+-

Video Silat


Shoutbox

23/12/2019 08:32 anaknaga: Tidak bisa masuk thread. dah lama tidak nengok perkembangan forum ini.
salam perguruan dan padepokan silat seluruh nusantara.
02/07/2019 18:01 Putra Petir: Akhirnya masuk jua... wkwkwk
13/12/2016 10:49 Taufan: Yuk ke Festival Kampung Silat Jampang 17-18 Desember 2016!!!
20/09/2016 16:45 Dolly Maylissa: kangen diskusi disini
11/02/2016 15:58 Taufan: Alhamdulillah SS sudah ON lagi ;-)
07/01/2016 10:00 luri: wa 'alaikumussalam
04/01/2016 20:21 May Lee: Assalamu 'alaikum
View Shout History

Recent Topics

Minta Do`a dan bimbingan para suhu dan sesepuh silat :D. SANDEKALA by zvprakozo
10/04/2019 18:34

PPS Betako Merpati Putih by acepilot
18/10/2018 17:03

On our book: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
13/03/2017 14:37

Siaran Radio ttg. Musik Pencak Silat di Stasiun "BR-Klassik / Musik der Welt" by Ilmu Padi
12/01/2017 16:19

Tentang buku kami: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
17/10/2016 20:27

Hoby Miara Jin by anaknaga
19/09/2016 04:50

TALKSHOW SILAT - Silat Untuk Kehidupan by luri
22/06/2016 08:11

Thi Khi I Beng by aki sija
17/08/2015 06:19

[BUKUTAMU] by devil
09/06/2015 21:51

Daftar Aliran dan Perguruan di Indonesia by devil
01/06/2015 14:01

SILAT BERDO'A SELAMAT by devil
01/06/2015 13:59

Persilatan Jurus Lima (Sabandar) by Marsudi Eko
14/05/2015 19:36

Kebugaran Merpati Putih by mpcrb
22/04/2015 16:16

PAWAI JAMBORE PENCAK 2015 by luri
20/04/2015 16:20

ALM. Kong Nur ( BEKSI Kampung Sawah) by initial_d
30/03/2015 14:02

SilatIndonesia.Com

Author Topic: PPS Betako Merpati Putih  (Read 691856 times)

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #375 on: 26/01/2011 10:32 »
@kang Bayu, demikianlah adanya.

Saya hanya menterjemahkan berdasarkan pengetahuan yang saya miliki kang. Adapun kalau mendengar penjelasannya sendiri sih mungkin tidak akan segamblang ini.

Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta. Mungkin itulah peribahasa yang tepatnya. Setelah mengenal getaran, maka akan tumbuh sayang, setelah sayang, maka akan tumbuh cinta. Ketika sudah cinta, maka semua yang dilihat, semua yang didengar, semua yang dipahami akan menjadi sangat positif dan sangat indah.

Ilmu Getaran Merpati Putih murni salah satu diversifikasi brilian dari olah tenaga pada level frekwensi. Dan memang dari level frekwensi inilah hal-hal yang kita lihat sebagai fenomena "supranatural" bisa dijumpai.

Menurut saya pribadi, kalau tenaga dalam biasa, levelnya adalah energi. Sedangkan getaran, levelnya adalah frekwensi. Perbedaan karakteristik inilah yang menjadi pembeda pada inovasi kemampuan yang ada di dalamnya. Inilah juga yang membuat saya jatuh cinta pada Merpati Putih dan belum berniat untuk mendua hati mempelajari beladiri lain. Seolah ada suatu "ruang tumbuh" dari keilmuan ini dengan aplikasi yang hampir tanpa batas. Ilmu Getaran Merpati Putih (IGMP) adalah suatu PENGETAHUAN BARU pada diri manusia mengenai bagaimana suatu obyek diterjemahkan. Selama ini manusia menterjemahkan wujud obyek melalui organ optik yakni mata. Pada getaran, obyek diterjemahkan dengan "rasa getaran" pada obyek tersebut,  yang kalau merujuk pada penelitian Dr. William dari John Hopkins University dapat dikatakan bahwa tenaga getaran itu bersifat atomic pada tingkat frekwensi. Sama halnya dengan fungsi mata yang juga bersifat atomic pada tingkat frekwensi, maka otak manusia akan bisa COCOK menterjemahkan karakteristik benda berdasar frekwensi yang ditembakkan/mengenai kepadanya. Sebab fungsi nalar penterjemahan sebelumnya yang menggunakan mata memang demikian adanya. Getaran sederhanya bisa dikatakan sebagai suatu teknik untuk mendapatkan pengetahuan baru mengenai benda dengan proses seperti halnya proses pada mata. Dapat pula dikatakan ia akan bisa "mengganti" fungsi mata (mediumnya saja yang diganti tetapi proses dan bagaimana otak menterjemahkan tetap saja sama sehingga tidak akan terjadi penolakan terhadap otak). Bahkan ia lebih luas jangkauannya dibanding fungsi mata yang terbatas.

Getaran/gelombang sangat banyak digunakan di dalam dunia medis maupun militer. Karakteristiknya yang unik dapat masuk pada beragam kegunaan yang bahkan militer mengeluarkan dana jutaan dolar untuk melakukan riset ini dan merupakan salah satu riset terbesar di dunia (berdasarkan www.livescience.com). Artinya, ada keistimewaan pada getaran/gelombang ini. Resonansi pada level frekwensi ternyata memunculkan fenomena-fenomena unik dan dahsyat. Bagaimana atom-atom yang beresonansi bisa melemahkan struktur molekul hingga benda padatpun bisa menyerpih menjadi debu, dsb. Potensinya sangat luas. Dari mulai pengobatan hingga pembunuhan. Dari mulai bersembunyi hingga merusak. Alat penghancur batu ginjal, berprinsip pada getaran. Pesawat udara tercanggih STEALTH juga berpinsip pada getaran/gelombang. RADAR berpinsip pada getaran. Alat tembus benda berbasis inframerah juga berprinsip pada getaran. Mata bionik, alat militer untuk menembus benda, dsb, yang kalau ditulis satu persatu akan sangat banyak. Intinya riset getaran/gelombang ini menyimpan potensi luar biasa.

Kalau selama hidupnya praktisi sudah melihat ribuan obyek melalui matanya dan terekam pada otak sebagai suatu pengetahuan, ketika ia menguasai tenaga getaran maka akan didapat sebanyak itu pulalah pengetahuan obyek yang ada, plus visualisasi memori otak yang ada di dalamnya termasuk diversifikasi dan sintesa lain yang dihasilkan. Inilah topik yang begitu menarik buat saya untuk diteliti dan dipahami.

Demikian pendapat saya.

Semoga membantu.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

Bayu Umbara

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 195
  • -Receive: 121
  • Posts: 1.214
  • Reputation: 197
  • Datuk Bagindo Rajo
    • http://silekminangpandekacupak.blogspot.com/
  • Perguruan: Sasaran Silek Harimau Cupak
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #376 on: 26/01/2011 11:27 »
Woow ternyata sangat menarik sekali getaran ini, ilmiah dan logis, mudah2an suatu saat kelak saya diberikan kesempatan oleh Yang Maha Kuasa untuk memahami dan menguasai getaran ini secara real,amiin. seperti kata mas agung: tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta, tak cinta maka tak kawin, tak kawin maka tak punya anak hehe :w :w :w maaf mas becanda, jadi intinya saya harus kawin dulu dengan MP baru akan lahir getaran bukan begitu mas?
matur nuwun mas
salam

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #377 on: 26/01/2011 13:10 »
hehehe kang bayu bisa aja. :D

Banyak yang tak cinta tapi bisa kawin kang? Punya anak pula. Tapi bukan nikah looh.  :w

***

Kang Bayu, sebenernya mas Prapto sudah pernah mengatakan bahwa siapapun yang sudah bisa merasakan tenaga dirinya dan bisa menyalurkan, maka sekurang-kurangnya bisa digunakan untuk mendeteksi ada benda atau tiada benda di depannya. Setelah itu silahkan dikembangkan.

Bahwa MP kenapa bisa sejauh ini, menurut saya karena memang ini sudah inheren pada kurikulum keilmuannya saat ini dan sudah dikembangkan selama bertahun-tahun sejak generasi (alm) Mas Budi. Berturut-turut hingga detik ini. Lengkap dengan segala kemungkinan, teori-teori, pemahaman, aplikasi (baik yang resmi maupun yang berkembang sendiri pada masing-masing cabang). Pengetahuannya memang sudah mengarah kesitu (setidaknya para kurikulum resminya hingga tingkat Kombinasi dan Khusus). Berbeda apabila ada orang lain yang ingin belajar keilmuan ini, maka tentunya ia akan meninggalkan sementara apa yang sudah pernah ia pelajari sebelumnya untuk masuk pada teori, metode, dan aplikasi pada ilmu getaran versi Merpati Putih. Hal ini tentunya akan ada implikasi ybs terhadap keilmuan aslinya. Apakah ia akan menunda sementara (karena sedang belajar teori dan aplikasi getaran MP) atau malah melupakan dulu sementara. Barangkali kalau jenius, mungkin akan lebih cepat. Tapi bagi orang normal, tentu akan berpikir ulang. Kalau yang dipelajari olah gerak, tentu relatif mudah. Tapi kalau olah rasa, tentu perlu waktu lama untuk memahami hingga mendetail. Kecuali pada tahap sekedar bisa dan sekedar tahu.

Saya tidak dalam posisi menempatkan bahwa ilmu getaran Merpati Putih ini paling sakti diantara ilmu-ilmu yang lain pada beladiri lain. Tidak sama sekali. Saya hanya menemukan (secara subyektif) bahwa ini sangat menarik bagi saya. Itu saja. Hingga akhirnya dimulailah penggalian dan pemahaman seperti sekarang ini. Kalau bicara kehebatan/kesaktian, tentu diluar sana ada banyak yang jauuh lebih hebat. Masing-masing dengan kearifan lokal versi masing-masing. Tetapi yang menarik secara personal bagi saya sedikit sekali. Untuk itulah saya belum berniat untuk mempelajari hal lain selain daripada membaca atau sharing literatur-literatur, teori-teori dasar, pemahaman dasar, mengenai suatu hal. Dari pengetahuan itulah kemudian saya mencoba mengembangkan kemampuan saya. Dan ini aktivitas yang menyenangkan bagi saya. Seperti menemukan "mainan baru" yang tidak bosan-bosannya "dimainkan" sehingga membuat hati riang gembira. Setidaknya itu yang saya rasakan.

Beberapa tahun yang lalu saya menulis sebuah artikel yang berisi teori yang masih bersifat hipotesa mengenai teori menghilang menurut pendekatan getaran Merpati Putih. Pernah dibahas juga dikalangan terbatas antar teman. Ada dua hipotesa saat ini. Pertama, kalau kita bisa mencapai frekwensi penglihatan pada mata, lalu kemudian kita tingkatkan frekwensi tersebut menjadi lebih tinggi, maka mata manusia normal tidak akan bisa melihat kita (karena jangkauan frekwensi diatas normal rata-rata). Dengan kata lain kita akan terlihat "menghilang" dari jangkauan pandangan mata normal. Kedua, kalau kita bisa memancarkan getaran melingkupi tubuh kita lalu mengkondisikan tenaga getaran agar membelokkan cahaya dengan prinsip fisika pada hukum pembiasan, maka mata normalpun akan menganggap kita seolah "menghilang". Again, ini masih teori. Menunggu nanti tenaga getaran yang dilatih benar-benar maksimal, barulah insya Allah apa-apa yang pernah saya riset dan sudah menjadi teori dasar, akan coba dipraktekkan sendiri.

Kemajuan adalah memahami hal-hal yang kecil dan dapat mengambil intinya serta bisa mengembangkannya. Sedangkan kemunduran adalah mengumpulkan hal-hal yang kecil tapi tanpa memahami intinya.

Demikian pandangan saya.

Semoga membantu.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #378 on: 26/01/2011 13:28 »
Seringkali dalam kehidupan beladiri, kita mengumpulkan banyak hal tetapi tanpa kita pahami intinya. Disitulah justru kita sebenarnya mengalami kemunduran. Sedangkan kalau kita mendapatkan hal-hal yang walaupun kecil atau sepele tetapi kita bisa pahami intinya, maka tentunya kita bisa mengembangkannya. Itulah hakekat dari kemajuan yang sebenarnya.

Seringkali juga kita silau oleh "rumput tetangga" sehingga terkadang menganggap rendah rumput dihalaman rumah sendiri. Padahal sama-sama rumput, yang kalau kita jaga, rawat, kembangkan, dijamin tidak akan kalah "indah" dibanding rumput tetangga.

Menurut saya, fokus, repetisi, konsistensi, eksplorasi, dan implementasi adalah kunci keberhasilannya.

Semoga membantu.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

f4iz

  • Guest
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #379 on: 28/01/2011 02:19 »
Salam,
@Mas mpcrb,
Kalo didemo-2x Merpati Putih sering kita melihat pemecahan benda-2x dan getaran tutup mata.
Saya mau tanya, kayaknya jarang MP melakukan demonstrasi jurus senjata atau ketahanan/kekuatan tubuh (spt. tirai besi) ? Itu kenapa ya ? Apa kali sering cuman kebetulan saya enggak pernah liat aja kali :)
Saya pikir soalnya ilmu pernafasan MP selain utk pemecahan juga tentu ada juga yg utk ketahanan tubuh.
Terima kasih sebelumnya.
Wasalam,

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #380 on: 28/01/2011 11:20 »
@kang Godam, kalau dulu waktu saya awal-awal masuk MP, awal tahun 90-an, demo MP di Cirebon yang seringkali saya lihat adalah seperti ini:

  • Pematahan benda keras
  • Getaran tutup mata
  • Meringankan tubuh (melompati 10 orang yang duduk atau terkadang melompati 1 orang dewasa yang berdiri)
  • Pukulan jarak jauh (pada benda hidup (anggota yang jadi korban) dan benda mati (biasanya semangka yang digantung))
  • Fight dengan tutup mata
  • Ketahanan pukulan (meletakkan genteng pada dada dan punggung, lalu ditendang dengan tendangan T sambil lompat. Juga yang demo ditendangi/dipukuli pada tubuhnya pinggang keatas sampai leher tidak termasuk kepala)

Tapi tambah kesini, demo-demo seperti itu sudah mulai hilang. Sudah bergeser menjadi demo seni, fight (mata terbuka), pematahan benda keras, dan getaran saja (halang rintang, baca tulisan, ktp, dsb).

Demikian kang.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

f4iz

  • Guest
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #381 on: 28/01/2011 11:48 »
Salam,
@Mas mpcrb,
Terima kasih Mas penjelasannya. Selama yang saya liat rata-2x demo MP lebih ke Pemecahan benda keras dan getaran (fight tutup mata ato deteksi).
Padahal kalau dari bicara dgn temen-2x yg pernah ikut MP, ilmu pernafasan MP luas spt. meringankan tubuh, ketahanan pukulan, dsb. Maka itu saya penasaran nanya kenapa jarang terlihat didemo-2x MP.

Terima kasih.
Wasalam,

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #382 on: 28/01/2011 13:55 »
Saya kira banyak faktor sehingga kemudian bisa terjadi pergeseran demo MP.

Beberapa diantara bisa disebabkan karena :

1. Anggota menjadi lebih sadar bahwa demo-demo seperti itu umumnya akan bersifat kontroversial sehingga lebih banyak "diarahkan" pada aspek kemanusiaan (pengobatan, tunanetra, batu ginjal, dsb).

2. Penurunan penguasaan keilmuan kanuragan pada anggota (bisa jadi). Sehingga demonstrasi yang dilakukan hanya sebatas maksimal yang bisa dikuasai/lakukan. Tapi ini tidak massive, mungkin pada cabang-cabang tertentu yang sedikit senior (atau yang banyak migrasi ke tempat lain krn pekerjaan, mutasi, dsb)

3. Karakteristik masyarakat yang lebih realistis kemudian mengubah pandangan cara demonstrasi tim peraga MP ybs. Sehingga meskipun kemampuan ada dan memungkinkan, tetapi dikurangi dalam porsi-porsi yang sifatnya umum.

4. Dan sebab-sebab lain yang tidak kita ketahui.

Kalau untuk kota-kota besar, rasanya demo kanuragan pasti akan begitu kontroversial dibanding kota-kota kecil yang relatif bisa lebih menerima hal-hal seperti itu.

Demikian menurut pandangan saya.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

Bayu Umbara

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 195
  • -Receive: 121
  • Posts: 1.214
  • Reputation: 197
  • Datuk Bagindo Rajo
    • http://silekminangpandekacupak.blogspot.com/
  • Perguruan: Sasaran Silek Harimau Cupak
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #383 on: 29/01/2011 23:51 »
Mau nanya mas-mas pendekar mp kalau untuk pematahan benda keras itu butuh latihan berapa lama dan urutannya apa saja dalam pematahan benda keras kalau dihubungkan dengan lamanya latian tadi misalnya tingkat anu bisa mematahkan anu dst..,mohon penjelasan, terima kasih
salam

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #384 on: 31/01/2011 16:25 »
Kalau melihat kurikulum normal sih hingga mencapai tingkat Balik 2 (tingkat 4) rata-rata 6 bulan. Setelah itu nanti akan ada istilahnya PENGABDIAN, yakni dimana anggota MP akan diterjunkan ke kolat-kolat untuk mengaplikasikan keilmuannya. Biasanya diisi dengan membantu melatih. Lama waktu pengabdian ini berbeda-beda untuk tiap tingkatan mulai dari tingkat Balik 2. Diawali dari rentang waktu pengabdian 6 bulan hingga bertahun-tahun.

Jadi untuk 3 tingkat pertama hanya ada MASA BELAJAR KEILMUAN saja. Lama waktunya rata-rata 6 bulan. Kemudian setelah masuk tingkat 4 keatas akan ada PENGABDIAN + MASA BELAJAR KEILMUAN.

Tingkat 1 (Dasar 1) : pematahan 2 sasaran
Tingkat 2 (Dasar 2) : pematahan 2 sasaran
Tingkat 3 (Balik 1) : pematahan 3 sasaran
Tingkat 4 (Balik 2) : pematahan 5 sasaran
Tingkat 5 (Kombinasi 1) : pematahan 7 sasaran
Tingkat 6 (Kombinasi 2) : pematahan 9 sasaran
Tingkat 7 (Khusus 1, khusus tangan) : pematahan 9 sasaran
Tingkat 8 (Khusus 2, khusus kaki) : pematahan 5 sasaran
Tingkat 9 (Khusus 3, khusus badan) : pematahan 5 sasaran
Tingkat 10 (Kesegaran) : belum pernah ada yang ikut ujian untuk naik ke tingkat 11 (Inti 1)
Tingkat 11 (Inti 1) : saat ini hanya diisi oleh Mas Pung dan (alm) Mas Budi
Tingkat 12 (Inti 2) : ruang tumbuh keilmuan ... (mungkin) merupakan tingkat simbolis

Demikian kang bayu.

Semoga membantu.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #385 on: 31/01/2011 17:23 »
Beberapa tahun yang lalu ada pemikiran menarik, setelah membaca pernyataan Ir Surato M.Sc. di Tabloid Bola. Banyak hal yg menjadi pertanyaan saya seputar MP dan juga diluar MP yg mulai menemui titik terangnya. Konsep Getaran MP yg dikemukaan Ir Surato M.Sc ini bisa menjadi kunci banyak hal - walaupun semua masih sebatas Hipotesa semata.

Awalnya saya mulai menemui titik terang tentang fenomena pematahan benda keras dgn menggunakan benda lunak ataupun benturan ringan berdasarkan konsep Getaran MP ini. Kemudian pemahaman saya tentang Getaran "Tutup Mata" MP pun makin terbuka. Dan akhirnya Konsep Getaran MP ini membuat saya makin berspekulasi lebih jauh lagi. Memberanikan untuk membuka pikiran di dalam bereksperimen berbasis Quantum Physic. Ada banyak sekali pengalaman menarik dan pengetahuan menarik.

Apa sih yang menarik dari Quantum Physic? Yakni pada konsep dualisme materi. Misal pada cahaya. Gelombang cahaya dapat sebagai partikel dan partikel juga dapat sebagai gelombang. Sudah tidak ada bedanya lagi antara "benda" dan "energi". Pada tataran atom, semuanya adalah energi.

Fisika kuantum mempelajari struktur dasar materi (fundamental element). Yaitu mempelajari susunan atom dan struktur pembentuk atom. Disebut kuantum karena dari kata dasar quanta/quantised = terukur. Maksudnya mempelajari ukuran-ukuran / nilai-nilai / sifat-sifat dasar dari "bahan" pembentuk "materi". Mulai dari massa atom, proton, neutron, elektron sampai yang dianggap terkecil saat ini adalah quark sebagai "bahan" penyusun proton, neutron maupun elektron. Tidak hanya nilai massanya saja yang dipelajari, tetapi juga orbitnya, spin-nya, weak-force, gravitasi, sifat gelombang elektromagnetnya, dll.

Fisika Kuantum mutlak diperlukan oleh karena penelusuran fenomena fisis yang melibatkan sistem berdimensi mikroskopis ini tidak lagi dapat dipecahkan dengan memuaskan hanya dengan pendekatan Fisika Klasik yang dilandasi oleh Mekanika Klasik (Mekanika Newtonian). Sistem fisis mikroskopis yang dimaksudkan disini adalah sistem fisis berskala molekul, atomik, sub-atomik atau partikel atau mungkin lebih kecil lagi.

Teori kuantum terasa asing dalam kehidupan kita sehari-hari karena teori ini bertentangan dengan ide kita tentang realisme – ekspektasi bahwa benda memiliki sifat-sifat yang dimilikinya terlepas apakah kita sedang melihatnya atau tidak. Teori kuantum juga mengizinkan sebuah sistem untuk merespons sebuah peristiwa yang terjadi sangat jauh dari lokasi sistem tersebut – ini menentang prinsip lokalitas, yang tidak mengizinkan komunikasi terjadi lebih cepat daripada kecepatan cahaya.

***

Fenomena Getaran MP dan "Memory" Benda

Dalam banyak cerita ataupun film seringkali kita diperlihatkan tentang fenomena kemampuan paranormal untuk mengetahui hal yg terjadi hanya dengan menggunakan medium suatu benda. Misalnya hanya dengan memegang suatu boneka kesayangan seorang anak kecil, paranormal ini bisa mengetahui peristiwa apa saja yg sudah dialami oleh anak tsb bersama boneka itu selama ini.

Sebelum mendengar konsep Getaran MP yg dikemukakan Ir Surato saya tidak bisa menjelaskan bagaimana fenomena seperti ini bisa terjadi. Penjelasan sederhana tentu saja ini adalah fenomena mistis yg memang tidak ada nalarnya. Tetapi konsep Getaran MP berdasarkan Quantum Physics ini membuat saya mulai berspekulasi lebih jauh.

Jika semua energy tidak berbeda dengan materi pada skala Atomic. Bukankah apapun bentuk energy yg terpancar dan berbenturan dengan partikel sub Atomic akan akan mempengaruhi "Susunan" partikel sub atomic ini secara "tertentu" juga. Saya mulai berspekulasi jangan-jangan memang setiap benda menyimpan "Memory" dari segala peristiwa yg terjadi disekitarnya.

Bisa dikatakan semua benda seperti sebuah Compact Disc ( CD ) yg menyimpan "Data" dari semua peristiwa yg ada disekitarnya. Peristiwa yg terjadi disekitarnya akan mengaktifkan proses "Burning Data" pada benda tsb.

Kembali pada contoh boneka dan paranormal dalam film yg saya sebutkan di atas. Seorang anak kecil mencurahkan seluruh perasaan sayangnya ketika bermain dengan boneka tsb - bisa dikatakan "perasaan sayang" ini juga suatu bentuk energy yg dipancarkan anak itu pada boneka tsb. Dan semakin kuat pancaran "perasaan" yg dicurahkan anak tsb pada boneka itu maka semakin kuat "Memory" yg tertanam pada boneka itu.

Termasuk juga pohon-pohon tua yang kebetulan berada pada lokasi lintasan lintang timur dan barat di bumi yang dilewati oleh "getaran energi" dari alam sedemikian rupa sehingga "mengendap" pada pohon tua tersebut. Atau keris-keris, kujang, tosan aji, yang ketika dibuat oleh sang mpu dengan penuh kecintaan dan perasaan yang mendalam akhirnya ikut juga "menempel" dan mengendap pada benda tersebut sehingga kita kenal sebagai "bertuah", atau hal-hal sejenis yang mirip dengan keadaan itu.

Semua seperti proses burning CD Data pada komputer kita.

Dan "Memory" inilah yg dibaca oleh paranormal dalam film tsb untuk mengetahui apa yg sudah terjadi pada anak itu selama ini. Sama seperti CD Film yg dimasukkan kedalam CD Player, Memory dalam CD ini diterjemahkan oleh CD Player dalam bentuk gambar dan suara di TV - Begitu pula yg dilakukan oleh Paranormal tsb, "Memory" yg tersimpan dalam Boneka itu diterjemahkan dalam bentuk kilatan "Visual", Kilatan "Kesan" dsb.

Saya bahkan sempat berspekulasi jangan-jangan fenomena penampakan pada suatu tempat angker tidak lebih hanyalah "Holographic Movie" yg secara spontan terlepas dari "Memory" yg tersimpan di tempat angker tsb. :) Terlepas dari adanya perihal ghaib yang harus diimani kebenarannya, sebagai suatu pembahasan ilmu pengetahuan, rasanya ini bisa dijadikan suatu dasar pengembangan untuk hal-hal lain.

***

Konsep Getaran MP berdasarkan Quantum Physics ini memang bisa membuka kemungkinan-kemungkinan yg cukup luas - yang walaupun baru bersifat Hipotesa tetapi menarik untuk dicermati.

Semoga membantu.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

Suprapto

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 26
  • -Receive: 86
  • Posts: 418
  • Reputation: 137
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #386 on: 31/01/2011 18:44 »
Menambah sedikit penjelasan atas pertanyaan kang Godam diatas.

Pada dasarnya senam pengolahan nafas dari  Dasar I sampai Kombinasi II sudah meningkatkan daya tahan tubuh terhadap pukulan/tendangan. Maka pada tanding/laga dalam pertandingan internal perguruan (tanpa body  protektor), harus pada tingkat yang sama.
Sering juga ada peragaan tangan/kaki/badan di sabet besi tuang, atau pematahan balok es rangkap dengan kepala/dahi.

Mungkin berbeda dengan PSTD,  penguatan badan secara khusus di MP baru dilakukan di tingkat Khusus III (khusus badan/kepala). Dengan tambahan alat bantu latihan (tradisional) berupa dua buah bangku untuk menyangga kepala dan ujung kaki. Adapun kere wojo/tirai besi adalah bonus aplikasi ekstra, contoh aplikasi bentuk pengolahan nafas plus pengolahan getaran.
 
Tentang "meringankan tubuh".
Yang dikenal di MP adalah "meringankan langkah", sebagai tenaga hasil latihan khusus kaki/Khusus II dengan tambahan alat bantu latihan berupa gendewa kembang payung/gendewa kembang tanjung (berbeda dengan alat bantu gendewa kembar untuk khusus tangan/khusus I), ditambah aplikasi getaran.
Biasanya praktisi tingkat2 ini sudah ogah ikut peragaan/demo umum.
               *

MP memakai pengertian/mengenal istilah "getaran/energi" yang tertinggal. Setidaknya mas Poeng dan banyak senior bisa menggambarkan ciri2 pelukis suatu lukisan, dengan cara mendeteksi lukisan tersebut (meski lukisan sudah berusia puluhan tahun, tapi dibuat dengan curahan energi). Sekarang praktisi getaran yang muda2 sudah mulai bisa.

Sampai ada istilah, harus bisa melacak " tapak tilase kuntul mlayang" (melacak rute  burung kuntul yang terbang/sudah lewat.
@ mas mpcrb, sumangga di eksplorasi.

Salam.

Toyosu

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 11
  • -Receive: 0
  • Posts: 35
  • Reputation: 17
  • Sahabat Silat
  • Perguruan: MP
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #387 on: 01/02/2011 23:02 »
@Mas Suprapto,

Terima kasih atas jawaban pertanyaan saya tentang sejarah MP.

@Mas mpcrb

Berkaitan dengan teori "mengilang", saya ada sedikit cerita.
Waktu saya masih tingkat Balik, saya mendapat cerita (entah benar apa tidak), senior2 tingkat Kombinasi di kolat kami, dilatih Mas Hermandes (Kh3 atau Kesegaran). Dan dalam suatu demonya, senior2 saya disuruh melihat suatu bintang di langit oleh mas Mandes. Beberapa saat kemudian, disuruh lihat lagi, dan bintangnya sudah "menghilang"...

Mungkin ada komentar?

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #388 on: 02/02/2011 00:12 »
@mas Toyosu, mungkin bingtangnya 'ngumpet' mas.  x-))

Saya masih kurang jelas gambaran cerita dari mas Toyosu. Beberapa kemungkinan bisa terjadi. Bisa jadi, dengan nalurinya mas Mandes ini tahu bahwa bintang tsb nantinya akan 'bergeser' sebentar lagi sesuai naturalnya. Tidak disebutkan juga apakah 1 bintang, 2 bintang, atau semua bintang yang terlihat di langit. Sehingga ketika yang kedua kalinya dilihat, otomatis seperti seolah "menghilang".

Kalau pada teori saya, meski sudah pernah dicoba oleh beberapa rekan disini, ternyata tidak semudah teorinya.  :o Diperlukan pancaran tenaga getaran yang cukup besar. Terutama untuk "menutupi" tubuh kita dan membelokkan cahaya. Kemudian dicoba dengan sedikit tenaga, cukup pada telapak tangan saja. Tahap awal, tenaga getaran yang dipancarkan harus bisa beresonansi dengan molekul udara untuk kemudian "diniati" menjadi satu. Jadi tahap awal harus bisa mendeteksi dulu molekul udara padat untuk kemudian diresonansikan agar didapati energi yang sama. Setelah itu "diniatkan" untuk mengubahnya menjadi "cermin" atau bersifat cermin yang nantinya akan "melewatkan" cahaya tampak. Ketika dicoba, efeknya malah seperti "memadatkan" udara. Apalagi ketika "diniati" untuk mengubah sifat menjadi bersifat "cermin", malah udara yang sudah teraliri oleh getaran menjadi terasa "berat" dan bisa "dipegang" (seolah seperti nyata).

Memang tidak sesuai dengan tujuan awalnya. :(

Akhirnya uji coba sementara dihentikan sambil nanti disusun teori-teori baru yang mungkin. Meski demikian, apapun hasilnya selalu dicatat sebagai pertimbangan untuk ke depannya. Malah terkadang, dari teori A ketika diimplementasikan justru mendapatkan hasil B. Terkadang hasil B justru merupakan implementasi dari teori C yang belum dilakukan. Disinilah proses yang saya sebut menarik. Seolah mendapatkan hal-hal baru yang unik. Masih prematur, tetapi tidak pernah bosan untuk melakukan explorasi ketika ada waktu. Prinsip dasarnya diambil dari teori fisika quantum sesuai yang dipahami.

Semoga membantu.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

Suprapto

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 26
  • -Receive: 86
  • Posts: 418
  • Reputation: 137
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #389 on: 02/02/2011 00:30 »
Sedikit meluruskan tentang "permainan" yang ditunjukkan oleh mas Mandes (Ir. Hermandes Simanungkalit), bukanlah masalah praktek getaran untuk "menghilang", tapi efek dari mengambil tenaga bintang.

Sejak mahasiswa peternakan di Yogya, mas Mandes rajin berlatih itu. Katanya ada efek samping disukai cewek2, hehehe...(padahal hanya boleh untuk membantu penyembuhan ke orang lain).
Pada latihan tenaga bintang, ditetapkan dulu secara bersama sama, bintang yang mana, biasanya yang paling terang dalam suatu gugusan. Setelah getaran "antene" dikirim dan nyambung, langsung ditarik/ambil. Phenomenanya, bintang tadi terlihat meredup,  sementara yang disekitarnya tidak. Meredupnya juga terlihat oleh teman2 yang disekitarnya. Selang setengah jam setelah itu, sinarnya kembali terang lagi.

Silahkan mas mpcrb menganalisa phenomena tersebut.

Salam.

 

Powered by EzPortal