Welcome, Guest. Please login or register.
March 11, 2010, 09:04:58 PM

Login with username, password and session length

Pencak Silat Forum Sahabat Silat Community

KOMUNITAS SAHABAT SILAT


silat-com  logo-fp2stik 
"Jika dikatakan pencak silat kurang populer dibanding olahraga lainnya mungkin bisa saja benar.
Kalau demikian maka menjadi tugas kita bersama untuk mempopulerkan,
bukan mengganggap remeh kemudian meninggalkannya”, ujar Eddy Nalapraya.


 
Komunitas Sahabat Silat adalah komunitas yang terbuka bagi seluruh masyarakat pengemar Seni beladiri
tidak terbatas pada perguruan tertentu, karena komunitas ini adalah komunitas yang dibangun berdasarkan kecintaan
kepada olahraga beladiri khusunya pencak silat, mari bergabung bersama sahabat silat lainnya.  
* *

Pages: 1 2 [3] 4   Go Down
  Print  
Author Topic: Aplikasi jurus dalam bertarung  (Read 3807 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
edwardo
Anggota Tetap
***

Good
Reputation :
2
Posts: 42



Awards
« Reply #30 on: November 26, 2009, 01:13:55 PM »

hmmm, sangat2 setuju dengan pendapat para sahabat2 silat semua,. menurut hemat saya kalo nyali gak ada yaaa mubazir aja tuh jurus2 yang udah dilatih selama bertahun2, jadi penggemblengan nyali (mental) adalah bagian yang sangat penting., jadi apabila menghadapi pertarungan (real fight) si petarung yang mempunyai nyali bagus akan dapat mengaplikasikan jurus2 yang telah dipelajari (dikuasai)nya tersebut.

sekin,,, wasalam
Logged
santri kinasih
Anggota Senior
****

Good
Reputation :
20
Posts: 318


Email Awards
« Reply #31 on: November 26, 2009, 01:32:28 PM »

Jurus itu menentukan konfu...Melatih jurus juga berhubungan dengan kekuatan, keakuratan, reflek, nyali, sikap mental secara umum termasuk ketenangan sehingga tidak panik...Biasa saja kalau dihina mengenai jurus..karena mereka yang menghina belum tau...Yang paling penting kalau memang senang latih jurus sesering mungkin dan biasakan sesi khusus berdialogue dengan guru...
Jurus sering bisa bikin sehat dan juga gak kegedean nyali... Roll Eyes
Logged
De Tijger
Anggota Tetap
***

Good
Reputation :
2
Posts: 28


Awards
« Reply #32 on: November 27, 2009, 05:16:15 AM »

kata bruce lee, jurus tertinggi adalah tanpa jurus, ketika kita bisa melupakan semuanya dan bertarung sebagai manusia dengan segala kemampuan, tidak terikat oleh standar baku yang pernah kita pelajari, kata bas rutten [petarung MMA yang mantan petarung jalanan], belajar jurus bagus buat konsentrasi en pernafasan, tapi jangan berfikir hendak memakai jurus ketika berantem, karena tidak terpakai, kalao di filem kung fu jaman dulu, ada jagoan berantem pake jurus tertentu, begitu ada orang lain yg punya jurus counter-nya, jagoan itu pun kalah.
Menurut saya, jangan terlalu menganggap istimewa suatu jurus, di jalanan, yang terjadi dalam pertarungan real betul2 berbeda, yang ada cuma kombinasi antara nyali, speed, naluri dan refleks, bukan lagi hafalan...
Logged
hudzaifah
Anggota Tetap
***

Good
Reputation :
2
Posts: 217


zihhadz
Email Awards
« Reply #33 on: December 19, 2009, 08:59:32 PM »

dari jurus itu kita jadi bisa lebih teratur dalam menyerang dan juga kita bisa mengatur serangan orang lain..,  top
Logged
godam
Anggota Senior
****

Good
Reputation :
26
Posts: 414


Godam


Awards
« Reply #34 on: December 20, 2009, 11:04:35 PM »

Salam Mas..
kata bruce lee, jurus tertinggi adalah tanpa jurus, ketika kita bisa melupakan semuanya dan bertarung sebagai manusia dengan segala kemampuan, tidak terikat oleh standar baku yang pernah kita pelajari
Iya, cuman sebelum dia mengambil kesimpulan "jurus tertinggi adalah tanpa jurus' itu coba baca deh berapa tahun dia belajar Wing Chun, Hung Gar, Kungfu utara dan beberapa aliran kungfu lainnya semasa dia muda di Honkong ? Di aliran-2x Kungfu tsb. dia belajar jurus-2x yg ada dialiran tsb. spt Silumtao di Wingchun. Maksud saya sebelum dia bisa jurus tanpa jurus berapa tahun dia latihan dgn jurus ? Untuk dia bisa keluar ekspresinya fondasinya dari jurus-2x yg diapelajari kemudian dia analisa dan diformat sesuai dgn pribadi/fisik dia.
, kata bas rutten [petarung MMA yang mantan petarung jalanan], belajar jurus bagus buat konsentrasi en pernafasan, tapi jangan berfikir hendak memakai jurus ketika berantem
Bener juga sih jurus itu gak bisa dipraktekin  langsung dgn bentuk baku pas berantem. Belajar jurus sampai bisa dipake pas berantem kayaknya ada tahapnya. kali seperti belajar musik dari dasar musik ke improvisasi..kalo langsung belajar improvisasi musik gak ngerti dasar musiknya keluarnya kayak apa ya ? Smiley
kali Belajar jurus ->belajar applikasi dgn pasangan dgn gerakan ditentuin-> belajar applikasi jurus dgn pasangan dgn gerakan bebas -> applikasi bebas. Untuk gerakan ini bisa terekam dalam memori otot/reflek butuh latihan dan waktu.
Iya itu aja sih pendapat saya yg 2 perak Smiley
Mohon dikoreksi kalau salah.
Wasalam,
Faiz
Logged

Perjalanan 100 kilometer berawal dari satu langkah.
aki sija
Anggota Tetap
***

Good
Reputation :
10
Posts: 169



Awards
« Reply #35 on: December 21, 2009, 07:13:42 AM »

Ikutan ah nimbrung dgn berbagai pendapat tentang JURUS. Klo menurut Aki jurus itu bahan dasar dari gerakan2 silat yang harus di ulang2 shg bisa membuat gerakan reflek pada seseorang yg sering melakukannya dan apabila terjadi sesuatu serangan thd dirinya akan timbul  keluar jurus tadi dgn reflek spontan. Walaupun jurus dari masing2 perguruan itu tak sama.

Sedangkan Klo NYALI adalah bagian yg diperlukan oleh seseorang apabila terjadi untuk melancarkan aplikasi gerakan jurus tadi, karena reflek jurus itu kadang ga jalan klo tidak didukung oleh nyali.
 
Sekarang permasalahannya gimana kita cara mempelajari supaya ada nyalinya   Huh??? Undecided Undecided Undecided
Logged
godam
Anggota Senior
****

Good
Reputation :
26
Posts: 414


Godam


Awards
« Reply #36 on: December 21, 2009, 11:24:50 AM »

Salam..
Nyali itu sama tdk dgn keberanian ?
Saya dulu pernah nonton dokumenter ttg. polisi dan tentara.
Salah satu polisi yg diwawancara berhasil melumpuhkan beberapa penjahat walau sudah tertembak. Tentara yg diwawancara berhasil menyelamatkan teman-2xnnya disaat patrolinya disergap musuh.
Kedua orang tersebut mendapat tanda jasa penghargaan dari pemerintah berkat tindakan mereka.
Pas diwawancara keduanya bilang kita sama seperti orang-2x pada umumnya pas saat mengalami kejadian tsb. Kita takut cuman karena kita telah berlatih secara rutin dgn berbagai macam simulasi yg mungkin dilapangan. Dimana orang-2x pas takut akan panik kita pas takut yg keluar adalah ilmu yg telah dilatih. Jadi sama takut cuman reaksinya yg berbeda dgn orang umum.
Saya mau tanya kepada rekan-2x dalam kasus diatas kayaknya ilmu yg mereka latih itu keluar justru karena rasa takut ?
wasalam,
Faiz
Logged

Perjalanan 100 kilometer berawal dari satu langkah.
Pangeran Muda
Anggota Tetap
***

Good
Reputation :
2
Posts: 161


Email Awards
« Reply #37 on: December 21, 2009, 01:17:45 PM »

Bener sekali bang Faiz,

Mereka juga sama takut, sama seperti manusia lainnya yang punya fitrah rasa takut, karena rasa takut adalah sunatullah.
Rasa takut kepada Maha Pencipta, rasa takut kehilangan yang dimilikinya, rasa takut sakit, dan rasa takut lainnya. Hanya saja dalam Islam dan juga (mungkin) dalam pemahaman agama lain, bahwa mati dalam membela diri, harta, keluarga dan agama adalah mati yang akan diganjar Surga.
Nah maksud saya rasa takut akan tetap ada tapi dengan adanya ganjaran dan cinta kita dengan diri, harta, keluarga dan agamalah yang menimbulkan keberanian kita sebagai manusia dan apalagi di bekali dengan olah bela diri. Maka (bagi saya) berkelahi tanpa alasan diatas (yang saya sebutkan) bisa menjadi ke-sia sia-an belaka (karena berkelahi itu capek hehe).
Kembali ke perihal jurus, kalau menurut saya jurus itu rangkaian gerak yang di padu dan kalau di olah terus bisa menimbulkan memori alam bawah sadar utk bergerak dengan memori jurus itu.
Pernah dengar latian bayangan? atau seperti shadow boxing? itu juga secara gak langsung juga menanam memori kita dengan gerakan lawan begini kita akan begini,  dengan gerakan lawan begitu kita akan begitu.
Saya termasuk baru mempelajari GGBD dan bagi saya jurus2 yang ada di GG itu sangat unik dan bukan aplikasi yang bisa diterapkan murni di perkelahian tapi lebih ke prinsip yang ditanamkan di tubuh kita agar bergerak sesuai dengan kebutuhan serangan yang datang. Maka seringkali kita lihat sendiri bahwa aplikasi dalam GGBD bisa berbeda hanya karena bentuk kaki yang beda atau posisi yang beda atau tekanan tenaga yang beda padahal itu sama2 puukulan lurus atau kuncian (misalnya).
Jadi ngalor-ngidul nih...maaf apabila ada salah-salah kata..

Wassalam
Logged

Kembang Jadi Buah, Buah Jadi Kembang
Abu Zakka
Anggota Tetap
***

Good
Reputation :
9
Posts: 247


Pendekar Rajawali Sakti


Awards
« Reply #38 on: December 21, 2009, 01:43:36 PM »

Saya setuju dengan Bang Pangeran Muda. Setujunya bukan karena saya sama-sama belajar Gerak Gulung, tapi lebih kepada pemahaman aya mengenai jurus dalam beladiri, terutama silat.

Kalau menurut saya, kita harus memisahkan dulu antara beladiri praktis dan beladiri non praktis (yang lebih menitik beratkan kepada pemahaman dari pada teori).

Gerak Gulung termasuk dalam kategori Beladiri yang memerlukan pemahaman filosofi jurus dengan baik. Tidak ada aplikasi/prakek/teori beladiri di GG (misalnya kalau orang melancarkan serangan tendangan, maka antisipasinya adalah seperti ini atau itu). Semuanya merupakan buah pemahaman kita terhadap jurus, karena itulah kalau ada suatu teori atau praktek antisipasi dari sebuah serangan disebut dengan "Faham" dan faham ini bukanlah ajaran di GG, biasanya faham lahir dari pertanyaan-pertanyaan dalam latihan (misalnya: kalau kita di cekik, gimana cara melepaskannya, lalu sang Rakawira/pelatih akan minta dicekik yang mana bentuk cekikannya itu belum pernah dia temui, dan dia akan melepaskan cekikan tersebut berdasarkan prinsip dan pemahaman dia akan jurus-jurus GG)

Seorang Rakawira satu dengan yang lainnya mungkin akan memiliki "Faham"yang berbeda dengan Rakawira lainnya, atau bisa jadi seorang murid GG memiliki "Faham" sendiri berdasarkan pemahaman dia terhadap jurus yang dia pelajari.

Dalam GG, jurus-jurus itu seolah-olah di install ke dalam tubuh lalu kita diberi pemahaman-pemahaman tentang jrus tersebut (biasanya lewat ngobrol-ngobrol santai), pemahan-pemahan ini penting, agar siswa bisa menjalankan jurus-jurus yang di install tadi dengan baik.

Jadi, Di Gerak Gulung kita memang hanya belajar Jurus dan pemahan jurus tersebut, otomatis jika kita berkelahi, maka jurus beserta faham dan prinsip-prinsipnyalah yang akan keluar untuk melakukan gerakan serang atau membela.

Insya Alah itu menurut pemahaman saya, bias saja salah

Salam
Logged

teu pajauh ku paanggang, urang silih dedengekeun ngaran, tuh malompong jalan ka Padjadjaran, geusan mulang ti mangsa datang
De Tijger
Anggota Tetap
***

Good
Reputation :
2
Posts: 28


Awards
« Reply #39 on: December 25, 2009, 03:06:17 PM »

cek di krav maga bro, coba lihat yg paket bbrp minggu latihan, targetnya adalah membentuk seseorang  menjadi siap untuk fight dalam kondisi nyata, kurikulumnya: disarming, knife fighting, teknik menggigit, teknik tipu-tipu, teknik menggunakan benda di sekitar dan terakhir penggunaan pistol, tidak ada pelajaran menghafal jurus2, semakin modern ilmu beladiri maka semakin  taktis lah ia, semakin practical dan tidak ribet untuk dipelajari, saya tidak bilang krav maga itu efektif, tapi mossad memakainya, untuk bisa beladiri, kenapa musti repot?
Logged
Antara
Moderator
Pendekar Muda
**

Good
Reputation :
49
Posts: 868


Bapak kok yatian ciyat meyuyuuuu... ???


Awards
« Reply #40 on: December 25, 2009, 05:53:13 PM »

Karena memang ingin repot  wek

Kalau saya melihatnya... ilmu mukuli orang, atau ilmu apapun for that matter, selalu bisa ditengok dari dua sudut yang berbeda. Satu, sisi penggunaannya yang praktis, dan dua, sisi kerepotannya Grin yang menyenangkan. Ada yang belajar bawa motor sekedar untuk bisa berangkat ke kantor sehari-hari, ada juga yang belajar dan latihan untuk bisa mencapai pencerahan di atas motor. Saya termasuk orang kategori pertama kalau urusan motor, sedangkan teman saya, Valentino Rossi, termasuk golongan kedua. Dia bisa jantungan kalau sehari saja gak ngelus-ngelus si roda dua itu.  smile roll

Jadi tentang jurus, ada yang memelajarinya simply untuk memerah isi ilmu nggebuki orang yang ada di dalamnya, ada juga yang belajar karena belajar jurus memang nikmat.

***

Kalau kita bicara soal kursus self-defense seperti beberapa klub Krav Maga di Jakarta, ya, isinya adalah destilasi dari gerakan yang bisa keluar di kondisi stress. Otomatis akan lebih mudah dipelajari, lebih dekat dengan kenyataan dan lumayan efektif di jalanan. Catatan: Krav Maga yang diajarkan untuk warga sipil selalu mengutamakan motto: be safe. Menghindar dan/atau Kabur, tidak ada jaminan bahwa ilmu yang diajarkan akan menyelamatkan mereka di jalan. Dalam hal ini Krav Maga mengajarkan kebijakan seperti yang biasa kita temukan di beladiri tradisional.

Jujur, kalau dari yang saya alami, pendekatan Krav Maga mirip dengan beladiri tradisional dan justru yang tradisional bangets, yang sekarang sudah banyak disesuaikan agar tidak menimbulkan cedera di kalangan murid. Misalnya, Dulu saya dipaksa maen jurus sampe muntah kecapekan, sesudah itu baru ditandingkan, dilihat seberapa mapan gerakan saya bisa keluar dalam kondisi kayak gitu. Jaman sekarang coba menerapkan pola latihan kayak gitu bisa-bisa gak punya murid Cry.

Kelebihan klub Krav Maga di Jakarta (misalnya KMI atau SDI) adalah mereka punya perlengkapan keselamatan yang sangat memadai sehingga memungkinkan mereka untuk berlatih dalam kondisi yang mendekati keadaan sesungguhnya. Drill-drill-nya juga dirancang sangat baik sehingga tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan (setelah diperiksa dokter tentunya), namun secara prinsip, pola latihan yang dipakai sama dengan ilmu tradisional.

Sekedar dua gobang dari saya...
Logged

Trust, but verify...
De Tijger
Anggota Tetap
***

Good
Reputation :
2
Posts: 28


Awards
« Reply #41 on: December 26, 2009, 08:22:03 AM »

insaf lah saya oleh jawaban bro antara, thanks, sangat mencerahkan, simple tapi kena...
Logged
Pemulung
Anggota Senior
****

Good
Reputation :
8
Posts: 344


Yang Penting Halal

priatnaab
Email Awards
« Reply #42 on: December 28, 2009, 12:58:25 PM »

Memang kang antara tob abis...

Di "fight quest", episode krav maga, memang si jimmy smith dan doug anderson lagi enak enak ngobrol dikeroyok bak bik buk, kesiapan mereka menghadapi situasi kayak gitu ternyata masih kurang total. Mengingat latar belakang dan wawasan mereka ikut berbagai martial arts. Sama seperti episode di amerika serikat (kajukenbo ? atau fight club ?) yang menuntut kemampuan "beladiri praktis yang siap setiap saat".

Tapi di episode "kali" malah sampai aspek ritual pun mereka ikuti seperti di badannya di aliri darah ayam cemani.  Blank out (pingsan) di episode "BJJ", kaki ancur diepisode "kyokushin", "pencak silat" dan paha memar parah di  episode "kali" malah membuat wajah mereka "fun" Yahoo. Drill mereka tampak ciri bentuk dan efektif di masing masing sistem beladiri. Begitu sisi aplikasi praktis (tampak di episode krav maga dan kajukenbo), yang keluar malah aplikasi tinju dan grappling. Secara instingtif memang "tinju" dan "bergulat" memang bawaan kuno lahiriah beladiri kali yak.. Cheesy

Alhasil sisi praktis dan "kerepotannya" yang menyenangkan seperti kang antara bilang, itu sisi tipis tapi selalu ada di beladiri.
Logged

Air Setitik Menjadi Lautan, Tanah Sekepal Menjadi Gunung, Sampah Segunung di laut Menjadi Banjir....
De Tijger
Anggota Tetap
***

Good
Reputation :
2
Posts: 28


Awards
« Reply #43 on: December 28, 2009, 08:29:25 PM »

saya pernah diajari beladiri praktis banget oleh sodara saya, yg diajarkan adalah sasaran vital pada tubuh manusia, mulai leher keatas, leher sampai pinggang, dan pinggang ke bawah sampai kaki, dijelaskan pula dari segi medis kenapa sasaran tersebut bisa sangat berbahaya, tapi setelah tak pikir2, yang praktis itu hanya pemilihan sasarannya saja, karena ternyata untuk teknik menyerang tetap memakai teknik2 dasar karate semacam seiken dan elbow serta serangan lutut, haha, kombinasinya pun mirip seperti basic combo di karate, lalu saya pun cross check dengan kawan yang ikut jiu-jitsu tradisional, sasaran2 vital tersebut ternyata ada pula di jiu-jitsu, hanya penjelasan medisnya kurang, so, menurut saya, the right combo's to the right target adalah hal sangat penting dalam beladiri...
pertanyaan saya adalah, apakah combo dengan jurus itu sama?
Logged
Pemulung
Anggota Senior
****

Good
Reputation :
8
Posts: 344


Yang Penting Halal

priatnaab
Email Awards
« Reply #44 on: December 29, 2009, 09:07:16 AM »

Ini gan de tijger temennya winny the pooh ya... wek

Ini istilah kontemporer martial arts. Istilah "combo", biasa juga digunakan freestyler untuk kombinasi gerak nunchaku, balisong knife juga mixed martial arts.  "Combo" di dictionary salah satu artinya adalah gabungani, atau produk dari sebuah kombinasi

Dalam silat pada umumnya jurus bisa berarti satu gerakan yang diulang ulang dengan aplikasi yang beragam, bisa juga merupakan rangkaian gerakan yang pada aplikasinya bisa dipecah pecah..
Jadi bisa jadi secara definitif, combo istilah om de tijger sama dengan jurus. Mungkin kawan kawan di masing masing aliran/perguruan bisa lebih spesifik memendefinisikan kata jurus masing masing.

Soal beladiri praktis, memang sekarang banyak diajarkan buat wanita dan umum untuk menjaga diri. Istilah combo itu rangkaian hindar/serang atau antisipasi ketika pada posisi "diganggu". Memang straight point pada posisi yang vital dan fatal agar lawan bisa lumpuh. Dan peminatnya luar biasa.
Mungkin ini tantangan juga buat paguron/aliran untuk mencipta workshop workshop praktis aplikasi dengan mengambil khazanah dari jurus andalan masing masing.

Peminat beladiri memang banyak, tapi mereka selalu berdalih ingin belajar instan dengan waktu yang terbatas. Instan-ers tak bisa disalahkan, bisa jadi memang kebutuhan zaman yang cepat menuntut aktivitas yang "cepat saji". Soal puas, setidaknya mereka "kenyang" sesuai "kelaparan"nya saat itu.

Kecanduan berlanjut ?  ya hubungi perguruan bersangkutan.
Logged

Air Setitik Menjadi Lautan, Tanah Sekepal Menjadi Gunung, Sampah Segunung di laut Menjadi Banjir....
Pages: 1 2 [3] 4   Go Up
  Print  
 
Jump to:  

Subject Started by Replies Views Last post
Jenis Makanan yg enak .... « 1 2 » pendekar 24 4449 Last post December 25, 2008, 01:36:23 AM
by one
Wisata Gunung Elang 3 1579 Last post October 09, 2008, 09:46:53 AM
by Dodol Buluk
Tanaman / Buah Pembunuh Kanker Pemulung 4 1359 Last post November 02, 2009, 05:10:39 PM
by Pemulung
Yang benar yang ditahan « 1 2 » Abraham 16 2251 Last post August 22, 2009, 05:05:46 AM
by simpay
Kelapa Sawit, Silat, Uda Parewa dan Bisnis untuk Pelestarian Silat santri kinasih 4 1347 Last post May 09, 2008, 11:07:37 AM
by Jali Jengki
kioss

sahabatsilat-com  


http://petualang-indonesia.com silatindonesia-com





TinyPortal v1.0.5 beta 1© Bloc