+-

Video Silat


Pencak Silat Tiga Berantai
bandrong on action
Bang Husein - demo golok seliwa
Silat Chakra V ( MMA Style )
GGBD - Demo/Aplikasi #2
silat harimau
Bakti Negara, Perguruan Silat Khas Bali
Copy tayang Pendekar eps 28, GOLOK SELIWA #2
sile tuo

Shoutbox

20/10/2014 15:28 kunderemp: Ya.. om Taufan.. Tanggal 11 lalu saya masih di tengah hutan di Bakan.
04/10/2014 09:20 Taufan: Selamat hari raya Idul Adha 1435 H...
04/10/2014 08:12 Taufan: Kopdar Sahabat Silat 11 Oktober 2014... datang ya :-)
02/10/2014 20:30 Taufan: Temu kangen di FB :p
13/08/2014 03:06 Ekka_Xakra: Salam kenal para sahabat silat semua.
12/08/2014 17:56 Dwi_NGJ: Salam kenal para ksatria. Mohon ijin bergabung... :)
12/07/2014 16:49 one: Pada kemane nih buka puasanya ye?
View Shout History

Recent Topics

Sejarah Xinyi Liuhe Quan Bag 2 by ifung
23/10/2014 18:28

aliran silat seIndonesia by Zebud
23/10/2014 17:09

(Ask) Timbangan di Jakarta by Fanani
20/10/2014 22:41

Serial Xinyi Liuhe Quan I by ifung
16/10/2014 20:02

Selayang Pandang Lu Style Xinyi Liuhe Quan by ifung
16/10/2014 20:00

One Day Workshop Seni Maen Pukulan Sabeni Tenabang by luri
16/10/2014 09:29

silat timbangan by ifung
14/10/2014 15:51

maenpo Cikalong by aki sija
07/10/2014 05:13

Parkour by Taufan
02/10/2014 21:28

SILAT BERDO'A SELAMAT by Taufan
02/10/2014 21:17

[BUKUTAMU] by Taufan
02/10/2014 21:01

Hoby Miara Jin by gumuruh
03/09/2014 14:01

contack person guru silat suaeb yg di padepokan pencaksilat TMII by rohadi
17/08/2014 05:58

Silat Betawi di Bentera Budaya by luri
12/08/2014 11:01

PABUCI (PANCERBUMI CIKALONG/PASAR BARU CIANJUR) by aki sija
26/07/2014 06:36

SilatIndonesia.Com

Author Topic: PPS Betako Merpati Putih  (Read 307477 times)

acepilot

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 4
  • -Receive: 5
  • Posts: 65
  • Reputation: 20
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #435 on: 25/02/2011 19:13 »
Tulisan mas Hiroshi Mizukami yang diberikan ke saya sebelum pulang ke Jepang ini, perkiraan saya baru semacam pengantar. 140 halaman HURUF KANJI.
Plus daftar literatur yang cukup panjang. Mengenai pencaksilat mulai dari terbitan dinas2 budaya masing2 provinsi, terbitan Amerika, Filipina, Muhammadiyah, PBNU, bahkan tulisan2 tahun 50an. Dari penelusuran sampai bisa mendapat kepustakaan ini, sudah membuat saya kagum.
Yang bisa di intip cuma nama2 orang, buku2, karena ditulis dalam huruf latin.
Dia bertekad untuk meneruskan penelitian lebih lanjut (dgn catatan ada sponsor dari almamaternya). Sambil ikut latihan MP  sampai Balik II.
Juga selalu datang di pelatda IPSI, bahkan mengikuti sampai PON.
Resminya, yang diteliti pendekatan budaya pencak silat. Tapi dia memperhatikan penuh tata gerak/tata beladiri dan pelatihannya (terlihat dari cara mendokumentasi foto dan video). Katanya sambil untuk mempersiapkan penelitian lebih lanjut.

Tidak banyak tanya tentang kanuragan (beda dgn Jean-Marc).

Demikian.

Salam.

wah kalau tulisan Jean-Marc itu dalam bahasa apa ya mas?
wah saya juga tertarik yang ada kanuragannya..
kapan2 kalau saya ke jogja boleh nggak saya sowan ke rumah panjenengan, sekalian mau tanya2 and sharing2.. :)
"SOPO SING ISO NUTUP HOWO SONGO, YO IKU WONG SING ISO NAPAK TAPAKE KUNTUL MELAYANG" ....
-Almarhum Budi Santoso Hadi Purnomo (Mas Budi)-

Suprapto

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 26
  • -Receive: 86
  • Posts: 418
  • Reputation: 137
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #436 on: 25/02/2011 20:34 »
@ mas Acepilot, silahkan.
Syukur kalau 1-3 april 2011 bisa ikut workshop/pelatihan senjata Kudi MP di Parangkusumo.

Dari mas Jean-Marc de Grave, saya diberi salah satu bukunya yang sudah di cetak, bahasa perancis (374 halaman plus). 

Sebenarnya sy dapat ijin dari dia untuk diterjemahkan dalam bhs Indonesia. Termasuk ditunjukkan anak2 yang bisa menterjemahkan.

Dalam bukunya juga dibahas silat dan ritual/rituelle trah Tedjokusuman (RM Harimoerti termasuk trah tsb)  dan satu lagi  perguruan TD.
Karena dalam pengetahuan saya, perguruan TD tersebut ternyata sempalan/duplikat dari perguruan MLP di Bandung, maka  penerjemahan saya tangguhkan, sampai masalah sempalan ini diselesaikan. Saya menghindari ikut menyebarluaskan sejarah keilmuan perguruan TD tersebut, yang menurut keyakinan saya, menyimpang dari sumber aslinya, perguruan MLP.

Salam.

acepilot

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 4
  • -Receive: 5
  • Posts: 65
  • Reputation: 20
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #437 on: 25/02/2011 21:05 »
waduh kedua2nya bahasa asing..  :'(
sayang saya tidak mengerti kedua bahasa itu..
yang pakai kanji mungkin suatu saat bisa diterjemahkan oleh mas ipung tokyo, yang pakai bahasa perancis mungkin bisa diterjemahkan oleh mehdi alias dewa mabuk..

kalau saya sekarang baru jadi pendekar belakang keyboard dulu mas, saya sekarang selain sedang mengumpulkan tentang sejarah MP juga sedang membandingkan ilmu MP dengan ilmu diluar yang bernama sama misalnya :

- bayu seto
- lembu sekilan
- kere wojo
- kidang telangkat
- pasir besi

saya mencoba menjelaskan secara singkat dari versi yang saya temukan di dunia maya :
- lembu sekilan ternyata ada beberapa versi ada yang menyebutkan harus puasa, merapal mantra dan ada beberapa pantangan yang tidak boleh dilanggar kalau mau ilmunya nggak melempem.
- pasir besi ada yang versi lain dari daratan china seperti yang dahulu pernah saya diskusikan dengan mas mpcrb, ini juga saya temukan di komik "kungfu boy".
- kere wojo juga ada versi lain yang mengatakan bahwa kere wojo itu pusaka berbentuk pakaian perang.

untuk yang lainnya saya belum dapat menemukan karena belum tau ke-22 ilmu MP itu namanya apa saja..  ???

salam.
"SOPO SING ISO NUTUP HOWO SONGO, YO IKU WONG SING ISO NAPAK TAPAKE KUNTUL MELAYANG" ....
-Almarhum Budi Santoso Hadi Purnomo (Mas Budi)-

Toyosu

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 11
  • -Receive: 0
  • Posts: 35
  • Reputation: 17
  • Sahabat Silat
  • Perguruan: MP
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #438 on: 26/02/2011 05:13 »
Niatnya sih baik nyari survivor, tapi caranya kurang ajar.
Jadi prosedur harus benar. Mengakui keberadaan entitas lain ciptaanNya, samasekali BEDA dengan mempersekutukannya. Mas Poeng langsung minta diantar pulang ke airport.
Malamnya, mas Yuli Purwanto alias mas Ipung Tokyo (skrg pelatih MP di Jepang), melakukan meditasi , menyebar getaran dengan niat baik.

@Mas Suprapto,

Beberapa kali saya dengar cerita yang sama dari mas Ipung dengan kesederhanaannya. Tampaknya peristiwa itu cukup membekas di beliau.   

Suprapto

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 26
  • -Receive: 86
  • Posts: 418
  • Reputation: 137
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #439 on: 26/02/2011 13:45 »
@ mas Toyosu

Saat itu, yang mudah dimobilisasi untuk SAR adalah anggota MP di kolat mahasiswa/menwa. Antara lain mas Ipung  cs dari kolat ISI/ASRI,  mas Tresno Amor dari  UGM (paling canggih mindah hujan), mas Koko Sudjatmoko dari UII (posisi ujung anak panah pada formasi getaran menyerang), mas Purwono dari STTNAS, mas Damar cs dari STIE YKPN, juga ada dari UPN dan Atmajaya.

Gerakan tim MP (dengan alat komunikasi HT), banyak dimonitor oleh masyarakat di bawah/Yogya. Sedikit banyak ada sikap bangga cenderung jumawa.

Gemblengan alam dan arahan mas Poeng jelas sangat membekas. Menjadi makin takwa, menghargai apapun dan siapapun yang dipandang lebih "rendah" derajatnya.
Lebih sadar dalam memaknai arahan mengutamakan dialog. Bahkan seandainya dialog jadi buntu, "sulayaning rembug dadi perang", tetap harus menunggu sampai lawan betul2 menyerang. Siapa tahu pada saat terakhir lawan melunak.
Saya baca di forum diskusi SS, kearifan ini  juga menjadi kearifan keilmuan di banyak perguruan.

Salam.

ogebang

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 28
  • Posts: 131
  • Reputation: 48
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: PPS Betako Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #440 on: 26/02/2011 18:37 »
Salam Perguruan,...

Saya sangat menikmati Babaran Keilmuan ug disampaikan oleh Mas To & Mas MP Crb dan juga mas2 lainnya...
Semoga bs bermanfaat buat kita semua...Intinya memang kalo sdh tingkatan Kombinasi 1 keatas..seyogyanya sdh bs melakukan Mersudi secara mandiri..
Tidak ada lagi minta " Matengnya " saja dr para Senior...
Yg tidak menjalankan laku Mersudi maka ia akan menyimpulkan Ilmu MP sdh gak ada lagi...ato ujung2nya berkesimpulan Seniornya pelit menurunkan Ilmu...
Padahal dgn menggunakan Getaran..kita akan di bukakan ke Keilmuan manapun..Tinggal mo dilatih apa tidak...

salam dr Jakarta,

Ogebang


mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 758
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #441 on: 27/02/2011 19:34 »
wah koq yang saya temui dilapangan juga begini adanya mirip dengan istilah "dokterpun butuh dokter lain untuk berobat", koq bisa begini ya?  ???

Sekedar sharing mengenai beberapa pengalaman untuk pengobatan, barangkali ada manfaatnya bagi pembaca sekalian.

Untuk sakit kepala (migren ataupun yang sakit kepala penuh), pertama gunakan jalur yang dipakai pada pengobatan regenerasi sel untuk mengaktifkan konsentrasi sel-sel darah putih. Lakukan paling tidak 9 putaran nafas. Setelah itu, visualisasikan warna UNGU bersamaan dengan tarik getaran dari bawah pusar lalu naikkan vertikal hingga ke Thalamus (lihat gambar):



Segera setelah getaran mencapai Thalamus, kemudian pancarkan dari situ seolah kita akan "memenuhi" rongga otak dengan tenaga getaran berwarna ungu. Rongga otak seolah "dipenuhi" oleh getaran berwarna ungu ini. Kira-kira 7 sampai 9 putaran, sakit kepala akan hilang dengan sendirinya.

Kenapa Thalamus? Itu ada penjelasan tersendiri. Saya mencoba mengambil manfaat dari apa yang sudah dicapai oleh ilmu pengobatan modern yang memungkinkan untuk dimanfaatkan konsep dasarnya dan dikembangkan dengan menggunakan teori getaran MP.

Meski jarang sakit kepala, tetapi kalau suatu saat mengalami sakit kepala, maka teknik diatas selalu saya gunakan dan alhamdulillah manfaat. Barangkali juga ada manfaatnya bagi yang lain.

Next, saya akan coba sharing bagaimana metode yang saya temukan dan sering saya gunakan ketika tubuh mengalami penurunan daya (bisa disebabkan karena demam, influenza, atau virus) dengan memanfaatkan getaran MP. Alhamdulillah manfaat untuk diri sendiri, barangkali juga ada manfaat buat yang lain.

Semoga membantu.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

ogebang

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 28
  • Posts: 131
  • Reputation: 48
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: PPS Betako Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #442 on: 27/02/2011 21:02 »
Salam Perguruan...

Saya pikir secara subyektif semua murid2 di Perguruan silat tempat dia berlatih..biasanya akan menyatakan aliran silatnya yg paling hebat...silatnya dari Panglima ini...MP cuma silat Prajurit..dsb...Silakan saja..sah2 saja...
Buat saya yg terpenting individunya...kitanya sendiri...bukan aliran silatnya...punya mobil Ferrari..tapi ilmu kita baru kelas bajaj..ya..gak ada gunanya...Punya BB Torch tapi taunya cuma dipake buat BBm...ya...buat apa...
Saya sendiri dulunya pernah belajar Cimande..Yoga..Tai Chi...Sufism..bahkan sekarang diminta meneruskan Paguyuban Kejawennya Bapak Mertua...makanya saya mempunyai rasa respect yg sangat tinggi kpd seluruh aliran beladiri yg ada...gak pernah saya sesumbar MP adalah aliran yg paling hebat..
Lebih baik tau sedikit dr ilmu yg kita punya..tapi benar2 diasah secara lahir & bathin..Insya Alloh akan membawa kpd Keselamatan...

acepilot

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 4
  • -Receive: 5
  • Posts: 65
  • Reputation: 20
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #443 on: 27/02/2011 21:17 »
^^^
Setuju..
Seperti semboyan Satuan-81 Penanggulangan Terror Kopassus..

-Kami bukan Yang Terbaik, Tetapi Kami Terlatih-
"SOPO SING ISO NUTUP HOWO SONGO, YO IKU WONG SING ISO NAPAK TAPAKE KUNTUL MELAYANG" ....
-Almarhum Budi Santoso Hadi Purnomo (Mas Budi)-

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 758
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #444 on: 28/02/2011 13:23 »
Salam Perguruan,...

Saya sangat menikmati Babaran Keilmuan ug disampaikan oleh Mas To & Mas MP Crb dan juga mas2 lainnya...
Semoga bs bermanfaat buat kita semua...Intinya memang kalo sdh tingkatan Kombinasi 1 keatas..seyogyanya sdh bs melakukan Mersudi secara mandiri..
Tidak ada lagi minta " Matengnya " saja dr para Senior...
Yg tidak menjalankan laku Mersudi maka ia akan menyimpulkan Ilmu MP sdh gak ada lagi...ato ujung2nya berkesimpulan Seniornya pelit menurunkan Ilmu...
Padahal dgn menggunakan Getaran..kita akan di bukakan ke Keilmuan manapun..Tinggal mo dilatih apa tidak...

salam dr Jakarta,

Ogebang

Rata-rata memang demikian adanya. Pengennya singkat, instant. Padahal suatu proses pemahaman keilmuan hingga ke penguasaannya tidaklah instant. Sesuatu yang di dapat secara instant biasanya akan hilang secara instant.

Ada karakteristik yang menarik pada mereka yang melatih getaran. Biasanya, para pelatih ini seperti sudah punya NALURI bagaimana memperlakukan muridnya. Alkisah ada pengalaman pada rekan satu angkatan saya (lain cabang). Dia sudah jenuh, lebih dari 20 tahun di MP belum bisa-bisa getaran. Belajar kesana-sini mentok. Ga berhasil. Puncaknya mutung, nyerah, dan malas. Latihan sih tetap, katanya cukup buat jaga kebugaran saja. Suatu hari, ketika acara tradisi tahunan MP, bertemu dengan Mas Joko (MP Cirebon), diajak ngobrol dan ditanya "sudah bisa getaran belum?". Dijawab oleh kawan ini, "belum mas. Sudah malas latihan saya. Saya tidak bisa-bisa.". Mas Joko ini hanya tersenyum dan dijawab, "ya sudah, nanti saya akan ke tempat kamu, melatih secara khusus agar kamu bisa". Beberapa bulan kemudian, akhirnya jodohpun menghampiri. Di datangilah kawan ini (padahal jauh sekali, lintas kota lintas pulau, perjalanan lebih dari 10 jam, masuk ke pedalaman). Dilatihlah kawan ini di tengah hutan secara intensif. 11 hari pun tanpa terasa berlalu, dan berhasillah kawan ini menguasai getaran dan merupakan satu-satunya MP di cabangnya yang baru bisa getaran. Dengan terharu kawan ini bercerita kepada saya, "mas, dulu ketika saya punya ambisi untuk bisa getaran, saya malah tidak bisa-bisa, dan tidak pernah bisa. Lebih dari 20 tahun saya di MP, sama sekali tidak ada hasil yang mengarah pada perkembangan penguasaan getaran. Tetapi ketika saya melepas ambisi, melepas nafsu untuk bisa menguasai, saya malah diajari intensif oleh salah satu pelatih getaran yang hebat. Tanpa membayar, tanpa diminta, saya didatangi dan dilatih. Malu saya mas sama MP karena dulu saya terlalu berambisi untuk pengen sakti, pengen bisa. Hingga ketika saya ngga bisa-bisa, saya menganggap keilmuan MP ini tidak nyata. Ketika kemudian saya sudah bisa merasakan getaran, saya sujud syukur, mengakui bahwa keilmuan MP itu benar-benar nyata adanya.".

Hikmah dari kisah tersebut adalah bahwa mereka yang begitu berambisi untuk mengejar, biasanya tidak akan terkejar. Ambisi di dalam penguasaan keilmuan biasanya seperti bayangan. Kita diam, dia diam. Kita lari, dia lari. Semakin kita pasrah, semakin tidak punya ambisi, maka semakin Tuhan akan memberikan jalanNya yang unik, yang tidak diduga-duga. Kita harus menghilangkan prasangka pada keilmuan yang kita pelajari. Berlatih sesuatu tuntunan pakem keilmuan yang sudah diwariskan turun temurun, yang kalau memungkinkan untuk dikembangkan ya kita kembangkan.

***

Kisah lain lagi tidak kalah menarik. Alkisah ada seorang anak muda yang terobsesi minta dilatih getaran. Tapi anehnya, pelatih getaran yang sama tidak mau melatihnya. Setiap kali didatangi ke rumahnya, minta dilatih, ia tidak mau. Hanya memberikan pakem latihan getaran standar (sesuai kurikulum baku). Terus saja seperti itu sampai lebih dari 2 tahun. Keuletannya mendatangi pelatih untuk meminta dilatih getaran "hanya" diberi bonus 5 jenis olah nafas yang harus dilatih sendiri di rumah dan digabungkan dengan pakem getaran. Itu saja. Tidak lebih. Setiap kali di telpon atau mendatangi rumah sang pelatih getaran, selalu dijawab hal yang sama "latih saja olah nafas yang saya berikan". Perlakuan ini beda banget dengan cerita sebelumnya yang 11 hari digeber intensif di hutan.

Satu tahun kemudian, anak muda ini menelpon ke pelatih yang sama, berterima kasih karena ia akhirnya memahami maksud dari pelatih. Dijawab oleh pelatih, "itulah kamu mas. Kamu itu cerdas, memiliki otak encer yang tidak sama dengan yang lain. Kamu pasti bisa mencerna maksud saya. Cepat atau lambat, bergantung diri kamu sendiri. Kamu tidak perlu saya bimbing intensif, cukup kamu latih apa yang saya beri, lalu kamu olah sendiri dengan kecerdasan kamu. Kamu akan bisa mengembangkannya, bahkan suatu hari nanti akan bisa melebihi kemampuan saya.".

Hikmah dari kisah anak muda tersebut adalah jangan berprasangka buruk terhadap pelatih yang belum mau atau hanya sedikit sekali memberi kita materi. Tetap berpikiran baik dan positif, bahwa semua nanti akan ada masanya.

***

Semoga membantu, dan dapat memberikan inspirasi.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

searcher

  • Anggota
  • **
  • Thank You
  • -Given: 26
  • -Receive: 2
  • Posts: 18
  • Reputation: 4
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: PPS Betako Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #445 on: 02/03/2011 10:15 »
Ada yang ingin saya tanyakan ke Mas Suprapto, Mas Agung (MPCRB) dan senior yang lain..
Setiap kali melakukan meditasi penyaluran seluruh badan saya, terutama yang sedang saya niatkan untuk disaluri tenaga, terasa merinding seperti ada aliran listrik kecil yang merambat. Pori-pori terbuka lebih lebar dan bulu-bulu di badan berdiri, termasuk rambut yang di kepala. Setelah selesai melakukan meditasi penyaluran, rambut berdiri semua dan lebih kering dari kondisi sebelumnya.
Ini sebenarnya gejala apa?
Terus terang, meskipun pernah berhasil melakukan pematahan balok es/bis beton/tegel dan kikir dan saat ini sedang rajin-rajinnya berlatih olah nafas MP, tapi saya belum benar-benar yakin memiliki tenaga dalam.
Mohon pencerahan dari para senior yang ada.
Terima kasih banyak sebelumnya.

Salam hormat...

Suprapto

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 26
  • -Receive: 86
  • Posts: 418
  • Reputation: 137
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #446 on: 02/03/2011 20:16 »
@ mas searcher.

Awal2 biasa begitu. Lengkapnya kan ditarik lagi, atau nafas pembersih sebelum ditutup. Lama2 lancar.

Silahkan mas Mpcrb dan mas Ogebang kasih share pengalaman.

Salam.

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 758
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #447 on: 03/03/2011 00:34 »
@mas searcher,

Entahlah saya sendiri juga kalau ditanya kawan untuk minta diajari tenaga dalam, lha ya ngga tau tenaga dalam tuh kayak apa? Latihan di MP untuk membentuk tenaga dalam juga tidak tahu. Lha wong dari saya mulai Dasar 1 sampe detik ini belum pernah sekalipun dikasih tau pelatih bahwa yang dilatih adalah metode membangkitkan tenaga dalam. :D

Setelah saya runut dan telaah ulang model olah nafas MP, saya menjumpai hal menarik. Menariknya adalah, bahwa saking menyatunya latihan olah nafas, anggota bahkan tidak menyadari bahwa "tenaga dalam" dia sedang dibentuk. That's true. Olah nafas MP yang begitu inherent dan wajib dilakukan minimal 1 minggu sekali pada latihan reguler seolah sudah seperti makanan sehari-hari yang tidak perlu dipertanyakan lagi. Ini ibaratnya sama dengan kalau kita berkata pada kawan kita seperti ini, "mas, kemarin aku makan nasi putih loh...". Kawan kita dijamin akan menjawab, "Lha mas buat apa diceritakan kemarin makan nasi putih? Lha wong itu memang sudah sehari-harinya kita makan? Hehehe". Setiap hari kita makan nasi, besoknya tidak pernah kita ceritakan pada orang-orang. Kita hanya cerita kalau kita sudah 3 hari tidak makan nasi atau malah tidak makan-makan. :D

Demikian juga di MP. Akibat sudah menyatunya pelatihan olah nafas sehingga seolah anggota BELUM MERASA mendapatkan "tenaga dalam". Padahal ia melatih "tenaga dalam"-nya setiap minggu minimal 1x melalui olah nafas pengolahan, pembinaan, dsb. Ia membentuk "tenaga dalam"-nya setiap kali berlatih olah nafas. Tanpa disadari. Disinilah menariknya menurut saya. Anggota seolah tidak sadar bahwa ia "dibentuk" tenaga dalamnya oleh Merpati Putih sejak mulai Dasar 1. Jadi kalau mas searcher mempertanyakan demikian, ya wajar saja, sebab ga pernah dipikirkan oleh pelatih mas dan juga oleh senior sekalian. Kenapa? Ya itu tadi, saking menyatunya ya sudah tidak perlu diceritakan lagi. Akhirnya mengalir begitu saja tanpa disadari, seperti sehari-hari kita makan nasi.

Pada perguruan/aliran lain, pelatihan olah nafas biasanya baru diajarkan pada tingkatan tertentu atau setelah sekian tahun. Lain halnya di MP, latihan olah nafas sudah diberikan SEJAK MULAI tingkat Dasar 1. Ada hal menarik pada olah nafas Dasar 1 ini, dimana 14 bentuk nafas pengolahan Dasar 1 ini ternyata (hampir) "ngikut" terus hingga ke tingkat yang lebih tinggi. Walaupun memang ada tambahan bentuk nafas pengolahan pada tingkatan Balik ke atas, apalagi Kombinasi, dan tingkat Khusus, akan tetapi nafas pengolahan Dasar 1 ini tidak pernah ditinggalkan dan bahkan seringkali dilatih secara spesial dengan teknik pola nafas yang berbeda dengan pada umumnya untuk tujuan yang khusus. Hal ini sebenarnya menunjukkan beberapa hal.

Pertama, sepertinya disadari benar potensi senam pengolahan Dasar 1 (14 bentuk) yang begitu besar. Dibuktikan dari mersudi guru besar kita, mas Budi, ketika berusaha untuk tidak keluar dari pakem di dalam "menciptakan" keilmuan getaran untuk tunanetra ini dengan hanya menggunakan pendekatan senam pernafasan pengolahan Dasar 1 yang mudah, simple, tetapi berkemampuan tinggi. Olah nafas regenerasi sel juga didasarkan pada 14 bentuk ini, termasuk olah nafas pengolahan dengan getaran juga menggunakan 14 bentuk tsb. Mungkin 14 bentuk itu ditakdirkan menjadi lebih "istimewa", meskipun sesungguhnya olah nafas yang lain juga memiliki keistimewaan tersendiri. 14 bentuk nafas pengolahan Dasar 1 ini kentara sekali posisinya. Pertanyaannya, kenapa tidak menggunakan senam pengolahan Kombinasi 2 misalnya, atau senam pengolahan tingkat Khusus. Saya melihat bahwa pemilihan pada senam pengolahan Dasar 1 ini bukan tanpa alasan. Meski sederhana pada bentuk, tapi kuat pada isi dan esensi.

Kedua, kalau ia diikutkan terus hingga tingkatan yang tinggi, maka 14 bentuk olah nafas ini (sepertinya) merupakan olah nafas pada tingkatan tinggi yang diberikan pada tingkat rendah. Anggota tingkat Dasar di MP sudah mendapatkan olah nafas tingkat tinggi. Ini menarik. Sangat jarang terjadi di perguruan manapun dimana olah nafas pada tingkatan yang tinggi diajarkan di tingkatan yang rendah. Jadi seharusnya bersyukurlah anggota MP dari mulai tingkat Dasar ini karena mereka sudah dapat jatah dari tingkatan yang lebih tinggi. :)

Ketiga, bahwa hasil olah nafas ini seringkali disebut dengan istilah POWER. Maknanya bisa jadi mengarah pada "tenaga dalam", tetapi dalam istilah yang berbeda. Kalau diminta latihan nafas, selalu bilangnya "latihan power" dan bukan latihan "tenaga dalam". Pemahaman ini diwariskan turun temurun, sehingga hilanglah istilah "tenaga dalam". Justru pihak diluar MP-lah yang membuat istilah "tenaga dalam".

Adapun mengenai timbulnya gejala akibat efek dari latihan nafas, tentu saja akan terjadi. Metabolisme tubuh menjadi sangat berbeda ketika olah nafas dilakukan, pembakaran di dalam tubuh, respirasi, pemecahan ATP, dsb, semua menjadi berbeda dibanding normalnya. Efeknya bisa beragam, timbul panas ya sudah pasti. Pada setiap medan magnet ada medan listrik. Apakah "listrik" itu sekedar rasa atau benar-benar listrik, nanti akan terjawab seiring waktu. Solusinya ya ditarik lagi, atau dilakukan nafas pembersih dulu, lalu diakhiri dengan nafas pengendapan.

Kira-kira demikian menurut pendapat saya mas searcher. Mohon maaf barangkali ada yang keliru, agar bisa diluruskan.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

ogebang

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 28
  • Posts: 131
  • Reputation: 48
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: PPS Betako Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #448 on: 03/03/2011 07:34 »
@Searcher
Salam Perguruan...

Menurut saya " kepekaan " anda telah mulai terbentuk...Selamat ya...He..3...Kenapa begitu..?? Karena anda menginstall nya dgn Niat yg benar..yaitu seperti yg anda katakan sendiri..niat utk merasakan aliran tenaga di beberapa bagian tubuh yg dialiri...
Saya sendiri dulu cukup lama gak pernah berhasil merasakan apa2...aliran hawa murni yg mengalir di sekujur tubuh..bola energi di antara ke dua telapak tanagn dsb...Setelah saya analisa & konsultasi sana sini...ternyata saya kalo latihan..ya..asal latihan aja..gak pernah diniatin mo latihan apa...terus maunya serba cepat dgn pasang target macam2...ya..makin jauh aja..he...3x...
Saran saya...latih terus setiap saat kepekaannya dng niat yg benar...jangan pasang target apa2...nikmatin , rasakan & hayati saja semua sensasi yg didapat...jangan kaget ya..kalo ntar di titik tertentu anda akan sangat peka dan bisa " mendengarkan " suara2 simfoni alam semsta yg selama ini kita gak pernah dengar....dan juga hal2 lainnya..he...3x...
Oh iya..satu lagi..jangan mempersempit mind set kita bahwa latihan olah nafas MP hanya utk pemecahan benda keras & getaran tutup mata..ya...
Selamat Berlatih...!!

acepilot

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 4
  • -Receive: 5
  • Posts: 65
  • Reputation: 20
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #449 on: 03/03/2011 08:10 »
setuju mas, betul mas seperti tidak sadar, tau-tau udah ada aja, contohnya waktu pas tremor, pertamakali saya melakukan tremor saya jadi mau ketawa sendiri, dan ngebatin, "apa ini yang dinamakan tenaga dalam? koq lucu ya rasanya"
ada yang seperti kesetrum, ada yang panas.. :)
percaya nggak percaya tenaga dalam itu muncul dan eksis begitu saja, saya juga heran, makanya itu yang bikin saya mau ketawa setiap kali tremor.

banyak yang tidak mengerti esensi dari pernafasan yang sudah diajarkan, padahal kalau dilatih terus pasti akan kelihatan hasilnya, nah di 4 tingkatan awal biasanya banyak yang putus asa karena merasa si tenaga dalam belum kunjung datang menghampiri dan akhirnya "mutung" lalu malas latihan, lalu keluar dari MP, sekarang banyak yang maunya instant karena mereka banyak yangg nggak tau kalau penjejangan itu tujuannya banyak sekali, salah satunya untuk membentuk jiwa yang berih, watak dan pengendalian diri si pesilat..
nah di  tingkat ini saya sering memberi tahu mereka yang putus asa kalau ini baru tingkat awal di MP, di tingkat atas masih banyak ilmunya apalagi kalau mau menggali lebih lanjut malah bisa diturunkan ilmu2 pamungkas MP.. :)

oiya mas, saya mau tanya, menurut page2 awal thread ini ada yang bilang kalau ilmu MP itu sangat di ekslusifkan, dan memang benar kadang2 setingkat dengan kombinasi 1 saja banyak yang tidak tahu ilmu2 MP itu apa saja, yang tau palingan getaran dan pasir besi..
nah apakah ada kurikulum wajibnya ilmu bahwa ilmu ini harus diajarkan kapan and di tingkat berapa?
apakah syarat2 itu semua ada di ilmu2 yang sedang di bukukan sekarang ini?

salam..
"SOPO SING ISO NUTUP HOWO SONGO, YO IKU WONG SING ISO NAPAK TAPAKE KUNTUL MELAYANG" ....
-Almarhum Budi Santoso Hadi Purnomo (Mas Budi)-

 

Powered by EzPortal