+-

Video Silat


Jambore Pencak Silat, Setia Hati performance
Pamur Tunggal Putri
bandrong on action #4
nomusic noscream, biar beda
Di belakang Layar Pendekar Macan Paku Banten
Golok Seliwa @ Escapade Show Shooting
beksi, berkacamatapun masih tetap lincah
Pencak Malioboro Festival - pepedangan cimande
silat harimau

Shoutbox

12/07/2014 16:49 one: Pada kemane nih buka puasanya ye?
27/06/2014 17:45 moeljadi moechtar: mohon maaf lahir dan batin menjelang Puasa buat sodare2 silat sekalian...
23/05/2014 19:43 Jenggot Perak: assalamu'alaikum para pesilat dan pendekar..
salam kenal
02/05/2014 13:32 kunderemp: Horeeee... muncul lagi.
20/03/2014 21:24 akoekoko: tes, tes, satu dua...
10/01/2014 22:16 arip: tessss..... happy new year.. ada event apa ini dunia persilatan tahun ini? :D
28/08/2013 13:28 Bang Gagak: Assalamualaikum... bang..
View Shout History

Recent Topics

maenpo Cikalong by aki sija
26/07/2014 06:55

PABUCI (PANCERBUMI CIKALONG/PASAR BARU CIANJUR) by aki sija
26/07/2014 06:36

[GUESTBOOK] by wongbener
23/07/2014 10:03

Pesilat Indonesia Siap Bantu Rakyat Gaza by wongbener
23/07/2014 09:40

My Days with Golok Betawi "Seliwa" by akoekoko
16/07/2014 16:24

RM. Sunardi Suryodiprojo "Den Mas Nardi/Romo Nardi" (03 Apr 1914 - 05 Jun 1985) by halilintar
14/07/2014 00:20

Sejarah perguruan Reti Ati by halilintar
14/07/2014 00:08

Minangkabau Silek Tuo Summer Camp 2014 by luri
07/07/2014 09:13

THS-THM by halilintar
04/07/2014 16:11

PPSB Cingkrig Gerak Cipta by abay gcis
01/07/2014 19:56

Merpati Putih by satrio simammora
16/06/2014 21:40

Asal-usul dan sejarah silat BEKSI betawi by devil
13/06/2014 23:58

SILAT BERDO'A SELAMAT by devil
13/06/2014 23:37

PPS Betako Merpati Putih by mpcrb
23/05/2014 22:15

Selayang Pandang Lu Style Xinyi Liuhe Quan by Jenggot Perak
23/05/2014 20:18

SilatIndonesia.Com

Author Topic: Margaluyu Fenomena  (Read 59978 times)

kisawung

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 14
  • Posts: 458
  • Reputation: 73
Margaluyu Fenomena
« on: 13/06/2007 10:09 »
Sarigig kudu jeung harti

Sarengkak reujeung pikiran

Memeh prak   sing ati-ati

Mun sidik goreng singkiran

kisawung

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 14
  • Posts: 458
  • Reputation: 73
Re: Margaluyu Fenomena
« Reply #1 on: 13/06/2007 10:10 »
Misteri 10 jurus "Gerak Ajaib"

1. Jurus Keupeul
2. Jurus Teundeut
3. Jurus Dua Jeblag
4. Jurus Dua Teundeut
5. Jurus Empat Potong
6. Jurus  Potong
7. Jurus Gileus
8. Jurus Colok
9. Jurus Liliwatan
10. Jurus Seuseup

Pada Tahun 1987 saat booming Tenaga Dalam akibat expose Tabloid Bola
bermunculanlah Perguruan-perguruan Tenaga Dalam yang berbasiskan 10 Jurus
sebagai Gerak Pengolah dan Pembangkit Tenaga Dalam.

Dan pada kenyataan di lapangan membuktikan, betapa hebatnya tatkala diaplikasikan
terutama kepada hal2 yang sifatnya "penyembuhan" dan bahkan "kesaktian"

tersebutlah diantara nama2 perguruan semisal Prana Sakti, Satria Nusantara, Kalimasada, dll
sebagai penggebrak awal yang diexpose oleh media massa saat itu..

walaupun sebelum hal itu, telah terkenal dalam dunia persilatan Indonesia,
nama-nama semisal Perguruan Budi Suci, Perguruan Nampon, dll..

Fenomena 10 Jurus ini kemudian menjadi bahan pertanyaan tersendiri..
dari manakah asalnya... dan siapakah yang menciptakannya pertama kalinya..  ???
« Last Edit: 31/07/2007 19:36 by kisawung »

kisawung

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 14
  • Posts: 458
  • Reputation: 73
Re: Margaluyu Fenomena
« Reply #2 on: 13/06/2007 10:20 »
Kepada Yang Terhormat Sesepuh Bambang Sarkoro dan Sahabat Rama
mohon kiranya bersedia untuk mengkoreksi jika saya ada kesalahan kata
dan mohon untuk ditambahkan penjelasannya..

karena niat saya menuliskan tentang Margaluyu ini, ialah untuk wacana
semoga bisa menambahkan wawasan para pembaca

dan hal ini saya tuliskan ialah berdasarkan "Pandangan Subyektif Saya Pribadi"
dari hasil perjalanan saya selama ini, dan dari hasil diskusi ..
juga yang paling utamanya ialah berangkat dari pertemuann saya kepada Mas Rama
kemudian bertemu dengan Bapak Bambang Sarkoro
terakhir... bertemu dengan Bapak Idit Djunaedi untuk "Saling Numpangkeun Leungeun" :D

kisawung

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 14
  • Posts: 458
  • Reputation: 73
Re: Margaluyu Fenomena
« Reply #3 on: 13/06/2007 10:39 »
Awal daku mengenal Margaluyu  8)

Kampus UIKA , Kedung Badak , Bogor 1985.

saat itu di kampus ada seorang Satpam yang ramah dan akrab dengan kami selaku mahasiswa
bermula dari ngobrol tentang hal2 mistik, akhirnya dia menceritakan tentang Margaluyu..
karena kami tertarik.. jadilah aku dan beberapa orang temanku
kemudian dilatih jurus Margaluyu oleh beliau..

kami latihan setiap malam hari setelah kampus usai perkuliahan
lama latihan kurang lebih satu jam saja..
dan memang terasa agak aneh jurusnya, dan pokoknya rasa aneh dan beda
jika kita bandingkan dengan belajar silat pada umumnya  :D

nah, saat itu, pelatih kami malah sibuk menerangkan Margaluyu dari aspek kesaktiannya saja
sehingga kami bingung, tentang aplikasi jurus dan maksud jurus.. ???

demikianlah, sehingga kami latihan dengan mulai teman2 ku hilang satu persatu
tinggallah aku dan dua orang temanku saja yang rutin latihan..

demikian karena hanya kami bertiga yang latihan,
terlihat olehku bahwa bpak Satpam jadi kecewa dan tidak semangat
sehingga kami pun kemudian jadi tidak enak hati

beliau hanya berpesan supaya kami tidak lagi latihan di kampus,
namun disuruh bergabung di tempat latihan di rumah gurunya beliau  :D

lama-lama.... latihan berhenti dan lenyap begitu saja  :)

kisawung

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 14
  • Posts: 458
  • Reputation: 73
Re: Margaluyu Fenomena
« Reply #4 on: 13/06/2007 11:27 »
Demikianlah setelah itu waktu berlalu, dan aku kemudian mengikuti pelatihan pada
Perguruan Al Barokah, Satria Nusantara,  dan pada beberapa perguruan tertentu yang
aku lupa namanya ^:)^ baik yang di Pesantren maupun di Lampung
yang kesemuanya itu diajarkan tentang 10 jurus.. :)

nah, saat itulah aku banyak mendengar ceritera-ceritera tentang kehebatan jurus tertinggi
yakni Jurus Payung Rasul.. 8)

bagaimana setelah itu , aku bersama Bpk Eka (saat itu mengambil pascasarjana di IPB)
kemudian kami berkeliling mencari guru-guru pemegang Jurus Payung Rasul
yang berdomisil di Bogor dan sekitarnya..

bagaimana kemudian akhirnya aku dikenalkan oleh Bpk Eka,
kepada Pemegang Payung Rasul di Lampung ( yakni dari dua aliran berbeda )
sehingga akhirnya aku tahu bahwa, ternyata bentuk Jurus Payung itu berbeda..
ada yang bentuknya agak unik seperti benang kusut..
ada yang bentuknya sangat indah sekali layaknya bentuk Geometris

perjalanan inilah yang kusebut sebagai istilah "backstreet"

karena aku belajar sistem keilmuan tersebut melalui jalur "exclusive"
dan dengan sangat hati-hati untuk tidak diketahui "jalur resmi"  [lucu]

sebab saat itu.. untuk belajar sistem cepat melalui metode khusus ialah "sangat Tabu"
dengan resiko "rusak dalam" alias "gila"
( yah memang benar juga seh, akhirnya aku jadi gila
namun gila dalam tanda kutip... yakni tergila-gila kepada "belajar" silat TD tersebut) :)p

demikianlah saat belajar payung rasul yg paling unik..

pelajaran payung (yg akhirnya aku tahu sebagai Payung Ruji), aku diajarkan langsung oleh seseorang.. (rahasia deh) ^:)^
namun tetap melalui cara tahapan dari awal, yakni "kasaran" kemudian "tikahan" lalu "Payungan"

kemudian keunikanku tatkala mempelajari Payungan sistem dari jalur Pak Dan,
aku diajarkan juga oleh seseorang yang lain (rahasia  :D )
dengan cara "pemahaman dan hafalan teori"
setelah itu pada prakteknya, aku hanya disuruh melihat "beliau" melakukannya..
sambil dikatakan... "jika kamu bisa karena melihat gerakan jurus ku, maka kamu bisa"
maka silahkan pegang dan latih olehmu baik-baik khusus untukmu saja..
jika tidak.... maka sebenarnya aku tidak mengajarkanmu
melainkan hanya menunjukkannya saja kepadamu... :D  :)p

kisawung

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 14
  • Posts: 458
  • Reputation: 73
Re: Margaluyu Fenomena
« Reply #5 on: 13/06/2007 12:10 »
Misteri penyebutan Nama-nama Tokoh pada Hadhorotan Al Fatihah

Pada setiap kali ada acara "Harkatan"
ada beberapa Tokoh yang tertulis kemudian di bacakan Hadiah Al Fatihah

hal ini dimaksudkan sebagai rasa terima kasih atas jasa-jasa Para Tokoh Tersebut
sehingga menjadikan "adanya" Sistem keilmuan Margaluyu  :)

nama-nama tersebut ialah :

1. Mama Rd.H. Ibrahim
2. Mama Rd. H. Soma
3. Mama Sabandar
4. Bang Kari
5. Bang Madi
6. Mbah Khaer

 :o


baruklinting

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 70
  • Reputation: 25
  • DEn WAspodo RUweting CIpto
    • Gerak Badan Pencak Margaluyu Pusat  - Cicalengka-
Re: Margaluyu Fenomena
« Reply #6 on: 13/06/2007 12:37 »
Misteri penyebutan Nama-nama Tokoh pada Hadhorotan Al Fatihah

Pada setiap kali ada acara "Harkatan"
ada beberapa Tokoh yang tertulis kemudian di bacakan Hadiah Al Fatihah

hal ini dimaksudkan sebagai rasa terima kasih atas jasa-jasa Para Tokoh Tersebut
sehingga menjadikan "adanya" Sistem keilmuan Margaluyu  :)

nama-nama tersebut ialah :

1. Mama Rd.H. Ibrahim
2. Mama Rd. H. Soma
3. Mama Sabandar
4. Bang Kari
5. Bang Madi
6. Mbah Khaer

 :o



he...hee....he   Kurang satu ki Sawung yaitu Rd Haji Abdullah lengkapnya menjadi

Misteri penyebutan Nama-nama Tokoh pada Hadhorotan Al Fatihah

Pada setiap kali ada acara "Harkatan"
ada beberapa Tokoh yang tertulis kemudian di bacakan Hadiah Al Fatihah

hal ini dimaksudkan sebagai rasa terima kasih atas jasa-jasa Para Tokoh Tersebut
sehingga menjadikan "adanya" Sistem keilmuan Margaluyu Pusat :)

nama-nama tersebut ialah :

1. mbah Madi
2. mbah Kari
3. mbah Sabandar
4. mbah Khaer
5. Juragan Rd.H. Ibrahim
6. Juragan Rd.H. Abdullah
7. juragan Rd.H. Soma

Hidup itu sudah sulit, maka jangan mempersulit hidup

baruklinting

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 70
  • Reputation: 25
  • DEn WAspodo RUweting CIpto
    • Gerak Badan Pencak Margaluyu Pusat  - Cicalengka-
Re: Margaluyu Fenomena
« Reply #7 on: 13/06/2007 12:41 »
Misteri 10 jurus "Gerak Ajaib"

1. Jurus Keupeul
2. Jurus Teundeut
3. Jurus Dua Jeblag
4. Jurus Dua Teundeut
5. Jurus Empat Potong
6. Jurus  Potong
7. Jurus Gileus
8. Jurus Colok
9. Jurus Liliwatan
10. Jurus Seseup

Fenomena 10 Jurus ini kemudian menjadi bahan pertanyaan tersendiri..
dari manakah asalnya... dan siapakah yang menciptakannya pertama kalinya..  ???

« Last Edit: 31/07/2007 19:37 by kisawung »
Hidup itu sudah sulit, maka jangan mempersulit hidup

kisawung

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 14
  • Posts: 458
  • Reputation: 73
Re: Margaluyu Fenomena
« Reply #8 on: 13/06/2007 12:50 »
Misteri penyebutan Nama-nama Tokoh pada Hadhorotan Al Fatihah

Pada setiap kali ada acara "Harkatan"
ada beberapa Tokoh yang tertulis kemudian di bacakan Hadiah Al Fatihah

hal ini dimaksudkan sebagai rasa terima kasih atas jasa-jasa Para Tokoh Tersebut
sehingga menjadikan "adanya" Sistem keilmuan Margaluyu  :)

nama-nama tersebut ialah :

1. Mama Rd.H. Ibrahim
2. Mama Rd. H. Soma
3. Mama Sabandar
4. Bang Kari
5. Bang Madi
6. Mbah Khaer

 :o



he...hee....he   Kurang satu ki Sawung yaitu Rd Haji Abdullah lengkapnya menjadi

Misteri penyebutan Nama-nama Tokoh pada Hadhorotan Al Fatihah

Pada setiap kali ada acara "Harkatan"
ada beberapa Tokoh yang tertulis kemudian di bacakan Hadiah Al Fatihah

hal ini dimaksudkan sebagai rasa terima kasih atas jasa-jasa Para Tokoh Tersebut
sehingga menjadikan "adanya" Sistem keilmuan Margaluyu Pusat :)

nama-nama tersebut ialah :

1. mbah Madi
2. mbah Kari
3. mbah Sabandar
4. mbah Khaer
5. Juragan Rd.H. Ibrahim
6. Juragan Rd.H. Abdullah
7. juragan Rd.H. Soma


iya pak sesepuh   ^:)^

ada satu lagi yang aku lupa
dimana pada suatu "amalan" versi yang mirip dgn hal tersebut
bahwa disebut juga hadiah Fatihah kepada

Waliyullah Wakil Kesatu Pangeran Pengampon Cianjur

dan rupanya Nama Pangeran Pengampon ini
menurut Bpk Sesepuh Baru klinting  ialah sebagai disebut dalam Jurus Keupeul

terima kasih atas infonya  :)
« Last Edit: 31/07/2007 19:42 by kisawung »

kisawung

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 14
  • Posts: 458
  • Reputation: 73
Re: Margaluyu Fenomena
« Reply #9 on: 13/06/2007 12:54 »
demikianlah selanjutnya , setelah menerima "pelatihan khusus" tersebut
aku kemudian Vakum selama hampir 10 tahun :'(
maksudnya aku hanya berlatih sebisanya jika aku "kepengen latihan saja" :)p

namun dengan suatu harapan , aku harus bisa tembus je jalur utamanya
kembali menelusuri ke "jejak awalnya" .. Yakni..


Margaluyu Pusat Cikuya Cicalengka, Bandung [top]



sampai suatu ketika... ternyata...

"Perjumpaan jejak itu terjadinya... melalui kaskus.us   "  :o

aku bertemu mas Pendekar_Muda  [top]
di SubForum Martial Art, Forum Sport, kaskus.us 

inilah menjadi awal bagiku untuk
"Napak Tilas perjalanan Tenaga Dalam 10 Jurus menuju Pusat di Cicalengka"  :)

boencis

  • Guest
Re: Margaluyu Fenomena
« Reply #10 on: 13/06/2007 14:27 »
Quote
6. Juragan Rd.H. Abdullah
7. juragan Rd.H. Soma

Maaf lancang memotong tulisan ini, tapi saya ingin tahu cerita siapakah tokoh ini. terima kasih silahkan di lanjutttt.... ^:)^

Nagapasa

  • Naga Pasa - Naga Pamanah Rasa
  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 1
  • -Receive: 8
  • Posts: 927
  • Reputation: 48
  • Paku Jagat Ingsun
    • Nagapasa Blogs
  • Perguruan: Suliwa 5 adegan Serong
Re: Margaluyu Fenomena
« Reply #11 on: 13/06/2007 16:51 »
sepertinya perjalanan ngelmunya kisawung tuh  8) bener khan ki ?
Susulan Liliwatan | Sulaya tina panyangka
visit my Blogs - www.nagapasa.multiply.com

baruklinting

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 70
  • Reputation: 25
  • DEn WAspodo RUweting CIpto
    • Gerak Badan Pencak Margaluyu Pusat  - Cicalengka-
Re: Margaluyu Fenomena
« Reply #12 on: 13/06/2007 18:08 »
Quote
6. Juragan Rd.H. Abdullah
7. juragan Rd.H. Soma

Maaf lancang memotong tulisan ini, tapi saya ingin tahu cerita siapakah tokoh ini. terima kasih silahkan di lanjutttt.... ^:)^

Untuk juragan Rd H. Abdullah bisa di lihat di thread Sosok Moh. Kosim
Sedangkan untuk juragan Rd. H. Soma adalah tokoh silat dari kampung Selah Eurih
diwilayah perbatasan Cikalong dengan Plered. Dimana keilmuan silat asal Selah Eurih di populerkan oleh Mama ajengan H. Sukarma yang masih merupakan kerabat dekat Rd. H. Soma.
Banyak style warisan dari Rd.H. Soma yang sampai sekarang ini dikenal dengan
generic silat Paleredan tepak 2.

Hidup itu sudah sulit, maka jangan mempersulit hidup

kisawung

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 14
  • Posts: 458
  • Reputation: 73
Re: Margaluyu Fenomena
« Reply #13 on: 13/06/2007 18:14 »
ada baiknya sebelum uraian tentang Margaluyu dikupas lebih lanjut lagi..

ini ada bahan tulisan yang di copy paste dari milis sebelah
yaitu tulisannya saudara "desireman222, SuperModerator Dunia***.com  ::)

SEJARAH TENAGA DALAM INDONESIA


Banyak Perguruan ataupun pribadi yang menawarkan pelatihan-pelatihan tenaga dalam. Namun tak banyak dari mereka yang paham sejarah tenaga dalam itu sendiri. Memang perkembangan tenaga dalam Indonesia tidak diimbangi kepedulian dalam penelusuran asal-usul, siapa tokoh yang menciptakan dan mengembangkannya. Bahkan sebagian besar dari perguruan itu berupaya menyembunyikan sejarah dari mana pendiri perguruan itu belajar tenaga dalam. Ada juga Guru yang sengaja mengarang sejarah layaknya cerita yang di-dramatisir untuk mendongkrak nama dan "omset penjualan" perguruannya.

Berikut ini adalah hasil temuan kami atas pengamatan dan penelusuran sejarah Tenaga Dalam di Indonesia.

Tenaga dalam (versi Indonesia) identik dengan ilmu yang mampu menghalau lawan dalam keadaan amarah/emosi dari jarak jauh. Lazimnya, bela diri jenis ini digali melalui olah napas, jurus dan pengejangan pada bagian tubuh tertentu (dada/perut). Terkadang pula disertai ajaran spiritual.

Perkembangan sejarah tenaga dalam di Indonesia diwarnai oleh 4 tokoh penting. Yaitu Muhammad Toha pendiri Sin Lam Ba (Jakarta), Andadinata pendiri Margaluyu (Bandung), H Abdul Rasyid pendiri Budi Suci (Bogor) dan Nampon pendiri Tri Rasa (Bandung).

Pada akhir abad 19 tenaga dalam sudah mulai dipelajari secara terbatas tetapi baru keluar dari “sangkar”-nya pada tahun 1932 ketika Nampon melakukan aktivitas nyleneh di depan stasiun Padalarang. Saking girangnya menyambut kelahiran anak pertamanya, Nampon diluar kesadarannya berteriak-teriak seperti orang gila. Karena dianggap gila, Nampon hendak diringkus beramai-ramai. Namun dari sekian orang yang akan menjamah tubuhnya itu jatuh terpelating.

Nampon lahir di Ciamis pada tahun 1888 dan wafat tahun 1962. Semula adalah pegawai di jawatan kereta api di jaman Belanda. Ia dipecat dan berulang kali masuk bui karena sikapnya yang anti penjajah Belanda. Diantara murid Nampon yang berjasa ikut mengembangkan tenaga dalam adalah Setia Muchlis dan KM Tamim yang kemudian mendirikan perguruan TRI RASA yang banyak diikuti kalangan Mahasiswa di Bandung, diantaranya murid itu adalah Bung Karno dan M Natsir.

Dari Nampon

Menurut kalangan pendekar sepuh di wilayah Jawa Barat, sebelum memperkenalkan “jurus tenaga dalam“ Nampon banyak belajar ilmu dari pendekar yang lebih senior. Ia pernah berguru pada Abah Khoir pencipta silat Cimande, dan pendekar-pendekar asal Batavia diantaranya Bang Madi, Bang Kari, Bang Ma’ruf juga H Qosim pendekar yang diasingkan kerajaan Pagar Ruyung, Padang karena mengajarkan silat di luar kerajaan.

Kini ketika perguruan tenaga dalam menjamur hampir di seluruh kota dengan bendera yang berbeda-beda (walau corak jurus dan oleh napas serupa), kemudian muncul pertanyaan, dari mana asalnya ilmu tenaga dalam dan siapa tokoh yang pertama kali menciptakannya?

Sidik, murid dari H Abdul Rosyid pendiri aliran Budi Suci yang banyak menyebarkan aliran ini di Jawa dan Sumatra, pada tahun 1985 mengatakan bahwa jurus tenaga dalamnya diwarnai keilmuan Abah Khoir dan Nampon. Begitu halnya dengan aliran yang banyak berkembang di Jawa Tengah, seperti Ragajati di Banyumas, JSP (Jurus Seni Penyadar) di Tegal dan beberapa aliran di Semarang.

Yosis Siswoyo Guru Besar aliran Bandar Karima Bandung saat dikonfirmasi, mensinyalir bahwa kemunculan tenaga dalam di wilayah Jawa Barat secara terbuka memang terjadi pada masa Nampon sepulang dari penjara Digul.

Namun demikian Yosis tidak berani memastikan pencipta jurus tenaga dalam itu Nampon seorang, mengingat pada masa yang hampir bersamaan, di Batavia/Jakarta juga muncul aliran Sin Lam Ba dan Al-Hikmah, bahkan pada tahun yang hampir bersamaan, di daerah Ranca Engkek Bandung Andadinata memunculkan ilmu tenaga dalam yang diklaim asli hasil pemikirannya sendiri.

Aliran Andadinata ini kemudian dikenal dengan nama Marga Rahayu namun kemudian dirubah menjadi Margaluyu dan mulai dikenalkan pada pada khalayak pada tahun 1932, tetapi pada tahun 1922 aliran itu sudah diperkenalkan dalam lingkup yang terbatas.

Anandinata konon memiliki beberapa murid, diantaranya Dan Suwaryana, dosen ASRI yang juga wartawan di Yogyakarta. Dari Dan Suwaryana ini kemudian “pecah” (berkembang) lebih dari 17 perguruan tenaga dalam besar yang kini bermarkas di kota gudeg, Yogyakarta, diantaranya Prana Sakti yang dikembangkan Aspanuddin Panjaitan.

Menurut berbagai pihak yang dapat dipercaya, perguruan yang terinspirasi oleh Prana Sakti itu, diantaranya : Prana Sakti Indonesia, Prana Sakti Jayakarta, Satria Nusantara, Perdawa Padma, Radiasi Tenaga Dalam, Kalimasada, Bunga Islam, Al-Barokah, Indonesia Perkasa, Sinar Putih, Al-Barokah, Al-Ikhlas, dll.

Para Wali

Konon, keilmuan yang ada pada Margaluyu itu sendiri memiliki silsilah dari para Wali di tanah Jawa, yang apabila diruntut yaitu dari Syekh Datul Kahfi – Prabu Kian Santang / P.Cakrabuana (Setelah masuk Islam dikenal sebagai Sunan Rahmad Suci Godong Garut) kemudian ke : Sunan Gunung Jati dan dari beliau turun ke Anandinata.

Hingga kini sejarah tenaga dalam masih misteri, siapa tokoh yang pertama kali menciptakannya. Para pinesepuh juga tidak memiliki refrensi yang kuat berkaitan dengan sejarah perguruan dan pencetusnya.

Dari kalangan Budi Suci atau perguruan yang mengambil sumber dari aliran yang didirikan H Abdul Rosyid ini setidaknya ada 3 nama tokoh yang disebut-sebut dalam “ritual” yaitu Madi, Kari dan Syahbandar (atau disebut Subandari, tetapi bernama asli H Qosim).

Tentang nama Madi, Kari dan Syahbandar sebagaimana disebut diatas, memang banyak mewarnai keilmuan Nampon, namun keilmuan itu lebih bersifat fisik, karena dalam catatan “tempo doeloe” Madi dan Kari belum memperkenalkan teknik bela diri tenaga dalam (pukulan jarak jauh).

Baik Madi, Kari dan Syahbandar dikenal sebagai pendekar silat (fisik) pada masanya. H. Qosim yang kemudian dikenal sebagai Syahbandar atau Mama’ Subadar karena tinggal dan disegani masyarakat desa Subadar di wilayah Cianjur. Sedangkan Madi dikenal sebagai penjual dan penjinak kuda binal yang diimpor asal Eropa.

Dalam dunia persilatan Madi dikenal pakar dalam mematah siku lawan dengan jurus gilesnya, sedangkan Kari dikenal sebagai pendekar asli Benteng Tangerang yang juga menguasai jurus-jurus kung fu dan ahli dalam teknik jatuhan.

Pada era Syahbandar, Kari dan Madi banyak pendekar dari berbagai aliran berkumpul. Batavia seakan menjadi pusat barter ilmu bela diri dari berbagai aliran, mulai dari silat Padang, silat Betawi kombinasi kung fu ala Bang Kari, juga aliran Cimande yang dibawa oleh Khoir.

Dari aliran Budi Suci yang keilmuannya konon bersumber dari Khoir dan Nampon, juga tidak berani mengklaim bahwa tenaga dalam itu bersumber (hanya) dari Nampon seorang. Begitu halnya kalangan yang mengambil sumber dari Margaluyu.

Kalangan Budi Suci, menganalisa bahwa Namponlah yang patut dianggap sebagai pencipta, karena dalam ritual (wirid), nama-nama yang disebut adalah Madi, Kari dan Syahbandar (Syeh Subandari), sedangkan nama Nampon tidak disebut-sebut. Ini menunjukkan bahwa inspirasi ilmu berasal dari tokoh sebelum Nampon, walau nampon yang kemudian merangkum dan menyempurnakannya. Namun simpulan itu diragukan mengingat pada masa pendekar Madi, Kari, Sahbandar ini tenaga dalam belum dikenal.

Terbukti, dalam suatu peristiwa saat Madi diserang kuda binal juga mematahkan kaki kuda dengan tangkisan tangannya, dan Khoir guru dari Nampon saat bertarung dengan pendekar Kung Fu, juga menggunakan selendang untuk mengikat lawannya pada pohon pinang. Artinya, jika tenaga dalam itu sudah ada, dan mereka-mereka itu adalah pakarnya, kenapa musti pakai selendang segala? Kenapa tidak pakai “jurus kunci” agar pendekar Kung Fu itu tidak bisa bergerak.

Justru pemanfaatan tenaga dalam itu baru tercatat pada era Nampon tahun 1930-an. Kasus “histeris” saat menyambut kelahiran anaknya di depan stasiun Padalarang, dan pertarungan Nampon dengan Jawara Banten juga saat melayani tantangan KM Thamim yang (setelah kalah) lalu berguru kepadanya.

Yosis Siswoyo (63) dari Silat Bandar Karima (kepanjangan dari Syahbandar, Kari dan Madi) termasuk kalangan pendekar generasi tua di Bandung juga mengakui dari kalangan perguruan pencak silat dan tenaga dalam memang kurang mentradisikan dalam pelestarian sejarah perguruannya.

Walau Yosis menyebut Nampon dan Andadinata sebagai tokoh yang banyak berjasa mengenalkan tenaga dalam di wilayah Jawa Barat, namun kemunculan Sin Lam Ba dan Al-Hikmah di Batavia pada kurun waktu yang hampir bersamaan, (bahkan disinyalir lebih dulu) juga perlu dipertimbangkan bagi yang ingin melacak sejarah.

Tentang Sin Lam Ba, H Harun Ahmad, murid Muhammad Toha guru besar Sin Lam Ba - Jakarta, kepada penulis menjelaskan bahwa pada tahun 1896 Bang Toha yang juga anggota Polisis di zaman Belanda itu menemukan jurus tenaga dalam dari H Odo seorang kiai dari pesantren di Cikampek, Jawa Barat sedangkan Al-Hikmah yang dikembangkan oleh Abah Zaki Abdul Syukur juga bersumber dari Bang Toha bahkan pada awal kali memulai aktivitas perguruannya, sempat bergabung dibawah panji Sin Lam Ba. Namun ketika H Harun Ahmad ditanya tentang dari mana H Odo mendapatkan ilmu itu, ia tak dapat menjelaskannya.

H Harun hanya menjelaskan, aliran tenaga dalam yang kini berubah menjadi nama yang banyak dan berbeda-beda itu, dulunya adalah “Ilmu Tanpa Nama” yang kemudian dikembangkan pencetusnya dengan cara mengadopsi atau menyampur dari berbagai aliran yang pernah dipelajarinya.


kisawung

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 14
  • Posts: 458
  • Reputation: 73
Re: Margaluyu Fenomena
« Reply #14 on: 13/06/2007 18:15 »
lanjutan....

Mulai Berubah Fungsi

Melacak sejarah perkembangan tenaga dalam setidaknya dapat ditelusuri dari sejarah berdirinya aliran tenaga dalam “tua” yaitu :

1896 pertemuan M. Toha dengan H. Odo di Cikampek lalu berdiri aliran Sin Lam Ba di Jakarta.

1922 secara terbatas Andadinata mulai memperkenalkan jurus tenaga dalam di daerah Ranca Engkek, Bandung. Dari Andadinata kemudian muncul aliran Margaluyu.

1932 Nampon mendirikan aliran Tri Rasa di Bandung dan H. Abdul Rosyid mendirikan aliran Budi Suci di Bogor.

Penelusuran sementara sejarah perkembangan perguruan tenaga dalam lebih tertuju pada wilayah Jawa Barat dan Batavia sebagai tempat kelahiran aliran tenaga dalam.

Aliran bercorak Nampon menyebar ke Jawa Tengah melalui perguruan Ragajati, JSP (jurus seni penyadar) dan beberapa aliran tanpa nama.

Sin Lam Ba lebih banyak berkembang di wilayah Jakarta, sedangkan Al-Hikmah masuk Jawa Tengah melalui jalur pesantren Bambu Runcing di Parakan Temanggung. Budi Suci yang didirikan H. Abdul Rosyid di Bogor memilih wilayah pengembangan di wilayah pantai utara ke arah timur mulai dari Jakarta, Bekasi, Karawang, Cikampek, Kuningan, Indramayu dan Cirebon, Semarang, Rembang dan tahun 1983 di Cluwak, Pati Utara. Sedangkan Margaluyu justru berkembang pesat di wilayah Yogyakarta, walau guru yang belajar dari aliran ini kemudian mengganti perguruan dengan nama baru.

Pada tahun-tahun berikutnya, perkembangan perguruan tenaga dalam layaknya MLM (Multi Level Marketing). Seseorang yang belajar pada suatu perguruan memilih untuk mendirikan perguruan baru sesuai selera pribadinya. Ini adalah gejala alamiah yang tidak perlu dimasalahkan, karena setiap guru atau orang yang merasa mampu mengajarkan ilmu pada orang lain itu belum tentu sepaham dengan tradisi yang ada pada perguruan yang pernah diikutinya.

Pertimbangan merubah nama perguruan itu dilatarbelakangi oleh hal-hal yang amat kompleks, mulai adanya ketidaksepahaman pola pikir antara orang zaman dulu yang mistis dan kalangan modernis yang mempertimbangkan sisi kemurnian aqidah dan ilmiah, disamping pertimbangan dari sisi komersial. Yang pasti, misi orang mempelajari tenaga dalam pada masyarakat sekarang sudah mulai berubah dari yang semula berorientasi pada ilmu kesaktian menuju pada gerak fisik (olah raga) karena orang sekarang menganggap lawan berat yang sesungguhnya adalah penyakit. Karena itu, promosi perguruan lebih mengeksploitasi kemampuan mengobati diri sendiri dan orang lain.

Aliran perguruan tenaga dalam yang mengeksploitasi kesaktian kini lebih diminati masyarakat tradisional. Dan menurut pengamatan penulis, perguruan ini justru sering “bermasalah” disebabkan pola pembinaan yang menggiring penganutnya pada sikap “kejawaraan” melalui doktrin-doktrin yang kurang bersahabat pada aliran lain dari sesama perguruan tenaga dalam maupun bela diri dari luar (asing).

Sikap ini sebenarnya bertentangan dengan sikap para tokoh seperti Bang Kari yang selalu wanti-wanti agar siapapun yang mengamalkan bela diri untuk selalu memperhatikan “sikap 5” yaitu : 1. Jangan cepat puas. 2. Jangan suka pamer. 3. Jangan merasa paling jago. 4. Jangan suka mencari pujian dan 5. Jangan menyakiti orang lain.

Dan perlu diingat, perkembangan pencak silat sebagai dasar dari tenaga dalam itu, baik pelaku maupun keilmuannya dapat berkembang karena silaturahmi antar tokoh, mulai dari silat Pagar Ruyung Padang yang dibawa H Kosim (Syahbandar),
Bang Kari dan Bang Madi yang merangkum silat Betawi dengan Kung Fu,
juga Abah Khoir dengan Cimandenya,
RH. Ibrahim dengan Cikalongnya.


 

Powered by EzPortal