+-

Video Silat


Silek Minang Pandeka Cupak Hosra Afrizoni 1
Tarung Bebas Genggong
Silat Tungdor Margaluyu Pusat
Festival Silat Kampung Jampang - Beksi Hasbullah #
Margaluyu Pusat - Performance perguruan di acara u
Silek Kumango
vidioku
"THE SILAT FIGHTING" (last scene,part 1)
GGBD - Demo / Aplikasi #3

Shoutbox

13/12/2016 10:49 Taufan: Yuk ke Festival Kampung Silat Jampang 17-18 Desember 2016!!!
20/09/2016 16:45 Dolly Maylissa: kangen diskusi disini
11/02/2016 15:58 Taufan: Alhamdulillah SS sudah ON lagi ;-)
07/01/2016 10:00 luri: wa 'alaikumussalam
04/01/2016 20:21 May Lee: Assalamu 'alaikum
30/03/2015 14:06 initial_d: Sepi amat ya bang, pada kemane nih penghuninya....
20/10/2014 15:28 kunderemp: Ya.. om Taufan.. Tanggal 11 lalu saya masih di tengah hutan di Bakan.
View Shout History

Recent Topics

PPS Betako Merpati Putih by acepilot
18/10/2018 17:03

On our book: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
13/03/2017 14:37

Siaran Radio ttg. Musik Pencak Silat di Stasiun "BR-Klassik / Musik der Welt" by Ilmu Padi
12/01/2017 16:19

Tentang buku kami: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
17/10/2016 20:27

Hoby Miara Jin by anaknaga
19/09/2016 04:50

TALKSHOW SILAT - Silat Untuk Kehidupan by luri
22/06/2016 08:11

Thi Khi I Beng by aki sija
17/08/2015 06:19

[BUKUTAMU] by devil
09/06/2015 21:51

Daftar Aliran dan Perguruan di Indonesia by devil
01/06/2015 14:01

SILAT BERDO'A SELAMAT by devil
01/06/2015 13:59

Persilatan Jurus Lima (Sabandar) by Marsudi Eko
14/05/2015 19:36

Kebugaran Merpati Putih by mpcrb
22/04/2015 16:16

PAWAI JAMBORE PENCAK 2015 by luri
20/04/2015 16:20

ALM. Kong Nur ( BEKSI Kampung Sawah) by initial_d
30/03/2015 14:02

maenpo Cikalong by aki sija
25/02/2015 22:01

SilatIndonesia.Com

Author Topic: BABAD JAWA KULWAN  (Read 8389 times)

Jali Jengki

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 2
  • Posts: 828
  • Reputation: 44
  • Love Pencak Silat, Proud to be Indonesian
BABAD JAWA KULWAN
« on: 02/02/2009 09:57 »
BABAD JAWA KULWAN

Pengantar
Babad jika dikategorikan dalam karya sastra, merupakan kandha atau cerita rakyat yang diangkat kedalam bentuk tulisan. Oleh para sastrawan dan pujangga kerajaan, ditulis dalam bentuknya yang penuh dengan personifikasi dan hiperbola. Terkadang bagi orang yang membacanya seakan-akan terjebak dalam dua dunia, yaitu diantara mythe dan sejarah.

Masyarakat Jawa yang akrab dengan nilai-nilai kandha, tidak merasa terikat dengan kriteria atau aturan-aturan yang oleh dunia barat dapat dianggap sebagai histographia. Karena pada dasarnya pengertian sejarah yang berkembang di Jawa memiliki ke-khasan tersendiri yang sesuai dan terikat dengan “kode budaya” masyarakatnya. Dimana pada masa itu sejarah lebih dikenal sebagai “stamboom” atau “babad”, bukan sebagai “geschiedenis” atau “history”.

Terlepas dari “sahih” atau tidaknya babad untuk dijadikan sebagai sumber, keberadaannya memperkaya khasanah keilmuan di Nusantara. Meski masyarakat Jawa sendiri secara material dapat membuktikan tuturan-tuturan babad, kandha ataupun sejenisnya, di dalam bentuk peninggalan artefak, kesenian, maupun karya sastra pupuh.

Istilah babad hanya dikenal pada masyarakat Jawa bagian tengah dan timur (wetan), atau setidaknya yang terpengaruhi oleh kebudayaannya. Pada masyarakat Jawa Kulwan (barat) sendiri, lebih mengenal dengan istilah “berita pantun” yang dirasa lebih memiliki bobot nilai “histographia”, karena penyusunannya berdasar pada naskah-naskah kuno maupun sumber-sumber primer yang mendekati atau ada pada masa peristiwa itu terjadi.

Cerita dengan judul “Babad Jawa Kulwan” merupakan penelitian penulis dari terjemahan yang didapat dari berita pantun, koropak (naskah kuno daun lontar), cerita lisan ataupun pupuh  mengenai cerita rakyat Jawa Barat yang oleh daya imajinasi penulis dikembangkan sedemikian rupa. Karena sesungguhnya penulispun sekali-sekali tidak pernah mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi, baik itu dialog maupun peristiwa yang dialami pada masa itu. Sekalipun penulis yang berlatar belakang “budak seni & kebudayaan” secara kontinyu melakukan “persetubuhan dengan alam surealis-nya” hingga tersusun sebagai sebuah cerita yang naturalis, dan dapat dibaca rileks tanpa harus terbebani oleh pembuktian-pembuktian akademisi yang “fardhu” untuk diperdebatkan.

Akhirul kalam, marilah kita menyikapi cerita ini dengan menempatkan diri kita sebagai manusia Nusantara yang lahir dan dibesarkan oleh dua orang tua, yaitu mitos dan sejarah.

Selamat membaca…

Tabe’

Kullu Nafsin Zaaiqatul MAUT

Jali Jengki

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 2
  • Posts: 828
  • Reputation: 44
  • Love Pencak Silat, Proud to be Indonesian
Re: BABAD JAWA KULWAN
« Reply #1 on: 02/02/2009 09:59 »
Episode 1:   Kilau Perak di Rajatapura

Sinopsis
Syahdan pada tarikh awal Saka datanglah berbondong-bondong pendatang dari negeri Cina, Bharatawarsya (India), Syangka, Saliwahana, Benggala (Bangladesh) dengan menggunakan perahu. Mereka membawa anak, isteri, serta sanak keluarga ke Nusantara untu bermukim.

Ada pula perahu yang membawa para pendeta Hindu beraliran Waisnawa (pemuja Dewa Wishnu) dan Syaiwa (pemuja Dewa Syiwa). Pendeta-pendeta beraliran Waisnawa berkeliling di desa-desa sekitar bagian barat pulau Jawa, dan akhirnya menetap di daerah tersebut. Sementara para pendeta beraliran Syaiwa menetap di bagian tengah dan timur pulau Jawa.

Diantara sekian banyak pendatang, yang paling banyak adalah para pendatang yang berasal dari wangsa Calan-Kayana dan Palawa di Bharatawarsya. Kebanyakan dari mereka adalah para pengungsi perang, setelah Negara mereka ditaklukan oleh kerajaan Magadha. Disamping itu ada pula diantara mereka yang datang untuk berniaga, diataranya adalah kelompok pendatang yang dipimpin oleh Dewawarman dari wangsa Palawa.
Dewawarman merupakan seorang duta besar keliling untuk negara-negara mitra seperti kerajaan-kerajaan di Hujung Medini, Bumi Sopala, Yawana, Syangka, Cina, dan Abasyid (Mesopotamia). Selain bertujuan untuk mempererat persahabatan, mereka juga berniaga hasil bumi serta barang-barang lainnya. Begitu pula ketika berhubungan dengan pulau Jawa sebelah barat, Nusa Api (Krakatau), dan pesisir selatan Swarnadvipa (Sumatera).

Di Jawa bagian barat, tepatnya di pedukuhan Rajatapura lewat peranan pemimpin pedukuhan Aki Tirem Sang Luhur Mulya, Dewawarman menemukan takdirnya sebagai orang yang pertama memimpin negara berpenghasil perak itu. Melalui tangannya pengaruh India mulai memberi sentuhan pada kebudayaan setempat, meski diakuinya bahwa sebelum kedatangan mereka, penduduk lokal telah memiliki kecakapan dan pengetahuan kebudayaan yang sangat tinggi (MD Poesponegoro dan Nugroho Notosutanto 1993:21).

Kullu Nafsin Zaaiqatul MAUT

Jali Jengki

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 2
  • Posts: 828
  • Reputation: 44
  • Love Pencak Silat, Proud to be Indonesian
Re: BABAD JAWA KULWAN
« Reply #2 on: 02/02/2009 10:01 »
-Prabhu Dharma Lokapala Sang Angling Dharma

“….ciaaaaat…..ciaaaaat…….!”                 
 “…trang….trang…..”
“….wuuuut…..wuuuuut…..”


Teriakan orang-orang dan bunyi sabetan dan benturan pedang saling bersahutan, menyaingi gemuruh ombak di pantai ujung barat pulau Jawa. Kurang lebih hampir seratus orang terlibat dalam pertempuran itu, dimana dua kekuatan yang saling berhadapan mempertahankan kepentingannya masing-masing. Kekuatan yang tidak seimbang jika dilihat dari jumlah orang terlibat, karena kekuatan lawan dua kali melebihi penduduk setempat.

Pihak lawan berkulit kuning yang berperan sebagai perompak, tampak lebih lincah dalam melakukan setiap gerakan bela diri nya.  Sementara pihak penduduk yang bertelanjang dada hanya sekali-sekali saja melakukan balasan ketika diserang, itupun dengan gerakan-gerakan bela diri yang sederhana saja. Namun uniknya setiap gerakan bela diri yang sederhana itu memiliki efektifitas dalam menjatuhkan lawan, terutama dalam pertarungan jarak dekat.

Di tengah medan pertempuran tampak seorang yang tinggi besar agak berbeda dari warna kulit penduduk lainnya, dapat dipastikan dialah pemimpin penduduk lokal yang mempunyai kemampuan luar biasa dengan dua bilah golok besar dikedua tangannya. Golok besar itu berkelebat kesana kemari seakan bergerak sendiri, menghampiri setiap musuh yang datang dengan senjata tombak, pedang atau bahkan senjata yang berterbangan sekalipun. Ya… dialah Dewawarman, pendatang dari negeri Calan-Kayana, pembela orang-orang Rajataputra di ujung barat pulau Jawa itu.

“Cepaaat, habiskan mereka”…
“hanya dengan kecepatan dan ketepatanlah yang dapat mengungguli mereka”…
“jangan takut, kebenaran di pihak kita, kita pasti menang”…!


Sekali-sekali Dewawarman memompa semangat penduduk pimpinan Aki Tirem, yang tiga diantaranya adalah prajurit tangguh bawaannya dari Calan-Kayana, yaitu Gotala, Sawangga dan Dhyaputra. Ketiganya konsisten membuat lingkaran yang sepertinya melindungi Aki Tirem Sang Luhur Mulya, yang sangat dihormati Dewawarman sebagai pemimpin pedukuhan, disamping itu usia dan fisik Aki Tirem yang sudah tidak muda lagi, dia perlu pengawalan prajuritnya membentuk empat sudut pertahanan dengan Aki Tirem sebagai “pancer” nya.

“Sudahlah Aki, lebih baik Aki berlindung saja…lindungi Sri Pawahaci dari jamahan orang-orang kuning itu…!

Sergah Gotala kepada Aki Tirem.

“Tidaak…lebih baik aku mati mempertahankan pedukuhan ini, lagipula adeg-adeg ku masih kuat sampai 200 jurus sekalipun”

“…aku yakin kita mampu menaklukan mereka, dan tidak ada satupun yang dapat menjamah Sri Pawahaci anakku…”


Jawab Aki Tirem membantah Gotala.

Kullu Nafsin Zaaiqatul MAUT

Jali Jengki

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 2
  • Posts: 828
  • Reputation: 44
  • Love Pencak Silat, Proud to be Indonesian
Re: BABAD JAWA KULWAN
« Reply #3 on: 02/02/2009 11:27 »
Ternyata benar dugaan Aki Tirem, tidak sampai sepeminuman teh, para perompak mulai mengurangi aksinya, karena sadar pasukan yang dimiliki kian berkurang hingga akhirnya seseorang dari perompak itu melemparkan pedang menghentikan pertarungan sambil berlutut menghamba di kaki Dewawarman. Dan ternyata yang berlutut itu adalah pemimpin gerombolan perompak yang datang dari utara.

“…ampuni kami paduka, kami mengakui kehebatan paduka…”

Dewawarman hanya tersenyum kecut, sambil mengusap wajahnya yang berpeluh…dia berucap

“kiranya permohonan maaf saja tidak cukup untuk menghentikan pekerjaan jahat kalian…”

“sudah tidak terhitung lagi nyawa manusia yang kalian hilangkan, sudah berapa pedukuhan yang kalian rampok dan bumi hanguskan di pulau Samiam dan pulau Kijang…belum lagi di Svarnadvipa…?”

“Aku bukan pemimpin pedukuhan ini, hanya beliaulah yang pantas menentukan hukuman untuk kalian..”

Dewawarman dengan gagah menunjuk Aki Tirem sebagai pimpinan pedukuhan.
Aki Tirem hanya tertegun memandangi Dewawarman yang menunjuk ke arahnya, dia tidak tahu apa yang harus dilakukan terhadap para perompak itu.

“Sudahlah, kau saja Dewawarman…”

“Aku sudah kadung percaya kepadamu untuk memimpin perlawanan ini…”

“Yang terpenting bagaimana caranya agar nyawa ketujuh orang-orang ku yang mati di tangan mereka dapat tenang di alamnya sana…”

Tukas Aki Tirem menyanggah Dewawarman ketus.

Bergegas sang pemimpin perompak beringsut menghampiri Aki Tirem yang setengah berdiri tanda kelelahan.

“…ampuni kami paduka, apakah nyawa ke 37 teman-teman kami tidak cukup menebus kematian tujuh orang paduka…?”

Ucap sang pemimpin perompak sambil memelas

“tidaaak….!”

Hardik Aki Tirem lantang,

“Apakah kalian tidak memikirkan orang-orang yang ditinggalkan ketujuh orangku itu..?”

“bagaimana nasib anak dan isterinya, siapa yang akan memberikan penghidupan?...sedangkan kerajinan perak yang dilakukan adalah keahlian yang dimiliki para lelaki, yang kalian bunuh itu…?”

“Cuma lantaran kilauan perak yang kalian lihat dari lautan, hingga tega menghabisi pedukuhan kami…?”

Tangkis Aki Tirem…

Kemudian dengan diliputi rasa emosi akan bayangan perompakan di masa lalu, Aki Tirem tanpa sadar mengacuhkan Dewawarman untuk mengeksekusi perompak yang tersisa.

“Sudahlah Dewawarman, kalau kau tidak punya keputusan akan hukuman apa yang setimpal buat mereka…biar aku saja yang putuskan!”

Gemeretak rahang Aki Tirem menahan amarah dalam ucapannya…

“siapkan 22 tiang gantungan untuk mereka, sita semua perahu, senjata, dan kebutuhan logistik yang mereka bawa, lalu bagikan kepada keluarga yang ditinggal mati ke tujuh orangku…!”

Lalu Aki Tirem pergi meninggalkan areal pertempuran itu tanpa berkata-kata lagi.

Kullu Nafsin Zaaiqatul MAUT

Jali Jengki

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 2
  • Posts: 828
  • Reputation: 44
  • Love Pencak Silat, Proud to be Indonesian
Re: BABAD JAWA KULWAN
« Reply #4 on: 02/02/2009 13:20 »
Sebagai ucapan rasa terima kasih, puteri pimpinan pedukuhan Aki Tirem yang bernama Sri Pawahaci (Pohaci) Larasati dinikahkan dengan Dewawarman. Sejak itulah Dewawarman dan ketiga pengikutnya menetap disitu dan mengambil istri dari gadis-gadis pribumi dan beranak pinak. Pestanya sendiri diselenggarakan dengan amat meriah.

“Tang…ting…tung…”

Bunyi gamelan sampyong mewarnai pesta pernikahan antara Dewawarman dan Sri Pawahaci Larasati, yang duduk di pelaminan sambil menikmati hiburan tarian Uncul.
Dewawarman terkagum-kagum dengan bentuk tarian itu, tarian yang sepertinya ada unsur bela diri di dalamnya.

Dengan penuh rasa penasaran Dewawarman menanyakan hal ini kepada Aki Tirem yang duduk disebelahnya.

“Aki Tirem sang Luhur Mulya, gerangan apa tarian yang gerakkannya seperti memukul dan menendang itu…?”

Aki Tirem hanya tersenyum dan berupaya menjelaskannya kepada menantu yang memang orang asing itu.

“Oooh…itu adalah tarian Uncul, yang memang sekilas seperti memukul dan menendang…memang begitu adanya karena Uncul merupakan tarian pembuka untuk atraksi Ujungan, yang bela diri sesungguhnya”

“Sebenarnya Ujungan sendiri itu merupakan bagian dari Uncul, Cuma bedanya Ujungan menggunakan senjata rotan yang diibaratkan senjata pedang dalam pertempuran sesungguhnya, sedangkan Uncul menggunakan tangan kosong”.

Sambil mengangguk-angguk Dewawarman memperhatikan dengan seksama gerakan tarian Uncul yang dimainkan, mengingatkannya pada satu seni bela diri yang dia kuasai, yang dibawa dari tanah kelahirannya Calan-Kayana di Bharatawarsya.

Kullu Nafsin Zaaiqatul MAUT

Jali Jengki

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 2
  • Posts: 828
  • Reputation: 44
  • Love Pencak Silat, Proud to be Indonesian
Re: BABAD JAWA KULWAN
« Reply #5 on: 02/02/2009 13:22 »
Selang tidak beberapa lama Aki Tirem jatuh sakit, ia berpesan kepada menantunya, Dewawarman untuk menggantikannya sebagai pimpinan pedukuhan. Dewawarman tidak menolak keinginan Aki Tirem, begitu pula penduduk.

Tidak beberapa lama Aki Tirem pun meninggal, dan meninggalkan pesan kepada Dewawarman untuk memindahkan pedukuhan lebih jauh kedalam dengan nama Salakanagara (Negara Perak). Hal ini dimaksudkan agar sedini mungkin untuk menghindari para perompak yang datang dari lautan, karena tergiur dengan kilauan perak yang dihasilkan dari kerajinan penduduk.

Sepeninggalan Aki Tirem, Dewawarman naik sebagai raja dengan gelar Prabhu Dharma Lokapala Dewawarman Haji Raksa Gapura Sagara atau Dewawarman I, orang banyak yang lebih mengenalnya sebagai An (ng) kling Dharma, yang berarti air muka (raut) yang baik. Ada yang mengartikan berwajah tampan karena dari India walau berwajah k(e)ling. Sedangkan istrinya Sri Pawahaci Larasati menjadi permaisuri bergelar Dewi Dhwani Rahayu. Mereka dinobatkan sebagai raja dan permaisuri pada tahun 52 Saka/130 M, dan berkuasa hingga tahun 90 Saka/168 M.

Wilayah kekuasaannya sebelah barat Jawa Barat, termasuk pulau sebelah barat pulau Jawa (pulau Samiam, pulau Kijang dan lainnya), Selat Sunda, dan sebelah selatan Svarnadvipa. Kerajaan ini kemudian diberi nama Salakanagara dengan pusat pemerintahan di Rajatapura. Saat ia berkuasa, Dewawarman I mengirim duta ke berbagai Negara untuk mengikat persahabatan dan dalam rangka memajukan perniagaan Salakanagara.

Salakanagara berlangsung selama 273 tahun (Dewawarman I – Dewawarman VIII), dan dari kerajaan Salakanagara inilah cikal bakal kerajaan-kerajaan yang ada di Jawa Barat (Negara Kertabuhmi-Sunardjo 1983 : 8).

Episode 1 tamat______________________________________________________________

Kullu Nafsin Zaaiqatul MAUT

Jali Jengki

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 2
  • Posts: 828
  • Reputation: 44
  • Love Pencak Silat, Proud to be Indonesian
Re: BABAD JAWA KULWAN
« Reply #6 on: 02/02/2009 15:49 »
Episode 2:   Rakeyan dari Sancang

Sinopsis
Menjelang tahun milenium, sejarawan Sunda Ir H. Dudung Fathirrohman mendapat informasi dari seorang Ulama Mesir, bahwa Khulafaur Rasyiddin Sayidina Ali bin Abi Thalib RA dalam pertempuran menalukkan Cyprus, Tripoli dan Afrika Utara, serta dalam membangun kekuasaan Muslim di Iran, Afghanistan dan Sind (644-650 M) mendapatkan bantuan dari seorang tokoh asal Asia Timur Jauh (Javadvipa).

Sebelum informasi itu ada oleh naskah kuno Pangeran Wangsakerta, orang itu ditulis sebagai putra raja Tarumanagara ke VIII Kertawarman (561-628 M), yang bernama Rakeyan Sancang. Namun karena anak dari isteri ke-tiga (bernama Wwang Amet Samidha ) yang berasal dari luar kerajaan (tidak resmi) putri seorang pencari kayu bakar, oleh kalangan istana Rakeyan Sancang tidak diakui sebagai keluarga kerajaan. Dengan kekecewaan mendalam dan dendam yang membara, Rakeyan Sancang menempa diri membangun kekuatan dengan cara bertapa dan berkerabat dengan segala kesaktian “para penghuni” di hutan Sancang yang sejak dahulu kala dikenal wiwit dan angker.

Dalam kalangan istana kerajaan, Kertawarman diakui memiliki dua orang isteri, isteri pertama dari Calankayana, dan istri yang kedua berasal janda beranak satu dari Svarnadvipa, namun dari semua perkawinan itu tidak memiliki anak sehingga mengangkat anak dari isteri yg berasal dari Svarnadvipa itu, yag bernama Brajagiri dan kemudian diakuinya sebagai anaknya sendiri.

Rakeyan Sancang (anak kandung dari isteri di luar kerajaan), dalam hal ini bukanlah Rakeyan Santang (Kian Santang) Putra Jayadewata (Siliwangi) yang selama ini anggapan masyarakat umum sebagai orang yang pernah bersua dan beradu kekuatan dengan Sayidina Ali. Rakeyan Sancang yang dimaksud disini merupakan anak dari raja Tarumanagara ke VIII Prabu Kertawarman, dari hasil perkawinannya dengan gadis desa putri seorang pencari kayu bakar di daerah hutan Sancang (Selatan Garut).

Rakeyan merupakan gelar bangsawan kerajaan Sunda, yang pada masa kini dapat disejajarkan dengan pangeran akan tetapi belum dapat dikategorikan sebagai putra mahkota.

Dalam kisah ini menceritakan bagaimana Islam telah masuk ke tatar Sunda (Garut), melebihi daerah-daerah lain di Nusantara karena dari angka tahun berkuasanya Kertawarman di kerajaan Tarumanagara dan keberadaan Rakeyan Sancang, dapat disimpulkan bahwa peristiwa ini terjadi bersamaan dengan masa ke-Nabian Rasulullah SAW dan kekhalifahan Sayidina Ali bin Abi Thalib RA.

Untuk lebih jelasnya di bawah ini susunan raja-raja Tarumanagara:

1.   Jayasingawarman (358-382 M)
2.   Dharmayawarman (382-395 M)
3.   Purnawarman (395-434 M)
4.   Wisnuwarman (434-455 M)
5.   Indrawarman (455-515 M)
6.   Candrawarman (515-535 M)
7.   Suryawarman (535-561 M)
8.   Kertawarman (561-628 M)
9.   Sudhawarman (628-639 M)
10.   Hariwangsawarman (639-640 M)
11.   Nagajayawarman (640-666 M)
12.   Linggawarman (666-669 M)

Kullu Nafsin Zaaiqatul MAUT

Jali Jengki

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 2
  • Posts: 828
  • Reputation: 44
  • Love Pencak Silat, Proud to be Indonesian
Re: BABAD JAWA KULWAN
« Reply #7 on: 02/02/2009 16:32 »
-Lodaya Menjadi Saksi Kelahirannya

Disebuah gubug di pinggiran hutan Sancang…

“Sudahlah dinda Samidha, jangan kau teteskan air matamu hingga membebani langkahku. Jangan pernah menyesali apa yang telah terjadi”….

Begitu ucapan Sang Prabu Kertawarman menghibur Wwang Amet Samidha ketika akan meninggalkan keluarga Ki Prangdhami dan Nyi Sembadha di pinggiran hutan Sancang. Sepuluh hari sudah Prabu Kertawarman mengalami “masa indah” dengan Awwet Samidha meski hatinya tak tega meninggalkan kekasih hati yang baru dinikahinya itu, namun perbedaan derajat sosial memutus tautan cintanya.

Terkadang hatinya menolak takdir feodal yang ada dalam dirinya, dilahirkan sebagai seorang dari dinasti Warman (jubah perang) kerajaan Tarumanagara. Dinasti yang menjadi penghalang hubungan cintanya dengan Awwet Samidha. Bagaimana mungkin seorang raja beristerikan putri seorang pencari kayu bakar?...

“Pergilah paduka, dan jangan pernah menoleh ke belakang, tinggalkan kami yang hina ini. Kami pun rumasa jika harus bertempat tinggal di Chandrabraga, istana paduka”

Dengan bergetar kata-kata Ki Prangdhami menepis keragu-raguan Sang Prabu Kertawarman, pertanda ada ganjalan sedih dalam hatinya mengingat Amet Samidha adalah putri semata wayang yang amat dikasihinya.

"Mari Nyi kita masuk, hari sudah burit...biarkanlah Awwet Samidha berteman dengan lamunan indahnya..."

Sambil menutup tirai Ki Pringdhami dan Nyi Sembada isterinya, menutup hari itu...meninggalkan Awwet Samidha seorang diri.

Kullu Nafsin Zaaiqatul MAUT

bradlee

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 173
  • Reputation: 19
Re: BABAD JAWA KULWAN
« Reply #8 on: 03/02/2009 03:47 »
Kang Jali emang ngga matinya. GRP dah buat Rakeyan Jengki  x-)) [top]
"Ti Iwung Nungtung Ka Padung, Ti Kanteh Dugi Ka Boeh, Diajar Hirup Nu Teu Mawa Ceda, Lir Ibarat Sinar Mustika, Bari Nyusul Nu Ngaliwat, Malikeun Panyangka Nu Sulaya, Ngabagi Bagja Kanu Sangsara"

Nagapasa

  • Naga Pasa - Naga Pamanah Rasa
  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 1
  • -Receive: 8
  • Posts: 927
  • Reputation: 48
  • Paku Jagat Ingsun
    • Nagapasa Blogs
  • Perguruan: Suliwa 5 adegan Serong
Re: BABAD JAWA KULWAN
« Reply #9 on: 03/02/2009 11:02 »
serrru, more more bang jali more.. more...
Susulan Liliwatan | Sulaya tina panyangka
visit my Blogs - www.nagapasa.multiply.com

Dodol Buluk

  • Moderator
  • Pendekar Madya
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 1.081
  • Reputation: 25
  • Alone but never lonely
    • Email
Re: BABAD JAWA KULWAN
« Reply #10 on: 03/02/2009 11:14 »
geser dikit kang naga,nyammm..nyammm...nyammm (kacang goreng plus kopi)


debuls
"Jangan pernah bilang kagak kalo kagak pernah bilang jangan"

Nagapasa

  • Naga Pasa - Naga Pamanah Rasa
  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 1
  • -Receive: 8
  • Posts: 927
  • Reputation: 48
  • Paku Jagat Ingsun
    • Nagapasa Blogs
  • Perguruan: Suliwa 5 adegan Serong
Re: BABAD JAWA KULWAN
« Reply #11 on: 03/02/2009 11:24 »
ih bang db kok kacang saya di abisin, :( ayo gantiin kacang nya.

btw, bang jali jadi cikal bakal kerajaan mulawarman yang ada di prasasti batu tulis bogor ini dari sini yaaa
Susulan Liliwatan | Sulaya tina panyangka
visit my Blogs - www.nagapasa.multiply.com

Jali Jengki

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 2
  • Posts: 828
  • Reputation: 44
  • Love Pencak Silat, Proud to be Indonesian
Re: BABAD JAWA KULWAN
« Reply #12 on: 03/02/2009 11:48 »
K@ng Naga,

Yang dimaksud Purnawarman kali...Kalo Mulawarman mah di Kutai, emang kalo dirunut masih ada hubungan trah...

Sebentar deh ane terusin, otak ane lagi "bonto", lagian kalo disuru milih ane lebih seneng cerita pake bahasa visual (cergam)....ude gitu lagi nyetakin banner GG nih gede banget jadi rada lama...ntar ye disambung lagi kalo ude kelar gaweinnye...

Tabe'
Kullu Nafsin Zaaiqatul MAUT

simpay

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 192
  • Reputation: 5
Re: BABAD JAWA KULWAN
« Reply #13 on: 22/08/2009 05:35 »
kang Jali....ditunggu kelanjutan ceritanye..... [top]....
sambil ngabuburit....

salam
simpay

 

Powered by EzPortal