+-

Video Silat


Usik Cikalong Pabuci #01
Silat Tradisional di Pencak Silat Word Championshi
perisai diri performance, Jambore pencak silat
Tarung Bebas PZH
Demo Silat Golok Seliwa
Silat HIP-HOP Beksi Tradisional H.Hasbullah
Silat Sambut in slow motion
ICE 2009, performance silat sibunder
Silat Margaluyu Pusat

Shoutbox

13/12/2016 10:49 Taufan: Yuk ke Festival Kampung Silat Jampang 17-18 Desember 2016!!!
20/09/2016 16:45 Dolly Maylissa: kangen diskusi disini
11/02/2016 15:58 Taufan: Alhamdulillah SS sudah ON lagi ;-)
07/01/2016 10:00 luri: wa 'alaikumussalam
04/01/2016 20:21 May Lee: Assalamu 'alaikum
30/03/2015 14:06 initial_d: Sepi amat ya bang, pada kemane nih penghuninya....
20/10/2014 15:28 kunderemp: Ya.. om Taufan.. Tanggal 11 lalu saya masih di tengah hutan di Bakan.
View Shout History

Recent Topics

PPS Betako Merpati Putih by acepilot
31/10/2017 13:13

On our book: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
13/03/2017 14:37

Siaran Radio ttg. Musik Pencak Silat di Stasiun "BR-Klassik / Musik der Welt" by Ilmu Padi
12/01/2017 16:19

Tentang buku kami: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
17/10/2016 20:27

Hoby Miara Jin by anaknaga
19/09/2016 04:50

TALKSHOW SILAT - Silat Untuk Kehidupan by luri
22/06/2016 08:11

Thi Khi I Beng by aki sija
17/08/2015 06:19

[BUKUTAMU] by devil
09/06/2015 21:51

Daftar Aliran dan Perguruan di Indonesia by devil
01/06/2015 14:01

SILAT BERDO'A SELAMAT by devil
01/06/2015 13:59

Persilatan Jurus Lima (Sabandar) by Marsudi Eko
14/05/2015 19:36

Kebugaran Merpati Putih by mpcrb
22/04/2015 16:16

PAWAI JAMBORE PENCAK 2015 by luri
20/04/2015 16:20

ALM. Kong Nur ( BEKSI Kampung Sawah) by initial_d
30/03/2015 14:02

maenpo Cikalong by aki sija
25/02/2015 22:01

SilatIndonesia.Com

Author Topic: Kong Nizam sang Jawara  (Read 38037 times)

sarung kampret

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 15
  • Posts: 1.359
  • Reputation: 63
    • Email
  • Perguruan: Balerante
Kong Nizam sang Jawara
« on: 02/09/2008 17:16 »
- KONG NIZAM SANG JAWARA -


(Cerita ini hanyalah fiktif dan apa bila ada kesamaan tempat dan nama, itu hanya kebetulan belaka)




    Tidak ketahuan asalnya, Penduduk Batavia yang berada di perairan sunda kelapa. Beberapa ahli sejarahwan menyatakan mereka -para penduduk betawi- berasal dari Bugis, atau bangsa dari tanah pasundan. Entah mana yang benar, Mari kita melihat belahan batavia yaitu kampung Rawa Bangke, Disana terkenal seorang sosok pemuda dari kampung Rawa Bangke dengan Nama Nizam , sebagai seorang tukang pikul karaban mayit buat orang meninggal, karena pekerjaanya membuat dia terkenal sekali, dari logat bicaranya bisa diduga bahwa dia itu berasal dari kelahiran batavia sebelah utara.
     
Tabiatnya yang pendiam dan tawar terhadap kebesaran atau kesenangan dunia. Entah dia sudah tidak tertarik duniawi lagi atau tidak? . Badannya yang besar dan suka mikul karaban mayit membuat badannya kekar. Anehnya dia terkadang tidak mau meminta bayaran dan melakukan hal ini karena keikhlasannya membantu sesama.  Hidupnya yang sederhana kadang membantu dia untuk hidup berkecukupan. Lambat laun penduduk kampung itu suka sekali kepadanya.

Oleh Karena Nizam tidak terima uang, penghidupannya pun sederhana, dia membuat satu gubuk dari alang-alang tercampur lumpur, dimana dia tinggal sendirian, masak nasi sendiri dan mencuci pakaian pun tidak diupahkan pada orang lain. Di Waktu pagi masih gelap, ia sudah bangun dan pergi ke dalam hutan bambu yang berdekatan dengan gubuknya.   

    Pada saat mulai matahari mulai terang dia mulai bertindak keluar dari hutan bambu, balik ke rumahnya, lalu membawa karaban mayit di rumahnya  setelah dia bersihkan untuk dikembalikan ke surau di kampung Rawa Bangke, Itulah pekerjaan sehari-harinya di dalam kampung rawa bangke yang mempunyai penduduk sekitar lima ratus jiwa.
   
   Penduduk disana umumnyanya menuntut penghdupan sebagai petani,
semua penghidupannya rata-rata sehingga diantaranya yang lebih mampu hanya mempunyai banyak sawah dan kebon yang ditanami palawija. Namun sebagian daerah tanah kampung itu adalah rawa-rawa maka kampung itu dikenal dengan nama Kampung Rawa Bangke. Yang jelas merupakan kampung yang berada dipinggiran kota betawi.

    Diantara penduduk kampung yang paling mampu dan paling menonjol , terhitung Meneer  EricB peranakan negeri Belanda, rambutnya yang pirang dan badannya yang besar, tinggal dalam istana gedungnya yang megah di kampung Rawa Bangke.
« Last Edit: 08/09/2008 16:30 by sarung kampret »
"Sugih tanpo bondho,pintar tanpo ngeguru, menang tanpo ngasorake, nglurug tanpo bala, mangan tanpo mbayar."

sarung kampret

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 15
  • Posts: 1.359
  • Reputation: 63
    • Email
  • Perguruan: Balerante
Re: Kong Nizam sang Jawara
« Reply #1 on: 04/09/2008 17:16 »
   Beliau adalah seorang peranakan belanda yang berbaur dengan penduduk kampung. Gayanya yang bijak membuat beliau dengan nizam menjadi teman erat yang sangat dekat. Mereka berdua sering bertukar pandangan tentang kehidupan. Walau Nizam hanya sekedar pemandi dan pengangkat karaban mayit namun ilmu tentang hidup yang dia kuasai sangatlah luas. Hal ini lah yang membuat Meneer EricB sangat senang kepadanya.

    Hubungan yang erat dan sifat saling harga menghargai antar sesama, terlihat menghiasi kedua manusia itu. Sifat Saling harga-menghargai ini lah yang membuat dua orang itu saling terikat persahabatan yang kental. Meneer EricB selalu perhatian kepada Nizam. Sehingga kadang di mata EricB ada kejanggalan di diri Nizam yang gerakannya gesit laksana onta arab. Matanya selalu awas bagai maung  tataran sunda. Dan gerakannya selalu siap sedia bagai kalong dari gua cikundul. Seolah-olah bathin hati kecilnya  merasa Nizam ini bukan seorang yang sembarangan.

    Sudah beberapa kali Meneer EricB mencoba cari tahu, tapi sia-sia, Nizam , Tukang mandiin mayit, hanya cengar cengir aja bila ditanyakan kesaktian dirinya, mulutnya tetap bungkam.
     
    Tidak lama kemudian Nizam menyatakan dirinya kepada Meneer EricB ingin membuat gubuk, dan Tuan tanah peranakan Belanda ini langsung menyatakan bersedia membantunya, dengan meminjamkan sedikit uang untuk membeli bahan bangunan dalam rangka pembuatan tempat tinggal Nizam.

    Mulai sejak itu, Nizam tinggal di gubuknya sendiri dan  melakukan pekerjaannya lebih rajin lagi dari biasanya, sambil membantu Tuan Tanah Meneer EricB untuk perkebunannya. Akan tetatpi ia tetap menuntut penghidupan yang sederhana. Sedikit demi sedikit dia mencicil hutangnya kepada Meneer EricB. Walau sebenarnya Meneer EricB menolak pembayaran dari Nizam karena memandang persahabatannya namun karena Nizam memaksa, akhirnya Meneer EricB menerima juga uang cicilan yang diberikan Nizam kepadanya.

     Setelah beberapa lamanya Nizam tinggal digubuknya, Tanpa terasa Nizam mulai menjalankan kebiasaan lamanya, yaitu pergi ke hutan bambu saat hari masih gelap dan kembali saat mentari mulai tersenyum menyambut bumi tanah betawi ini.

     Kebiasaan Nizam ini ternyata tak luput dari perhatian salah satu tetangganya.Terkurung karena perasaan ingin tahu akhirnya tetangga itu merencanakan bangun lebih pagi dari biasanya, dan lebih pagi dari Nizam sendiri. Saat waktu yang telah direncanakan sang tetangga ini mulai mengendap-endap mengikuti Nizam dan memasang mata untuk memperhatikan gerak-gerik Nizam lalu mulai mengikutinya dari belakang dengan sembunyi-sembunyi.



« Last Edit: 04/09/2008 17:28 by sarung kampret »
"Sugih tanpo bondho,pintar tanpo ngeguru, menang tanpo ngasorake, nglurug tanpo bala, mangan tanpo mbayar."

EricB

  • Guest
Re: Kong Nizam sang Jawara
« Reply #2 on: 05/09/2008 02:34 »
Kok, yang jadi sasaran dalam cerita Rawa Bangke jadi gue, ane bukan turunan bule depok loh.

seratus prosen belanda totok, tapi ngak apa deh, biar rame ceritaannya
oleh karena isteri ane juga orang indonesia asli kita ketawa aja di ruma yang jauh banget dari tanah air yaitu Tanah Rawa Bangke  :w

Menurut gue begitu: kalau ane Meneer Eric B, artinya kang Sarung Kampret menjadi kawanku yang namanya si Nizam dari Rawa Bangke

 [lucu] 

Dodol Buluk

  • Moderator
  • Pendekar Madya
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 1.081
  • Reputation: 25
  • Alone but never lonely
    • Email
Re: Kong Nizam sang Jawara
« Reply #3 on: 05/09/2008 08:16 »
waah...pasti good ending neh [top]...dua sahabat karib bersinergi dalam kehidupan...wah sarat dengan makna kehidupan ..lanjut kang sarkem

d'boels
"Jangan pernah bilang kagak kalo kagak pernah bilang jangan"

sarung kampret

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 15
  • Posts: 1.359
  • Reputation: 63
    • Email
  • Perguruan: Balerante
Re: Kong Nizam sang Jawara
« Reply #4 on: 05/09/2008 16:02 »
Kok, yang jadi sasaran dalam cerita Rawa Bangke jadi gue, ane bukan turunan bule depok loh.

seratus prosen belanda totok, tapi ngak apa deh, biar rame ceritaannya
oleh karena isteri ane juga orang indonesia asli kita ketawa aja di ruma yang jauh banget dari tanah air yaitu Tanah Rawa Bangke  :w

Menurut gue begitu: kalau ane Meneer Eric B, artinya kang Sarung Kampret menjadi kawanku yang namanya si Nizam dari Rawa Bangke

 [lucu] 

Tenang meneer EricB semua di SS pasti kebagian...Cuman ane lagi bingung nih nyusunnya... mana yang jadi penjahat mana yang jadi jagoan..mana yang jadi figuran..Yang jelas Kong Nizam jadi jagoannya meneer...

waah...pasti good ending neh [top]...dua sahabat karib bersinergi dalam kehidupan...wah sarat dengan makna kehidupan ..lanjut kang sarkem

d'boels

Hahauahuhahaha ceritanya aja belum jelas mau lari kemana... baru nyasar di hutan bambu...

huahuahahhahahha [lucu]  :D [lucu]

"Sugih tanpo bondho,pintar tanpo ngeguru, menang tanpo ngasorake, nglurug tanpo bala, mangan tanpo mbayar."

sarung kampret

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 15
  • Posts: 1.359
  • Reputation: 63
    • Email
  • Perguruan: Balerante
Re: Kong Nizam sang Jawara
« Reply #5 on: 05/09/2008 18:04 »
---Lanjutin Ceritanye---
Sang tetangga pun mencaoba mengikuti tanpa ketahuan, mengindap-indap dan sembunyi-sembunyi. Perlahan lahan Nizam masuk ke hutan bambu itu, kemudian menuju lapangan kecil ditengah-tengah hutan bambu dengan disekelilingi bambu laksana pagar yang kuat.
    Nizam menggantungkan bajunya disalah satu bambu.Kemudian dia membuat gerakan yang sangat aneh. lalu terdengarlah bunyi bersahutan "WURR !!WURR !!" suara seperti titiran angin yang ditimbulkan dari gerakan Nizam, "WUSS !! WUSS!!" batu-batu besar mulai berterbangan kesana kemari karena tersentuh gerakan kaki Nizam yang bergerak lincah kian kemari.Malah salah satunya hampir mengenai sang tetangga yang tengah mengintip dan melongo kagum. Debu mengepul diudara seakan bermain dan ikut menari bersama gerakan Nizam.Dan tak lama satu tangkal pohon sebesar paha tukang becak pun terlempar dan tercabut bersama akar-akarnya.

     D'buls alias Dodol Buluk sang tetangga melongo dan berdecak kagum melihat itu semua, Dan dirinya seakan-akan tidak sadar apakah dia melihat itu semua karena sedang bermimpi atau kah kenyataan.

     Perlahan-lahan Langitpun mulai remang remang terang. Nizam pun menghentikan gerakannya. Dia pun menghampiri bajunya yang sedang menggantung, lalu mengambilnya. Setelah itu dia berdiri tegak berdiam diri dan menarik nafas dari hidung perlahan-lahan hingga dadanya melambung. Kemudian dia mengeluarkan dari mulut  sampai perutnya terlihat kempes.

     Nizam pun mulai memakai bajunya, dan berniat akan meninggalkan hutan bambu  dengan niat akan berlalu dari sana. Melihat ini D'buls tergopoh-gopoh keluar dari persembunyiannya dan menghampiri Nizam. Terlihat pemuda ini bergesa-gesa menghampiri dan menegurnya.
"Assalamualaikum Bang Nizam !", kata Dbuls sambil mengangkat tangannya seakan memberi hormat.
"Waalaikum salam Buls...eh elo ade ape nih?", jawab Nizam yang seakan akan sudah tahu akan kehadiran si Dbuls.
   
     Tanpa tedeng aling-aling lagi Dbuls pun mencium tangan Nizam tanda ketaklukan dia. Nizampun buru-buru mencabut tangan kanannya yang dicium Dbuls, seakan akan dia risih akan kelakuan tetangganya.

    "Buls, pagi-pagi sekali loe sudah datang kesini, dan udah ngeliat ane lagi latihan, tahu-tahu main cium tangan kayak ane kiyai aje, emang ada apa Buls??", kata Nizam tenang sambil tangannya memegang bahu DBuls yang masih mengkeret.

     "Bang angkat aye jadi murid abang... tolong bang jangan nolak...!" sahut D'buls.
      "Haa.. situ mau berguru dalam hal apa buls ama ane? " , tanya Nizam seakan akan pura-pura bodoh." Ane gak bisa apa-apaan buls, malah kalau diliat perawakannya pinteran ente buls, ente mau ane ajarin cara mandiin mayit?"

"Aaah abang ngerendah aja neh...pelajaran ilmu silat dong bang!", kata Dbulls.

"Pelajaran Ilmu Silat ?!?!"
"Khan duluan situ bulls belajar silatnya, lagian ilmu silat loe bukan udah punya?!?!"

"Udah sih bang...tapi khan cuman sedikit bang.." , sahut Dbulss
"Coba ane liat mainan situ sebentaran, boleh gak?" , tanya Nizam

Setelah dipaksa D'Buls pun menunjukan gerakan-gerakan silat yang dia kuasai.Nizampun geleng geleng kepala melihat gerakan DBuls, yang ia merasa gerakannya terlihat asal saja.

    " Wah kayaknya situ salah langkah nih belajar silat sama ane, tapi kalau loe maksa mau belajar juga, loe harus buang dulu apa yang loe pelajarin..soalnya beda jauh nih bulls..", kata Nizam menjelaskan.

   "Tapi yang lebih penting adalah loe buat apaan dulu belajar ilmu silat, dan itu yang paling penting kalau loe mau belajar silat sama ane bulls.."

    "Ane  mau gunain buat jaga diri dan keselamatan rumah tangga , bang !!", jawab Dbulls semangat. " Kalau perlu buat menjaga kebenaran dan keadilan dimana entu diperlukan bang !!"

" Akan tetapi perkara loe mau membela  kabeneran dan keadilan, gak  terlalu gampang dijalanin buls, dan dan juga bukan gak ada bahayanye tuh buat diri loe sendiri.”

“Ane udah pikir mateng bang, kalau emang bahaya buat diri sendiri gak masalah bang, yang penting namanya khan jihad bang.."

Nizam pun memanggut-mangutkan kepalanya sambil memandang mukanya D'buls dengan sorotan mata yang tajam sekali.

****

 













"Sugih tanpo bondho,pintar tanpo ngeguru, menang tanpo ngasorake, nglurug tanpo bala, mangan tanpo mbayar."

Dodol Buluk

  • Moderator
  • Pendekar Madya
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 1.081
  • Reputation: 25
  • Alone but never lonely
    • Email
Re: Kong Nizam sang Jawara
« Reply #6 on: 06/09/2008 05:46 »
Salam hormat aye ame kong Nizam......

btw , Kang Sarkem, ente udeh minte ijin belon ame Kong?ntar ente kualat jadi kodok lho...hehehehehehe..


d'boels
"Jangan pernah bilang kagak kalo kagak pernah bilang jangan"

YwK

  • Guest
Re: Kong Nizam sang Jawara
« Reply #7 on: 07/09/2008 19:34 »

@Rawabange itu tempat ane lahir kang, skr namanye rawabunga, Cang Soeharto Alm,  yang merubahnya agar daerah itu jadi harum namanya. skr berdiri sekolah SD ampe SMU. :-*


one

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 3
  • -Receive: 24
  • Posts: 845
  • Reputation: 66
Re: Kong Nizam sang Jawara
« Reply #8 on: 07/09/2008 20:14 »
kang Sarkam, abang kite itu lahiran perbatasan Pakistan - Afghan, kalo liat KTP-nye mah udah gak tau angkatan berapa....

Nulisnye ati-ati, soalnye beliau orangnye lembut (mungkin deket ke lelembut), ane mah gak ikutan ya....ntar kena kutuk jadi jengkol ah

salam,


one

sarung kampret

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 15
  • Posts: 1.359
  • Reputation: 63
    • Email
  • Perguruan: Balerante
Re: Kong Nizam sang Jawara
« Reply #9 on: 08/09/2008 10:30 »

@Rawabange itu tempat ane lahir kang, skr namanye rawabunga, Cang Soeharto Alm,  yang merubahnya agar daerah itu jadi harum namanya. skr berdiri sekolah SD ampe SMU. :-*



Makanya ane mau sambungin nanti kong Nizam ditawarin jadi jawara Mester (khan deketan tuh...) hehhehehe


Boss, situ jadi penjahat yee???!?

kang Sarkam, abang kite itu lahiran perbatasan Pakistan - Afghan, kalo liat KTP-nye mah udah gak tau angkatan berapa....

Nulisnye ati-ati, soalnye beliau orangnye lembut (mungkin deket ke lelembut), ane mah gak ikutan ya....ntar kena kutuk jadi jengkol ah

salam,


one

Kong Nizam disini bukan kelahiran pakistan tapi kelahiran pakis wetan...hehehehhehe

Wah ente harus ikutan kang, soalnya udah di script ente musuh bebuyutannye.... huahahahhahhaha kayak bang bens sama mansyur S
hahhahahahha

Salam hormat aye ame kong Nizam......

btw , Kang Sarkem, ente udeh minte ijin belon ame Kong?ntar ente kualat jadi kodok lho...hehehehehehe..


d'boels

ane udah mengang hak patennya beliau... katanya "boleh loe tulis apa aja lam, biar tenar !, asal jangan tulis gue murtad !" huahhahahahaha



« Last Edit: 08/09/2008 10:34 by sarung kampret »
"Sugih tanpo bondho,pintar tanpo ngeguru, menang tanpo ngasorake, nglurug tanpo bala, mangan tanpo mbayar."

Dodol Buluk

  • Moderator
  • Pendekar Madya
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 1.081
  • Reputation: 25
  • Alone but never lonely
    • Email
Re: Kong Nizam sang Jawara
« Reply #10 on: 08/09/2008 12:59 »
 :D :D kalo gitu yuuukk deh dilanjut..aye mojok neh ame kang naga,bang ochid sambil makan...(sensored..abis lagi puasa)..hehehe


d'boels
"Jangan pernah bilang kagak kalo kagak pernah bilang jangan"

sarung kampret

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 15
  • Posts: 1.359
  • Reputation: 63
    • Email
  • Perguruan: Balerante
Re: Kong Nizam sang Jawara
« Reply #11 on: 08/09/2008 16:28 »
--Lanjutin ceritanye--

     Mulai hari itu Dbulls pun semangat karena sudah diangkat murid oleh Nizam. Nizam mengambil keputusan untuk mengangkat DBulls sebagai murid dengan tiga perjanjian; yang pertama, Harus jadi murid yang soleh, yang kedua, tidak boleh menjadi perampok, dan yang ketiga, harus membantu yang lemah dan menindas perbuatan jahat.

     Oleh karena urusan ini sangat rahasia  dan Nizam mengajarkan Dbulls di dalam gubuknya pada waktu malam  maka tiada satu orangpun yang tahu bahwa Nizam adalah seorang yang pandai ilmu silat dan DBulls adalah muridnya.

     Kira-kira sudah berjalan lima tahun lamanya, Dbulls pun sudah menerima dari Nizam sekitar delapan bagian ilmu kepandaian Nizam. Rambut sang guru nizam pun juga mulai memutih karena umurnya juga bertambah lima tahun. Dan dalam lima tahun ini tiada yang sadar bahwa dikampung itu ada seorang yang ahli beladiri seperti Nizam,Dan malah orang tidak bisa menerka  bahwa DBulls sudah maju jauh dalam ilmu silatnya.

      Beberapa orang hanya tahu sebelumnya D'bulls sudah mempunyai ilmu silat, namun bukan dari Nizam. Dbulls tidak pernah membanggakan kemampuannya dalam ilmu silat, bahkan ia lebih suka mengalah dan berlaku sabar, sehingga banyak orang tidak menaruh perhatian terhadap dirinya.


      Sementara itu persahabatan Nizam dan Meneer Ericb malah semakin rapat. Hutang pinjaman uang sekitar tiga puluh perakpun sudah tak terasa lunas. Meneer Ericb pun semakin menghargai sifat dan tabiat Nizam.  Bahkan dia tak segan segan menunjukan rasa hormatnya kepada Nizam didepan banyak orang. Ia senantiasa berlaku hormat kepada Nizam walau dia hanya sekedar tukang mandiin mayit. Semula penduduk kampung itu menjadi heran apa yang telah dilakukan pembesar seperti Meneer EricB atas diri Nizam. Akan tetapi lama-lama hal ini menjadi seperti biasa, dan banyak penduduk kampung juga memberi hormat kepada Nizam, hartawan atau orang berpangkatpun sungkan kepada Nizam. Walau miskin Nizam tetap berlaku seperti biasa, rendah hati dan tidak sombong. Bila ada uang lebih ia biasa membagi kepada tetangga-tetangganya yang memerlukannya. Dan  Nizam yang selalu hormat kepada siapa saja, Sebagai perhargaan kepada diri nya akan rambutnya yang mulai putih , namanya dipanggil menjadi "Kong Nizam".


******
"Sugih tanpo bondho,pintar tanpo ngeguru, menang tanpo ngasorake, nglurug tanpo bala, mangan tanpo mbayar."

Jali Jengki

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 2
  • Posts: 828
  • Reputation: 44
  • Love Pencak Silat, Proud to be Indonesian
Re: Kong Nizam sang Jawara
« Reply #12 on: 08/09/2008 16:32 »
Denger2 latian terberat Kong Nijam kepada Debulls adalah nyabutin Uban nye Kong Nijam nyang ngeles terus...? Bener gak Bang? ::)


Kullu Nafsin Zaaiqatul MAUT

sarung kampret

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 15
  • Posts: 1.359
  • Reputation: 63
    • Email
  • Perguruan: Balerante
Re: Kong Nizam sang Jawara
« Reply #13 on: 08/09/2008 16:40 »
Denger2 latian terberat Kong Nijam kepada Debulls adalah nyabutin Uban nye Kong Nijam nyang ngeles terus...? Bener gak Bang? ::)


ente juga kebagian ntar, tapi jelas muka penjahat situ...
"Sugih tanpo bondho,pintar tanpo ngeguru, menang tanpo ngasorake, nglurug tanpo bala, mangan tanpo mbayar."

Dodol Buluk

  • Moderator
  • Pendekar Madya
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 1.081
  • Reputation: 25
  • Alone but never lonely
    • Email
Re: Kong Nizam sang Jawara
« Reply #14 on: 08/09/2008 21:47 »
kayaknye banyakan penjahatnye ame jagoannye dah... [lucu] wah bisa berabe neh.

d'boels
"Jangan pernah bilang kagak kalo kagak pernah bilang jangan"

 

Powered by EzPortal