Welcome, Guest. Please login or register.
March 13, 2010, 12:12:34 AM

Login with username, password and session length

Pencak Silat Forum Sahabat Silat Community

KOMUNITAS SAHABAT SILAT


silat-com  logo-fp2stik 
"Jika dikatakan pencak silat kurang populer dibanding olahraga lainnya mungkin bisa saja benar.
Kalau demikian maka menjadi tugas kita bersama untuk mempopulerkan,
bukan mengganggap remeh kemudian meninggalkannya”, ujar Eddy Nalapraya.


 
Komunitas Sahabat Silat adalah komunitas yang terbuka bagi seluruh masyarakat pengemar Seni beladiri
tidak terbatas pada perguruan tertentu, karena komunitas ini adalah komunitas yang dibangun berdasarkan kecintaan
kepada olahraga beladiri khusunya pencak silat, mari bergabung bersama sahabat silat lainnya.  
* *

Pages: 1 2 3 [4]   Go Down
  Print  
Author Topic: Aplikasi jurus dalam bertarung  (Read 3825 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
Pangeran Muda
Anggota Tetap
***

Good
Reputation :
2
Posts: 162


Email Awards
« Reply #45 on: December 29, 2009, 12:29:22 PM »

> kang pemulung...untuk yang fight Quest itu (bagi saya) dan setahu saya 2 org itu jimmy smith dan doug anderson memang basicnya ada yang dari tinju dan dari grappling. Mereka melanglang buana mencoba ini-itu (beladiri) dalam waktu hanya seminggu (misalnya).
Bagi saya pembelajaran selama hanya beberapa minggu belum tentu bisa membangkitkan reflek yang sesuai dengan bela diri yang di pelajari mereka macam2. Kalau boleh dibilang penjiwaan dan mbalung sum sum-nya jurus atau faham atau teknik dari semua yang dipelajari belum meresap sempurna. Wajar sekali bila merek dikeroyok tiba-tiba ternyata yang keluar adalah gaya tinju dan grappling dari mereka karena memang basic mereka itu yang tentunya mereka pelajari sudah bertahun-tahun dan sudah meresap ke sistem tubuh mereka.
Coba saja bila yang dikeroyok adalah pendekar seperti pak Bambang Cingkrik atau kang awang GGBD atau pak aziz dari Cikalong, insya alloh reflek yang keluar dari mereka adalah yang sesuai dengan sistem tubuh mereka yang telah mereka tanam secara bertahun-tahun dengan latihan silat mereka.

                                                                                                     ***


Bagi saya sistem praktis untuk tarung adalah boleh dan sangat sah, hanya saja reflek dan ilham untuk bergerak tiap orang pasti akan berbeda (insya alloh) dan itu juga ada unsur pertolongan alloh.
Contoh : di GGBD ada seseorang warga yang tanpa disengaja terlibat di tengah-tengah tawuran suporter bola, menghadapi dia ditengah-tengah dan massa mulai merangsek maju dari 4 penjuru maka ilham yang keluar adalah jurus pancer 4 penjuru dari GGBD, walhasil korban berjatuhan. Ada lagi warga GGBD yang hanya menggunakan jurus baledogan (tinju) ternyata cukup ampuh untuk menyelamatkan dia (berhubung dia di palak preman terminal), hal ini terjadi karena sistem tubuhnya sudah terbentuk dengan jurus dan sudah meresapi serta menjiwai gerakan tersebut.
So...kerepotan, capek dan sebagainya dalam belajar silat adalah suatu kenikmatan dan jangan dihubungkan dengan keinginan menjadi jawara atau jagoan  Smiley
Logged

Kembang Jadi Buah, Buah Jadi Kembang
Pemulung
Anggota Senior
****

Good
Reputation :
8
Posts: 344


Yang Penting Halal

priatnaab
Email Awards
« Reply #46 on: December 29, 2009, 02:19:30 PM »

Mantabh kang pang_mud, GRP ah...
Memang dua orang itu berwisata beladiri, walau istilahnya ikut meracik, untuk dapet membuat hidangan yang istimewa masih agak jauh.

Memang dari drill, meenjelma jadi basic memory sampai jadi refleks dan rasa yang menyatu dengan aplikasi yang luas .... itulah tujuan "jurus"
Practice make a perfect. Tapi memang beberapa orang dikaruniai "kecerdasan gerak" diatas rata rata. Dan itulah yang menjadikan dia maestro.

Soal "Kaidah" yang merupakan detail dari "jurus" itu yang baru saya amati, yang sebetulnya menjadi potensi "meresap" sampai ke sungsum.
GGBD, Cikalong dll. bahkan krav maga seklalipun  tentunya bisa memberi penekanan kepada kaidah lebih daripada sekedar jurus agar tujuan "meresap" ini lebih mudah.








Logged

Air Setitik Menjadi Lautan, Tanah Sekepal Menjadi Gunung, Sampah Segunung di laut Menjadi Banjir....
Mantrijeron14
Moderator
Anggota Senior
***

Good
Reputation :
16
Posts: 297


terrorizing people wherever I go


Awards
« Reply #47 on: December 30, 2009, 12:48:56 PM »

Just my Limanggelo...

Kaidah di serap dengan tingkat kecerdasan , analisa dan semua elemen ke"otak"an... termasuk petunjuk, nasehat verbal sang Guru yang dituai saat latihan maupun ngopi-ngopi di warung. Downloading (istilah uda SK) kecerdasan model begini yang gak perlu berbasah2 keringat. Mungkin silek duduak salah satu metodenya.

Kecerdasan gerak didapat dari "agility" dan drill ; mungkin kalo silat tradisional latihan sambut-pukul; praktek dan jurus.

Sang Maestro adalah pesilat yang punya kecerdasan gerak diatas rata-rata (ref- kang pemulung) dan sekaligus IQ silat yang berlimpah. Cak Pemulung tinggal nunggu waktu buat moncer kados meniko... Smiley

wassalam
Logged

"Gerak tak lebih cepat dari pikiran, hati tahu lebih dulu."
Taufan
Moderator
Anggota Senior
**

Good
Reputation :
4
Posts: 283


kumaitu@yahoo.com
WWW Email Awards
« Reply #48 on: December 30, 2009, 03:41:55 PM »

Assalamu 'alaikum,
Salut buat diskusi para pakar yg sangat mencerahkan... saya termasuk orang yg meyakini bahwa jurus aplikatif dalam pertarungan. Jurus tdk hanya membentuk pola gerak yg efektif dan efisien, tapi juga membentuk pola pikir strategis pencapaian tujuan.
Arena pertarungan tdk hanya di ring atau di jalanan (berapa % sih probabilitasnya dari seluruh waktu kita?). Hidup ini sendiri adalah pertarungan. Bentuknya bisa ikut tender, promosi jabatan, jualan produk dll.
Wassalam.
Logged

Bandarkarima Network! Http://www.belatani.com
hummdee6
Anggota Tetap
***

Good
Reputation :
6
Posts: 246


Email Awards
« Reply #49 on: December 30, 2009, 04:59:00 PM »

ikut nimbrung..

dari pengamatan saya ..
Tujuan latihan jurus adalah memahami pola tenaga aliran sehingga dapat menghasilkan tenaga yang maksimal dalam berbagai sikap/posisi tubuh.
Nah bila sdh memahami dan 'nyerep ke sumsum tulang', dalam pertarungan pola aliran tenaga itu dapat digunakan tanpa dipikir2 lagi.
untuk awal sang guru akan memberikan contoh satu aplikasi dari jurus. Namun selanjutnya kewajiban muridlah mencari aplikasi lainnya. Aplikasi jurus selanjutnya tersebut tidak akan dapat ditemukan bila sang murid blm dapat memahami pola tenaganya. Ibarat pepatah,"Guru memberikan satu sudut sapu tangan, tugas murid adalah mencari 3 sudut lainnya."

Sebagai contoh jurus peng (jurus unsur logam) dalam Xing Yi Quan. Aplikasi yang bs dilihat secara sederhana adalah tangkis tengah, kemudian maju sambil memukulkan tapak ke lawan.
Namun bila direnungi lagi, jurus tersebut dapat digunakan untuk menarik lawan sampai tersungkur, melempar lawan, menabrak lawan,menendang kaki lawan, menyikut dada lawan, mematahkan leher lawan, dsb.
Atau jurus satunya si bunder (menurut Hud), 1 gerakan bs dipecah 3. belum lagi pecahan cara melangkahnya. berarti bila dikombinasi, satu jurus di silat si bunder bisa jadi puluhan bahkan ratusan aplikasi. Semua tergantung dari pemahaman penggunanya.

Trs bagaimana spy semua jurus tersebut dapat digunakan dalam pertarungan sesungguhnya? Kata guru saya, saat latihan anggaplah seperti sedang bertarung sesungguhnya. Sehingga saat bertarung sesungguhnya serasa latihan.

karena itu penting diajarkan sikap mental dalam melaksanakan jurus tersebut. Contohnya saat teman saya memberi pengarahan ttg satu jurus baji quan (pukulan lurusnya), selalu ditekankan agar praktisi untuk berniat memukul sasaran dimana yang terkena efek pukulan tersebut sampai 10 lapis belakang  dari sasaran tersebut. Contoh, Bila  10 orang nempel barengsan, maka saaat lapisan pertama kena pukul jurus baji quan, 10 orang dibelakangnya ikut merasakan sakitnya.


That's My 5 cents
Logged
DasaMan
Calon Pendekar
*

Good
Reputation :
31
Posts: 680


Email Awards
« Reply #50 on: December 31, 2009, 09:45:51 AM »

Quote
Kelebihan klub Krav Maga di Jakarta (misalnya KMI atau SDI) adalah mereka punya perlengkapan keselamatan yang sangat memadai sehingga memungkinkan mereka untuk berlatih dalam kondisi yang mendekati keadaan sesungguhnya. Drill-drill-nya juga dirancang sangat baik sehingga tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan (setelah diperiksa dokter tentunya), namun secara prinsip, pola latihan yang dipakai sama dengan ilmu tradisional.

Sekedar dua gobang dari saya...

Krav Maga memang menarik, walaupun bungkusnya terlihat modern abis, pirnsip latihannya memang tidak ada bedanya dengan ilmu tradisional. Mungkin ini ada hubungannya dengan penciptanya yang memang punya latar belakang Judo, dan di Judo yang namanya beladiri praktis itu dikemas dalam bentuk kata yang notabene adalah distilasi jujutsu tradisional.
Logged
Pangeran Muda
Anggota Tetap
***

Good
Reputation :
2
Posts: 162


Email Awards
« Reply #51 on: December 31, 2009, 10:44:00 AM »

Berarti sebenarnya semua jurus bisa dipakai dalam sebuah pertarungan (apalagi langkah), hanya saja yang membadakan bisa dipakai atau tidaknya adalah penguasaannya ya?
Terkadang beberapa orang sudah pesimis dengan jurus atau aplikasi dalam Silat, pernah ada yang bilang sama saya (kebetulan bos saya), dia bilang : teori atau teknik silat itu gak bisa dipake di pertarungan, saya bilang : kata siapa pak? berarti bapak yang belum expert..hehehe
Logged

Kembang Jadi Buah, Buah Jadi Kembang
hummdee6
Anggota Tetap
***

Good
Reputation :
6
Posts: 246


Email Awards
« Reply #52 on: December 31, 2009, 11:03:10 AM »

@Pangeran Muda ..
Benar, semua gerakan bs efektif dalam bertarung. hanya bagaimana sang guru/pelatih mau membuka 'sedikit' rahasia alirannya.
Sebagai contoh:
dalam Pa Kua Chang, setiap langkahnya adalah serangan. Awalnya saya gak ngerti arti pernyataan itu. pas ditanya ke orang yg mengerti, langsung diperagain. Alhasil : bibir jontor kena pukul  Cheesy Cheesy.
Di silat si bunder jg begitu .. pernah dilihatin bagaimana ngalahin lawan dengan tangan terikat kebelakang. Alat serang utama hanya langkah kaki.
Blm lagi aliran2 lainnya...

Guru saya pernah mengatakan, silat itu hanya dibatasi oleh imajinasi. Maksudnya fungsi dan aplikasi setiap jurus tersebut berkembang beriringan dengan imajinasi kita. Kl kt hny berpikiran fungsi jurus A (hanya) begini, fungsi jurus B hanya begono ... jangan berharap bakalan faham dan jadi ahli dalam aliran tersebut.

Karena berkaitan dengan pemahaman dan imajinasi kita, maka tidak salah beladiri masuk ke kategori seni.
Logged
DasaMan
Calon Pendekar
*

Good
Reputation :
31
Posts: 680


Email Awards
« Reply #53 on: December 31, 2009, 11:31:56 AM »

Berarti sebenarnya semua jurus bisa dipakai dalam sebuah pertarungan (apalagi langkah), hanya saja yang membadakan bisa dipakai atau tidaknya adalah penguasaannya ya?
Terkadang beberapa orang sudah pesimis dengan jurus atau aplikasi dalam Silat, pernah ada yang bilang sama saya (kebetulan bos saya), dia bilang : teori atau teknik silat itu gak bisa dipake di pertarungan, saya bilang : kata siapa pak? berarti bapak yang belum expert..hehehe

Soalnya masalah utama adalah konsep 'satu gerakan, banyak arti' itu sulit sekali nyangkut ke dalam pikiran orang2. Apalagi yang maunya instan, dengan pola pikir 'if it looks like a duck, walks like a duck, quacks like a duck, swims like a duck, then it must be a duck and nothing else!' Hubungannya dengan tunnel vision juga sih.

Apalagi kalo ketemu ilmu yang emang di depan2nya sengaja ngasih contoh yang 'salah,' karena memang tujuan berganda sebagai decoy menjaga keilmuan (yang dikatakan sebagai embel2 kerahasiaan blah blah blah) dan semacam ujian bagi murid apakah mampu melakukan gerakan terus menerus dengan mindset yang benar sehingga akhirnya ngeh sendiri makna dari gerakan yang diajarkan...

Intinya, suatu ilmu beladiri, bila sudah sampai tahap kodifikasi (punya jurus yang jelas, punya metode latihan yang jelas, pokoknya ada kata yang jelasnya), pasti bisa digunakan untuk membeladiri.

Tapi sekali lagi, kodifikasi terkadang memang membuat tunnel vision, karena terlalu sering melatih kode sendiri sehingga tidak bisa membaca kode sistem lain. Jadinya mengatakan sistem ini itu tidak efektiflah, sistem ini itu tidak bisa dipake bertarung lah, dst.

Perbedaan yang disebabkan kondifikasi bukan pada efektivitas, tapi hanya pada efisiensi.

Jadi sebenarnya, kalo ngomongin jurus dan metode latihan, kita tidak bisa bilang bahwa sistem ini itu tidak akan bisa dipake bertarung. yang bisa dikatakan adalah bahwa sistem ini itu baru bisa dipake bertarung/membela diri setelah seberapa lama berlatih.

Ada yang 3 bulan berlatih dan bisa jadi petarung yang cukup handal (kalo itu tujuannya), ada yang perlu 5 tahun, ada yang perlu 10 tahun... tapi toh ukuran waktu itu tidak menjadi penting bila usaha mempelajari ilmu sama kerasnya.

Saya yakin orang yang belajar silat 3 bulan dengan mendalam dan intensif akan sama tangguhnya dengan orang yang belajar BJJ 3 bulan dengan mendalam dan intensif.

Tentu dengan operating condition yang sama.
Logged
hummdee6
Anggota Tetap
***

Good
Reputation :
6
Posts: 246


Email Awards
« Reply #54 on: December 31, 2009, 11:54:58 AM »

Setuju ama Oom Dasaman ..
Nyenggol GRP dikit aahhh ...
Logged
Pages: 1 2 3 [4]   Go Up
  Print  
 
Jump to:  

Subject Started by Replies Views Last post
Jenis Makanan yg enak .... « 1 2 » pendekar 24 4451 Last post December 25, 2008, 01:36:23 AM
by one
Wisata Gunung Elang 3 1584 Last post October 09, 2008, 09:46:53 AM
by Dodol Buluk
Tanaman / Buah Pembunuh Kanker Pemulung 4 1367 Last post November 02, 2009, 05:10:39 PM
by Pemulung
Yang benar yang ditahan « 1 2 » Abraham 16 2253 Last post August 22, 2009, 05:05:46 AM
by simpay
Kelapa Sawit, Silat, Uda Parewa dan Bisnis untuk Pelestarian Silat santri kinasih 4 1351 Last post May 09, 2008, 11:07:37 AM
by Jali Jengki
kioss

sahabatsilat-com  


http://petualang-indonesia.com silatindonesia-com





TinyPortal v1.0.5 beta 1© Bloc