+-

Video Silat


Shoutbox

23/12/2019 08:32 anaknaga: Tidak bisa masuk thread. dah lama tidak nengok perkembangan forum ini.
salam perguruan dan padepokan silat seluruh nusantara.
02/07/2019 18:01 Putra Petir: Akhirnya masuk jua... wkwkwk
13/12/2016 10:49 Taufan: Yuk ke Festival Kampung Silat Jampang 17-18 Desember 2016!!!
20/09/2016 16:45 Dolly Maylissa: kangen diskusi disini
11/02/2016 15:58 Taufan: Alhamdulillah SS sudah ON lagi ;-)
07/01/2016 10:00 luri: wa 'alaikumussalam
04/01/2016 20:21 May Lee: Assalamu 'alaikum
View Shout History

Recent Topics

PPS Betako Merpati Putih by acepilot
14/08/2020 10:06

Minta Do`a dan bimbingan para suhu dan sesepuh silat :D. SANDEKALA by zvprakozo
10/04/2019 18:34

On our book: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
13/03/2017 14:37

Siaran Radio ttg. Musik Pencak Silat di Stasiun "BR-Klassik / Musik der Welt" by Ilmu Padi
12/01/2017 16:19

Tentang buku kami: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
17/10/2016 20:27

Hoby Miara Jin by anaknaga
19/09/2016 04:50

TALKSHOW SILAT - Silat Untuk Kehidupan by luri
22/06/2016 08:11

Thi Khi I Beng by aki sija
17/08/2015 06:19

[BUKUTAMU] by devil
09/06/2015 21:51

Daftar Aliran dan Perguruan di Indonesia by devil
01/06/2015 14:01

SILAT BERDO'A SELAMAT by devil
01/06/2015 13:59

Persilatan Jurus Lima (Sabandar) by Marsudi Eko
14/05/2015 19:36

Kebugaran Merpati Putih by mpcrb
22/04/2015 16:16

PAWAI JAMBORE PENCAK 2015 by luri
20/04/2015 16:20

ALM. Kong Nur ( BEKSI Kampung Sawah) by initial_d
30/03/2015 14:02

SilatIndonesia.Com

Author Topic: Kong Nizam sang Jawara  (Read 43996 times)

maulana

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 2
  • -Receive: 3
  • Posts: 262
  • Reputation: 3
    • Email
Re: Kong Nizam sang Jawara
« Reply #150 on: 17/12/2008 11:19 »
jahat deh, gak jadi diangkat jadi murid kalo gitu...
:wTobat...aaampuuun guru, siapa yg berani jahat ama guruku yg cantik ini, si badut ancol yaa guru, apa si lontong di mall atawa si onta penunggu warteg guru, awas ntar kalo ketemu tak nasehatin dia
Aku Takut bukan berarti Tunduk,
Aku Takluk bukan karena Takut

Putra Petir

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 15
  • Posts: 1.359
  • Reputation: 63
    • Email
  • Perguruan: Balerante
Re: Kong nizam
« Reply #151 on: 17/12/2008 11:39 »
Duh om sarkem jangan sadis2 dong ceritanya,,,

lah saya gak sadis mba... ini hanya hasil sebuah kreatifitas penulis dari halusinasi yang baru belajar menulis.

mending pade kopdar deh...berasa persahabatannya...jangan ngeles aje kalo di ajak kopdar.. :o

kalau kopdar harus minta suaka politik nich..



"Sugih tanpo bondho,pintar tanpo ngeguru, menang tanpo ngasorake, nglurug tanpo bala, mangan tanpo mbayar."

putri teratai

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 805
  • Reputation: 20
  • datang kembali datang tuk mencapai kesempurnaan
    • PD-Total Quality Body Management
Re: Kong nizam
« Reply #152 on: 17/12/2008 11:42 »



kalau kopdar harus minta suaka politik nich..


gak usah takut paling lu gua culik dan buat mainan di kamar kalo malem...ho.hoo.hoo..lebih sadis dari pada di gepuk
percaya dan cintailah dirimu
(Kita ada di sini bukan untuk saling bersaing. Kita ada di sini untuk saling melengkapi. - Bill Mccartney)

Putra Petir

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 15
  • Posts: 1.359
  • Reputation: 63
    • Email
  • Perguruan: Balerante
Re: Kong Nizam sang Jawara (The End)
« Reply #153 on: 18/12/2008 18:58 »
-Sambungan Cerita silat: Kong Nizam sang Jawara (The End)-




Beberapa hari kemudian.

Suara tambur berisik mulai menggema di lereng gunung salak yang terlihat gagah itu. Para Binatang di hutan itu laksana takut akan kedatangan gerombolan manusia yang laksana semut menuju  Hutan Kakek gila. Diarah mata angin lainnya terlihat segerombolan manusia juga menuju arah yang sama ? bergerombol mereka datang menuju titik yang sama ke arah puncak Gunung Salak  dan Hutan Kakek  Gila.

Ditempat lain yang tak jauhdua tokoh pendekar dari Goa Hydro yaitu sepasang monyet dari Goa Hydro, pendekar Uda Parewa dan Maheso Jenar mulai berkelebat menuju lereng Gunung salak dan naik ke Puncak Gunung tersebut. 

“ Apa benar sekarang kita akan bertempur melawan para golongan hitam di lereng gunung salak mas?” Tanaya mahesa jenar kepada Uda Parewa.

“Aku gak tahu juga mas mahesa..mari kita selidiki selama dalam perjalanan”

“Namun dari info yang kudapat adalah para tokoh hitam sedang mengejar darah kakek ajaib gila untuk ilmu sesat mereka, jadi para golongan tokoh putih dari 6 perkumpulan perguruan-perguruan mencoba sekalian membersihkan mereka selagi mereka sedang berkumpul dan menolong kakek gila ajaib yang banyak menolong orang, mas mahesa” , kata Uda Parea kepada kakak seperguruannya yang terlihat akrab seperti sepasang monyet homo yang sedang di mabuk cinta.

Didalam perjalanan kedua nya melihat banyak mayat-mayat bergelimpangan menuju tempat yang kian lama kian berasa sejuk dan dingin. Mereka segera pergi ke pinggir tebing dan memperhatikan keadaan di sekitarnya. Mereka ternyata berada di lereng sebuah puncak Gunung Salak. Waktu datang ke Gunung Salak, Uda Parewa selalu merasa silau dengan kakak seperguruannya yang tidak bisa mengkontrol telah menggunakan kesaktiannya kepada adiknya.

Cahaya dari aura kepala mahesa jenar yang selalu tersenyum bisa memabukkan orang di sekelilingnya ternyata suka tidak terkontrol karena ketinggian ilmunya tak sesuai dengan bentuk badannya yang mungil laksana bayi pos yandu yang ajaib!

Inilah kesaktian dari salah satu tokoh dari Goa Hydro yang sangat mumpuni. sehingga uda parewa karena terpana akan aura kepala mahesa jenar yang mengeluarkan ilmu terang bintang tingkat tinggi di kepalanya, membuat adik seperguruannya sama sekali tidak tahu keadaan bumi di gunung ini.

Sekarangpun ia masih belum tahu di mana mereka berada. Sambil menudung mata dengan tangannya  sambil menjauhi aura cahaya dari ilmu mahesa jenar yang luber dan tak terkontrol ia memandang ke tempat jauh. Tiba-tiba ia lihat beberapa sosok tubuh manusia yang tergeletak di sebelah barat laut.

“Coba kita lihat,” katanya sambil mencekal tangan Mahesa Jenar dengan lembut dan kasih sayang dan lalu menuju ke tanjakan itu dengan berlari-lari. Sesudah memiliki Cai Paniki , setiap gerakan kedua orang itu makin  hebat luar biasa. Maka itu, meskipun membawa perut mereka yang gendut, larinya cepat bagaikan kalong terbang namun keberatan perut !!,
yang jelas dalam sekejap mereka sudah tiba ke tempat yang dituju.


Empat mayat rebah di situ, semua berlumuran darah. Tiga di antaranya mengenakan baju pberpotongan dari golongan  tokoh hitam,  sedang yang seorang lagi berpotongan laksana pendeta, mungkin sekali dari golongan putih.

“Celaka!” seru Mahesa Jenar di dalam tenggorakan. “Selagi kita berada makan sate maranggi di Cikampret, keenam perkumpulan aliran putih sudah berada di sini.” Ia meraba dada keempat mayat itu dengan kosentrasi mengeluarkan tenaga dalamnya untuk mengecheck keadaan si mayit, namun karena terlalu bersemangat, raut muka mahesa Jenar terlihat seperti kambing yang sedang birahi. Namun semuanya dingin. Sedang terlihat Uda Parewa sedang memainkan jari telunjuk kanannya ke arah telapak tangan kirinya dan telunjuk kirinya seperti mengukur-ngukur sesuatu. Lalu dia berucap, “ Wah mereka sudah mati 100 % nih !!”

Mahesa Jenar segera menarik tangan Uda Parewa  dan mendaki puncak dengan mengikuti tapak kaki. Sesudah melalui beberapa puluh tombak, mereka kembali bertemu dengan tujuh mayat yang rupanya sangat menakutkan.
Uda Parewa bingung, “Bagaimana dengan Perkumpulan Pendekar dari Goa Hydro apakah ikut dalam pertempuran di gunung salak ini, kang mas?” katanya. Ia berlari-lari makin cepat sehingga Mahesa Jenar yang suka berhalusinasi akan hasrat cinta itu  seolah-olah sedang terbang dengan ditenteng adik seperguruannya itu.

Setelah membelok di sebuah tikungan, mereka bertemu dengan lima mayat murid dari golongan hitam, semuanya tergantung di pohon dengan kepala di bawah kaki di atas dan muka seperti dicakar dengan cakar yang sangat tajam.

Ah! Itu cakar gerak gulung tikar dari maung united,” kata Uda Parewa. (Baca : Sepasang Monyet Perkasa dari Goa Hydro ttg pertemuan uda parewa dengan salah satu guru besar maung united)

“Uda Parewa, bagaimana kau tahu?” tanya Mahesa Jenar dengan heran. “Siapa yang memberitahukannya kepadamu?”

Tapi, karena memikirkan keselamatan para pendekar perkumpulan goa hydro dan kedua belah pihak yang sedang bermusuhan, tanpa menunggu jawaban ia terus berlari-lari. Di sepanjang jalan dia bertemu dengan mayat-mayat, sebagian besar mayat tokoh-tokoh aliran hitam, tapi mayat perkumpulan pendekar keenam aliran  golongan bersih pun tak sedikit jumlahnya.

Tibalah dia di tebing gunung salak , dari arah sana dia melihat sebuah pertempuran berdarah yang luar biasa !! Kedua nya melongo heran saat melihat mereka seperti ribuan semut dari dua koloni yang berbeda saling serang.

Mahesa Jenar menduga bahwa selama ia terkurung di warung remang-remang daerah pesisir selatan saat makan sate maranggi sehari semalam, keenam aliran golongan putih dan hitam saling bertempur dan  telah melakukan serangan besar-besaran. Sebab terlihat , Bang Ochid, Dbulls, Pendekar Hb, Pendekar Wanita Dolly MT, Pendekar Hidup, Kang Srdananjaya, Aguswin, dan yang lain-lain terluka berat maka para pendekar dari golongan bersih tak punya pemimpin sehingga dalam pertempuran itu mereka jatuh di bawah.

Sedang dari Golongan hitam terlihat maulana, bang deprok, bang haji, udin terumbu,igodeg, rajatawon, bang gobrek, dasaman sedang mengamuk di kancah pertempuran yang maha dahsyat

Terlihat tiga tokoh hitam yang sebagai pemimpin dari golongan hitam terbahak –bahak dan asyik meminum darah  para musuh dari golongan hitam.


Tanpa sadar ketiganya lari menuju medan bertempuran dan mengamuk sesuka hati mereka, “ Mana  para tokoh dari aliran putih yang setanding dengan kami? Hahahahahhahaha”, terdengar Raja Begal One tertawa sambil asyik terus berbuat biadab dengan membunuh para golongan pendekar kaum  putih dan meminum darahnya.

"Kami berdua dari goda hydro !, kami menyediakan nyawa untuk mempertahankan kehormatan golongan putih terhadap siapapun juga , dan saat ini kami akan mempertahankannya terhadap engkau! Majulah!"sambil berkata demikian uda parewa dan mahesa jenar ini meloncat ke depan, Jali jengki memepak serangan  tongkat pikulannnya di tangan kanan dan ujung lengan baju sarung kampret menyerang  melambai panjang. Kedua Pendekar Goa Hydro ini mengenal tongkat itu. Tongkat pikulan kayu dari jamban tua yang bau penuh racun dan menghitam saking tuanya, tongkat yang menjadi tongkat pusaka bagi Raja Setan Pikulan sejak dahulu. Namun Tokoh-tokoh hitam ini  maklum pula bahwa ilmu cai paniki tidaklah mungkin dianggap enteng, karena itu hanya sebagai ilmu pamungkas dari kedua pendekar dari Goa Hydro, namun dalam hal ilmu sihir silat dan silat bersenjata, rambut berketombe,ujung lengan baju ketiga tokoh hitam itu jauh lebih barbahaya dari pada ilmu kedua pendekar itu. Mereka dapat menduga bahwa tentu ketiga tokoh hitam ini sudah memiliki tingkat tertinggi dari tingkat tokoh-tokoh hitam yang lain, dan telah memiliki tenaga dalam yang amat kuat sehingga ketiganya dianggap sebagai para tetua tetua mereka dari golongan hitam. Hal ini dapat dipergunakan sebagai senjata ampuh yang dapat menghadapi mereka bertiga maka dapat menghentikan serangan para tokoh tokoh hitam , namun terlihat kedua nya sudah terlihat terluka dan terdesak oleh senjata aneh dari ketiganya juga dari tokoh hitam lainnya yang membokong, rambut Raja Begal One dapat dibikin kaku keras seperti besi dan lemas seperti ujung cambuk yang dapat melakukan totokan-totokan maut keseluruh badan Kedua pendekar dari Goa Hydro. Blarrr !! Dua Pendekar Goa Hydro mental muntah darah setelah mengalami pertarungan melawan tiga tokoh hitam !!

===================


“Hooooooi para manusia yang mulia berhenti !!!!”, Terdengar suara gagah dari arah puncak gunung salak sana.  Sebuah bayangan kakek kakek mengenakan baju hitam dengan logo MU dan seorang ibu-ibu mengenakan baju  tertutup rapih dari daun pisang.

“Kalian kalian sedang diadu domba oleh ketiga kawan ini “, Seru kong nizam menunjuk ketiga tokoh hitam itu.

Bagaimana Jali Jengki , Sarung Kampret dan  Raja Begal One bisa berkumpul ?

Atas hasutan Jali Jengkilah  mereka mengumpulkan sahabat-sahabat, kronco-kronco dan anak buah mereka menjadi satu untuk  menuju Puncak Gunung Salak itu.

Dan memang ketiganya yang mengatur pertempuran luar biasa dengan mengirim surat surat tantangan kepada para pendekar golongan kaum putih dan hitam untuk di adu domba !!

Otak mereka yang cerdas membuat pertempuran ini berlangsung. Ada rasa senang dan bangga akan hasil perbuatan jahat mereka ini.

Ribuan mayat bergelimpangan  akibat pertempuran yang luar biasa dari tanah lapang  di lereng gunung salak.

“Tahukah kalian bahwa pertempuran ini karena ulah mereka bertiga yang haus akan darah dan pertempuran. Mereka menginginkan manusia saling membunuh dan bertempur !!.Tapi kita berharap ketiga tokoh ini bisa bertobat kejalanNya.!”
“Dan Tahukah kalian , belum tentulah  mereka itu jahat !! mereka hanya korban dari tidak bisanya mengontrol hawa nafsu mereka sehingga mereka tanpa sadar telah menjadi budak dari hawa nafsu mereka sendiri. Maka kita yang waras dan sehat dan merasa bukan budak harus memaafkan dan mengasihani mereka !!”

Ternyata Kong Nizam dan Putri Teratai telah berada di Puncak dan mencoba menghentikan pertempuran besar. Aneh nya kini mereka semua diam tak bergerak dan berhenti bertempur.
Suara yang wibawa dan penuh dengan tenaga dalam membuat tangan mereka lemas dan malas untuk saling bertempur.

Entah beberapa lama barulah mereka sadar mereka dibawah pengaruh yang menyejukan dari Kakek gila Ajaib alias Kong Nizam.
 
"Kakek Gila Ajaib Kong Nizam, jangan sampai terpaksa aku menggunakan kujang pusakaku!" Sarung Kampret juga menghardik. Akan tetapi Kong Nizam tetap tidak bergerak hanya berkata, "Terserah kepada saudara-saudara yang agung, kalian yang melakukan dan kalian pula yang menanggung akibatnya."
 "Keras kepala!" Jali Jengki Raja Setan Pikulan membentak dan tongkat pikulannya yang sakti itu tiba-tiba memanjang sudah menyambar ke arah kepala kakek-kakek itu. Kong Nizam sama sekali tidak mengelak, bahkan berkedip pun tidak ketika melihat tongkat pikulan yang sangat banyak memakan korban  itu menyambar ke arah kepalanya, disusul kerambit kuku macan di tangan Raja Begal One yang menusuk ke arah lambungnya.

"Desss! Takkkk!!" "Aihhh.......!" "Heiiii....." Jali Jengki Raja Setan Pikulan dan Raja Begal One berteriak kaget dan meloncat ke belakang.Tongkat pikulan itu tepat mengenai kepala dan kerambit kuku macan itu pun tepat menusuk lambung, namun kedua senjata itu terpental kembali seperti mengenai benda yang amat kuat, bahkan telapak tangan mereka terasa panas! Tentu saja mereka merasa penasaran, biarpun ada rasa ngeri di dalam hati mereka. Pada saat itu, orang-orang rimba persilatan dan  tokoh hitam lainnya yang melihat betapa dua orang lihai itu sudah menyerang dengan senjata, tiba tiba para tokoh-tokoh hitam legendaris juga menyerbu ke depan.

 Kong Nizam tetap diam saja ketika belasan batang senjata pusaka yang bermacam-macam itu datang bagaikan hujan menimpa tubuhnya. Semua senjata tepat mengenai sasaran, akan tetapi tidak ada sedikit kulit tubuh kakek-kakek itu yang lecet, kecuali pakaiannya yang robek-robek

dan orang-orang itu terpelanting ke sana-sini, bahkan ada yang terpukul oleh senjata mereka sendiri yang membalik. Makin keras orang menyerang, makin keras pula senjata mereka membalik. Bahkan Jali Jengki Raja Setan Pikulan sudah mengelus kepalanya yang benjol terkena kemplangan tongkat pikulannya sendiri, sedangkan paha Raja Begal One yang biasa kebal senjata tajam berdarah karena kerambit kuku macan pusakanya pun membalik tanpa dapat ditahannya lagi ketika mengenai tubuh Kong Nizam untuk yang kedua kalinya. Ketika mereka memandang dengan mata terbelalak kepada Kong Nizam, mereka melihat kakek-kakek itu masih tersenyum-senyum, masih berdiri tegak dengan kedua lengan bersilang di depan dada, hanya bedanya, kini pakaiannya robek-robek dan penuh lobang. Raja Begal One, Jali Jengki Raja Setan Pikulan dan Sarung Kampret adalah orang-orang yang terkenal di dunia persilatan sebagai tokoh-tokoh besar aliran hitam yang sudah banyak mengalami pertempuran. Mereka tahu pula bahwa orang yang memiliki tenaga dalam amat kuat dapat menjadi kebal, akan tetapi selama hidup mereka belum pernah menyaksikan kekebalan seperti yang dihadapi mereka sekarang ini. Kekebalan yang agaknya tanpa disertai pengerahan tenaga. Apalagi melihat cahaya aneh seperti melindungi tubuh kakek-kakek itu, mereka maklum bahwa kakek-kakek ini bukan orang sembarangan. Tanpa melawan saja kakek-kakek ini telah membuat mereka tidak berdaya, betapa hebatnya kalau kakek-kakek ini mengangkat tangan membalas! "Maafkan kami......!" Jali Jengki Raja Setan Pikulan berseru lalu melompat dan berlari pergi. "Kakek Gila Ajaib, maafkan......!" Raja Begal One juga berkata lalu menyeret kerambit kuku macannya, terpincang-pincang pergi dari situ. Tentu saja para tokoh aliran hitam lain yang memang sudah merasa ngeri dan jerih, melihat ketiga orang yang diandalkan itu lari, cepat membalikkan tubuh dan berserabutan lari dari situ meninggalkan Kong Nizam yang masih berdiri tegak di tempat itu.


** THE END**
tunggulah episode-episode lain dari sarung kampret
"Sugih tanpo bondho,pintar tanpo ngeguru, menang tanpo ngasorake, nglurug tanpo bala, mangan tanpo mbayar."

putri teratai

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 805
  • Reputation: 20
  • datang kembali datang tuk mencapai kesempurnaan
    • PD-Total Quality Body Management
Re: Kong Nizam sang Jawara
« Reply #154 on: 18/12/2008 19:37 »
Kok gak di ceritain Putri Teratai tarungnya masih pakai daun pisang apa sudah pakai baju yang bener?

Trus juga akhirnya pacaran sama Kong Nizam ya?
asyiikk deh kalo gitu.

ditunggu cerita selanjutnya Sarkem
percaya dan cintailah dirimu
(Kita ada di sini bukan untuk saling bersaing. Kita ada di sini untuk saling melengkapi. - Bill Mccartney)

Putra Petir

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 15
  • Posts: 1.359
  • Reputation: 63
    • Email
  • Perguruan: Balerante
Re: Kong Nizam sang Jawara
« Reply #155 on: 18/12/2008 19:51 »
gak lah biar halusinasi pembaca yang meneruskan mbak PT..
"Sugih tanpo bondho,pintar tanpo ngeguru, menang tanpo ngasorake, nglurug tanpo bala, mangan tanpo mbayar."

Dodol Buluk

  • Moderator
  • Pendekar Madya
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 1.081
  • Reputation: 25
  • Alone but never lonely
    • Email
Re: Kong Nizam sang Jawara
« Reply #156 on: 18/12/2008 21:29 »
 [top] sarkem...ente emang markotob deh, ditunggu kreatifitas selanjutnye..

debuls
"Jangan pernah bilang kagak kalo kagak pernah bilang jangan"

deprok

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 42
  • Reputation: 2
    • Email
Re: Kong Nizam sang Jawara
« Reply #157 on: 22/12/2008 01:23 »

Sedang dari Golongan hitam terlihat maulana, bang deprok, bang haji, udin terumbu,igodeg, rajatawon, bang gobrek, dasaman sedang mengamuk di kancah pertempuran yang maha dahsyat



 :o :o om sarkem, gmane nasib ane?????? :'(

Putra Petir

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 15
  • Posts: 1.359
  • Reputation: 63
    • Email
  • Perguruan: Balerante
Re: Kong Nizam sang Jawara
« Reply #158 on: 22/12/2008 11:52 »

"Desss! Takkkk!!" "Aihhh.......!" "Heiiii....." Jali Jengki Raja Setan Pikulan dan Raja Begal One berteriak kaget dan meloncat ke belakang.Tongkat pikulan itu tepat mengenai kepala dan kerambit kuku macan itu pun tepat menusuk lambung, namun kedua senjata itu terpental kembali seperti mengenai benda yang amat kuat, bahkan telapak tangan mereka terasa panas! Tentu saja mereka merasa penasaran, biarpun ada rasa ngeri di dalam hati mereka. Pada saat itu, orang-orang rimba persilatan dan  tokoh hitam lainnya yang melihat betapa dua orang lihai itu sudah menyerang dengan senjata, tiba tiba para tokoh-tokoh hitam legendaris juga menyerbu ke depan.

 Kong Nizam tetap diam saja ketika belasan batang senjata pusaka yang bermacam-macam itu datang bagaikan hujan menimpa tubuhnya. Semua senjata tepat mengenai sasaran, akan tetapi tidak ada sedikit kulit tubuh kakek-kakek itu yang lecet, kecuali pakaiannya yang robek-robek

dan orang-orang itu terpelanting ke sana-sini, bahkan ada yang terpukul oleh senjata mereka sendiri yang membalik. Makin keras orang menyerang, makin keras pula senjata mereka membalik. Bahkan Jali Jengki Raja Setan Pikulan sudah mengelus kepalanya yang benjol terkena kemplangan tongkat pikulannya sendiri, sedangkan paha Raja Begal One yang biasa kebal senjata tajam berdarah karena kerambit kuku macan pusakanya pun membalik tanpa dapat ditahannya lagi ketika mengenai tubuh Kong Nizam untuk yang kedua kalinya. Ketika mereka memandang dengan mata terbelalak kepada Kong Nizam, mereka melihat kakek-kakek itu masih tersenyum-senyum, masih berdiri tegak dengan kedua lengan bersilang di depan dada, hanya bedanya, kini pakaiannya robek-robek dan penuh lobang. Raja Begal One, Jali Jengki Raja Setan Pikulan dan Sarung Kampret adalah orang-orang yang terkenal di dunia persilatan sebagai tokoh-tokoh besar aliran hitam yang sudah banyak mengalami pertempuran. Mereka tahu pula bahwa orang yang memiliki tenaga dalam amat kuat dapat menjadi kebal, akan tetapi selama hidup mereka belum pernah menyaksikan kekebalan seperti yang dihadapi mereka sekarang ini. Kekebalan yang agaknya tanpa disertai pengerahan tenaga. Apalagi melihat cahaya aneh seperti melindungi tubuh kakek-kakek itu, mereka maklum bahwa kakek-kakek ini bukan orang sembarangan. Tanpa melawan saja kakek-kakek ini telah membuat mereka tidak berdaya, betapa hebatnya kalau kakek-kakek ini mengangkat tangan membalas! "Maafkan kami......!" Jali Jengki Raja Setan Pikulan berseru lalu melompat dan berlari pergi. "Kakek Gila Ajaib, maafkan......!" Raja Begal One juga berkata lalu menyeret kerambit kuku macannya, terpincang-pincang pergi dari situ. Tentu saja para tokoh aliran hitam lain yang memang sudah merasa ngeri dan jerih, melihat ketiga orang yang diandalkan itu lari, cepat membalikkan tubuh dan berserabutan lari dari situ meninggalkan Kong Nizam yang masih berdiri tegak di tempat itu.


sudah jelas bos?
hehehehehhee

kalau mau nongol lagi liat aja nanti tergantung semua halusinasi dari sebatang rokok bang deprok huhauhahahhahhaha
"Sugih tanpo bondho,pintar tanpo ngeguru, menang tanpo ngasorake, nglurug tanpo bala, mangan tanpo mbayar."

iqbal khan

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 124
  • Reputation: 1
Re: Kong Nizam sang Jawara
« Reply #159 on: 22/01/2009 12:00 »
Ditunggu kang sarkem

Dolly Maylissa

  • Moderator
  • Calon Pendekar
  • **
  • Thank You
  • -Given: 9
  • -Receive: 12
  • Posts: 519
  • Reputation: 49
  • silat itu ya salaman bukan gebuk2an,,,
    • d01ly's blog
    • Email
Re: Kong Nizam sang Jawara
« Reply #160 on: 27/10/2009 22:16 »
ini mana sambungannya????
baru belajar nulis

srdananjaya

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 16
  • -Receive: 4
  • Posts: 658
  • Reputation: 31
  • http://www.simpleather.com
    • Sedia Peralatan Beladiri
    • Email
  • Perguruan: Perisai Diri
Re: Kong Nizam sang Jawara
« Reply #161 on: 28/10/2009 11:30 »
katanya sih The End.. ga tau nih.. bang sarkem mau bikin jilid 2 nya apa bikin judul baru..
kalo di bikin serial juga bagus tuh..
Judul Tetap.. Kong Nizam Sang Jawara.. seri nya beda2.. misal hantu di bukit setan.. perkutut di kamar mayat.. dll ..
gmn kang sarkem..?  ::)
martial art equipment:
http://www.wisanggeni-martialgear.com
Jaket Kulit (Leather Jacket):
www.simpleather.com

Pangeran Muda

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 5
  • Posts: 211
  • Reputation: 18
    • Email
Re: Kong Nizam sang Jawara
« Reply #162 on: 28/10/2009 12:21 »
eh kang sarkem,
ane masukin jadi tokoh dooong...hhihihi
Kembang Jadi Buah, Buah Jadi Kembang

Dolly Maylissa

  • Moderator
  • Calon Pendekar
  • **
  • Thank You
  • -Given: 9
  • -Receive: 12
  • Posts: 519
  • Reputation: 49
  • silat itu ya salaman bukan gebuk2an,,,
    • d01ly's blog
    • Email
Re: Kong Nizam sang Jawara
« Reply #163 on: 28/10/2009 21:48 »
nah hayo siapa yang mau casting pemain buat jilid 2,,,heheheheh
baru belajar nulis

Putra Petir

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 15
  • Posts: 1.359
  • Reputation: 63
    • Email
  • Perguruan: Balerante
Re: Kong Nizam sang Jawara
« Reply #164 on: 29/10/2009 12:54 »
cerita nya udahan ah... lagi bingung mulainya....
"Sugih tanpo bondho,pintar tanpo ngeguru, menang tanpo ngasorake, nglurug tanpo bala, mangan tanpo mbayar."

 

Powered by EzPortal