+-

Video Silat

Shoutbox

23/12/2019 08:32 anaknaga: Tidak bisa masuk thread. dah lama tidak nengok perkembangan forum ini.
salam perguruan dan padepokan silat seluruh nusantara.
02/07/2019 18:01 Putra Petir: Akhirnya masuk jua... wkwkwk
13/12/2016 10:49 Taufan: Yuk ke Festival Kampung Silat Jampang 17-18 Desember 2016!!!
20/09/2016 16:45 Dolly Maylissa: kangen diskusi disini
11/02/2016 15:58 Taufan: Alhamdulillah SS sudah ON lagi ;-)
07/01/2016 10:00 luri: wa 'alaikumussalam
04/01/2016 20:21 May Lee: Assalamu 'alaikum
View Shout History

Recent Topics

Minta Do`a dan bimbingan para suhu dan sesepuh silat :D. SANDEKALA by zvprakozo
10/04/2019 18:34

PPS Betako Merpati Putih by acepilot
18/10/2018 17:03

On our book: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
13/03/2017 14:37

Siaran Radio ttg. Musik Pencak Silat di Stasiun "BR-Klassik / Musik der Welt" by Ilmu Padi
12/01/2017 16:19

Tentang buku kami: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
17/10/2016 20:27

Hoby Miara Jin by anaknaga
19/09/2016 04:50

TALKSHOW SILAT - Silat Untuk Kehidupan by luri
22/06/2016 08:11

Thi Khi I Beng by aki sija
17/08/2015 06:19

[BUKUTAMU] by devil
09/06/2015 21:51

Daftar Aliran dan Perguruan di Indonesia by devil
01/06/2015 14:01

SILAT BERDO'A SELAMAT by devil
01/06/2015 13:59

Persilatan Jurus Lima (Sabandar) by Marsudi Eko
14/05/2015 19:36

Kebugaran Merpati Putih by mpcrb
22/04/2015 16:16

PAWAI JAMBORE PENCAK 2015 by luri
20/04/2015 16:20

ALM. Kong Nur ( BEKSI Kampung Sawah) by initial_d
30/03/2015 14:02

SilatIndonesia.Com

Author Topic: PPS Betako Merpati Putih  (Read 675596 times)

Suprapto

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 26
  • -Receive: 86
  • Posts: 418
  • Reputation: 137
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #60 on: 30/09/2010 02:24 »
Mohon maaf, sy sering berkunjung di thread2 sebelah,  malah blm mampir di sini. Nambah semangat ada mas mpcrb (sy PM kok blm respon).
Ada beberapa catatan, untuk sedikit klarifikasi :

1. Memang blm lama baru pada gabung di FDSS.

2. Tentang hubungan dengan mas Sukomartoyo(romo pastor Hadiwijoyo)/THS-THM, sudah saya sampaikan klarifikasi dari mas Pung melalui thread THS-THM.
Selain itu, meskipun program latihan THS-THM (termuat di threadnya) jauh berbeda dengan kurikulum MP, mungkin masih ada yg ragu kok ada senam pernafasan MP di beberapa cabang THS-THM. Saya pernah meredam gejolak di internal MP, ada pelatih MP (mas M Yb, Cijantung) yg melatih THS-THM di paroki sekitar Durensawit dan sekitar Priok. Ternyata disebabkan kesalah pahaman  menyikapi persahabatan mas Pung/mas Budi dengan mas Suko masa pra MP sampai sekarang. Sudah clear.

3. Kami mohon maaf pada saudara2 kami di KYS yg sempat merasa dirugikan, karena pernah mendengar ada beberapa anggota
MP yg mengasumsikan ada hubungan keilmuan KYS dengan MP.
Difahami ada salah pengertian SESAAT waktu itu (sekitar 1983-1986). Dimana mas Agus Suherman, Ketua MP Komda DKI merangkap Koordinator MP Wilayah I ( Jabar-DKI-Sumatera- Kalbar), yg diberi privelege untuk membantu mas Pung mentranskrip ilmu2 pamungkas (semacam Bayuseto, Kidang telangkat, Kere wojo dll 22 macam), begitu selesai tiba2 mengajukan pengunduran diri sesuai hak sbg warganegara. Kebetulan kalau pas ke Jkt, sy beberapa kali ikut mas Pung ke rmh mas Agus di Pondok Karya, mampang, dalam kegiatan mentranskrip tsb. Ketika mas Pung menunjukkan surat pengunduran diri mas Agus, atas pertanyaan sy, tegas2 mas Pung mengijinkan/mempersilahkan, tdk ada masalah. Asumsi anggota MP DKI, mas Agus mendirikan perguruan BARU di Trisakti, dengan promosi, apa yg didapat di MP selama 6 bulan, diperguruan mas Agus cukup 2 bulan. Situasi anggota kian memanas. Gejolak bisa diredam dengan penjelasan, bahwa KYS adalah perguruan lama yang berada di Wonosobo dengan keilmuan yg mapan dan punya sejarah panjang/lama, mas Agus Suherman hanya pendiri cabang pertama KYS, di universitas Trisakti, Jakarta, bukan pendiri perguruan baru. Clear, cuma mas Pung jadi ogah mentranskrip. Katanya sambil mau disaring dulu, mana2 yg SESUAI JAMAN aja.

Rejeki nomplok, atas ijin dan ancer2 terbatas dari mas Dimas (Mpu Anom Cakraningrat), beberapa hari lalu sy mencari tempat tetirah romo Mpu R. Samiadji Niti Yudho Negoro, pendiri KYS, yg sedang tetirah menjalani rawat jalan di Yogya.
Ketemu rumahnya, ditemui mbak Arum, adik mas Dimas. Karena beliau sudah masuk kamar, sy pamitan, yg penting sdh tahu tempatnya.
Tiba2 mb Arum ditimbali, sy diijinkan menemui beliau di kamarnya.
Terbaring seorang satrio pinandito tulen. Diwejang dari siang sampai sore, tidak terusik oleh badai besar/angin ribut yg melanda sekitarnya. Kadang lembut, kadang tertawa, kadang menggelegar. Luar biasa untuk seorang sesepuh yg berusia 97 th. Menegaskan bahwa ke 45 jurus KYS punya sejarah panjang sejak jaman Majapahit (meski penerusnya bersilsilah trah HB II), bagaimana beliau teteki, merenung di gisik pantai sampai Sapto argo Dieng, menegaskan ngelmu harus pakai laku. Jalankan dulu, kalau ketemu buntu baru tanya. Beliau mencontohkan, kalau saya tadi kesasar sasar terus putus asa, tidak jadi ketemu beliau.
Masalahnya sekarang, tidak bisa memaksa putro2 untuk menjalankan "laku" seperti yg beliau lakukan. SESUAI JAMANnya saja.

4. Mengenai teori ATP dsb, MP baru dengar pada tahun 1973.
Saat itu terjadi kontroversi ketika salah satu tim yg dipimpin jendral Mung Parhadimulyo, mencari beladiri pencaksilat untuk pasukan elit termasuk pengawal presiden, ingin membawa MP. Ada kelompok jendral yg menganggap klenik. Sebagai jalan tengah, Dephankam menggelar Operasi Seta I. Bertempat di AKABRI UDARA, dengan sampel para karbol/kadet udara, dibandingkan dengan latihan standar aerobik militer, bekerja sama dengan bagian Fisiologi, fak Kedokteran UGM, dipimpin oleh profesor doktor dr Ahmad Muhammad.
MP lolos positip, para ilmuwan menyodorkan hipotesa menuruti teori ATP, untuk teori pendekatan menjelaskan "ledakan energi" hasil latihan anaerobik/senam pernafasan MP.
Yg ingin sy tegaskan disini, teori ATP adalah upaya ilmuwan untuk menjelaskan pengolahan energi MP, bukannya  teknik pengolahan MP , disusun karena teori ATP.

Salam.

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #61 on: 30/09/2010 08:50 »
untuk point terakhir, benar sekali mas Suprapto. Itulah sebabnya saya selalu katakan pada mereka yang haus kaitan antara keilmuan MP dengan science bahwa MP belum pernah sekalipun secara resmi melakukan penelitian lanjutan selain daripada teori ATP tersebut.

benang merah antara science dengan getaran masih belum tertata rapi, meski mungkin disiplin ilmunya sudah tersedia.

Seiring dengan perkembangan, tentunya di kemudian hari akan ada anggota-anggota MP yang berlatar belakang pendidikan science (seperti saya) tergelitik untuk membuat hipotesa (sekali lagi ini hanya hipotesa dari sudut pandang berbeda, bukan penjelasan dari seorang ilmuwan sejati) dengan teori efek fotolistrik dan remote sensing. Karena menurut saya (ini menurut pribadi) teori itu dapat menjelaskan konsep dari getaran tutup mata, bukan getaran secara hakiki, tetapi lebih spesifik pada tutup mata (vibravision), karena inilah yang sering diperdebatkan dan dipertanyakan oleh masyarakat.

Masyarakat selalu menganggap getaran pada MP adalah getaran tutup mata (seperti halnya ada anggota pada forum KYS yang membandingkan bahwa getaran versi KYS jauh lebih hebat dibanding itu). Mungkin mereka hanya melihat getaran pada level tutup mata saja, tidak secara hakiki. Perbedaan cara melihat melahirkan perbedaan penafsiran.

Demikianlah seterusnya hingga nanti muncul lagi ada anggota MP yang berprofesi sebagai scientist untuk membuka gerbang cakrawala baru hubungan antara keilmuan MP dengan ilmu pengetahuan modern.

Pergeseran budaya, pergeseran pola pikir antar zaman, sungguh sudah berbeda. Kalau dulu, untuk membuktikan kesaktian seseorang maka ia diharuskan turun gunung untuk mengasah keilmuannya, bertarung melawan para penjahat, tetapi sekarang hal itu rasanya cukup sulit untuk dilakukan. Manusia sudah mulai memahami hakekat hidup dan perdamaian sehingga sisi aplikatif keilmuan seharusnya dapat digunakan untuk aspek kemanusiaan. Inilah mungkin yang membuat demonstrasi 'kesaktian' sering mendapat kesan negatif karena dianggap kurang realistis pada era teknologi dan informasi ini, dianggap hoax, atau bahkan dianggap pembodohan masyarakat. Tingkat pemikiran dan realisme zaman sekarang kurang bisa menerima hal-hal seperti itu. Disinilah tantangan MP untuk bisa masuk pada era dimana pemikiran dan realisme berada di tengah-tengah kita.

Meski demikian, yang terbaik adalah melatihkan pada diri sendiri, merasakan sendiri, dan mengamalkannya sebatas kemampuan kepada masyarakat umum. Cukuplah diri sendiri sebagai buktinya, dan Tuhan sebagai saksinya.

salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

Suprapto

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 26
  • -Receive: 86
  • Posts: 418
  • Reputation: 137
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #62 on: 30/09/2010 13:23 »
Betul mas mpcrb.
"SESUAI JAMAN" bisa diimplementasikan pada berbagai aspek.

1. Penyesuaian/pengembangan keilmuan kearah manfaat yg lebih luas. Dari pemberatan hanya pada kanuragan, ada yg dikonversikan kepada manfaat lain. Tanpa memperhatikan manfaat lain yg sepatutnya bisa dilakukan, pelan2 pencaksilat bisa  ditinggalkan masyarakat.

2. Peningkatan/penyesuaian metoda latihan termasuk "laku" tertentu, dengan kondisi dan pemahaman masyarakat jaman sekarang (dalam aspek aqidah/aspek spiritual, aspek medis, aspek science, aspek resiko/keselamatan dsb), tanpa kehilangan makna pakem hakekat keilmuannya.

3. Scientific examination terhadap metoda latihan MP.

Penelitian pada Operasi Seta I (1973) membuka jalan untuk melatih militer, sekaligus dimanfaatkan untuk menepis vonis "klenik" guna pengembangan ke masyarakat luas.

Sukses yg memakan biaya besar dalam ujicoba pelatihan massal di beberapa daerah secara simultan tentang pelatihan peningkatan  OM (orientasi dan mobilitas) penyandang tunanetra dengan teknik getaran/"vibravision",  LUPA mem "build in" para penelti dalam program kerjanya.
Sehingga sekarang, lembaga donor u kegiatan kemanusiaan, kesulitan memberi partisipasi dana, karena tiada/kurangnya scientific examination.

BTW, belum lama, salah seorang "ajudan" mas Pung, yaitu mas Teuku Amir Hamzah, khusus II, menemukan metoda latihan untuk tunanetra buta total. Dalam data awal menunjukkan hasil luar biasa. Sy ingatkan u merancang, agar dari awal melibatkan peneliti ilmiah. Sehingga efisien dan tidak sia sia. Mas Pung menyatakan, metoda tsb murni temuan pribadi mas Amir. Saat ini mas Amir sibuk menyusun rancangan2 pengelolaannya.

4. Dalam melakukan bantuan penyembuhan pasien , akan lebih efisien apabila memungkinkan, praktisi MP terlebih dulu konsultasi dgn dokter yg merawat, mendengarkan diagnosanya dan apa yg diharapkannya.
Apakah hanya perlu penguatan umum, perlu menenangkan organ yg hiperaktip, perlu memperkuat/membantu vitalitas organ yg lemah, melokalisir penyebaran anasir tertentu dsb....
Dilain pihak bisa saja praktisi  menyampaikan hasil deteksi, dengan cara dan sikap yang tetap menghormati dokter yg merawat sebagai penanggung jawab terhadap kesembuhan pasien.

  Kesimpulannya, kerja sama memanfaatkan science adalah keniscayaan, musti terjadi. Terus menerus dilakukan.
Sejauh belum ada titik temu, ya dijalankan paralel. Setidaknya mendapat analogi dgn  teori yg sudah terbukti.
Begitu ada titik temu, langsung bisa saling isi, asah dan asuh. Hehehe.....

Salam.

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #63 on: 30/09/2010 15:26 »
Zaman yang membentuk perbedaan pemikiran inilah yang pada akhirnya menghasilkan sudut pandang 'dunia persilatan' yang berbeda. Di zaman sekarang, urusan 'kesaktian' sudah mulai beralih pada teknologi, sudah mulai dipercayakan pada teknologi. Semakin mutakhir teknologi, maka semakin dianggap 'sakti' penggunanya.

Sebagai contoh, tanpa belajar getaran, cukup dengan menggunakan alat ini:



maka seseorang sudah dapat 'melihat' tembus pandang melewati benda. Artinya, kalau ia menggunakan alat ini, maka ia akan menjadi lebih 'sakti'.

Lucunya, terkadang apabila ada individu yang mampu melakukan itu, seringkali dianggap hoax dan tipu-tipu. :)

Jika ada orang yang menggunakan alat itu dan mengatakan bahwa ia bisa melihat obyek di belakang benda, maka orang percaya dan tidak mempermasalahkan. Tetapi kalau pesilat MP dengan getaran tutup mata bisa melakukan hal yang sama, maka akan dianggap hoax. Ini paradox pemikiran. Masyarakat (dengan kecanggihan teknologi) mulai menganggap sepele hal-hal seperti itu, dianggap sebagai aksi tipu-tipu dan kemustahilan. Padahal dalam MP, hal itu sangat mungkin.

Ketika seseorang menggunakan meriam untuk menghancurkan dinding suatu rumah, yang melihat percaya dan tidak mempermasalahkan. Akan tetapi ketika MP menggunakan bayu seto untuk menghancurkan dinding yang sama, pasti langsung dicemooh dan dianggap tipu-tipu. :) Begitulah kondisi real di lapangan. Ketergantungan terhadap teknologi mulai menggeser arti dari 'kesaktian'. 'Kesaktian' itu sudah lewat masanya, sekarang saatnya 'kesaktian' diberikan pada teknologi-teknologi.

Ketika RADAR digunakan untuk mendeteksi benda dalam radius tertentu, orang tidak permasalahkan. Tetapi ketika MP mampu mendeteksi benda, narkoba, dan sebagainya, dianggap hal yang tidak lazim. :) Begitulah pergeseran sudah mulai dirasakan.

Ketika orang menggunakan mesin untuk membuat sepatu yang dapat melambungkan pemakainya hingga beberapa meter, orang tidak mempermasalahkan. Tetapi ketika seorang MP mampu melakukan hal yang sama pasti akan dianggap hoax. :) hehehe

Jadi, memang benar, apabila keilmuan tradisional yang berdasar pada 'teknologi' olahrasa masa lampau apabila ingin diterima di zaman sekarang maka harus diparalelkan dengan science. Jika tidak bisa diambil sebab musababnya, maka dievaluasi dari prosesnya. Jika masih sulit juga, maka dievaluasi efek dari hasil akhirnya. Hal ini seperti pada Discovery Channel yang membahas gerakan pamungkas dari beberapa beladiri terkenal. Yang dibahas oleh para scientist adalah efek dari hasil akhirnya. Setidaknya, masyarakat bisa menerima karena 'orang sakti'-nya sudah bicara. Siapa orang sakti zaman sekarang? Yakni para scientist. Selama belum ada bukti dari para scientist, maka masih dianggap klenik.

salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #64 on: 30/09/2010 15:51 »
Hal ini tidak lantas menjadikan MP harus mengilmiahkan segala hal mengenai keilmuannya, atau memaksakan mengilmiahkan segalanya. Ada area-area yang mungkin memang cukup sulit untuk dibabar, tetapi jalan keluar tetap saja pasti ada. Tetapi karena MP masih eksis di zaman teknologi modern ini, maka sedikit banyak mulai dimunculkan benang merah antara keilmuan MP dengan science. Suka atau tidak suka hal ini harus mulai dilakukan dan disosialisasikan pada setiap penataran pelatih nasional dan cabang sebagai tambahan dari sisi aspek pengetahuan modern. Hal ini akan membuat kesan klenik menjadi hilang dengan sendirinya (wong memang ngga ada klenik kok, hanya butuh cara dan penjelasan dari orang 'sakti' yakni scientist saja sebenernya).

Kreativitas-kreativitas cabang digali, dirumuskan teori dan bukti-bukti keberhasilannya, lalu secara paralel dianalisa oleh ilmuwan. Memang cukup rumit pada tahapan awal (karena belum terbiasa), apalagi biasanya kaidah-kaidah empiris menuntut penjelasan gamblang dari topik yang ingin dibahas yang seringnya penjelasan gamblang ini sangat sensitif (karena pelit pada keilmuan).

Sebagai contoh, banyak orang yang memiliki hipotesis masing-masing mengenai teori pematahan benda keras, tetapi apabila sudah melewati alat ukur, alat uji, berdasarkan kaidah-kaidah empiris, tentunya teori yang dimunculkan kemudian akan sangat menolong untuk membuka wawasan di dalam aspek pematahan benda keras untuk siapapun. Bagaimana dari mulai tubuh mulai menghimpun getaran, bagaimana kinerja otak, kinerja otot, syaraf, wujud aura,dsb, sebenernya sudah bisa diukur dengan alat-alat modern hingga pada tahap akhir pematahan itu sendiri. Berapa KG tekanannya, berapa gaya yang harus dibutuhkan, dan sebagainya.

Jika selama ini MP selalu mengatakan tidak adanya unsur klenik di dalam latihannya, maka sudah saatnya kita tunjukkan pada dunia bahwa selain tidak adanya unsur klenik, keilmuan MP juga dianalisis secara modern oleh scientist.

salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

Suprapto

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 26
  • -Receive: 86
  • Posts: 418
  • Reputation: 137
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #65 on: 30/09/2010 17:47 »
Ada masalah juga.

1. Pendekatan teori science masih terus berkembang. Yang ada, masih belum sepenuhnya menjelaskan. Jadi sebaiknya berdampingan, paralel.
2. Menjelaskan dgn teori science pada saat untuk dan akan melakukan latihan, bisa membuat penghayatan makin baik, tapi bisa juga membuat melenceng dari tujuan. Konsentrasinya bisa berbeda. Bisa berakhir dengan hasil yg kurang memuaskan.
Apalagi kalau yg dilatih memang bukan logika, tetapi rasa dan seluruh tubuh.
Jangankan membayangkan dgn teori science, terlalu berpikir tentang tahap2 yang akan dicapai saja, bisa menimbulkan hambatan.
Makanya ada metoda latihan, lakukan dulu suatu bentuk latihan dengan benar dan sungguh2. Kalau ada kemajuan (timbul efek tertentu), baru diberi petunjuk lebih lanjut....

Salam.

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #66 on: 30/09/2010 22:34 »
maksud pemikiran saya memang bukan meng-science-kan segalanya mas. Tetapi memang dibuat berdampingan, paralel sebagaimana point pertama yang mas tekankan.

Keilmuan ya tetap jalan sebagaimana mestinya, tetapi secara paralel diluangkan waktu untuk dianalisa, agar bisa masuk pada zaman sekarang. Hasilnya, bukan lantas menggantikan teori sebelumnya (saya sebut saja tradisional) tetapi sebagai pelengkap, penunjang informasi saja, lebih seperti tambahan pengetahuan.

Jadi di dalam pengajarannya tetaplah menggunakan teknik yang sudah baku dan sudah banyak menghasilkan keberhasilan nyata.

Kenyataannya, demo-demo MP (dan juga perguruan lain) yang menunjukkan 'kesaktian' lebih banyak dipermasalahkan oleh masyarakat (meski tidak semua). Mungkin dalam hal ini, apabila bisa disandingkan dengan pengetahuan tambahan maka sedikit banyak akan lebih membantu kenapa hal itu bisa terjadi dan bahwa peragaan seperti itu sangat mungkin dilakukan oleh manusia.

maaf kalau pendapat saya agak keluar dari pakem mas ;) maklum, tipikal anak muda yang sedang punya gairah tinggi untuk menimba ilmu. Terkadang, dengan keluar dari kotak, kita bisa lebih lepas dan obyektif melihat keadaan. Tanpa sedikitpun bermaksud menggurui ataupun menganggap diri sendiri paling hebat.

saya masih menunggu petuah-petuah dari para senior dan sesepuh...

salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

Suprapto

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 26
  • -Receive: 86
  • Posts: 418
  • Reputation: 137
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #67 on: 30/09/2010 23:26 »
Setuju, memang tidak keluar dari pakem.
Penjelasan ilmiah terutama untuk menambah "bahasa" komunikasi dengan pihak luar, serta untuk referensi litbang/dewan guru.
Untuk anggota ditempat latihan, tetap memakai terminologi standar perguruan.
Temuan keilmuan/pengalaman yg spesifik dari anggota dicabang cabang, termasuk menemukan artikel/jurnal ilmiah yg terkait, dikirim ke dewan guru untuk ditindak lanjuti. Minimal kan bisa temu konsultasi pas acara tahunan tradisi MP.

Salam.

Mantrijeron14

  • Moderator
  • Anggota Senior
  • **
  • Thank You
  • -Given: 25
  • -Receive: 19
  • Posts: 390
  • Reputation: 50
  • terrorizing people wherever I go
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #68 on: 01/10/2010 08:09 »
Mangstabh...  [top]

Kehadiran mas Suprapto dan mpcrb menambah warna forum SS yang sejenak sempet hybernate :). Dari ulasan dan bahasa tutur yang dewasa, dalam, runtut namun tegas dalam isi jelas mencerminkan kedalaman pribadi. Ane cuman bisa kirim GRP buat mas berdua.... ^:)^ KOP _ keep on posting!!

Back to the screen... hehehe.. menurut ane penilaian awam / publik bahwa pencaksilat bergerak di tubir klenik dan sekitarnya adalah karena penggunaan metoda immateri. Kalopun jagat non material meniko bisa di jangkau dengan monitor atau segala peralatan display nyang mutakhir.. kecurigaan berikutnya masih akan berlanjut... bagaimana pengolahannya??? Pengolahan tenaga/ daya linuwih yang tidak/ belum bisa dijelaskan/ dimonitor secara elmiyah tentu berdampak menambah akutnya skeptis awam dalam masyarakat yang sudah kadung mengedepankan logika. Dus usaha pencarian logika ilmiah ilmu pengetahuan untuk menjelaskan fenomena beladiri adalah hal yang sangat mendukung penghapusan pencitraan negatif klenik tsb.

 Masalahnye adalah jikalao tak satupun metoda elmiyah saat ini yg bisa menjelasken semua fenomena non materi dari pencaksilat: tenaga dalem misalnye (selama ini bekutat bahwa tenaga dalam ada tapi gak selalu berhasil dalam segala situasi, kalo ilmu eksakta ndak bisa begini, kalo saya sudah memenuhi parameter A dan mencapai sekian jam waktu latihan dan parameter laen ceteris paribus ya harus dapet!!).... apakah kalangan pengamalnya mau berkontemplasi untuk melihat kembali ke dalam dirinya masing-masing.... darimana sebenarnya "the force" itu berasal?? Perlu kebesaran jiwa, pembebasan dari kefanatikan beladiri bahkan perguruan dan melepaskan kelebihan yang sudah dipunya untuk sekedar menjadi ordinary lagi....  (note: TD hanya ilustrasi, mohon trit tdk dibawa membahas TD)

Lanjut mas...

wassalam,
"Gerak tak lebih cepat dari pikiran, hati tahu lebih dulu."

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #69 on: 01/10/2010 09:14 »
maturnuwun kang mantri atas GRP-nya.  [top]

Seperti yang pernah saya katakan sebelumnya bahwa science bisa jadi belum bisa seutuhnya menterjemahkan 'kesaktian' Pencak Silat. Akan tetapi pasti ada area yang bisa dievaluasi. Jika tidak bisa dievaluasi dari sebab musababnya, maka dievaluasi dari prosesnya. Jika masih sulit juga, maka dievaluasi efek dari hasil akhirnya. Saya rasa dari ketiga bagian ini salah satunya (atau bisa jadi malah semuanya) dapat menjelaskan fenomena 'kesaktian' pada beladiri.

Contoh, ketika seseorang sedang menghimpun energi, saya yakin pasti terjadi perubahan proses dalam tubuhnya seperti proses kimiawi, metabolisme, aura, dsb. Terjadi hal-hal diluar kondisi normal. Dan tentunya hal ini sudah pasti bisa di deteksi oleh ilmu pengetahuan. Science tidak musti harus bisa menjelaskan bagaimana tenaga itu mengalir, darimana tenaga itu berasal, bagaimana tenaga itu diolah atau mengolah. Bisa jadi karena teknologinya belum nyampe, tetapi science saya yakin bisa menjelaskan perubahan pada tubuh akibat terhimpunnya energi oleh praktisi beladiri. Setiap pengerahan energi pasti ada efek samping pada tubuh pelakunya (kecuali metafisika). Jadi, dalam konteks ini kita bisa melihat efek yang ditimbulkan, bukan dari proses.

Kenapa ketika getaran dialirkan pada telapak tangan untuk melakukan pemukulan terjadi rasa kebas, seolah menebal, hangat, dan bahkan bisa diubah menjadi panas, keras tapi ringan. Apakah ini hanya 'rasa' pada otak kita saja (secara immateri), atau memang tangan kita benar-benar panas dan kebas (secara materi)? Tanpa alat ukur dan alat uji, kita masih masuk pada kondisi immateri. Jika getaran (atau TD, atau prana, chi, ki, dan sejenisnya) adalah immateri, lalu kenapa ia bisa berefek pada materi? Jadi pasti terjadi 'sesuatu' pada materi yang dialiri oleh tenaga ini.

Kenapa hampir semua sepakat bahwa dewi ular, solar plexus, dan tien, titik pusat (atau istilah sejenisnya), sering digunakan sebagai pusat tenaga. Apa yang terjadia disana ketika energi dimunculkan dari situ? Sensasinya umumnya adalah munculnya rasa hangat, panas membara. Dengan science tentunya bisa dideteksi dengan alat uji panas atau alat uji gelombang pada titik tersebut dengan menempelkan alat pada titik tersebut. Memang tidak bisa mengungkap darimana tenaga itu muncul, tetapi bisa mengungkap efek dari akibat munculnya tenaga.

Seorang praktisi getaran MP, ketika mendemonstrasikan getaran tutup mata tentunya akan mengalami proses metabolisme dan kimiawi yang berbeda dibanding orang normal. Ada alat-alat yang memungkinkan ditempel pada tubuh manusia untuk mendeteksi gelombang (seperti pada scanning otak). Nah, hal itu tentu bisa dilakukan dan dicatat perubahannya. Organ apa yang mengalami perubahan, apakah kelenjar pituari, amygdala, otak belakang, dan sebagainya. Dengan teknik PET scan atau MRI scan secara kedokteran modern, tentu efeknya akan sangat bisa dilihat dan divisualisasikan.

Problemnya adalah teknik PET scan atau MRI scan ini cukup mahal (terakhir berkisar antara 15-30 jt sekali melakukan).

Hasil akhirnya dapat menjadi penunjang tambahan informasi yang saya yakin sangat berguna sebagai 'bahasa' untuk berkomunikasi dengan mereka yang realistis.


salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #70 on: 01/10/2010 09:53 »
Kenapa saya sering katakan bahwa science suatu hari nanti akan bisa menjelaskan fenomena ini karena pada dasarnya immateri tidak akan bisa menyentuh materi kecuali salah satunya bertransformasi.

Getaran (atau TD, prana, chi, ki, atau sejenisnya) merupakan sesuatu yang immateri. Selama dalam bentuknya yang immateri, ia tidak akan bisa dijelaskan secara ilmiah. Tetapi kalau ia sudah bertransformasi pada materi, maka science sudah pasti (relatif) bisa menjelaskan fenomena ini. Karena energi harus tunduk pada hukum kekekalan energi dan hukum kesetaraan energi.

Dalam bentuk yang immateri (tenaga fisika) tidak akan dapat menyentuh tubuh wadag manusia atau benda-benda keras. Ia harus bertransformasi menjadi energi materi untuk bisa 'bertemu'. Dan ini sudah masuk pada ranah ilmu pengetahuan. Jadi, start dari pemahaman inilah sebenarnya (menurut saya) keilmuan itu bisa dievaluasi.

Sama halnya ketika dulu orang masih rancu mengartikan 'kecerdasan'. Mereka yang jago seni, mereka yang jago science, memiliki pengaruh yang berbeda pada organ-organ di dalam otaknya. Sehingga kemudian muncul kecerdasan emosi, kecerdasan logika, kecerdasan spiritual, kecerdasan kognitif, dan banyak lagi.

Ketika dideteksi oleh MRI scan, maka kita bisa melihat aspek visual dari 'pekerjaan' otak dan dimana bagian yang berperan.


(credit to: www.biologyreference.com)

Misal, untuk menganalisa getaran tutup mata pada MP. Secara intesif dapat dibandingkan tentunya kondisi ketika belum melakukan getaran dan setelah melakukan getaran. Pasti terjadi perbedaan mencolok area-area mana yang bereaksi.


(credit to: www.colin-studholme.net), gambar bukan menunjukkan hasil pengujian getaran, tetapi hanya sebagai informasi saja.

Bahkan lebih lanjut, MRI scan dapat dilakukan untuk seluruh tubuh:


(credit to: http://www.msnbc.msn.com/id/18594089)

Pada gambar terakhir, akan sangat menarik secara visual bagaimana seandainya seorang praktisi getaran (atau bisa jadi praktisi prana, TD, chi, ki, dan sejenisnya) 'diterawang' oleh science.

salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

Taufan

  • Moderator
  • Calon Pendekar
  • **
  • Thank You
  • -Given: 6
  • -Receive: 27
  • Posts: 506
  • Reputation: 76
    • Email
  • Perguruan: Bandarkarima
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #71 on: 01/10/2010 14:19 »
Kalau para pendekar MP sudah membabar ilmu, saya jadi speechless dan hanya bisa berdecak kagum  [top]
Dengan hadirnya pendekar PH, mas MJ14 ... tinggal nunggu pendekar THS dan KYS ikut mampir ngopi bareng di sini biar tambah mantab [top]

Ehmmm... kalo bayu seto, kidang telangkat, kere wojo dll itu seperti apa ya mas Suprapto?  x-))

Wassalam,
TP

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #72 on: 01/10/2010 15:52 »
sebenarnya diluar sana, beladiri itu memiliki science tersendiri yang tidak kalah menarik dibanding dengan science itu sendiri dan menjadi pembahasan yang cukup spektakuler.

Pada kolom LiveScience sampai masuk pada topik tersendiri: http://www.livescience.com/topic/fight-science

Dimulai dari penelitian terhadap individu beladiri, kemudian merambat pada teknik, pada bentuk, lalu pada tenaga, pada daya ledak, dan banyak lagi. Aspek-aspek dilihat secara cermat oleh para ilmuwan untuk didapatkan data-data pendukung menuju suatu pengetahuan baru.

Setelah di dapat hasil, maka selanjutnya (oleh mereka) akan dimasukkan kemana bergantung pada kebijaksanaan mereka. Ada yang memasukkan pada aspek kemanusiaan, ada juga yang memasukkan pada aspek militer.

Ini menunjukkan bahwa beladiri sangat menarik untuk diuji dan dievaluasi oleh para ilmuwan. Beladiri sangat lengkap dari aspek jiwa dan raga, materi dan immateri, kosong dan isi, hidup dan mati, inner power outer power, dan banyak lagi. Lengkap sekali. Penetrasinya yang luas memungkinkan aspek-aspek beladiri diterima pada bidang lainnya.

Pada artikel ini contohnya: http://www.livescience.com/technology/top10-bionic-tech-1.html

Urutan pertama adalah ... BIONIC EYES!!

Saya kutip dari link tersebut sebagai berikut:

"When you're blind, being able to see even the basics of light, movement and shape can make a big difference. Both the Argus II Retinal Prosthesis, currently in FDA trials, and a system being developed by Harvard Research Fellow Dr. John Pezaris record basic visual information via camera, process it into electronic signals and send it wirelessly to implanted electrodes. The Argus II uses electrodes implanted in the eye, which could help people who've lost some of their retinal function. Dr. Pezaris' system, still in the early stages of research, would bypass the eyes entirely, sending visual data straight to the brain. Both systems will work best with people who could once see because their brains will already know how to process the information. "The visual brain depends on visual experience to develop normally," Pezaris explained."


(Credit: D.H. Hubel)

Bionic eyes, menjadi pembahasan sendiri sebagai salah satu dari top 10 teknologi bionik yang paling diteliti dan diminati. Kita di MP sudah terbiasa dengan teknologi 'bionic eye' ini melalui .... GETARAN.

Pada militer contohnya, http://www.livescience.com/history/090429-military-experiment-1.html.

Disana dikatakan:
"The U.S. Navy wanted to boost sailors' night vision so they could spot infrared signal lights during World War II. However, infrared wavelengths are normally beyond the sensitivity of human eyes. Scientists knew vitamin A contained part of a specialized light-sensitive molecule in the eye's receptors, and wondered if an alternate form of vitamin A could promote different light sensitivity in the eye. They fed volunteers supplements made from the livers of walleyed pikes, and the volunteers' vision began changing over several months to extend into the infrared region. Such early success went down the drain after other researchers developed an electronic snooperscope to see infrared, and the human study was abandoned. Other nations also played with vitamin A during World War II - Japan fed its pilots a preparation that boosted vitamin A absorption, and saw their  night vision improve by 100 percent in some cases."


(Credit: U.S. Army/Sgt. Mike Alberts)

Di luar sana diteliti habis, dicari teknik-tekniknya seabrek-abrek, dianggap sebagai top 10 teknologi paling diteliti dan diminati, dilakukan eksperimen jutaan dolar. Lha kita di MP sendiri sudah tidak aneh dengan kondisi infrared melalui ... getaran.

So, kenapa saya katakan sebelumnya kalau seandainya getaran MP bisa ditelisik secara ilmiah, melibatkan ilmuwan, tentunya aspek-aspek lebih besar akan terkuak dan ini akan ... mengguncang dunia..

10 ten bionic technology, salah satunya adalah bionic eyes. Dan MP sudah punya itu melalui getaran.
The 10 Most Outrageous Military Experiments, salah satunya adalah infrared seeing. Lha MP sudah punya itu juga dan sudah teruji nyata keberhasilannya melalui getaran.

MP punya ilmu getaran yang memiliki bargaining positiong di dunia internasional sangat besar yang apabila dapat digali, dijelaskan secara ilmiah, maka akan mengguncangkan dunia. I believe...

salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

Suprapto

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 26
  • -Receive: 86
  • Posts: 418
  • Reputation: 137
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #73 on: 01/10/2010 16:19 »
@ mas mpcrb.
Saya dukung/setuju.
 Science bisa berperan memberi bukti ilmiah secara bertahap.
Misal pada tahap paling awal memberi pernyataan akademik, bahwa secara umum, metoda latihan tidak membahayakan kesehatan, bahkan patut diduga dapat meningkatkan performa fisik.(penelitian Operasi Seta I 1973).
Selanjutnya secara lebih detil, statemen bahwa paket latihan dari penguluran-pemanasan-latihan pokok-pendinginan,  secara medis telah dinyatakan aman, merujuk kurva bpm (detak jantung, beep per minute) yang didapat. Tidak menyebabkan cedera pelan2 terhadap jantung, apalagi akut.(penelitian/pengukuran prof. Dr.dr.Dede Koswara di rs Jantung Harapan Kita(1986).
Kedua statement tadi lumayan u melindungi kalau ada klaim cedera karena latihan.
Peluang penelitian yg diharapkan lebih lanjut, adalah pengukuran  efek lain dari hasil latihan. Bisa dengan basis efek penyebaran thermal, konsentrasi/aliran muatan listrik, body glow, biokimia dan seterusnya. Akan bisa memetakan hasil latihan secara lebih lengkap.
Kalau nanti sdh meneliti metoda pembangkitannya, jangan kaget kalau dunia science bisa membuat robot super/manusia super, berdasar informasi data penelitian tersebut.
Btw, yg diperlukan lembaga donor untuk pelatihan tunanetra, sebenarnya bukan teori lengkap, cukup bahwa sebelum latihan, peserta diteliti, kemudian mengikuti dan mencatat proses latihan, kemudian mengukur tingkat keberhasilan serta memberi statemen ilmiah (harus dipimpin salah satu gurubesar dari universitas yg termasuk centre of excelent). Kabarnya Ketum sdg mempersiapkan kerjasama antara pemda DKI dengan FKUI untuk penelitian tsb.

@ mas Taufan.
Nama keilmuan kanuragan tsb juga dipakai perguruan lain.
Kalau di MP, bayu seto adalah salahsatu pukulan jarak jauh, yg harus dibuktikan dengan sasaran benda mati lebih dulu.
Kere wojo/tirai baja, adalah semacam ilmu tahan pukulan, semacam ilmu baju besi di perguruan lain. Salah satu peningkatan aplikasi dari olah nafas tingkat khusus badan.
Kidang telangkat adalah untuk memudahkan pola langkah, memperingan loncatan , dilain pihak memperkuat serangan kaki. Merupakan peningkatan aplikasi olah nafas tingkat khusus kaki.
Semua berbasis olah nafas.

Salam.

Antara

  • Moderator
  • Pendekar Madya
  • **
  • Thank You
  • -Given: 28
  • -Receive: 29
  • Posts: 1.168
  • Reputation: 110
  • Malu bertanya tinggal pake GPS...
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #74 on: 01/10/2010 16:34 »
Muhun maaf, permisi numpang tanya ya? ... muhun jangan ditembak dari jauh... :-\

Saya cuma dengar samar-samar tentang MP, jadi tidak begitu paham. Dari sedikit yang saya dengar, MP sebelumnya tidak mengajarkan tata gerak tarung dan baru belakangan ini mengadopsi ilmu pertarungan sebagai bagian dari kurikulumnya (kalau tidak salah lagi, untuk menggenapi diri sebagai silat).

Apakah dari dulunya MP memang suatu ilmu olah TD saja? Sebagaimana Yoga atau sejenisnya, yang cenderung spiritual tanpa faktor kekerasan. Kalau memang benar begitu, saya agak bingung mengapa TD-nya punya kedekatan dengan ilmu perkelahian, seperti nama-nama yang disebut Pak Suprapto di atas... ilmu-ilmu tersebut mengindikasikan bahwa MP dari sananya adalah ilmu 'bertarung'?

Muhun komentarnya para penekun sekalian ya? Muhun maap saya tukang nyasar seringkali lebih banyak nanya-nya... :-P
Fairy tales don't tell children that dragons are real...
Children always know that dragons are real...
Fairy tales only tell that dragons can be slain...

 

Powered by EzPortal