Guru saya pernah ngajarin ...
"Kl latihan harus seperti di medan perang... maka nanti di medan perang akan serasa seperti latihan."
Maksudnya saat latihan mental, visualisasi, imajinasi dan konsentrasi kita harus seperti tarung sungguhan (kalo perlu ngerasa seperti kondisi tarung mati-hidup) .. maka nanti kita akan terbiasa dan tidak stress saat tarung hidup-mati (duel) nanti lawan musuh.
Mungkin itu sebabnya beladiri (silat, kungfu, karate) zaman dulu gak ada sparring lawan manusia. Umumnya hanya latihan ketangkasan seperti nangkep onde2 saat melakukan jurus (umumnya silat betawi), pake "manusia" kayu (wing chun, hung gar, Bak Mei, Ba Gwa, karate), atau sama sekali gak pake alat bantu/hanya perdalam jurus (tao kun, taichi, baji quan, xing yi quan, bbrp silat kuno, dll).
Sebab disamping untuk menghindari cidera saat latihan, juga untuk menjaga dan melestarikan "keganasan" system beladiri tersebut.