Attention New MembersPlease consider filling in the Guest Book so that we can all get to know you hey? Let's get to know one another!
Padjadjaran Nasional dan GGBD sangat erat sekali hubungannya, tapi gak enak kalau dibahas disini. Kalau mau tau lebih jauh, bisa datang ke Padepokan, nanti kitangobrol-ngobrol di sana. Yang jelas Eyang Guru Padjadjaran Nasional adalah dari Gerak Gulung
Emang GGBD masih ada kang parigesit. Yang tulis oleh Padjajaran adalah sejarah dari Padjajaran Nasional yang kalau mau bisa dikonformasi ulang langsung pada keturunan dari Eyang Guru Haji Abdullah yang masih ada di Bogor. Misalnya sama Wa Otto, adik dari Wa Horis Kusumaningrat. Atau bisa juga langsung ke anak-anak keturunan dari Eyang Guru yang lainnya. Saya juga rada aneh n heran kenapa Padjajaran ambil sumber dari Mang Hamid (ini mang Hamid yang di Lebak sari kan? tetangga Abah Sidik. Mang Hamid ini memang benar murid dari Wa Horis), Bukankah sebaiknya langsung mencari sumber langsung, kan masih ada keluarga dari Horis Kusumaningrat.Atau kalau mau lebih netral coba tanya ke mang Bakang (RH. Abu Bakar, adik misan dari Haji Ahmad, anak dari Eyang Guru Haji Abdulllah dan ayah Wa Horis. Mang Bakang ini juga yang bersama Abah Sidik memugar makam Eyang Guru Haji Abdullah. Sebenarnya kami tidak mau berpolemik masalah ini, terakhir Kang Awang sudah bertemu dengan Kang Emen, dan prinsip kami selama tidak membawa-bawa dan menyinggung harga diri perguruan kami silahkan saja PS Padjajaran memakai sejarahnya dan kami juga memakai sejarah kami.
Heheheheh, San bukannya yang doyan pop mie tuh ente ama eka, ane kan cuma ngopi aja. To Padjajaran: Ane ga mau berdebat disini, itu sejarah Padjajaran ya silahkan. Tapi yang perlu diperjelas Gerak Gulung Budidaya tidak pernah berubah jadi Padjajaran Nasional. Dari dulu GGBD ya GGBD.