+-
Kegiatan

Perisai Diri International Championship VI – 2010

 

Shoutbox
31/07/2010 20:35 Dolly: semoga babeh nung cepet sembuh...
31/07/2010 19:29 duyungson: Mohon doanya utk kesembuhan Babe Nung-si bunder- yg sdg dirawat di rumah sakit,trm ksh.
31/07/2010 00:29 kelana: saya ingin belajar silat lintau, apakah ada sahabat silat yang mengetahui keberadaan guru silat lintau dikota medan?
26/07/2010 16:57 kunderemp: Salam...  kalau Bali, yang tradisional selain Baktinegara, silat apa yah?
26/07/2010 16:45 aki sija: Kangen kumpul2 lagi
26/07/2010 11:04 kadekgaru1: kapan jambore pencak silat tahun ini
21/07/2010 20:19 sidik: kwkwkwkkwkw
19/07/2010 08:24 catty: absen bang..
16/07/2010 08:58 srdananjaya: assalamualaikum..selamat pagi
16/07/2010 00:37 hudzaifah: udah lama bgt ga' nengokin forum..,
View Shout History
Recent Topics
TURNAMEN BARONGSAI ALBSI BERJALAN SUKSES by sangpetualang
Today at 12:34

silat asli betawi silat si bunder by luri
Today at 07:43

Asal Usul Silat Sendeng by fachry09
31/07/2010 22:25

Perisai Diri International Championship (PDIC) ke-6 Tahun 2010 di Jakarta by Aguswin
31/07/2010 13:10

Konsentrasi pada telapak tangan... by malakmalakmal
31/07/2010 13:04

Film Silat Boy by Aguswin
31/07/2010 12:25

BABAD CARINGIN by suporter
31/07/2010 08:18

Aplikasi jurus dalam bertarung by sarung kampret
30/07/2010 16:39

Membedah Okinawa-te, sisi lain dr karate yg tersisih.... by samber gledek
28/07/2010 11:30

Berlatih Tenaga Dalam Dengan Olah Rasa by malakmalakmal
27/07/2010 10:21

Spontaneous Human Combustion by bluebex
27/07/2010 09:40

Knp Bisa Terjadi Begini ?? by bluebex
27/07/2010 09:38

[GUESTBOOK] by erdi
26/07/2010 22:32

melatih tenaga metafisika by bluebex
26/07/2010 12:25

Ingin belajar bela diri Betawi by ghorylla
25/07/2010 10:07

milis Silat
info: Guru Besar silat si bunder alias nage nyebrang sedang sakit
SELAMAT ULANG TAHUN UNTUK SHIFU KUSNUL HADI
SELAMAT ULANG TAHUN
Re: [Bulk] [silatindonesia] HUT KPS Nusantara ke 42
Re: [Bulk] [silatindonesia] HUT KPS Nusantara ke 42
Share this topic on DiggShare this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on StumbleUponShare this topic on TechnoratiShare this topic on TwitterShare this topic on YahooShare this topic on Google buzz

Author Topic: CERPEN (Cerita Panjang Endingnya) ...  (Read 2716 times)

hummdee6

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 2
  • Posts: 270
  • Good
    Reputation :
    9
  • Respect: 0
    • Email
Re: CERPEN (Cerita Panjang Endingnya) ...
« Reply #30 on: 03/02/2010 09:13 »
0
TEMAN SEKUTU BARU
Suatu hari karena urusan sekolah, Adi terpaksa pulang agak sorean. Kebetulan saat ini dia tidak sendirian.  Dia ditemani 2 orang temennya yang cewek, Dewi dan Ani, serta satu orang cowok bernama Joko. Joko ini adalah murid pindahan dari Yogya. Dia pindah karena ayahnya ditugaskan ke jakarta.
Jalan yang mereka tempuh ini merupakan jalan umum yang sering teman2 sekolahnya pulang, karena jalan tersebut menuju ke jalan raya dimana banyak kendaraan umum yang bisa dinaiki.

Disatu kelokan, Adi tercekat...ternyata kelompok preman yang biasa memalak dia sedang nongkrong sekitar 50m di depan.Bahkan sekarang sepertinya ada pimpinan kelompoknya. Sialnya, daerah tersebut jauh dari pemukiman dan sepi, sehingga bila terjadi kejahatan disini gak ada penduduk yang dapat membantu.

Joko melihat perubahan di wajah adi pun bertanya,”Kamu kenapa Di?”

“Ahh, enggak.Gak kenapa2. Cuman itu ada preman yang nongkrong disana. Gue punya pengalaman buruk ama mereka.” Jawab Adi sedikit dag dig dug.

Temen2 Adi yang cewek juga mulai cemas, bahkan salah satu sudah minta lewat jalan lain. Namun saat baru saja mereka balik arah, ternyata salah satu preman tersebut melihat mereka.

“Hey loe pade .. kesini!!!” Teriak preman kerempeng yang memiliki tato ditangan kirinya.

Terlambat!!!

Mau lari, kasihan temen2 yang cewek, nanti mereka ketinggalan.

Akhirnya mereka kembali ke arah semula dan berjalan perlahan-lahan. Adi perhatikan temen2 cewek-nya terlihat mulai cemas, namun si Joko tidak.

“Wah hebat juga nih anak, berani.” pikir Adi.

Saat semakin dekat, tiba-tiba joko berbisik,”Di, tolong nanti kamu jagain belakangku.”

Adi gak ngerti maksudnya apa,namun dia mengangguk saja.

Setelah dekat, si preman kerempeng itu mengenali Adi.

”Ohhh elo toh. Sekarang kita bisa bales dendam nih. Boss, ini dia yang bikin dulu kita-kita terkapar. Bukan dia langsung sih, tapi ada bapak2 yang nolongin dia.” Adu si krempeng ke bossnya.

Si boss preman ini terihat sangar dengan rambut gondrong dan bewoknya. Jaket jeans kotor yang dikenakannya menambah kesangaran wajahnya. Dengan tatapan tajam, si boss ini memperhatikan Adi dan teman-temannya.

 “Eh cungkring, kemari loe!! Langsung aja deh, Mana dompet loe!!” kata si kerempeng.

Adi diam tidak bergerak.

“Eh, ngelawan loe?” Kata preman krempeng tersebut sambil maju hendak menarik tangan Adi.

Ketika tangannya memegang tangan Adi, mendadak si Joko menahan tangan preman krempeng itu.
“Eh mo ikut campur loe?” hardik si preman ke Joko sambil melotot mencoba menakuti.

Joko terlihat tetap tenang, bahkan tersenyum.
“Bukannya mau ikut campur, Mas. Tapi hormati dong kemauan teman saya ini. Kalau dia tidak mau kesana, Mas tidak ada hak memaksa dia,” ujar Joko kalem.

Si krempeng mencoba menempeleng Joko dengan tangannya yang masih bebas. Namun Joko tanpa melepaskan tangan si preman yang terpegang tersebut menghindar dengan cara menunduk sambil memutarkan tubuhnya 360 derajat tanpa melepaskan pegangan tangannya. Alhasil, si preman jatuh terlentang dengan tangan terpelintir.

Suasana makin tegang dan panas.

Dewi dan Ani sudah mulai berteriak ketakutan dan berlari menjauh.
Para preman yang lain sudah mulai bergerak maju dan mengurung Joko. Joko pun memasang kuda-kuda
.
“Wahhh.. dia bisa silat,”pikir Adi.

Tiba-tiba Adi teringat dengan permintaan Joko, untuk menjaga belakangnya. Adi pun ikut masuk ke medan pertempuran, berdiri saling membelakangi dengan Joko.

6 lawan 2 sekarang.

Serangan belum dimulai, namun Adi mulai berpikir bagaimana caranya membuat keroyokan ini menjadi satu-lawan satu seperti strategi menghadapi keroyokan yang pernah diceritakan oleh Bang Mamad saat latihan. Namun jika dia sambil lari, berarti meninggalkan punggung Joko dan itu berbahaya bagi Joko.Tapi jika tidak sambil lari, maka dia harus melawan kroyokan.

Adi teringat bagaimana waktu pertama kali dikroyok jarot di WC sekolah. Hanya cukup satu serangan yang membuat KO Jarot dan 2 kawannya.

“Hmmm..pake cara itu! Satu serangan satu nyawa!”kata Adi meneguhkan hati.

Serangan dimulai!!

HAAAATT!!!

Teriakan tersebut membuka serangan pertama yang dilakukan oleh salah seorang preman yang berhadapan dengan Joko. Kepalan tangan yang dihiasi dengan cincin combong mengarah ke dagu Joko.
Joko menyambutnya dengan suatu tangkisan lembut dengan tapak tangan terbuka ke atas. Kemudian menyusul suatu pukulan lurus dengan buku2 jari ke arah leher lawan.

BEGH!! UHHHH!!!

Si penyerang terjengkang pingsan terkena ‘totokan’ di daerah lehernya.
2 Lawan si Joko kaget. Kemudian menahan serangannya dulu untuk melihat keadaan. Joko  masih tenang dengan kuda2nya.

Bersamaan dengan itu 2 dari 3 lawan Adi bergerak menyerang bersamaan.Melihat itu Adi langsung menggunakan kombinasi langkah ½ untuk menendang tulang kering salah satu penyerang dan menginjak jari kaki depan lawan, kemudian langkah 1 ke arah lawan lainnya yang menyerang. Berhubung jarak terlalu sempit untuk menggunakan jurus 1, maka untuk lawan yang diserang dengan langkah 1 Adi menggunakan ‘Nyekop Pasir’ dengan alat serang lengan depan dan bahunya ... kemudian berbalik arah lagi ke lawan yang diserang dengan langkah ½ dengan ‘Ombak Menggulung’.

Lawan yang diserang “nyekop pasir” terpental sampai menimpa temannya yang masih bersiap2 mengeroyok Adi  dan tidak mampu bangkit karena saat ‘nyekop pasir’ tadi Adi sempat memasukkan pukulannya ke rusuk si preman. Sedangkan yang diserang dengan “Ombak Menggulung”, pingsan dengan leher terkilir karena wajahnya kena tamparan tangan Adi.

Tamparan tersebut terlambat ditangkis oleh tangannya karena tangannya saat itu sibuk mengelus2 tulang kering kakinya yang tertendang oleh Adi tadi.
2 orang pengeroyok Adi langsung gak mampu bertarung lagi hanya dengan jurus Belah Pu’un yang sedikit dimodifikasi.

Satu orang lagi yang masih sadar dan tertiban temannya yang terkena serangan “nyekop pasir” Adi berusaha bangkit. Namun baru saja dia bangkit, mendadak Adi sudah ada dihadapannya. Adi langsung menendang  kemaluannya dan si preman pun jatuh meringkuk tanpa pernah mengeluarkan serangan.

Adi segera beralih ke Joko.Namun saat itu Joko pun sedang mendaratkan sikutnya ke wajah preman terakhir lawannya, yang sebelumnya dipanggil boss oleh kawan2nya. Boss preman tersebut pingsan terkapar dengan mulut jontor terkena sikut Joko.

“sudah selesai, Jok? Hebat loe. Diem-diem jago silat.” Kata Adi menghampiri sambil membawakan tas Joko yang tadi dijatuhkan ke tanah.

“kamu yang hebat. Dalam sekejap memberesi 3 orang,”kata Joko sambil menerima tasnya. “terima kasih ya.”

“Untuk apa?” tanya Adi.

“Untuk jagain punggungku dan ngambilin tasku ini.” Jawab Joko.“Habis ini bagaimana nih? Pergi begitu aja?”

“Hmmm .. gimana yaa .. gini aja deh. Loe, Dewi dan Ani pulang aja duluan.  Ada yang masih ingin gue obrolin ama mereka.” Kata Adi menunjuk para preman yang terkapar ditanah.

“Aku ikut kamu aja, Di,”kata Joko.”Biar si Dewi dan Ani pulang duluan.”

“ya sudah, terserah loe, Jok,”kata Adi. “Terima kasih.”

Adi pun memberi isyarat kepada Ani dan Dewi agar mendekat. Wajah mereka masih pucat ketakutan ketika sampai didekat Adi dan Joko.

“Ni, Wi .. tolong kejadian ini kita rahasiain aja. Jangan sampai orang lain tau. Gue ama Joko masih ada urusan ama mereka, jadi loe berdua pulang aja duluan. Tp sebelum pulang, tolong beliin 2 botol air putih kemasan di warung yang kita lewatin tadi. Ini uangnya.” Kata Adi.

Tanpa ba-bi-bu lagi, mereka segera menerima uang Adi dan pergi membeli air kemasan. Tak lama kemudian mereka kembali  membawa pesanan Adi.

“Di, gue ama Ani pulang duluan ya,”Kata Dewi.

“Iya ..dan jangan lupa, rahasiain kejadian ini,” Kata Adi

Dewi dan Ani pun mengangguk dan pergi meninggalkan tempat kejadian.

~Bersambung~

hummdee6

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 2
  • Posts: 270
  • Good
    Reputation :
    9
  • Respect: 0
    • Email
Re: CERPEN (Cerita Panjang Endingnya) ...
« Reply #31 on: 04/02/2010 12:26 »
0
LAWAN JADI KAWAN
Beberapa lama setelah Dewi dan Ani pergi,  para preman yang terkapar itu mulai siuman. Adi mencoba membantu mereka untuk bangun dan didudukkan dipinggir jalan.
Selama itu, Joko mengawasi para preman tersebut. Berjaga-jaga dari serangan mendadak dan pengecut.
Setelah terkumpul,Adi memberikan minuman air kemasannya itu kepada mereka.

“Air-nya, Bang. Minum dulu biar tenang,” Kata Adi menawarkan kepada mereka. Beberapa preman menerima tawaran air minum Adi tersebut.

“Apa maksud loe nolongin kita,” tanya Boss Preman dengan pandangan tajam.

“Gak ada maksud apa-apa sih, bang. Cuman mau selesaiin urusan hari ini sampe tuntas aja. Saya gak mau nanti ada dendam aja. Apalagi karena dendam itu, sampai melibatkan orang lain.. seperti temen-temen sekolah saya.” Kata Adi menjelaskan.

“Sebelumnya saya dan temen saya minta maaf kalo sampai membuat abang-abang semua mengalami sakit seperti ini, apalagi kalo sampe ada yang luka. Harap abang semua memaklumi, kami hanya sekedar membela diri. Gak ada maksud untuk menghina abang sekalian, apalagi melukai.
Saya akan tutup mulut tentang kejadian ini, dan kami harap abang-abang semua juga melupakan semuanya..entah itu dendam terhadap kami dan gangguan terhadap kami dan temen-temen sekolah kami.” Kata Adi mencoba bernegosiasi menawarkan win-win solution.

Si Boss preman menatap tajam Adi, seperti mencoba mencari ketulusan Adi diwajahnya. Adi pun tersenyum, sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman.

“Oke, gue setuju. Kejadian hari ini gak ada,”kata boss preman tersebut menyambut jabat tangan Adi.

Adi dan Joko pun berjabat tangan dengan para preman tersebut. Setelah itu, Adi dan Joko pun berpamitan pulang kepada mereka. “Kalo sudah begini, kami pamitan pulang dulu, Abang-abang semua. Mari...”

“Iye”

“Hmm..”

“He eh..”

“Yok..”
Jawab para preman nyaris berbarengan.

“Gila, kamu Di. Aku aja gak berpikiran sampai seperti itu,”kata Joko membuka percakapan sepanjang perjalanan menuju tempat mereka bisa mencegat kendaraan umum.

“gak berpikiran bagaimana?” tanya Adi.

“itu .. nungguin mereka siuman, minta maaf, negosiasi ,dll,”kata Joko.

“Ohh .. itu. Itu sih karena gue sudah pengalaman diintimidasi orang. Kalo gue perhatiin, orang kayak gitu harga dirinya tinggi. Kl kita kabur setelah bikin sakit mereka, mereka akan dendam..akibatnya kita akan gak tenang menghindari mereka terus. Namun kalo kita berbicara dengan penuh hormat padahal kita sudah di atas angin, mereka gak berani menolak yang kita tawarkan.” Kata Adi menjelaskan. “Yang penting bagaimana sebisa mungkin kita merangkul musuh menjadi kawan. Kan ada pepatah Seribu kawan terlalu sedikit, seorang musuh terlalu banyak.”

Obrolan pun berlanjut sampai akhirnya mereka berpisah karena mereka menggunakan kendaraan umum yang berbeda jurusan.
Sejak hari itu, para preman tidak lagi suka mengganggu anak-anak sekolah Adi. Bahkan mereka dapat menekan sekolah tetangga yang suka tawuran,sehingga lingkungan menjadi lebih tenang.. tidak tawuran lagi.

Beberapa lama setelah kejadian itu, geng preman tersebut pun bubar. Masing-masing anggota menempuh jalannya sendiri. Ada yang tetap disitu jadi tukang ojek, ada yang buka warung kecil-kecilan, ada yang keluar kota mencari nafkah. Walau demikian, keamanan daerah itu masih dapat dipertahankan karena mantan geng preman disana masih aktif menjaga keamanan lingkungan.

Sejak hari itu pula, Joko dan Adi berteman akrab.

~Bersambung~

hummdee6

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 2
  • Posts: 270
  • Good
    Reputation :
    9
  • Respect: 0
    • Email
Re: CERPEN (Cerita Panjang Endingnya) ...
« Reply #32 on: 12/02/2010 06:50 »
0
TITIK SASARAN DAN POLA TENAGA BARU
Subuh itu ada yang spesial dilatihan ini. Seusai shalat subuh, Bang Mamad meminta Adi duduk di beranda masjid.

“Abang kagum ama kemampuan loe, Di. Blm sampe 1 tahun, loe mampu menyerap semua yang Abang ajarin. Untuk ukuran pemula, loe dapat menerapkan nyaris sempurna silat ini diberbagai kondisi.” Puji Bang Mamad.

“Alhamdulillah, ini berkat doa Abang juga, dan kemauan Abang yang mengajarkan saya dengan tulus dan lugas sehingga saya dapat dengan mudah memahami isi yang Abang ajarkan.” Jawab Adi  dengan jujur.

“Mungkin tinggal 2-3 materi lagi yang bisa abang ajarin ke loe, Di. Setelah itu, semua tergantung loe. Kalo loe latih terus, apa yang Abang ajarkan ke loe akan terus berkembang dan mencapai kesempurnaannya. Namun apabila loe sia-siain, silat ini paling-tidak akan begitu-begitu saja. Bahkan bisa berkurang kemampuannya. Sebenarnya materi yang Abang sampein ini adalah materi yang sdh gak perlu diajarkan lagi, apalagi ke anak yang masih kencur kayak loe. Namun Abang sudah pikirin mateng-mateng, mengingat loe termasuk orang yang Abang nilai gak mudah terbawa emosi,moral loe bagus, dan pemahaman serta pengamalan loe terhadap agama islam Abang acungin jempol. Karena itu Abang Sekarang akan memberi loe beberapa teori. Insya Allah keputusan abang tepat mengajari loe nyang kayak beginian.
Yang pertama adalah teori tentang titik lemah tubuh manusia.”

Bang Mamad pun menjelaskan mengenai teori tubuh manusia dan titik-titik lemahnya. Dibeberapa titik lemah tersebut ada titik-titik yang sangat rawan, sehingga dapat membunuh. Disamping itu ada beberapa titik tubuh yang melumpuhkan.
Adi diam berkonsentrasi untuk menyimak apa yang dijabarkan oleh Bang Mamad. Kadang-kadang Bang Mamad mempraktekkan penyerangan titik-titik tubuh tersebut ke badan Adi.
Memang terasa, bagaimana bagian tubuh memang mematikan dapat memberikan efek yang sangat besar walau hanya tersentuh sedikit. Namun titik-titik tubuh yang melumpuhkan pun tersebar merata diseluruh tubuh. Kadang titik-titik tubuh tersebut tak terduga letaknya, sehingga kita sendiri pun tidak menyadari bahwa titik tubuh tersebut sangat mematikan.

Setelah menjelaskan ini, Bang Mamad berpesan,”Abang harap setelah loe mengetahui ini, loe makin bisa menahan diri dalam menggunakan silat loe secara sembarangan. Gak ada gunanya loe bisa punya kemampuan membunuh orang karena manusia pada dasarnya emang sudah lemah. Sedangkan kemenangan yang paling sukses adalah menaklukkan musuh tanpa bertempur.”

“Nah, sekarang loe ke lapangan. Lakukan jurus dengan berfokus pada sasaran titik tubuh yang baru aja Abang ajarin. Kalo loe merasa susah menerapkannya, lakukan perlahan-lahan saja dulu.”

Adi pun berjalan ke lapangan. Dimulai dari sikap ayam, Adi melakukan jurus Belah Pu’un dengan memfokuskan gerakannya menyerang titik-titik tubuh yang baru saja diajarkannya.

Kadang Bang Mamad berdiri dihadapan Adi yang sedang berjurus untuk membantu Adi melihat sasarannya,walau serangannya gak dikenakan ke tubuh Bang Mamad. Kadang Adi bertanya, jika ada yang lupa.

Setelah mendapatkan pelajaran mengenai titik tubuh ini, Adi mencoba menghapalkan apa yang telah didapatnya dengan berbagai cara.
Dia buat sebuah poster berbentuk orang, dan meletakkan tanda-tanda di poster tersebut..yang mana titik tubuh maut, yang mana yang melumpuhkan. Kadang orang yang berpapasan dengan Adi merasa ngeri karena Adi menatap tajam ke arahnya. Padahal sebenarnya Adi mencoba membayangkan yang mana titik tubuh maut dan melumpuhkan di tubuh orang tersebut. Jika lupa, Adi akan menanyakan saat latihan.
Karena sering ‘mempraktekkan’ itulah, dalam waktu singkat Adi dapat menghafal sebagian besar titik tubuh  tersebut, terutama titik tubuh yang mematikan.

Namun demikian, Adi merasa ada yang salah dalam latihannya saat ini. Bila jurusnya hanya terfokus titik tubuh, maka kekuatan serangannya berkurang. Namun bila sebaliknya, maka arah serangannya jadi tidak terfokus lagi.

Adi pun bertanya mengenai hal ini kepada Bang Mamad.
“Loe lupa apa gak ngerti kenapa Abang minta loe menjatuhkan berat badan loe ke bawah saat serangan masuk?” tanya Bang Mamad.

“Yang saya tau sih supaya saya gak kehilanga keseimbangan,” jawab Adi.

“Hanya itu?” tanya Bang Mamad kembali.

“Emang Ada lagi?” Adi balik bertanya.

“Hehehehe ...Tandanya loe masih belum perhatian ama jurus yang selama ini Abang ajarin.” Kata Bang Mamad sambil tertawa.

“Sebenarnya kalo loe perhatiin dan loe rasakan, saat loe menjatuhkan tubuh itu secara tidak langsung kaki loe menghentak ke tanah. Nahhh... tanah itu akan memberikan gaya dorong yang sama besar dengan gaya hentak kaki loe itu. Kalo daya dorong dari tanah itu mampu loe alirkan ke alat serang loe, maka dapat menjadi tenaga tambahan untuk serangan loe. Sini gue contohin”

“Yang ini adalah yang biasa loe latih,” kata bang Mamad mempraktekkan Nyekop Pasir dengan langkah 1/2 serperti yang biasa dilakukan Adi, ke tubuh Adi. Adi pun terpental sekitar 2 langkah.

“Namun bagaimana jika loe mendapat kondisi yang membuat loe tidak mungkin melakukan langkah ½ itu, atau jika loe memanfaatkan tenaga tolakan dari hentakan kaki loe itu...Sini Abang contohin.”

Pertama Bang Mamad mencontohkan bagaimana dia tidak menggunakan langkah ½ namun tetap menghasilkan tenaga yang sama dengan langkah ½. Kemudian yang kedua Bang Mamad menggunakan langkah ½ namun ditambah dengan pemanfaatan tenaga tolakan hasil dari penjatuhan berat tubuhnya. Hasilnya, Adi  terpental lebih dari 5 langkah..sudah sekuat jurus Belah Pu’un yang menggunakan 1 ½ langkah.
Adi dibuat takjub setelah merasakan itu. Apa jadinya jika jurus Belah Pu’un menggunakan pola tenaga seperti ini, pikir Adi saat itu.

“Sekarang faham, loe?” tanya Bang Mamad.

Adi mengangguk.

“Nah kalo loe faham, sekarang latih deh pola tenaga itu.” Kata Bang Mamad. “jangan lupa gabung dengan titik tubuh yang tadi Abang ajarin.”

Adi pun mulai melatihnya perlahan-lahan. Makin lama, latihan digabung dengan konsep-konsep sebelumnya.

Sebelumnya Bang Mamad memberi masukan, “Loe jangan dengan sengaja menghentakkan kaki loe. Hentakan kaki tersebut hendaknya adalah hasil dari menjatuhkan berat tubuh.  Bukan disengaja dihentakkan, karena itu hanya akan membuat cidera. Masih untung kl hanya kaki loe yang cedera. Kalo syaraf otak loe yang cedera, bagaimana? Syaraf2 dikaki bisa berhubungan langsung dengan otak lho.”

Adi pun menuruti nasihat Bang Mamad. Bila Adi ingin meningkatkan hentakan kakinya, maka Adi akan mencari cara bagimana caranya supaya saat menjatuhkan berat badannya itu dapat menghasilkan hentakan kaki yang kuat. Sehingga ada daya tolak yang lebih besar yang bisa dia manfaatkan untuk jurus yang dilakukannya.

Untuk beberapa lama Adi melatih titik sasaran dan pola tenaga baru ini. Tanpa disadari, Jurus-jurusnya pun makin luwes dan terarah ke titik tubuh. Sehingga makin lama, gerakan Adi makin halus..tidak seperti kemarin-kemarin yang terlihat sangat bertenaga. Namun kehalusan gerak jurusnya tidak mengurangi kekuatan dan daya hancur gerakannya. Bahkan sekarang makin ganas.

~Bersambung~

hummdee6

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 2
  • Posts: 270
  • Good
    Reputation :
    9
  • Respect: 0
    • Email
Re: CERPEN (Cerita Panjang Endingnya) ...
« Reply #33 on: 16/02/2010 15:45 »
0
STRATEGI MENGHADAPI KEROYOKAN TINGKAT LANJUT
Suatu kali,disela-sela latihan Adi bertanya kepada Bang Mamad,”Bang, saya masih penasaran dengan strategi menghadapi keroyokan yang pernah abang ajarin itu.”

“Ape lagi yang bikin loe penasaran?”tanya Bang Mamad.

“Begini Bang. Andaikata saat itu saya sedang tidak fit, mendadak saya kekurung ditengah-tengah tawuran kampung. Walau saya gak terlibat, saya pasti kena sasaran dari salah satu pihak yang terlibat. Saya saat itu gak memungkinkan untuk lari-lari melawan mereka. Trs, apa yang harus saya lakukan Bang?”

“Ohh .. tentang keroyokan itu. Hmmm.. begini deh. Berhubung sekarang abang ajarin juga gak bakal selesai karena sudah keburu siang,besok subuh aja- pas latihan- abang jelasin..kalo perlu loe latih sekalian. Nanti abang siapin alat-alat yang bisa membantu, “ kata Bang Mamad.

Esok subuhnya, ketika ingin latihan Adi diberikan sembilan buah batu besar oleh Bang Mamad.

“Untuk apa nih, Bang?” tanya Adi.

“Coba lo susun batu tersebut menjadi 3 baris dan 3 kolom,” kata Bang Mamad.

Adi pun menyusunnya. Setelah itu Bang Mamad menulisi disebelah batu tersebut angka-angka -yang terlihat oleh Adi- secara acak. Urutan angka tersebut sebagai berikut:

4   9   2
3   5   7
8   1   6

Adi makin bingung melihat itu. Kemudian Bang Mamad menjelaskan,”Begini, Di. Bayangkan loe saat ini diposisi 1. Saat loe diserang oleh sebuah kelompok, beberapa orang akan menyebar mengurung loe ke posisi 8 dan 6. Disamping itu lapisan pertama, yaitu 3-5-7, akan di bek-ap oleh lapisan kedua, yaitu 4-9-2. Andaikata tidak di bek-ap, posisi 4-9-2 tersebut merupakan tempat teraman loe saat diserang. Karena disitu berada dibelakang musuh-musuh loe. Paham?”

“Paham, Bang,”

“Nah..yang perlu loe lakuin adalah loe melangkah ke batu2 yang disusun tersebut secara berurutan. Dari batu 1, ke batu 2, trs ke batu 3, …dst, Faham?”kata bang Mamad.

“Hmmm .. Faham Bang. Tapi gak bisa langsung cepet nih. Saya hrs hapalin dulu.” Kata Adi.

“Ya iyalah .. gak usah langsung cepet. Pelan-pelan dulu. Yang penting loe tau mau kemana .. nanti setelah hafal, coba sambil maenin jurus,”Kata Bang Mamad meyakinkan Adi. “Ya udah, kerjain deh.”

Adi pun mencoba berjalan menuju setiap angka yang dimaksud secara berurut. Awalnya masih kikuk.. namun lama-lama agak lancar.
Selama beberapa hari pun Adi mulai melatihnya. Bagi Adi ini adalah latihan yang paling tersulit selama ini karena cara ini gak bisa dipraktekkan setiap saat. Melainkan harus mempunyai tempat tersendiri yang agak sunyi biar gak dianggap gila oleh yang melihatnya dan juga bisa dicoret-coret lantainya.

Namun demikian, Adi selalu berusaha mencari jalan bagaimana menguasai materi ini dalam waktu singkat.

~Bersambung~

Pemulung

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 10
  • -Receive: 1
  • Posts: 351
  • Good
    Reputation :
    9
  • Yang Penting Halal
  • Respect: 0
    • Email
Re: CERPEN (Cerita Panjang Endingnya) ...
« Reply #34 on: 16/02/2010 15:58 »
0
wah pakai tehnik langkah cina nih. Formula ajaib ini katanya dulu diketemukan orang jaman dulu di cina, pada rumah kura kura yang tertulis pola angka ini. Diagonal, vertikal, horizontal kalau dijumlah sama = 15.

Pat kwa katanya pakai gini juga ya ? ..wah memang ente praktisi wushu kuno...pendekatannya sama ceritanya yahud. sipp.. [top] [top]
Air Setitik Menjadi Lautan, Tanah Sekepal Menjadi Gunung, Sampah Segunung di laut Menjadi Banjir....

hummdee6

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 2
  • Posts: 270
  • Good
    Reputation :
    9
  • Respect: 0
    • Email
Re: CERPEN (Cerita Panjang Endingnya) ...
« Reply #35 on: 16/02/2010 16:08 »
0
@bang Pemulung ..
teorinya hanya saya ambil dari buku Pa Kwa Chang yang saya punya ..
ditambah banyak hayalan, jadilah pemaparan spt ini .. ;)
Justru saya mau ketemu ama orang yg faham aplikasi filosofi Pa Kwa dlm kungfu Pa Kwa Chang ini... ;)

Dodol Buluk

  • Moderator
  • Pendekar Madya
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 1.046
  • Good
    Reputation :
    18
  • Alone but never lonely
  • Respect: 0
    • Email
Re: CERPEN (Cerita Panjang Endingnya) ...
« Reply #36 on: 17/02/2010 08:51 »
0
Bang Hummdee,

ane pernah ngeliat langkah itu di daerah cawang...pada saat bersilaturahim dengan silat Ki Jirimin dan Ki Atu...beliau menjelaskan beberapa langkah Pat Kwa...ane agak siwer pas malem2 ngeliatnye...coba ditanya aje deh di marih..ade banyak yang ngeliat...(*ngelirik kanan kiri)

d'buls
"Jangan pernah bilang kagak kalo kagak pernah bilang jangan"

hummdee6

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 2
  • Posts: 270
  • Good
    Reputation :
    9
  • Respect: 0
    • Email
Re: CERPEN (Cerita Panjang Endingnya) ...
« Reply #37 on: 18/02/2010 20:44 »
0
@Bang D'Buls ...
wahhhh ..
AKHIRRRRRRNNNNYYYYAAAAAAAA ...
ada titik terang ..
Thx bgt ..
mungkin nanti bs saya bikin thread sendiri nih... (kl masih blm ada)

 


Powered by EzPortal