat dan Kanuragan. Kesana kemari berguru silat, jenuhkah ia? Ternyata tidak. Tekad besar untuk menggabungkan dan mengolah ilmu-ilmu yang di pelajarinya semakin kuat dan itu cukup ampuh untuk mengusir rasa bosan yang mungkin timbul. Berpindah-pindah guru baginya berarti mengetahui yang baru dan menambal yang kurang, begitu tekadnya sejak pertama kali pergi merantau. Pengalaman dan gemblengan akhirnya menjadikannya sesosok manusia yang bermental baja dan penuh percaya diri yang didasari dengan niat baik. Maka Tuhan Yang Maha Esa pun berkenan menuntun mencapai cita-citanya. Ia pun mulai meramu ilmu silat ciptaannya sendiri. RM Soebandiman Dirdjoatmojo lalu menetap di Banyumas, tepatnya di Parakan. Silat ciptaannya yang pertama disebar dengan membuka perguruan silat EKA KALBU (EKA). Di tengah kesibukan melatih, bertemulah ia dengan suhu Yap Kie San, seorang pendekar berbangsa Tionghoa yang beraliran Siaw Liem Sie. Bagi RMS Dirdjoatmojo, untuk belajar tidak perlu memandang suku, usia, agama dan bangsa, yang penting ilmu yang dituntut itu berguna. Setelah 14 tahun penuh cobaan dan gemblengan, sampailah puncak latihan silat RMS Dirdjoatmojo kepada suhu Yap Kie San ini.

Sejauh-jauhnya bangau terbang akhirnya ke pelimbahan juga. RMS Dirdjoatmodjo pun kembali ke tanah kelahirannya, Yogyakarta. Ki Hadjar Dewantoro yang masih pak de nya memintanya untuk mengajar silat di Perguruan Taman Siswa. Memenuhi harapan keluarga, RMS Dirdjoatmodjo pun menjadi guru silat. Sekitar tahun 1947, beliau diangkat menjadi pegawai negri pada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Seksi Pencak Silat. Dengan misi mengembangkan pencak silat, beliau membuka kursus silat melalui dinas untuk umum. Beliau juga mengajar di organisasi HPPSI serta Himpunan Siswa Budaya.

Pada tahun 1954, RMS Dirdjoatmodjo pindah ke Surabaya, ke kantor Kebudayaan Jawa Timur, Jalan Wijaya Kesuma 53. dikantor inilah beliau dibantu Bp. Imam Ramelan mengadakan kursus pencak silat yang menandai berdirinya KELUARGA SILAT NASIONAL INDONESIA PERISAI DIRI pada tanggal 2 Juli 1955. Teknik silat yang beliau ajarkan adalah gabungan berbagai teknik beladiri yang ada di Indonesia.

Pengalaman sebagai pegawai kantor urusan silat memungkinkannya untuk melakukan hal itu. Dasar ilmu silat yang telah dikeduk berpuluh-puluh tahun, kini tercurah dalam bentuk teknik yang amat sesuai dengan kemampuan anatomi tubuh manusia.
Kursus Perisai Diri yang tadinya Cuma berumur setahun ini mulai berkembang pesat. Namanya pun menjadi Keluarga Silat nasional Indonesia PERISAI DIRI, atau disingkat Kelatnas Indonesia PERISAI DIRI. Banyak kalangan yang menyebutnya dengan Perisai Diri atau bahkan PD saja. Nama PD bagi sebagian besar murid PERISAI DIRI juga sering dianggap sebagai singkatan dari Pak Dirdjo, sebutan akrab bagi sang guru besar tercinta.

Peminat Perisai Diri bukan sekedar pelajar dan mahasiswa, namun meluas ke kalangan pekerja, pegawai negri/swasta sampai militer. Perisai diri melebarkan sayapnya sampai ke Australia , Belanda, Ingris, Jerman dan Austria. Suatu prestasi yang amat membanggakan karena silat Perisai Diri ini mudah dipelajari oleh semua orang, segala usia, tingkat ekonomi dan sosial.
Tetapi manusia tidak pernah menang melawan waktu. Di Surabaya, pada tanggal 9 Mei 1983, RMS Dirdjoatmodjo berpulang menghadap Allah, Tuhan Sang Maha Pencipta Alam Semesta. Tongkat kepelatihan pun beralihn pada murid-murid utamanya, para anggota Dewan Pendekar PERISAI DIRI.

Untuk menghargai jasa-jasa yang telah diberikannya dalam partisipasinya membangun nusa, bangsa dan negara, khususnya dalam hal pembinaan generasi muda di bidang seni beladiri silat, maka pada tahun1986, Pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan gelar PENDEKAR PURNA UTAMA untuk guru tercinta ini

Sumber: www.pdbandung.com

kisawung

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 14
  • Posts: 458
  • Reputation: 73
Re: Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri
« Reply #1 on: 02/06/2007 09:50 »
terima kasih atas informasinya sahabat Anyuus  [top]

bisakah diterangkan tingkatannya dan lama belajarnya  :)

anyuus

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 55
  • Reputation: 6
Re: Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri
« Reply #2 on: 02/06/2007 15:55 »
TEKNIK DAN TINGKATAN

Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri didirikan oleh Raden Mas Soebandiman Dirdjoatmojo pada tanggal 2 Juli 1955, memiliki ciri-ciri silat: cepat, tepat, tangkas, teratur dan berbudi luhur. Gerakan-gerakannya memperhitungkan segi anatomis tubuh, tidak memperkosa badan serta to the point , sesuai dengan fungsi dan kebutuhan. Teknik Perisai Diri dikelompokkan kedalam teknik-teknik yang diberi nama/istilah binatang dan manusia, diantaranya: Burung Mliwis, Burung Kuntul, Burung Garuda, Harimau, Naga, Satria, Pendeta, Putri, dll. Dengan sifat dan ciri khas tersebut tidaklah berlebihan apabila teknik silat Nasional Perisai Diri disebut teknik silat modern. Disamping itu, pada masing-masing tingkatan selain mempelajari teknik tangan kosong, juga diajarkan permainan senjata seperti pisau, pedang, thoya, ruyung, trisula, dll, dengan maksud agar anggota Perisa Diri mengetahui betul karakter dari masing-masing senjata, sehingga akan mengetahui kelemahan tiap-tiap senjata dan mampu menghadapi lawan yang bersenjata

Sistem Pendidikan Silat Perisai Diri menerapkan sistem yang praktis yaitu dengan pengenalan teknik serta penggunaannya secara langsung sejak awal pendidikan dasar. Pada garis besarnya sistem pendidikan dapat digambarkan sebagai berikut:

-Pengenalan dasar teknik
-Penggunaan teknik
-Peningkatan kemantapan dan refleksi
-Kematangan dan keyakinan

Sebagai seni/ ilmu beladiri Indonesia, selain segi fisik, dalam pendidikannya tidak lepas pula dari pemberian pendidikan mental sebagai unsur paralel yang dibutuhkan dalam membentuk kematangan jiwa dan budi pekerti yang luhur. Pendidikan mental ini juga dimaksudkan sebagai kendali dan pegangan bagi para pesilat Perisai Diri, agar di dalam melaksanakan fungsi hidupnya sebagai umat Tuhan Yang Maha Esa selalu mempunyai rasa kemanusiaan yang tinggi, mendahulukan kepentingan umum, berjiwa besar disertai dengan rasa percaya diri dan berwibawa.

Pada tingkatan tertentu dalam kematangan jiwanya, diberikan latihan-latihan pernafasan yang penerapan lebih lanjutnya di pergunakan dalam:

     -Pengerasan badan luar (Gwakang)
     -Daya tenaga dalam (Lweekang)
     -Meringankan tubuh (Ginkang)
Sesuai dengan tingkat pemahaman teknik, pesilat Perisai Diri diberikan tingkatan sebagai berikut:

Tingkat Dasar, terdiri dari:

-Dasar I, lama pendidikan 6 bulan dengan sabuk berwarna putih.
-Dasar II, lama pendidikan 6 bulan dengan sabuk berwarna hitam.
-Calon Keluarga (Cakel), ditempuh selama 6 bulan dengan sabuk berwarna merah dan badge bunga sepasang tanpa strip (tanda tingkatan).

Tingkat Keluarga, terdiri dari lima tingkat, dengan sabuk berwarna merah yaitu:

-Tingkat I, dengan tanda strip PUTIH pada badge bunga sepasang, ditempuh selama 6 bulan; dan strip PUTIH-HIJAU pada badge bunga sepasang, ditempuh selama 6 bulan.
-Tingkat II, dengan tanda strip HIJAU pada badge bunga sepasang, ditempuh selama 6 bulan; dan strip HIJAU-BIRU pada badge bunga sepasang, ditempuh selama 1 tahun.
-Tingkat III, dengan tanda strip BIRU pada badge bunga sepasang berwarna kuning-hitam, ditempuh selama 2 tahun; dan strip BIRU-MERAH pada badge bunga sepasang, ditempuh selama 2 tahun.
-Tingkat IV, dengan tanda strip MERAH pada badge bunga sepasang, ditempuh selama 3 tahun; dan strip MERAH-KUNING pada badge bunga sepasang, ditempuh selama 3 tahun.
-Tingkat V (Pendekar Muda) dengan tanda strip KUNING pada badge, ditempuh selama 3 tahun
-Tingkat Pendekar, memakai sabuk merah dengan badge bunga sepasang berwarna kuning   emas.

Sumber: www.pdbandung.com

loka

  • Anggota
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 9
  • Reputation: 1
Re: Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri
« Reply #3 on: 11/06/2007 21:30 »
Salam bunga sepasang

salam bwt mas anyuus, saya dr ex kolat BDN, cakel, pelatihan nya mas tongam cs.

salam kenal juga untuk Ki sawung



salam penutup


anyuus

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 55
  • Reputation: 6
Re: Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri
« Reply #4 on: 13/06/2007 16:46 »
Salam bunga sepasang

salam bwt mas anyuus, saya dr ex kolat BDN, cakel, pelatihan nya mas tongam cs.

salam kenal juga untuk Ki sawung



salam penutup



SBS,
Loka, latihan lagi aja di PLN Pusat Jalan Trunojoyo Blok M setiap Minggu Pagi Jam 08 pagi sampai 12 siang, nggak usah malu2 banyak yang angkatan lama kok.
Salam

samber gledek

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 4
  • Posts: 462
  • Reputation: 35
    • Email
Re: Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri
« Reply #5 on: 14/06/2007 16:34 »

 Mas anyus salam kenal.

Ada yang ingin saya tanyakan, P Dirjo waktu pertama kali belajar silat di Paku alaman itu silat apa ya?


loka

  • Anggota
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 9
  • Reputation: 1
Re: Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri
« Reply #6 on: 15/06/2007 18:49 »
insyaAllah mas, kemarin baru ketemu mas Triyoga, baru dikasih info lokasi di PLN.

kalau ketemu mas sugeng salam hormat.



zonny


anyuus

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 55
  • Reputation: 6
Re: Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri
« Reply #7 on: 16/06/2007 02:27 »

 Mas anyus salam kenal.

Ada yang ingin saya tanyakan, P Dirjo waktu pertama kali belajar silat di Paku alaman itu silat apa ya?


Salam Kenal Juga Mas Samber Gledek
Jaman dulu mungkin belum ada perguruannya kemungkinan besar adalah silat Mataraman yang biasa dipelajari oleh keluarga keraton

anyuus

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 55
  • Reputation: 6
Re: Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri
« Reply #8 on: 16/06/2007 02:35 »
insyaAllah mas, kemarin baru ketemu mas Triyoga, baru dikasih info lokasi di PLN.

kalau ketemu mas sugeng salam hormat.



zonny


SBS
Mas Triyoga (Lilik (BM)) lebih sering latihan hari Selasa-Jumat malam, kalau saya lebih sering Minggu pagi, Mas Sugeng (MK) suka dateng Minggu pagi. Lagi pada persiapan untuk PDIC ke Bandung. Banyak Pendekar Muda yang datang lho.
Salam Penutup

kisawung

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 14
  • Posts: 458
  • Reputation: 73
Re: Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri
« Reply #9 on: 16/06/2007 10:28 »
SBS
Mas Triyoga (Lilik (BM)) lebih sering latihan hari Selasa-Jumat malam, kalau saya lebih sering Minggu pagi, Mas Sugeng (MK) suka dateng Minggu pagi. Lagi pada persiapan untuk PDIC ke Bandung. Banyak Pendekar Muda yang datang lho.
Salam Penutup
Mas Lilik ini apakah yang dahulu tinggal di sekretariat pusat PD Yogya :)

wolvie74

  • Anggota
  • **
  • Thank You
  • -Given: 4
  • -Receive: 0
  • Posts: 14
  • Reputation: 2
    • Email
  • Perguruan: Kelatnas Indonesia PERISAI DIRI
Re: Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri
« Reply #10 on: 16/06/2007 11:52 »
assalamualaikum,
ada yg pernah ikutan kerohanian? bisa dishare ?

anyuus

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 55
  • Reputation: 6
Re: Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri
« Reply #11 on: 16/06/2007 21:34 »
SBS
Mas Triyoga (Lilik (BM)) lebih sering latihan hari Selasa-Jumat malam, kalau saya lebih sering Minggu pagi, Mas Sugeng (MK) suka dateng Minggu pagi. Lagi pada persiapan untuk PDIC ke Bandung. Banyak Pendekar Muda yang datang lho.
Salam Penutup
Mas Lilik ini apakah yang dahulu tinggal di sekretariat pusat PD Yogya :)
Salam,
Kisawung, Mas Lilik (Triyoga) ini memang orang Yogya tepatnya di Kadipaten dan Bintaran, tetapi beliau bergabung dengan PD di PD Cabang Jaksel Senayan.
Salam Penutup

anyuus

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 55
  • Reputation: 6
Re: Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri
« Reply #12 on: 16/06/2007 21:44 »
assalamualaikum,
ada yg pernah ikutan kerohanian? bisa dishare ?
Salam,
Bung Wolvie, kalau kerohanian saya tidak berani share disini karena di PD hanya tingkat tertentu yang dapat pelajaran kerohanian. BTW bung Wolvie Keluarga PD juga? Angkatan tahun berapa?
Salam Penutup

takomuda

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 50
  • Reputation: 5
  • TRI CITA UTAMA
    • Email
Re: Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri
« Reply #13 on: 17/06/2007 21:28 »
Salam perkasa...!!! Osh...

Perkenalkan bang Anyuss..saya dari perguruan TAKO Indonesia. Menurut sejarahnya guru besar TAKO yang berasal dari tanah Deli ( Alm. Syahrunisa ) pada saat dijawa timur pernah belajar silat dengan R.M.Dirjoatmodjo  dan memang pada saat didirikannya perguruan ini didaerah Tebing Tinggi Sumatera Utara didalam kurikulum pelajarannya banyak teknik PD yang teradopsi dan dikembangkan namun seiring  perkembangan perguruan ini tampaknya lebih mengarah kepada KARATE mengingat unsur-usur Karate yang juga dipelajari oleh Syahrunnisa dari O.Takugawa ( Croocked Karate tehnique ) lebih sering digunakan atau didemonstrasikan oleh guru besar syahrunisa ditambah lagi beliau juga ikut bergabung didalam membentuk FORKI. jadi sejak saat itu perguruan TAKO yang pada mulanya merupakan perguruan silat berubah menjadi perguruan KARATE yang unik karena secara aliran TAKO tidak punya induk dijepang sementara itu banyak teknik-teknik serangan maupun bertahan mengambil gerakan dari silat.

Perguruan TAKO Indonesia pada saat ini memang mengkhususkan diri dan berkonsentrasi pada jenis beladiri Karate dan berkiblat pada aliran Shotokan untuk pembinaan para generasi mudanya namun sejarah tidak boleh dilupakan kalau TAKO dengan PD mempunyai ikatan batin dan emosional sebagai guru dan murid semoga tetap jaya PD salam hormat dari kami semua ....Sikap hormat ..!! Salam TAKO Osh...!!! ^:)^
Sebutan pemberani bukan untuk orang yang memenangkan satu perkelahian namun untuk orang yang mampu menghindar dari suatu  perkelahian bukan karena ketakutan namun percaya dan yakin bahwa perkelahian bukanlah jalan yang terbaik.

loka

  • Anggota
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 9
  • Reputation: 1
Re: Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri
« Reply #14 on: 18/06/2007 21:39 »
Mas Lilik ini apakah yang dahulu tinggal di sekretariat pusat PD Yogya :)
[/quote]

Mas Lilik sekarang tinggal di Kodam bintaro, asli-nya memang jogja, di jln teruno seputro (dekat plengkung gading keraton jogja). hampir sekeluarga ikutan PD, yg lebih lama di jogja adiknya, Mas Nunu (Nugroho) tapi sekarang juga sdh pindah ke pamulang ciputat.


salam

 

Powered by EzPortal