+-

Video Silat


Sabung bebas POPSI Bhayu Manunggal
HQ Hikayat Betawi Beksi Kreo Selatan #2
manahan Solo
Bandrong Ing Cilegon
Silat Tungdor Margaluyu Pusat
Tuna Daksa Sang Pendekar Silat
Merpati Putih Cabang Kabupaten Tangerang
Paseban - Pengasinan di FIB UI #2
Bunga Betawi Liar Dayak Kalteng

Shoutbox

13/12/2016 10:49 Taufan: Yuk ke Festival Kampung Silat Jampang 17-18 Desember 2016!!!
20/09/2016 16:45 Dolly Maylissa: kangen diskusi disini
11/02/2016 15:58 Taufan: Alhamdulillah SS sudah ON lagi ;-)
07/01/2016 10:00 luri: wa 'alaikumussalam
04/01/2016 20:21 May Lee: Assalamu 'alaikum
30/03/2015 14:06 initial_d: Sepi amat ya bang, pada kemane nih penghuninya....
20/10/2014 15:28 kunderemp: Ya.. om Taufan.. Tanggal 11 lalu saya masih di tengah hutan di Bakan.
View Shout History

Recent Topics

Minta Do`a dan bimbingan para suhu dan sesepuh silat :D. SANDEKALA by zvprakozo
10/04/2019 18:34

PPS Betako Merpati Putih by acepilot
18/10/2018 17:03

On our book: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
13/03/2017 14:37

Siaran Radio ttg. Musik Pencak Silat di Stasiun "BR-Klassik / Musik der Welt" by Ilmu Padi
12/01/2017 16:19

Tentang buku kami: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
17/10/2016 20:27

Hoby Miara Jin by anaknaga
19/09/2016 04:50

TALKSHOW SILAT - Silat Untuk Kehidupan by luri
22/06/2016 08:11

Thi Khi I Beng by aki sija
17/08/2015 06:19

[BUKUTAMU] by devil
09/06/2015 21:51

Daftar Aliran dan Perguruan di Indonesia by devil
01/06/2015 14:01

SILAT BERDO'A SELAMAT by devil
01/06/2015 13:59

Persilatan Jurus Lima (Sabandar) by Marsudi Eko
14/05/2015 19:36

Kebugaran Merpati Putih by mpcrb
22/04/2015 16:16

PAWAI JAMBORE PENCAK 2015 by luri
20/04/2015 16:20

ALM. Kong Nur ( BEKSI Kampung Sawah) by initial_d
30/03/2015 14:02

SilatIndonesia.Com

Author Topic: PPS Betako Merpati Putih  (Read 580558 times)

Java

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 647
  • Reputation: 48
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #15 on: 26/12/2007 15:05 »
@kang Eric memang top [top]

BTW kalau di Holland taxi umum pakai Mecry, apakah ATP MP sudah banyak didiskusikan juga? :D

EricB

  • Guest
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #16 on: 26/12/2007 15:44 »
kebetulan hari ini saya berangkat ke Den-Haag ke temam saya, yaitu Mas Supriyono ketua MP disini

saya akan diskusikan ATP dan mampir dulu ATM :P

Java

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 647
  • Reputation: 48
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #17 on: 26/12/2007 15:55 »
Ditunggu oleh-oleh diskusi ATP nya kang eric. :D

Priyono

  • Wajah Baru
  • *
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 1
  • Reputation: 1
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #18 on: 26/12/2007 23:15 »
Informasi tentang ATP dapat kang Java peroleh dari url di bawah ini :
 
http://en.wikipedia.org/wiki/Adenosine_triphosphate

Kang Eric ada di tempat saya...

EricB

  • Guest
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #19 on: 27/12/2007 04:46 »
@ Kang Java,

saya cerita panjang tentang ATP dengan mas Supriyono
tenyata anda harus menstudi halaman internet yang di atas ini dulu,
supaya mengerti betul² apa sebetulnya ATP

adi_sa35

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 41
  • Reputation: 2
    • Email
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #20 on: 27/12/2007 11:00 »
[quote ]
Saya kok agak pesimis bila anak2 MP mau share disini, mengapa??? karena di dalam  milisnya sendiri banyak anggota MP yang membuat aturan bahwa untuk pembahasan ATP dll hanya khusus MP Saja.

Padahal apapun namanya ATP adalah ilmu yang sangat umum kok, di perguruan seperti KATEDA hal ini sama saja. jadi tidak adalah yang harus di rahasikan kalo hanya untuk kesaktian sih sayang banget loh....
[/quote]

dulu sempat bergabung merpati putih seingat saya pelatih di kolat memang jarang membicarakan detail keilmuan kecuali apa yang dilatihkan (enggak tahu kalau yang tingkatnya sudah tinggi dulu cuma 1 tahun), tahu beberapa hal soal ilmu-ilmu MP dan guru besarnya justru jauh setelah keluar itu pun ada hasil acara bergosip hehehe :D.
 
yang paling diingat sampai sekarang acara pembajaan nya habis pembajaan biasanya muridnya selalu berkurang, awalnya yang seangkatan hampir 100
habis pembajaan pertama untuk bisa menggunakan baju latihan (polos) langsung hampir 1/2  hilang, berikutnya setelah ujian hilang juga

Java

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 647
  • Reputation: 48
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #21 on: 27/12/2007 11:43 »
Informasi tentang ATP dapat kang Java peroleh dari url di bawah ini :
http://en.wikipedia.org/wiki/Adenosine_triphosphate
Kang Eric ada di tempat saya...
@mas Supriyono
Terima kasih atas info link ATP.
Jujur saja sangant susah memahami bahasa kimiawi ATP dalam web tsb. Sekiranya berkenan bisa dijelaskan secara umum metode latihan MP dalam konteks mensimulir ATP kapanpun dibutuhkan.

BTW beberapa minggu lalu saya baca artikel di Kompas ttg kiprah mas Supriyono mengembangkan MP di Holland. Top, tetap semangat. [top]

Java

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 647
  • Reputation: 48
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #22 on: 27/12/2007 11:50 »
saya cerita panjang tentang ATP dengan mas Supriyono
tenyata anda harus menstudi halaman internet yang di atas ini dulu,
supaya mengerti betul² apa sebetulnya ATP
@kang Eric
Saya pusing baca ATP meski dalam bahas Indonesia apalagi English version. :D

Ngomong-ngomong, apakah metode latihan pernafasan MP ada kesamaan prinsip dengan yang kang Eric latih di PS Padjadjaran?

salam

Elang

  • Guest
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #23 on: 09/01/2008 16:19 »

Di Padjadjaran pernafasannya tidak di ajarkan kepada murid yang baru. biasanya yg sudah asisten pelatih. Modelnya pasti sama dengan pernafasan lainnya. yg beda saya rasa tradisinya saja. mungkin kang Eric Bisa Lanjut...

Note : sayang betul Thread MP ini sepi dari anak MP itu sendiri, apakah anak MP masih se Exlusive seperti dahulu, segalanya harus tertutup??? dan di tutupi?? ( Maaf kalo saya salah dan Mohon di ralat)




dsbasuki

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 11
  • -Receive: 24
  • Posts: 528
  • Reputation: 56
    • Who? Me?
  • Perguruan: Kelatnas Indonesia PERISAI DIRI
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #24 on: 09/01/2008 16:38 »
Note : sayang betul Thread MP ini sepi dari anak MP itu sendiri, apakah anak MP masih se Exlusive seperti dahulu, segalanya harus tertutup??? dan di tutupi?? ( Maaf kalo saya salah dan Mohon di ralat)
Salam...
Bisa jadi, memang ga ada anak MP lagi nongkrong di warung SahabatSilat.com. Bisa jadi juga, mereka pada semedi semuanya. Bisa jadi juga, mereka adalah pendengar (baca: pembaca) obrolan ngalor-ngidul kita-kita ini.

Ayo pesilat MP... Ngobrol duooong.... Rame nih warungnya....

Salam...

srdananjaya

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 16
  • -Receive: 4
  • Posts: 658
  • Reputation: 31
  • http://www.simpleather.com
    • Sedia Peralatan Beladiri
    • Email
  • Perguruan: Perisai Diri
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #25 on: 09/01/2008 16:54 »
Salam..
kalo memang ga ada, kita undang aja.. kirim undangan ke guestbooknya website MP, gmn..?
kynya bagiannya mas moderator nih ...
silahken...

 [run]
martial art equipment:
http://www.wisanggeni-martialgear.com
Jaket Kulit (Leather Jacket):
www.simpleather.com

one

  • Moderator
  • Pendekar Muda
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 3
  • -Receive: 24
  • Posts: 845
  • Reputation: 66
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #26 on: 09/01/2008 17:20 »
salam semua,

mengenai MP dan ATP-nya sebenarnya tak ada yang ditutup-tutupi, beberapa anggota forum ini malah berlatar belakang MP yang boleh dibilang udah karatan, kalo gak salah ada yang tingkatan khusus II (khusus kaki), sewaktu dia aktif terakhir 10 tahun lalu.  

pembahasan ATP terkesan tidak terbantahkan di MP karena para pesilat MP, tidak memiliki referensi padanan lain untuk pernapasan (menurut saya) selain karena di MP studi banding dengan perguruan lain  tak pernah dilakukan.

Yang akan membuat kita bingung adalah banyak dari anggota-nya hanya mengiyakan rumusan pernapasan yang katanya menggunakan ATP. Apalagi untuk di tingkatan D1, D2, B1, B2  bahkan kombinasi 1 belumlah diperbolehkan menyampaikan riset pribadinya mengenai pernapasan karena dianggap masih terlalu hijau tentang ilmu ini, padahal di MP adalah salah satu perguruan paling lama masa pelatihannya. Bayangkan aja D1 dan D2 antara 1/2 sampai 1 tahun, B1 dan B2 1 tahun, untuk B2 ada pengabdian...(dulu 1 tahun jadi asisten pelatih) baru naek ke K1... jadi untuk Kombinasi 1 (K1) sekitar -/+ 4-5 tahun masih dikatakan baru memasuki "gerbang" keilmuan MP, nah kalo begitu berapa tahun untuk pembahasan "mumpuni"nya ilmu? kapan risetnya personalnya?

Tapi coba bahasnya dengan master Taichi, Chikung, yoga atau reiki yang sejenis yang memiliki pedoman dan panduan yang sudah seribu tahun lebih...pasti rame.

salam hangat :),


one
(pernah belajar dan aktif di MP)

Elang

  • Guest
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #27 on: 15/01/2008 23:43 »
@one
Akhirnya ada anggota MP kolat BBM turun juga neeh heheheheheeee, betul juga sih kang One, mungkin bukan di Tutupi masalah ATP ini, mungkin krn kurangnya Informasi yang bisa di cerna oleh otak kita ini hehehehe

@dsbasuki
Ada banyak mas anggota MP kok, terutama di milis silatindonesia, kutang... eh kurang lebih 20an ada kali..., bang Nizam Al Jamjami juga salah satu anggota MP yang di tuakan ( paling tua) hehehehe...

Karena banyak anggota MP yang hanya menjadi pembaca saja maka saya cross posting dengan milisnya MP


Hasyim wrote:

Salam perguruan,

Nah.. bagaimana kalau kita mulai dengan sharing tentang ATP.

Dalam literature selalu disebutkan adanya tenaga extra yang timbul akibat latihan pernafasan ala MP.

Dimana ATP akan pecah menjadi ADP + energi dan bahkan menjadi AMP + energi.

Pertanyaan yang selalu mengganggu benak saya adalah :

Bagaimana memastikan bahwa latihan pernafasan yang kita lakukan telah benar sehingga timbul tenaga ATP tersebut…?  ( Bukan dengan pemukulan benda keras ya… )

Maaf jika pertanyaannya agak ndeso…

U’ul

MPJUnior


rekan MP semua,

Maaf ikutan nimbrung nih,

Kalau boleh sampaikan masukan ttg perntanyaan Mas U,ul dibawah sbb:

Bagaimana memastikan bahwa latihan pernafasan yang kita lakukan telah benar sehingga timbul tenaga ATP tersebut…?  ( Bukan dengan pemukulan benda keras ya… )
Oke, saya sudah berlatih (katakan bertahun-tahun) lalu apa indicator bahwa saya sudah naik ke level berikutnya…? Apakah ada break down nya sehingga terlihat jelas, bahwa latihan pengolahan saya sudah tahap 1, 2, 3 atau A, B, dll..?
Selama ini kita sudah diuji hasil latihannya dng:  1.Uji coba, 2. UKT,

Dimana dlm kedua event tersebut ada bbrp tes yg harus dilalui peserta. Saya rasa itu sudah mewakili sebagian dari cara utk mengetahui sampai dimana hasil yg sudah diperoleh peserta latihan. (Ada uji gerak, bela diri/ fight, power, stamina, tutup mata—salah satu dari aspek metafisik). Jadi batasan jelas anda sudah mampu di tahap/ tingkat di MP ya lewat ujian. Setahu saya saat ini dua kegiatan tersebut yg bisa jadi wahana uji hasil latihan peserta. Penyempurnaan metode ujian tentu para sesepuh perguruan ini sudah lebih memahaminya, namun tidak menutup kemungkinan bila ada masukan dari rekan-rekan demi perbaikan mutu.          Bila ingin lebih lengkap parameter yg diujikan, anda bisa minta langsung ke senior atau sesepuh perguruan biar dites selengkap mungkin, tentunya ada syarat/ lelaku yg harus dipenuhi utk itu, utk jelasnya bisa langsung menghadap ke yang berwenang J

Satu karakter yg unik dari ilmu MP adalah pesertanya tdk merasakan bhw dirinya sebenarnya sudah punya kemampuan lebih dari yg lain, tahunya kalo sudah diuji baik sengaja (UKT) maupun tdk sengaja (keadaan terpaksa, terdesak oleh keperluan, diminta bantuan org lain, bertemu dg org yg mampu metafisik, dsb), rekan2 pasti banyak pengalaman yg unik ttg ini. Maaf silahkan sharing di japri saja, jgn sampai nanti malah ada yg salah sangka dikira pamer ilmu, hehe,…

Utk bisa makin tanggap dg situasi/ keperluan kita perlu penghayatan akan nafas, meditasi, dan tehnik pengarahan diri lainnya (detilnya bisa ditanyakan di langsung ke para senior), kesadaran/ kepekaan akan kemampuan ini adalah kesadaran bhw kita “bisa dan telah diperbolehkan oleh Tuhan dan alam utk bertindak demi satu kepentingan/ tujuan tertentu jadi bukan sepenuhnya percaya bahwa kemampuan ini adalah dari “saya tetapi ini adalah kehendak dari “saya+alam+Tuhan = (baru boleh utk) bertindak/ aplikasikan ilmu MP

Ada bbrp parameter/ hasil yg bisa dipakai utk mengukur hasil latihan MP antara lain (maaf kalo kurang lengkap):

Power/ tenaga dng tes kemampuan mematahkan benda keras (antara lain: jumlah benda, tingkat kesulitan pemukulan, tingkat kekerasan benda, kecepatan, ketepatan pukulan)
Aspek Bela diri : bisa dilihat dari kemampuan bela diri peserta baik dari :efektifitas teknik, daya rusak(penghancur—identik dg power diatas) dan daya tahan (kebal), keindahan gerak, dll (pasti anda banyak yg lebih paham dg aspek ini)
Kemampuan metafisik: dg melihat kemampuan dlm deteksi benda (tutup mata), penyembuhan, kepekaan terhadap sinyal dari alam dan Tuhan, ketepatan dlm penyelesaian berbagai masalah dg spontan dll
Peningkatan kematangan diri (ini agak subyektif sifatnya krn melibatkan tingkat penerimaan orang lain thd kepribadian si peserta latihan): peningkatannya bisa dilihat dg apakah dng segala kemampuan hasil latihan yg dicapai si peserta latihan jadi makin mampu bersikap bertindak dg tepat dimana efek dan hasil tindakannya tsb adalah sesuai dg prinsip/ nilai2 kebenaran yg universal: misal : bijaksana, kejujuran, welas asih, tdk sombong,  dll. (nilai kebenaran universal disini adalah perilaku/ sifat yg bisa dditerima oleh semua orang tanpa batasan kelas/ kelompok)
Sebenarnya pertanyaan tentang ATP tersebut bermula dari keprihatinan anggota terhadap perkembangan MP sekaligus dari rasa kagum rekan saya dengan kehebatan MP pada tahun 90-an, dimana banyak atraksi heboh dan spektakuler di zamannya yang dilakukan oleh anggota MP seperti pemukulan benda keras, getaran deteksi & halang rintang, pengobatan, dll.Namun dengan semakin menjamurnya perguruan, perkumpulan dan personal yang non-MP yang ternyata juga bisa melakukan hal tersebut diatas, maka rekan saya bertanya :

·        apakah mereka meniru teknik nafas MP ? atau

·         ada cara lain yang mungkin lebih cepat, lebih hebat dibanding teknik nafas MP…?

Bukan bermaksud untuk tidak percaya dengan teknik ATP atau hal negatif lainnya terhadap MP, namun terbersit dalam pikiran, apakah ini adalah salah satu alasan  faktor kemunduran MP selama ini…?                                                           

Ada bbrp kemungkinan kenapa makin banyak org/ pihak lain yg punya kemampuan mirip dng MP:

Mereka sama2 belajar mengembangkan potensi diri dan alam bisa saja ada teknik berbeda namun hasilnya ada yg mirip: Misal lihat Karate Kyo Kushin, Kungfu Shaolin, mereka juga mampu mematahkan benda dlm jumlah tertentu, di National Geografi bahkan pernah ditayangkan sesorang mampu mematahkan puluhan beton cor dg punggung sikunya dlm posisi tegak/ labil. 
Ada ilmu MP yg bocor keluar entah darimana L, ke pihak lain sehingga dimanfaatkan utk menambah kemampuan mereka.
Bbrp kemungkinan kemunduran MP bisa jadi a.l.karena : (mohon maaf kalau salah ya,… J) salah satunya adalah:                                                                                                         

Orientasi kita akan pemanfaatan kelebihan/ kemampuan di MP, apakah selaras dng harapan para pendahulu kita, juga selaras dng Tuhan dan Alam? Atau lebih kepada pribadi? Krn motivasi diri dlm mempelajari MP sangat beragam, sesuai keinginan pribadi masing-masing, masalahnya seberapa besar prosentase yg selaras dng para pendahulu, Alam dan Tuhan dng yg demi kepentingan pribadi,… mari kita menelisik dng jujur ke diri masing-masing. Perbedaan orientasi ini vital sekali, krn akan mempengaruhi kita mulai dari cara berlatih, melatih org lain, mengaplikasikannya, berkiprah di dalam perguruannya dst.  Wajar saja tak ada yg sempurna di dunia ini, namun utk lestarinya satu budaya atau metode adalah dng menjaga kesempurnaan pelaksanaannya dan pemanfaatanya.
Perlakukan/ adab kita terhadap ilmu MP sendiri, mungkin secara tak sadar sebagai titah/ makhluk tentu kita jauh dari sempurna, kadang ada lupanya, secara tdk sadar kita telah menggunakan ilmu/ kemampuan yg dimiliki dng kurang benar. Kita menganggap ilmu MP adalah sebagai alat semata demi memenuhi kepentingan diri sendiri. Darimana-kah sebenarnya segala ilmu ini? Bila di-urut tentu dari pada akhirnya adalah dari Sang Pencipta (Tuhan), bila sudah terbukti keunggulan baik metodenya maupun hasilnya, apakah kita akan menganggap/ gunakan ilmu MP sebagai alat saja? Tentu ini bukan bermaksud utk menyuruh kita menyembah ilmu MP, namun kiranya kita perlu belajar lebih keras lagi utk dapat menemukan hasil yg prima, dan agar kita ditunjukkan cara menghargai anugrahNYA dng sebaik-baiknya.
Asumsi publik terhadap MP, saat ini mayoritas orang lebih suka hasil yg instan terkait dng metode, waktu, dan dana. Sedangkan di MP kan butuh tenaga, waktu dan biaya (dirangkum dlm mersudi),  Well,siapa yg tdk suka hasil yg cepat terlihat dibanding proses yg makan waktu, tenaga dan biaya. Namun utk hasil yg prima tentu saja akan lebih kualitasnya bila melalui proses dibanding jalan pintas. Lebih bagus mana samurai yg jadi lewat ditempa, dibakar, diasah berulangkali dibanding dng logam yg di-press dan di-bubut? Semua berpulang pada pribadi masing-masing.
Apakah tidak ada distorsi informasi tentang teknik pernafasan pengolahan yang benar…? (Sikap tubuh, Pacul, Muka Sapi, Niat, dll)
Sering terlihat ada kecenderungan tiap pelatih memberikan informasi / materi sesuai dengan gaya mereka sendiri (terutama yang berhasil dalam satu atraksi dan sudah punya “nama”)..
Kenyataan bahwa tidak semua anggota / pelatih yang sudah mahir , MAMPU untuk menjelaskan dengan pendekatan ilmiah kepada anggota lain / muridnya.
Ada trend kultus individu, dimana seorang pelatih yang “sakti” mempunyai murid yang mampu beratraksi hanya jika sang pelatih mendampinginya.  L sehingga faktor sugesti yang lebih berperan.
Pakem MP tidak terjaga dengan baik, terbukti hanya beberapa anggota tingkat khusus yang bisa membedakan mana ilmu MP murni dan mana yang serapan atau aplikasi dari anggota. (Mana pukulan jarak jauh atau pukulan mentalin orang..?)
 Rekan saya pun semakin bingung dengan materi pengolahan ‘halus’ yang diharapkan bisa ‘mengangkat’ energi dari rongga bawah perut dengan ‘membayangkan’ atau ‘berimajinasi’ atau ‘berkhayal’ energi yang keluar bisa menggerakan / mengangkat tangan dengan kekejangan dari ‘dalam’.  “/J L|”                                                                                                           

Nah, bagaimana cara mencari senior yang bisa mengarahkan dengan benar..? bukan senior yang aktif buka kolat “basah”, trus kalo udah “kering” ditinggal untuk cari lahan basah lain…..? :-/
Terjadinya distorsi penyampaian tata nafas sangat mungkin terjadi, krn orang pasti ada saja yg kurang dlm pemahaman dan cara penyampaiannya. Namun seberapa besar distorsinya hendaknya tetaplah dijaga agar tdk terlalu jauh apalagi sampai membelokkan pemahaman. Utk itu banyak-banyaklah berlatih pada para senior dan sesepuh perguruan, coba ambil benang merahnya dan manfaatkan dng benar. Utk tahu senior yg bisa mengarahkan dg benar, bisa dng banyak bergaul dg MP-ers, pasti ada banyak yg mampu membimbing anda. Ini juga bagian dari mersudi (mencari sampai dapat org yg dimaksud haha,…).

Berdasarkan pernyataan Mas Dono tentang group yang ngos-ngosan, apakah ada rekan-rekan atau senior yang saat latihan pengolahan :

setelah buang nafas tidak ngos-ngosan dan
malah “nagih” untuk terus nahan nafas. (sensasi extasié).
dan waktu maksimal (bukan minimal) sekitar 50-60 detik….? (dihitung sejak tarik nafas pertama)
setelah latihan, badan terasa segar
timbul aliran tenaga (zat baru yang sangat aktif) yang berlipat-lipat dalam tubuh dan tak tertahankan.
setelah latihan, timbul rasa lapar yang luar biasa melebihi kuli panggul di tg priok… :-]
tidak cepat lelah, mudah untuk tidur.
Saya kira jika ini ada, maka mungkin inilah indikasi terjadinya transformasi ATP dalam tubuh kita menjadi energi yang meledak-ledak. ( Baru teori loooh )….

Lanjutttttttttt.................. ;D
« Last Edit: 16/01/2008 00:02 by dreamcore »

Elang

  • Guest
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #28 on: 15/01/2008 23:59 »
Lanjutan.............

Dalam latihan setahu saya saat ini yg terjadi dlm latihan yg baik sbb:

Tahap penyampaian teori terdiri dari bentuk,cara nafas, hitungan dan metode penghayatan.
 Praktek dng pengarahan penuh dari pelatih
Tes hasil latihan bila diperlukan.
Setelah bbrp kali sesi latihan peserta akan menjadi mampu menyesuaikan tenaga, nafas, tubuhnya, dan kontrol diri/ menghayati dan merasakan apa yg sedang terjadi saat olah nafas, bahkan kadang ada gejala yg terjadi di luar latihan krn interaksi dg alam dan org lain. Disini perlu konsultasi dng pelatih agar terjadi pemahaman yg baik ttg latihan yg dijalani. Ini tdk melulu ttg gejala/ hasil fisik semata, namun juga efek psikologis yg terjadi, ini penting agar peserta tdk menjadi kurang kontrol dirinya sehingga terjadi perubahan negatif dlm kepribadinya, atau hasil yg diperoleh menyimpang dr yg diharapkan krn kesalahan penghayatan walau teknik nafasnya benar.
Gejala tubuh yg dialami setelah latihan akan berbeda-beda tergantung karakter dari materi yg sedang di-latihkan. Apakah api, air, angin.

Hasil latihan yg sempurna dlm MP (maaf ini opini pribadi lho) sebaiknya adalah : mampu secara fisik/ kasat mata, metafisknya ok, namun kepribadiannya juga bisa diterima banyak orang, namun jangan kemudian menjadi pribadi yg eksklusif krn itu akan menutup potensi pengembangan diri kita yg bisa didapat dari asah,asih dan asuh dng org lain, alam dan Tuhan tentunya.

Rekan MP semua,                                                                                                                                                                                                                                                  Mohon maaf demi terjaganya kualitas latihan, juga agar ilmu MP tdk jatuh ke tangan yg kurang bertanggung jawab, diskusi ke-ilmuan MP sebaiknya dibatasi di hal yg umum, misal gejala, efek samping dan hal yg teoritis, utk penjelasan yg spesifik ttg teknik nafas, bela diri adalah ibarat pusaka atau aji-nya org MP, jadi mohon bila ingin lebih jauh mendalami lebih baik / afdhol orang bilang dengan datang langsung ke pelatih / senior yg berwenang dan berlatihlah se-jauh yg kita mampu. Dan saya rasa memang dengan berguru langsung ke orangnya-lah etika berguru yg baik, baik penghargaan kita terhadap ilmu yg akan dipelajari, juga terhadap perguruan ini.

Mas Admin mohon ini menjadi perhatian ya, Pasti deh, ada saja dari kita yg bersedia mengarahkan rekan yg ingin memperdalam ilmu MP dng baik dan benar kepada sumber yg baik.

Maaf numpang diperkenalkan yg di-cc dlm email ini adalah bbrp anggota dan senior MP Cabang Tembagapura, Mas Admin please di-invite ya.

Terima kasih, Salam Perguruan,

Arif
----------------


Salam perguruan,

Terima kasih untuk mbak Tree_masketir, mas Lasetiyo dan mas Dono atas tanggapan yang sangat berharga.

 Sebenarnya pertanyaan tentang ATP tersebut bermula dari keprihatinan anggota terhadap perkembangan MP sekaligus dari rasa kagum rekan saya dengan kehebatan MP pada tahun 90-an, dimana banyak atraksi heboh dan spektakuler di zamannya yang dilakukan oleh anggota MP seperti pemukulan benda keras, getaran deteksi & halang rintang, pengobatan, dll.

 Dalam literatur MP serta majalah MP (saat itu) juga dijelaskan tentang kehebatan ATP yang digunakan oleh MP dan dipaparkan oleh Ir Surato dari BPPT.

Namun dengan semakin menjamurnya perguruan, perkumpulan dan personal yang non-MP yang ternyata juga bisa melakukan hal tersebut diatas, maka rekan saya bertanya :

-          apakah mereka meniru teknik nafas MP ? atau

-          ada cara lain yang mungkin lebih cepat, lebih hebat dibanding teknik nafas MP…?

Bukan bermaksud untuk tidak percaya dengan teknik ATP atau hal negatif lainnya terhadap MP, namun terbersit dalam pikiran, apakah ini adalah salah satu alasan  faktor kemunduran MP selama ini…?                                                           Dimana teknik pernafasan yang selama ini kita olah dan bina ternyata “salah” tanpa kita sadari.                                  Saya sering melihat latihan pengolahan yang “santai” dengan jeda waktu yang relative agak lama dan stabil. Ternyata jika kita ikut latihan dari Guru Besar (seperti di TMII ) maka akan terlihat adanya faktor timing waktu istirahat yang berbeda dan kelihatan sedikit  “menyiksa”. Karena belum hilang ngos-ngosan sudah harus buang nafas lagi J.

Dan saya yakin mereka yang gagal dalam pemukulan benda keras (contohnya) pasti tidak mengikuti timing istirahat yang ketat ala Mas Poeng. Hal diatas hanya satu dari sekian faktor materi latihan yang harus didokumentasikan dan disebarkan ke pelatih-pelatih lain ( Maaf kalo ini adalah resep rahasia MP).

Nah, yang saya maksud adalah dengan latihan pernafasan pengolahan yang telah kita lakukan bertahun-tahun dan turun temurun dari pelatih A ke B sampai  .. Z , maka :

Apakah tidak ada distorsi informasi tentang teknik pernafasan pengolahan yang benar…? (Sikap tubuh, Pacul, Muka Sapi, Niat, dll)
Sering terlihat ada kecenderungan tiap pelatih memberikan informasi / materi sesuai dengan gaya mereka sendiri (terutama yang berhasil dalam satu atraksi dan sudah punya “nama”)..
Kenyataan bahwa tidak semua anggota / pelatih yang sudah mahir , MAMPU untuk menjelaskan dengan pendekatan ilmiah kepada anggota lain / muridnya.
Ada trend kultus individu, dimana seorang pelatih yang “sakti” mempunyai murid yang mampu beratraksi hanya jika sang pelatih mendampinginya.  L sehingga faktor sugesti yang lebih berperan.
Pakem MP tidak terjaga dengan baik, terbukti hanya beberapa anggota tingkat khusus yang bisa membedakan mana ilmu MP murni dan mana yang serapan atau aplikasi dari anggota. (Mana pukulan jarak jauh atau pukulan mentalin orang..?)
 Rekan saya pun semakin bingung dengan materi pengolahan ‘halus’ yang diharapkan bisa ‘mengangkat’ energi dari rongga bawah perut dengan ‘membayangkan’ atau ‘berimajinasi’ atau ‘berkhayal’ energi yang keluar bisa menggerakan / mengangkat tangan dengan kekejangan dari ‘dalam’.  “/J L|”

Mohon maaf jika ini adalah ‘resep’ atau ‘simpanan’ MP yang tidak boleh di-expose.

Karena pertanyaan ini pun adalah hasil dari ‘mersudi’ nya anggota terhadap ilmu MP, yang mana saya yakin bahwa makin banyak ilmu yang keluar, maka akan banyak pula ilmu yang akan masuk…

Seperti wejangan mas Poeng pada Penataran Cibubur 1994: Ilmu yang anda tuntut akan menuntut anda….

Mungkin atinya jika kita ingin MP menjadi lebih besar lagi, maka dibutuhkan pengorbanan yang juga besar. Dst,………..(lihat attachment)

Kembali ke ATP,

Mas Dono mengatakan :

 Ø      Indikasi latihan kita menghasilkan ATP selain dengan
> mukul benda keras, adalah rasa ekstasi (nikmat yang
> luar biasa) YANG harus dibingkai dengan bintal.
> Tentu saja kalau mampu mengecek dengan hasil
> laboratorium akan lebih baik.

Ø       Saya jelasi dikit. Hasil latihannya pengolahan misalnya,
terindikasi dengan rasa nikmat yang luar biasa.

 Wah nikmat nya seperti nenggak pil koplo ya mas..? Kalo yang belum pernah bagaimana….? Apa harus dicoba…? ;-) ( just kidding).

Nikmat itu sendiri kelihatannya subjektif sifatnya.

Trus hasil lab, kira-kira apa yang harus diperiksa nich …?

Masalahnya, bagaimana mencapai perasaan nikmat itu,
selama ini kan yang ada seringnya ngos-ngosan sehabis
disuruh angkat barbel, apalagi kalau disuruh pengolahan
dengan nafas halus. Processnya ya harus berlatih, berlatih,
dan berlatih sampai bisa mencapai itu.

Oke, saya sudah berlatih (katakan bertahun-tahun) lalu apa indicator bahwa saya sudah naik ke level berikutnya…?                                                                                                Apakah ada break down nya sehingga terlihat jelas, bahwa latihan pengolahan saya sudah tahap 1, 2, 3 atau A, B, dll..?
Nah hal ini setelah mencapai level itu pun tetap harus
dibina dengan bintal. Harus diarahkan ke arah yang benar.

Disitulah peran ngobrol2 ke senior dan teman seangkatan
penting.
Nah, bagaimana cara mencari senior yang bisa mengarahkan dengan benar..? bukan senior yang aktif buka kolat “basah”, trus kalo udah “kering” ditinggal untuk cari lahan basah lain…..? :-/

Maaf kalau jawabannyamasih abstract. Karena memang diskusi2
seperti ini cenderung abstract, dan bisa dipahami oleh
yang sudah berpengalaman. Saya sendiri masih dalam grup
yang "ngos-ngos"an kalau pengolahan. ^_^
Tapi bukan berarti ilmu MP itu abstract-kan mas…?

Saya kira alm Guru Besar selalu berusaha untuk mengilmiahkan yang masih abstract. Untuk itu beliau mengajak anggota MP dan simpatisan yang master atau doctor dalam ilmu pengetahuannya untuk dapat lebih mengembangkan keilmuan MP lagi…

Nah berarti ada grup yang tidak ngos-ngosan kalau pengolahan ya mas Dono….?  ;=O

> Power untuk memukul benda keras itu adalah hanya
> sekedar efek samping dari hasil lain. Tujuan utamanya
> itu sendiri adalah latihan yang berkesinambungan,
> control terhadap diri sendiri, dan control terhadap
> alam. Mari kita artikan secara luas terhadap 2 point
> terakhir, control terhadap diri sendiri, dan control
> dan terhadap alam/lingkungan.
>
> --> Makanya segitia pribadi itu penting sendiri
> dimantapkan sebelum maju ke segitiga alam (bumi dan
> angkasa).
>

Setuju mas…, tapi mohon di share donk pengalaman senior yang sudah mantap segitiga nya.

> Terutama untuk tingkat Kombinasi satu ke atas, jangan
> lupakan adanya diskusi dengan teman seangkatan dan
> tentunya konsultasi ke senior/pelatihnya. Tanpa itu,
> latihan pernafasan MP bisa membuat anggota "tersesat".
> So, hati-hati untuk yang latihan sendiri ya.
>
> Sebetulnya ada juga pembedaan hasil latihan segitiga
> pribdai, bumi, dan angkata. Saya tulis lain kali,
> karena sekarang udah ngantuk. Hehehe.
>

Ditunggu tulisan nya mas...

BTW, udah ketemu NONG-nya mas…?

> Salam,
> Danardono
>

 Kembali ke LAPTOP, eh ATP.

 Berdasarkan pernyataan Mas Dono tentang group yang ngos-ngosan, apakah ada rekan-rekan atau senior yang saat latihan pengolahan :

setelah buang nafas tidak ngos-ngosan dan
malah “nagih” untuk terus nahan nafas. (sensasi extasié).
dan waktu maksimal (bukan minimal) sekitar 50-60 detik….? (dihitung sejak tarik nafas pertama)
setelah latihan, badan terasa segar
timbul aliran tenaga (zat baru yang sangat aktif) yang berlipat-lipat dalam tubuh dan tak tertahankan.
setelah latihan, timbul rasa lapar yang luar biasa melebihi kuli panggul di tg priok… :-]
tidak cepat lelah, mudah untuk tidur.
 Saya kira jika ini ada, maka mungkin inilah indikasi terjadinya transformasi ATP dalam tubuh kita menjadi energi yang meledak-ledak. ( Baru teori loooh )….

 Kalimat yang mungkin sering kita dengar dalam tiap literatur MP adalah :

Ketika nafas ditahan, akan terjadi kekurangan zat asam. Ketika ini berlangsung, timbul zat baru yang sangat aktif untuk mempercepat pengulangan peristiwa kimiawi tersebut.
Zat ini dikenal sebagai ATP (Adenosin Triphosphate) yang besarnya lima kali lipat dari tenaga yang dihasilkan peristiwa oksidasi itu sendiri.
 Dan ini ada sedikit hasil mersudi di dunia maya tentang ATP versi MP….

Merpati Putih adalah Perguruan Pencak Silat yang ilmiah, tidak ada mantra dan klenik. Semua realitas dan logis. Kemampuan pesilat Merpati Putih mematahkan benda-benda keras seperti kikir, baja, gagang pompa, pipa beton, dsb. didapat dari zat yang disebut Adenose Triposphat (ATP).

Setiap saat kita melakukan suatu kegiatan yang tidak kita sadari yaitu bernapas. Menghirup napas bisa dikatakan sebagai usaha membersihkan paru-paru. Peristiwa pernapasan melibatkan oksigen (zat asam), sehingga terjadilah peristiwa kimiawi yang disebut oksidasi dan menimbulkan panas atau energi.

Dalam teori listrik, kekurangan satu elektron dari satu atom akan menimbulkan gaya listrik. Ketika kita menghirup napas yang kemudian ditahan, akan terjadi pula kekurangan zat asam. Pada saat berlangsung kekurangan ini, timbul suatu zat baru yang sangat aktif untuk membantu mempercepat pengulangan peristiwa kimiawi tadi. Zat ini dikenal sebagai Adenose Triposphat atau disingkat ATP. Tenaga yang ditimbulkan ATP ini adalah 5 kali tenaga yang dihasilkan oleh peristiwa oksidasi itu sendiri.

Untuk mendapatkan ATP diperlukan syarat-syarat, seperti penegangan otot, kemudian digabungkan dengan kemampuan psikis dan biologis. Kalau proses oksidasi terus berulang dengan cepat maka akan timbul getaran. Getaran bisa ditingkatkan frequensinya bila kita mengenal ciri-cirinya.
Teknik getaran inilah yang dimanfaatkan Merpati Putih untuk memecahkan benda-benda keras seperti balok es, batang pompa dragon, beton cor, kikir atau per mobil.

Dengan mengirim getaran lewat tangan, kaki atau kepala akan mempengaruhi susunan molekul pada benda yang akan dipatahkan. Pada saat molekul pada garis yang kita jadikan sasaran itu berada dalam keadaan labil, maka sasaran itu kita hantam. Jadi yang terpenting disini bukan kekuatan tetapi momentum pukulan.

Dengan alat yang disebut osciloscope telah berhasil dideteksi lima macam getaran yang ada pada murid Merpati Putih. Sedangkan menurut Dewan Guru masih ada getaran keenam, tetapi masih dalam taraf pengujian. Apakah getaran keenam ini merupakan "Senjata Pamungkas" dari MP kita tunggu saja kiprah Merpati Putih lebih lanjut.

Note :

Mohon maaf jika ada perkataan yang menyenggol di hati....  Mari kita serahkan MP ke tangan yang ahlinya…. J

sumber :
Milis merpatiputih@yahoogroups.com
« Last Edit: 16/01/2008 00:16 by dreamcore »

one

  • Moderator
  • Pendekar Muda
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 3
  • -Receive: 24
  • Posts: 845
  • Reputation: 66
Re: PPS Betako Merpati Putih
« Reply #29 on: 27/03/2008 20:57 »
aduh kok MP gak ada yang bahas ya? sok atuh anggota MP share disini...

kita nanti kan kabagian tau...

bukankah "sumbangsihku tak berharga namun keikhlasanku nyata....?

salam

one

 

Powered by EzPortal