+-

Video Silat


Final Pencak Silat Sea Games XXVI Kategori ganda P
Tiga Berantai Putra Betawi
Cingkrik, sebagian teknik jatuhan
Pamacanan - Performance Silat di acara ultah forum
Silat Golok Seliwa2
Krida Yudha Sinalika - Pendekar Cikrak Bawono
Pencak Malioboro Festival - ujungan macan ngawahan
Tarung Bebas Genggong
Ngudi Waluyo Cup Maret 2010

Shoutbox

13/12/2016 10:49 Taufan: Yuk ke Festival Kampung Silat Jampang 17-18 Desember 2016!!!
20/09/2016 16:45 Dolly Maylissa: kangen diskusi disini
11/02/2016 15:58 Taufan: Alhamdulillah SS sudah ON lagi ;-)
07/01/2016 10:00 luri: wa 'alaikumussalam
04/01/2016 20:21 May Lee: Assalamu 'alaikum
30/03/2015 14:06 initial_d: Sepi amat ya bang, pada kemane nih penghuninya....
20/10/2014 15:28 kunderemp: Ya.. om Taufan.. Tanggal 11 lalu saya masih di tengah hutan di Bakan.
View Shout History

Recent Topics

Minta Do`a dan bimbingan para suhu dan sesepuh silat :D. SANDEKALA by zvprakozo
10/04/2019 18:34

PPS Betako Merpati Putih by acepilot
18/10/2018 17:03

On our book: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
13/03/2017 14:37

Siaran Radio ttg. Musik Pencak Silat di Stasiun "BR-Klassik / Musik der Welt" by Ilmu Padi
12/01/2017 16:19

Tentang buku kami: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
17/10/2016 20:27

Hoby Miara Jin by anaknaga
19/09/2016 04:50

TALKSHOW SILAT - Silat Untuk Kehidupan by luri
22/06/2016 08:11

Thi Khi I Beng by aki sija
17/08/2015 06:19

[BUKUTAMU] by devil
09/06/2015 21:51

Daftar Aliran dan Perguruan di Indonesia by devil
01/06/2015 14:01

SILAT BERDO'A SELAMAT by devil
01/06/2015 13:59

Persilatan Jurus Lima (Sabandar) by Marsudi Eko
14/05/2015 19:36

Kebugaran Merpati Putih by mpcrb
22/04/2015 16:16

PAWAI JAMBORE PENCAK 2015 by luri
20/04/2015 16:20

ALM. Kong Nur ( BEKSI Kampung Sawah) by initial_d
30/03/2015 14:02

SilatIndonesia.Com

Author Topic: PPS Betako Merpati Putih  (Read 580562 times)

raditya

  • Anggota
  • **
  • Thank You
  • -Given: 18
  • -Receive: 1
  • Posts: 15
  • Reputation: 1
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #240 on: 21/12/2010 11:37 »
mas-mas senior, radit mo nanya nie...

kalo leyek tuw gunanya buad apa sie? kata pelatih radit cuman buad hindaran ajah. bner gag?

trimz!

 [[peace2]]

one

  • Moderator
  • Pendekar Muda
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 3
  • -Receive: 24
  • Posts: 845
  • Reputation: 66
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #241 on: 21/12/2010 17:54 »
memperkuat kaki atau kuda-kuda yang bertumpu pada sebagian besar satu kaki, membiasakan pola perpindahan beban tubuh dan tenaga (jika untuk pemukulan)....silahkan dilanjut

acepilot

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 4
  • -Receive: 5
  • Posts: 67
  • Reputation: 20
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #242 on: 21/12/2010 23:47 »
wah senang sekali rasanya ikut tradisi kemaren, sayang saya nggak ketemu mas agung..
secara keseluruhan tradisinya  [top]
tapi sayang beberapa acara gagal karena diguyur hujan lebat..
"SOPO SING ISO NUTUP HOWO SONGO, YO IKU WONG SING ISO NAPAK TAPAKE KUNTUL MELAYANG" ....
-Almarhum Budi Santoso Hadi Purnomo (Mas Budi)-

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #243 on: 22/12/2010 10:05 »
Bentuk "tradisional" pemahaman leyek memang demikian adanya seperti yang sudah disebutkan kang one. Akan tetapi ada sesuatu yang "tersembunyi" pada sikap leyek.

Bahwa leyek bertujuan untuk memperkuat kuda-kuda yang bertumpu pada sebagian besar satu kaki, itu benar. Bahwa leyek juga bertujuan untuk membiasakan pola perpindahan beban tubuh dan tenaga (jika untuk pemukulan), itu memang benar.

Sebelum saya masuk pada hal "tersembunyi" pada leyek, saya ingin menjelaskan dulu bahwa ketika kita mengamati secara detail dan teliti gerakan-gerakan MP maka kita tidak akan menemukan pola-pola serangan dengan alat penyasar bahu, punggung, lutut, pinggul.

Apakah memang demikian adanya? Ternyata tidak.

Bahwa pada leyek terkandung aspek serangan dengan alat penyasar bahu, kepala, punggung, dan lutut. Ini yang tidak pernah disadari oleh anggota. Kebanyakan anggota hanya melihat gerakan dan menirukan gerakan, tetapi bagaimana pemanfaatan gerakan secara maksimal jarang sekali di-mersudi atau dicari. Kebanyakan ketika sudah bisa melakukan gerakan, sudah hafal gerakan, dan sudah cukup sampai disitu.

Dari model pertahanan, leyek juga sekaligus berisi 4 serangan tersembunyi yakni serangan berbasis bahu,  serangan berbasis punggung, serangan berbasis kepala, dan serangan berbasis lutut.

Aspek pertahanan terdapat pada kondisi antara AWAL SIKAP dan AKHIR GERAKAN. Ini adalah makna tradisional yang umum diketahui oleh anggota.

Sedangkan aspek serangan berbasis bahu terdapat pada kondisi antara AKHIR GERAKAN dan AWAL SIKAP (untuk leyek depan dan belakang). Bahu yang digunakan adalah bahu pada posisi depan yang mengarah pada sisi lawan. Jadi kalau posisi leyek berada pada tumpuan berat badan kaki kanan maka serangan bahu akan menggunakan bahu kanan KETIKA akhir gerakan menuju awal sikap.

Demikian juga untuk aspek serangan berbasis sundulan kepala (ini seperti XinYiBa pada kungfu China yakni gerakan dengan hantaman kepala).

Aspek serangan berbasis punggung terdapat pada kondisi ketika AWAL SIKAP dan AKHIR GERAKAN (pada leyek belakang).

Aspek serangan berbasis lutut terdapat pada kondisi ketika AKHIR GERAKAN dan AWAL SIKAP (pada leyek depan atau belakang).

Berikut gambar kasarnya:



Inilah sisi tersembunyi aspek serangan dari leyek yang tidak diketahui anggota.

Menarik, bukan? :)

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

Bayu Umbara

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 195
  • -Receive: 121
  • Posts: 1.214
  • Reputation: 197
  • Datuk Bagindo Rajo
    • http://silekminangpandekacupak.blogspot.com/
  • Perguruan: Sasaran Silek Harimau Cupak
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #244 on: 22/12/2010 10:56 »
Mantab sekali ternyata mas manfaat sikat leyek  [top] [top] [top]
cuma saya ga ngerti apa itu artinya atau dari bahasa mana leyek itu mas,mohon penjelasan
terima kasih
salam

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #245 on: 22/12/2010 13:12 »
Hahaha, saya sendiri tidak tahu kata "leyek" ini dari bahasa mana?  [[peace2]]

Tetapi menurut (alm) pelatih saya dulu, bahwa leyek artinya "gerak bahu". Karena memang gerakannya dengan memutar bahu (meskipun pinggang juga ikut berputar). Tetapi menariknya kenapa tidak disebut "gerak pinggang" malah justru "bahu" yang dimunculkan. Dari sinilah kemudian (dulu) "penggalian" dimulai.

Kalau itu ditanyakan oleh mas radit, itu wajar saja karena gerakan inipun sering ditanyakan oleh murid tingkat dasar lainnya. Tetapi yang sering terjadi adalah bahwa penjelasan jawaban dari pelatih wilayahnya sempit. Hanya menjelaskan yang terlihat saja. Istilahnya yang tersurat saja, tidak yang tersirat.

Dahulu almarhum pelatih sekaligus guru saya selalu mengajarkan pentingnya melatih kuda-kuda DAN leyek (depan dan belakang). Itu selalu menjadi "makanan" sehari-hari setiap latihan. Terkadang melatih kuda-kuda dan leyek (juga langkah yanglain) dalam gerakan yang pelaaaan banget. Bahkan pernah hanya DIAM saja mematung seperti pohon. Latihan yang cukup menyebalkan (pada saat itu). Beliau tidak tahu secara ilmiah penjelasannya. Bahwa kemudian setelah saya analisa dengan disiplin ilmu Physiology, diketahui bahwa prinsip dasar kuda-kuda dan pelatihan leyek (depan dan belakang) ini melandasi prinsip dasar pengolahan tenaga, yakni prinsip "whole body movement". Salah satu bentuk Isometric Exercize dimana murid mempertahankan postur tubuh pada posisi tertentu selama beberapa waktu. Almarhum pelatih/guru saya selalu mengatakan bahwa "melatih kuda-kuda dan leyek ini HARUS menggunakan tenaga pikiran". Maksudnya, menggunakan MIND, pikiran. Awalnya memang bingung, sebab ketika melakukan bentuk kuda-kuda dan bentuk leyek bukankah membuat kaki menjadi kokoh, kuat, dan melatih keseimbangan tubuh? Yang tentu saja menggunakan TENAGA dan bukan PIKIRAN. Ternyata tujuan utamanya bukan itu. Seiring waktu saya memahami bahwa yang diajarkan almarhum adalah prinsip dasar "whole body movement" yang baik yang mengajarkan murid untuk memahami cara kerja otot mereka dan melakukan kontrol mekanika otot dengan pikiran.

Bahwa di dalam tubuh manusia, terutama yang berkaitan dengan beladiri yakni dari aspek PENGUNAAN, secara umum terdapat DUA jenis otot yakni yang berfungsi POSTULAR (stabilising atau tonic) dan yang berfungsi sebagai pergerakan (mobilising atau phasic). Seringkali disebut otot postular dan otot phasic atau stabilising dan mobilising.

Apa yang menarik dari otot postular adalah bahwa ia bereaksi/berpengaruh terhadap gaya gravitasi dan ia bertindak diluar dari kehendak kita. Secara normal kita tidak bisa mengontrol otot postular secara langsung. Tidak bisa bukan berarti tidak mampu. Ada cara untuk mengontrol otot postular, yakni melalui KEHENDAK. Sebagai contoh, ketika kita mengendarai sepeda kita menjaga keseimbangan dengan menggunakan otot-otot postural. Kehendak kita adalah bahwa kita tidak ingin jatuh dari sepeda tapi kita tidak mengontrol secara sadar  bagaimana kita akan tidak jatuh. Kalau kontrol menjaga keseimbangan pada sepeda ini secara sadar, maka iaakan lambat - sebelum kita bisa bereaksi, kita akan jatuh. Ini adalah kondisi mengapa ketika kita dulu belajar sepeda, kita mulai dengan otot phasic (mobilising) dan melalui kondisi jatuh-bangun itulah otot postular mengambil alih sehingga kita menemukan "keseimbangan tubuh".

Contoh lain, ketika seseorang mendorong tubuh kita dan kita tidak ingin terjatuh maka secara reflek kita akan bertahan dengan menggunakan tenaga. Jika ini dilakukan, berarti kita menggunakan otot phasic. Tapi hal berbeda apabila ada seseorang yang mendorong kita pada sisi bahu. Pada kondisi ini, kita tidak akan mendorong balik menggunakan tenaga, tetapi secara alamiah  'menyerap' tenaga dorongan itu tanpa upaya berarti melalui otot postural. Jadi jika pada contoh pertama kita sudah menggunakan otot postular, maka tenaga dorongan akan secara mudah 'diserap' melalui daya kerja otot postural untuk kemudian dinetralkan.

Ketika kita bergerak (gerak apa saja), sebelum gerakan dimulai ada waktu sepersekian detik penundaan yang digunakan tubuh untuk mempersiapkan stabilisasi tulang belakang pada pinggang menggunakan otot-otot perut dalam (salah satu otot postural). Secara normal kita tidak akan merasakan "persiapan" ini. Tapi itu terjadi. Seiring dengan kesadaran yang meningkat, maka "persiapan" ini bisa dirasakan oleh kita.

Kondisi pelatihan kuda-kuda dan leyek, sesungguhnya melatih kemampuan ini.

Jadi, pada leyek saja sudah terdapat pelatihan dengan makna yang dalam, berisi pertahanan, hindaran, dan sekaligus serangan mematikan. Itu kalau mau digali. :)

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

Bayu Umbara

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 195
  • -Receive: 121
  • Posts: 1.214
  • Reputation: 197
  • Datuk Bagindo Rajo
    • http://silekminangpandekacupak.blogspot.com/
  • Perguruan: Sasaran Silek Harimau Cupak
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #246 on: 22/12/2010 15:20 »
Sangat lengkap sekali ya, melatih otot postular untuk menjaga keseimbangan tubuh dari serangan lawan, memang hal ini harus praktek langsung ya kalau ga rada bingung ngebayanginnya seperti apa menyerap tenaga dorongan dan menetralkannya.
tapi secara umum prinsip latihan "whole body movement"nya mantap sekali mas [top] [top] [top]
thanks mas
salam

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #247 on: 22/12/2010 16:21 »
Kang bayu, contoh yang saya berikan untuk menunjukkan perbedaan pada cara kerja otot postular dan otot phasic. Intinya bukan bagaimana menyerap tenaga dan menetralkan, tetapi pada pola pelatihan untuk menghasilkan prinsip dasar pengolahan tenaga berdasar "whole body movement" ini.

Pada setiap pergerakan tubuh manusia, tidak akan pernah ada suatu gerakan APABILA "persiapan" di dalam tubuh sendiri belum siap. Dengan kata lain, kita hanya akan bisa bergerak normal apabila "persiapan" dalam tubuh kita sudah dalam fase stabilisasi. Semakin lama penundaan (delay) yang dilakukan oleh tubuh untuk menghasilkan proses stabilisasi ini, maka gerakan akan semakin lamban. Ini tidak masalah kalau memang kita ingin bergerak lamban, tetapi kalau kita ingin bergerak cepat, maka delay ini harus dihilangkan atau paling tidak diminimalisir dengan cara mempertahankan postur tubuh dimana otot postural kita siap untuk diikutsertakan.

Jadi, prinsip dasar pada "whole body movement" adalah ketika kita menggunakan otot-otot postural dibanding otot-otot phasic. Hal ini dikarenakan otot-otot postural berkoordinasi pada keseluruhan tubuh.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

Bayu Umbara

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 195
  • -Receive: 121
  • Posts: 1.214
  • Reputation: 197
  • Datuk Bagindo Rajo
    • http://silekminangpandekacupak.blogspot.com/
  • Perguruan: Sasaran Silek Harimau Cupak
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #248 on: 22/12/2010 16:32 »
mempertahankan postur tubuh untuk mmenghilangkan atau meminimalisir delay dari gerakan tubuh,maksudnya berat badan gitu mas?wah kalau gitu saya harus agak diet dikit nih,
walaupun masih dalam batas2 normal dan perlahan2 tapi perut sama dada udah mulai balapan nih,makasih mas tipsnya
salam

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #249 on: 22/12/2010 16:46 »
Hehehe, prinsip dasar pada whole body movement tidak ada kaitannya dengan berat badan mas. :) Apalagi masalah perut yang maju mundur.  x-))

Kita memang orang-orang yang perutnya maju mundur ngga jelas sepertinya. HUehehhe.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

Bayu Umbara

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 195
  • -Receive: 121
  • Posts: 1.214
  • Reputation: 197
  • Datuk Bagindo Rajo
    • http://silekminangpandekacupak.blogspot.com/
  • Perguruan: Sasaran Silek Harimau Cupak
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #250 on: 22/12/2010 16:59 »
Soalnya selalu tergoda dengan yang enak2 mas, jadinya latihan "whole belly movement" hehe :D :D :D

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #251 on: 22/12/2010 17:31 »
Huehehe, kalau yang seperti itu sih semua juga doyan mas :)

Back to postural muscle and phasic muscle.

Meski demikian, tidak lantas otot phasic menjadi terpinggirkan fungsinya. Masing-masing memiliki tempatnya tersendiri. Akan tetapi, pada prinsip dasar pengolahan tenaga yang dihasilkan dari prinsip "whole body movement" ini otot postural lah yang memegang peranan penting. Jadi, melatih otot postural ini sangat penting. Meski demikian, otot ini juga bisa mengalami disfungsi postural. Kapan? Yakni ketika otot-otot ini TIDAK DILATIH sebagaimana mestinya. Otot juga dapat mengalami syndrome lupa. Sehingga dikenal istilah "memory otot". Semakin sering otot dilatih, maka ia akan menghasilkan "memory otot" yang cukup. Semakin jarang dilatih, maka kinerja memory otot akan semakin lemah.

Misal kita akan melakukan gerakan pukulan. Nah, darimana kekuatan serangan pukulan itu muncul kalau melihat prinsip whole body movement ini? Umumnya pukulan berprinsip pada "melepas tenaga", yaitu yaitu hentakan tenaga yg dikeluarkan dalam suatu saat. Pada konsep ini, pukulan dimulai dari ujung kaki, telapak kaki, betis, lutut, paha, pinggang, punggung, bahu, lengan atas, siku, lengan bawah, pergelangan tangan dan berakhir di telapak tangan. Semua rangkaian otot ini bekerja hanya dalam satu hentakan pukulan saja.

Bayangkan otot-otot yg bekerja ini sebagai suatu rangkaian lokomotif, ketika otot ujung kaki berkerja – bayangkanlah sebuah lokomotif yg mulai bergerak dan ketika mencapai kecepatan maximum maka lokomotif ini menghantam lokomotif kedua (otot telapak kaki) – lokomotif kedua akibat dorongan dari lokomotif pertama mulai bergerak – pada saat yg bersamaan, lokomotif yg kedua mulai menjalankan mesinnya dan ketika mencapai kecepatan maximum lokomotif kedua menghantam lokomotif ketiga (otot betis) begitu seterusnya hingga lokomotif yg terakhir (otot telapak tangan).

Jika masing-masing lokomotif mempunyai kecepatan maximum 100 km/jam maka bisa dibayangkan berapa kecepatan lokomotif yg terakhir. Lokomotif 1 menghantam lokomotif 2 dgn kecepatan 100 km/jam, lokomotif ke 2 akan menghantam lokomotif ke 3 dgn kecepatan 200 km/jam dst. Dan pada saat lokomotif terakhir bekerja mungkin kecepatan sudah mencapai 1000 km/jam.

Teorinya memang sederhana tetapi dalam prakteknya sangat sulit, bisa saja salah satu lokomotif mendadak mogok – ketegangan berlebih bisa menyebabkan otot tidak bekerja sesuai dgn keinginan kita. Atau bisa saja pada saat salah satu lokomotif menghantam lokomotif berikutnya, ternyata lokomotif berikutnya ini terlalu cepat atau terlambat menjalankan mesinnya, tentunya hasil yg didapat tidak optimal.

Jika rangkaian lokomotif ini tidak bisa bekerja sama dgn baik yg terjadi adalah masing-masing lokomotif hanya akan menghilangkan kerja dari lokomotif lainnya. Pada kasus terburuk adalah jika akhirnya kita hanya berhasil menggerakan 2 – 3 lokomotif terakhir saja secara berurutan dgn baik – hasil yg seharusnya bisa mencapai 1000 km/jam mungkin hanya akan menghasilkan kecepatan 200-300 km/jam saja. Pukulan yg seharusnya whole body movement akhirnya menjadi pukulan biasa saja.

Ini menarik, bukan?

Sekarang bagaimana melatih agar bisa mendapatkan "melepas tenaga" pukulan tsb. Kunci agar mendapatkan "melepas tenaga" adalah kemampuan untuk merasakan otot-otot tubuh bekerja sebagai satu rangkaian kesatuan utuh. Kita harus mampu merasakan kapan dan dimana terdapat otot yg mulai bekerja dan otot yg mulai berhenti bekerja. Jika kita mampu merasakannya maka kita akan mampu mengerakkan seluruh otot tubuh kita dalam satu rangkaian kesatuan yg saling bekerja sama seperti rangkaian lokomotif yg saya jelaskan di atas.

Nah, pelatihan kuda-kuda dasar dan leyek ini bertujuan untuk memberikan kemampuan whole body movement berikut memory otot yang cukup yang dikendalikan oleh pikiran. Jadi, tujuan utama pelatihan kuda-kuda dan leyek ini bukan hanya untuk menguatkan otot kaki saja atau sebagai hindaran saja. Tujuan utamanya adalah agar murid mempunyai kepekaan merasakan tubuh sebagai satu rangkaian kesatuan utuh.

Jadi, bentuk dasar kuda-kuda yang dilatih dengan pemodelan jenis ini akan menghasilkan kondisi stabil otot-otot bagi tubuh. Ketika kondisi stabil otot-otot ini sudah dicapai, maka kekuatan akan meningkat. Meskipun tampaknya seorang praktisi hanya berdiri saja, tetapi sesungguhnya di dalam tubuhnya terjadi proses stabilisasi otot yang tinggi sehingga efek tenaga yang dihasilkan menjadi semakin besar. Itulah makna "tersirat" dari proses latihan dasar kuda-kuda dan leyek ini.

Di dalam Merpati Putih sendiri, kebanyakan tidak demikian penjelasannya. :) Saya mungkin keluar dari kotak "pakem" pemahaman kebanyakan pelatih yang ada pada pola pengajaran yang sudah umum.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

Bayu Umbara

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 195
  • -Receive: 121
  • Posts: 1.214
  • Reputation: 197
  • Datuk Bagindo Rajo
    • http://silekminangpandekacupak.blogspot.com/
  • Perguruan: Sasaran Silek Harimau Cupak
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #252 on: 22/12/2010 17:56 »
Salute mas mpcrb [top] [top] [top]
penjabarannya sangat sistematis dan complit sekali sekali,


Sekarang bagaimana melatih agar bisa mendapatkan "melepas tenaga" pukulan tsb. Kunci agar mendapatkan "melepas tenaga" adalah kemampuan untuk merasakan otot-otot tubuh bekerja sebagai satu rangkaian kesatuan utuh. Kita harus mampu merasakan kapan dan dimana terdapat otot yg mulai bekerja dan otot yg mulai berhenti bekerja. Jika kita mampu merasakannya maka kita akan mampu mengerakkan seluruh otot tubuh kita dalam satu rangkaian kesatuan yg saling bekerja sama seperti rangkaian lokomotif yg saya jelaskan di atas.

Nah, pelatihan kuda-kuda dasar dan leyek ini bertujuan untuk memberikan kemampuan whole body movement berikut memory otot yang cukup yang dikendalikan oleh pikiran. Jadi, tujuan utama pelatihan kuda-kuda dan leyek ini bukan hanya untuk menguatkan otot kaki saja atau sebagai hindaran saja. Tujuan utamanya adalah agar murid mempunyai kepekaan merasakan tubuh sebagai satu rangkaian kesatuan utuh.

Jadi, bentuk dasar kuda-kuda yang dilatih dengan pemodelan jenis ini akan menghasilkan kondisi stabil otot-otot bagi tubuh. Ketika kondisi stabil otot-otot ini sudah dicapai, maka kekuatan akan meningkat. Meskipun tampaknya seorang praktisi hanya berdiri saja, tetapi sesungguhnya di dalam tubuhnya terjadi proses stabilisasi otot yang tinggi sehingga efek tenaga yang dihasilkan menjadi semakin besar. Itulah makna "tersirat" dari proses latihan dasar kuda-kuda dan leyek ini.


Salute mas mpcrb [top] [top] [top]
penjabarannya sangat sistematis dan complit sekali sekali,
jadi gatal pengen nyoba nih

raditya

  • Anggota
  • **
  • Thank You
  • -Given: 18
  • -Receive: 1
  • Posts: 15
  • Reputation: 1
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #253 on: 22/12/2010 21:06 »
makasih mas mpcrb mau jelasin sampe kayak gnie.  [top] [top] [top]

radit jadi lebih paham skrg. meski lom smuanya nangkep, tp dikit2 mulai ngena. tulisan mas radit copy ke flesdisk buat dibaca ntar dirumah. soalnya panjang bener sie. tapi asyik bacanya,radit suka.

oh ya mas,mo nanya lagi bole ga?

gini, knp sie kalo latian napas tu sering males? kalo latian gerak sie msh mayanlah. aplagi pengolahan. pegel mas. ada tips gag biar smangad?

trimz...

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #254 on: 23/12/2010 09:10 »
Mas Radit, seseorang akan berlatih dengan rajin kalau ia berada dalam dua kondisi ini:

  • Patuh, tidak mengeluh, tidak menyerah, melakukan apa yang sudah dipersyaratkan dengan sepenuh hati.
  • Memahami nilai guna dari apa yang dia lakukan. Kalaupun belum memahami nilai guna, maka point 1 akan menuju pada point 2.

Kuncinya adalah KESABARAN.

Sanggup atau tidak, bergantung kekuatan hati pelakunya.

Semoga membantu.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

 

Powered by EzPortal