+-

Video Silat


bandrong on action #4
Silat Sera Indonesia by Garis Paksi Indonesia
Silat Sera Indonesia by Garis Paksi
SELF DEFENSE FOR WOMEN
Silat fight by Margaluyu Pusat pupils
jurus tablo
pencak silat seni ganda
Copy tayang Pendekar eps 28, GOLOK SELIWA #2
ujungan macan ngawahan

Shoutbox

10/05/2013 14:04 anaknaga: Sekarang ini, di masa damai, para pendekar muda sedang nyangkul di dunia kerja kantoran dan menuntut ilmu agama.
23/04/2013 17:18 Fitri Ameilya: ditunggu segera pendaftaran pada event TRIBUANA CUP untuk seluruh perguruan pencak silat yang terdaftar di IPSI
08/04/2013 14:52 Dolly Maylissa: mau tanya alamat n kontak perguruan silat di jakarta utara dong?
05/04/2013 15:11 bangtebe: nogmongin cerita silat kenapa gk posting di kompasiana aja dulu??
04/04/2013 17:13 Bang Gagak: hadir bang
25/03/2013 15:13 luri: di mulai dari tante dolly ?
:)
20/03/2013 16:55 Dolly Maylissa: cerita cerita silat disini sebenarnya banyak yang bagus, sayang kalau hanya tersimpan dan terlupakan, adakah yang mau.mencetak sebagai buku? bisa pakai fasilitas self publishing di web mizan
View Shout History

Recent Topics

Glosari Silat Tradisional Indonesia by maung ocon
Today at 00:46

Jambore Silat Minang Internasional by maung ocon
17/05/2013 12:38

PPS Betako Merpati Putih by Bayu Umbara
17/05/2013 10:42

PPSB Cingkrig Gerak Cipta by Bayu Umbara
17/05/2013 10:24

PABUCI (PANCERBUMI CIKALONG/PASAR BARU CIANJUR) by frankpaijo
16/05/2013 06:15

SANTIKA by Fanani
15/05/2013 15:14

Maenpo peupeuhan di Jakarta by Arya Putra
14/05/2013 10:35

Silat Sunda dan Ibingan [tarian] by maung ocon
14/05/2013 08:18

Silek Cupak Mak Danin Capek by Bayu Umbara
13/05/2013 19:02

Kuntao dan silat by anaknaga
10/05/2013 15:55

Menyingkap Tabir Sosok Muhammad Kosim - Pendiri Sabandar by muramasa
10/05/2013 09:48

[BUKUTAMU] by Bayu Umbara
10/05/2013 06:07

Satria Nusantara by mang Ohle
07/05/2013 10:12

Minangkabau Silat Camp 2013 by luri
04/05/2013 05:17

Kebangkitan Silat Bandrong by X MaLL
30/04/2013 09:10

SilatIndonesia.Com

Author Topic: PSTD  (Read 71975 times)

harunhdr

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 50
  • Reputation: 26
    • Email
  • Perguruan: Kateda
Re: PSTD
« Reply #300 on: 27/07/2011 08:03 »
Iya om Santri Kinasih, Diharapkan juga agar para peminat beladiri lain dapat berbagi mengenai kemampuan penyembuhan dari masing-masing perguruannya sehingga kita dapat menggali potensi yang begitu berharga dari beladiri untuk kemaslahatan kemanuasiaan.

harunhdr

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 50
  • Reputation: 26
    • Email
  • Perguruan: Kateda
Re: PSTD
« Reply #301 on: 27/07/2011 08:11 »
Maaf Pak Harun,
mengenai lebam klo boleh sy menambahkan.
sy berpendapat :
klo volume/kualitas TDnya sedang full/bagus, bagian tubuh yang dipukul (menggunakan tangan/bata/pipa besi)
tidak akan meninggalkan bekas memar/lebam.
u/ menghilangkan memar/lebam cukup lakukan "Full Lock" 7x.
skali lagi mohon maaf.
.     Mengenai full lock ini, maksudnya 7 x apa ? Apakah 7 x buang nafas ? Selanjutnya saya akan mencoba menyalurkan TD untuk lebam apada orang lain sebagai wujud pengerahan aliran TD.

harunhdr

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 50
  • Reputation: 26
    • Email
  • Perguruan: Kateda
Re: PSTD
« Reply #302 on: 30/07/2011 15:38 »
Masukan buat moderator, sebaiknya nama thread ini dilengkapi dengan nama KATEDA karena bila hanya PSTD maka bagi perguruan lain yang juga menggunakan ilmu  Kateda akan merasa bukan bagian dari thread ini. Maaf ini hanya sekedar masukan , bukan bermaksud mengecilkan nama PSTD namun justrunagar terbangun kebersamaan bagi para praktisi Kateda utk berbagi dalam thread ini. Terima kasih.

harunhdr

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 50
  • Reputation: 26
    • Email
  • Perguruan: Kateda
Re: PSTD
« Reply #303 on: 23/11/2011 15:53 »
Keilmuan kateda
BAGIAN 1
Pembahasan melalui sudut pandang “pendugaan” ini sebenarnya bermaksud untuk mendapatkan pemahaman akan akar/hulu ilmu tersebut. Dimulai dari berusaha untuk menyelami alam pikiran “sang penemu” dalam upayanya untuk meramu ilmu tersebut sehingga menjadi seperti yang dikenal oleh khalayak umum. Titik berat penelaahan ini lebih ke arah historical (ke arah hulu) bukan teknikal (mungkin disinggung sekilas saja jika relevan) bukan evolusi ke arah hilir (Kateda menjadi PSTD, Kixa, dll.). Mudah2an dengan cara demikian bagi siapa saja yang mau/sedang/akan belajar atau tertarik untuk mendalami ilmu tersebut lebih lanjut dapat lebih clear lagi sehingga tujuan yang dinginkan pun dapat tercapai/sesuai dengan yang diharapkan. Tentu saja kedalaman penggalian ini sangat terbatas tergantung referensi/ nara sumber yang dapat diakses.
Agak masuk sedikit ke dalam mengupas tingkatan dalam ilmu tersebut ada 7 :[1] Kei; [2] Inja; [3] Nihinja; [4] Yihinja; [5] Thihinja; [6] Khihinja; [7] Kateda.
Konsisten dengan pembahasan sebelumnya, 7 tingkatan tersebut sebetulnya dapat dikategorikan menjadi 2+1 kelompok besar Kei (Ki) & Inja + Kateda.
Kei sendiri mempunyai arti energy/prana. Di tingkat ini energy/prana diolah/dibangkitkan dengan cara teknik-2 napas & pengerasan otot. Kaidah-2 dalam tingkatan ini kelihatannya banyak kesesuaian dengan ilmu TSUBO dr Jepang (ilmu TSUBO sendiri berakar dan merupakan evolusi dari metoda jalur meridian AKUPUNKTUR China). Sedangkan Inja pengertian bebasnya adalah seorang pertapa, mulai ditingkat ini pembangkitan/penyaluran energy dilakukan dengan menggunakan MIND. Suku kata NIH, YIH, THIH, KHIH di depan kata INJA itu untuk menunjukkan bahwa semakin advance seorang “pertapa” tersebut dalam mengendalikan/menggunakan Kei/prana melalui MIND-nya. Kata PERTAPA sendiri sudah memberi gambaran apa yang dikerjakan dalam level ini, PERTAPA kegiatannya BERTAPA tak lain adalah melakukan meditasi. Istilah INNER VISION, INNER VOICE, DEEP SILENCE adalah beberapa hal yang dialami oleh orang yang melakukan meditasi tersebut. Tingkatan tersebut kelihatannya mempunyai banyak kesamaan dalam ilmu meditasi India.
Sehingga dapat disimpulkan, KEI titik beratnya adalah OTOT, INJA ttk beratnya adalah OTAK. Jadi dapat dipahami kalau pada awal perkembangannya dalam waktu singkat banyak melahirkan grand master. Lha wong kalau dilakukan secara intensive, disiplin & repetitive dalam waktu relative singkat tentu sudah memberikan hasil, karena yang dilatih hanya 2 hal saja kok.
Meminjam pandangan orang IT (Information Technology) tentang kehebatan “harddisk” (baca: otak) manusia. Otak manusia adalah harddisk dengan kapasitas unlimited (tak terbatas). Setiap peristiwa apapun yang kita alami setiap saat, akan di save (simpan) dalam suatu database di OTAK manusia tersebut.
Kemudian pandangan dari dunia kedokteran satu-2nya organ yang tetap terus berkembang sampai manusia itu mati adalah otak. Pandangan ini konsisten dengan kalimat/pendapat orang IT tersebut. Jadi kapasitas “harddisk” akan menyesuaikan terhadap besar data/informasi yang ditampungnya. Organ-2 dalam tubuh manusia (seperti ginjal, paru-paru, dll.) dengan berjalannya waktu akan mengalami proses “product life cycle”, begitulah kira-2. Otak mempunyai keunikan sendiri, organ lain boleh mati tetapi kalau otak masih aktif (seperti yang ditunjukkan olh mesin EEG/Electroencephalography), maka orang tersebut belum bisa dikatakan mati.
Lebih lanjut, dilihat dari proses keluarnya ruh dari tubuh manusia untuk menguatkan pernyataan di atas. Yang dimulai dari ujung kaki bergerak ke atas melalui kepala. Inilah proses saving data terakhir yang disimpan dalam database manusia tersebut. Jadi tidak ada satupun peristiwa yang terlewati, semuanya di save dalam database otak manusia tersebut. Database ini sudah barang tentu sangat bermanfaat untuk decision making (untuk ekonom, politisi dlsb.), proses penciptaan, kreatifitas (artis, seniman) dll. Masalahnya adalah bagaimana caranya untuk mengakses database tersebut, bagaimana memilah data-2 yang diperlukan untuk satu soal & data mana untuk lain soal. Kemudian bagaimana cara mengakses database orang lain (multi database). Ada orang yang mempunyai kemampuan untuk mengetahui apa saja yang pernah kita kerjakan. Dalam sudut pandang keilmuan, hal tersebut dimungkinkan dengan menerapkan metoda INTENSIVE DEEP SILENCE.

harunhdr

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 50
  • Reputation: 26
    • Email
  • Perguruan: Kateda
Latihan Pernapasan
« Reply #304 on: 25/11/2011 09:08 »
(13) KATEDA Indonesia

TEKNIK DASAR PERNAFASAN – STEP 01.

Latihan dasar pernafasan dapat diawali dengan berbagai metode, bergantung pada dantien mana yang akan dilatih.  Pembentukan aktivasi setiap dantien sangat bergantung pada kekuatan akal (‘mind’).  Penggunaan ‘mind’ ini merupakan latihan pokok pada pernafasan.  Urutan latihan nafas harus dilakukan dengan menggunakan ‘mind’.  Instruksi instruktur untuk penggunaan ‘mind’ adalah dengan cara meminta merasakan setiap efek dari urutan pernafasan.  Teknik dasar pernafasan berikut adalah teknik pernafasan untuk aktivasi dantien tengah, yang merupakan aktivasi dari daya tahan dan energi pokok di lapisan bagian permukaan tubuh (gwakeh).

Pelatihan awal dapat dilakukan dalam berbagai posisi, tetapi paling dianjurkan adalah posisi duduk bersila dan posisi berdiri.  Prosedur dan sikap duduk biasanya harus dibimbing oleh para pelatih, tetapi pada prinsipnya adalah pencapaian ketenangan dan kedamaian yang murni dari awal pelatihan.  Badan harus santai dan tidak ada ketegangan.  Pencapaian ketenangan dan kedamaian murni dapat dilakukan dengan nafas normal, tarik panjang – lepas panjang, secara berulang.  Pelatihan untuk mencari ketenangan dan kedamaian murni ini dilakukan sampai menemukan kondisi tenang dan damai, yang ditandai dengan mata yang menyipit (tidak menutup!) dan kelopak bergetar sekilas beberapa kali (harus diawasi oleh pelatih).

Pada kondisi tenang dan damai murni, urutan nafas diubah menjadi, tarik panjang – lepas – lepas –lepas – pengerahan (swallow/tun).  Pada saat tarik panjang, ’mind’ memerintahkan diafragma untuk menjaga agar posisinya stabil, tidak menekan ke bawah maupun ke atas.  Pada saat lepas tiga kali, ‘mind’ harus memerintahkan diafragma untuk menekan ke atas sehingga udara terbuang.  Pada saat pengerahan ‘mind’ harus mengonsentrasikan penyimpanan enerji pada diafragma.  Selama pelatihan dasar ini, tubuh dalam keadaan santai dan tidak ada ketegangan, kecuali pada diafragma yang mengendalikan nafas.  Pada awalnya, baik menarik maupun melepas nafas dilakukan melalui lubang hidung.  Jika pelatih sudah merasakan bahwa enerji sudah dapat dikumpulkan di daerah dantien tengah, dapat dicoba melatih dengan menarik nafas melalui lubang hidung dan melepasnya melalui mulut.  Pada pelepasan melalui mulut udara harus mengalami geseran dengan langit-langit tenggorokan.

Semua sensasi yang didapatkan pada semua latihan nafas di atas harus ditanyakan oleh para pelatih.  Setiap orang akan memperoleh sensasi yang bersifat individual, berbeda satu orang dengan yang lain.  Tidak ada yang salah maupun benar pada sensasi tersebut.  Para pelatih yang harus dapat ‘merasakan’ apakah seseorang sudah melakukan latihan yang cukup untuk dapat masuk ke pelatihan jenjang selanjutnya.

Tulisan ini bukan untuk dilatih sendiri, tetapi harus melalui pendampingan dari pelatih.  Makin intensif latihan nafas dilakukan, makin cepat seseorang dapat memperoleh pelatihan jenjang selanjutnya.  Para pelatih akan dapat merasakan, apakah seseorang berlatih sesuai dengan prosedur atau menyimpang, dan berkewajiban untuk mengembalikan pada prosedur jika ada penyimpangan.  Tulisan ini juga hanya memuat prosedur pokok saja, sebagai catatan yang disimpan untuk arsip.  Tulisan ini tidak melingkupi prosedur untuk para pelatih dalam melakukan pembimbingan.

Diambil dari arsip KATEDA UPN, ditulis oleh Andhyan Afyantara dibantu oleh Ma’mun, Sentot, dan Maryono.

harunhdr

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 50
  • Reputation: 26
    • Email
  • Perguruan: Kateda
Re: PSTD
« Reply #305 on: 17/08/2012 19:53 »
Selamat Hari Raya Idhul Fitri untuk semua keluarga Kateda.....minal.aidhi walfaidzin

harunhdr

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 50
  • Reputation: 26
    • Email
  • Perguruan: Kateda
Ujian Besar Kateda
« Reply #306 on: 28/12/2012 06:20 »
Tgl 21 hingga 22 Desember tadi di Vila Consina Gunung Geulis Bogor telah dilaksanakan ujian besar Kateda g melibatkan bbrp pergurua nberaliran  Kateda seperti Kateda Matahari, Kateda PTI dan Kateda Sumsel Palembang serta perwakilan perguruan Kateda lainnya.

Bayu Umbara

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 194
  • -Receive: 121
  • Posts: 1.214
  • Reputation: 197
  • Datuk Bagindo Rajo
    • http://silekminangpandekacupak.blogspot.com/
  • Perguruan: Sasaran Silek Harimau Cupak
Re: PSTD
« Reply #307 on: 23/01/2013 10:51 »
Salam Pak Dokter :)
selamat atas terlaksananya ujian Kateda, saya termasuk salah satu murid Kindo dulu dibawah asuhan Master Rudi tahun 1994, kalau Seven Martial Art termasuk bagian dari Kateda atau sdh terpisah bos dokter
terimakasih
wassalam

 

Powered by EzPortal