+-

Video Silat


perguruan silat seni beladiri alif ba ta
Merantau Production Blog 2 - The Choreography
a tribute pencak silat
Golok Seliwa @ Escapade Show Shooting
Beksi, Peragaan Jurus #01
Cikalong @ Festival seni silat tradisional 3 Juli
bandrong on action
Jambore Pencak Silat, Slempang Betawi, Beksi Kong
BEKSI TRADISIONAL H HASBULLOH

Shoutbox

15/05/2012 15:51 ndog bledheg: ada inpo festival silat gak..
14/05/2012 15:32 kadedemes: yg penting isinya kan....  [top]
13/05/2012 11:26 luri: bukan tampilan baru kok,
ini sebenarnya tampilan default yg lama.
sementara di reset dulu
:)
11/05/2012 22:19 saidianing: tampilannya baru ya....
10/05/2012 16:04 mansyurin: ss tampilannya smakin top n menarik.
10/05/2012 08:40 kadedemes: waw, tampilan baru ya?
09/05/2012 12:41 Sarjana Kuburan: Cerita saya SARA ya?
View Shout History

Recent Topics

Tai Chi Mana yang Terbaik? by hunterboy
16/05/2012 16:57

Members Sahabat Silat JAWA TENGAH by luri
16/05/2012 15:10

Pembukaan Stand tgl 21-23 Juni 2012 by sarung kampret
15/05/2012 14:49

Rumahkayu Gelar Kontes Menulis Cerita Silat by mpcrb
15/05/2012 08:39

pewaris atau penerus perguruan by muramasa
14/05/2012 16:53

Ilmu pendamping ilmu silek by muramasa
14/05/2012 16:29

Tempat Latihan Tai chi by muramasa
14/05/2012 15:10

Tai Chi dan Reiki by muramasa
14/05/2012 14:55

Cingkrig Nasrullah Rawa Belong by sarung kampret
14/05/2012 13:58

Pembukaan Kelas Baru Latihan Tai Chi Bandung Timur by hunterboy
14/05/2012 13:24

PRIHATIN DENGAN KEJADIN YANG TERUS BERULANG..... by luri
13/05/2012 17:35

IKSPI KERA SAKTI by dhanie_thewha
12/05/2012 15:08

[BUKUTAMU] by yudhicox
10/05/2012 22:33

SATRIA TUNGGAL, SILAT BETAKO ASAL KAB. LAMONGAN by ndog bledheg
10/05/2012 17:13

Pengumuman Bagi Praktisi Tenaga Dalam by mansyurin
10/05/2012 16:26

SilatIndonesia.Com


Prabowo Siap Angkat Pamor Silat
Lomba Penulisan Artikel Silat
The Raid Sukses, Saatnya Wisatawan Belajar Silat!
Kritikus Dunia Komentari Film ‘The Raid’
Paguyuban Angkringan Silat
Pengumuman Pemenang Lomba Artikel Pencak Silat Indonesia

Author Topic: Silat Pangian atau Pengian  (Read 13836 times)

amirulhusnitekpi

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 57
  • Reputation: 14
    • Email
Re: Silat Pangian atau Pengian
« Reply #15 on: 18/08/2007 21:22 »
Assalamua'laikum

Terima kasih saudara Silek. InshaAllah, jika dipanjangkan umur dan dimurahkan rezeki, saya nak berkunjung ke rumah Pak Guru Bukhari satu hari nanti.

Saudara Silek ada nombor phone atau alamat rumahnya? Kalau ada tolong PM kat saya.

Alhamdulillah, Gelanggang Silat Kuntau Tekpi di Keramat masih berjalan, tetapi hanya pada hari Sabtu malam Ahad sahaja. Sekarang gelanggang ini dibawah kelolaan Cikgu Ibrahim dan Cikgu Azizul serta dibantu oleh Cikgu Nana. Cikgu Azhar pula mengajar di gelanggang Selayang pada malam sama.

Wassalaam
Dalam Tari ada Bunga, Dalam Bunga ada Buah, Dalam Buah ada Helah, Dalam Helah ada Penyudah.

gehan

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 110
  • Reputation: 4
    • Email
Re: Silat Pangian atau Pengian
« Reply #16 on: 23/08/2007 15:42 »
 ??? ??? :( :w :)p ^:)^ [top]

Sapujagad

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 54
  • Reputation: 4
    • Email
Re: Silat Pangian atau Pengian
« Reply #17 on: 13/09/2007 15:20 »
 :)
"Dalam Keimanan dan Ketaqwaan Terdapat Kekuatan"

Java

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 647
  • Reputation: 48
Re: Silat Pangian atau Pengian
« Reply #18 on: 18/09/2007 12:53 »
Salam sahabat silat,
Jenis ragam silat dari Sumatra memang cukup banyak ragamnya, namun tidak terlalu populer di masyarakat. Hal tersebut tidaklah aneh mengingat perkembangannya dilakukan secara tertutup dan lingkungan terbatas. Beberapa aliran silat dari Sumatra al. silek Pangian, silek Tuo, silek Harimau dll.

Kalau toh saat ini tidak banyak informasi tentang silat dari Sumatra ya harap maklum karena akses internet di daerah-daerah masih relatif sulit dan mahal.
Gimana gak mahal, kalo rental komputer di warnet per jam Rp. 7.500,- padahal conecting & down load lamanya minta amplop! Apalagi Pendeka-pendeka ybs awam soal komputer/ internet.

Pakcik Amir, harap awak bersabar sikit, mungkin kite punya sahabat dari Pangian belum tune di forum sahabat silat.

Tabik
Java






amirulhusnitekpi

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 57
  • Reputation: 14
    • Email
Re: Silat Pangian atau Pengian
« Reply #19 on: 18/09/2007 17:13 »
Assalamua'laikum dan salaam muhibbah

Terima kasih saudara Java! err...saya ni masih muda...baru umur 28 tahun. tidak layak digelar pakcik lagi  8)

inshaAllah, mungkin satu hari nanti ada rakan2 kita di Sumatera yg datang memeriahkan lagi forum ini.

wassalaam
Dalam Tari ada Bunga, Dalam Bunga ada Buah, Dalam Buah ada Helah, Dalam Helah ada Penyudah.

paremansantiang

  • Anggota
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 4
  • Reputation: 0
    • Email
Re: Silat Pangian atau Pengian
« Reply #20 on: 19/12/2007 06:38 »
assalamualaikum ..
ambo baru disiko
perkenalkan saya dari daerah lintau sumatera barat
saya tertarik sekali dengan forum ini..
sukses selalu..
menurut saya silat pangian atau pangean itu merupakan sebuah aliran silat yang berkembang di daerah kuantan singingi riau khususnya di daerah koto pangean..
di pangean itu sendiri sampai saat sekarang ini setiap tahunnya pada bulan ramadhan masih di buka "laman silek" di halaman halaman surau, masjid, mushala atau langgar.
jika di runut dari sejarah "maso saisuak" daerah daerah di sepanjang aliran batang kuantan berasal dari daerah luhak tanah datar, khususnya dari daerah lintau yang bermigrasi mengikuti aliran batang sinamar terus ke daerah sumpur kudus dan sampai ke daerah lubuk jambi, terus mengikuti alirang batang kuantan (sungai indragiri) sampai ke daerah cerenti (perbatasan dengan daerah rengat).
peristiwa itu terjadi sewaktu terjadi nya perang paderi, peperangan antara kaum ulama pembaharuan yang baru pulang dari mekkah dengan kaum adat di daerah minangkabau. di minangkabau semasa itu ada dua orang raja yang dikenal dengan "rajo adat" dan "rajo ibadat". rajo adat berkedudukan di buo (lintau) sementara rajo ibadat berkedudukan di sumpu kuduih (sumpur kudus, sebuah nagari di punggung bukit barisan perbatasan sumbar-riau). ketika adanya tekanan dari kaum paderi yang ingin memurnikan ajaran islam di minangkabau, kedua datuak ini membawa serta kaum kerabatnya mengikuti aliran batang sinamar (hulu batang kuantan) ke daerah kuantan singingi sekarang. seandainya ada kare'an yang sempat berkunjung ke daerah kuantan singingi dan sempat berbagi cerita sama orang orang tua disana, dan menanyakan asal mereka, maka mereka akan menjawab bahwa mereka berasal dari keturunan "datuk bosar nan baduo" (datuk besar yang berdua). hal ini diperkuat dengan fakta sebgaian besar daerah di kuansing mempunyai kemiripan nama dengan daerah di lintau.
balik mengenai silat pangean. silat pangean dasar gerakannya dibawa dari daerah pangian lintau, dimana gerakannya dipengaruhi oleh gerakan silat lintau dan sterlak, untuk selanjutnya berkembang pesat di daerah pangean kuantan singingi. silat ini lebih menekankan pada sisi bathinnya. di daerah kuansing tersebut silat pangean ini sampai saat sekarang dikembangkan oleh "induak nan barompek" (apakah ada hubungan dengan langkah empat??). dimana posisi masing masing tua silat (induak nan barompek) tersebar mulai daerah hulu (lubuk jambi) sampai ke hilir (inuman) ((daerah pastinya lupa,,, yang jelas di lubuk jambi satu, pangean ada satu orang...dua orang lagi ga tau dimana). jabatan induak nan barompek diturunkan kepada kemenakan turun temurun sampai saat sekarang.(matrilinier).
untuk prosesi awal belajar silat (pendaftarannya :D) dikenal dengan istilah "meracik limau" dimana sang murid ketika mau belajar dihadapkan pada ritual ritual adat tertentu, dan dengan membawa syarat-syarat spt: kain putiah sekabuang, banang jo pinjaik, pisau sirawik, ayam saikua, bareh sacupak, pitih saringgik,siriah sakapua................................. dimana masing masing barang tersebut mempunyai makna tertentu (hampir sama dengan proses baraja basilek di daerah minangkabau)

........................
wahhhhhhhhhhh dah ngantukkkkkkkkk...kapan-kapan disambuang lagi.... mohon koreksi kok ado kato nan salah, nan indak pado tampeknyo, wassalam

amirulhusnitekpi

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 57
  • Reputation: 14
    • Email
Re: Silat Pangian atau Pengian
« Reply #21 on: 19/12/2007 15:20 »
Assalamua'laikum

Terima kasih saudara paremansantiang! sudah sekian lama kami menunggu sahabat dari sumbar untuk informasi silat dari sana.

Boleh saudara lanjutkan cerita bagaimana Silat Sterlak dan Lintau itu disatukan? juga apa yg dimaksudkan dgn permainan bathin yg diamalkan oleh Silat Pangian?

Adakah saudara tahu alamat tempat2 atau gelanggang silat/silek di Pekan Baru, Kampar atau di Bangkinang?

terima kasih.
wassalaam
Dalam Tari ada Bunga, Dalam Bunga ada Buah, Dalam Buah ada Helah, Dalam Helah ada Penyudah.

kuntulbaris

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 30
  • Reputation: 5
Re: Silat Pangian atau Pengian
« Reply #22 on: 19/12/2007 17:30 »
Assalaamualaikum,
Sekedar menambahkan, sekitar tahun 2001 ada sebuah perguruan silat bernama Perguruan Silek Pangian Rantau Batang Hari di daerah Sumpur Kudus Kab. Sawahlunto Sijunjung Sumatera Barat. Nggak tahu apakah sekarang masih aktif atau tidak. Apakah perguruan ini asal muasalnya dikembangkan oleh salah satu dari "induak nan barompek" seperti info dari pareman santiang?

@paremansantiang,
alun takilek alah takalam,
samuik tapijak indak mati, basi tapijak balah tujuah..
itu baru santiang bana namonyo... hehehe
dima domisili kiniko...

Wassalam,

parewa

  • Administrator
  • Calon Pendekar
  • *****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 6
  • Posts: 601
  • Reputation: 50
Re: Silat Pangian atau Pengian
« Reply #23 on: 19/12/2007 17:40 »
onde mande..... 8)

alah banyak urang awak disiko kiniko............ [top] :w
Iko bana yg ditunggu2 salamo ko........
Alhamdulillah.... [top]
Mulailah bacarito tantang silek urang awak tu....  ^:)^




kuntulbaris

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 30
  • Reputation: 5
Re: Silat Pangian atau Pengian
« Reply #24 on: 20/12/2007 20:46 »
@parewa,

silek urang awak tu..
tunjuakkan budi jo tangkok lapeh
randahkan hati jo gayuang sambuik
tangkok mati ado masonyo
gayuang putuih dek tapaso

 [top]

Java

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 647
  • Reputation: 48
Re: Silat Pangian atau Pengian
« Reply #25 on: 26/12/2007 14:26 »
@uda Kuntulbaris,
ambo urang sumando. Katangah asli kampuang Sungai Limau Piaman.

Sidi_Macho

  • Wajah Baru
  • *
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 1
  • Reputation: 0
    • Email
Re: Silat Pangian atau Pengian
« Reply #26 on: 18/01/2008 09:31 »
Assalammu'alaikum Wr. Wb
Perkenalkan nama saya Coralsi gelar saya Saidi Khatib umur 31 th, sekedar bersejarah sedikit... kampung asal saya dari Kamang Hilir tapi saya lahir dan besar serta skr bekerja di Duri - Riau. Dulu saya pernah melihat melihat saudara2 saya yg dikampung berlatih silat di salah satu rumah nenek saya, silat yg diajarkan adalah silat kamang. Menurut cerita dari nenek saya bahwa adik beliau dulunya adalah seorang pendekar kamang yg cukup disegani juga walau akhirnya harus mati muda karena diracun oleh orang2 yg tidak menyukainya. Satu lagi mengenai silat pangian, mungkin sekilas bisa diketahui dari novel Sigiring-giring Perak karya Makmur Hendrik. karena dinovel tsb ada diceritakan mengenai perkelahian antara Sigiring2 Perak dgn lawannya yg menggunakan silat Pangian. Saat ini novel tsb bisa dibaca serialnya di www.cimbuak.net Demikian saja dulu mudah-an bisa membantu. Wassalammu'alaikum Wr. Wb.

Java

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 647
  • Reputation: 48
Re: Silat Pangian atau Pengian
« Reply #27 on: 18/01/2008 09:50 »
@sdr Sidi_Macho
Di Duri tinggal dimana?
Apa di sekitar Simpang Padang/ Sebanga/ Pokok Jengkol atau dikompleks Chevron?

salam,

silek

  • Anggota
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 3
  • Posts: 10
  • Reputation: 5
Re: Silat Pangian atau Pengian
« Reply #28 on: 27/01/2008 00:46 »

Ini ada sedikit keterangan tentang Silat Pengian yang boleh didapati di sini http://bahanamahasiswa.org/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=115

Penitisan dari Laman Pangean
Contributed by Prima Wahyudi
Wednesday, 22 August 2007
Terbilang dari Kabupaten Kuantan Singingi, Propinsi Riau, terdapatlah sebuah daerah bernama Pangean. Dari sinilah
dikenal asal muasal silek pangean ke penjuru negeri. Dalam sejarah, menurut buku Kulik Kore (Tambo) negeri
Pangean, peradaban negeri ini bermula dari sebuah bukit di Pangean yang bernama Bukit Sangkar Puyuh sekarang
Koto Tinggi Pangean. Nama bukit ini diambil dari bentuknya yang memang seperti Sangkar Burung Puyuh.
Pada awalnya Bukit Sangkar Puyuh dilingkari batang manau (sejenis rotan berukuran besar) yang tumbuh di pangkal
tangkai cendawan besar. Manau ini melingkar menurut arah jarum jam pada pertengahan kaki bukit dan berakhir pada
pangkal permulaan tempat tumbuhnya. Oleh penduduk setempat, cendawan yang tumbuh di pangkal manau ini
dinamakan cendawan upeh. Karena mengandung racun yang mematikan, oleh penduduk cendawan upeh dimusnahkan.
Seiring berlalunya waktu, oleh masyarakat setempat bekas cendawan tumbuh ini dijadikan lokasi pendirian mesjid.
Inilah mesjid pertama yang ada di Pangean yang diperkirakan berdiri pada abad ke-17. Awalnya pemerintahan Bukit
Sangkar Puyuh dipegang oleh Datuk Lebar Dado, Datuk Sebatang Rusuk dan Datuk Bandaro Putih. Menurut salah
seorang penduduk, tiga datuk inilah nenek moyang orang Pangean. “Datuk Lebar Dado sangat perkasa dan
berwibawa. Beliau sanggup memeras besi menjadi cair,” kata penduduk tersebut mengambarkan keahlian Datuk
Lebar Dado. “Selain itu bukti ketangguhannya adalah berhasil membunuh pengacau yang dikenal hantu Pak
Buru. Kisah masyarakat ini dibuktikan adanya kuburan hantu Pak Buru berukuran empat meter yang terletak sekitar
seratus meter arah barat Koto Pangean. Di tangan kepemimpinan tiga datuk tersebut Desa Pangean semakin
berkembang. Apalagi saat itu negeri Pangean juga diramaikan oleh pendatang negeri tetangga, seperti negeri Toar
(sekarang Kecamatan Gunung Toar) yang berada di sebelah hulu negeri, dan juga pendatang dari Minangkabau yang
mengungsi ke daerah ini. “Saat itu kerajaan Pagaruyung diserang oleh kerajaan Majapahit dibawah tahta
Adityawarman,” ungkap warga. Perpaduan dari beberapa pendatang ini kemudian diduga membentuk beberapa
suku di Pangean sampai saat ini. Tanah Pangean terkenal pula dengan persilatannya, nama yang tak asing bagi
pesilat di Kuantan. Silat ini diwariskan secara turun temurun oleh guru besar silat Pangean yang dikenal dengan nama
Induak Barompek. “Jika kemudian nama silat Pangean terdengar asing bagi orang awam ini bisa dimaklumi.
Lantaran silat Pangean lebih banyak menutup diri agar keasliannya terjaga,” jelas salah seorang guru silat
Pangean yang enggan disebut namanya. Karena sifatnya yang tertutup, kini banyak terjadi kesimpangsiuran cerita
tentang asal-usul silat Pangean. Ada yang mengatakan silat berasal dari Lintau, Sumatera Barat. Namun cerita ini
dibantah oleh salah seorang Induak Barompek. Ia pun kemudian menjelaskan asal muasal lahirnya silat Pangean.
Cerita bermula saat salah seorang penduduk dari negeri Rantau Kuantan yang bergelar Bagindo Rajo pergi berguru ke
Datuk Betabuh di Lintau, Sumatera Barat. Kepergiannya bertujuan untuk mempelajari agama Islam dan juga silat
sebagai seni untuk membela keyakinan agama. Di saat kepergiannya ke Lintau itulah, istri Bagindo Rajo, Gadi Ome,
yang tetap tinggal di Pangean bermimpi dalam tidurnya. Dalam mimpinya, Gadi Ome didatangi roh Syekh Maulana Ali
yang datang dari tanah suci Mekkah. Selain bertemu Syekh Ali, Gadi Ome juga bertemu istri Syekh Ali yang bernama
Halimatusakdiah. Dari Halimatusakdiah, Gadi Ome belajar ilmu silat. “Jadi Bagindo Rajo dan Gadi Ome
merupakan guru yang pertama kali mengajarkan silat Pangean. Oleh sebab itu pada silat Pangean terdapat dua sifat
yang berbeda. Yang satu kasar, keras dan satu lagi lunak, lemah gemulai tapi mematikan,” terang salah seorang
Induak Barompek, penerus silat ini. Menurut guru silat Pangean ini, Aliran silat Pangean yang kasar berasal dari
Bagindo Rajo, sedangkan yang lunak berasal dari Gadi Ome. “Silat Pangean memang tidak berasal dari Lintau.
Karena ilmu silat yang diperoleh Bagindo Rajo di Lintau jauh kalah dibanding yang diperoleh istrinya. Makanya sang
suami belajar dari istrinya. Dengan begitu murid pertama Gadi ome adalah Bagindo Rajo,” jelas guru tersebut.
Seiring perjalanannya, pasangan suami istri ini mulai menurunkan keahlian silat mereka. Pada awalnya, silat hanya
diajarkan di kalangan keluarga. Gadi Ome menurunkan ilmu silat menurut suku yang ada padanya (matrilineal).
Sedangkan Bagindo Rajo menurunkan ilmunya kepada kemenakan dari keturunan ibu. Datuk Untuik adalah orang
yang pertama menjadi murid Bagindo Rajo. Datuk Untuik diangkat menjadi murid lantaran Bagindo Rajo memiliki hutang
budi terhadap ayahnya, Tan Garang. Kala Bagindo Rajo menuntut ilmu ke Lintau, Tan Garang merupakan orang yang
menjaga Gadi Ome di kampung halaman. Dari Datuk Untuik, ilmu silat kembali diturunkan ke Pendekar Malin, Maliputi,
Pak Ngacak, dan Menti Kejan. Usai itu, barulah Penghulu Sati, dan Datuk Bungkuk dari Lubuk Jambi yang datang
berguru. Keempat murid pertama Datuk Untuik ini kemudian diangkat menjadi Induak Barompek. Gelar tertinggi yang
dipakai dalam persilatan ini sampai sekarang. Mereka merupakan kelompok guru yang bertugas untuk menjaga
kemurnian dan menurunkan ilmu silat Pangean. “Sampai sekarang Induak barompek telah banyak berganti
orang, tapi tetap menggunakan nama Induak Barompek,” kata salah seorang Induak Barompek. *** PADA
awalnya, silat Pangean hanya diajarkan kepada anak dan kemenakan. Karena itu silat bersifat tertutup dan diajarkan
secara sembunyi-sembunyi. Hingga kemudian orang semakin banyak yang ingin belajar silat Pangean. Kala itu,
Penghulu Suku Caromin, Datuk Pakomo yang bergelar Datuk Penghulu Sati, meminta kepada guru silat agar ilmu silat
yang ada padanya diajarkan kepada seluruh anak kemenakan di negeri Pangean. “Ketentuan berdasarkan
kesepakatan dan musyawarah. Dengan aturan tidak semua ilmu silat yang diajarkan kepada murid. Yang sapicik
(sedikit,red) milik guru tetap tinggal pada guru, dan yang segenggam diberikan dan diajarkan kepada orang
banyak,” ujarnya menjelaskan aturan yang dibuat penghulu negeri. Dalam mencapai tujuan pengembangan
silat dan dalam rangka melestarikan kebudayaan masyarakat Pangean, penghulu adat membuka laman silat di samping
Mesjid Koto Tinggi. Di sini sebuah balai adat didirikan. Selain itu, dalam rangka pemerataan keterampilan silat, para guru
silat Pangean memberi izin untuk dibukanya laman silat di masing-masing banjar. Dalam penerapannya, silat Pangean
Bahana Mahasiswa-Surat Kabar Kampus UNRI
http://bahanamahasiswa.org
Powered by Joomla!
Generated: 16 January, 2008, 12:04
Page 2
terdiri dari permainan dan pergelutan. Tarian silat sambut menyambut serangan ini sering dimainkan di halaman. Hal ini
berbeda dalam pengajaran silat kepada murid tingkat atas yang dilakukan di rumah. Dalam gerakan, silat Pangean
dikenal dengan gerak lembut dan gemulai. Meski begitu setiap gerakan menyimpan efek yang mematikan. Karenanya
tak semua orang bebas mempelajari. Untuk belajar ilmu silat Pangean ada syarat yang terlebih dahulu harus dipenuhi
sang murid. Syarat itu berupa berani patah, berani buta, berani mati dan berani berutang. “Maksudnya adalah
dipatahkan hati terhadap yang tidak baik. Butakan pemikiran terhadap kejahiliyahan. Matikan hati untuk tidak berbuat
keburukan. Memberhentikan yang dilarang dan jalankan kebaikan. Dan setiap persyaratan ini sesuai dengan ajaran
Islam,” jelas Muhardi, Pendekar Loma, salah satu keturunan silat dari istri Datuk Bagindo Rajo. Sejak
digulirkannya hingga kini, ketentuan lama tentang pewarisan jabatan guru dalam silat Pangean tetap berlaku. Selain itu
gelaran yang diberi pun berbeda antara keturunan Bagindo Rajo dan Gadi Ome. Keturunan Datuk Bagindo Rajo
menggunakan gelaran datuk, sedangkan keturunan Gadi Ome bergelar pendekar. Bahkan menurut cerita guru silat
Pangean, seorang guru belum boleh dikebumikan saat meninggal sebelum ditunjuk orang yang akan menggantikan
kedudukannya. Dan kalaupun terjadi kekusutan dalam menentukan pengganti, maka diurutkan kembali rangkaian
sejarahnya. “Sesat di ujung jalan kembali ke pangkal jalan,” ujar salah satu guru silat ini berpetuah. Kini,
seiring berjalannya waktu silat Pangean mendapat perhatian yang luas. Tidak hanya di rantau Kuantan, tapi mulai
dikenal di Indragiri dan daerah Riau lainnya. Bahkan pengaruh silat Pangean juga tumbuh di Malaysia dan Amerika.
“Di Amerika silat ini hadir dengan nama Perkelahian Rapat Tangan Kaki Senjata (Peratekisendo),” ujar
Induak Barompek kemudian. laporan *27

pagaruyuang1

  • Anggota
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 2
  • Reputation: 0
Re: Silat Pangian atau Pengian
« Reply #29 on: 08/02/2008 10:50 »
Assalamualaikum....

Sabalunnyo awak minta maaf, klu ado kakaliruan dalam isinyo beko..., awak bukan urang dalam di disilek pangian.. tapi awak punyo kawan yg sadang baraja mangaji di laman silek pangian. Info iko awak dapek dari baliau, nan masalah silek pangaian ko yg awak danga, ado 2, silek pangian jantan - beliau yang berampek ko dulunyo panlimo parang di jaman pagaruyuang, sampai akhirnyo kalua dari kerajaan krn indak sasuai dengan ajaran agamo, beliau be 4 ko, mengauasi 4 selat , sampai akhirnyo dikenal dengan dengan sebutan HANG .... yang byk disebut2 org skrg.  Silek pangian batino, iko lahia dari seorang NYIAK.... krn beliau rajin mengaji dan beribadah sehingga di berikan hidayah ilmu silek dan turun ka anak dan kamanakan yang kini diberdiri di taluk kuantan. Nyiak iko ado hubungan keluarga dengan salah satu 4 Pendekar Pangaian Jantan . mgkn itu ajo yang awak bisa buka, sabalunnyo awak minta maaf samo datuak2 klu awak lancang dan yg lainnyo.

assalamualaikum

 

Powered by EzPortal