+-

Video Silat


Performance Silat Beksi H. Hasbullah
gerak cepat
Festival Silat Kampung Jampang - Cingkrik Goning
Peragaan Jurus Cikalong
Di belakang Layar Pendekar Macan Paku Banten
maung lugay performance, Jambore pencak silat
Tarung Bebas Genggong - Pesilat vs Santri
Acara Kramasan PS Bandrong Karang Tunggal - Anak #
Jambore Pencak Silat, Satria Nagagiri performance

Shoutbox

13/12/2016 10:49 Taufan: Yuk ke Festival Kampung Silat Jampang 17-18 Desember 2016!!!
20/09/2016 16:45 Dolly Maylissa: kangen diskusi disini
11/02/2016 15:58 Taufan: Alhamdulillah SS sudah ON lagi ;-)
07/01/2016 10:00 luri: wa 'alaikumussalam
04/01/2016 20:21 May Lee: Assalamu 'alaikum
30/03/2015 14:06 initial_d: Sepi amat ya bang, pada kemane nih penghuninya....
20/10/2014 15:28 kunderemp: Ya.. om Taufan.. Tanggal 11 lalu saya masih di tengah hutan di Bakan.
View Shout History

Recent Topics

PPS Betako Merpati Putih by acepilot
31/10/2017 13:13

On our book: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
13/03/2017 14:37

Siaran Radio ttg. Musik Pencak Silat di Stasiun "BR-Klassik / Musik der Welt" by Ilmu Padi
12/01/2017 16:19

Tentang buku kami: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
17/10/2016 20:27

Hoby Miara Jin by anaknaga
19/09/2016 04:50

TALKSHOW SILAT - Silat Untuk Kehidupan by luri
22/06/2016 08:11

Thi Khi I Beng by aki sija
17/08/2015 06:19

[BUKUTAMU] by devil
09/06/2015 21:51

Daftar Aliran dan Perguruan di Indonesia by devil
01/06/2015 14:01

SILAT BERDO'A SELAMAT by devil
01/06/2015 13:59

Persilatan Jurus Lima (Sabandar) by Marsudi Eko
14/05/2015 19:36

Kebugaran Merpati Putih by mpcrb
22/04/2015 16:16

PAWAI JAMBORE PENCAK 2015 by luri
20/04/2015 16:20

ALM. Kong Nur ( BEKSI Kampung Sawah) by initial_d
30/03/2015 14:02

maenpo Cikalong by aki sija
25/02/2015 22:01

SilatIndonesia.Com

Author Topic: Pendekar "Pemetik Bunga"  (Read 32499 times)

stryker

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 38
  • Reputation: 9
    • Email
Re: Pendekar "Pemetik Bunga"
« Reply #15 on: 05/06/2007 15:18 »
pendekar tangan awan aja tau andrew-blake. hahaha..

aku punya tuh 1 videonya. hahaha.

btw.. pendekar tangan awan itu mas martin yang milist reiki tao bukan ?

stryker

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 38
  • Reputation: 9
    • Email
Re: Pendekar "Pemetik Bunga"
« Reply #16 on: 05/06/2007 15:20 »
eh.. ada namaku disebut2 disini.hehehe  :w

tangan-awan

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 109
  • Reputation: 9
Re: Pendekar "Pemetik Bunga"
« Reply #17 on: 05/06/2007 16:08 »
pendekar tangan awan aja tau andrew-blake. hahaha..

aku punya tuh 1 videonya. hahaha.

btw.. pendekar tangan awan itu mas martin yang milist reiki tao bukan ?

Hahaha ada juga yg tau andrew blake.....
kalo judulnya pendekar pemetik bunga cocoknya sih beliau yg direct
masak mau dikasih ke bud lee

anda benar soal tangan awannya
Lemes lebih menang dari keras.lembek lebih menang daripada koeat,antero doenia semoea taoe,tapi tida ada jang bisa djalanin  - Too Tik Ting Fatsal Ka LXXVIII Ajat 442

pendekar

  • Guest
Re: Pendekar "Pemetik Bunga"
« Reply #18 on: 05/06/2007 17:02 »
LANJUT.....

Hari ini hujan masih mengguyur seluruh kampong Batavia, banyak jalan-jalan utama yang tekena imbas dari guyuran hujan yang tidak henti-hentinya sepanjang hari, kali ciliwung yang digunakan untuk alat trasportasi sungai dari depok hingga kota, agak berbahaya dilalui. Namun kabar hangat dari media "Koran tempo doeloe" menjadi daya tarik warga Batavia.

Kisah tentang pendekar Danu kembali terangkat kepermukaan, walaupun batang hidungnya belum menampakkan diri, tapi hawa kedatangannya ke kota ini menjadi perbincangan hangat disela-sela minum kopi di sore hari. [beer]


Lalu bagaimanakah sikap Eko Jenar terhadap tulisan dari media massa ini, tentu saja sang pendekar sejati tak akan termakan oleh Isu maupun gossip yang belum tentu benar, apalagi eko jenar bukanlah pendekar kelas teri tapi ia sudah lama berkecimpung dalam dunia kependekaran terutama dalam masa VOC saat berkuasa. [top]


Pelabuhan sunda kelapa sebagai pusat kegiatan perdagangan yang didukung oleh pasar glodok tetap saja ramai, apalagi anak-anak indobelanda menyukai permainan PS2, tidak ketinggalan rakyat jelata banyak pula yang berbelanja disana, atau hanya sekedar melihat-lihat barang dagangan yang di jual ditoko-toko pecinaan.

Isu tentang pendekar danu, sedikit banyak menjadi perbincangan mereka, dan tentunya hal ini tidak boleh dibiarkan saja, olah sebab itulah Eko Jenar memanggil para penasehanya yang setia. [hai]

Habib Nizam Zamzami, adalah penasehat bidang Spritual,
Kisaung Rasa,  khusus penasehat bidang ke Batinan,
Uda Alda Penasehat bidang keuangan,
Ki Iwan Setiawan penasehat kejiwaan, mental dan teknik.

Eko Jenar dihadapan para penasehatnya tetap dalam jiwa yang tenang, bak seorang pendeker sejati ia harus berlaku bijaksana dan tidak emosional dalam memutuskan sebuah masalah atau prahara.

[rapat]
“Kawan-kawan forum semuanya, selamat pagi, sengaja kami kumpulkan rekan-rekan disini untuk hadir membicarakan tentang Pendekar RAden Danu Agung Purnama, sedikit banyak orang itu telah membuat resah kampong-kampung betavia, bahkan Kaum Belanda juga ikut-ikutan binggung dan kuatir, kalau-kalau orang ini akan mengacaukan kota Batavia.” Ucap eko jenar dengan berwibawa.

“Oleh sebab itu mohon masuk-masukan apa yang harus kita perbuat, dan dimanakah saat ini pendekar Danu itu berada”, ujurnya.

“Maaf  Mas Eko Jenar, nama saya Kisaung Rasa, saya adalah anggota dari forum, dan aktif dimilis juga, kalau boleh saya usulkan bagaimana kalo pendekar itu kita pancing agar dia mau turun gunung, kalau tidak salah ia saat ini masih berlatih dengan keras di atas puncak gunung pangrango”,  kisaung menarik nafas dalam-dalam sambil menatap hadirin lainnya. “Menurut indra ke enam saya, saat ini Pendekar tersebut sudah tidak lagi di atas puncak gunung, dia sudah turun menuju kota cianjur, anehnya kecepatan sangat mengagumkan, ilmu apalagi yang ia kuasai”, kisaung bertanya-tanya sendiri, >:D

“Oke kalau begitu, siapkan trik yang jitu agar pendekar itu bisa berhadapan dengan saya, jujur saja, saya eko jenar tidak pernah pantang mundur bila di tantang, akan tetapi saya lebih cinta kepada kedamaian sejati”, suara Eko Jenar  membahana di raung meting padepokan Hidro. :-*


---- *** ----

Bagaimanakah kabar Pendekar Danu, mari kita ikuti kisahnya. Pendekar danu memang sejak pagi buta sudah meninggalkan puncak gunung pangrango, ia meluncur cepat melewati pohon – pohon tinggi, sedangkan kuda tunggannya di titipkan kepada pembantu-pembatunya di Batavia.

2 jam meluncur dengan kecepatan tinggi  [run],
 pendekar Danu nampaknya sudah mengusai ilmu meringankan tubuh, dan disaat melewati sebuah kampong dipingiran kaki gunung, Pandekar Danu sekelebat melihat "sesuatu" yang membuat konsentrasinya buyar. “Bruk !!!”  %-( suara keras terdengar hamper diseluruh kampong, di susul sebuah pohon jati yang umurnya sudah 100 tahun ambruk menimpa beberapa rumah tepat di samping pohon tersebut, untungnya tidak ada yang luka, namun orang-orang kampong mengerumuni salah seorang asing yang tidak diketahui asal-usulnya.

Segeralah anak muda itu dibawa meramai-ramai kepada Ki Nagapasa yang menjadi kepala desa dikawasan pinggiran cianjur. “Ki naga…, tolong ki ini ada anak muda babak belur, terluka” teriak orang-orang kampong sambil menggotong tubuh yang sudah tidak berdaya dan penuh luka.

“Ehem ….,ehem…, ada apa sih nich pagi-pagi udah pada ribut”,keluh Ki Naga, membuka pintu rumahnya dengan perasaan gundah.

Singkat cerita, Si anak Muda yang penuh luka dan masih belum sadarkan diri dirawat oleh ki nagapasa, ki nagapasa adalah sesupuh kampong di desa kianjur 10 Km dari cianjur, udaranya sangat sejuk karena tepat dikaki gunung gede pangrango, penduduk disini umumnya berladang, terutama sayur dan buah-buahan, yang di jual ke kota di sekitarnya seperti ke Batavia maupun ke priangan.

Ki Nagapasa sangat dihormati  [polisi] oleh penduduk desa, karena orangnya baik dan suka menolong, apalagi Ki Naga juga pandai dalem MaenPo, atau sebutan beladiri khas di daerah sana, ia menguasai banyak aliran-aliran maenpo terutama gerak gulung, cimande, cikaret hingga cikolang ( udah ada belum yaa waktu itu he he he), Ki Naga juga punya seorang putri bernama “Putri Puspa Indah x-))” dan satu putra bernama “Baleno Rizki Noviandi, atau bisa dipanggil “Andi”.

Setelah dua hari nampaknya sang pemuda mulai siuman dari pingsannya, entah karena obat-obatan yang diberikan atau karena sentuhan hangat nan halus dari putri puspa [top]. “Kisanak nampaknya kamu sudah sadar”, bisik Ki Naga dan menyuruh Putri Puspa untuk meninggalkan ruangan.

“Aku ada dimana nich mas ??” Tanya Danu kebinggungan, lirik sana sini, tapi belum sadar bedar dengan apa yang baru telah terjadi padanya.

“Kisanak, anda ada dirumah saya, di desa kianjur” jawab Ki naga, “nampaknya anda bukan orang sini, dari manakah anda kisanak??”, Tanya Ki naga penasaran.

“saya dari Batavia, tujuan saya adalah cianjur, lalu dimanakah saya dan ada apa dengan saya …”, suara sedih dan binggung nampak dari raut wajah Danu.

“Kisanak, kami menukan anda terkapar di bawah pohon jati, sepertinya anda tertimpa pohon jati, dan sungguh luar biasa, pohon tersebut terbelah menjadi dua, nampaknya anda bukan orang dari kalangan sembarangan, lalu siapakah anda kisanak”, Tanya Ki naga penuh tanda Tanya.

( Ikuti perjalan Pendekar Danu di Cianjur….besok xixixi)


pendekar

  • Guest
Re: Pendekar "Pemetik Bunga"
« Reply #19 on: 05/06/2007 21:54 »
Ketegangan antara Forum pendekar Batavia dengan pemuda yang mengaku Raden Danulelana seharusnya tidak perlu terjadi, bila kedua generasi ini mau saling terbuka, Danu memanglah sangat tergolong muda, dalam usianya yang masih belia ia sudah menguasai jurus2 silat, dan bisnis jual beli batok kelapa dan gula jawa sangat sukses, apalagi di dukung dengan ilmu pengetahuannya yang terbilang pintar, maklumlah ia sempat kuliah di luar negeri di Universitas Of Kingdom di Inggris. David Baecham salah satu temen kuliahnya ternyata juga sukses besar kerena kepandaiannya bermain bola, mengapa silat tidak !! itulah mengapa Raden Danu begitu gencar menambah Ilmu Silatnya untuk menjadi pendekar sejati dan rencananya akan mendirikan perguruan sendiri dengan nama “ perguruan setia selalu” [kodok]

Sayangnya Raden Danu terlalu berani menantang setiap pendekar yang usianya lebih tua, maklumlah adat jawanya tidak tertanam dengan baik, karena selama 3 tahun sekolah SMP ia berada di singapura,  Sekolah Lanjutan Atas selama 3 Tahun juga berada di Australia, hingga kuliah selama 5 tahun berada di Inggris.  [top]

Untuk mengurangi ketegangan inilah secara bijaksana Koordinator Forum menugaskan Kisaung dan tangan awan untuk bersilaturahmi dan mencari dimana pendekar Danu berada, kedua pendekar dari forum ini diberikan tugas yang amat berat, namun pengadian kepada Forum harus menjadi tanggung jawab yang harus dilaksanakan. ???


Kedua Pendekar tersebut mendapatkan fasiltas Kuda Jantan yang gagah, namun karena kesetiannya mereka berdua menolaknya Karena lebih baik uang untuk membeli kuda dipergunakan saja untuk menambah pembuatan Uang Yayasan Sahabat Silat :-[. Apalagi mereka berdua memiliki Ilmu Meringankan Tubuh yang hampir sempurna karena rahasia ilmu ini sempat diketahui Kisaung melalui habibie_ryu, secara diam-diam kisaung mendownloadnya dari servernya habibie, sayangnya selagi di install dalam tubuh kisuang, ilmu tersebut menolak karena Serial Number yang dimasukkan tidak cocok, terpaksalah di crack tapi tidak berhasil juga, Untungnya ada versi yang “Free Trial” terpaksalah pakai ini dulu, walupun hanya bisa digunakan 30 kali tapi tetap oke kok nich ilmu.

Dan menurut info dari habibie bahwa ilmu meringankan tubuh yang bisa di download dengan bebas itu banyak Bugnya dan kalau mau yang versi komersial ada Service Packnya untuk menambal bug tersebut, dan salah satu pemilik Full Versioannya adalah Raden Danu.

Hari sudah mulai senja, burung-burung kembali kesarangnya dan matahari sudah condong ke barat, cahaya silaunya memancar dengan warna jingga, siluet tubuh dua pendekar nampak berjalan beriringan. Kadang-kadang mereka menggunakan ilmu meringkan tubuhnya dan berlampat-lompatan di atas rumah penduduk ataupun di atas pohon-pohon apalagi sepanjang perjalanan menuju arah barat penuh dengan hutan rimba, 2 jam perjalan keduanya sudah sampai di kampong cimande, kedua pendekar tersebut berhenti di salah satu café  di pinggir jalan, dan memesan dua buah kopi dan dua porsi pecel lele.

“Kisaung!, berapa lamakah kira-kira kita sampai di kerajaan cianjur” desis tangan awan sambil menyuap nasi timbel kesukaannya. Kisaung hanya tersenyum saja, sambil menatap tajam seseorang yang mirip sekali dengan Uda Alda. “Ki !!, Kisaung !!” bisik tangan awan kesal. “Ssst, lihat dipojok sana, rupanya mirip sekali dengan Uda Alda, tapiiii, lihat pakaiannya seperti Adipati sebuah kerajaan disini yang baru pulang berperang” ucap kisawung sambil menunjuk kearah seseorang itu.

“Betul Ki !, itu mirip sekali dengan uda Alda, siapakah kisanak itu ya ki??” Tangan awanpun jadi penasaran.

Tak lama Kisanak yang mirip dengan Uda Alda ini menghampiri mereka berdua, lalu sebuah uluran tangan ke arah kisaung dan tangan awan. “perkenalkan nama saya Parewa” ucap pemuda setengah baya itu dengan senyum persahabatan. “ Oh iyaaaa, nama saya Kisaung dan ini teman saya tangan awan” kisung berdiri sambil menyambut uluran tangan pemuda tersebut yang ternyata bernama Parewa.

“Kisanak berdua mau kemana, dan dari mana” ucap parewa dengan lembut dan penuh perhatian, “ Eee kita berdua akan ke Kerajaan Cianjur kang “, jawab Tangan Awan sambil meminum kopi panasnya. [beer]

“Oh kalau begitu tujuan kita sama, sudikah kalian menjadi kawan perjalanan saya, kebetulan saya menggunakan Dokar dengan kudanya berjumlah 20 buah, sedangkan saya sendiri hanya berdua dengan ajudan saya, apakah kalian mau” tawar Parewa dengan senyuman kecil. :P

Kisaung dan tangan awan, hanya saling berpandangan dan akhirnya mereka setuju. ^:)^

Dokar yang ditarik dengan 20 Ekor kuda berjalan sangat cepat, debu-debu dan duan-daun kering berterbangan seolah tertiup angin kencang, suasan malam hanya di isi dengan suara irama derap kaki kuda.

Kisaung masih bertanya-tanya dalam hati siapakh pemuda ini, mengapa mirip sekali dengan Uda Alda, yang membedakan adalah parewa lebih muda dan lebih berilmu silat tinggi, ini nampak dari gerakan tubuhnya, tapi gerakan tubuhnya bukanlah gerakan silat biasa.

Sesampai ditengah hutan, sang Kusir yang menjadi ajudan parewa, memberhentikan kudanya untuk beristirahat sebentar, maklumlah kuda-kuda ini berlari sangat kencang sekali, tapi untungnya Dokar Tuan Parewa memiliki Per Koeng sehingga suspensinya cukup bagus dan empuk. ;D

“Tuan Parewa, bolehkah saya bertanya?”   ??? Bisik kisaung memberanikan diri bertanya, “Iya ada apa sobatsilat.com he he”, parewa menoleh kearah kisaung. “Tuan parewa ini dari mana, dan wajahnya tak asing bagi saya, ataukah Tuan ini hasil Kloning dari seseorang misalnya Uda Alda di Batavia??” tanya kisaung dengan wajah amat serius.

“Kloning???” >:D Jawab parewa sedikit binggung, “Ah mana mungkin ki, hanya mirip saja kaleee yaaa” desis parewa cuek. “Saya ini adalah adipati dari kerajaan cianjur” jawab Parewa kalem dan tidak nampak menyombongkan dirinya. “Oh Adipati dari cianjur, salam hormat kami mas adipati parewa” ucap kisaung dan tangan awan sambil menundukan wajah sebagai rasa hormat, “ Sudahlah kawan, saya juga rakyat biasa kok, mari kita lanjutkan perjalanan kita ini, mungkin satu jam lagi sampai dipusat kota cianjur” kata Adipati Parewa mantap. Dan dokar tersebut kembali berjalan dan menghilang di kegelapan malam.

MAsih Mau lanjut ..., Apa ngaso dulu nich.... x-))
 [band]


« Last Edit: 06/06/2007 11:25 by parewa »

Nagapasa

  • Naga Pasa - Naga Pamanah Rasa
  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 1
  • -Receive: 8
  • Posts: 927
  • Reputation: 48
  • Paku Jagat Ingsun
    • Nagapasa Blogs
  • Perguruan: Suliwa 5 adegan Serong
Re: Pendekar "Pemetik Bunga"
« Reply #20 on: 06/06/2007 09:07 »
lanjut.. lanjut  :)p, udah engak sabar nih baca terusannya,

Trus lanjutan cerita dan jawaban pertanyaan ki naga apa ya bung pendekar, kok mandeg sampe situ ceritanya?
« Last Edit: 06/06/2007 11:24 by Nagapasa »
Susulan Liliwatan | Sulaya tina panyangka
visit my Blogs - www.nagapasa.multiply.com

kisawung

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 14
  • Posts: 458
  • Reputation: 73
Re: Pendekar "Pemetik Bunga"
« Reply #21 on: 06/06/2007 11:11 »
hehehe ... perasaan dah jadi pelem neh


tangan-awan

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 109
  • Reputation: 9
Re: Pendekar "Pemetik Bunga"
« Reply #22 on: 06/06/2007 11:47 »
hehehe ... perasaan dah jadi pelem neh


Wah Ki Sawung latihan pernafasan......
Lemes lebih menang dari keras.lembek lebih menang daripada koeat,antero doenia semoea taoe,tapi tida ada jang bisa djalanin  - Too Tik Ting Fatsal Ka LXXVIII Ajat 442

kisawung

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 14
  • Posts: 458
  • Reputation: 73
Re: Pendekar "Pemetik Bunga"
« Reply #23 on: 06/06/2007 12:45 »
hehehe ... perasaan dah jadi pelem neh


Wah Ki Sawung latihan pernafasan......




 [hihihi]

pendekar

  • Guest
Re: Pendekar "Pemetik Bunga"
« Reply #24 on: 06/06/2007 22:25 »
LANJUT....;D

Tar dulu baca SMS dulu yaaa....

"Ilmu Silat tidak akan di bawa mati sebarkan pada yang
peduli Silat, Ibarat Maung Prabu Siliwangi menjajarkan
/ Pajajaran keilmuanNYA ke pada rakyatnya menjadi
Wangi / Harum se Jagat Raya.

Maung Siliwangi meninggalkan BelangNYA.
Ini Sabda Prabu Siliwangi "Kuring Ludeung Sorangan di
Leuweung Moal Sieun ku Maung". Itulah motto Silat
Sunda hingga saat sekarang tertanam di hati mereka
yang peduli Maenpo. "

Dari
Yana Persilat USA




Tersiarnya kabar dimilis tentang koordinator forum sakit, menyebabkan milis menjadi sepi, bahkan forum diskusinyapun ikut-ikutan sepi oleh para pemosting tulisan, apakah ini dampak dari sakitnya Eko Jenar, apalagi habibie_ryu memposting informasi baru dimilis mengenai penemuannya yaitu “ilmu hilang sekejab”, katanya sih ilmu ini bisa menghilang dan tidak nampak oleh mata orang, menurutnnya ilmu ini di dasari dari bagaimana tubuh menetralisir dengan warna aura sehingga tidak nampak sema sekali. Contohnya saja, Gelas yang dibuat menjadi bening trasparan, begitupun dengan tubuh manusia walupun secara fisik ada namun karena unsure warna dalam tubuh di ubah maka kita seolah-olah menghilang. Yang tampak hanya auranya saja.

Oh iya kabar dari kerajaan Cianjur nich mengenai kisaung dan tangan awan. Katanya sih kabar dari milis tidak menyebabkan utusan dari Forum menjadi patah semangat, ternyata kisaung dan tangan-awan masih tetap berjuang mencari keberadaan Danu yang hilang seolah ditelan bumi. Kesaktian kisuang dalam menerawang orang hilang, nampaknya tidak berhasil, dan hasilnya masih nihil.

Pagi ini kedua pendekar kita (kisauang dan Tangan-awan) menginap di salah satu pondokan adipati, hal ini dikarenakan kebaikan hati adipati Parewa memberikan hormat kepada tamu-tamunya. Adipati Parewa memang dikenal amat baik kepada siapa saja, bahkan ia tidak pernah berburuk sangka walaupun tamunya orang asing sekalipun.

Taman di kediaman adipati memang sungguh indah, rumput hijau menghampar luas, pohon-pohon dirawat dengan baik oleh penjaga kebun, salah satu keunikannya adalah terdapatnya kolam renang yang luas, terdapat air panas dan air dingin, sehingga bila malas mandi tinggal nyemplung saja. Tangan-awan baru pertama kali melihat kolam renang, apalagi seluas ini, ia pikir ini tempat penampungan air, tapi baru sadar setelah kisaung jelaskan.

“Silahkan berenang tuan-tuan” ujur seorang wanita cantik yang kebetulan sedang berjemur hanya menggunakan pakain dalam dan ditemani oleh dayang-dayangnya. “Ups kisuang hampir pingsan melihatnya, matanya tak kuasa melihat kulit putih sang  putri, dengkul kisaung sempat gemetar, namun ia dapat menguasai kondisi gawat ini, ia menoleh kesana kemari mencari tangan-awan yang tadi bersamanya.” Wan, tangan-awan…, kau kenapa???” bentak kisaung melihat tangan-awan tergeletak lemas di sampingnya.

Setelah siuman, tangan awan ternyata tidak tahan melihat putri itu, jantungnya berdenyut cepat bahkan ilmu pernafasan Reiki yang ia pelajari tak mampu menenangkan jiwanya, akhirnya ia roboh tanpa diketahui sahabatnya kisaung yang juga mengalami hal yang sama.

Siang hari ini matahari tidak begitu terik, angin berhembus halus, udara dingin diam-diam menusuk kulit, apalagi kabut tiba-tiba turun, kisaung mendengar langkah kaki kuda yang baru masuk dari pintu gerbang rumah ini, ternyata adipati parewa bersama para pengawalnya baru tiba dari keraton.

Tidak lama berselang Adipati parewa menemui tamu-tamunya “Assalamuaikum wr wb sahabatsilat.org” ucapkan fasih dengan logat ke arab-araban, “Wa alaikum salam Adipati, jawab kedua orang itu. Adipati parewa datang bersama dua ajudannya yang bernama “bayupriyambodo” dan “Susanto” kedua-duanya adalah anggota Pasukan beladiri gerak cepat yang terpilih menjadi 10 ajudan kepercayaan Adipati Parewa.

“Bagaimana kabar tuan-tuan semua dan apakah tuan-tuan sudah makan siang” ucap Parewa dengan logat sunda. “Oh iya ini kenalkan Ajudan saya keduanya dulu adalah bekas anggota milis dan karena displinnya sangat tinggi saya angkat menjadi paskus-P3A (pasukan pengawal pribadi adipati).

“kalau tuan mau saya mau memesankan makanan khas cianjur berupa Taucho goreng, rebus, atau setengah matang??” ujur Parewa. “Atau disini juga ada restoran padang Sederhana, atau Hoka-Hoka Bento” tawar parewa yang melihat tamunya masih binggung.

“Eee terserah adipati aja dech” ucap tangan awan, “Oke dech kalo gitcu nasi putih dan Taucho bakar yaaa”. “Dayang-dayang came here, please ambilin Nasi Putih dan taucho bakar yaaa, jangan pake lama looh”, teriak Parewa kepada dayang-dayangnya.

Singkat cerita, Adipati parewa bercerita tentang dipanggilnya dirinya oleh Raja, Rajanya binggung melihat wilayahnya dalam sebulan ini sangat aman, biasanya sebulan itu ada 4 sampai 5 kali laporan pencurian atau kemalingan, maklumlah banyak maling yang datang dari kerajaan lain, karena disini rata-rata penduduknya mampu dan banyak harta.

Hasil penyelidikan sementara dari pihak keamanan kerajaan sub bidang tindak criminal dan reserse, karena melihat banyaknya anak buah Ki Nagapasa yang dipercaya oleh raja untuk menjadi bagian team keamanan di wilayah hukum kerajaan Cianjur. Ki Nagapasa membuka usaha Outsorce untuk security, dan usahanya itu cukup maju, bahkan semenjak Ki Nagapasa menerjunkan anak buahnya yang rata-rata jago maenpo, draktis tingkat kejahatan di negeri ini turun hingga 80 %. Cerita Adipati Parewa. “Umumnya Ki Naga merekrut anggota muda dari milis silatbogor dan forum diskusi di kaskus. “ Ujurnya lagi.

“Tapi yang mengherankan bulan ini tidak ada kejahatan apapun, satu-satunya kejahatan besar adalah perampok yang dapat digagalkan oleh seorang Pemuda, padahal perampok itu jumlahnya 200 orang dan perampok itupun menggunakan senjata tajam dan ahli beladiri juga,” kata Parewa. “Bahkan semua parempok itu dapat diringkus, menurut kepolisian disini, masih terdapat 4 kelompok besar perampok lagi, tapi nampaknya mereka kini berfikir dua kali untuk membuat onar disini, entahlah siapakah pemuda itu? Yang menjadi Anak buah Ki Nagapasa.”






pendekar

  • Guest
Re: Pendekar "Pemetik Bunga"
« Reply #25 on: 06/06/2007 23:31 »

[ PERTANYAAN ] [top]
Sebelum dilanjut lagi ada Pertanyaan dulu neeh!

Siapakah gadis/wanita yang ditemui Kisaung dan Tangan-awan di Kolem renang ???
- Namanya siapa ? .........
- Anaknya adipati Parewa atau Istrinya ? ..........

Silahkan di JAwab, bagi yang betul, akan dijadikan Istri gadis itu bila masing bujangan, bagi yang sudah menikah, bisa dijadikan simpenan di cianjur xixixixixi x-))

( Tidak berlaku bagi Admin dan Moderator) :'(

Salam
Pendekar


« Last Edit: 06/06/2007 23:39 by pendekar »

Nagapasa

  • Naga Pasa - Naga Pamanah Rasa
  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 1
  • -Receive: 8
  • Posts: 927
  • Reputation: 48
  • Paku Jagat Ingsun
    • Nagapasa Blogs
  • Perguruan: Suliwa 5 adegan Serong
Re: Pendekar "Pemetik Bunga"
« Reply #26 on: 07/06/2007 08:39 »
oleh Ikutan jawab engak  ;D
Susulan Liliwatan | Sulaya tina panyangka
visit my Blogs - www.nagapasa.multiply.com

puragabaya

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 41
  • Reputation: 4
    • The Soul of Puragabaya
Re: Pendekar "Pemetik Bunga"
« Reply #27 on: 07/06/2007 10:59 »
Saya baru baca nih ceritanya, ok banget .. [top]
Jadi inget cerita2nya kho ping hoo

Salut buat Pendekar, ditunggu kelanjutan ceritanya....  :)
A thousand friends are not enough, one enemy is too much
http://puragabaya.blogspot.com
http://puragabaya.multiply.com

pendekar

  • Guest
Re: Pendekar "Pemetik Bunga"
« Reply #28 on: 07/06/2007 11:25 »
oleh Ikutan jawab engak  ;D

monggo ..... 8)

Maheso_Jenar

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 41
  • Reputation: 8
    • Email
Re: Pendekar "Pemetik Bunga"
« Reply #29 on: 07/06/2007 11:27 »
Lanjut2 luar biasa sekali ..ini cersil yang the best .... wah dibukukan saja ya ... ^:)^ ^:)^ [top] [top]

 

Powered by EzPortal