Welcome, Guest. Please login or register.
March 22, 2010, 03:16:42 AM

Login with username, password and session length

Pencak Silat Forum Sahabat Silat Community

KOMUNITAS SAHABAT SILAT


silat-com  logo-fp2stik 
"Jika dikatakan pencak silat kurang populer dibanding olahraga lainnya mungkin bisa saja benar.
Kalau demikian maka menjadi tugas kita bersama untuk mempopulerkan,
bukan mengganggap remeh kemudian meninggalkannya”, ujar Eddy Nalapraya.


 
Komunitas Sahabat Silat adalah komunitas yang terbuka bagi seluruh masyarakat pengemar Seni beladiri
tidak terbatas pada perguruan tertentu, karena komunitas ini adalah komunitas yang dibangun berdasarkan kecintaan
kepada olahraga beladiri khusunya pencak silat, mari bergabung bersama sahabat silat lainnya.  
* *

Pages: 1 2 [3] 4   Go Down
  Print  
This topic has not yet been rated!
You have not rated this topic. Select a rating:
Author Topic: Sepasang Monyet Perkasa dari Goa Hydro  (Read 4592 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
sarung kampret
Pendekar Madya
***

Good
Reputation :
20
Posts: 1.200


Topic starter
alam_kerok@yahoo.com
Email Awards
« Reply #30 on: November 12, 2009, 01:16:00 PM »

mbak dolly yang jadi kongnya khan "kong DF" yang wajahnya rada tampan wlau sekilas kayak H. Djojon mbak...tapi masih ngeliat-liat dulu...takutnya doi ngambek hauhahhahhahaha Cheesy

kang Pemulung : setelah melihat dari terawangan batu cincin yang dirimu nanti berikan baru resmi dirimu jadi penjahat atawa tidak... huahahahahaha Cheesy
Logged

"Sugih tanpo bondho,pintar tanpo ngeguru, menang tanpo ngasorake, nglurug tanpo bala, mangan tanpo mbayar."
Dolly
Moderator
Anggota Senior
**

Good
Reputation :
4
Posts: 391


smile....

dm_shadaa@hotmail.com dm_shadaa
Email Awards
« Reply #31 on: November 12, 2009, 06:55:55 PM »

wkwkwkwk....gak papa deh kalo om df yang jadi kongnya...
Logged

"Menjalin Persahabatan Tanpa Kekerasan"
"Tangan Bukan Untuk Saling Beradu, Tapi Tangan Unjuk Saling Menjabat"
ps-syahbandar6. blogspot. com
putri teratai
Pendekar Muda
**

Good
Reputation :
20
Posts: 805


datang kembali datang tuk mencapai kesempurnaan


WWW Awards
« Reply #32 on: November 13, 2009, 10:47:49 AM »

xixixixi..sekarang Dolly kena neh...btw, lanjoot ceritanya...lumayan buat hiburan sambil ngerjain setrikaan.. Roll Eyes
Logged

percaya dan cintailah dirimu
(Kita ada di sini bukan untuk saling bersaing. Kita ada di sini untuk saling melengkapi. - Bill Mccartney)
hudzaifah
Anggota Tetap
***

Good
Reputation :
2
Posts: 217


zihhadz
Email Awards
« Reply #33 on: November 16, 2009, 02:13:12 AM »

ikutan dong jadi pengemis gembel yang baik hati..,,  Tongue
Logged
sarung kampret
Pendekar Madya
***

Good
Reputation :
20
Posts: 1.200


Topic starter
alam_kerok@yahoo.com
Email Awards
« Reply #34 on: November 16, 2009, 12:44:55 PM »

Kakek itu bukanlah orang sembarangan. Dia adalah Raja Obat DF. DF ini adalah  berupa inisial yang dari bidangnya yakni “Dibidang Farmasi”.  Dia dahulu bekerja sebagai seorang juru obat kaisar di kerajaan, memiliki ilmu kepandaian tinggi dalam ilmu silat, ilmu pengobatan dan ilmu sastera. Namun nasib malang menimpa diri kakek ini ketika dia sudah mengundurkan diri sebagai juru obat dengan adanya peristiwa yang menimpa keluarganya sehingga akhirnya dia mengasingkan diri di dusun terpencil di daerah Bojong ini. Tidak begitu jelas bagaimana keluarga kakek ini, di cerita ini dia hanya hidup berdua dengan seorang cucunya, cucu wanita yang bernama Dolly Dodol Lipet. Karena melihat kejamnya daerah ibukota kerajaan maka untuk menghindari keganasan dan kemaksiatan ibukota kakek ini memilih tinggal di daerah terpencil.

Melihat perkembangan kota yang kian pesat itu, DF lalu mengajak Dolly untuk pergi meninggalkan Ibukota dan akhirnya mereka tinggal di dusun kecil di Bojong itu. Di tempat terpencil dan sunyi ini, Sesungguhnya anak ini adalah cucu murid dari kakek DF, akan tetapi diaku sebagai cucunya, karena sejak kecil ikut beliau.

Biarpun kini penghidupannya di dalam dusun itu bersama cucu nya dapat dikatakan tenteram dan penuh damai, namun kakek yang tua ini masih selalu gelisah kalau mengingat akan masa depan cucu -nya itu. Pernah dia ditekan dan merasa terdesak oleh pertanyaan Dolly yang berwatak periang, cerdik dan jenaka itu, yaitu pertanyaan mengenai ayah dara itu. Dia tadinya hanya memberi tahu kepada Dolly bahwa nama ibunya adalah Dodol. Dara yang cerdik itu cepat membantah.

“Tidak mungkin itu, kakek!”
“Apanya yang tidak mungkin?”
“Kalau ibu Dodol, mengapa aku Dolly? Kenapa gak Rengginang”
“Ahh.... kau sebetulnya.... ah, engkau memang cucuku.”
“Hemm, kong-kong menyembunyikan sesuatu dariku! Siapakah ayahku? Dan di mana ayah? Apakah dia sudah meninggal? Mengapa pula aku tidak diberi tahu ayahku?”
Dihujani pertanyaan ini, kakek DF menjadi sibuk sekali dan namun  dia tidak mengaku juga.

“Nanti aku jawab ayahmu kalau ilmu mu sudah tinggi.”
Logged

"Sugih tanpo bondho,pintar tanpo ngeguru, menang tanpo ngasorake, nglurug tanpo bala, mangan tanpo mbayar."
sarung kampret
Pendekar Madya
***

Good
Reputation :
20
Posts: 1.200


Topic starter
alam_kerok@yahoo.com
Email Awards
« Reply #35 on: November 16, 2009, 01:00:58 PM »

Untuk mengisi kekosongan hidupnya di dusun yang terpencil di Bojong itu, Kong DF menerima murid-murid untuk dilatih ilmu silat. Tentu saja dia memilih dalam penerimaan murid ini, dan setelah dia kumpulkan, hanya ada lima belas orang pemuda di sekitar daerah itu yang diterimanya menjadi murid-muridnya. Tentu saja karena Dolly telah digemblengnya sejak kecil sedangkan penerimaan murid dilakukan setelah Dolly berusia dua belas tahun, maka biarpun Dolly disebut adik seperguruan namun dalam hal ilmu silat dara ini jauh lebih pandai daripada semua abang-abangnya.
Kekesalan hati Dolly di pagi hari itu bukan hanya karena dia jemu berlatih silat. Sama sekali tidak. Sesungguhnya dia amat gemar berlatih ilmu silat dan bakatnya amat baik. Akan tetapi pagi itu lain lagi. Ada berita menggemparkan bahwa rombongan utusan Raja akan lewat di dusun itu dalam perjalanan mereka menuju ke Ibukota, untuk memboyong puteri Raja karena puteri itu telah dijodohkan dengan seorang pangeran yang menguasai Sunda di waktu itu. Rombongan utusan kaisar Sunda ini kabarnya membawa pula peralatan dan hadiah-hadiah istimewa sehingga semua penduduk di daerah yang akan dilalui rombongan telah bersiap-siap untuk menonton! Tentu saja Dolly, seorang dara remaja yang masih mempunyai sifat kekanak-kanakan dan haus akan segala yang menarik hati, ingin sekali menonton maka latihan-latihan keras yang diadakan Engkongnya pada saat seperti itu membuat hatinya mendongkol.
 
Betapapun juga,Dolly tidak mau membantah lagi kepada eng-kongnya, apalagi di depan lima belas orang abang seperguruan­nya. Dan dia sudah ikut pula berlatih, biarpun hanya dengan setengah hati. Latihan berjalan tertib kembali dan yang terdengar hanya bentakan-bentakan mereka yang mengikuti pukulan-pukulan tertentu, suara pernapasan dan suara Kong DF yang menghitung dengan irama yang khas
Logged

"Sugih tanpo bondho,pintar tanpo ngeguru, menang tanpo ngasorake, nglurug tanpo bala, mangan tanpo mbayar."
iqbal khan
Anggota Tetap
***

Good
Reputation :
0
Posts: 124


Awards
« Reply #36 on: November 16, 2009, 01:39:23 PM »

Untung dolly tinggal di bojong.. kalau di surabaya bisa bahaya ha.ha. di dolly surabaya banyak Dodol.
Kang sarkem tolong ceritanya jgn sampai Dolly pindah ke surabaya ya??!!!
Logged
sarung kampret
Pendekar Madya
***

Good
Reputation :
20
Posts: 1.200


Topic starter
alam_kerok@yahoo.com
Email Awards
« Reply #37 on: November 16, 2009, 04:07:50 PM »

justru itu mas iqbal...

tapi sini bukan moderator lagi... malah bisa dibanned sekarang  lucu abis Ngakak salah ketik aja gak bisa di hapus...!! untung artinya masih asama..
Logged

"Sugih tanpo bondho,pintar tanpo ngeguru, menang tanpo ngasorake, nglurug tanpo bala, mangan tanpo mbayar."
Dolly
Moderator
Anggota Senior
**

Good
Reputation :
4
Posts: 391


smile....

dm_shadaa@hotmail.com dm_shadaa
Email Awards
« Reply #38 on: November 17, 2009, 08:45:22 AM »

Gokil abis.,. lucu abis
gw ngakak sendiri nih diangkot,,,

tar kalo aku ke jatim aku bw dh wingko babat nya..

Pada nyangka yg negatif nih, tar mamaku marah loh kalo anaknya disamain ma yg ky gt...
Logged

"Menjalin Persahabatan Tanpa Kekerasan"
"Tangan Bukan Untuk Saling Beradu, Tapi Tangan Unjuk Saling Menjabat"
ps-syahbandar6. blogspot. com
sarung kampret
Pendekar Madya
***

Good
Reputation :
20
Posts: 1.200


Topic starter
alam_kerok@yahoo.com
Email Awards
« Reply #39 on: November 19, 2009, 03:25:40 PM »

tenang mbak...mas iqbal itu memang negatif... saya yang positif mbak...
Logged

"Sugih tanpo bondho,pintar tanpo ngeguru, menang tanpo ngasorake, nglurug tanpo bala, mangan tanpo mbayar."
iqbal khan
Anggota Tetap
***

Good
Reputation :
0
Posts: 124


Awards
« Reply #40 on: November 19, 2009, 03:54:14 PM »

jangan diterusin bahas yg negatif2.
Kang Sarkem terusin ceritanya. 
Logged
Dolly
Moderator
Anggota Senior
**

Good
Reputation :
4
Posts: 391


smile....

dm_shadaa@hotmail.com dm_shadaa
Email Awards
« Reply #41 on: November 19, 2009, 07:10:40 PM »

ya tuh om selesaikan ceritanya,,, cerita yang lain juga tuh... biar bisa dijadiin buku,,,dengan judul...kumpulan cerita gokil karya pendekar gila...hehehehehe Cheesy
Logged

"Menjalin Persahabatan Tanpa Kekerasan"
"Tangan Bukan Untuk Saling Beradu, Tapi Tangan Unjuk Saling Menjabat"
ps-syahbandar6. blogspot. com
sarung kampret
Pendekar Madya
***

Good
Reputation :
20
Posts: 1.200


Topic starter
alam_kerok@yahoo.com
Email Awards
« Reply #42 on: November 20, 2009, 01:31:28 PM »

--Lanjutan Cerita-

Suara tambur yang terdengar tiba-tiba, datang dari jauh dan makin lama makin mendekat, kini terdengar keras diselingi sorak-sorai suara anak-anak, membuat Dolly hampir menangis. Suara tambur itu seolah-olah mengejeknya, seolah-olah mengiringi gerakannya berlatih. Ketika ia melirik ke arah Engkongnya dan para abang seperguruannya, mereka itu masih tenggelam ke dalam semangat yang tetap menggelora. Hampir Dolly terisak-isak dan lari dari tempat itu, akan tetapi ia merasa malu kepada para abang seperguruannya, dan takut kepada Engkongnya. Betapa besar keinginan hatinya untuk pergi menonton rombongan utusan itu!

Utusan kerajaan Singaparna! Banyak sudah dia mendengar tentang kehebatan ibukota raja di sana, akan tetapi hanya mendengar dari cerita kakeknya, kota raja di Kerajaan Singaparna seratus kali lebih besar dan lebih megah dibandingkan dengan rumah-rumah besar di Bojong yang sudah pernah dilihatnya. Dan sekarang, selagi kesempatan tiba dengan datangnya rombong­an utusan kaisar, dia tidak bisa menonton, bahkan harus terus berlatih silat! Siapa tidak akan mendongkol hatinya?

Pada saat itu seorang pelayan memasuki kebun tempat berlatih itu, menghadap kakek DF dan memberitahukan bahwa di luar datang seorang tamu yang hendak bertemu dengan kakek DF. Kakek itu lalu menggapai muridnya yang pertama.
“Kaulanjutkan, wakili aku memimpin latihan ini baik-baik. Aku akan menemui tamu.”
“Baik, Guru!”
Kakek itu pergi setelah menoleh ke arah cucunya, kemudian menghela napas dan pergi bersama pelayan itu memasuki rumahnya. Begitu kakek itu lenyap di balik pintu, Dolly serta merta menghentikan latihannya dan berlari meninggalkan tempat latihan menuju ke pintu samping kebun itu.


“Haiii.... adik....! Kau tidak boleh pergi!” kata murid pertama yang mewakili gurunya.
Akan tetapi Dolly telah tiba di pintu kebun samping, dan mendengar seruan abang seperguruannya, dia membalikkan tubuh dengan gaya mengejek, membusungkan dada, membuka bibir dari kanan kiri dengan kedua telunjuknya dan menjulurkan lidah­nya untuk mengejek abang seperguruannya itu, kemudian tertawa terkekeh dan lari dari tempat itu. Abang seperguruannya hanya mena­rik napas panjang saja karena apa daya­nya terhadap adiknya yang manja dan bengal itu? Kalau dia berkeras melarang, salah-salah dia bisa dilawan oleh adik­nya, dan tentu saja dia tidak menghendaki hal ini.

Dia dan para saudara seperguruannya terlampau sayang kepada adiknya yang Bengal kayak emak-emak di pasar yang suka menawar jajanan, dan akan teriak-teriak kasar kalau tawarannya tidak dipenuhi, akan tetapi walau kayak emak-emak, dia selalu mendatangkan kegembiraan karena wataknya yang periang dan jenaka itu. Dan dia tahu pula betapa besar keinginan hati adiknya untuk menonton rombongan utusan kaisar.   

***

Hati Dolly merasa gembira bukan main. Dengan mata bersinar-sinar dan wajah berseri dia menonton rombongan yang megah itu lewat di dusun untuk melanjutkan perjalanan mereka ke kota singaparna yang begitu jauh lagi letaknya dari dusun itu. Bersama para penonton lain yang terdiri dari anak­ anak dan orang tua laki-laki dan wanita, Dolly terus terbawa oleh rombongan itu. Tanpa terasa kedua kakinya mengikuti rombongan yang berpakaian indah-indah, membawa bendera dan tombak tanda kebesaran yang mengutus mereka, barang-barang berharga dipikul dan bera­da di dalam peti-peti yang berukir indah. Dengan hati kagum Dolly terus mengikuti rombongan itu, bersama banyak anak-anak lain dan para penonton, menuju ke kota bojong

Akan tetapi setibanya rombongan itu di pintu gerbang di kota Bojong, para penonton itu tentu saja tidak diperkenankan masuk! Penonton menjadi semakin banyak, tertambah oleh penduduk di sekitar istana di kota raja itu sendiri dan dari dusun-dusun lain yang sengaja datang ke kota bojong untuk menonton keramaian ini. Para penjaga dengan ketat menjaga pintu gerbang dan tidak memperkenankan rakyat untuk memasuki pintu gerbang. Karena hal ini mendatangkan rasa kecewa dan protes para penonton, terutama anak-anak berusia belasan tahun, maka terjadilah sedi­kit kekacauan, dorong-mendorong sehingga di pintu gerbang yang tidak berapa lebar itu terjadi desak-mendesak.

Keadaan menjadi makin kacau lagi ketika beberapa orang penjaga terpelanting roboh dan hal ini dilakukan oleh Dolly ketika dara ini yang berusaha untuk memasuki pintu gerbang dengan nekat, dipegang pundaknya oleh seorang penjaga. Ketika penjaga melihat dara yang aneh seperti laki2 dan masih remaja ini, dengan kurang ajar penjaga itu mengusap dagu Dolly dan lain tangannya berusaha untuk meraba dada untuk meyakinkan bahwa dia perempuan atau waria. Dolly menjadi marah, kaki kirinya menendang tulang kering kaki penjaga itu dan selagi penjaga itu berjingkrak saking merasa nyeri sekali seolah-olah tulang keringnya remuk dan rasa nyeri naik sampai ke ulu hati, Dolly menendang lututnya membuat penjaga itu terjungkal!

Tiga orang penjaga lain datang, seorang di antara mereka menunggang kuda, akan tetapi begitu Dolly bergerak, mereka terpelanting roboh juga, termasuk yang menunggang kuda. Tentu saja keadaan menjadi ribut dan kacau. Anak-anak yang nakal mempergunakan kesempatan ini untuk menyelinap masuk, dan ada penjaga yang berusaha mencegah mereka, ada pula yang mengurung Dolly, dan keadaan makin kacau balau.

Dua orang perwira dari rombongan utusan kaisar maju. Dengan tangan yang membentuk cakar garuda nyangsang di jemuran mereka hendak menangkap dara yang membuat kekacauan itu karena mereka merasa curiga bahwa dara itu tentulah mata-mata musuh yang sengaja hendak menggagalkan tugas mereka. Akan tetapi dengan teriakan nyaring dan marah karena mengira bahwa dua orang perwira inipun hendak berbuat kurang ajar kepadanya, Dolly sudah menggerakkan kaki tangannya dengan cepat dan dua orang perwira itupun terpelanting mencium tanah! Keadaan menjadi semakin ribut dan kini para penjaga maklum bahwa dara remaja itu adalah seorang yang memiliki kepandaian tinggi dan sama sekali tidak boleh dipandang rendah!
 
“Harap Kalian mundur semua, biarlah saya menghadapi pengacau cilik ini!” Suara itu terdengar nyaring dan dalam rombongan kaisar muncullah seorang laki-laki berusia empat puluh lima tahun kurang lebih, berpakaian preman namun melihat wibawanya dalam rombongan itu dia tentulah seorang yang penting. Memang demikian sesungguhnya. Pria ini adalah seorang pengawal pribadi kaisar sendiri, seorang yang ditunjuk untuk melindungi rombongan utusan yang penting itu. Orang ini bertubuh tegap, tinggi, akan tetapi yang amat menarik perhatian adalah bentuk kumis dan jenggot­nya yang menyolok. Bulu-bulu itu panjang sekali, dipelihara baik-baik dan berjuntai sampai ke perutnya! Jenggot itu merupakan sebuah cambuk tebal dari bulu halus, berwarna mengkilap hitam terhias beberapa warna putih bukan uban, namun ketombe, yang mulai banyak menghias rambut dan jenggotnya.


--bersambung--
Logged

"Sugih tanpo bondho,pintar tanpo ngeguru, menang tanpo ngasorake, nglurug tanpo bala, mangan tanpo mbayar."
pujangga
Anggota Tetap
***

Good
Reputation :
2
Posts: 43


Awards
« Reply #43 on: November 20, 2009, 02:07:49 PM »


bang sarungkampret, usul nambahin cerita
boleh dong ditambahin yang agak roman roman dikit
ada cinta segitiga misal
ada cowo yang ditaksir mbak dolly, tapi lari lari mulu
trus ada cowo naksir mbak dolly, tapi kesia-sia mulu
ehh ga taunya dah jadi permasurinya kong nizam
 top lucu abis

(lucu ga yaa?)
Logged

- pujangga rasa -
iqbal khan
Anggota Tetap
***

Good
Reputation :
0
Posts: 124


Awards
« Reply #44 on: November 20, 2009, 02:34:31 PM »

Kalau sudah selesai bisa diteruskan jadi cerita bergambar,  wah tambah seru tuch.
Para tokohnya akan muncul dalam bentuk gambar ha.ha.
Logged
Pages: 1 2 [3] 4   Go Up
  Print  
 
Jump to:  

Subject Started by Replies Views Last post
A wire in the blood « 1 2 3 4 » Bobbe 50 6942 Last post August 26, 2007, 01:09:41 AM
by Kang Yana
WUSHU INTERNAL?? goginebulana 0 677 Last post January 10, 2009, 11:53:56 PM
by goginebulana
adem ati? adit joker 7 2641 Last post September 20, 2008, 06:45:24 PM
by pastorbonus
Masih Adakah Bahasa "Bersayap" Dalam Belajar Pencak Silat Kini? one 12 2319 Last post September 10, 2008, 05:08:14 AM
by simpay
Ibu Eni Rukmini Sekarningrat Ranggalana 4 1920 Last post May 19, 2009, 07:40:46 AM
by Wahyu Taqwa
kioss

sahabatsilat-com  


http://petualang-indonesia.com silatindonesia-com





TinyPortal v1.0.5 beta 1© Bloc