+-

Video Silat


perguruan silat seni beladiri alif ba ta
Merantau Production Blog 2 - The Choreography
a tribute pencak silat
Golok Seliwa @ Escapade Show Shooting
Beksi, Peragaan Jurus #01
Cikalong @ Festival seni silat tradisional 3 Juli
bandrong on action
Jambore Pencak Silat, Slempang Betawi, Beksi Kong
BEKSI TRADISIONAL H HASBULLOH

Shoutbox

15/05/2012 15:51 ndog bledheg: ada inpo festival silat gak..
14/05/2012 15:32 kadedemes: yg penting isinya kan....  [top]
13/05/2012 11:26 luri: bukan tampilan baru kok,
ini sebenarnya tampilan default yg lama.
sementara di reset dulu
:)
11/05/2012 22:19 saidianing: tampilannya baru ya....
10/05/2012 16:04 mansyurin: ss tampilannya smakin top n menarik.
10/05/2012 08:40 kadedemes: waw, tampilan baru ya?
09/05/2012 12:41 Sarjana Kuburan: Cerita saya SARA ya?
View Shout History

Recent Topics

Tai Chi Mana yang Terbaik? by hunterboy
16/05/2012 16:57

Members Sahabat Silat JAWA TENGAH by luri
16/05/2012 15:10

Pembukaan Stand tgl 21-23 Juni 2012 by sarung kampret
15/05/2012 14:49

Rumahkayu Gelar Kontes Menulis Cerita Silat by mpcrb
15/05/2012 08:39

pewaris atau penerus perguruan by muramasa
14/05/2012 16:53

Ilmu pendamping ilmu silek by muramasa
14/05/2012 16:29

Tempat Latihan Tai chi by muramasa
14/05/2012 15:10

Tai Chi dan Reiki by muramasa
14/05/2012 14:55

Cingkrig Nasrullah Rawa Belong by sarung kampret
14/05/2012 13:58

Pembukaan Kelas Baru Latihan Tai Chi Bandung Timur by hunterboy
14/05/2012 13:24

PRIHATIN DENGAN KEJADIN YANG TERUS BERULANG..... by luri
13/05/2012 17:35

IKSPI KERA SAKTI by dhanie_thewha
12/05/2012 15:08

[BUKUTAMU] by yudhicox
10/05/2012 22:33

SATRIA TUNGGAL, SILAT BETAKO ASAL KAB. LAMONGAN by ndog bledheg
10/05/2012 17:13

Pengumuman Bagi Praktisi Tenaga Dalam by mansyurin
10/05/2012 16:26

SilatIndonesia.Com


Prabowo Siap Angkat Pamor Silat
Lomba Penulisan Artikel Silat
The Raid Sukses, Saatnya Wisatawan Belajar Silat!
Kritikus Dunia Komentari Film ‘The Raid’
Paguyuban Angkringan Silat
Pengumuman Pemenang Lomba Artikel Pencak Silat Indonesia

Author Topic: Persatuan Hati (PH) dan perguruan tua di Jogya/Jawa  (Read 16744 times)

santri kinasih

  • Moderator
  • Calon Pendekar
  • **
  • Thank You
  • -Given: 2
  • -Receive: 35
  • Posts: 585
  • Reputation: 115
    • Email
Re: Persatuan Hati (PH) dan perguruan tua di Jogya/Jawa
« Reply #15 on: 16/06/2008 18:09 »

Alkisah Romo Nardi adalah seorang pendekar silat yang memang terkenal dengan kesaktiannya yang luar biasa. Ketika muda beliau diceritak pernah mematahkan tiang gawang sepakbola dengan sekali pukul..Padahal ketika itu tiang gawang dibuat dari kayu yang sangat kuat..

Romo Nardi sering diceritakan di kalangan teman-teman PH sebagai pendekar yang menguasai ilmu pernapasan tingkat tinggi...

Walaupun saya juga banyak mendengar bahwa terdapat banyak kesamaan ilmu antara romo Nardi dan pendiri MP, tapi saya pun tidak berani berspekulasi bahwa MP adalah bentukan Romo..

(CMIIW) Yang saya tau adalah Romo Nardi adalah tokoh agama kristen Katholik, sama halnya dengan Romo Mangku.., sehingga 2 perguruan yang didirian (tunggal hati seminari dan tunggal hati maria) memang banyak dianjarkan di gereja atau sekolah katholik...Sementara MP mulai berkembang lewat sekolah Kristen Protestan (BOPKRI) di Yogyakarta dengan lambang merpati yang mengembangkan sayap sehingga berbentuk seperti salib..

Sementara PH adalah perguruan yang terbuka untuk umum, sementara Phasaja dulu khusus untuk Muslim, WNI dan Laki2x...


CMIIW,

SK

(Pernah Jadi Anak Didik "MJ14" di PH)



pastorbonus

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 300
  • Reputation: 8
  • Tunggal Banyu Tunggal Ilmu
Re: Persatuan Hati (PH) dan perguruan tua di Jogya/Jawa
« Reply #16 on: 17/06/2008 11:04 »
Setuju kakangmas Mantrijeron... adimas nderek kemawon...
Memang betul yang dibabarkan kang MJ... juga bisa dilihat di file struktur silat yg ada di TS ini (cuman belum lengkap :-D), jadi keilmuan MP tu yang kedata berasal dari:

- Keluarga (Saring Hadi Purnomo)
- Romo Nardi (Tunggal Hati), hubungannya dengan Saring... aq ngga tau.. tetangganya kali... para sesepuh yg bisa jawab ni.
- Margaluyu (untuk materi meditasinya)

Tenang saja banyak kok para sesepuh yg mengasuh di TS ini sehingga dijamin banyak hal yang ga' ada di buku he..he..he..
Menambah wawasan kan bagus... cuman ya itu jangan diklaim kebenarannya.. termasuk yg aku tulis juga ga bisa saklek dibenarkan.. karena aku jg ga ngalamin sendiri.. cuman berasal dari berita, cerita, tulisan temen lain baru aku rangkai hubungan kedekatannya..

Thanks para sesepuh,
Pastorbonus
Pertapaan Tunggulwulung, di bawah kaki gunung Arjuna

Aguswin

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 2
  • -Receive: 7
  • Posts: 407
  • Reputation: 34
    • Kelatnas Indonesia Perisai Diri
    • Email
  • Perguruan: Kelatnas Indonesia Perisai Diri
Re: Persatuan Hati (PH) dan perguruan tua di Jogya/Jawa
« Reply #17 on: 20/06/2008 08:47 »
Tehnik pembelaan diri ini terus diasah dan digesekkan dengan para tokoh lainnya. Tokoh yang sering disebut-sebut adalah : Rm Nardi (tokoh aliran tunggal hati), Rm Widji Hartani (Phasadja) dan Sugiman, juga Purwo Sumarto. Sangat mungkin dalam perjalanannya terjadi proses saling belajar dan memperkaya dengan para sesepuh dan tokoh-tokoh pencak lainnya.

Widji Hartani itu Phasadja atau Prisai Sakti ?

Mantrijeron14

  • Moderator
  • Anggota Senior
  • **
  • Thank You
  • -Given: 25
  • -Receive: 19
  • Posts: 390
  • Reputation: 50
  • terrorizing people wherever I go
Re: Persatuan Hati (PH) dan perguruan tua di Jogya/Jawa
« Reply #18 on: 20/06/2008 10:22 »


Widji Hartani itu Phasadja atau Prisai Sakti ?

IMHO/AFAIK/Setahu saya:
Bbrp sesepuh perguruan di tlatah Djokdja pernah ngangsu kawruh alias belajar di PH, termasuk KRT Tarjo Nagoro dan Widji Hartani. Beliau2 ini seangkatan dengan pak Marto Harjono, yang sekarang jadi sesepuh di PH pusat (Bantul, DIY). Pak Tarjo kemudian mendirikan Phasadja dan pak Widji mendirikan Perisai Sakti Mataram. Disebut pula bahwa Romo Nardi merupakan alumnus PH diangkatan lebih awal, beliau seangkatan dengan alm KRT Suwandi Secodipuro (sesepuh Tentara Pelajar dan yayasan 17). Karena jejak2 langkah beliau2 ini masih hangat dan bisa dibuktikan, maka silakan mas pastorbonus menemukan sisik-melik dari serpihan informasi yang bisa digali. Kalo informasi saya keliru tolong diluruskeun, lha wong itu cuma saya denger, belon dibuktikan. Fakta kan berbicara lebih keras dari kata-kata.... huehue..

Silakan, jangan sungkan2 mas...Saya terbuka mawon...

Wassalam,
"Gerak tak lebih cepat dari pikiran, hati tahu lebih dulu."

Aguswin

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 2
  • -Receive: 7
  • Posts: 407
  • Reputation: 34
    • Kelatnas Indonesia Perisai Diri
    • Email
  • Perguruan: Kelatnas Indonesia Perisai Diri
Re: Persatuan Hati (PH) dan perguruan tua di Jogya/Jawa
« Reply #19 on: 20/06/2008 11:04 »

A similar effort was undertaken in Yogyakarta. In 1943, four renown pencak masters –Sukowinadi from the Perguruan Pencak Mataram (Perpim) Harimurti, Tardjo Nagoro of Phasadja, Alip from SH Yogyakarta, and Soewiknjo from the Persatuan Hati (PH)– set up an organisation called Gabungan Pencak Mataram (Gapema) to collectively support the development of pencak in the Sultanate of Yogyakarta. Several years later, to be exact in 1947, another organisation, called Gabungan Pentjak Seluruh Indonesia (Gapensi), was set up in Yogyakarta by Mohamad Djoemali in association with several pencak leaders, namely Ndoro Sutarjo, RMS Dirjo Atmodjo (who went on to found Perisai Diri in Surabaya in 1953), Widji Hartani (who would later found Perisai Sakti), and Widjaja. Its aim was to unite pencak styles all over Indonesia.-diambil dr tulisan kang Oong "The beginnings of the Indonesian Pencak Silat Bond (IPSI)"

... Alip from SH Yogyakarta ... => apakah SH = Setia Hati ?

... and Soewiknjo from the Persatuan Hati (PH) ... => Di file Struktur_Sejarah_Silat.xls dari Mas Pastorbonus, tercantum bahwa Pak Wignyo dari Phasadja. Apakah ini orang yang sama ?

... Ndoro Sutarjo ... => apakah beliau dari Budaja Indonesia Mataram (Bima) ?

... Mohamad Djoemali ... and Widjaja => dari perguruan pencak silat apa ?

Aguswin

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 2
  • -Receive: 7
  • Posts: 407
  • Reputation: 34
    • Kelatnas Indonesia Perisai Diri
    • Email
  • Perguruan: Kelatnas Indonesia Perisai Diri
Re: Persatuan Hati (PH) dan perguruan tua di Jogya/Jawa
« Reply #20 on: 21/06/2008 20:39 »
Ehm ... ehm ...

Mantrijeron14

  • Moderator
  • Anggota Senior
  • **
  • Thank You
  • -Given: 25
  • -Receive: 19
  • Posts: 390
  • Reputation: 50
  • terrorizing people wherever I go
Re: Persatuan Hati (PH) dan perguruan tua di Jogya/Jawa
« Reply #21 on: 23/06/2008 12:53 »
Uhuk-uhuk...(batuk mode on*)
Wah ini agak mbalik ke masa lalu agak mengandalkan ingatan, kalo masalah Lu lebih gampang  :D... beda pisah kata beda arti Bouw!!
Saya coba jawab setahu saya ye boss:
  • Alip disini dari SHO-Setia Hati Organisasi
  • Kalo yg dimaksud Kolonel Suwignyo, maka beliau dr PH dan ikut mendirikan Phasadja (sebelumnya mendirikan perguruan KIPAS, tapi ane kagak tahu singlkatannye.... maaf.. maaf)
  • Moh Djoemali dr Tapak Suci
  • Ndoro Sutardjo benar dr BIMA-Budaja Indonesia Mataram, kalo nyang dedengkotnya Gapema KRT Tarjo Nagoro dari Phasadja, dus mereka adalah 2 orang yg berbeda.
  • Widjaja- saya ga tauk tuh sampe sekarang :-[, kalo ada nyang tahu silakan di share.., jangan sungkan2
Cekak aos, bloko suto..

Wassalam,


"Gerak tak lebih cepat dari pikiran, hati tahu lebih dulu."

Sosro_Birowo

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 336
  • Reputation: 34
  • The best of us is never enough but God's love
    • Email
Re: Persatuan Hati (PH) dan perguruan tua di Jogya/Jawa
« Reply #22 on: 24/06/2008 10:27 »
Alkisah Romo Nardi adalah seorang pendekar silat yang memang terkenal dengan kesaktiannya yang luar biasa. Ketika muda beliau diceritak pernah mematahkan tiang gawang sepakbola dengan sekali pukul..Padahal ketika itu tiang gawang dibuat dari kayu yang sangat kuat..

Romo Nardi sering diceritakan di kalangan teman-teman PH sebagai pendekar yang menguasai ilmu pernapasan tingkat tinggi...

Walaupun saya juga banyak mendengar bahwa terdapat banyak kesamaan ilmu antara romo Nardi dan pendiri MP, tapi saya pun tidak berani berspekulasi bahwa MP adalah bentukan Romo..

(SK)

Memang bener ..Romo Nardi lebih dikenal sebagai ahli-nya ilmu pernafasan dan hal inilah yang membedakan dengan ilmu yang dimiliki oleh Romo Mangku.
Sehingga menurut muridnya Rm. Nardi yaitu Sukomartoyo yang sekarang lebih dikenal dengan Rm Hadiwijaya; hubungan antara Rm Nardi dan Rm Mangku bukanlah guru dan murid. Tapi lebih pada sparring partner atau rekan untuk saling berbagi ilmu. Lebih lagi jika dilihat keahlian keduanya sangat berbeda ...Rm Nardi sendiri mengaku banyak belajr ilmu pencak pada Rm Mangku; Rm Mangku juga mengaku juga belajar berbagai hal dari Rm Nardi terutama soal olah nafas, dan juga beberapa tehnik meditasi..
Trus mana yang bener? walahulam..

Rm Nardi sendiri mempunyai anak yang diantaranya : Mas Yanto dan Mas Guntur ..salah satunya sudah almarhum, saya lupa yang mana. Yang jelas salah satu anaknya itu mendirikan  perguruan RETI ATI, yang sekarang tidak begitu jelas apakah masih ada atau tidak.
Untuk latihan Tunggal Hati (pernafasan)--warisan Rm Nardi; beberapa bulan lalu seorang teman menemukan tempat latihan mereka di daerah plengkung gading; dan masih terus berlanjut hingga kini, tanpa publikasi dan terkesan hanya untuk kalangan terbatas saja.

Ada sumber terpercaya (beliau minta namanya tidak disebutkan) yang mengatakan bahwa Mas Pung dan Mas Budi (pendiri Merpati Putih/MP) pernah berguru pada Rm Nardi; balajr pernafasan dan juga pencak silat; dalampraktek latihannya; mereka dilatih oleh Rm Hadiwijaya (karena Rm Nardi sudah mulai sakit2an, saat itu), yang merupakan suheng mereka.

Tentang pendirian Merpati Putih ada kisah begini;
dulu dalam tradisi pendekar di Jogya, jika mau mendirikan perguruan haruslah seorang yang sudah mencapai level pendekar. Namun karena saat itu Mas Pung dan Mas Budi belumlah pendekar; maka mereka minta bantuan Rm Hadiwijaya untuk mendirikan Perguruan MP.
Akhirnya (tahun 60'an menjelang G30S) didirikanlah perguruan TUNGGAL HATI MERPATI PUTIH ...yang kemudian berubah namanya manjadi MERPATI PUTIH. Dalam perjalanannya Rm Hadiwijaya, mundur dari Merpati Putih karena perbedaan visi dan misi.
Belakangan (1985) Rm Hadiwijaya sendiri mendirikan perguruan sendiri yang lebih dikhusukan untuk kalangan gereja yaitu Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria (THS-THM).

Menurut Mbah Marto (sesepuh PH), anaknya Rm Mangku, Rm Hadiwijaya; (ini hasil wawancara saya sendiri):

Tunggal Hati/Persatuan Hati dan segala ilmu turunannya tidak lah memiliki hubungan apapun dengan Setia Hati/SHO/SHT atau perguruan pecahannya.
Saat itu di tanah jawa (sebelum kemerdekaan); pencak memang lebih ditujukan untuk pembentukan moral dan mental serta karakter yang tecermin dalam HATI seseorang. Itulah sebabnya kata 'HATI' banyak dipakai untuk menunjukkan bahwa tujuan pencak silat adalah menjadikan pribadi ber-hati mulia...Sehingga sangat umum dan lebih pada kebetulan saja terjadi persamaan nama dengan kata 'hati'; tanpa adanya ikatan keilmuan secara beladiri..
Menguasai Kekuatan/kesaktian adalah untuk belajar rendah hati dan sadar akan adanya Kekuatan MahaTertinggi yaitu Sang Cahaya Kasih Sejati.

Sosro_Birowo

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 336
  • Reputation: 34
  • The best of us is never enough but God's love
    • Email
Re: Persatuan Hati (PH) dan perguruan tua di Jogya/Jawa
« Reply #23 on: 24/06/2008 10:46 »
Menurut buku yang ditunjukkan oleh Kang O'ong Maryono,
Pak Dirjo (sebelum mendirikan PD) pernah tergabung dan belajar pada BIMA ini. Sejatinya BIMA adalah alumnus atawa murid-murid yang belajar pada Yap Kie San serta juga belajar ilmu pencak jawa; sehingga terjadi ramuan dan gabungan disana. Ada yang mengatakan bahwa lebih dominan unsur kuntaunya/kungfunya.

Salah seorang tokoh tua (sayang beliau minta agar namanya tidak dipublikasikan) yang  tau soal BIMA, pernah bercerita pada muridnya dan muridnya bercerita pada saya bahwa ; secara kelilmuan BIMA berhutang pada kuntao (aliran dari Yap Kie San) dan juga digabungkan dengan ilmu pencak jawa (termasuk di dalamnya pola serang hindar --lihat ulasan di bawah);
waktu itu ada ide untuk membuat semacam pencak nasional; maka beberapa pendekar (termasuk dari BIMA)meramu ilmunya; dan digabungkan jadi satu. Ilmu ini diwariskan kepada Pak Dirjo untuk diteruskan dan disebarluaskan.

Satu hal yang sangat menarik:
-pada aliran Tunggal Hati(dan mungkin juga PH) ada latihan permaianan langkah dan "serang hindar" (yang sekarang banyak dipakai oleh teman2 di PD).

Menurut penuturan Rm Hadiwijaya: metode "serang-hindar" dengan cara ada aba-abanya yaitu dengan tepukan tangan yaitu  satu tepukan : satu orang menyerang dan yang lainnya menghindar adalah pola latihan yang dikembangkan oleh perguruan tua di jogya. Khususnya sesudah terbentuknya Be United tahun 20-an. Metode ini dikembangkan karena selain melihat banyaknya yang cedera ketika latihan tarung, juga untuk -step-by step-- meningkatkan kemampuan pesilat baik secara refleks dan juga penggunaan jurus dalam tarungan asli.

Pola latihan serang hindar ini kemudian secara unik dan berbeda juga dikembangkan di PH dan Tunggal Hati. Tahun lalu waktu saya ke Jogya, saya melihat pola latihan PH di bantul dengan pola langkah dan metode serang hindar yang unik. ada aba-aba maju/mundur (mengikuti pola dasar langkah segitiga) trus serang: Seorang akan menyerang mengikuti aba-aba, sementara yang lainnya menghindar saja. 
(Mungkin teman yang dari PH bisa menerangkan lebih baik lagi : Kang MJ?)

Sementara di Tunggal Hati, pola latihan pencak dengan 'tarungan ritmis' artinya : satu orang boleh menyerang dan lainnya hanya menghindar ; dengan mengikuti irama tepukan tangan. Mula-mula tepukan tangan pelan, untuk satu serangan ..lama-lama tepukannya makin cepat sehingga serangan dan hindaran harus lebih cepat juga jgua hindaran dengan sekaligus membalas.Pada akhirnya, terjadi tarungan ritmis tanpa ada aba-aba lagi (tepukan tangan)..
Pola latihan ini masih dipakai hingga saat ini oleh perguruan bentukan Rm Hadiwijaya yaitu THS-THM


Saya sungguh terkejut melihat pola dan kesamaan metode serang balas (PH), tarungan ritmis (TH) dan serang-hindar di PD..Mana yang lebih dulu atau hanya kebetulan menemukan pola yang sama??? hmm perlu riset lebih mendalam..

tapi ya itulah kekayaan budaya pencak silat dari tanah air kita ...

Sosro Birowo
« Last Edit: 24/06/2008 11:42 by Sosro_Birowo »
Menguasai Kekuatan/kesaktian adalah untuk belajar rendah hati dan sadar akan adanya Kekuatan MahaTertinggi yaitu Sang Cahaya Kasih Sejati.

Sosro_Birowo

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 336
  • Reputation: 34
  • The best of us is never enough but God's love
    • Email
Re: Persatuan Hati (PH) dan perguruan tua di Jogya/Jawa
« Reply #24 on: 24/06/2008 16:48 »
Quote from: Mantrijeron14 [list
[li]Ndoro Sutardjo benar dr BIMA-Budaja Indonesia Mataram, kalo nyang dedengkotnya Gapema KRT Tarjo Nagoro dari Phasadja, dus mereka adalah 2 orang yg berbeda

Tulung dung dibabar lebihlanjut soal BIMA ini ?
sekarang masih ada kah?siapa saja tokohnya? apa saja kiprahnya dan lain-lain...

Seandainya ada Mas O'ong Maryono yang membantu memberi pencerahan hicks hicks ...

tabik
S Birowo
Menguasai Kekuatan/kesaktian adalah untuk belajar rendah hati dan sadar akan adanya Kekuatan MahaTertinggi yaitu Sang Cahaya Kasih Sejati.

Aguswin

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 2
  • -Receive: 7
  • Posts: 407
  • Reputation: 34
    • Kelatnas Indonesia Perisai Diri
    • Email
  • Perguruan: Kelatnas Indonesia Perisai Diri
Re: Persatuan Hati (PH) dan perguruan tua di Jogya/Jawa
« Reply #25 on: 24/06/2008 20:23 »
Menurut buku yang ditunjukkan oleh Kang O'ong Maryono,
Pak Dirjo (sebelum mendirikan PD) pernah tergabung dan belajar pada BIMA ini. Sejatinya BIMA adalah alumnus atawa murid-murid yang belajar pada Yap Kie San serta juga belajar ilmu pencak jawa; sehingga terjadi ramuan dan gabungan disana. Ada yang mengatakan bahwa lebih dominan unsur kuntaunya/kungfunya.

Salah seorang tokoh tua (sayang beliau minta agar namanya tidak dipublikasikan) yang  tau soal BIMA, pernah bercerita pada muridnya dan muridnya bercerita pada saya bahwa ; secara kelilmuan BIMA berhutang pada kuntao (aliran dari Yap Kie San) dan juga digabungkan dengan ilmu pencak jawa (termasuk di dalamnya pola serang hindar --lihat ulasan di bawah);
waktu itu ada ide untuk membuat semacam pencak nasional; maka beberapa pendekar (termasuk dari BIMA)meramu ilmunya; dan digabungkan jadi satu. Ilmu ini diwariskan kepada Pak Dirjo untuk diteruskan dan disebarluaskan.

Kalo yang saya denger, dari enam orang murid Yap Kie San yang sanggup bertahan di bawah gemblengannya, yang orang Jawa cuma 2 orang, yaitu Pak Broto dan Pak Dirdjo, selain itu orang Tionghoa semua. Jadi, Pak Dirdjo menimba ilmunya langsung dari Yap Kie San, bukan belajar dari muridnya Yap Kie San. Pak Broto ini adalah Pak Broto Sutarjo yang mendirikan Bima (Budaja Indonesia Mataram), sepertinya orang yang sama dengan Ndoro Sutardjo sebagaimana postingan Mas MJ. Pak Dirdjo bersama Pak Broto melatih di Bima, bukan berarti Pak Dirdjo berguru kepada guru Bima. Di kemudian hari Pak Dirdjo memisahkan diri dari Bima dan mendirikan Perisai Diri. Begitu cerita yang saya dengar. Mohon koreksinya apabila ada yang tidak akurat.
« Last Edit: 24/06/2008 20:53 by Aguswin »

sedyaleksana

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 17
  • -Receive: 6
  • Posts: 417
  • Reputation: 42
    • PD Germany & Swiss
  • Perguruan: Perisai Diri
Re: Persatuan Hati (PH) dan perguruan tua di Jogya/Jawa
« Reply #26 on: 24/06/2008 20:35 »
Dr informasi yg saya dengar memang tepat yg seperti mas Agus ceritakan. Sampai skr kalau ada acara di Yogya para sesepuh PD juga selalu silaturahmi ke pak Broto. Sedang murid2 Yap Kie San yg lain yg masih aktif dgn perguruan Kung Fu -nya juga masih banyak. Mumpung pak Broto masih hidup bisa langsung dikonfirmasi ke Beliau di Yogya.
Salam
Chandrasa

dsbasuki

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 11
  • -Receive: 24
  • Posts: 527
  • Reputation: 56
    • Who? Me?
  • Perguruan: Kelatnas Indonesia PERISAI DIRI
Re: Persatuan Hati (PH) dan perguruan tua di Jogya/Jawa
« Reply #27 on: 24/06/2008 23:22 »
Betul dan saya setuju kalo soal ini bisa ditanyakan langsung sama Pak Broto. Memang, cerita versi Mas Agus itu yang saya tahu. Tapi bisa saja to penggambaran sesuatu itu didasarkan atas siapa yang menggambarkannya? So, seperti Mas Chandrasa juga bilang, mumpung tokohnya masih sugeng, silakan kalau ada yang bisa, mohon ditanyakan langsung ke Pak Broto.

Salam...

sedyaleksana

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 17
  • -Receive: 6
  • Posts: 417
  • Reputation: 42
    • PD Germany & Swiss
  • Perguruan: Perisai Diri
Re: Persatuan Hati (PH) dan perguruan tua di Jogya/Jawa
« Reply #28 on: 25/06/2008 04:09 »
Sedikit koreksi dr tulisan saya yg terdahulu.
Bukan murid2 Yap Kie san yg masih exist, melainkan keturunan/murid dr Lauw Djing Tie yg masih exist, yaitu Kung Fu Garuda Emas di Semarang. Suhu Yap Kie San pernah berguru kepada salah satu (atau dua) murid Lauw Djing Tie. Jadi Yap Kie San adalah Cucu murid Lauw Djing Tie.
Anak2 Garuda Emas (bapak Rudi Wibowo, guru besar Garuda Emas) juga mengenal pendiri PD Pak Dirjo dan Pak Broto dr Bima dgn baik sekali. Jadi anak2 PD, anak2 Garuda Emas, dan anak2 BIMA, atau keturunan Lauw Djing Tie lainnya (yg tidak saya ketahui) masih merupakan "saudara", ilmunya banyak yg sama dr segi nama tetapi dalam gerakan sudah berbeda. Pada waktu ulang tahun ke 50 PD anak2 Garuda Emas juga diundang dan ikut menyumbang demonstrasi, sedang para sesepuh PD pun masih menjalin tali silaturahmi dan berhubungan baik dgn pak Broto (Bima). Menurut info yg saya ketahui pak Dirjo mengenal pak Broto sebelum BIMA dan kemungkinan besar (saya tidak tahu pasti) pak Broto-lah yg mengenalkan pak Dirjo ke Suhu Yap Kie San.
Versi lainnya menyatakan, selain pak Broto dan pak Dirjo, juga bergabung (atau ikut mendirikan BIMA) beberapa sesepuh silat lainnya di Yogya. Pak Dirjo berpisah dr BIMA karena perbedaan politik pada jaman perjuangan mendirikan RI, pak Dirjo yg lebih cenderung ke PNI keluar dr BIMA dan akhirnya mendirikan PD, anggota BIMA yg lainnya (saya kurang tahu siapa) yg lebih ke Muhammadiyah keluar dr BIMA dan ikut membidani lahirnya Tapak Suci. Mungkin karena itu pak Dirjo menamakan perguruan yg didirikannya dgn nama Keluarga Silat Nasional Indonesia (Kelatnas PD).
CMIIW
Salam
Chandrasa
« Last Edit: 25/06/2008 12:39 by sedyaleksana »

sedyaleksana

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 17
  • -Receive: 6
  • Posts: 417
  • Reputation: 42
    • PD Germany & Swiss
  • Perguruan: Perisai Diri
Re: Persatuan Hati (PH) dan perguruan tua di Jogya/Jawa
« Reply #29 on: 25/06/2008 04:23 »
Tulung dung dibabar lebihlanjut soal BIMA ini ?
sekarang masih ada kah?siapa saja tokohnya? apa saja kiprahnya dan lain-lain...
tabik
S Birowo
Saya kutipkan sejarah BIMA dr Buku Silat BIMA, terbit Tanggal 1 Februari 1965.
salam
Chandrasa

RIWAYAT SINGKAT B.I.M.A.
Oleh : Soemardjiman

Budaya Indonesa Mataram ( B.I.M.A. ) lahir sebagai organisasi pada tanggal 8 Februari 1953. Ia lahir kebetulan di kota Kebudayaan, di tengah-tengah organisasi-organisasi pencak silat yang lain yang tidak sedikit jumlahnya. Sekarang ia berumur + 3 tahun 8 bulan, ia menunjukkan hak hidupnya. Dan memang dikehendaki oleh para pendiri dan anggota-anggotanya agar BIMA tetap hidup, serta memperjuangkan cita-citanya. Memperkembangkan dunia pencak-silat. Selama ini ia ikut aktif dalam arena pencak-silat, dalam demonstrasi-demonstrasi, atau pameran di hadapan para tamu-tamu luar negeri. Kesemuanya dengan tujuan memperkenalkan dunia silat di kalangan luas.
Apakah Silat Bima juga lahir bersama dengan lahirnya organisasi BIMA, formil jawabnya Ya! Tapi sesungguhnya, Tidak! Sebelum organisasi BIMA lahir, lama sebelum itu telah ada seorang tokoh pencinta Silat yang dengan diam-diam memperdalam ilmunya sampai puluhan tahun. Beliau ini banyak mempelajari pencak-silat dari aliran apa pun. Mempelajari di sini, bukan berarti “belajar”. Beliau hanya belajar pada seorang Guru ( Pendekar ) yang namanya tidak begitu terkenal. Justru Guru ini tidak mendirikan perguruan silat, dus bolehlah dikatakan Guru pribadi. Atau hubungan antara bapak dengan anak.
Apakah tehnik Silat BIMA itu orisinil, artinya ciptaan asli !? Lebih dulu saya ingin bertanya : adakah keaslian dalam dunia Silat? Menurut pendapat saya, dalam hidup ini saling pengaruh mempengaruhi, ada proses these, anti these dan synthese. Dus penciptaan silat tehnik BIMA pun tidak lepas dari these, anti these dan synthese. Pengaruh dari luar banyak, tetapi dalam perumusannya (formulasinya) menghendaki kepribadian, kalau tidak hendak dikatakan penjiplakan (plagiator). Pribadi silat tehnik BIMA nyata dalam penggunaan istilah yang selalu mencari sendiri yang cocok dengan gerak serta nafas ke-Indonesiaan. Kita selalu mencoba menghindari istilah-istilah asing atau meniru-niru istilah pencak-silat yang ada.
Lebih jauh mengenai “Ilmu Silat BIMA”, saya tegaskan bahwa penyusun tehnik silat BIMA adalah Bapak Brotosoetarjo, yang dimaksud dengan tokoh pencinta silat tersebut di atas. Bapak Brotosoetarjo, sebelum lahirnya BIMA, pada waktu sesudah clash kedua, pernah menyumbangkan ilmu silatnya di Akademi Militer Yogyakarta. Pada waktu Kongres kesatu I.P.S.I. di Yogya beliau menjadi utusan Akademi Militer. Dewasa ini pak Broto sebagai anggota Bagian Tehnik P.B. IPSI, selaku Sekretaris. Dan pada tahun pelajaran 1956 / 1957 beliau diserahi mengajar di B.I. Pendidikan Jasmani Yogyakarta, mengajar silat. Kalau saya mengetengahkan tokoh Bapak Brotosoetarjo, bukanlah maksud saya memuja seseorang, atau mendewa-dewakan, tetapi sekedar memperkenalkan kepada saudara, siapa pengasuh tehnik silat kita ini. Sekedar riwayat dalam dunia Silat BIMA, kita sebenarnya banyak berhubungan dengan instansi-instansi resmi atau organisasi-organisasi. Kita sudah berkali-kali diminta meramaikan suatu pertemuan dengan pameran silat. Keluar kota, bahkan sampai ke luar Jawa, misalnya ke Kalimantan. Sudah tentu semua tidak atas biaya kita, tapi dibiayai yang berkepentingan.
BIMA di kalangan Angkatan Perang juga tidak asing, justru pada waktu 8 orang utusan D.P.D.A.D. diutus untukk membuktikan sampai di mana pencak silat untuk pembelaan diri, justru pak Broto selaku anggota P.B. IPSI yang harus melayani tamu-tamu itu, dengan hasil suatu statement, bahwa O.Z. kurang nilainya daripada Silat.
Demikianlah sekedar riwayat BIMA, semoga BIMA hidup terus!
« Last Edit: 25/06/2008 04:34 by sedyaleksana »

 

Powered by EzPortal