Welcome, Guest. Please login or register.
March 16, 2010, 02:07:54 AM

Login with username, password and session length

Pencak Silat Forum Sahabat Silat Community

KOMUNITAS SAHABAT SILAT


silat-com  logo-fp2stik 
"Jika dikatakan pencak silat kurang populer dibanding olahraga lainnya mungkin bisa saja benar.
Kalau demikian maka menjadi tugas kita bersama untuk mempopulerkan,
bukan mengganggap remeh kemudian meninggalkannya”, ujar Eddy Nalapraya.


 
Komunitas Sahabat Silat adalah komunitas yang terbuka bagi seluruh masyarakat pengemar Seni beladiri
tidak terbatas pada perguruan tertentu, karena komunitas ini adalah komunitas yang dibangun berdasarkan kecintaan
kepada olahraga beladiri khusunya pencak silat, mari bergabung bersama sahabat silat lainnya.  
* *

Pages: [1]   Go Down
  Print  
Author Topic: [Kisah] SI PITUNG - Jagoan Betawi  (Read 16043 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
YwK
Guest
« on: September 03, 2008, 01:22:34 PM »

Dear sahabat Silat,

Disini saya dapet beberapa copy artikel mengenai si Pitung / Bang Pitung, mohon urun rembuknya mengenai kisah bang Pitung ini. berikut hasil copy dari beberapa sumber. terima kasih

Name asli dari SI PITUNG

Name asli dari SI PITUNG...SEBUTAN LAEN : BABE adalah:RADEN MUHAMMAD ALI BIN RADEN SAMIRIN BIN RADEN ABDUL KHADIR BIN PANGERAN RADEN JIDAR (NITIKUSUMA KE-5)


Beliau lahir di petunduan palmerah pada tahun 1874 dan wafat pada tahun 1903 di bandenagan utara kecamatan penjaringan-JAKARTA,Beliau termasuk pahlawan BETAWI dalam melakukan perlawanan terhadap tuan-tuan tanah Cina dan Belanda.

Dalam perjuangannye si Pitung selalu menggunakan silatnye untuk Amarmakruf nahi munkar nyang berarti mengajak orang ke jalan kebaikan dan mencegah kesesatan.Jagoan BETAWI nyang sebenarnye JAGO punye sifat: jujur,tidak takabur,berbudi pekerti baik,peka terhadap penderitaan orang lain.
Memang jagoan-jagoan betawi ade juge nyang jahat yaitu jagoan-jagoan bayaran yang di sewa untuk membela tuan-tuan tanah dan penjajah belande,jagoan-jagoan ini doyan kekerasan biasanye di panggil Si tukang kepruk.
Jagoan-jagoan ini tidak lagi mempergunakan ilmu kesaktian dan bela dirinya untuk mencapai kesempurnaan spiritual sebagai manusia, tetapi sebaliknya disalahgunakan untuk mendapatkan kepuasan materi.

Misalnye dulu, pada zaman cultuur stelsel (tanam paksa), sebagian besar jago lebih suka berpihak kepada mesin sistem ekonomi kolonial atau tuan tanah ketimbang membela kaum lemah. Mereka menjadi tukang pukul untuk memaksakan kepentingan tuan tanah di wilayah particuliere landerijen (tanah-tanah partikulir) seperti di Tangerang, Ciomas, Bekasi, dan Cililitan.

di riwayatkan di tanah-tanah partikulir itu penindasan kaum tani lebih kasar dan keji dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Jawa. Particuliere landerijen adalah tanah-tanah milik pribadi nyang sangat luas yang pemilik-pemiliknya dapat disebut tuan-tuan tanah yang mempunyai hak feodal para penyewa tanah mereka, termasuk hak istimewa untuk memungut pajak-pajak pribadi dan tugas-tugas kerja paksa yang berat. Pemerintah jajahan jarang campur tangan dalam urusan intern tanah-tanah milik itu, jadi memperbolehkan penyalahgunaan nyang melampaui batas untuk terus berlangsung tanpa ada usaha perbaikan.
Logged
YwK
Guest
« Reply #1 on: September 03, 2008, 01:25:35 PM »

Hari-hari Akhir Si Pitung

oleh alwishahab

Betawi Oktober 1893. Rakyat Betawi di kampung-kampung tengah berkabung. Dari mulut ke mulut mereka mendengar si Pitung atau Bang Pitung meninggal dunia, setelah tertembak dalam pertarungan tidak seimbang dengan kompeni. Bagi warga Betawi, kematian si Pitung merupakan duka mendalam. Karena ia membela rakyat kecil yang mengalami penindasan pada masa penjajahan Belanda. Sebaliknya, bagi kompeni sebutan untuk pemerintah kolonial Belanda pada masa itu, dia dilukiskan sebagai penjahat, pengacau, perampok, dan entah apa lagi.

Jagoan kelahiran Rawa Belong, Jakarta Barat, ini telah membuat repot pemerintah kolonial di Batavia, termasuk gubernur jenderal. Karena Bang Pitung merupakan potensi ancaman keamanan dan ketertiban hingga berbagai macam strategi dilakukan pemerintah Hindia Belanda untuk menangkapnya hidup atau mati. Pokoknya Pitung ditetapkan sebagai orang yang kudu dicari dengan status penjahat kelas wahid di Betawi.

Bagaimana Belanda tidak gelisah, dalam melakukan aksinya membela rakyat kecil Bang Pitung berdiri di barisan depan. Kala itu Belanda memberlakukan kerja paksa terhadap pribumi termasuk ‘turun tikus’. Dalam gerakan ini rakyat dikerahkan membasmi tikus di sawah-sawah disamping belasan kerja paksa lainnya. Belum lagi blasting (pajak) yang sangat memberatkan petani oleh para tuan tanah.

Si Pitung, yang sudah bertahun-tahun menjadi incaran Belanda, berdasarkan cerita rakyat, mati setelah ditembak dengan peluru emas oleh schout van Hinne dalam suatu penggerebekan karena ada yang mengkhianati dengan memberi tahu tempat persembunyiannya. Ia ditembak dengan peluru emas oleh schout (setara Kapolres) van Hinne karena dikabarkan kebal dengan peluru biasa. Begitu takutnya penjajah terhadap Bang Pitung, sampai tempat ia dimakamkan dirahasiakan. Takut jago silat yang menjadi idola rakyat kecil ini akan menjadi pujaan.

Si Pitung, berdasarkan cerita rakyat (folklore) yang masih hidup di masyarakat Betawi, sejak kecil belajar mengaji di langgar (mushala) di kampung Rawa Belong. Dia, menurut istilah Betawi, ‘orang yang denger kate’. Dia juga ‘terang hati’, cakep menangkap pelajaran agama yang diberikan ustadznya, sampai mampu membaca (tilawat) Alquran. Selain belajar agama, dengan H Naipin, Pitung –seperti warga Betawi lainnya–, juga belajar ilmu silat. H Naipin, juga guru tarekat dan ahli maen pukulan.

Suatu ketika di usia remaja –sekitar 16-17 tahun, oleh ayahnya Pitung disuruh menjual kambing ke Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dari kediamannya di Rawa Belong dia membawa lima ekor kambing naik gerobak. Ketika dagangannya habis dan hendak pulang, Pitung dibegal oleh beberapa penjahat pasar. Mulai saat itu, dia tidak berani pulang ke rumah. Dia tidur di langgar dan kadang-kadang di kediaman gurunya H Naipan. Ini sesuai dengan tekadnya tidak akan pulang sebelum berhasil menemukan hasil jualan kambing. Dia merasa bersalah kepada orangtuanya. Dengan tekadnya itu, dia makin memperdalam ilmu maen pukulan dan ilmu tarekat. Ilmu pukulannya bernama aliran syahbandar. Kemudian Pitung melakukan meditasi alias tapa dengan tahapan berpuasa 40 hari. Kemudian melakukan ngumbara atau perjalanan guna menguji ilmunya. Ngumbara dilakukan ke tempat-tempat yang ‘menyeramkan’ yang pasti akan berhadapan dengan begal.

Salah satu ilmu kesaktian yang dipelajari Bang Pitung disebut Rawa Rontek. Gabungan antara tarekat Islam dan jampe-jampe Betawi. Dengan menguasai ilmu ini Bang Pitung dapat menyerap energi lawan-lawannya. Seolah-olah lawan-lawannya itu tidak melihat keberadaan Bang Pitung. Karena itu dia digambarkan seolah-olah dapat menghilang. Menurut cerita rakyat, dengan ilmu kesaktian rawa rontek-nya itu, Bang Pitung tidak boleh menikah. Karena sampai hayatnya ketika ia tewas dalam menjelang usia 40 tahun Pitung masih tetap bujangan.

Si Pitung yang mendapat sebutan ‘Robinhood’ Betawi, sekalipun tidak sama dengan ‘Robinhood’ si jago panah dari hutan Sherwood, Inggris. Akan tetapi, setidaknya keduanya memiliki sifat yang sama: Selalu ingin membantu rakyat tertindas. Meskipun dari hasil rampokan terhadap kompeni dan para tuan tanah yang menindas rakyat kecil.

Sejauh ini, tokoh legendaris si Pitung dilukiskan sebagai pahlawan yang gagah. Pemuda bertubuh kuat dan keren, sehingga menimbulkan rasa sungkan setiap orang yang berhadapan dengannya. Dalam film Si Pitung yang diperankan oleh Dicky Zulkarnaen, ia juga dilukiskan sebagai pemuda yang gagah dan bertubuh kekar. Tapi, menurut Tanu Trh dalam ‘Intisari’ melukiskan berdasarkan penuturan ibunya dari cerita kakeknya, Pitung tidak sebesar dan segagah itu. ”Perawakannya kecil. Tampang si Pitung sama sekali tidak menarik perhatian khalayak. Sikapnya pun tidak seperti jagoan. Kulit wajahnya kehitam-hitaman, dengan ciri yang khas sepasang cambang panjang tipis, dengan ujung melingkar ke depan.”

Menurut Tanu Trh, ketika berkunjung ke rumah kakeknya berdasarkan penuturan ibunya, Pitung pernah digerebek oleh schout van Hinne. Setelah seluruh isi rumah diperiksa ternyata petinggi polisi Belanda ini tidak menemukan si Pitung. Setelah van Hinne pergi, barulah si Pitung secara tiba-tiba muncul setelah bersembunyi di dapur. Karena belasan kali berhasil meloloskan diri dari incaran Belanda, tidak heran kalau si Pitung diyakini banyak orang memiliki ilmu menghilang. ”Yang pasti,” kata ibu, seperti dituturkan Tanu Trh, ”dengan tubuhnya yang kecil Pitung sangat pandai menyembunyikan diri dan bisa menyelinap di sudut-sudut yang terlalu sempit bagi orang-orang lain.” Sedang kalau ia dapat membuat dirinya tidak tampak di mata orang, ada yang meyakini karena ia memiliki kesaksian ‘ilmu rontek’.
Logged
YwK
Guest
« Reply #2 on: September 03, 2008, 01:26:37 PM »

Quote
Dia merasa bersalah kepada orangtuanya. Dengan tekadnya itu, dia makin memperdalam ilmu maen pukulan dan ilmu tarekat. Ilmu pukulannya bernama aliran syahbandar. Kemudian Pitung melakukan meditasi alias tapa dengan tahapan berpuasa 40 hari.

Wah Si Kang Pitung ternyata belajar juga jurus syahbandar juga looh, ada yang tahu syahbandarnya. makasih:)
Logged
Jali Jengki
Moderator
Pendekar Muda
***

Good
Reputation :
42
Posts: 824


Love Pencak Silat, Proud to be Indonesian


Awards
« Reply #3 on: September 03, 2008, 01:40:03 PM »

Ini hasil tulisan ane di mari:

http://maenpukulan.multiply.com/journal/item/1/Melacak_Si_Pitung
Logged

Kullu Nafsin Zaaiqatul MAUT
simpay
Anggota Tetap
***

Good
Reputation :
4
Posts: 182



Awards
« Reply #4 on: September 06, 2008, 05:54:07 AM »

sayang sekali...Orang seperti Bang Pitung,gak ada keturunannya.....yang bisa meneruskan ilmu dan  rasa Nasionalisnya,walaupun mungkin Bang Pitung punya teman atau murid yang belajar sama dia.
dilanjut lagi kang pembahasannya....

salam
simpay
Logged
sarung kampret
Pendekar Madya
***

Good
Reputation :
20
Posts: 1.200


alam_kerok@yahoo.com
Email Awards
« Reply #5 on: February 04, 2009, 02:20:18 PM »

ini cerita angkat aja di SI bos..
Logged

"Sugih tanpo bondho,pintar tanpo ngeguru, menang tanpo ngasorake, nglurug tanpo bala, mangan tanpo mbayar."
resto
Anggota Tetap
***

Good
Reputation :
0
Posts: 62


Email Awards
« Reply #6 on: December 12, 2009, 11:42:51 PM »

oh yang nulis bang alwishahab republika yach, apakah tulisan tsb berdasrkan fakta?

dan terbukti masak Pitung belajar Syahbandar? pembuktiannya dimana? coba tanya sama bang alwishahab untuk penjelasannya.

Ane malah setubuh eh setujuh sama bang Jala jengki dimana Pitung lebih identik dengan maenan Cingkrik dan Cikalong (bukan syahbandar)

Bang alwishahab bisa kasih komen ngga disini ?

Logged
sarung kampret
Pendekar Madya
***

Good
Reputation :
20
Posts: 1.200


alam_kerok@yahoo.com
Email Awards
« Reply #7 on: December 14, 2009, 01:07:40 PM »

kalau babeh alwi sahab gak bisa koment disini, sini aja deh yang koment... hihihihihi Cheesy
Logged

"Sugih tanpo bondho,pintar tanpo ngeguru, menang tanpo ngasorake, nglurug tanpo bala, mangan tanpo mbayar."
MageGila
Anggota
**

Good
Reputation :
0
Posts: 3


Email Awards
« Reply #8 on: December 15, 2009, 02:55:59 PM »

lanjut kang... menarik nih 
Logged
Qsecofr
support
Anggota Tetap
*

Good
Reputation :
0
Posts: 143



Email Awards
« Reply #9 on: February 10, 2010, 07:52:10 PM »

Kalau ngga salah menunggu pak Alwi Shahab komentar dech, krn komentarnya sangat di tunggu2 oleh temen2 kita di atas tuh
Logged

www.gappala.or.id | www.petualang-indonesia.com
Team Gappala Indonesia Adventurer
Pages: [1]   Go Up
  Print  
 
Jump to:  

Subject Started by Replies Views Last post
Lanjutan bagian ke 2 - Pendekar Lima (5) « 1 2 3 » putri teratai 35 6717 Last post December 25, 2008, 11:11:27 AM
by simpay
Margaluyu Fenomena « 1 2 ... 7 8 » kisawung 107 28097 Last post May 17, 2009, 12:56:22 AM
by Wahyu Taqwa
Studi tentang Kharisma Kyai & Jawara di Banten « 1 2 » boencis 26 19683 Last post January 14, 2008, 07:04:02 PM
by CrYPTON
silat, indonesia, malaysia, dunia « 1 2 3 » luri 38 6562 Last post October 20, 2009, 11:49:56 AM
by sarung kampret
Sepasang Monyet Perkasa dari Goa Hydro « 1 2 3 4 » sarung kampret 48 4580 Last post December 01, 2009, 01:48:31 PM
by Dolly
kioss

sahabatsilat-com  


http://petualang-indonesia.com silatindonesia-com





TinyPortal v1.0.5 beta 1© Bloc