+-

Video Silat


ICE 2009, performance gerak gulung (aplikasi 2)
Silek Minang Pandeka Cupak Hosra Afrizoni 1
Tarung Bebas Genggong
Silat Tungdor Margaluyu Pusat
Festival Silat Kampung Jampang - Beksi Hasbullah #
Margaluyu Pusat - Performance perguruan di acara u
Silek Kumango
vidioku
"THE SILAT FIGHTING" (last scene,part 1)

Shoutbox

13/12/2016 10:49 Taufan: Yuk ke Festival Kampung Silat Jampang 17-18 Desember 2016!!!
20/09/2016 16:45 Dolly Maylissa: kangen diskusi disini
11/02/2016 15:58 Taufan: Alhamdulillah SS sudah ON lagi ;-)
07/01/2016 10:00 luri: wa 'alaikumussalam
04/01/2016 20:21 May Lee: Assalamu 'alaikum
30/03/2015 14:06 initial_d: Sepi amat ya bang, pada kemane nih penghuninya....
20/10/2014 15:28 kunderemp: Ya.. om Taufan.. Tanggal 11 lalu saya masih di tengah hutan di Bakan.
View Shout History

Recent Topics

PPS Betako Merpati Putih by acepilot
18/10/2018 17:03

On our book: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
13/03/2017 14:37

Siaran Radio ttg. Musik Pencak Silat di Stasiun "BR-Klassik / Musik der Welt" by Ilmu Padi
12/01/2017 16:19

Tentang buku kami: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
17/10/2016 20:27

Hoby Miara Jin by anaknaga
19/09/2016 04:50

TALKSHOW SILAT - Silat Untuk Kehidupan by luri
22/06/2016 08:11

Thi Khi I Beng by aki sija
17/08/2015 06:19

[BUKUTAMU] by devil
09/06/2015 21:51

Daftar Aliran dan Perguruan di Indonesia by devil
01/06/2015 14:01

SILAT BERDO'A SELAMAT by devil
01/06/2015 13:59

Persilatan Jurus Lima (Sabandar) by Marsudi Eko
14/05/2015 19:36

Kebugaran Merpati Putih by mpcrb
22/04/2015 16:16

PAWAI JAMBORE PENCAK 2015 by luri
20/04/2015 16:20

ALM. Kong Nur ( BEKSI Kampung Sawah) by initial_d
30/03/2015 14:02

maenpo Cikalong by aki sija
25/02/2015 22:01

SilatIndonesia.Com

Author Topic: PPS Betako Merpati Putih  (Read 528430 times)

Toyosu

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 11
  • -Receive: 0
  • Posts: 35
  • Reputation: 17
  • Sahabat Silat
  • Perguruan: MP
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #345 on: 16/01/2011 00:25 »
Salam kenal ke senior2 MP di sini, saya juga praktisi MP sejak tahun 1990. Tapi ilmu masih cetek.
Mau tanya ke mas Suprapto dan mas mpcrb tentang sejarah & keilmuan MP. Mudah2an berkenan menjawab.

1. Saya lihat foto2 masa lalu MP pakaiannya putih2, sejak kapan seragam yang sekarang dipakai?

2. Pernah dengar juga kalau dulu tingkat di MP tidak seperti sekarang yaitu D1, D2, B1, B2 dst, melainkan belajar sistem paket yaitu paket pasir besi, pukulan bayu seto, lembu sekilan, dan lain sebagainya, apa benar?

3. Yang ini gak ada hubungannya dengan sejarah, suatu saat sekitar tahun 90an awal, saya berkunjung ke Musium Diponegoro di Jogja, guide kami waktu itu mengatakan saat menunjukkan tembok yang dijebol pangeran Diponegoro. Seingat saya waktu itu tingginya sekitar 2m, tebal min. 50cm, dan lebar 3m.  Guide itu dengan tenangnya berujar, bahwa kalau sekarang yang bisa melakukan hal seperti ini murid2 MP. Apakah kalau sudah memainkan dan menyerap getaran alam, penyalurannya bisa berupa tenaga destruktif seperti itu?

Salam hormat


Suprapto

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 26
  • -Receive: 86
  • Posts: 418
  • Reputation: 137
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #346 on: 16/01/2011 02:12 »
@ mas Toyosu.

1. Benar, pada masa awal berdiri, seragam latihan MP adalah putih2, mengambil seragam karate. Kemudian ketika melatih TNI-AU, ganti oranye, seperti pakaian pilot.

Ketika MP didirikan oleh mas Poeng dan mas Budi ( 2 April 1963), usia keduanya baru 19 tahun dan 17 tahun. Teman2nya, dipimpin oleh mas Harno, mahasiswa STO (kemudian menjadi Ketua Umum yang pertama), bergerak cepat, menyusun AD/ART, termasuk lambang dan seragam latihan, kurikulum tingkatan dan lain2. Masih dibimbing oleh Sang Guru, bp Saring Hadi Poernomo, sampai beliau Sang Guru wafat pada 2 April 1968.
Ide dasar mengenai seragam dan lambang, oleh mas Poeng, teknis artistik dan hasil akhirnya diputuskan bersama teman2nya.

2. Dulu hanya pakai istilah tingkatan Dasar, Balik, Kombinasi, Khusus Tangan, Khusus Kaki, Khusus Badan, Khusus Kepala dst.
Oleh karena situasi khusus pada waktu itu (situasi panas menjelang/setelah ontran ontran G30S), dilakukan prioritas pemberian pukulan2 pamungkas. Tentu SETELAH melewati latihan2 kombinasi keatas.

Baru ketika menyusun materi kurikulum (tersusun kurikulum 6 bulanan, duakali latihan seminggu, dengan pedoman materi SETIAP latihan, baik pembinaan fisik, tata gerak beladiri dan olah nafas, dilarang ikut ujian kalau ikut kurang dari 75 persen waktu latihan dst), maka materi Dasar harus dipecah menjadi Dasar-1 dan Dasar-2. Demikian juga pada tingkat Balik dan Kombinasi.
Belakangan tingkat lanjutan juga ditata ulang.

3. Sebelum dipakai beton cor dengan ketentuan standar pembuatan seperti sekarang, materi untuk ujian dan peragaan pemukulan benda keras, berupa pemukulan balok es, batu kali/batu candi, kikir dan per mobil.
Dulu IPSI sering arak2an/pawai/show of force. MP selalu kebagian pemukulan benda keras, termasuk balok es  rangkap 10 bahkan lebih, batu kali rangkap 5 dst.

Jadi kalau guide punya presepsi seperti itu, dimaklumi saja. Belum pernah dengar, ada anggota MP yang mukul tembok.

Kalau Pangeran Diponegoro, konon dari jalur keilmuan yang kemudian menjadi KYS (Krida Yudha Sinalika).

Salam.

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #347 on: 17/01/2011 14:36 »
MP Dengan Fenomena Pematahan dan Getaran, serta Mekanika Newtonian dan Quantum Physic

Tulisan ini saya sadur sedikit dari koleksi penelitian dan riset saya. Kebanyakan memang hanya berupa hipotesa-hipotesa, menunggu perkembangan pengetahuan pada diri sendiri dan juga tambahan pengetahuan dari luar untuk melengkapi yang sudah ada. Semoga bermanfaat untuk Merpati Putih dan dunia persilatan pada umumnya.

Saya pribadi percaya Getaran bukanlah suatu delusi (khayalan), tetapi keyakinan saya ini bukan berawal dari Kemampuan Tutup Mata (vibravision) MP. Ketika saya berlatih MP dahulu, kemampuan "Tutup Mata" ini di dalam MP belumlah bersifat massive seperti sekarang ini. Pada saat itu MP masih sangat kental dengan Power-nya. Dan memang dahulu saya dididik untuk itu. Bahkan 5 tahun pertama sama sekali TIDAK PERNAH mengetahui, atau mengenal apa itu getaran. Ini sangat baik menurut saya.

Jadi pemahaman saya akan Tenaga Getaran lebih diawali dari Tenaga Power MP. Pada saat itu saya sering sekali terkagum-kagum melihat demo internal yg dilakukan para senior. Para senior sering kali mendemokan sesuatu yg "tidak masuk akal" bagi saya.

Misalnya memecahkan botol Coca Cola hanya dengan sebatang sedotan, memecahkan balok es hanya dengan sabuk, memecahkan balok es dengan tepukan ringan yg dimata saya seperti mengelus saja - saya sendiri saat tingkat dasar pernah mematahkan balok es yg sudah "dielus" sama seorang senior, balok es tsb patah walaupun saya hanya menepuk ringan saja.

Mungkin hal seperti ini suatu yg biasa didemokan sekarang ini tapi pada saat itu demo seperti ini hampir tidak pernah dilakukan dimuka umum.

Sebagai murid SMA dari salah satu sekolah favorit di Cirebon dan mengambil jurusan IPA, saya tidak habis mengerti bagaimana mungkin sedotan (atau Sabuk) yg begitu lemas bisa memecahkan botol Coca Cola (atau Balok Es).  Walaupun sedotan digerakan dengan percepatan seperti apapun sedotan tsb tidak akan memiliki kemampuan untuk mentransfer momentum pada saat terjadi tumbukan yg bisa menyebabkan botol tsb pecah - sedotan tidak memiliki kerapatan (kekerasan) massa yg cukup untuk itu.

Saya juga tidak mengerti bagaimana tepukan saya yg begitu ringan bisa mematahkan es balok yg sudah "dielus" sama senior saya. Ini sama sekali tidak masuk akal - hal ini bertentangan dengan Hukum Mekanika Newtonian. Kesimpulan saya pecahnya botol (balok es) bukan hanya disebabkan energi kinetik yg ditimbulkan oleh sedotan (sabuk, tepukan) - tetapi ada faktor lain yg menyebabkan itu bisa terjadi.

Penjelasan klasik paling mudah adalah ya inilah Tenaga Dalam (Chi) - yg tetap belum bisa menjelaskan dengan baik bagaimana proses terjadinya. Tetapi semua ini menjadi lebih jelas bagi saya ketika MP mulai memperkenalkan konsep Getarannya.

***

Saya sempat membaca pernyataan Ir Surato M.Sc. tentang Tenaga Getaran ini pada tabloid Bola yang terbit tahun 80-an. Ir Surato M.Sc. yg bekerja untuk BPPT ini mengatakan :

"Jadi dengan mengirim getaran lewat tangan, kaki atau kepala. Kita akan mempengaruhi susunan molekul pada benda-benda yang akan kita patahkan. Pada saat molekul pada garis yang kita jadikan sasaran itu berada dalam kondisi labil, maka sasaran itu kita hantam. Yang penting bukan kekuatan pukulannya tetapi momentumnya"

Penjelasan Ir Surato M.Sc. ini merupakan penjelasan yg bukan lagi berdasarkan Mekanika Newtonian tetapi sudah masuk kepada Quantum Physics. Pada Quantum Physics tidak ada lagi perbedaan antara energi dan materi. Pada skala atomic, partikel - seperti elektron, proton, neutron dsb -  selain memiliki sifat materi juga bersifat energi. Sehingga bisa dikatakan Mekanika Newtonian tidak lagi berlaku pada skala atomic ini.

Pada skala atomic, Partikel - elektron, proton dsb - bukanlah lagi suatu materi yg bersifat "Rigid Body" yg menempati ruang dgn volume tertentu seperti anggapan dalam Mekanika Newtonian tetapi Partikel juga bisa dikatakan suatu bentuk energi yg memiliki sifat Gelombang ( Getaran ) dgn frekuensi dan panjang gelombang tertentu.

***

Dan bagi saya pribadi sampai saat ini memang hanya penjelasan berdasarkan Quantum Physics ini yg bisa menjelaskan tentang Fenomena Pemecahan benda keras dengan menggunakan benda lunak ataupun "elusan sayang" seperti yg sering didemokan senior-senior saya dulu.

Ketika tenaga getaran disalurkan ke benda yg akan dipatahkan biasanya digunakan beberapa pendekatan. Yang menarik bagi saya adalah pendekatan dimana dilakukan teknik penyamaan Tenaga Getaran yg akan dikirim dengan getaran benda yg akan dipatahkan. Pada saat inilah terjadi benturan antara energi yg dihasilkan Tenaga Getaran dengan elektron-elektron penyusun benda tsb - disebabkan adanya kesamaan frekuensi Tenaga Getaran dgn frekuensi elektron benda tsb.

Seperti kita tahu pada skala atomic - menurut Quantum Theory - tidak ada beda lagi antara energi dan materi.

Akibat berbenturan dgn Tenaga Getaran ini maka Elektron-elektron tsb akan bergerak keluar orbitnya secara massive dibagian yg "diserang" Tenaga Getaran tsb. Pergerakan elektron-elektron yg bersifat massive menyebabkan ikatan molekul benda keras tersebut menjadi labil. Pada saat inilah walaupun benturan fisik yg mengenai benda keras tsb hanyalah benturan ringan, sudah cukup untuk mematahkan benda keras tsb.

Prinsipnya sama persis seperti penjelasan saya mengenai bagaimana warna biru dihasilkan dan ditangkap mata berdasar penelitian dari Dr. William dari John Hopkins University pada postingan saya sebelum ini. Ketika terjadi benturan cahaya dengan elektron yg frekuensinya sama dengan cahaya (biru) yg tidak diserap benda tsb. Elektron tsb kemudian terlempar dari orbitnya dan menghasilkan photon yg ditangkap oleh mata kita dan diterjemahkan otak kita sebagai warna biru.

Akhirnya terjawab sudah kenapa pada MP getaran pribadi mendapat porsi awal yang harus dikuasai untuk bisa masuk pada tahap berikutnya yakni getaran alam. Dalam bahasa modern dapat dikatakan bahwa getaran pribadi adalah tahap latihan yang bersifat atomic level untuk diri sendiri dan kemudian getaran alam adalah tahap atomic berikutnya untuk obyek-obyek diluar tubuh kita sendiri. Jadi, antara getaran pribadi dan getaran alam semuanya bersifat atomic level.

Kembali pada kondisi pematahan benda keras. Pada pematahan benda keras, yg membentur elektron adalah Tenaga Getaran yg sengaja dikirimkan praktisinya (entah dari dirinya sendiri atau gabungan dengan getaran alam). Benturan Tenaga Getaran dgn elektron ini yg menyebabkan ikatan molekul benda keras tsb menjadi labil dan akibatnya benda keras tsb mudah patah walaupun hanya dengan benturan fisik ringan saja.

Jadi - bagi saya pribadi - penjelasan Tenaga Getaran berdasarkan Quantum Physics membuat bukan hal yg aneh lagi jika praktisi MP memiliki kemampuan Getaran "Tutup Mata". Semuanya hanyalah masalah penyamaan frekuensi Tenaga Getaran dengan keadaan sekitarnya (Getaran Alam). Bahkan keilmuan Pamungkas MP seperti Bayu Seto pun masih bisa dijelaskan dengan Quantum Physics ini.

Konsep Getaran dalam MP ini menurut saya jauh lebih baik dibanding konsep Chi/Qi. Konsep Chi/Qi lebih sulit dihubungkan dengan pemahaman keilmuan modern saat ini. Statement saya ini bersifat subyektif, bisa disanggah. Setidaknya, inilah yang saya pahami saat ini.

***

Tapi tentu saja pernyataan Ir Surato M.Sc. tentang Getaran sampai sejauh ini masih sebatas Hipotesa saja karena memang belum adanya penelitian yg valid tentang ini. Seandainya saja ada kerjasama antara MP dengan para ahli Fisika secara intensif - tentunya akan semakin terkuak lebar misteri dari Tenaga Getaran ini.

Bagi saya pribadi keberadaan Getaran MP ini jauh lebih mudah diterima melalui pendekatan Tenaga Power - misalnya dengan pematahan benda keras yg tidak bisa dijelaskan dengan Mekanika Newtonian seperti yg saya jelaskan di atas. Mungkin karna efek yg diakibat dari Getaran MP lebih tampak nyata (Real) dalam pematahan benda keras seperti ini.

Jika Getaran MP hanya suatu khayalan tidak mungkin benda tsb patah.

Saya bayangkan se-rasional apapun seseorang tentunya pada akhirnya akan bisa menerima bahwa Getaran MP adalah suatu yg real jika dalam suatu percobaan (Uji Lab) dengan alat yg terukur ternyata membuktikan bahwa sabetan Sabuk yg ringan (mungkin tidak lebih dari beban 10-20 kg berdasarkan alat ukur pada test Lab) ternyata mampu mematahkan beton cor yg seharusnya hanya bisa dipatahkan dengan beban 600 kg - misalnya.

Se-rasional apapun seseorang pastinya harus mengakui ada faktor lain yg mengakibatkan beton cor tsb bisa patah. Atau yg lebih extreme adalah seperti yg dilakukan pada Kejurnas MP yg lalu - mematahkan kikir dengan rumput misalnya - Mekanika Newtonian tidak mungkin bisa menjelaskan fenomena ini.

Dan jika tidak ada satupun penjelasan berdasarkan Mekanika Newtonian mampu menjelaskan fenomena ini - mau tidak mau akhirnya para Scientists yg menguji akan  mencari penjelasannya berdasarkan Quantum Theory yg bisa menjadi dasar penjelasan tentang keberadaan Getaran MP ini.

Begitu Getaran MP terbukti keberadaannya dan bisa dijelaskan dengan Quantum Theory - semuanya Keilmuan MP seperti Bayu Seto, Kidang Telangkat, Kere Wojo, Vibravision dsb hanyalah masalah di frekuensi getaran dan mekanisme penyalurannya saja.

Saya ingat Ir Surato M.Sc. pernah mengatakan dalam pengujian dgn menggunakan Osciloscope dideteksi ada 5 jenis Getaran yg dimiliki praktisi MP dan 1 jenis lagi masih dalam tahap pengujian saat itu. Sayang sekali tidak terdengar bagaimana kelanjutan penelitian yg dilakukan Ir Surato M.Sc. sekarang ini. Saya sendiri kurang mengetahui apakah penelitian Ir Surato M.Sc. ini hanya bersifat riset pribadi saja ataukah sudah merupakan riset suatu intitusi tertentu.

Tapi seandainya saja dilakukan Uji Labs - misalnya pengujian pematahan beton dgn sabuk ataupun kikir dgn rumput - seperti yg saya tulis di atas, mungkin keberadaan Getaran MP bukanlah suatu yg perlu dipertanyakan lagi.

Sayangnya setiap kali berbicara Getaran MP selalu yg menjadi fokus perhatian adalah Vibravision. Bagi saya pribadi pematahan beton cor dgn sabuk, kikir dgn rumput ataupun yg sejenisnya sudah merupakan bukti keberadaan Getaran MP adalah suatu yg real.

***

Ada buku menarik yang berjudul "The Tao of Physics" yang dibuat oleh Fritjof Capra mengenai korelasi antara Fisika - khususnya Quantum Theory - dengan Eastern Wisdom seperti Tao, Zen, dsb.

Saya coba kutip sebagian:

"I was sitting by the ocean one late summer afternoon, watching the waves rolling in and feeling the rhythm of my breathing, when I suddenly became aware of my whole environment as being engaged in a gigantic cosmic dance.

Being a physicist, I knew the sand, rocks, water and air around me made of vibrating molecules and atoms, and that these consisted of particles which interacted with one another by creating and destroying other particles  " - Fritjof Capra

Fritjof Capra pun bicara tentang Getaran  - yaitu Getaran Alam yg digambarkan sebagai Gigantic Cosmic Dance.

Semoga membantu.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

Suprapto

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 26
  • -Receive: 86
  • Posts: 418
  • Reputation: 137
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #348 on: 17/01/2011 19:32 »
@ mas mpcrb.

Menambahkan sedikit tentang tim-nya mas Surato cs.
Kira2 15 tahun yang lalu, pada era Ketum PPMP dipegang mas Solihin GP/mang Ihin, kolat MP BPPT termasuk kolat yang kuat dan sangat antusias meneliti keilmuan MP.

Didepan tim BPPT yang dikoordinasi mas Surato dan mas Ronny Rondonuwu, mas Budisantoso diminta menjelaskan apa yang dilakukan para pelatih senior MP ketika "mengelus" sasaran benda keras bahkan yang tanpa menyentuh.
Antara lain mas Budi menjelaskan tentang mendeteksi/merasakan energi benda dititik sasaran, menyalurkan energi ke garis/titik tersebut, setelah "bergabung" ditarik bersama sama, kemudian dipukulkan langsung ataupun tanpa menyentuh (istilah para senior MP, dicari "yoni"nya, tarik, ditambahi tenaga pribadi, kirim balik).

Mereka juga minta penjelasan, apa yang dilakukan beberapa praktisi MP, yang dikenal  sebagai "pawang hujan" dadakan. Dijelaskan, kalau mendung tebal, dideteksi "telenging udan", inti energinya, kalau ketemu/terasa, bisa digeser.

Selanjutnya saya tidak tahu, apakah tim BPPT melakukan pengukuran2 atau tidak, karena ketika menyampaikan kesimpulan/hipotesa/teori pendekatan, tidak melampirkan data.

Saya menduga (karena berturutan), setelah menerima penjelasan teknik beladiri dalam gelap, tim tsb ikut mendesak mas Budi, agar mencari cara agar kemampuan beladiri dalam gelap, bisa dilatihkan ke tunanetra, dari sisi peningkatan OM.

"Tumbu oleh tutup", kebetulan mas Budi sedang ingin menolong putra kesayangannya.

Sekurangnya setelah melakukan ujicoba deteksi bahan radio aktip (dimana alat detektor baru mampu mendeteksi dalam jarak dekat, sedang praktisi MP bisa mendeteksi dari jarak yang lebih jauh), tim BPPT berkeyakinan, bahwa sejauh ini, keilmuan MP adalah kegiatan yang sesuai dengan pendekatan teori fisika, tinggal menyambung beberapa missing link.
Paralel dengan penelitian para ahli di BPPT dan BATAN yang antusias meneliti TOSAN AJI (keris, kujang, tombak dll yang dianggap bertuah), dimana disimpulkan, para empu pembuatnya memasukkan "sesuatu" dalam benda pusaka tsb, bisa makhluk halus (diluar kompetensi mereka), bisa energi alam/natural magi, baik dari sisi metalurgi maupun energi pribadi yang dihimpun dan dimasukkan dalam bendapusaka tsb, yang membuat bendapusaka menjadi  "berenergi";
maka mereka berkeyakinan,  pengenalan enegi alam/natural magi/getaran alam oleh keilmuan MP, sepenuhnya ilmiawi.
Mengenali dan memanfaatkan energi alam, benda, lokasi dsb, tidak sama dengan ANIMISME, yang mem-BERHALA-kannya.

Tim BPPT juga menduga keras (berdasar teori fisika mereka),  bahwa keilmuan MP bisa diterapkan untuk "mengambang" diatas  tanah (dalam ketinggian tertentu), seperti yang diterapkan dalam teknologi kereta super cepat, yang mengambang diatas rel. Beberapa praktisi MP mulai mencoba, bisa bergeser, tapi masih terasa gesekan dengan pasir yang didudukinya.

Sayang kegiatan tsb kemudian "berbelok". Tim mas Surato dan tim MP melaksanakan bisnis membuat peralatan teknologi tepat guna (menerima orderan dari presiden), antara lain memproduksi dan memasarkan mesin pembuat es portable untuk para nelayan.

Kemudian PPMP juga disibukkan dengan kegiatan divisi pembinaan TUNANETRA,  dengan segala konsekwensinya, yang makan banyak dana, tenaga dan waktu.

Pada akhir Nopember 2010, anggota MP Surabaya, mas Oki (doktor, salah satu national project director di BPPT) mengajak/minta bantuan pada mas Warih Prabowo (MP Surabaya, PPMP bidang pengabdian masyarakat, sub bidang penyembuhan dan bantuan peningkatan prestasi atlit olahraga), untuk menolong bos-nya, yang karena cedera punggung, duduk maupun berbaring tidak tahan lama, kesakitan. Upaya medik sudah tak kurang2.  Ketika beliaunya segera pulih, termasuk beberapa tokoh lain, mereka berkeras untuk melakukan penelitian, mengukur apa yang terjadi, dengan alat ukur yang jauh lebih maju dibanding 15an tahun lalu.
Mas WP baru bersedia insya Allah setelah kelahiran anak ketiga, yg HPL nya akhir bulan ini.

Kalau memungkinkan, diatur agar mas Mpcrb  bisa terlibat dalam tim pendamping MP, agar ada yang se "bahasa ilmiah" dengan para doktor penelitinya, dalam memberi masukan.

Pembuka pintunya mas WP, tapi momentumnya bisa dimanfaatkan lebih luas. Insya Allah.

Salam.

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #349 on: 18/01/2011 09:56 »
@mas Suprapto, jika memang ada kesempatan dan bisa digunakan untuk kemaslahatan, insya Allah saya akan bantu dengan senang hati semaksimal mungkin mas. Ada beberapa hal yang juga masih menjadi hipotesa saya yang kebetulan mentok karena ketiadaan alat pengujian. Barangkali saja nanti ada kesempatan untuk menjajal hipotesa ini, saya rasa ini bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Pemahaman saya saat ini barulah ditunjang dengan data-data dari pihak ketiga berupa jurnal-jurnal ilmiah kedokteran, fisika, kimia, fisiologi, dan beberapa disiplin ilmu lain yang kemudian saya coba cari benang merahnya dan mengerucut menjadi hipotesa. Beberapa menjadi alternatif solusi bagi suatu kasus tertentu, tetapi kebanyakan masing "nongkrong" di laptop sebagai teori-teori dan hipotesa.

Kalau diperkenankan, insya Allah kesempatan yang ada akan saya manfaatkan semaksimal mungkin mas. Terima kasih.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #350 on: 18/01/2011 11:38 »
Salah satu hipotesa saya yang saya kembangkan dari teknik regenerasi sel-sel tubuh berbasis metode MP saya coba ulas seperti di bawah ini (sebagian detail saya hilangkan dan coba to the point pada maksud dan tujuan).

***

Ilmu Getaran Merpati Putih dan Sel Batang (Stem Cell)
Selama ini, metode pengobatan MP mengenai teknik regenerasi sel-sel tubuh baru dipublikasikan tidak resmi sekitar tahun 2003 dan tahun 2005 baru dipublikasikan secara resmi. Meski demikian, metode yang digunakan masihlah belum maksimal dari sisi pengetahuan terhadap praktisi yang melakukannya. Secara aspek teknis memang berhasil, tetapi secara pemahaman banyak sekali anggota yang cukup kebingungan mengenai ini. Apalagi kalau harus dijelaskan bagaimana itu bisa terjadi. Tidak mengherankan karena memang sudut pandangnya masih pada sudut pandang tradisional. Akan lebih baik kalau sudut pandang tradisional ini dilengkapi dengan referensi dan pengetahuan (umum ataupun spesifik) dari multidisplin ilmu pengetahuan lainnya.

Tulisan ini tidak bertujuan untuk mengkritisi apa yang sudah dicapai oleh kemajuan inovasi Merpati Putih, tetapi sebagai pelengkap dari apa yang kurang dan berharap juga bisa menambah pengetahuan dan cakrawala baru untuk inovasi yang akan datang.

Sesungguhnya regenerasi sel-sel tubuh ini bisa membuka cakrawala yang lebih luas apabila dikombinasikan dengan pengetahuan mengenai stem cell (sel batang).

Sebagai contoh, bagaimana mata minus/plus/silinder subyek setelah dilatihkan metode pengobatan regenerasi ala MP ini bisa menjadi normal. Diduga, teknik yang ditemukan MP mengenai pengobatan dengan regenerasi sel-sel tubuh ini ada kaitannya dengan stem cell (sel batang) pada tubuh ybs (tetapi belum disadari benar).

Sel Batang (stem cell)

Latar Belakang

Dunia riset stem cell digemparkan oleh penemuan baru yang diumumkan melalui dua jurnal bergengsi, yakni Science, yang melaporkan hasil penemuan dari James Thomson dari Universitas Wisconsin di Madison, dan jurnal Cell yang melaporkan hasil penelitian Shinya Yamanaka dari Universitas Kyoto dalam edisi 20 November 2007. Thomson inilah orang pertama yang berhasil mengisolasi dan mengembangkan stem cell babi pada tahun 1996 dan stem cell manusia in vitro tahun 1998.

Stem cell, yang dalam bahasa Indonesia disebut sebagai sel induk, adalah sel yang mempunyai kemampuan untuk membelah diri tanpa terspesialisasi. Dengan kata lain, stem cell mempunyai kemampuan untuk otoregenerasi (mereplikasikan diri) dalam waktu yang tak terbatas dengan tetap tidak terspesialisasi untuk menjadi sel tertentu; dengan rangsangan dan kondisi tertentu, stem cell bisa menumbuhkan sel yang terspesialisasi. Ini berbeda dengan sel manusia lainnya di mana sel-sel itu sudah terspesialisasi sehingga sel-sel itu hanya bisa menjadi jaringan yang menjadi bagiannya dan tidak bisa menjadi sel lainnya.

Oleh karena sifatnya yang bisa menjadi banyak macam sel itu, stem cell bisa dipakai untuk terapi regeneratif dan reparatif dari penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh karena kerusakan sel, misalnya parkinson, alzheimer, huntington, dan masih banyak yang lainnya. Sel-sel yang rusak itu akan diganti oleh sel baru yang berasal dari stem cell itu.

Sampai sekarang yang banyak diteliti oleh para ahli ialah stem cell yang diambil dari embrio (embryonic stem cell) dan stem cell yang diambil dari antara sel-sel somatis (somatic stem cell atau juga disebut adult stem cell). Para ahli lebih memilih mengembangkan embryonic stem cell karena adult stem cell itu jumlahnya sedikit, lebih sulit didapat dan hanya bisa menjadi beberapa jenis sel saja. Sedangkan embryonic stem cell persis kebalikannya, yakni pluripotent (bisa menjadi sel apa saja dalam diri manusia kecuali plasenta dan air ketuban), lebih mudah di dapat dalam jumlah yang banyak.

Hanya saja, embryonic stem cell terhadang masalah moral yang sangat berat. Pengambilan stem cell dari embrio itu pasti mengakibatkan kematian embrio itu sehingga program ini terhadang masalah etika yang disamakan dengan aborsi. Oleh karena sifat abortif inilah, banyak pihak menentang pemakaian embryonic stem cell. Bahkan Presiden George Bush memveto dua undang-undang pemakaian dana federal untuk riset stem cell ini.

Dalam aplikasinya, stem cell ini berkolaborasi dengan sangat erat dengan kloning manusia (therapeutic cloning). Supaya tidak timbul penolakan dari tubuh si pasien, stem cell yang diinjeksikan ke dalam tubuh pasien perlu kesamaan genetis. Untuk mendapatkan stem cell yang cocok secara genetis dengan pasien, maka dilakukan kloning dari sel somatis pasien itu. Dari kloning itu akan dihasilkan embrio yang kemudian diambil stem cell-nya.

Poin inilah yang sangat krusial karena dengan membuat embrio melalui kloning ini, banyak pihak berpendapat bahwa telah terjadi makhluk hidup baru yang harus dihormati hak hidupnya dan tidak boleh dibunuh. Salah satu prinsip etis yang disodorkan ialah: tidak boleh menyembuhkan orang dengan cara membunuh orang lain.



Stem cell atau sel batang atau sel induk adalah sel yang tidak/belum terspesialisasi yang mempunyai 2 sifat:
  • Kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi sel lain (differentiate). Dalam hal ini stem cell mampu berkembang
    menjadi berbagai jenis sel matang, misalnya sel saraf, sel otot jantung, sel otot rangka, sel pankreas, dan lain-lain.
  • Kemampuan untuk memperbaharui atau meregenerasi dirinya sendiri (self-regenerate/self-renew). Dalam hal ini stem cell dapat membuat salinan sel yang persis sama dengan dirinya melalui pembelahan sel.

Penemuan ini sangat spektakuler dilihat dari pelbagai aspeknya, khususnya dari aspek etikanya, karena tidak menimbulkan debat etika dari pelbagai sudut pandang, baik agama maupun humanisme.

Berdasarkan kemampuan berdiferensiasi, stem cell dibagi menjadi:
  • Totipotent. Dapat berdiferensiasi menjadi semua jenis sel. Yang termasuk dalam stem cell totipotent adalah zigot (telur yang telah dibuahi).
  • Pluripotent. Dapat berdiferensiasi menjadi 3 lapisan germinal: ektoderm, mesoderm, dan endoderm, tapi tidak dapat menjadi jaringan ekstraembryonik seperti plasenta dan tali pusat. Yang termasuk stem cell pluripotent adalah embryonic stem cells.
  • Multipotent. Dapat berdiferensiasi menjadi banyak jenis sel. Misalnya: hematopoietic stem cells.
  • Unipotent. Hanya dapat menghasilkan 1 jenis sel. Tapi berbeda dengan non-stem cell, stem cell unipoten
    mempunyai sifat dapat memperbaharui atau meregenerasi diri (self-regenerate/self-renew)



Stem cell ditemukan dalam berbagai jaringan tubuh. Berdasarkan sumbernya, stem cell dibagi menjadi:
  • Zygote. Yaitu pada tahap sesaat setelah sperma bertemu dengan sel telur
  • Embryonic stem cell. Diambil dari inner cell mass dari suatu blastocyst (embrio yang terdiri dari 50 ­ 150 sel,
    kira-kira hari ke-5 pasca pembuahan). Embryonic stem cell biasanya didapatkan dari sisa embrio yang tidak dipakai pada IVF (in vitro fertilization). Tapi saat ini telah dikembangkan teknik pengambilan embryonic stem cell
    yang tidak membahayakan embrio tersebut, sehingga dapat terus hidup dan bertumbuh. Untuk masa depan hal ini mungkin dapat mengurangi kontroversi etis terhadap embryonic stem cell.
  • Fetus. Fetus dapat diperoleh dari klinik aborsi.
  • Stem cell darah tali pusat. Diambil dari darah plasenta dan tali pusat segera setelah bayi lahir. Stem cell dari darah tali pusat merupakan jenis hematopoietic stem cell, dan ada yang menggolongkan jenis stem cell ini ke dalam adult stem cell.
  • Adult stem cell. Diambil dari jaringan dewasa, antara lain dari: 1) Sumsum tulang, 2) susunan syaraf pusat, 3) Adiposit (jaringan lemak), 4) Otot rangka, 5) Pankreas. Adult stem cell mempunyai sifat plastis, artinya selain
    berdiferensiasi menjadi sel yang sesuai dengan jaringan asalnya, adult stem cell juga dapat berdiferensiasi menjadi sel jaringan lain. Misalnya: neural stem cell dapat berubah menjadi sel darah, atau stromal stem cell dari sumsum tulang dapat berubah menjadi sel otot jantung, dan sebagainya

Ada beberapa alasan mengapa stem cell merupakan calon yang bagus dalam cell-based therapy:
  • Stem cell tersebut dapat diperoleh dari pasien itu sendiri. Artinya transplantasi dapat bersifat autolog sehingga menghindari potensi rejeksi. Berbeda dengan transplantasi organ yang membutuhkan organ donor yang sesuai (match), transplantasi stem cell dapat dilakukan tanpa organ donor yang sesuai.
  • Mempunyai kapasitas proliferasi yang besar sehingga dapat diperoleh sel dalam jumlah besar dari sumber yang terbatas. Misalnya pada luka bakar luas, jaringan kulit yang tersisa tidak cukup untuk menutupi lesi luka bakar yang luas. Dalam hal ini terapi stem cell sangat berguna.
  • Mudah dimanipulasi untuk mengganti gen yang sudah tidak berfungsi lagi melalui metode transfer gen. Hal ini telah dijelaskan dalam penjelasan mengenai terapi gen di atas.
  • Dapat bermigrasi ke jaringan target dan dapat berintegrasi ke dalam jaringan dan berinteraksi dengan jaringan sekitarnya.

Teknik Regenerasi Sel-Sel Tubuh Versi Merpati Putih
--- saya lewati, karena terlalu panjang ---

MP dan Peluang Pemanfaatan Tenaga Getaran Berbasis Stem Cell
Oleh karena tenaga getaran MP bersifat atomic level, maka adalah lebih mudah untuk mendeteksi keberadaan stem cell ini dengan terlebih dahulu ditunjukan spesimen dari stem cell pada laboratorium, kemudian praktisi mendeteksi "rasa getaran" dari stem cell ini. Rasa getaran yang ditangkap praktisi ini kemudian digunakan untuk mendeteksi stem cell pada tubuh subyek atau tubuh sendiri, dan kemudian "memindahkan" atau "mengarahkan" stem cell yang terdeteksi tsb seperti halnya teknik injeksi/transplantasi pada dunia kedokteran modern. Dalam hal ini media yang digunakan adalah tenaga getaran MP. Apakah jalur perpindahan ini menggunakan jalur yang diakui kedokteran modern ataukah menggunakan jalur meridian ala timur menuju organ/bagian yang akan diobati. Masih hipotesa, menunggu informasi lebih lanjut.

Jadi urutannya (hipotesa awal saat ini) adalah sebagai berikut:

Praktisi getaran --> deteksi penyakit pasien --> deteksi stem cell pada tubuh pasien --> pindahkan stem cell tubuh pasien yang terdeteksi pada bagian yang sakit --> regenerasi stem cell dipercepat dengan memberikan energi penyembuh pada stem cell tsb untuk berkembang biak lebih cepat pada bagian yang sakit ATAU membiarkannya menggunakan energi tubuh si pasien sendiri agar stem cell berregenerasi ulang pada tempat yang dituju.

Karena stem cell berasal dari tubuh pasien sendiri maka tidak akan ada penolakan sebagaimana yang terjadi pada transplantasi organ dan karena sifat unik dari stem cell ini maka ia akan berregenerasi sesuai dengan sifat karakteristik dimana stem cell itu ditempatkan. Kalau ia ditempatkan di kulit, maka ia akan "bersosialisasi" dengan sel kulit dan akan berregenerasi menjadi sel kulit (tidak mungkin menjadi sel tulang).

Untuk organ-organ yang rusak/cacat juga demikian. Praktisi mendeteksi "rasa getaran" dari stem cell ini, kemudian "memindahkan" stem cell ini pada organ pasien yang sakit. Stem cell kemudian diberikan "nutrisi" berupa energi penyembuh agar lebih cepat berkembang biak atau membiarkan menggunakan kemampuan penyembuhan dari tubuh si pasien itu sendiri.

Peluang ini akan membantu untuk meningkatkan kemampuan pengobatan Merpati Putih dan sekaligus membuka peluang lebih luas untuk terapi ala Merpati Putih (terapi getaran) bahkan tidak menutup kemungkinan kebutaan pasien pada tunanetra benar-benar bisa dibuat NORMAL.



Kendala
Terdapat kesulitan untuk mendapatkan sampel spesimen dari stem cell tubuh manusia. Hal ini bisa dipecahkan dengan bekerja sama pada laboratorium yang sudah melakukan penelitian terhadap stem cell dengan mengamati bentuk stem cell dan mendapatkan "rasa getaran" dari stem cell ini.

Beberapa rumah sakit yang sudah pernah melakukan pengobatan berbasis stem cell ini diantaranya:

Sumber

Disarikan dari berbagai sumber dengan olah bahasa sendiri. Diantaranya :
- Wikipedia
- http://stemcells.nih.gov/info/basics/basics1.asp dan link-link terkait di dalamnya yang menyertainya dengan olah bahasa yang disesuaikan.
- Kalbe Farma research and development
- Antara news
- Indonesia.go.id
- Jurnal ilmiah kedokteran internasional
- dsb (link-link saya truncate)

Semoga membantu.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #351 on: 18/01/2011 12:10 »
Artikel ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi siapapun anggota MP yang berselancar di dunia maya ketika menemukan pertanyaan mengenai kegagalan MP pada tantangan Randy sehingga MP dianggap hoax oleh sang penanya tersebut. Apa yang saya sodorkan ini adalah argumen logis, yang berdasar pada fakta, obyektif, serta rasional.

MP dan Bagaimana Mensikapi Kegagalan Tantangan Randy Secara Proporsional dan Ilmiah

Sudah bukan rahasia umum di dunia maya dan dunia beladiri bahwa MP begitu terkenal karena kegagalannya pada tantangan Randy sehingga dikenal sebagai hoax terbesar di dalam beladiri. Tidak heran sebab MP diajarkan pada special force Indonesia selama bertahun-tahun.

Ketika percobaan melibatkan manusia selain faktor teknis tentu juga menyangkut non teknis. Banyak sekali faktor yg bisa menyebabkan suatu kegagalan jika suatu percobaan melibatkan faktor manusia sebagai subyek penelitian di dalamnya. Jadi untuk mendapat kesimpulan yg valid perlu diadakan banyak sekali percobaan untuk mengeliminir sebab kegagalan yg mungkin terjadi.

Dengan banyak percobaan baru akan terlihat pola prilaku yg jelas tentang subject penelitian tsb. Saya rasa bagi yg terbiasa melakukan riset ilmiah menyangkut human behavior tentunya memahami ini. Hanya dari satu percobaan kita tidak bisa mendapat kesimpulan yg valid.

Mengenai kemungkinan MP hoax sebagai penyebab kegagalan MP pada tantangan Randi, berbeda dengan pada saat pembuktian Natalia Lulova (http://www.time.com/time/columnist/jaroff/article/0,9565,199773,00.html) dimana pihak Randi menunjukan bukti berupa photo yg menunjukan Natalia mengintip pada saat itu.

Sedang pada kegagalan MP sama sekali tidak ditunjukan paktisi MP melakukan kecurangan pada saat Tantangan tsb. Walaupun pada Pre Trial Demo praktisi MP berhasil 100 % dalam 6 kali percobaan – pihak Randi ternyata sama sekali tidak mengatakan telah terjadi kecurangan pada Pre Trial Demo dalam Test Result yg dikeluarkannya. Tidak ada photo yg menunjukan pihak MP melakukan kecurangan pada saat Pre Trial Demo tsb.

Saya pribadi menganggap prosedur test yg dilakukan pada Natalia Lulova jauh lebih baik dibanding prosedur test terhadap MP. Saya rasa pada test terhadap MP terdapat kesalahan prosedur pengujian dilakukan pihak Randi – pihak Randi sudah mengubah 2 variable dalam pengujian tsb. Pertama pihak Randi mengganti blindfold yg digunakan MP ( Pre Trial Demo ) dgn blindfold yg disiapkan Randi ( Preliminary Test ). Kedua penggunaan alkohol pada Preliminary Test yg sebelumnya tidak digunakan pada Pre Trial Demo.

Jika pihak Randi hanya mengganti blindfoldnya saja tanpa menambah penggunaan alkohol – maka bisa dipastikan penyebab kegagalan MP ada di blindfoldnya. Pada pengujian terhadap Natalia Lulova, Randi malah tetap menggunakan blindfold yg dibawa Natalia tetapi Randi kemudian menutup celah yg mungkin masih ada pada blindfold tsb. Pada pengujian Natalia Lulova pihak Randi hanya mengubah satu variable saja yaitu pada blindfoldnya saja. Secara detail dijelaskan tahap pengujian terhadap Natalia Lulova – tanpa alkohol tentunya.

http://www.randi.org/jr/022202.html

Pada penelitian ilmiah kita tidak boleh mengubah variable pengujian lebih dari satu pada setiap percobaan. Dengan mengganti 2 variable – akan sulit bagi kita untuk menyimpulkan variable mana yg menyebabkan kegagalan tsb. Jadi penyebab kegagalan MP saya rasa tetap masih belum bisa disimpulkan. Selain kemungkinan hoax ( variable 1 – trick pada blindfold MP ) saya rasa faktor alkohol ( variable 2 – gangguan konsentrasi ) tetap harus diperhitungkan sebagai penyebab kegagalan.

Sedang pembuktian – apakah alkohol yg digunakan bisa mengganggu konsentrasi ketika melakukan vibravision sehingga menyebabkan kegagalan – bisa dilakukan dgn mudah. Nate, anggota MP dari USA, sudah mengatakan jenis alkohol yg digunakan 85% ethanol (grain alcohol) and 15% Methanol (wood alcohol) – Harrald tidak membantahnya jadi saya asumsikan jenis alkohol ini benar seperti yg digunakan pada pengujian tsb.

Harrald (wakil dari James Randy Foundation) juga sudah mengakui memang ketika itu kelopak mata ( eyelids ) dan wajah praktisi MP disapu dgn alkohol tsb. Walaupun dalam keadaan mata tertutup dan tidak ditujukan secara langsung ke dalam mata hanya ini yg diakui Harrald. Tapi Harrald sendiri tidak menyangkal menyapukan wajah dgn alkohol tsb bisa mengganggu konsentrasi dan ada kemungkinan uap alkohol masih dapat masuk ke mata ketika disapukan di bawah mata.

Nate sendiri mengatakan dia sudah melakukan penyapuan terhadap matanya dgn alkohol jenis yg sama – dan juga dilakukan dgn cara yg sama seperti yg Paul Bernhardt lakukan terhadap praktisi MP pada Tantangan tsb. Nate mengatakan matanya mengeluarkan air mata selama 3 jam setelah melakukan percobaan tsb.

"I did this last night to myself, first with Isopropyl and then with the same kind fo surgical swab used at the test containing methanol and ethanol. The surgical swab was much more uncomfortable than the isopropyl. Granted, I made my brother stop applying it once it started hurting really bad, so I didn’t get the same effect as our athletes. It still hurt like crazy though."

Jadi sederhana bukan – lakukan saja percobaan sendiri dgn menyapukan perban beralkohol 85% ethanol dan 15% methanol ke atas wajah dan mata dalam keadaan tertutup. Apakah memang uap alkohol bisa masuk ke mata dan menyebabkan iritasi mata yg mengganggu konsentrasi seperti yg dikatakan Nate atau tidak – saya rasa ini bisa dibuktikan dgn mudah.

Pihak MP sendiri sebenarnya sangat penasaran dgn kegagalan ini karna merasa dicurangi pihak Randi. Pada perdebatan antara Nate dgn Harrald – Nate dgn tegas meminta test diulang. Pihak Randi mengatakan test hanya bisa diulang jika MP mengajukan application baru pada tahun berikutnya.

MP sebenarnya sudah menyiapkan diri untuk mengajukan application baru untuk mengikuti Tantangan Randi tahun berikutnya ( 2001 ). Hanya saja pada tahun 2001 terjadi peristiwa 11 September yg membuat negara paman Sam tsb mengumumkan perang terhadap Teroris. Dan Indonesia sudah dicap sebagai negara Teroris – untuk mendapatkan visa bagi warga negara Indonesia lebih dipersulit. MP akhirnya membatalkan application untuk mengikuti Tantangan Randi tahun 2001. Masalah ini kemudian sudah dilupakan pihak MP hingga akhir-akhir ini kembali muncul di Kaskus.

Kesimpulannya adalah pada saat Tantangan Randi tsb – MP memang gagal tetapi MP sama sekali tidak terbukti melakukan kecurangan seperti yg dilakukan Natalia Lulova. Pihak Randi sama sekali tidak menunjukan bukti-bukti DAN ATAU statement-statement bahwa MP melakukan suatu tipuan ataupun trick saat itu yg bisa disimpulkan bahwa MP itu hoax dalam bentuk foto-foto atau rekaman video sebagaimana yang dilakukan pada Natalia Lulova baik pada Pre Trial Demo dan Preliminary Test.

Semoga membantu.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #352 on: 18/01/2011 17:15 »
Artikel berikut ini merupakan hipotesa yang sudah dalam tahap realisasi dan sudah masuk pada fase awal (fase pelatihan) oleh beberapa praktisi getaran Cirebon. Semoga sharing ini bisa berguna bagi Merpati Putih khususnya dan dunia persilatan pada umumnya. Sebagian saya reduksi agar tidak terlalu panjang.

***

MP dan Penghancuran Batu Ginjal Melalui Teori Dasar Aplikasi Bayu Seto

Batu Ginjal

Batu Ginjal di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih atau infeksi. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis (litiasis renalis, nefrolitiasis).

Gejala
Batu, terutama yang kecil, bisa tidak menimbulkan gejala. Batu di dalam kandung kemih bisa menyebabkan nyeri di perut bagian bawah. Batu yang menyumbat ureter, pelvis renalis maupun tubulus renalis bisa menyebabkan nyeri punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat). Kolik renalis ditandai dengan nyeri hebat yang hilang-timbul, biasanya di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang, yang menjalar ke perut, daerah kemaluan dan paha sebelah dalam. Gejala lainnya adalah mual dan muntah, perut menggelembung, demam, menggigil dan darah di dalam air kemih. Penderita mungkin menjadi sering berkemih, terutama ketika batu melewati ureter. Batu bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. Jika batu menyumbat aliran kemih, bakteri akan terperangkap di dalam air kemih yang terkumpul diatas penyumbatan, sehingga terjadilah infeksi. Jika penyumbatan ini berlangsung lama, air kemih akan mengalir balik ke saluran di dalam ginjal, menyebabkan penekanan yang akan menggelembungkan ginjal (hidronefrosis) dan pada akhirnya bisa terjadi kerusakan ginjal.

Diagnosa
Batu yang tidak menimbulkan gejala, mungkin akan diketahui secara tidak sengaja pada pemeriksaan analisa air kemih rutin (urinalisis). Batu yang menyebabkan nyeri biasanya didiagnosis berdasarkan gejala kolik renalis, disertai dengan adanya nyeri tekan di punggung dan selangkangan atau nyeri di daerah kemaluan tanpa penyebab yang jelas. Analisa air kemih mikroskopik bisa menunjukkan adanya darah, nanah atau kristal batu yang kecil. Biasanya tidak perlu dilakukan pemeriksaan lainnya, kecuali jika nyeri menetap lebih dari beberapa jam atau diagnosisnya belum pasti. Pemeriksaan tambahan yang bisa membantu menegakkan diagnosis adalah pengumpulan air kemih 24 jam dan pengambilan contoh darah untuk menilai kadar kalsium, sistin, asam urat dan bahan lainnya yang bisa menyebabkan terjadinya batu. Rontgen perut bisa menunjukkan adanya batu kalsium dan batu struvit. Pemeriksaan lainnya yang mungkin perlu dilakukan adalah urografi intravena dan urografi retrograd.

Pengobatan
Batu kecil yang tidak menyebabkan gejala, penyumbatan atau infeksi, biasanya tidak perlu diobati. Minum banyak cairan akan meningkatkan pembentukan air kemih dan membantu membuang beberapa batu; jika batu telah terbuang, maka tidak perlu lagi dilakukan pengobatan segera. Kolik renalis bisa dikurangi dengan obat pereda nyeri golongan narkotik. Batu di dalam pelvis renalis atau bagian ureter paling atas yang berukuran 1 sentimeter atau kurang seringkali bisa dipecahkan oleh gelombang ultrasonik (extracorporeal shock wave lithotripsy, ESWL). Pecahan batu selanjutnya akan dibuang dalam air kemih. Kadang sebuah batu diangkat melalui suatu sayatan kecil di kulit (percutaneous nephrolithotomy, nefrolitotomi perkutaneus), yang diikuti dengan pengobatan ultrasonik. Batu kecil di dalam ureter bagian bawah bisa diangkat dengan endoskopi yang dimasukkan melalui uretra dan masuk ke dalam kandung kemih. Batu asam urat kadang akan larut secara bertahap pada suasana air kemih yang basa (misalnya dengan memberikan kalium sitrat), tetapi batu lainnya tidak dapat diatasi dengan cara ini. Batu asam urat yang lebih besar, yang menyebabkan penyumbatan, perlu diangkat melalui pembedahan. Adanya batu struvit menunjukkan terjadinya infeksi saluran kemih, karena itu diberikan antibiotik.

Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL)
Saat ini di Indonesia masih banyak yang belum mengenal Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), sebagai salah satu terapi penyembuhan penyakit batu ginjal. ESWL sebenarnya sudah bukan merupakan barang asing dalam dunia kedokteran khususnya bagi para urologis. Sejak diperkenalkan penggunaannya di awal tahun 1980-an, ESWL semakin populer dan menjadi pilihan pertama dalam kasus umum penanganan penyakit batu ginjal.

Beberapa keuntungan dari ESWL diantaranya adalah dapat menghindari operasi terbuka, lebih aman, efektif, dan biaya lebih murah, terutama untuk prosedur ESWL yang sederhana sehingga tidak memerlukan perlakuan berkali-kali.

ESWL merupakan terapi non-invasif, karena tidak memerlukan pembedahan atau memasukkan alat kedalam tubuh pasien. Sesuai dengan namanya, Extracorporeal berarti di luar tubuh, sedangkan Lithotripsy berarti penghancuran batu, secara harfiah ESWL memiliki arti penghancuran batu (ginjal) dengan menggunakan gelombang kejut (shock wave) yang ditransmisi dari luar tubuh.

Dalam terapi ini, ribuan gelombang kejut ditembakkan ke arah batu ginjal sampai hancur dengan ukuran serpihannya cukup kecil sehingga dapat dikeluarkan secara alamiah dengan urinasi. Ilustrasi sederhana teknik ESWL dapat dilihat pada Gambar 1.


Gambar 1. Penampang interior ginjal A) Sebelum penembakan, B) Gelombang kejut yang difokuskan pada batu ginjal, C) Tembakan dihentikan hingga serpihan batu cukup kecil untuk dapat dibuang secara natural bersama air seni. (credit to: www.beritaiptek.com)

Treatment ESWL, pasien dibaringkan di atas tempat tidur khusus dimana generator shock wave telah terpasang di bagian bawahnya. Sebelum proses penembakan dimulai, dilakukan pendeteksian lokasi batu ginjal menggunakan imaging probe (dengan ultrasound atau fluoroscopy), agar shock wave yang ditembakan tepat mengenai sasaran.

Pada lithotripter keluaran terbaru, umumnya telah dipasang anti-miss-shot device yang memonitor lokasi batu ginjal secara kontinyu dan tepat waktu, sehingga alat ini memiliki tingkat keakurasian tembakan sangat tinggi dan pada saat bersamaan dapat meminimalkan terjadinya luka pada ginjal akibat salah tembak.

Bagaimana lithotripter bekerja?

Merupakan suatu hal yang menarik untuk mengetahui cara lithotripter bekerja, yaitu bagaimana shock wave dihasilkan, kemudian merambat masuk ke dalam tubuh dan menghancurkan sasarannya, tanpa merusak media yang dilewatinya.

Saat ini ada 3 jenis pembangkit shock wave yang digunakan dalam ESWL: electrohydraulic, piezoelectric, dan electromagnetic generator. Masing-masing memiliki cara kerja yang berbeda, namun ketiganya menggunakan air sebagai medium untuk merambatkan shock wave yang dihasilkan.

Electrohydraulic generator menggunakan spark gap untuk membuat “ledakan” di dalam air. Ledakan ini kemudian menghasilkan shock wave. Sedangkan piezoelectric generator, memanfaatkan piezoelectric efek pada kristal. Sedangkan electromagnetic generator, menggunakan gaya elektromagnetik untuk mengakselerasi membran metal secara tiba-tiba dalam air untuk menghasilkan shock wave.

Dari 3 jenis generator di atas, electrohydraulic lithotripter merupakanlithotripter yang paling banyak digunakan saat ini [1]. Diagram skematik dari lithotripter ini dapat dilihat pada Gambar 2.


Gambar 2. Diagram skematik electrohydraulic lithotripter

Pada awalnya, shock wave yang dihasilkan generator hanya memiliki tekanan yang rendah, kemudian difokuskan pada satu lokasi dimana batu ginjal berada. Hanya pada titik fokus inilah shock wave memiliki tekanan yang cukup besar untuk menghancurkan targetnya, sehingga tidak akan merusak bagian di luar daerah fokus ini.

Dalam proses pengobatan, karena titik fokus lithotripter ini sudah fixed, sebaiknya posisi pasien digeser sedemikian rupa sehingga batu ginjal tepat berada dalam titik fokus tersebut. Untuk menghantarkan shock wavedari lithotripter ke tubuh pasien, digunakan air atau gelatin sebagai media perantaranya, dikarenakan sifat akustik keduanya paling mendekati sifat akustik tubuh (darah dan jaringan sel tubuh), sehingga pasien tidak akan merasakan sakit pada saat shock wave masuk ke dalam tubuh.

Penerapan Teori Dasar Bayu Seto Pada Penghancuran Batu Ginjal
Terdapat kondisi yang cukup sulit dimana lokasi obyek sasaran (batu ginjal) terhalang/tertutup oleh medium penghalang (kulit, otot, dan jaringan lain) sehingga diperlukan kecermatan untuk mengukur kadar tenaga getaran untuk mengenai obyek sasaran tsb.

Teori Dasar Bayu Seto
--- saya lewati karena terlalu panjang ---

Aplikasi Bayu Seto
--- saya lewati karena terlalu panjang ---

Latihan Tahap Awal
Tidak seperti Bayu Seto yang menembakkan tenaga getaran pada medium udara secara polos sehingga mengenai obyek, pada aplikasi untuk penghancuran batu ginjal ini tenaga getaran yang ditembakkan dan mengenai obyek sasaran harus bisa menembus suatu lapisan penghalang di depan obyek sasaran tersebut TANPA merusak obyek sasaran tersebut.

Perbedaan teori dasar ini akan melahirkan perbedaan pemahaman bagaimana tenaga getaran disalurkan.

Latihan dimulai dengan mengarahkan praktisi untuk melatih kepekaan tenaga getaran pada suatu obyek dibelakang obyek lain. Dalam hal ini dapat digunakan medium TELUR sebagai uji coba latihan tahap awal. Dipilih telur karena cukup mewakili karakteristik dimana ia mudah didapatkan, murah, tidak memiliki efek samping, dan tersusun atas lapisan-lapisan dari mulai kulit luar telur, kemudian putih telur (jaringan), kuning telur (jaringan), dan barulah inti telur. Praktisi harus bisa menembakkan tenaga getarannya dan menembuskan tenaga getarannya melewati medium-medium tersebut hingga sampai pada inti telur atau kuning telur dan kemudian mengubah tenaga getarannya menjadi panas untuk kemudian mencoba mematangkan telur tersebut. Pengubahan tenaga getaran menjadi panas ini tidak boleh merusak lapisan lain selain daripada yang diinginkan (kuning telur) dan kemudian barulah meluas pada putih telur dan terhenti sampai disitu. Pada kondisi ini, praktisi diharapkan bisa mengontrol penggunaan tenaga getarannya pada suatu titik fokus yang kecil.

Mungkinkah? Sangat mungkin. Pada Quantum Physics tidak ada lagi perbedaan antara energi dan materi. Pada skala atomic, partikel - seperti elektron, proton, neutron dsb -  selain memiliki sifat materi juga bersifat energi. Sehingga bisa dikatakan Mekanika Newtonian tidak lagi berlaku pada skala atomic ini.

Pada skala atomic, menurut Quantum Physics, partikel-partikel (elektron, proton dsb) bukanlah lagi suatu materi yg bersifat "Rigid Body" yg menempati ruang dgn volume tertentu seperti anggapan dalam Mekanika Newtonian tetapi Partikel juga bisa dikatakan suatu bentuk energi yg memiliki sifat Gelombang ( Getaran ) dgn frekuensi dan panjang gelombang tertentu. Sehingga tidak ada beda lagi antara energi dan materi.

Dengan menyamakan frekwensi pada level atomic, berarti tenaga getaran yang dipancarkan menggunakan prinsip Quantum Physics untuk mengenai sasaran dan sekejap pada saat mengena ditransformasikan menjadi tenaga panas yang dihantarkan pada obyek sasaran.

Berikut adalah flow (hipotesa awal) mengenai teknik ini:
Praktisi getaran --> pancarkan getaran pada telur --> deteksi setiap lapisan-lapisan --> deteksi kuning telur (atau yang diinginkan) --> transformasi energi menjadi panas --> matangkan kuning telur --> matangkan putih telur

Tujuan Pelatihan
Tujuan pelatihan ini ada 3 yakni:

a) Untuk mendapatkan pemahaman mengenai "rasa getaran" ketika tenaga getaran menembus suatu lapisan obyek dan mengenai obyek sasaran.

b) Untuk mendapatkan pemahaman mengenai transformasi tenaga getaran menjadi tenaga panas

c) Melatih untuk mendapatkan kemampuan memperkecil luas area penampang pancaran tenaga getaran hingga mengenai sasaran yang kecil.

Teknik Pelatihan
--- saya lewat karena terlalu panjang ---

Subyek Pengujian
Dipersiapkan 3 orang praktisi getaran yang sudah bisa memancarkan dengan baik. Satu orang wanita (tingkat Kombinasi 1) dan 2 orang pria (tingkat Kombinasi 1).

Hasil Pengujian
Bagan hasil: --- saya lewati ---

Kesimpulan: Dalam waktu 1 minggu, praktisi getaran yang menggunakan teknik awal ini sudah berhasil mematangkan telur ayam mentah menjadi matang. Kemudian semakin lama semakin cepat (dapat terlihat pada minggu berikutnya dimana hari ke-3 sudah berhasil mematangkan telur). Terakhir proses pematangan telur dapat dilakukan dalam waktu 2-3 jam saja (pada minggu keempat).

Latihan Tahap Lanjutan
Setelah penggunaan medium telur ayam secara normal sudah menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan, tahap berikut akan lebih sulit, dimana telur ayam akan disuntikkan suatu cairan kimia yang akan menjadi keras pada kuning telur (dianggap diperlakukan sebagai "batu ginjal") dengan ukuran "batu" yang kecil (0,5 cm s/d 1 cm). Cairan kimia ini masih hipotesa dan belum didapatkan komposisi yang pas yang bisa mengeras seperti "batu" di dalam ruang fluid/cair.

Penerapan Bayu Seto
--- saya truncate karena cukup panjang ---

Hasil Pengujian
Belum ada

Kesimpulan: Belum ada

Rujukan Sumber
--- link-link saya truncate karena terlalu panjang ---

***

Semoga membantu.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

Suprapto

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 26
  • -Receive: 86
  • Posts: 418
  • Reputation: 137
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #353 on: 18/01/2011 23:31 »
@ mas mpcrb.

1. Saya setuju, bahwa dalam pelaksanaan uji James Randi, diduga keras ada perubahan konstanta, yang menjadikan berbeda dengan kondisi normal.
Surgical swap tissue hanyalah SALAH SATU saja untuk mengganggu konsentrasi. Yang patut dicurigai adalah kotak panjang di "planetarium" yang dipakai sebagai meja pembatas antara penguji dan yang diuji. Sampai sepuluh tahun setelah ujicoba MP, TIDAK ADA SATUPUN dari sekian banyak peserta dari seluruh dunia yang berhasil menunjukkan bermacam kemampuannya. Padahal hampir semuanya berhasil melakukannya diluar "planetarium".
 Tidak banyak gunanya diperdebatkan, kalau mereka tidak mau melakukan ujicoba ditempat netral.

2. Mekanisme pengembangan aplikasi keilmuan MP, BEKERJASAMA TIMBAL BALIK dengan disiplin keilmuan diluar MP/pencaksilat,  dilakukan sbb:

Phenomena yang dimiliki MP, teori maupun prakteknya, diukur, diteliti, dianalisa dengan kacamata/pisau analisa ilmiah, oleh disiplin keilmuan non MP, untuk disusun hipotesa dan dalil2nya. Bisa memberi manfaat bagi ilmu pengetahuan dan MP sendiri.

Demikian juga, penemuan2, persoalan yang belum ada maupun sudah ada solusinya, termasuk teori2, hipotesa, harapan2 dari disiplin keilmuan non MP ( utamanya fisika dan medis), oleh MP bisa dijadikan acuan untuk pengembangan aplikasi keilmuannya.

Salam.

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #354 on: 19/01/2011 09:29 »
Benar sekali mas. Dulu saya punya kenalan rekan yang sekarang sudah jadi dokter spesialis dan sering saya jadikan rujukan pengetahuan kalau dirasa mentok, tetapi sekarang kebetulan ybs sedang melanjutkan studi keluar negeri sehingga belum sempat lagi "ngoprek-ngoprek" dengan update perkembangan terakhir. Kawan ini bukan praktisi MP tetapi dia sangat tertarik dengan pendekatan keilmuan (seperti gambaran dari BPPT yang mas jelaskan bahwa memang Ilmu Getaran MP setelah dijelaskan ternyata rasional dan bersifat ilmiah). Dari kawan inilah saya mengetahui prosedur-prosedur ilmiah pada penelitian kedokteran modern, bagaimana teorinya, bagaimana menyusun hipotesa, dsb. Sehingga kemudian tergerak menggunakan pengetahuan ini untuk mencoba menggali benang merah antara MP dan disiplin ilmu modern.

Pernah juga terjebak untuk mensikapi fenomena keilmuan melalui sudut pandang science, tetapi ternyata pada akhirnya akan terbentur pada banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang belum bisa sepenuhnya terjawab. Bagaimana menjelaskan fenomena tenaga dalam, biolistrik, panas, bagaimana menjelaskan fenomena A, B, C, dsb. Masing-masing akhirnya meyakini apa yang dianggapnya benar. Puncaknya, manfaat maksimal tidak tercapai. Akhirnya, saya coba putar arah untuk memadukan pengetahuan yang sudah solid pada science dengan kemampuan yang dimiliki oleh MP. Sedangkan bagaimana proses detailnya mengapa semua itu bisa terjadi, saya juga tidak bisa menjelaskan secara rinci. Tetapi key point yang ada sudah saya dapatkan dan sudah mengerucut menjadi hipotesa-hipotesa. Tinggal disusun secara sistematis berdasar kaidah science oleh disiplin ilmu terkait. Hipotesa ini nantinya akan "dilempar" pada ilmuwan yang berminat mengkaji untuk dibuat lebih baik lagi.

Jadi, kalau ada kesempatan untuk bertemu dengan para scientist pada momen khusus seperti yang mas tawarkan untuk masuk pada tim pendamping MP, tentu dengan senang hati akan saya laksanakan sebaik-baiknya.

Khusus untuk stem cell (sel batang), ini sebenarnya "tantangan" dari rekan saya yang dokter spesialis itu apakah getaran MP mampu mendeteksi lokasi stem cell pada tubuh manusia? Ia terpesona pada metode "lepas kacamata" yang dulu pernah saya ajarkan pada putrinya yang akan masuk jadi pramugari. Alkisah putri kesayangannya ini menderita mata minus 1,5 sedangkan cita-citanya ingin jadi pramugari. Secara fisik sudah sangat memenuhi syarat, hanya kekurangannya ia berkacamata. Alhamdulillah, akhirnya metode pengobatan MP untuk "lepas kacamata" saya ajarkan padanya dan berhasil. Dalam waktu 3 bulan, matanya kembali normal. Kawan saya tsb berkata bahwa ini merupakan teknik ajaib yang pernah ia temui, dan ia kemudian teringat dengan stem cell (sel batang) kemudian menjelaskan secara rinci kepada saya dan mengatakan bahwa ada kemungkinan MP menggunakan stem cell ini untuk me-regenerasi sel pada mata putrinya. Saya jawab bahwa saya tidak pernah tahu apa itu stem cell, saya hanya merasakan sensasi "rasa" ketika aliran tenaga getaran ini "berjalan" menuju mata. Menurutnya, regenerasi sel tubuh hanya bisa dilakukan oleh kerja stem cell ini.

Setelah saya runut kembali, metode MP untuk regenerasi sel tubuh yang melewatkan tenaga getaran melalui tulang belakang memang sejalan dengan salah satu lokasi stem cell ini (pada tulang belakang, tepatnya pada sumsum), kemudian jalur aliran tenaga getaran yang mengarah ke mata juga sesungguhnya melewati lokasi stem cell. Demikian juga teknik-teknik dan metode regenerasi MP yang sudah ditemukan oleh MP secara alamiah semuanya MELEWATI jalur produksi stem cell ini. Entah ini suatu kebetulan atau bagaimana. Praktisi sebenarnya "merasakan" bahwa ketika aliran tenaga getaran ini sedang menuju ke target yang akan diobati terjadi sensasi "rasa". Besar dugaan saya adalah bahwa sensasi "rasa" itu adalah stem cell yang ikut terbawa. Sehingga untuk lebih jelasnya memang harus masuk laboratorium dimana ditunjukkan spesimen stem cell untuk kemudian didapatkan rasa getarannya. Kalau rasa getaran itu sama, berarti teknik regenerasi sel pada MP ini BERHASIL MENGENALI STEM CELL pada tubuh. Dan ini selangkah lebih maju dibanding ilmu kedokteran modern yang bahkan untuk mengenali stem cell sangatlah sulit (memerlukan begitu banyak alat canggih dan dengan tingkat akurasi serta kehati-hatian yang sangat tinggi dan tentunya berbiaya sangat mahal).

Kalau bisa "dikenali", "dirasakan", "ditangkap", dan "ditranportasikan", untuk kemudian "dibiakkan" dengan tenaga getaran maka tentu proses regenerasi pada hampir SEMUA bagian tubuh bisa dilakukan. Dan ini akan membuka cakrawala baru pengobatan. Seperti kita ketahui bahwa praktisi getaran MP yang mumpuni dengan kemampuan deteksi, akan bisa mendapatkan rasa getaran dari stem cell ini yang sesungguhnya apabila ia benar-benar dihadapkan pada sampling/spesimen stem cell pada laboratorium. Sehingga kedepannya proses pengobatan bisa ditingkatkan pada level yang lebih tinggi dengan efektivitas yang lebih baik.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

samber gledek

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 4
  • Posts: 462
  • Reputation: 35
    • Email
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #355 on: 19/01/2011 13:17 »
Grp dulu ah buat mas mpcrb...mangstabbb

Suprapto

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 26
  • -Receive: 86
  • Posts: 418
  • Reputation: 137
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #356 on: 19/01/2011 16:21 »
@ mas mpcrb.

Terminologi stem cell di Indonesia adalah "sel punca". Sehingga ada ASPI (Asosiasi Sel Punca Indonesia), sehingga ada komunikasi terus menerus dari para peneliti dan dokter2nya. Untuk pasien dewasa, yang dipraktekkan baru  mengambil sumsum tulang belakang kemudian dimasukkan ke vena.
Sel punca punya sifat "pluripotent" yang bisa berubah bentuk setelah menerima "sinyal regulasi" dari jaringan setempat, sehingga bisa meregenerasi sel/jaringan setempat.
Akan menjadi revolusi medik dibidang penyakit degeneratip, yang diduga hanya bisa disembuhkan dengan memperkuat regenerasi sel/jaringan tertentu.

Sel punca juga diketahui banyak terdapat pada embrio 5-9 minggu  setelah pembuahan, juga masih banyak terdapat pada placenta.

Tentu ada hambatan etika untuk mengisolasinya (sulit untuk mendapatkan sel punca "murni", untuk mengenali rasa getarannya)

Sel punca juga banyak didapati pada tali pusar bayi.
Ini lebih memungkinkan bagi teman2 untuk mencari "rasa" sel punca, dari latihan mendeteksi berbagai tali pusar bayi.
Sehingga nantinya bisa  diharapkan, untuk bisa mendeteksi, dimana saja sel punca pasien "ngendon", guna dimanfaatkan untuk penyembuhan dirinya. Karena sel punca dari orang lain mengundang masalah baru, berupa resistensi yang bisa saja timbul.

Jadi ingat, pada sebagian masyarakat Jawa, acara puputan/puput puser/lepasnya tali pusat, dianggap penting dalam tahap kehidupan bayinya.
Bahkan kedua almarhum orang tua saya, menyimpan talipusar kedelapan anaknya, setelah kering, dibungkus kain dan diberi nama masing2. Dulu pernah saya tanya untuk apa. Beliau bilang kalau bisa "di pek gawene", diambil manfaatnya, sebagai sarana dalam memohon kesembuhan kepada Allah swt, apabila masing2 sakit berat, lebih khusus kalau terluka parah. Tidak boleh diminum dsb. Sekarang baru bisa bisa menduga, ada praktek quantum physic disini, hehehe.

Karena tidak tahu caranya, tidak seorangpun dari kami yang masih menyimpannya.

Salam.   

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #357 on: 20/01/2011 08:35 »
Sel punca juga diketahui banyak terdapat pada embrio 5-9 minggu  setelah pembuahan, juga masih banyak terdapat pada placenta.

Tentu ada hambatan etika untuk mengisolasinya (sulit untuk mendapatkan sel punca "murni", untuk mengenali rasa getarannya)

Sel punca juga banyak didapati pada tali pusar bayi.

Pada awalnya memang demikian mas, itulah sebabnya penelitian awal mengenai ini banyak ditentang habis oleh para agamawan dikarenakan faktor etika tadi. Para peneliti kesulitan untuk mendapatkan sampling/spesimen dari sel punca(stem cell) ini karena memang baru tersedianya dari placenta bayi. Otomatis harus ada bayi yang dikorbankan untuk penelitian ini. Tidak heran, kondisi awal penelitian dihujat disana-sini. Tidak boleh menyembuhkan orang dengan membunuh orang lain.

Akan tetapi dunia riset stem cell digemparkan oleh penemuan baru yang diumumkan melalui dua jurnal bergengsi, yakni Science, yang melaporkan hasil penemuan dari James Thomson dari Universitas Wisconsin di Madison, dan jurnal Cell yang melaporkan hasil penelitian Shinya Yamanaka (http://en.wikipedia.org/wiki/Shinya_Yamanaka) dari Universitas Kyoto dalam edisi 20 November 2007. Yamanaka berhasil mengembangkan stem cell dari sel kulit pasien hingga menjadi iPS (induced Pluripotent Stem) cell.

Pusat Riset Jerman mengatakan :

"Dr. Shinya Yamanaka. Yamanaka has succeeded in endowing normal skin cells with almost every characteristic of an embryonic stem cell."

(sumber: http://www.dkfz.de/en/presse/pressemitteilungen/2007/dkfz_pm_07_72_e.php)

Kemudian dikembangkan lagi oleh Yukio Nakamura berdasarkan riset dari Dr. Shinya Yamanaka yang kemudian dipublikasikan pada jurnal ilmiah stem cell berikut ini: http://www.pubstemcell.com/monthly/006010200002.htm.

Jadi memang berdasarkan penelitian dari Dr. Shinya Yamanaka sudah tidak diperlukan lagi placenta bayi untuk mendapatkan stem cell ini, dan dapat diambil dari sel kulit yang dikembangkan sedemikian rupa. Saya tidak tahu apakah ASPI sudah sejauh itu meneliti.

Jadi teringat pada suatu ayat di Quran dimana Allah memberikan penilaian khusus pada KULIT manusia karena keistimewaannya. Ternyata memang KULIT menyimpan potensi yang luar biasa. Entah kalau Dr. Shinya Yamanaka ini pernah membaca Quran mungkin akan terbukanya tabir hati seperti terbukanya tabir hati ahli farmakologi Thailand Profesor Tajaten Tahasen, Dekan Fakultas Farmasi Universitas Chiang Mai Thailand ketika meneliti kulit manusia sehingga menjadi muallaf. Maha Benar Allah Terhadap Apa Yang DiciptakanNya.

Jadi ingat, pada sebagian masyarakat Jawa, acara puputan/puput puser/lepasnya tali pusat, dianggap penting dalam tahap kehidupan bayinya.
Bahkan kedua almarhum orang tua saya, menyimpan talipusar kedelapan anaknya, setelah kering, dibungkus kain dan diberi nama masing2. Dulu pernah saya tanya untuk apa. Beliau bilang kalau bisa "di pek gawene", diambil manfaatnya, sebagai sarana dalam memohon kesembuhan kepada Allah swt, apabila masing2 sakit berat, lebih khusus kalau terluka parah. Tidak boleh diminum dsb. Sekarang baru bisa bisa menduga, ada praktek quantum physic disini, hehehe.

Disitulah hebatnya Timur. Dengan segala keterbatasan, tetapi sesungguhnya sudah selangkah lebih maju. Hanya saja, tidak tahu kenapa bisa begitu. Mengikuti naluri dan pengetahuan alamiah sesuai kodrat saja.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #358 on: 20/01/2011 08:44 »
Ada yang ketinggalan, begini bunyi ayatnya:

"Sesungguhnya orang-orang kafir terhadap ayat-ayat kami, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka, setiap kali kulit mereka terbakar hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain agar mereka merasakan pedihnya azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagiMaha Bijaksana." (An-Nisa ayat 56)

Ayat ini sesungguhnya menceritakan mengenai terjadinya REGENERASI atau kalau bahasa biologinya menceritakan mengenai POTENSI stem cell (sel punca) karena hanya dari sel inilah sesungguhnya potensi regenerasi bisa terjadi. Dan itu bisa didapatkan pada kulit. Jadi tidak heran, Dr. Shinya Yamanaka diberikan ilham oleh Allah SWT untuk meneliti kulit dan mengembangkan sel punca dari kulit. Hasilnya tentu saja akan benar dan berhasil karena sumber pengetahuannya berasal dari pemilik sejati keilmuan kulit, yakni Allah SWT.

Subhanallah. Maha Benar Allah Dengan Segala FirmanNya.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

Suprapto

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 26
  • -Receive: 86
  • Posts: 418
  • Reputation: 137
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #359 on: 21/01/2011 00:33 »
@ mas mpcrb.

Diyakini bahwa, siapapun yang bersungguh sungguh berusaha "membaca" phenomena alam, apakah dari pendekatan fisika, medik maupun bagian dari olah beladiri, niscaya akan makin menyaksikan kebesaran Illahi.  Berpeluang mendapat hidayah makin tebal keimanannya.

Dalam salah satu konteks MP, alm mas Budi pernah mengatakan dalam penataran pelatih, bahwa karena praktisi MP sudah dihadapkan langsung pada pengaruh besar dari "niat"/nawaitu/nawaetu/niat ingsun, maka harus hati2 dan benar dalam berniat.
Bahwa kalau kita berniat sungguh2, maka seluruh unsur tubuh, seluruh sel dan jaringan, tenaga, getaran pribadi dan naluri, segera menyesuaikan diri pada yang diniatkan tersebut.
Kalau niatnya menyembuhkan, otomatis semua unsur tubuh, getaran yang keluar, akan mendukung itu.
Sebaliknya kalau niatnya menghancurkan/menyerang, sikap seluruh tubuh termasuk getaran dan nalurinya,  akan TERPROGRAM kesana.
Kalau niatnya belum "nyawiji"/menyatu, ragu2, maka terjadilah, peserta penataran pelatih yang latihan memijat penyembuhan, salah penyaluran, malah membuat temannya kesakitan.
Sementara yang lain bisa menemukan titik lemah temannya untuk disembuhkan.

Menjadi bertambah kesadaran, makin punya "daya/tenaga", harus makin hati2 jangan salah niat.

Barangkali dengan mekanisme itulah, naluri plus niat, hanya berharap pada tuntunan Illahi, maka cara Timur menemukan sesuatu yang dikemudian hari "ketemu" dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern.

Salam.

 

Powered by EzPortal