+-

Video Silat


Jurus Bandrong - Jawa Barat
trailer silat performance, acara ultah fp2sti dan
Festival Silat Tradisional Banten
beksi hasbulloh - Performance silat di acara ultah
Beksi - formasi
Peragaan Jurus dan Gerak Cingkrik Goning
Peragaan Jurus dan Gerak Cingkrik Goning #3 - sen
Jurus Macanan KYS
GGBD - Aspek Keras

Shoutbox

13/08/2014 03:06 Ekka_Xakra: Salam kenal para sahabat silat semua.
12/08/2014 17:56 Dwi_NGJ: Salam kenal para ksatria. Mohon ijin bergabung... :)
12/07/2014 16:49 one: Pada kemane nih buka puasanya ye?
27/06/2014 17:45 moeljadi moechtar: mohon maaf lahir dan batin menjelang Puasa buat sodare2 silat sekalian...
23/05/2014 19:43 Jenggot Perak: assalamu'alaikum para pesilat dan pendekar..
salam kenal
02/05/2014 13:32 kunderemp: Horeeee... muncul lagi.
20/03/2014 21:24 akoekoko: tes, tes, satu dua...
View Shout History

Recent Topics

SILAT BERDO'A SELAMAT by devil
14/09/2014 07:34

Parkour by gumuruh
03/09/2014 14:02

Hoby Miara Jin by gumuruh
03/09/2014 14:01

[BUKUTAMU] by dr_hadinata
20/08/2014 11:41

contack person guru silat suaeb yg di padepokan pencaksilat TMII by rohadi
17/08/2014 05:58

Silat Betawi di Bentera Budaya by luri
12/08/2014 11:01

maenpo Cikalong by aki sija
26/07/2014 06:55

PABUCI (PANCERBUMI CIKALONG/PASAR BARU CIANJUR) by aki sija
26/07/2014 06:36

[GUESTBOOK] by wongbener
23/07/2014 10:03

Pesilat Indonesia Siap Bantu Rakyat Gaza by wongbener
23/07/2014 09:40

My Days with Golok Betawi "Seliwa" by akoekoko
16/07/2014 16:24

RM. Sunardi Suryodiprojo "Den Mas Nardi/Romo Nardi" (03 Apr 1914 - 05 Jun 1985) by halilintar
14/07/2014 00:20

Sejarah perguruan Reti Ati by halilintar
14/07/2014 00:08

Minangkabau Silek Tuo Summer Camp 2014 by luri
07/07/2014 09:13

THS-THM by halilintar
04/07/2014 16:11

SilatIndonesia.Com

Author Topic: Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri  (Read 110602 times)

Unknown

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 65
  • -Receive: 41
  • Posts: 1.486
  • Reputation: 94
  • I'm no longer a member of this forum
    • FORUM SILAT
Re: Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri
« Reply #300 on: 20/01/2011 09:52 »
trima kasih temen2 PD yg sudah menghidupkan diskusi ini dan tetep menjaga suasana diskusi secara dewasa, wa bil khusus mas chandra dan mas don yg sudah mengklarifikasi secara bijaksana.
silakan dilanjut diskusi nya dengan materi yg terjaga dr isu2 sensitif. setiap perguruan tentu mempunyai aturan dan pakem tentang "apa yg boleh dan tidak boleh" diekspose ke publik.
hal2 yg menyangkut rahasia dan pribadi bs dilanjut melalui JAPRI.

ki gringsing

  • Anggota
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 2
  • Reputation: 0
  • Sahabat Silat
  • Perguruan: urip
Re: Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri
« Reply #301 on: 20/01/2011 10:10 »
Salam Bunga Sepasang.

Saya kenal baik dengan 'Ibu'. Betul bahwa beliau adalah praktisi beladiri lain dengan tingkatan yang tinggi. Beliau pernah melatih beberapa pasukan khusus di Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

Saat ini, Beliau bergabung pada komunitas kami. Berdiskusi dan berlatih secara mendalam. Pada komunitas ini juga terdapat beberapa Pendekar Kuning Emas Perisai Diri. Saya sendiri anggota aktif Perisai Diri dengan tingkatan Strip Merah Kuning.

Saya telah berkomunikasi dengan Beliau. Hanya niatan baik yang mendorongnya untuk 'share' apa yang diketahui.
Bila ada nilai yang baik ambillah. Bila tidak bisa ditinggalkan.

Saya telah meminta Beliau untuk menghentikan 'posting' di 'thread' ini.

Mohon Maaf untuk ketidaknyamanan.

Terima Kasih

Salam Penutup.

Aguswin

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 2
  • -Receive: 7
  • Posts: 407
  • Reputation: 34
    • Kelatnas Indonesia Perisai Diri
    • Email
  • Perguruan: Kelatnas Indonesia Perisai Diri
Re: Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri
« Reply #302 on: 20/01/2011 11:48 »
Salam Bunga Sepasang. Saya kenal baik dengan 'Ibu'. Betul bahwa beliau adalah praktisi beladiri lain dengan tingkatan yang tinggi. Beliau pernah melatih beberapa pasukan khusus di Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Saat ini, Beliau bergabung pada komunitas kami. Berdiskusi dan berlatih secara mendalam.
Berarti masih orang yang sama dengan yang dulu.
Pada komunitas ini juga terdapat beberapa Pendekar Kuning Emas Perisai Diri.
Oh ya ? Kalo boleh tau, dan itu bukan komunitas rahasia, mohon disebutkan komunitas apakah itu. Hal ini sangat penting karena sudah mencatut "Pendekar Kuning Emas".
Saya sendiri anggota aktif Perisai Diri dengan tingkatan Strip Merah Kuning.
Maaf, kalo boleh tau, sampeyan siapa ya ?
Saya telah berkomunikasi dengan Beliau. Hanya niatan baik yang mendorongnya untuk 'share' apa yang diketahui.Bila ada nilai yang baik ambillah. Bila tidak bisa ditinggalkan.
Sebelum sampeyan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya di atas, saya tidak akan percaya apa yang sampeyan bilang niatan baik tersebut.
Saya telah meminta Beliau untuk menghentikan 'posting' di 'thread' ini. Mohon Maaf untuk ketidaknyamanan. Terima Kasih Salam Penutup.
Terima kasih atas pengertiannya.

dsbasuki

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 11
  • -Receive: 24
  • Posts: 528
  • Reputation: 56
    • Who? Me?
  • Perguruan: Kelatnas Indonesia PERISAI DIRI
Re: Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri
« Reply #303 on: 20/01/2011 15:06 »
Saat ini, Beliau bergabung pada komunitas kami. Berdiskusi dan berlatih secara mendalam. Pada komunitas ini juga terdapat beberapa Pendekar Kuning Emas Perisai Diri. Saya sendiri anggota aktif Perisai Diri dengan tingkatan Strip Merah Kuning.
Salam Bunga Sepasang,
Mas Ki Gringsing, apakah komunitas itu semacam paguyuban di luar PD? Atau latihan beladiri umum (dalam artian beladiri lintas perguruan, tetapi nonformal)? Ataukah latihan PD? Bolehkah saya tahu nama besar Mas Ki Gringsing dan Para Pendekar Kuning Emas PD yang ikutan komunitas yang Mas Ki Gringsing sebutkan?

Saya telah berkomunikasi dengan Beliau. Hanya niatan baik yang mendorongnya untuk 'share' apa yang diketahui. Bila ada nilai yang baik ambillah. Bila tidak bisa ditinggalkan.
Niat baik tentu saja harus diapresiasi. Hanya saja, niat baik kalau salah tempat juga jadinya tidak baik juga to? Bagi saya, "lucu" saja ada orang dari beladiri lain bicara soal "kerohanian PD" (sengaja saya beri tanda kutip, karena BUKAN) di forum umum (SahabatSilat.com) di thread khusus PD. Buat orang yang tidak tahu, kan jadinya rancu dan bisa-bisa dianggap bahwa itu adalah benar "kerohanian PD".

Saya telah meminta Beliau untuk menghentikan 'posting' di 'thread' ini.
Terima kasih Mas Ki Gringsing. Bicara hal umum dan diskusi teknik masih boleh kok. Yang dilarang dibabar di depan umum itu khan yang memang punya syarat-syarat dan ketentuan khusus.

Salam...

santri kinasih

  • Moderator
  • Calon Pendekar
  • **
  • Thank You
  • -Given: 2
  • -Receive: 39
  • Posts: 609
  • Reputation: 119
    • Email
Re: Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri
« Reply #304 on: 20/01/2011 17:50 »
Banyak hal yang saya tidak mengerti nih mas don.

1. Pendekar kuning emas itu apakah?

2. Merah strip kuning apakah juga pendekar?

3. mengapa putri disebut sebagai teknik tertinggi?

4. Kalau putri tertinggi, ada kawan saya yang katanya dia belum tinggi tingkatnya tapi sudah dapat teknik putri..
Apakah bisa demikian?

5. Apakah PD mengenal pewaris berdasarkan keturunan? anak pak dirjo otomatis calon gubes?

Segitu aja..makasih

sedyaleksana

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 17
  • -Receive: 6
  • Posts: 417
  • Reputation: 42
    • PD Germany & Swiss
  • Perguruan: Perisai Diri
Re: Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri
« Reply #305 on: 20/01/2011 18:51 »
Salam Bunga Sepasang,
silahkan ki Gringsing PM ke saya utk klarifikasi identitas ki Gringsing dan hal2 lainnya.
Salam
Chandrasa Sedyaleksana

sedyaleksana

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 17
  • -Receive: 6
  • Posts: 417
  • Reputation: 42
    • PD Germany & Swiss
  • Perguruan: Perisai Diri
Re: Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri
« Reply #306 on: 20/01/2011 19:08 »
Kang Santri
Quote
1. Pendekar kuning emas itu apakah?
Pendekar Kuning Emas adalah tingkatan tertinggi di PD. Bisa dilihat dari badge yg kuning penuh, dan bukan 2/3 kuning + 1/3 hitam

Quote
2. Merah strip kuning apakah juga pendekar?
Merah kuning belum bisa disebut pendekar. Tingkat sesudah merah kuning yaitu tingkat kuning disebut "Pendekar Muda".

Tingkatan di PD sbb:
Dasar 1: Sabuk putih
Dasar 2: Sabuk Hitam
Calon Keluarga: Sabuk Merah, bagde hitam tanpa strip

Tingkat keluarga:
Keluarga putih: Sabuk Merah, bagde hitam strip putih
Keluarga putih-hijau: Sabuk Merah, bagde hitam strip putih-hijau
Keluarga hijau: Sabuk Merah, bagde hitam strip hijau
Kelaurga hijau-biru: Sabuk Merah, bagde hitam strip hijau Biru

Asisten pelatih:
Biru: Sabuk Merah, bagde 2/3 kuning+1/3 hitam, strip biru
Biru-Merah:  Sabuk Merah, bagde 2/3 kuning+1/3 hitam, strip biru-Merah

Tingkat pelatih:
Merah:  Sabuk Merah, bagde 2/3 kuning+1/3 hitam, strip merah
Merah-Kuning:  Sabuk Merah, bagde 2/3 kuning+1/3 hitam, strip merah-kuning

Tingkat pendekar:
Pendekar Muda:  Sabuk Merah, bagde 2/3 kuning+1/3 hitam, strip kuning
Pendekar Kuning Emas:  Sabuk Merah, bagde kuning penuh

No 3 & 4 menyusul

No 5. Tidak

Salam
Chandrasa

sedyaleksana

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 17
  • -Receive: 6
  • Posts: 417
  • Reputation: 42
    • PD Germany & Swiss
  • Perguruan: Perisai Diri
Re: Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri
« Reply #307 on: 21/01/2011 00:16 »
Kans Santri,
utk sementara cut and paste dr website perisai diri, mungkin bisa menjawab sebagian dr no 3. Utk menghangatkan diskusi, nanti saya tambah lagi.
Salam
Chandrasa

http://www.silatperisaidiri.com/index.php/techniques-mainmenu-28/teknik-asli-mainmenu-29

Quote
Teknik asli is a set of movements that has been prepared in an order. The techniques are grouped according to it’s original technique. In silat, it is commonly called as Jurus (similar to Kata in Karate). There are 9 teknik asli customized by the founder to be trained. Out of those 9 teknik asli, we can split them into 2 groups, Animal techniques and Human techniques.
Those teknik aslis are listed as follow:

1. Minangkabau (as a basic technique, before they learn Animal technique)

Animal techniques:
2. Burung Mliwis (heron)
3. Burung Kuntul (egret)
4. Burung Garuda (eagle)
5. Harimau (tiger)
6. Naga (dragon)

Human technique :
7. Satria (knight)
8. Pendeta (priest)
9. Putri (princess)

 

1. Technique of Minangkabau
Level trained : Cakel (Calon Keluarga)

The name of Minangkabau technique is taken due to the movements are similar to the traditional dance of Minangkabau, West Sumatra, Indonesia.

One of the objective in learning this technique is to strengthen lower body,  i.e. leg muscles and tendon as well as the back area.  This technique also gives some experience in ‘feeling grounded’.

This technique also teach how to move soft and slowly when opponent in a long distance, but suddenly change to very fast and sharp when attacking or blocking opponent’s attack. 

In order to attract the opponent, Minang technique often opens weak areas in the body with a slow movement. This is actually ‘a trap’ for the opponent to attack those open areas. Once the opponent coming with an attack, Minang technique will always be ready to destroy opponent’s attack, by hitting any part of opponent’s body.

 

2. Technique of Burung Meliwis.
Level trained : White Stipe

Burung Meliwis is a kind of bird like heron. This technique moves from one stance to another in a light and fast movement.

The objectives  of learning this technique is to build a good acceleration, as well as to make a habit of moving light.  By learning this technique, students will train their leg and hip muscles.

Meliwis uses it’s top fingers to attack the opponent. Those, this technique will always attack to weak areas such as eyes and neck. During attacking, Meliwis throws their hands very fast and pull them back to the body, so the opponent will find some difficulties to block the hands.

Beside the top fingers, Meliwis can also use it’s wrist to attack other areas such as neck and chin. It can also uses the inner and outer side of the hands to block, by shifting opponent’s attack to different way.

 

3. Technique of Burung Kuntul
Level trained : White Green Stripe

After learning technique of Mliwis, a student will be given another teknik asli to be learned. Burung Kuntul is kind of egret that lives around rice field in Indonesia.

If a student was trained to move lightly when learning mliwis technique, they will now learn how to move light and combining a power in their technique. While mliwis mostly attack weak area such as eyes, kuntul not only strike to the eyes but also to the knee. This technique have one kicking technique that is used to break opponent’s leg.

Kuntul performs it’s attack more to whip than to hit. The attack is thrown very fast from the body to the target and automatically return back to the body with the same speed. However, kuntul will always attack to the side, not staight to the front.

 
4. Technique of Burung Garuda (eagle)
Level trained : Green Stripe

Garuda (eagle) is a symbol of powerful bird. Thus, compare to previous birds technique, Garuda  has the most ability amongst other bird techniques.

When learning garuda technique, student starts to learn using their body as a power source. This technique starts transforming the body movement as additional power during attacking and blocking. Due to this capability, the power of garuda technique is stronger than mliwis and kuntul.

Garuda uses side of the hands and elbow as the equipment for attacking and blocking. This technique spreads all the 5 fingers to strengthen the muscle on the outer side of the hands.

The target of attacking are mostly the neck. Using the side of the hand, garuda hit the neck using the elbow and slice the neck skin in order to damage the skin as well as the bone. Garuda is also targeting opponent’s eye to be attacked by the side of the hand. The strike is using the elbow as a start to hit just below the forehead and slice it, by using the side of the hand, along the eye line.

In a very close distance, garuda uses it’s elbow to attack. With similar distance, garuda uses short distance kick to damage opponent’s groin.

In order to shield the body from opponent’s attack, garuda uses the legs to block all attackings that coming to lower body and uses its hands to block upper body area.

 

5. Technique of Harimau (tiger)
Level trained : Green Blue Stripe

The technique of harimau is adopted from tiger’s behavior. Compare to garuda, harimau is stronger due to the technique uses a total body spin to increase the power. The body also twist a little bit to fasten the movements.

The stance of harimau can be varied. This technique has the ability to fight in a low, medium and high stances.  In a low stance, this technique will widely spread the legs to get closer to the ground and attack lower area. It will use it’s rolling technique after attacking opponent’s lower area, to stay away from the opponent. In a high stance, this technique will target to opponent’s body and head. It can also jump to the opponent’s side to attack upper area.

During attacking, harimau uses it’s claws, palm, knee and toe. When blocking, this technique will use the legs, hands and also the claws. The attacking target points are almost the whole area, such as eyes, face, ears, head, neck, chest, joints, groin, knees and skins.

This technique has its own breathing rhythm. However, this breathing systematic will be delivered when the student has reached red-yellow stripe.

 

6. Naga (dragon)
Level trained : Blue Stripe

Naga is a symbol of the strongest animal in PD. Thus, naga is given as the last animal technique. The unique characteristic of this technique is the movement. It mostly moves in a small rotation movement instead of straight forward. The power is stronger than other animal techniques because naga merge the body twist and the body weight all together.

Even more, student has already become an instructor when they receive this technique. At the same time, this new instructor will also receive a first level of pernafasan (breathing exercise). This pernafasan will increase the strength of the instructor. Thus, naga will even stronger because the practitioner will combine the body twist, body weight and pernafasan into an application of each technique.

Naga aim for main joints for attacking such as necks, thigh joint and arm joint. Some weak areas such as chin and groin can also become a target point when they are open.

The stance of Naga are mostly low. This technique has a back circling kick in a very low stance to drop the opponent down when they are standing on it’s back. From a low position, Naga can also throw the opponent away by hitting opponents thigh from the ground.

 

7. Satria (knight)
Level trained : Blue Red Stripe

After learning all animal techniques, an instructor will start to learn human techniques. The first human technique is called as satria. On this stage, an instructor should be able to perform the abilities of all animal techniques in previous levels.

However, as a human technique, satria will put animal’s characteristics aside, such as the wildness and brutality. Satria will always think what is right before performing a technique. 

Together with this technique, an instructor will also receive a second level of pernafasan (breathing exercise), which is focused in how to explode the power. Due to the result of two level breathing exercises, the power of satria is stronger and can be exploded anytime. To explode here means that the power can be quickly transferred to any area of the body , either to attack or to block.

This ability makes satria technique very confidence in handling opponent’s attack. When it comes an attack, such as a kick from the opponent, this technique will break the leg on the spot by hitting the joints. This technique does not require a sophisticated movement like harimau and naga.

 

8. Pendeta (priest/monk)
Level trained : Red Stripe

Taken from the javanese language ‘pandito’, this mean as a person who provide guidance for others into goodness.

This character is adopted to the technique. Pendeta is a bridging technique to putri (princess). It does not show the wildness and brutality, nor to destroy opponent’s attack.

Although this technique has the ability of all technique in previous, pendeta will only hit when necessary. The movement is always short and never make a long distance to the opponent. The attack is always performed with the body twist with full power.

The equipment during an attack are knuckles, back of the hand, toe, body, shoulder and forehead. The attacking targets are ulu hati, head, side of the body and some joints.

 

9. Putri (princess)
Level trained : Red Yellow and Yellow.

This is the highest technique asli in PD. The characteristic of this technique is unpredictable. Sometime it is soft, but sometimes it is fast. Putri merges all ability on previous techniques. It moves very light and soft, but suddenly changed to very fast when attacking or beladiri and back to soft again.

Putri mostly do two moves at once. It can be attacking while avoiding or attacking after blocking, in only one step movement and a very close distance. A body twist is always used and third level of pernafasan will always be implemented in this technique. Since normally the movement is hard to see by the opponent, this technique is then called as having an unsighted attack.

Putri will normally react to the opponent’s attack. It is not it’s main characteristic to open the first attack. During learning this technique, all part of the body becomes very flexible.

dsbasuki

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 11
  • -Receive: 24
  • Posts: 528
  • Reputation: 56
    • Who? Me?
  • Perguruan: Kelatnas Indonesia PERISAI DIRI
Re: Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri
« Reply #308 on: 21/01/2011 06:31 »
4. Kalau putri tertinggi, ada kawan saya yang katanya dia belum tinggi tingkatnya tapi sudah dapat teknik putri..
Apakah bisa demikian?

5. Apakah PD mengenal pewaris berdasarkan keturunan? anak pak dirjo otomatis calon gubes?
Bang SK,
Mas Chandrasa sudah menjawab semua pertanyaan Bang SK. Untuk no 4&5, saya akan menambahkan.
4. Semua dan seluruh gerakan teknik silat PD sudah diperkenalkan dan dilatihkan mulai dari Dasar 1 sampai tingkat Pendekar. Yang membedakan adalah ISI dari tiap gerakan teknik. Makin tinggi tingkatan, makin tinggi kualitasnya. Isi di sini adalah: pengaturan napas, pengaturan tenaga, boge (mekanika tubuh), teknik meringankan atau memberatkan tubuh, kecepatan, dan yang utama adalah unsur kerohanian dalam setiap gerak.

5. Di PD, Guru Besar itu hanya ada satu, satu-satunya, dan tidak akan tergantikan. Gelar Guru Besar hanya disandang oleh Bapak RMS Dirdjoatmodjo. Yang ada sekarang ini adalah Pendekar Historis (23 orang Pendekar yang pertama dan terakhir dilantik oleh Pak Dirdjo, sekarang tinggal 14 orang), Pendekar Kuning Emas, Pendekar Muda, Pelatih, Asisten Pelatih, Keluarga dan Anggota. Untuk organisasi ada Ketua Umum dan Ketua Dewan Pendekar.
Pak Dirdjo memberikan ilmu Beliau kepada siapa pun tanpa pilih kasih kepada semua murid Beliau, sesuai dengan kapasitas masing-masing murid, berdasarkan kewaskitaan Beliau. Putra Pak Dirdjo, Mas Djati Kusumo, belum mencapai tingkat Pendekar, dan sekarang berlatih kepada murid-murid Ayahanda Mas Djati. Di PD berlaku "sapa sing temen, tinemu" (siapa yang bersungguh- sungguh akan menemukan). Contohnya, Mas Russell Dennis dari PD Australia sekarang telah menyandang tingkat Pendekar Muda, walau pun beliau bukan orang Indonesia. Tak tertutup kemungkinan suatu hari nanti beliau akan meraih tingkat Pendekar Kuning Emas.

Salam...

Aguswin

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 2
  • -Receive: 7
  • Posts: 407
  • Reputation: 34
    • Kelatnas Indonesia Perisai Diri
    • Email
  • Perguruan: Kelatnas Indonesia Perisai Diri
Re: Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri
« Reply #309 on: 21/01/2011 12:02 »
Banyak hal yang saya tidak mengerti nih mas don.
1. Pendekar kuning emas itu apakah?
2. Merah strip kuning apakah juga pendekar?

Kang SantriPendekar
Kuning Emas adalah tingkatan tertinggi di PD. Bisa dilihat dari badge yg kuning penuh, dan bukan 2/3 kuning + 1/3 hitam Merah kuning belum bisa disebut pendekar.
Tingkat sesudah merah kuning yaitu tingkat kuning disebut "Pendekar Muda". 
Tingkatan di PD sbb:
 

Kalau Mas Santri masih bingung membayangkan gambaran dari Mas Chandrasa, bisa coba lihat gambar dan tabel di  http://bungasepasang.blogspot.com/2006/08/kurikulum-silat-perisai-diri.html 

santri kinasih

  • Moderator
  • Calon Pendekar
  • **
  • Thank You
  • -Given: 2
  • -Receive: 39
  • Posts: 609
  • Reputation: 119
    • Email
Re: Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri
« Reply #310 on: 23/01/2011 00:11 »
Terima kasih mas chandrasa, mas don..ilmu yang hebat disebarkan dengan sistematika yang benar membuat PD tumbuh menjadi perguruan yang besar..Sayang sekarang sk dah bukan remaja lagi..kalau masih mgkin dah latian iweekang di pln pusat..:)

dsbasuki

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 11
  • -Receive: 24
  • Posts: 528
  • Reputation: 56
    • Who? Me?
  • Perguruan: Kelatnas Indonesia PERISAI DIRI
Re: Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri
« Reply #311 on: 23/01/2011 11:07 »
...Sayang sekarang sk dah bukan remaja lagi..kalau masih mgkin dah latian iweekang di pln pusat..:)
Salam Bang SK,
Siapa bilang terlambat? Program untuk jadi Pendekar di PD itu "standarnya" adalah 17 tahun sejak Dasar 1. Katakanlah sekarang umur Bang SK baru 40 tahun, 17 tahun ke depan Bang SK baru 57 tahun. Masih muda Baaaang... :) Mas Maryono Gopur (alias Pendekar Gurun Pasir) menyandang tingkat Pendekar Muda ketika beliau berusia lebih dari 60 tahun dan masih semangat latihan toya di gurun pasir Oman hingga saat ini.
Lweekang (biasanya) diajarkan pada tingkat Pendekar Muda (yah, kalo lancar dan rajin, kira-kira 15an tahun dari sejak Dasar 1, ato tingkatan di bawahnya kalo via jalur "ekstra kurikuler"). So... Gimana? Silakan isi formulir Bang... :)

Salam...

Bayu Umbara

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 195
  • -Receive: 121
  • Posts: 1.214
  • Reputation: 197
  • Datuk Bagindo Rajo
    • http://silekminangpandekacupak.blogspot.com/
  • Perguruan: Sasaran Silek Harimau Cupak
Re: Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri
« Reply #312 on: 24/01/2011 09:51 »
Ass,mas don s basuki terima kasih penjelasannya kemaren di padepokan tentang manajemen perguruan silat yang membuka cakrawala berfikir saya untuk bisa mengemas dan mengelola silat tradisioanal secara modern, serta silaturahmi singkatnya yang sangat menggembirakan saya karena bisa ketemu anggota forum sahabat silat secara langsung,belum sempat ngobrol2 tentang silat mas don udah keburu pergi,mudah2an dikesempatan yang lain bisa bersilaturahmi lebih lama lagi,terimakasih
salam

dsbasuki

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 11
  • -Receive: 24
  • Posts: 528
  • Reputation: 56
    • Who? Me?
  • Perguruan: Kelatnas Indonesia PERISAI DIRI
Re: Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri
« Reply #313 on: 24/01/2011 12:47 »
Wa'alaikumsalam warahmatuLlahi wabarakaatuh,
Terima kasih kembali Mas Bayu Umbara. Kemarin itu saya memang jadwalnya jagain sumur. Kok ya alhamdulillah, gali-gali sumurnya sedikit ditunda, hingga saya bisa mampir sebentar ke Padepokan untuk memenuhi undangannya Mas Taufan. Lucunya, begitu saya nempelin pantat di kursi kantor, gali-gali sumurnya dimulai. Alhamdulillah.

Mohon maaf, saya harus buru-buru meninggalkan acara dengan berat hati. Insya Allah, kita bisa bertemu dan ngobrol panjang lebar tentang apa saja, terutama tentang beladiri pada umumnya dan silat pada khususnya.

Terima kasih buat semuanya.

Salam...

Taufan

  • Moderator
  • Calon Pendekar
  • **
  • Thank You
  • -Given: 5
  • -Receive: 27
  • Posts: 502
  • Reputation: 76
    • Email
  • Perguruan: Bandarkarima
Re: Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri
« Reply #314 on: 24/01/2011 15:12 »
Atas nama FP2STI, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada mas dsbasuki atas kesediaannya berbagi ilmu dan pengalaman dalam hal "Manajemen Perguruan Silat" kepada para Guru silat tradisional yang hadir di acara diskusi bulanan sahabat silat pada hari Sabtu, 22 Januari 2011 bertempat di gedung PERSILAT - Padepokan Pencak Silat Indonesia.

Semoga kontribusinya dalam pelestarian silat tradisional Indonesia menjadi amal ibadah yg diridhoi Allah SWT.

Alhamdulillah nggak sampai mengganggu kerjaan, walau saya sempat was-was juga... takut disalahin   :D

Wassalam,
TP

 

Powered by EzPortal