+-

Video Silat


silat harimau
GGBD - Wejangan Wak Oto
Silaturahmi Silek Kumango + Silek Tuo (03)
bandrong on action #4
Pencak Silat Tiga Berantai
Merantau Production Blog 2 - The Choreography
Silat Sambut in slow motion
Akeket Macanan
Silat Tradisional di Pencak Silat Word Championshi

Shoutbox

13/12/2016 10:49 Taufan: Yuk ke Festival Kampung Silat Jampang 17-18 Desember 2016!!!
20/09/2016 16:45 Dolly Maylissa: kangen diskusi disini
11/02/2016 15:58 Taufan: Alhamdulillah SS sudah ON lagi ;-)
07/01/2016 10:00 luri: wa 'alaikumussalam
04/01/2016 20:21 May Lee: Assalamu 'alaikum
30/03/2015 14:06 initial_d: Sepi amat ya bang, pada kemane nih penghuninya....
20/10/2014 15:28 kunderemp: Ya.. om Taufan.. Tanggal 11 lalu saya masih di tengah hutan di Bakan.
View Shout History

Recent Topics

Minta Do`a dan bimbingan para suhu dan sesepuh silat :D. SANDEKALA by zvprakozo
10/04/2019 18:34

PPS Betako Merpati Putih by acepilot
18/10/2018 17:03

On our book: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
13/03/2017 14:37

Siaran Radio ttg. Musik Pencak Silat di Stasiun "BR-Klassik / Musik der Welt" by Ilmu Padi
12/01/2017 16:19

Tentang buku kami: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
17/10/2016 20:27

Hoby Miara Jin by anaknaga
19/09/2016 04:50

TALKSHOW SILAT - Silat Untuk Kehidupan by luri
22/06/2016 08:11

Thi Khi I Beng by aki sija
17/08/2015 06:19

[BUKUTAMU] by devil
09/06/2015 21:51

Daftar Aliran dan Perguruan di Indonesia by devil
01/06/2015 14:01

SILAT BERDO'A SELAMAT by devil
01/06/2015 13:59

Persilatan Jurus Lima (Sabandar) by Marsudi Eko
14/05/2015 19:36

Kebugaran Merpati Putih by mpcrb
22/04/2015 16:16

PAWAI JAMBORE PENCAK 2015 by luri
20/04/2015 16:20

ALM. Kong Nur ( BEKSI Kampung Sawah) by initial_d
30/03/2015 14:02

SilatIndonesia.Com

Author Topic: PPS Betako Merpati Putih  (Read 580580 times)

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #360 on: 21/01/2011 15:56 »
Benar sekali.

Bahwa jagat raya "bertasbih" di dalam terminologi Islam bisa dideteksi dengan getaran. Ketika disebar ke sekeliling, maka akan didapatkan "rasa" yang unik pada tiap benda.

Dan sesungguhnya, "rasa getaran" ini adalah pencapaian suatu pengetahuan baru pada otak SELAIN rasa visual melalui pengalaman organ optik mata.


Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

Sawer Wulung

  • Guest
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #361 on: 21/01/2011 20:10 »
mas mpcrb bisa ga kalo teknik regenrasi selnya di babar, saya tertarik nih.
yang umum aja kalo keberatan.

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #362 on: 21/01/2011 22:25 »
Kalau dibabar secara teknis saya rasa bisa panjang x lebar. Kalau mau lebih jelas, bisa dicoba gabung ke kelompok Kebugaran MP mas. Disana nanti akan di dapatkan materi mengenai teknik regenerasi sel ala MP.

Meski demikian, kalau versi saya pribadi (bukan versi pakem MP) saat ini adalah yang dikembangkan dari titik lokasi stem cell mas. Jadi mas bisa lihat artikel saya sebelumnya mengenai stem cell ini pada lokasi-lokasi dihasilkannya stem cell ini, kemudian getaran dilewatkan pada jalur tersebut sambil memvisualisasikan "menangkap" stem cell. Setelah itu getaran diarahkan pada area yang bermasalah dan mulailah memberikan energi penyembuh pada tempat tersebut sekaligus visualisasi energi untuk "membiakkan" stem cell ini.

Meskipun teknik ini masih prematur dan niscaya menyisakan segudang pertanyaan seperti "bagaimana bisa stem cell ikut terbawa?" atau "bagaimana rasanya?" atau "bagaimana cara menangkapnya?" dsb. Pendekatan tersebut saat ini terbukti berhasil saya terapkan pada diri sendiri dan keluarga.

Kalau pada diri sendiri saya melakukan uji coba kurang lebih setahun yang lalu dengan menyayat kulit (don't try this at home) sehingga terjadi luka. Kemudian saya terapkan metode versi saya, dan alhamdulillah luka tersebut sembuh sangat sangat cepat. Dengan panjang luka 3 cm, menutup rapat di hari kedua, dan hari ketiga sudah kering total dengan kulit menutup penuh.

Sedangkan pada anak saya yang ketiga, barusan tadi siang kakinya terkena paku ketika bermain di rumah pada lantai 2. Terjadi luka sayat sedikit (sekitar 1 cm). Dengan teknik yang sama, alhamdulillah sore tadi sudah tidak perlu dijahit lagi. Dan malamnya sudah bisa ikut mengaji pada TPA dan bermain lari-lari bersama teman-temannya.

Saya pribadi juga belum tahu penjelasan detailnya. Berbagai kemungkinan bisa terjadi. Apakah memang "stem cell" ini terbawa secara fisik dari jalur produksi stem cel? Ataukah stem cell yang ada pada kulit yang bertransformasi karena tenaga getaran? Ataukah ada sebab lain? Wallahualam. Masih mersudi mencari kenapa-nya.

Tetapi saya meyakini bahwa apa yang sudah ditemukan oleh para ilmuwan mengenai lokasi keberadaan stem cell ini bisa saya manfaatkan pengetahuannya untuk kemudian dikombinasikan dengan pengetahuan Merpati Putih yang saya miliki.

Semoga membantu.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

Suprapto

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 26
  • -Receive: 86
  • Posts: 418
  • Reputation: 137
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #363 on: 21/01/2011 22:28 »
@ mas mpcrb.

Mengingat "self healing" termasuk dalam kelompok keilmuan yang diabdikan untuk masyarakat luas yang memerlukannya, bahkan bila perlu bisa disusun "short cut" beberapa bentuk latihan agar yang bersangkutan bisa melakukannya; apalagi sampai saat ini praktek regenerasi  sel nyaris harus dilakukan sendiri. Silahkan dibabar prinsip umumnya. Lebih detil kalau bisa ketemuan dengan kang Sawer wulung, selanjutnya tentu akan dikembangkan dengan caranya sendiri.

Salam.

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #364 on: 22/01/2011 00:28 »
Baiklah karena sudah mendapat izin, saya coba berikan penjelasan sesuai kemampuan saya. Saya coba tidak membahas secara detail teknis versi MP karena bisa jadi akan membingungkan yang baca. Tetapi saya coba gunakan pendekatan yang (semoga) lebih baik untuk dimengerti dari sisi penjelasan.

Saya mencoba mengkombinasikan dengan literatur yang pernah saya pahami mengenai CMA (chinesse martial arts). Ada beberapa kemiripan pada konsep Chi, dimana saya akan gunakan pendekatan itu untuk menjelaskan teori regenerasi MP. Tanpa bermaksud merendahkan penjelasan versi MP tradisional aslinya, saya rasa penjelasan versi saya ini bisa menjadi pelengkap untuk memperkaya pengetahuan bersama. Insya Allah.

Seperti halnya teori dasar di dalam tenaga dalam, selalu dimulai dari simpul utama perut (dantian/hara). Dari sinilah hal ikhwal yang berhubungan dengan konsep tenaga dalam berawal. Tidak terkecuali pada Merpati Putih juga demikian. Hasil olah nafas akan menghasilkan energi yang kemudian disimpan pada titik tersebut. Sebagai ruang imajiner tanpa batas, yang hanya dibatasi oleh imajinasi, ia sudah cukup untuk bisa menampung energi alam semesta. Asal jalur nadi dalam yang ada di dalam tubuh praktisinya cukup kuat.



Teori dasar regenerasi sel tubuh pada MP dimulai dari jalur simpul utama perut (dantian/hara) kemudian turun ke bawah, perineum, tulang ekor, kemudian naik merambat melalui tulang belakang hingga melewati tulang leher, melewati otak kecil, trus ke dahi, dst ,dst (saya tunjukan melalui gambar saja karena ia akan mewakili seribu kata-kata).



Gambar tersebut saya ambil dari Jalur Air (Water Path) pada teori Chi. Dimana jalur air ini berfungsi dari mulai penguatan organ, nadi dalam, hingga pada regenerasi sel. Saya tidak tahu apakah ini terlalu kebetulan, ataukah memang proses mendapatkan pengetahuan yang kebetulan bisa mendekati (ada kearifan lokal yang mirip antara teori regenerasi MP dan teori Jalur Air Chi). Wallahualam. Yang jelas, teori dasarnya sama.

Jadi, ketika menghirup nafas, maka seketika itu nafas diturunkan pada titik utama simpul perut, dan kemudian munculkan tenaga getaran untuk kemudian disalurkan mengikuti Jalur Air (Water Path) seperti pada gambar. Menariknya adalah, jalur-jalur ini adalah jalur-jalur yang berisi produksi stem cell juga (lihat pada artikel saya mengenai stem cell sebelum ini). Jadi memang ada kemungkinan terjadi kondisi aktivasi atau "transportasi" dari stem cell ini secara tidak sadar. Untuk memperkuat, biasanya dilakukan visualisasi warna putih terang seperti lampu neon ketika tenaga getaran itu mengalir merambat melalui tulang punggung sehingga praktisi seolah melihat tulang punggungnya "menyala" terang. Visualisasi lain berdasar teori warna juga bisa dilakukan pada warna-warna yang menimbulkan efek penyembuhan seperti warna ungu dan kuning emas.

Satu kali nafas dilakukan 1x putaran. Umumnya 5 sampai 7 detik. Biasa dilakukan 5 sampai 7 saf. Pada kondisi ini, kalau dilakukan dengan penuh penghayatan, biasanya "gerbang rasa" akan terbuka. Ketika gerbang ini terbuka, maka terjadi sensasi seperti kejutan listrik statis pada punggung kemudian diikuti dengan menghangatnya tulang punggung dengan rasa yang nyaman. Berturut-turut pada jalur yang dilewati pada Jalur Air ini.



Kalau pada pengobatan mata minus/plus/silinder, jalur dihentikan hingga ke belakang otak kecil kemudian menembus pada kedua bola mata dan bola mata tersebut divisualisasikan seperti "direndam" di dalam tenaga getaran. Efek dari "rendaman" ini nantinya akan menimbulkan sensasi "rasa" nyaman pada mata. Diduga awal (menurut saya) terjadi aktivasi stem cell disini. Entah berasal pada organ mata atau yang berhasil "dibawa" oleh tenaga getaran. Untuk memperkuat bisa dilakukan visualisasi menggunakan teori warna yang berguna untuk penyembuhan seperti ungu atau kuning emas. Biasanya ungu.

Mudahkah melatih Jalur Air ini? Dari pengalaman, ini tidak mudah. Sebab terkadang nafas "habis" sedangkan aliran tenaga masih merambat (belum naik). Hingga kemudian harus dipacu berulang-ulang kali baru bisa. Tidak apa-apa. Itu efek awal. Bahkan pada teori Jalur Air aslinya (pada teori Chi) pun disebut bahwa teknik ini merupakan level tertinggi dari latihan chi. Konon para biksu yang melatih chi melewati Jalur Air ini mampu mengurangi efek penuaan sehingga dapat hidup ratusan tahun.

Kalau melihat jalur yang dilewati oleh Jalur Air ini, maka bisa diduga memang terjadi proses aktivasi stem cell di berbagai tempat. Sehingga ya tidak heran praktisinya akan selalu tampak lebih segar dan bugar serta awet muda. Wong sel-nya selalu di-regenerasi ulang setiap kali berlatih. Apalagi kalau berlatih sampai berjam-jam. Efeknya tentu lebih dahsyat lagi. Jadi tidak mustahil cerita para biksu yang bisa menunda efek penuaan adalah benar adanya.

Bagaimana selanjutnya apabila kita ingin mengarahkan pada bagian yang bermasalah? Gunakan pikiran untuk mengarahkan kemana tenaga mengalir seperti biasa.

Semoga membantu.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

Sawer Wulung

  • Guest
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #365 on: 22/01/2011 14:07 »
Mas MPCRB,

Nuhun ah tos di waler,
Memang ada kemiripan antara beladiri China dan Indonesia, itulah kearifan para leluhur menemukan ilmu yang garis besarnya sama.
Saya sudah sering mempraktekan jalur tersebut, memang tidak sebagus kalo ada gurunya langsung karena saya mempelajarinya otodidak dari membaca dan sharing sama temen.
Kalo ndak salah TCM/CMA banyak menyebutnya orbit mikrokosmik, kalo di yoga jalur nadi ida dan pingala.
Memang terasa ada "sesuatu" yang merambat di sekitar area tulang belakang tembus ke kepala dan titik puncak di kepala / PaiHui suka berdenyut, malah kadang sedang tidak latihan pun suka kerasa.

pertanyaannya, apakah sudah betul apa yang saya rasakan dan saya latih?, kurang lebihnya sama lah teknik napas yang digunakan

trus jika ada gangguan, misal di daerah perut , bisakah menggunakan teknik stem sel dengan merambatkan arah getaran dari tulang belakang ke arah perut?

apakah dilakukan dengan pengejangan otot atau tidak?

Terus jika untuk mengobati orang lain, stem sell nya pasienkah yang di ambil ? caranya gimana ?

Terus menghubungkan dengan  getaran yang ada di alam caranya gimana ?

mudah-mudahan ga bosen ngejawabnya.

Nuhun

Suprapto

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 26
  • -Receive: 86
  • Posts: 418
  • Reputation: 137
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #366 on: 22/01/2011 15:02 »
@ kang Sawer wulung.

Demikianlah gambaran umumnya.

Disitu diasumsikan, praktisi sudah memiliki kemampuan mengumpulkan "energi" (melalui berbagai cara dan bentuk senam pengolahan dsb.), sehingga bisa mulai menyalurkannya untuk berbagai keperluan.

Berbeda dengan senam pengolahan reguler MP, tingkat Dasar I sekalipun, yang prestasi hasil latihannya akan diukur dalam ujian kenaikan tingkat (UKT), ada lagi kelompok non prestasi, yang disebut kelompok kebugaran. Lebih santai, fun, mengutamakan kebugaran, dan latihan "penyegaran sel" masuk kedalamnya. Kalau usia prestasi, biasanya kurang berminat disini, kurang menantang, kurang porsi beladiri.

Dalam latihan kebugaran MP, disamping latihan sesuai metode tradisional MP, juga mengadopsi senam2 aerobik serta kaidah pemanasan, penguluran, penguatan dan pendinginan modern (memperhatikan prinsip perkembangan cardiovascular yang aman).

Peserta kebugaran akan dilatih senam aerobik, senam anaerobik (senam pengolahan dasar I atau derivatnya/penyederhanaan menyesuaikan kemampuan peserta, bentuknya penguluran yang disertai penegangan dan tahan napas), senam terapi khusus (untuk penderita sakit tertentu), kemudian latihan getaran penyembuhan, termasuk didalamnya latihan penyegaran sel. 

Latihan2 aerobik dan anaerobik tsb, sedikit demi sedikit akan memperkuat organ, melancarkan peredaran darah, melancarkan jalur tenaga, dan mampu membangkitkan tenaga.

Kemudian diberikan latihan2 "tradisional" MP dalam memanfaatkan hasil latihan lebih lanjut.

Diantaranya adalah latihan napas pembersih.

DiNIATkan untuk melakukan napas pembersih, napas halus, membayangkan yang akan diserap adalah udara bersih atau air bening yang membersihkan, tarik melalui hidung, langsung masuk rongga otak/kepala seperti masuk spons, hembuskan melalui mulut, dibayangkan air beserta kotoran akan terbuang keluar. Jangan sampai ditahan di mulut, bisa sariawan. Demikianlah napas pembersih kepala. Dilakukan berulang ulang dan diteruskan melakukan di bagian tubuh yang lain(dada perut/punggung/kaki/tangan). Bisa juga untuk penderita tertentu, membersihkan jantung serambi kiri/kanan, bilik kiri/kanan, dst sesuai kebutuhan khusus.
Disamping juga akan melancarkan jalur energi, salah satu manfaat lainnya, praktisi maupun pelatihnya, bisa  tahu tempat2/jalur yang abnormal dalam scanning tsb. Sukur2 kalau dengan napas pembersih sudah bisa membaik. Toh masih ada kelanjutannya.

Kemudian ada latihan mengumpulkan "energi penyembuh".
Energi penyembuh yang ada di seluruh tubuh ditarik, dikumpulkan di bawah pusar. Sekali lagi, kunci tradisionalnya adalah NIAT.
(Perkembangan dalam menarik energi penyembuh dalam tubuh, adalah makin peka/tahu, dimana energi2 tersebut "ngendon", yang kemudian dalam rujukan medik, diduga sebagai konsentrasi2 sel punca)

Dalam latihan lanjut, dilatih juga menyerap energi penyembuh dari luar/alam.

Selanjutnya diterapkan seperti yang dijelaskan oleh mas mpcrb.

Pengembangan "self healing" maupun menolong orang lain, selain merujuk pada ilmu pengetahuan lain  (antara lain medik maupun fisika), secara tradisional, MP juga memiliki koridornya.
Dari NIAT, melakukan, akan ada perkembangan, dari manfaat, merasakan sensasi, bertambah peka lebih detil, harus urut pada titik2 kecil (dengan batang korek api), cukup "menyapu" bidang tertentu yang kena titik2nya, jarak jauh, sampai tahap"waskita"/visual.

Arahan/pendapat dokter, rujukan2 lain, dimanfaatkan untuk lebih memfokus, tanpa mengabaikan rasa getaran yang ada. 

Salam.

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #367 on: 22/01/2011 15:26 »
@kang Sawer Wulung,

Nah kalau ditanya apakah sudah betul atau tidak, jawabnya ya relatif mas. Kalau dari sudut pandang MP mungkin akan berbeda dengan apa yang mas pelajari/yakini.

Kalau pada pemahaman saya pribadi, getaran ini unik dan agak berbeda dengan pemahaman tenaga dalam seperti pada umumnya.

Kita coba kilas balik ke belakang sebentar mengenai bagaimana otak "merekam" suatu pengetahuan obyek. Nanti akan terlihat perbedaannya antara hal yang umum, tenaga dalam yang umum, dan getaran pada terminologi MP.

Bahwa pengetahuan mengenai "wujud" obyek di dalam otak kita sebagian besar di dapat dari apa yang dilihat oleh mata kita. Itulah sebabnya sedari kecil kita diajarkan untuk MENGENALI benda-benda di sekeliling. Mata melihat dan otak merespon. Dari dasar pengetahuan penglihatan inilah terekam pada otak menjadi suatu memori yang menempati "ruang" tersendiri. Semakin difungsikan secara maksimal, maka kuantitas dan kualitas memori pada otak semakin meningkat. Kemudian dikenalkan pada pengetahuan mengenai warna (primer, sekunder, tertier), dikenalkan pada pengetahuan bahasa (tulisan, abjad), dsb. Pengetahuan-pengetahuan mengenai jenis dan karakteristik benda yang dilihat juga semakin meningkat. Akhirnya, ribuan atau jutaan benda beserta karakteristiknya kita ketahui dan kita serap menjadi apa yang disebut dengan PENGETAHUAN BENDA. Otak kemudian sedemikian canggihnya hingga mampu melakukan sintesa pengetahuan secara otomatis untuk kemudian menjadi suatu pengetahuan baru. Hal itu berlangsung bertahun-tahun selama hidup dan tanpa kita sadari.

Kita tidak pernah diajarkan untuk mengenal kata "SILAT", tetapi kita hanya diajarkan pengetahuan dasar mengenai huruf "S", "I", "L", "A", dan "T". Nanti, otaklah yang melakukan sintesa pengetahuan baru sehingga dari huruf bisa dirangkai menjadi kata, dari kata bisa dirangkai menjadi kalimat, dst, dst. Dari bangunan-bangunan dasar pengetahuan itulah otak bersintesa menjadi pengetahuan baru yang lebih luas dan lengkap.

Di dalam Merpati Putih, ilmu getaran memiliki keistimewaan yang unik dan berbeda dengan tenaga dalam pada umumnya. Kenapa saya katakan ilmu getaran MP ini istimewa dan unik? Karena ia merupakan SUMBER PENGETAHUAN BARU selain dari pengetahuan visual yang selama ini dimiliki oleh manusia melalui mata seperti yang saya jelaskan tadi. Pengetahuan baru ini bisa menjadi pelengkap bagi manusia normal, ataupun bisa menjadi pengganti bagi yang tidak normal (tunanetra).

Prinsip dasar getaran hampir sama dengan prinsip dasar organ optik visual (mata) dari sisi proses dan fungsionalitas. Semuanya pada level atomic. Perbedaannya adalah bahwa medium pada pengetahuan benda pada otak normalnya diserahkan pada mata, sedangkan pada getaran diserahkan pada tenaga dalam yang dikonversi menjadi tenaga getaran.

Kalau diringkas, pada mata terbentuk pengetahuan visual mengenai suatu benda sehingga terbentuk "memory visual benda". Sedangkan kalau pada getaran terbentuk pengetahuan "rasa getaran" dari benda. Rasa getaran inilah yang saya sebut sebagai PENGETAHUAN BARU untuk otak dan terekam disuatu tempat sebagai "memory getaran benda". Ketika pancaran getaran mengenai suatu benda, maka akan didapat "rasa getaran" dari benda tersebut. Rasa getaran ini kemudian disimpan pada otak kecil sebagai pengetahuan baru mengenai benda tsb. Ketika kemudian praktisi memancarkan lagi getarannya dan mengenai benda yang sama, maka secara otomatis otak akan memuat pengetahuan benda tersebut mengenai "rasa getaran" yang dimilikinya. Semakin banyak rasa getaran yang dimiliki oleh otak, maka semakin kaya praktisi tsb mengenai obyek-obyek. Lama kelamaan, akan menjadi reflek dan naluri sebagaimana halnya saat ini mata kita.

Normalnya, kalau mata melihat "AQUA", maka otak menterjemahkan sebagai obyek "AQUA" berdasarkan pengetahuan yang sudah dilihatnya. Sedangkan ketika getaran mengenai "AQUA" maka otak akan mengambil "rasa getaran" mengenai "AQUA" ini dan memberitahu otak bahwa itu obyek "AQUA". Demikian seterusnya pada obyek-obyek yang lain. Jadi, semakin dilatih maka pengetahuan obyek akan semakin banyak dan beragam.  Demikian juga pada warna, huruf, dsb.

Untuk membuktikan ini mudah sekali, silahkan baca satu kata berikut ini:

"таблице"

Ada yang bisa?

Kalau yang memahami bahasa Rusia tentu mudah sekali. Tetapi bagi yang tidak memahami bahasa Rusia maka kata tsb tidak akan dimengerti. Alasannya simpel, karena otak kita tidak punya pengetahuan mengenai kata tersebut sehingga otak tidak mampu mengambil database pada memory otak mengenai pengetahuan obyek tulisan tsb. Dari pembuktian ini jelas sudah bahwa sesungguhnya APA YANG DILIHAT oleh mata itu akan menjadi dasar dari pengetahuan benda.

Sehingga bagi praktisi getaran Merpati Putih sekarang pada otaknya terdapat DUA pengetahuan, yakni pengetahuan visual melalui mata secara normal DAN pengetahuan "rasa getaran" melalui ilmu getaran Merpati Putih.

Lalu apa perbedaannya dengan tenaga dalam yang umum?

Perbedaannya adalah bahwa tenaga power (tenaga dalam) yang dilatih di MP itu sudah terkonversi menjadi tenaga getaran. Sedangkan pada tenaga dalam yang dilatih oleh aliran beladiri lain tidak demikian. Perbedaan perlakuan ini akan menghasilkan perbedaan karakteristik pada kemampuan akhir. Boleh dikatakan bahwa pelatihan tenaga dalam pada aliran lain adalah mengolah energi tubuh dan mengubahnya menjadi KEKUATAN. Sedangkan pada MP, pelatihan tenaga dalamnya menghasilkan KEKUATAN dan meningkatkan menjadi KEPEKAAN. Terjadi proses tambahan pada MP. Kekuatan dihasilkan dari olah nafas power, dan kepekaan dihasilkan dari olah nafas getaran. Inilah yang terkadang menjadi titik pembeda.

Pada MP, pelatihan getaran akan berusaha sebanyak-banyaknya mendapatkan "rasa getaran" dari alam sekitar sehingga praktisi memiliki kemampuan DETEKSI yang jauh lebih baik dibanding yang mempelajari tenaga dalam secara normal.

Kalau diringkas:

Tenaga Dalam Umum
---------------------------
Olah gerak --> olah nafas --> tenaga dalam --> memory TD --> kekuatan

Merpati Putih
-----------------
(a) Jalur power:
Olah gerak --> olah nafas --> tenaga power (tenaga dalam) --> memory power --> kekuatan

(b) Jalur getaran:
Olah gerak --> olah nafas --> tenaga power (tenaga dalam) --> memory power --> tenaga getaran --> memory getaran

Jadi memang pelatihannya sangat berbeda.

Semoga ilustrasi tsb membantu.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #368 on: 22/01/2011 15:53 »
@kang Sawer Wulung, terkait dengan pertanyaan:

apakah dilakukan dengan pengejangan otot atau tidak?

Tidak diperlukan pengejangan otot maksimal untuk ini. Secukupnya saja. Toh yang berperan bukan otot, tetapi tenaga getaran.

Terus jika untuk mengobati orang lain, stem sell nya pasienkah yang di ambil ? caranya gimana ?

Metode tradisional tidak sejauh ini, hanya niat dan konsentrasi pada titik-titik tertentu (yang diduga konsentrasi sel-sel punca/stem cell). Jadi perlu ada pengetahuan mengenai lokasi dan jalur titik-titik tersebut mas. Kalau pada metode MP, karena sudah terbiasa dengan "rasa getaran" maka proses deteksi menjadi lebih mudah mas. Karena praktisi sudah cukup memiliki pengetahuan "rasa getaran" pada otak kecilnya. Tinggal dikeluarkan saja dan "ditempelkan" pada tenaga getaran untuk kemudian dipancarkan pada pasien. Ketika getaran ini mengenai pasien, tentunya akan didapatkan "rasa getaran" pada tubuh pasien. Nah ini yang dideteksi sehingga bisa diketahui bagaimana nanti memperlakukannya.

Saya tidak tahu bagaimana rasa getaran dari stem cell yang sesungguhnya. Teori yang saya jelaskan masih prematur, meskipun ada keberhasilan dan ada manfaat bagi saya. Langkahnya sudah saya jelaskan pada postingan mengenai "MP dan Sel Batang (stem cell)". Monggo dibaca mas. Barangkali ada manfaat.

Terus menghubungkan dengan  getaran yang ada di alam caranya gimana ?

Di MP, sebelum masuk pada getaran alam, maka proses melatih getaran pribadi adalah suatu keharusan. Karena melalui pemahaman yang baik terhadap getaran pribadi inilah praktisi akan bisa membedakan getaran dirinya dengan getaran alam. Umumnya dilakukan dengan memancarkan getaran pribadi kesekeliling (secara menyebar), kemudian mendeteksi medan terbesar yang ada disekeliling tubuh praktisi. Setelah terdeteksi, lalu difokuskan dan dikonsentrasikan untuk kemudian diikuti kemana medan terbesar ini mengalir (biasanya akan mengalir secara acak pada lintasan tertentu). Saat mengikuti kemana medan energi alam ini mengalir inilah kita akan benar-benar bisa merasakan bahwa "alam rayapun bertasbih...". Sensasinya sangat unik. Sinkronisasi antara getaran pribadi dan getaran alam ini begitu unik dan buat saya pribadi sering saya jadikan semacam "stress therapy" ketika terjadi jenuh terhadap pekerjaan.

mudah-mudahan ga bosen ngejawabnya.

Nuhun

Insya Allah tidak mas.

Semoga membantu.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

Sawer Wulung

  • Guest
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #369 on: 22/01/2011 16:06 »
@Mas Suprapto
@Mas Mpcrb

Terima kasih mas, penjelasannya cukup gamblang  [top]  [top]  [top], sudah mulai terang nih jalannya.
Sebenernya banyak yang pengen ditanyain, tapi bingung mulai darimana.  Sepertinya memang harus terjun langsung dan masuk ya biar bisa mendapatkan "Rasa" yang bener dari getaran MP. Sejauh ini masih bingung dengan "Rasa" yang dirasakan, karena memang baru apa yang sebatas diketahui secara otodidak bukan dari sisi praktisi.

Monggo dibabar lagi mas mas, saya menyimak lagi. Mudah mudahan tambah pencerahannya.

Salam

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #370 on: 22/01/2011 19:57 »
Latihan getaran MP tidak mengajarkan APA rasa getaran, tetapi mengajarkan  metode BAGAIMANA cara mendapatkan APA rasa getaran itu. Sebab terkadang APA rasa yang dialami oleh praktisi bisa berlainan antara satu dengan yang lainnya.

Semoga membantu.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #371 on: 25/01/2011 14:41 »
Sebenernya banyak yang pengen ditanyain, tapi bingung mulai darimana.  Sepertinya memang harus terjun langsung dan masuk ya biar bisa mendapatkan "Rasa" yang bener dari getaran MP. Sejauh ini masih bingung dengan "Rasa" yang dirasakan, karena memang baru apa yang sebatas diketahui secara otodidak bukan dari sisi praktisi.

Monggo dibabar lagi mas mas, saya menyimak lagi. Mudah mudahan tambah pencerahannya.

Otak sesungguhnya menyimpan potensi tidak terbatas. Dari hasil pengamatan dan analisa saya, ilmu getaran Merpati Putih merupakan suatu PENGETAHUAN BARU bagi manusia mengenai cara pandang terhadap obyek.

Saya pernah menjelaskan bahwa tenaga power di MP dihasilkan dari suatu latihan Isometric Exercize secara extreem dengan repetisi yang extreem sehingga didapati kondisi tubuh yang mampu menghasilkan tenaga tambahan sebagai akibat dari suatu reaksi kimiawi dalam tubuh.

Lain halnya dengan latihan getaran, latihan getaran sesungguhnya adalah suatu latihan Visualisasi secara extreem dengan repetisi yang tidak kalah extreem dibanding Isometric Exercize seperti halnya pada olah nafas pengolahan MP. Lama waktu di dalam berlatih pakem getaran minimal 2 jam (itu sangat minimal sekali). Umumnya antara 2-4 jam latihannya saja untuk 1 sesi, belum termasuk aplikasi. Kalau plus aplikasi bisa mencapai 5-6 jam untuk 1 sesi latihan.

Kalau pada penelitian dimana melatih visualisasi (tanpa gerak) pada jari yang pernah saya informasikan terdahulu bisa menguatkan otot jari secara fisik, apalagi latihan dengan visualisasi extreem seperti ini. Tentu hasilnya lebih extrem lagi. :)

Jadi bisa disimpulkan sementara bahwa latihan getaran adalah semacam latihan visualisasi extreem yang melibatkan pikiran dan rasa secara komprehensif. Kalau pada kondisi ini kemudian terjadi munculnya energi tubuh, tentu bisa dimaklumi ada benarnya. Sebab pada kondisi pengujian visualisasi tanpa olah gerak pada jari saja bisa menimbulkan kekuatan jari secara nyata toh? Belum lagi pengaturan nafas (segi empat, segitiga, halus) yang tentunya akan membuat metabolisme tubuh menjadi semakin luar biasa.

Artinya, latihan ini sesungguhnya akan membuat praktisi menjadi lebih mengenal dirinya sendiri dan alam sekitar DENGAN pikiran dan rasa yang dimilikinya. Nafas yang teratur menyebabkan gelombang otak akan sinkron dengan gelombang alam. Jadi kalau muncul fenomena supranatural, itu bisa dimaklumi karena efek resonansi dari gelombang-gelombang yang ada ini.

Tahap dimana praktisi melatih getaran pribadi, kemudian masuk pada getaran alam, kemudian pada deteksi, dan berturut-turut meningkat menjadi lebih tinggi memiliki jenjang yang sudah sesuai dengan kaidah ilmu pengetahuan. Ini tidak disadari benar oleh praktisinya, tetapi ia melakukan itu sebagai bagian dari aktivitas rutin latihan yang dilakukan berdasarkan kearifan lokal yang diberikan kepadanya.

Muncul pertanyaan, lalu bagaimana dengan kondisi dimana praktisi getaran MP bisa "menemukan" obyek yang ingin dicari (ktp, dragon, beton cor, kain berwarna, dsb) meski ia tidak tahu benda itu ada dimana?

Sebenarnya ini tidak terlalu sulit dijelaskan sebab otak kecil kita sudah merekam obyek-obyek ini. Tinggal mengeluarkan "rasa getaran" terhadap obyek ini dan menyalurkan pada telapak tangan (bagian tubuh yang akan digunakan sebagai transmitter) dan memancarkannya. Teori tradisional ada pada niat, sedangkan pada prakteknya, praktisi harus bisa "menangkap" persamaan rasa pancaran di telapak tangannya dengan getaran alam yang mengenai obyek tersebut. Begitu terasa, tinggal diikuti saja pancarannya dan dijamin getaran akan mengarahkan pada lokasi obyek yang akan dicari/ditemukan dengan tepat. Ingat, setiap obyek/benda memiliki karakteristik khas tertentu dan ia dikenai oleh getaran alam. Dan karena getaran MP ini bersifat atomic level, adalah relatif mudah bagi praktisi untuk melakukan deteksi obyek ini dimanapun obyek ini berada. Otak memiliki kemampuan hebat untuk melakukan proses rumit dalam waktu sepermilidetik atau untuk "mencari" pengetahuan mengenai obyek ini dan memunculkannya menjadi suatu sintesa pengetahuan baru.

Saya coba ambil satu contoh studi kasus untuk membuktikan bahwa otak kita punya daya hebat mengenai kemampuan sintesa. Sebelumnya kita sepakat bahwa kita belajar HURUF/ALFABET, dan bukan belajar kata atau belajar kalimat atau paragraf. Kata, kalimat, atau paragraf, beserta pemahamannya adalah hasil sintesa dari pengetahuan otak sedemikian rupa.

Mari kita buktikan.

Paragraf di bawah ini sepintas terlihat seperti kalimat kacau untuk Test Kecepatan Mata dan Otak, tetapi apabila kita membacanya dengan suara keras, kita tidak akan mengalami kesulitan membaca dan memahaminya:

Quote
Hnaya ynag bisa. Sluit dipreacya bawha ktia mamehmai apa ynag sdeang ktia bcaa. Kuketaan fonemanel fiikarn muniasa. Trenayta uuratn hruuf daalm stau ktaa tdaik mnajedi maasalh, tatepi ynag trepenntig aadalh huurf pratema dan trahkeir braeda pdaa laetk smeesityna, seblehiyna bsia sjaa lteakyna kcaau blaau tpai ktia msiah bsia mameabcnya. Hal ini desibbaakn faikirn ktia tdiak membaacyna per stau hruuf, ttaepi stau ktaa kseeruluahn. Dangen bgeini eajan mneajdi tdaik trellau pnetnig!

Otak manusia memang pintar khan? :)

Kalau sudah begini, tidak heran proses deteksi benda untuk menemukan siapa pemilik benda tersebut bisa dilakukan. Atau untuk hal-hal lain seperti deteksi penyakit, stem cell, titik-titik yang macet, dsb. Sebab level atomic dari benda sudah terdeteksi, tinggal mendeteksi "getaran tinggal" dari yang menyentuh obyek tersebut. Selisih perbedaan inilah yang kemudian oleh otak dideteksi sepersekianmilidetik. Begitu ketemu "Rasa getarannya", tinggal diikuti saja kemana mengarah.

Demikian ilustrasinya. Semoga membantu.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

anakbawang

  • Anggota
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 11
  • Reputation: 0
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: mp
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #372 on: 25/01/2011 15:34 »
saluut untuk penjelasannya mas  [top]  [top]  [top]
mas kalo getaran2 alam / benda bisa ditangkap sehingga bisa mencari "sesuatu" yang ingin dicari., seperti sekarang ini yang lagi hangat masalah crop circle di sleman apakah bisa dideteksi itu buatan manusia ato bukan manusia? maaf mas klo pertanyaannya agak ngawur cuma jadi penasaran aja pandangan dari praktisi getaran. terima kasih sebelumnya.
salam

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #373 on: 25/01/2011 16:22 »
Kira-kira lima tahun yang lalu, saya pernah mengalami hilang laptop pribadi ASUS high-end karena tertinggal di angkutan kota di Cirebon. Saat itu saya sedang mengantar anak saya main ke rumah neneknya. Karena terburu-buru dan memang keadaan sedang ramai, saya jadi terlupa kalau saya bawa laptop (untung ngga lupa lagi bawa anak, hehehe). Akhirnya panik, karena di dalamnya ada satu set laptop dengan data-data pekerjaan saya, riset, tulisan-tulisan, artikel-artikel,dsb, plus GSM modem plus flashdisk 4 GB, hardisk external, plus IPod 8 GB, plus Zune 8 GB. Kalo yang nemu dijamin itu rezeki nomplok dah.

Saat itu kemampuan masih minim, akhirnya minta bantuan ke pelatih getaran saya, Mas Joko Dwi Priono (tingkat Khusus 3) via telpon saja. Beliau meminta saya menggambarkan karakteristik laptopnya, warna tas, warna laptop, dsb. Setelah itu ditanya, apakah itu laptop pegangan sehari-hari? Saya jawab ya, laptop itu sudah bertahun-tahun bersama saya. Akhirnya diminta menunggu kira-kira 10 menitan sebelum beliau telpon saya kembali.

Jawabannya sangat mengejutkan (saya masih ingat, karena akibat dari kondisi inilah yang memulai riset mengenai getaran), dijawab oleh Mas Joko sbb:

"Mas, nanti tunggu di pinggir jalan yang dilalui angkot GP (Gunung Sari - Plered). Nanti perhatikan angkot yang kaca depannya ada tulisan GP pake warna putih besar-besar. Dan dibelakangnya ada tulisan GP juga tapi warna kuning."

Dengan penuh was-was, saya tunggu setiap angkot yang dilewati. Dan benar saja, kurang lebih 5 menitan angkot yang dimaksud datang menghampiri. Langsung saya stop, dan memang benar tas laptop saya masih utuh dengan isi-isinya. Aneh, padahal didalam angkot tsb ada penumpang. Tapi seolah "tidak melihat" keberadaan tas laptop saya. Akhirnya saya menemukan kembali tas laptop saya. Alhamdulillah.

Setelah itu saya mampir ke rumah beliau untuk berterima kasih sambil minta dijelaskan bagaimana bisa seperti itu?

Dari penjelasan mas Joko inilah saya mengenal teori-teori getaran versi beliau, bagaimana aplikasinya, pemahaman terhadap tubuh, dsb, termasuk apa yang disebut dengan "getaran tinggal". Jadi yang dilakukan mas Joko saat itu (menurut beliau) adalah mendeteksi getaran tubuh saya, menyimpannya sebagai pengetahuan pada otak kecilnya. Kemudian menggunakan pengetahuan "rasa getaran" tubuh saya untuk "mencari" rasa getaran yang sama. Ketika ditemukan, maka tahap selanjutnya adalah menyebar tenaga getarannya untuk mendapatkan scanning "tampilan visual" dari tempat disekitar lokasi tas laptop melalui nafas gunung yang mampu melipatgandakan jangkauan scanning. Akhirnya didapatilah gambaran tempat lokasi dimana tas laptop saya berada. Getaran tinggal pada tas laptop ini adalah getaran yang merupakan sinkronisasi dari getaran tubuh saya secara alamiah dengan getaran alam yang mengenai tas. Jadi, dengan melakukan sinkronisasi getaran mas Joko dengan getaran alam inilah dia "menelusuri" kemana arah hilangnya benda. "Alamat"-nya adalah "rasa getaran" yang ada di otak kecil mas Joko mengenai "rasa getaran" tubuh saya. Dan "kurir"-nya adalah getaran alam yang dipakai sebagai media untuk mencari benda. Karena tidak begitu paham getaran, saya hanya mencatat dan mengingat benar setiap penjelasan-penjelasan tsb.

Meski demikian, menurutnya getaran tinggal pada suatu benda memiliki batasan. Bahwa kalau terlalu lama, maka getaran tinggal saya pada tas laptop ini akan teresonansi dengan getaran alam hingga menjadi netral. Efeknya, jadi sulit dan tidak bisa ditemukan lagi "rasa getaran" yang sama. Analoginya seolah "alamat" yang dituju sudah tidak ada lagi, atau sudah milik umum sehingga keberadaan lokasi tidak diketahui.

Dengan memanfaatkan getaran alam, dan pancaran getaran pribadi melalui nafas gunung, maka akan didapat kondisi sebaran tenaga getaran pribadi yang jangkauannya sangat luas (istilah mas Prapto seisi kota jadi kecil).

Terkait dengan crop circle, selama "rasa getaran" itu bisa didapatkan maka praktisi detektor MP, akan (relatif) bisa menemukan "pelakunya". Tapi kalau sudah terlalu lama, maka getaran tinggal ini akan hilang dan kembali ke alam sebagaimana energi sesuai dengan hukum kekekalan energi.

Demikian menurut pandangan saya mas.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

Bayu Umbara

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 195
  • -Receive: 121
  • Posts: 1.214
  • Reputation: 197
  • Datuk Bagindo Rajo
    • http://silekminangpandekacupak.blogspot.com/
  • Perguruan: Sasaran Silek Harimau Cupak
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #374 on: 26/01/2011 09:02 »
Woww amazing [toop] [toop] [toop],ternyata imu getaran itu bisa dahsyat seperti itu,yang saya saluutnya penjelasan getarannya mas agung bisa sangat logis dan realistis sekali,kalau zaman dulu masyarakat awam hanya tau yang bisa melakukan hal seperti itu adalah orang yang bergelar dukun atau paranormal dengan ilmu kebatinannya dengan menggunakan khodam atau melalui perantaraan jin,tapi ini sangat luar biasa semuanya melalui teknik yang real dan alami tanpa ada bantuan apapun,kira2 benar begitu mas mpcrb,takut saya salah?terima kasih mas atas pencerahannya
salam

 

Powered by EzPortal