Bagus uraiannya om...
![top [top]](http://sahabatsilat.com/forum/Smileys/default/thumbsup.gif)
Sekalian share dong soal silaturahmi yang sering dilakukan ke guru, perguruan pencak silat lain. Kalau sama temen yang sudah dikenal, diskusi, tukar menukar jurus ndak ada sungkan-sungkan. Tapi kalau berkunjung biasanya ini kadang "agak sensitif". Sebagai tamu tentunya etika dan sopan santun layaknya tamu rasanya norma yang umum. Dan tuan rumah pun biasanya menyuguhkan buat tamu tentunya yang istimewa. Bisa kopi dan makan, bisa juga jurus jurus pilihan. Sukur sukur diajarin satu dua jurus.
![[[damai]]](http://sahabatsilat.com/forum/Smileys/default/ico-a.gif)
Saya pernah di daerah jawa tengah/klaten karena kebiasaan di tempat saya (Sidoarjo) kalau namu nginep ngebawain kopi, gula dan indomie, disitu malah diketawain sama tuan rumah. Mereka bilang kami bukan dukun.
![lucu abis [lucu]](http://sahabatsilat.com/forum/Smileys/default/lucu.gif)
Pembicaraan bisa mulai dari sejarah, silsilah atau tehnik spesifik, bisa ngalor ngidul, kadang namanya pesilat ditunjukkin satu dua jurus baik sendirian maupun aplikasi. Namanya disuruh coba tentunya searah, kita pun nurut apa yang disuruh, disuruh mukul , nendang tentunya tak sepenuh hati, tapi kadang karena orang tua atau semangat memperlihatkan ya jadinya agak babak belur kadang. Tapi itu menurut saya bagian dari silaturahmi. Banyak juga yang tertutup cuma memperlihatkan filosofi atau demo solo. Ada pepatah lama rasanya, "maenan orang " jangan dicela/diejek/diremehkan. Silat itu kadang jalan hidup, pegangan , filosofi bahkan harga diri.

Tunjukkan rasa antusias tulus. Itu rasanya yang ane pegang kemanapun. Apalagi mertamu, gerak dan kata pun harus dijaga apalagi baru kenal. Kalau bisa kita ndak demo aplikasi kalau ndak disuruh. Di sarawak, saya sering jadi bulan bulanan "body tester" silat satu papan, silat panglima, silat sendeng dan silatdan ndak respon demo kecuali kalau diminta. Saya juga inget serial discovery channel, "fight quest" si jimmy dan temennya dihajar habis habisan nurut ikut sistem bela diri dimana mereka kunjungi selama lima hari.

Tapi yang penting, biasanya dari silaturahmi ini akan tumbuh saling memahami dan menghormati bahkan mendukung. Bagi saya silaturahmi berkunjung dan diskusi adalah bagian penting dari perkembangan silat juga. Kita ingat guru guru silat kita diawal sangat terbuka mempelajari dan berdiskusi dengan aliran lain dengan intensif. Terlihat pengaruh gaya, style, filosofi yang tertular dari aliran lain sebagai bagian dari pengayaan.
![top [top]](http://sahabatsilat.com/forum/Smileys/default/thumbsup.gif)
Mungkin share teman SS lain yang biasa wisata silat dan silaturhmi kemana mana bisa nambahin.
![[rapat]](http://sahabatsilat.com/forum/Smileys/default/gathering.gif)