Sahabatsilat.com Forum Welcome to the Sahabatsilat.com Forum, where you can discuss everything about silat and you get to make friends in the silat community too!
Kayaknya trade-mark itu nggak berlaku internasional deh... tapi entahlah. Ada gan Ery gak ya di sekitar sinih [clingak-clinguk]
[red: edited. @m.sidik tidak perlu meng-quote post sebelumnya, kecuali untuk/jk ada penekanan pada kalimat tertentu saja]Ass. Kang Antara, terima kasih atas silaturahminya. Masalah trade-mark, kita serahkan saja pada para ahlinya, itu tugas mereka. Semoga kasus ini dibahas di DPR, kapan ya mereka perduli pada yang beginian. Komisi berapa nih masalah silat. Sekarang tugas kita adalah bagaimana menumbuhkan bangsa kita supaya mencintai warisan budayanya, supaya tetap lestari. PR lagi nih, buat kita para Insan Persilatan. Wassalam.
salamyah bener2 prihatin klo masalah ky gini ini...memang kenyataannya silat itu lebih diminati oleh orang luar...nih sekedar sharing aja, minggu lalu sy baru aja melatih intensif orang Amerika dan dia bilang bahw asilat ini one of the most deadly martial art dan betapa bangganya dia belajar silat, nah ironisnya waktu sy lat MA impor di Tiger Shark pas ada member yg liat papan pengumuman yg menyatakan ada kelas silat, komentarnya malah begigi: "silat itu yg nari2 itu kan, silat di pertandingan di TV berantemnya aneh, nari2 terus grabak grubuk"....ironis sekali, sungguh dianggap ga ada harganya di sebagian orang Indonesia...mengenai hak cipta ini semua adalah merk dagang, sebetulnya bukan masalah sera-nya tapi merek dagang dari VDT, menurut sy bukan berarti kl kita mau belajar serak harus minta ijin ke sana, yg dijual oleh VDT adalah nama, kurikulum dan sistem franchise...klo mereka mempersoalkan Sera yg di sini, baru kita urusin tuh soal merk dagang, cara yg paling kuat ya harus memasukkan silat ke dalam World Heritage Unesco...klo masalah merk dagang itu ga perlu kuatir karena asal ada perbedaan nama itu bisa diakalin, seperti contoh: Tactical Krav Maga, Krav Maga Combat Survival, dll mempunyai merek dagang berbeda padahal sm2 Krav Maga.....di USA, beladiri sudah menjadi industri sehingga diperlukan merek dagang...kita sebagai negara asal Silat ga perlu kuatir bermasalah, klo memang mereka mempermasalahkan hal ini, ya kita selesaikan aja...yah ribet memang karena nantinya bakal melibatkan asosiasi yg menaungi negara2 yg menandatangani perjanjian HAKI....
Menurut saya, kita kerjakan dulu apa yang bisa lakukan. Pertama2, kita luruskan sejarah Sera dengan mempublikasikan di beberapa forum diskusi dunia maya.Salam.
Saya sih sependapat dengan Uda Parewa... yah, mungkin karena saya bukan pewaris langsung dari silat apapun... cuma tukang ngapalin gerakan. Yuk kita konsolidasi internal, kita tingkatkan kecintaan terhadap silat di negeri sendiri, hentikan fokus terhadap masalah di luaran. Toh keluarga De Thouars juga sedang sibuk berkonflik diantara mereka sendiri tentang siapa yang sebenarnya paling berhak memungut iuran dollar menggunakan nama Serak/Sera.Ketika kita ribut-ribut batik dipatenkan orang, sebenarnya berapa banyak orang yang berbatik ke mana-mana? Di gedung tempat saya nyangkul nafkah yang mungkin berisi 2.000 orang setiap harinya, cuma saya satu-satunya yang pakai batik dari Senin sampai Jum'at, bahkan waktu sedang dinas lapangan (kecuali ke tempat yang wajib pakai overall, tentu sajah )... itupun dengan resiko diledekin orang . Lucunya, teman saya yang nggak pernah pakai batik adalah orang yang paling vokal di kantor soal pematenan batik.Energi kita terbatas, mari kita arahkan pada hal yang lebih produktif. Pada saatnya kita sudah besar dan berwibawa, dengan sendirinya mereka terpaksa harus berhadapan dengan kita. Ini terjemahan saya dari filosofi "musuh pantang dicari, pada saatnya akan datang sendiri ".Misalnya... hayu... kapan mau silaturahmi ke teman-teman Sera... kok belum ada perkembangan?