Forum > Hobby & Olahraga

Batu Cincin

<< < (3/8) > >>

Sosro_Birowo:
Balik ke topik lagi ya.....
(daku mo ngeramein nih jualannya Kang Sarkam)..

Berikut petikan dari koran sinar harapan :

" Pasar Batu
Di Jakarta ada sebuah pasar yang mempertontonkan batu aji begitu beragam. Ingin mencari yang sekodi Rp 20 ribu sampai ratusan juta rupiah per bijinya, juga tersedia. Tempat itu persisnya di Jalan Bekasi Barat, di seberang Stasiun KA Jatinegara. Menempati lantai dasar Pusat Pertokoan Ramayana, ”Sentra Batu Aji Rawa Bening” ini terkesan sesak. Masuk ke sini suasananya memang pasar asli. Di sini ada sekitar 350 pedagang, yang sebagian besar tanpa kios, hanya lapak-lapak kecil.

Harga yang termurah memang Rp 1.000. Ini murah sekali karena dibuat dari sisa potongan. Sedangkan kelas di atasnya per kodi bisa mencapai Rp 200 ribu. Dan kalau motifnya lebih spesifik lagi, dijual secara satuan dan harganya terserah pedagang. Bagi awam, mungkin sulit membedakan mana yang bagus dan tidak. Semuanya tampak bagus dan mengkilap. ”Tapi yang membedakannya adalah motif. Ini yang bikin batu bisa murah atau selangit harganya,” ujar Anton Kurniawan (52) kolektor batu yang dijumpai SH di sana.

(http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/04/2/hob1.html )

TO BE CONTINUED.....


Sosro_Birowo:
Lanjutannya..............


Akik Indonesia

Bentuk yang paling dicari orang adalah bentuk cincin, dibanding dengan bentuk kalung. Menurut Anton, jika dalam bentuk kalung, tidak bisa dilihat orang. Dia harus mengeluarkan dulu dari dadanya dan baru dikeluarkan. Jika cincin, dia lebih mudah memperlihatkan kepada orang-orang bahwa miliknya yang terbaik, terindah dan terlangka. Maka cincin lebih difavoritkan untuk dikoleksi karena sifat manusia itu sendiri yang suka pamer.
Menurut Yusuf, jenis batu yang dicari dan yang memungkinkan menampakan gambar dan motif tertentu adalah jenis agate atau populer disebut batu akik. Akik bisa bermacam warna atau sewarna saja. Walau tingkat kekerasannya menengah, harganya tak kalah dengan berlian jika motifnya langka dan bagus.

Akik Indonesia paling kaya warna dan motif dibanding negara lain. Kalau rajin membaca pustaka, menurut Anton, kandungan batuan di wilayah Nusantara ini amat luar biasa. Apalagi jika rajin dan cermat, batu kali saja bisa kok dibuat batu aji yang tak kalah indah. Guratan dan motif di dalamnya jika pandai mengirisnya bisa menampakkan gambar tertentu. Dia bisa bernilai dan bukan cuma seonggok batu tak berharga.

Harga

Di Rawa Bening, memang sering terdengar gosip bahwa pernah terjual batu hingga ratusan juta, bahkan milyaran. Namun untuk melacak sejauh mana kebenarannya, sulit. Tiap pedagang bisa saja mengatakan itu, tapi transaksi itu terjadi tanpa saksi dan tidak tercatat. Atau kolektor gembar-gembor pernah membeli batu seharga ratusan juta, tapi ketika ditanya adakah buktinya. ”Biasanya suka melengos kalau ditanya itu,” ujar Yusuf.
Yusuf sendiri mengaku batu-batu ada yang bernilai ratusan juta rupiah. Misalnya cincin akik berlafat (tulisan) Allah yang diikat emas dan berlian, dia jual Rp 125 juta, atau liontin yang juga bertuliskan Allah, juga dilego dengan harga Rp115 juta! Tidak ada patokan harga untuk menentukan nilainya. Itu berdasarkan kelangkaan dan keindahannya.
Soal patokan harga untuk sebuah batu aji yang baik, menurut Anton memang terserah penjual. Terserah kita apakah mau atau tidak. Tapi biasanya kalau kolektor suka, dan harganya dianggap sesuai, dibeli. Anton ketika krisis berlangsung mengaku terpaksa menjual koleksi kesayangannya. Namun karena yang membeli juga penggemar, dia ikhlas melepas.

Kini ada beberapa koleksi unggulannya yang dia anggap masterpiece. Misal, cincin dan mata gesper bermotif lambang mobil Mercedes. Katanya, dia kebetulan mendapatkannya. Awalnya adalah bongkahan batu, ketika diiris di dalamnya ada motif tersebut. Sayangnya ketika mencapai irisan ketiga, motifnya itu sudah hilang.
Koleksi lain adalah cincin angka delapan yang dibelinya Rp 1 juta atau yang bergambar ikan koi seharga Rp 15 juta. Ada satu lagi koleksi cincinnya yang dia paling sayangi yakni yang bermotif seperti orang yang tersalip. Yang ini kalau ada yang mau dia akan lepas 20 ribu dolar AS (sekitar Rp 200 juta). ”Tapi ini kan nggak mungkin ada yang beli, makanya saya hargai tinggi sekalian,” tuturnya seraya terbahak-bahak.
(SH/gatot irawan)

( untuk lebih lengkapnya silahken meluncur ke
http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/04/2/hob1.html )

Bow..bow bow..(menjura)

S Birowo

Sosro_Birowo:
..
berhubung daku awam soal batu bebatuan  ;
tanya dung kepada siapa saja yang  berkenan untuk sahring:

1. apa saja jenis batu cincin atawa akik
2. beserta gunanya kalo ada
3. mengapa orang kok suka pake cincin yang ada batunya? --daku sendiri gak pake cincin-
4. bener gak batu cincin bisa ada 'isinya', apakah itu ? cincin erat dengan mistis?
5. adakah yang punya kisah ato story menarik soal batu cincin; boleh dung bagi bagi cerita ke kita-kita...
6. ada yang mau bagi batu cincinya padaku he he he ....(ngarep mode on)

monggo dibahas..

S Birowo

Dodol Buluk:
ngomongin soal batu..dulu ane pernah dikasih batu ma abang, tau deh jenisnye ape tuh..persis kayak anggur , ane bikinin cincinnye kagak tau deh entu cetakan ergonomis ape kagak..eh pas dipake buat latihan, tangan ane kepletek (maksudnye beradu gitu)melulu waduuhhh sakit banget ..wah jadi males deh ampe sekarang buat makenye...


d'boels van Beck

maulana:
 :)cincin apalagi nyang batunye besar dipake sbg pengganti kerakel, ato di iket di selendang atawa sorban dipake model pecut bebandul. makin gede mangkin bagus kale asal gak kegedean jadi berat

Navigation

[0] Message Index

[#] Next page

[*] Previous page

Go to full version