Forum Sahabat Silat
Bahasa Indonesia => Seputar Dunia Beladiri => Karate => Topic started by: aircadas on 24/11/2007 08:02
-
Olahraga bela diri karate berasal dari Jepang. Olahraga itu mencapai ”booming” pada tahun 1950-an. Karate menyebar ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia. Ada yang bilang orang pertama yang membawa karate ke Indonesia adalah Mochtar R. Teori ini dimentahkan oleh kenyataan bahwa ketika Mochtar memasukkan karate ke Indonesia, olahraga itu sendiri sudah dimainkan di sini. Mereka berlatih bersama di Jakarta Karate Club. Sejumlah mahasiswa Indonesia di Jepang juga mendirikan Indonesian Karate Club.
Baru pada 1964, sejumlah karateka mendirikan PORKI (Persatuan Olahraga Karate Indonesia) yang berafiliasi ke JKA (Japan Karate Association) dan beraliran shotokan. Aliran itu dipopulerkan Funakoshi dan diturunkan kepada Nakayama, yang menggelar kejuaraan karate pertama di Jepang pada 1957 atau hanya 12 tahun setelah Jepang luluh lantak dibom Sekutu.
Shotokan merupakan salah satu dari empat aliran karate terbesar di Jepang, selain Wado, Goju dan Shito yang masing-masing ”beranak-bercucu” menjadi aliran-aliran kecil.
Pada 1972, PORKI berubah menjadi FORKI (Federasi Karatedo Indonesia). PORKI sendiri berubah menjadi Inkai (Institut Karatedo Indonesia) karena sejak awal berafiliasi ke shotokan. FORKI merupakan payung bagi seluruh perguruan karate di Indonesia, yang kemudian diakui KONI Pusat dan dipertandingkan di PON 1973 untuk pertama kalinya walaupun peraturan pertandingannya tetap menggunakan peraturan PORKI.
Pada 1984, Rudini menjadi ketua umum PB FORKI dalam kongres di Lampung. Saat itu pula, ia ”membumihanguskan” Inkai dan segala kegiatannya (termasuk turnamen karate Piala Bima Sakti yang batal digelar) demi kesatuan dan persatuan. Inkai diintervensi hanya karena Inkai mencoba mempertahankan kemurnian karate ketika FORKI menjadi karate umum yang berafiliasi ke WUKO dan telah mengadopsi sejumlah gerakan non-karate. Dengan kata lain, Rudini tidak dapat menghargai perbedaan.
-
Salam,
Kalo ga salah, saya pernah baca bahwa salah satu pendiri INKAI adalah Sensei Sabeth Muchsin (beliau juga yang mengalihbahasakan "Best Karate" M. Nakayama ke dalam Bahasa Indonesia, tapi cuma Jilid 1 saja).
Apakah benar bahwa INKAI sekarang ini sudah tidak ada lagi? Lalu, saya pernah melihat ada pula INKADO (apa pula ini? Berafiliasi ke Shotokan-kah?)
Terima kasih.
Salam...
-
Apakah benar bahwa INKAI sekarang ini sudah tidak ada lagi? Lalu, saya pernah melihat ada pula INKADO (apa pula ini? Berafiliasi ke Shotokan-kah?)
Salam...
Salam
INKAI masih ada, saya sering lihat masih pasang spanduk untuk menerima pendaftaran, terakhir saya lihat di daerah Pondok Indah INKAI masih menrima pendaftaran untuk anak-anak.
INKADO ? Masih produk turunan dari INKAI kali ya........
Salam
-
Salam ..
Mas AirCadas dan juga rekan-2x sahabat Silat yg lainnya..
Saya ingin tanya mengenai Karate yg dibawa ke Indonesia. Apakah Karate yg dibawa ke Indonesia itu dibawa oleh mahasiswa-2x Indonesia yg kuliah di universitas-2x di Jepang ? Apakah betul aliran Karate yg dibawa adalah aliran yg berkembang di Jepang terutama di Universitas-2x spt. Shotokan, Wado Ryu ?
Saya baru tau sebenarnya Karate tradisionil itu ada Okinawa. Aliran Goju Ryu dibawah G.Yamaguchi di Jepang berbeda dgn aliran Goju Ryu yg dibawah club Jundokan di Okinawa dibawah Eizi Miyazato.
Beberapa perguruan Karate di Okinawa yg besar spt. Goju Ryu, Shorin Ryu, dan Uechi Ryu.
Fokus dari perguruan Karate Jepang dan Okinawa juga berbeda. Perguruan Karate Jepang berkembang di Universitas-2x dan fokus mereka adalah dalam aspek olah raga, kompetisi, beladiri juga. Cara pengajarannya juga berbeda pendekatan. Perguruan di Jepang pengajarannya secara masal.
Karate Okinawa lebih fokus ke beladiri dan aspek spiritualnya Karate. Cara pengajarannya lebih individu.
Dari segi tekhnik juga ada perbedaan. Di Shotokan kuda-2xnya rendah tetapi di aliran yg di Okinawa kuda-2xnya lebih tinggi (mirip spt. orang berdiri).
Disalah satu buku yg saya baca dibilang bahwa Gichin Funakoshi merubah Karate saat dia mengembangkannya di Jepang.
Pas saya baca-2x ttg. ini saya jadi terpikir ada kemiripan dgn perkembangan Pencak Silat antara perguruan modern dan perguruan tradisionil ?
Mohon dikoreksi jika informasi saya ada kesalahan.
Terima kasih.
Wasalam,
Faiz
-
Mas AirCadas dan juga rekan-2x sahabat Silat yg lainnya..
Saya ingin tanya mengenai Karate yg dibawa ke Indonesia. Apakah Karate yg dibawa ke Indonesia itu dibawa oleh mahasiswa-2x Indonesia yg kuliah di universitas-2x di Jepang ? Apakah betul aliran Karate yg dibawa adalah aliran yg berkembang di Jepang terutama di Universitas-2x spt. Shotokan, Wado Ryu ?
Ada yg begitu, ada pula yang dipelajari dari warga Jepang yang tinggal di Indonesia, misal pedagang atau tentara Jepang.
Fokus dari perguruan Karate Jepang dan Okinawa juga berbeda. Perguruan Karate Jepang berkembang di Universitas-2x dan fokus mereka adalah dalam aspek olah raga, kompetisi, beladiri juga. Cara pengajarannya juga berbeda pendekatan. Perguruan di Jepang pengajarannya secara masal.
Karate Okinawa lebih fokus ke beladiri dan aspek spiritualnya Karate. Cara pengajarannya lebih individu.
Soalnya dulu si Gichin Funakoshi waktu bawa karate ke Jepang ngikut2 metode Judo-nya Jigoro Kano sih, sampai2 gi dan model obi ditiru2. Maklum, biar gampang diterima, orang Jepang kan rada jijay gituh sama barang luaran, apalagi dari Okinawa, daerah udik :D Jadi ya model karate Jepang itu ngikutin model Judo, yaitu untuk masal, gitu loh. :D
-
Ada yg begitu, ada pula yang dipelajari dari warga Jepang yang tinggal di Indonesia, misal pedagang atau tentara Jepang.
Salam Mas..
Jadi pada garis besarnya Karate yg dibawa ke Indonesia adalah Karate dari Japan Mainland ya ?
Soalnya dulu si Gichin Funakoshi waktu bawa karate ke Jepang ngikut2 metode Judo-nya Jigoro Kano sih, sampai2 gi dan model obi ditiru2. Maklum, biar gampang diterima, orang Jepang kan rada jijay gituh sama barang luaran, apalagi dari Okinawa, daerah udik :D Jadi ya model karate Jepang itu ngikutin model Judo, yaitu untuk masal, gitu loh. :D
Hehehe..iya bener juga ya, soalnya kalo liat pakaian karateka aslinya cuman make celana pendek doang..malah kadang-2x cuman make kancut ala sumo.
Ada yg cerita bahwa sebenarnya Gichin Funakoshi bukan karateka yg terbaik. Choki Motobu sebenarnya lebih menguasai Karate tetapi karena dia tidak bisa berbahasa Jepang dgn bener dan gak bisa marketing Karate akhirnya enggak sesuksi Gichin Funakoshi dalam menyebarkan Karate di Jepang. Bener enggak cerita itu ?
Wasalam,
FD
-
Salam Mas..
Jadi pada garis besarnya Karate yg dibawa ke Indonesia adalah Karate dari Japan Mainland ya ?
YA gitu dech...
Hehehe..iya bener juga ya, soalnya kalo liat pakaian karateka aslinya cuman make celana pendek doang..malah kadang-2x cuman make kancut ala sumo.
Ada yg cerita bahwa sebenarnya Gichin Funakoshi bukan karateka yg terbaik. Choki Motobu sebenarnya lebih menguasai Karate tetapi karena dia tidak bisa berbahasa Jepang dgn bener dan gak bisa marketing Karate akhirnya enggak sesuksi Gichin Funakoshi dalam menyebarkan Karate di Jepang. Bener enggak cerita itu ?
Bisa jadi, bisa tidak, tapi faktor bahwa taktik Gichin Funakoshi mendompleng Kodokan Judo sangatlah terbukti efektif dalam menyebarkan karate. Jadi kalo IMO mah yang mantaf tenan itu organisasi Kodokan Judo :D
-
Salam kenal
Mo tanya dong
Katanya kalau udah bisa menyerang dengan kecepatan 13 Meter dalam satu detik dalam belajar karate berarti dia sudah menguasai karate , betul ndak ya ? memakai alat ukur apa ya ngukurnya ? adakah rumus tercepat mencapainya?
Maaf kebanyakan tanyanya?
hormat saya,
Agungp
-
Mo tanya dong
Katanya kalau udah bisa menyerang dengan kecepatan 13 Meter dalam satu detik dalam belajar karate berarti dia sudah menguasai karate , betul ndak ya ?
@mas AgungP
13 meter itu dalam pengertian serangan garis lurus atau total jarak langkah?
-
Mas Java,
itu yg dimaksud adalah kecepatan serangan (v) = 13m/detik, jadi tak tergantung jaraknya.
Salam
Chandrasa
-
halo, semua, aq perna ikut karate (LEMKARI) sekitar 3 taun, tapi kenapa sang simpai tidak perna ngajari TD, seperti yg disilat, sebenarnya TD di karate bentuknya seperti apa,
-
halo, semua, aq perna ikut karate (LEMKARI) sekitar 3 taun, tapi kenapa sang simpai tidak perna ngajari TD, seperti yg disilat, sebenarnya TD di karate bentuknya seperti apa,
Salam Mas..
LEMKARI itu aliran Karatenya apa sih ?
Kalau INKAI kan kalo gak salah Shotokan ya ?!
Setau saya di Karate diajarin juga pengolahan KI. Tergantung sih aliran Karatenya.
Spt. di INKAI saya dulu ikutan waktu masih SMP utk tingkatan saya (hijau) gak diajarin. Tapi kali tingkatan Shodan keatas diajarin.
Kalau di Goju Ryu, Sanchin itu diajarin dari awal. Tingkat awal yg diajarinnya adalah gerakannya. Kata itu dilatih terus sampai tingkat tinggi. Semakin naik tingkatannya semakin besar fokus kepengolahan pernafasannya. Latihan sanchin itu disamping utk beladiri juga pengolahan KI.
Di Kyokushin juga Sanchin diajarin ditingkat 2 ato 3 ya saya lupa.
Segitu aja sih saya taunya :)
Salam,
Faiz
-
Numpang ikutan ya?
Bukannya saya tau dan kenal semua aliran dan gaya karate. Ini cuma curi
dengar dan baca dari berbagai sumber ketika dulu pernah latihan karate.
Revolusi dunia bela diri di Jepang dimulai oleh Jigoro Kano, Bapak Judo modern.
Singkat cerita, beliau prihatin dengan makin tenggelamnya bela diri tradisional
Jepang dan bertekad untuk membawanya ke kiprah yang lebih modern agar bisa
diterima oleh generasi muda dan masyarakat yang sudah bergerak ke arah
modernisasi.
Beliau mensintesa beberapa aliran Jujutsu klasik, menciptakan pola latihan yang
terstruktur dan aman, menerapkan manajemen modern, sehingga jadilah judo.
Gichin Funakoshi melakukan hal yang sama dengan beladiri Okinawa (yang waktu
itu namanya masih bervariasi), maka jadilah Karate-Do.
Karate di Indonesia memang didominasi oleh versi modern yang diimpor dari
Jepang mainland.
Saya sendiri tidak melihat ini sebagai kekurangan, melainkan hanya perbedaan.
Bila dulu karate dan Judo tidak merubah diri, mungkin kedua ilmu klasik itu sudah
punah sekarang. Adapun bentuk modern-nya yang menurut sebagian orang
lebih 'tumpul' dari versi aslinya, buat saya telah berfungsi sebagai alat yang baik
untuk mempertahankan ketertarikan generasi muda pada beladiri. Selebihnya
tentu ada sebagian (kecil?) dari generasi muda yang akan tertarik untuk
menggali dan mempertahankan yang versi klasik. Daripada hilang sama sekali.
Saya sendiri melihat sepertinya revolusi yang sama sedang terjadi di dunia
pencak silat. Mohon dikoreksi kalau keliru.
-
Apakah ada tenaga dalam di Karate?
Tergantung tenaga dalam macam apa yang dimaksud.
Memang benar bahwa karate mengenal istilah "Ki", tapi yang saya tahu, kata ini
adalah terjemahan generik untuk tenaga, kalau dalam bahasa Indonesia "Ki" ini
lebih cocok diterjemahkan sebagai "semangat". Misalnya, seorang Ibu akan
menyuruh anaknya banyak berolahraga supaya "Ki"-nya tetap terjaga. Orang
yang mukanya kelihatan selalu bersemangat disebut memiliki "Ki" yang kuat, dan
semacamnya.
Karate tidak memiliki pola latihan yang sifatnya esoterik untuk melatih "Ki",
seperti yang kita bayangkan di Indonesia mungkin menggunakan semacam
pernafasan, rapalan atau sejenisnya.
Salah satu contoh latihan "Ki" yang dikenal dalam karate misalnya melontarkan
pukulan terus menerus sebanyak entah berapa ribu kali sampai pukulan kita
menjadi ringan. Buat saya sendiri ini adalah latihan anaerobik yang bagus.
Latihan Sanchin memang dipercaya mengembangkan "Ki", tapi kelihatannya
masih masuk dalam "Ki" yang kita sebut di atas. Sanchin adalah jurus yang
diadaptasi dari Sam Chien milik Kungfu Go Cho Kun, yang fokusnya adalah
pengerasan tubuh dan penguatan otot (dalam ilmu olahraga modern disebut
latihan isometrik).
Semoga bisa membantu. Maaf kalau saya belum banyak mendengar tenaga
dalam karate yang mirip dengan tenaga dalam yang kita kenal di Indonesia.
-
LEMKARI itu dari aliran sotokan,
mungkin lebih bagus klu KI di karate digolongkan kedalam tenaga Fisik, karna melati shancin untuk kekuatan nafas, kan nafas untuk menghasilkan kekuatan fisik, karna sejak aku jasi anggota karate sang simpai (uda DAN II) tidak perna ada peragaan seperti TD disilat yg bnyak sekali aplikasinya,
-
Yang menarik adalah beberapa pihak menyatakan bahwa pertunjukan tameshiwari (pemecahan benda keras) adalah bukti bahwa karate menggunakan tenaga dalam.
Padahal... ya nggak lah :D
-
Itu dia ya? Saya sendiri rancu sebenarnya definisi tenaga dalam itu apa...
Ada beberapa perguruan silat yang memecahkan batang pompa dan mengatakan
itu sebagai bagian dari tenaga dalam.
Memang pertunjukan pemecahan semacam itu tidak bisa dilakukan tanpa
latihan (dan yang tidak terlatih sebaiknya tidak mencoba di rumah), tapi latihan
yang diperlukan setahu saya murni terletak pada pelatihan koordinasi gerakan.
Kita lanjut di forum tenaga dalam ya?
-
LEMKARI itu dari aliran sotokan,
mungkin lebih bagus klu KI di karate digolongkan kedalam tenaga Fisik, karna melati shancin untuk kekuatan nafas, kan nafas untuk menghasilkan kekuatan fisik, karna sejak aku jasi anggota karate sang simpai (uda DAN II) tidak perna ada peragaan seperti TD disilat yg bnyak sekali aplikasinya,
Salam Mas..
Saya kira KI itu termasuk tenaga dalam ya karena istilahnya sama dgn Qi ato Chi.
Dan kalo diliat latihan sanchin pada awalnya memang latihan pernafasan dan pengerasan badan. Tetapi itu dilatih sebagai fondasi utk membangun tenaga dalam kali ya ?
Dari latihan Sanchin dan Ibuki ada karateka-2x yg bisa menjatuhkan orang pas mukul walau orang tsb. hanya kena poles ato bahkan tidak menyentuh.
Ada juga karateka yg dari hasil latihan bertahun-2x mampu mengetahui serangan sebelum diserang.
Jadi saya kira Ki itu tenaga dalam sih (life force) yg bisa dibangkitkan melalui berbagai cara ya kalo dikarate melalui Sanchin dan Ibuki.
Bukan ya ? Kayaknya ntar lagi ditransfer ke bagian thread Tenaga Dalam diskusinya :)
Wasalam,
Faiz
-
Dari latihan Sanchin dan Ibuki ada karateka-2x yg bisa menjatuhkan orang pas mukul walau orang tsb. hanya kena poles ato bahkan tidak menyentuh.
Ada juga karateka yg dari hasil latihan bertahun-2x mampu mengetahui serangan sebelum diserang.
Sulit juga dikatakan seperti itu. Soalnya di aikido, misalnya, yang notabene senang sekali menunjukkan bisa menjatuhkan orang hanya dengan moles dikit atau bahkan tanpa menyentuh, banyak instruktur2 utama yang mentah2 menolak bahwa ada faktor supernatural dalam aksi2 aikido.
Walau ada juga sih yang mengaku2 itu ilmu supernatural.
Jadi itu debatable lah, tergantung keyakinan anda saja.
Yang jelas, seorang Don Angier, soke Yanagi-ryu Aiki Bugei, terang2 mengatakan, "Aiki is BULLSHIT!" Padahal ilmu dia adalah aiki arts. komentar itu dikeluarkan dalam konteks bahwa aiki itu murni body mechanics, tidak ada unsur supernatural.
-
Salam Mas,
Iya tergantung dari segi mana meliatnya memang.
Ada yg percaya ada yg enggak. Temen saya ada yg enggak percaya ama gitu-2x, menurut dia segalanya berdasarkan penjelasan yg logs. Spt. ilmu meringankan tubuh menurut dia cuman anatomi tubuh aja yg dimanipulasi tetapi berat badan tetep sama. Juga menurut dia Iron Shirt itu murni latihan fisik digebuk terus-2xan sampe akhirnya jadi kuat dan tahan pukulan.
Ada juga temen saya yg pesilat, dia kirain dulu di Karate dan Aikido, enggak ada tenaga dalam. Tetapi pas dia ada kesempatan kenegara tempat asalnya ternyata dia melihat tekhik-2x tenaga dalam diperagakan.
Ya kembali lagi jadi tergantung :)
Ngomong-2x..ini ada saya nemuin di youtube pelatih Aikido sensei Hakim. Menurut rekan-2x itu tenaga dalam bukan ato tekhnik fisik aja ? Kalo gak salah menurut Sensei Hakim katanya dia enggak latihan khusus tenaga dalam cuman latihan Aikido aja.
Wasalam,
Faiz
-
Terusin sini aja deh... tenaga dalamnya masih sibuk ... ;D
Dari latihan Sanchin dan Ibuki ada karateka-2x yg bisa menjatuhkan orang pas mukul walau orang tsb. hanya kena poles ato bahkan tidak menyentuh.
Itu memang manfaatnya melakukan sebuah serangan balik persis ketika lawan sedang
menyerang kita (sen). Pada saat sebuah serangan mencapai puncaknya, ada bagian
tubuh tertentu yang menegang sementara lainnya mengendur. Pada kondisi ini, sebuah
sentuhan ringan bisa membuat shock luar biasa di tubuh penyerang, tapi butuh presisi
dan timing yang luar biasa. Sangat tidak praktis dan jarang ditemukan dalam kenyataan.
Ada juga karateka yg dari hasil latihan bertahun-2x mampu mengetahui serangan sebelum diserang.
Ini adalah hasil dari berkembangnya persepsi. Seorang yang terbiasa berhadapan
dengan perkelahian akan bisa melihat tanda-tanda datangnya sebuah serangan,
misalnya dari gerakan kecil di pinggang lawan, gerakan kelopak mata, atau hal-hal
lainnya. Jadi bukan karena berkembangnya indra keenam.
Dalam karate (dan bela diri Jepang pada umumnya), reaksi menghadapi serangan dibagi
tiga:
1. sen-no-sen
Menyerang sebelum serangan datang. Di sini kemampuan membaca serangan lawan
sebelum benar-benar dilancarkan sangat penting.
2. sen (te)
Menyerang pas saat serangan datang.
3. Go-no-sen
Menyerang setelah serangan datang, misalnya bereaksi dengan tangkisan atau elakan.
-
Sulit juga dikatakan seperti itu. Soalnya di aikido, misalnya, yang notabene senang sekali menunjukkan bisa menjatuhkan orang hanya dengan moles dikit atau bahkan tanpa menyentuh, banyak instruktur2 utama yang mentah2 menolak bahwa ada faktor supernatural dalam aksi2 aikido.
Walau ada juga sih yang mengaku2 itu ilmu supernatural.
Dengan berbagai alasan dan kepentingan, Mas Dasaman, betul.
Walaupun ada juga yang memang karena kepercayaan agama mereka atau cara pandang
budaya.
Jadi itu debatable lah, tergantung keyakinan anda saja.
Yang jelas, seorang Don Angier, soke Yanagi-ryu Aiki Bugei, terang2 mengatakan, "Aiki is BULLSHIT!" Padahal ilmu dia adalah aiki arts. komentar itu dikeluarkan dalam konteks bahwa aiki itu murni body mechanics, tidak ada unsur supernatural.
Saya sendiri cenderung setuju sama Pak Don ini...
Ada juga temen saya yg pesilat, dia kirain dulu di Karate dan Aikido, enggak ada tenaga dalam. Tetapi pas dia ada kesempatan kenegara tempat asalnya ternyata dia melihat tekhik-2x tenaga dalam diperagakan.
Ya kembali lagi jadi tergantung
Aikido memang punya banyak demonstrasi yang mengesankan adanya kekuatan supra-
natural... tapi jujur saja, tanpa mengurangi hormat kepada teman-teman yang percaya
pada tenaga dalam Ki di Aikido, saya melihat semua itu sebagai trik. Bukan tipuan ya?
Saya bedakan antara trik dengan tipuan.
Misalnya yang terkenal adalah 'unbendable arm', yaitu tangan yang direntang dan tidak
bisa dibengkokkan oleh orang lain, padahal yang merentang tangan kelihatan tidak
mengeluarkan tenaga sama sekali. Buat saya itu adalah hasil dari pemahaman konstruksi
tubuh sehingga dengan tenaga minimal bisa mempertahankan posisi tangan agar tetap
terentang.
Ngomong-2x..ini ada saya nemuin di youtube pelatih Aikido sensei Hakim. Menurut rekan-2x itu tenaga dalam bukan ato tekhnik fisik aja ? Kalo gak salah menurut Sensei Hakim katanya dia enggak latihan khusus tenaga dalam cuman latihan Aikido aja.
Itulah salah satunya. Ini kan mirip banget dengan tenaga dalam pernafasan yang
mental-mentalan itu... sampai sekarang masih debatable tentang keberadaannya.
Hakim Sensei yang saya tahu memang meguru ke berbagai aliran aikido, yang beberapa
diantaranya bukan aikido standar. Jadi mungkin saja beliau sebenarnya belajar juga
jenis aikido yang dicampur dengan semacam tenaga dalam kayak yang banyak ada di
Indonesia.
Terus-terang, sampai sekarang saya belum bertemu dengan tenaga dalam semacam itu
yang bisa berfungsi terhadap orang yang belum pernah belajar. Saya contohnya, meski
sudah coba latihan selama beberapa tahun, belum juga bisa mementalkan dan dimentalkan
oleh demonstrasi macam itu...
Bukannya skeptis, ya? Saya pingin sekali kenalan dengan tenaga dalam yang sungguhan,
tapi sampai sekarang belum ketemu... :-\
-
..Jadi mungkin saja beliau sebenarnya belajar juga jenis aikido yang dicampur dengan semacam tenaga dalam kayak yang banyak ada di Indonesia.
Salam...
Betul, Aikido saat ini memang banyak "macam"-nya, karena murid-murid O-Sensei yang menyebarkan Aikido mempunyai keistimewaan sendiri-sendiri. Aikido "keras" macam Aikido Steven Seagal disebarkan oleh Kenji Tomiki. Kalau Aikido yang lebih menekankan "tenaga dalam" (atau "ki"), disebarkan oleh Koichi Tohei, dan nama alirannya adalah "Shin-Shin Toistu" Aikido.
CMIIW
Salam...
-
Waduh, sayangnya tidak begitu Mas Basuki,
Steven Seagal belajar aikido di bawah bimbingan Sensei Rod Kobayashi di tahun
1958. Kobayashi adalah guru besar aliran Shin-Shin Toitsu, aliran pertama yang
merambah Amerika. Baru belakangan Seagal beralih ke Honbu dan mendapat
gelar guru besar.
Adapun soal tenaga dalam, Shin-shin Toitsu memang menekankan pengembangan
Ki. Tapi seperti saya tulis di atas, berbeda sekali dengan tenaga dalam yang kita
kenal di Indonesia, dan demonstrasinya menurut hemat saya merupakan trik
dari hasil pemahaman dan penguasaan postur tubuh yang sangat baik.
-
Salam Mas Antara,
Rupanya, kita berdua sama-sama benar dalam membaca informasi yang tersebar. Mas Antara benar bahwa Sensei Steven Seagal berguru kepada Rod Kobayashi yang merupakan salah satu guru besar Shin-Shin Toitsu Aikido. Saya juga benar mengatakan bahwa Shin-Shin Toitsu Aikido disebarkan oleh Shihan Koichi Tohei. Disebarkan dalam artian, Shihan Koichi Tohei mendirikan Aikido "gaya" beliau. (http://en.wikipedia.org/wiki/Shin_Shin_Toitsu_Aikido (http://en.wikipedia.org/wiki/Shin_Shin_Toitsu_Aikido)).
Setelah balik ke Honbu, Sensei Seagal belajar lagi Aikikai (Aikido "ala" Doshu Morehei Ueshiba) yang sepertinya mendapat pengaruh dari Shihan Kenji Tomiki. Mengapa saya bisa mengatakan demikian, karena saya melihat "gaya" Aikido Sensei Steven Seagal di film kebanyakan mirip sekali dengan Tomiki Aikido, yang "keras" dan "mematikan". Pada masa itu, Shihan Kenji Tomiki kemungkinan besar masih di Aikikai Honbu.
Maaf Mas Antara, saya bukannya mau ngeyel, tapi sekedar menyampaikan apa yang saya pernah baca-baca. Mohon dikoreksi kalau saya salah mengerti. Terima kasih.
Sensei Steven Seagal: http://en.wikipedia.org/wiki/Steven_Seagal (http://en.wikipedia.org/wiki/Steven_Seagal)
Shihan Kenji Tomiki: http://www.aikidojournal.com/encyclopedia.php?entryID=704 (http://www.aikidojournal.com/encyclopedia.php?entryID=704)
Jabat erat...
p.s. Saya dulu pernah kenal dengan cucu murid Doshu Morehei Ueshiba dari Doshu Kissomaru Ueshiba. Sayang sekali, sekarang lost contact... :-\
-
Sedikit tambahan catatan mengenai Kenji Tomiki, beliau adalah mantan judoka tingkat tinggi dibawah asuhan Jigoro Kano. Juga, Kenji Tomiki adalah pengarang kata Judo Goshin-jutsu, yang nampak sedikit membawa pengaruh gerakan Aikido ke dalam Judo sebagai materi self-defense.
-
Waduh, kita jadi ngegosipin Aikido nih? :D
Terima kasih atas tanggapannya Mas Basuki,
Saya sendiri tidak tahu pasti apakah Steven Seagal belajar di bawah bimbingan
Tomiki Sensei atau tidak, hanya saja saya melihat bahwa yang dimainkan Seagal
pada film-filmnya (paling tidak yang awal-awal, saya sudah bertahun-tahun
tidak belum ke bioskop lagi) adalah murni gaya Honbu. Tentu saja ada variasi di
sana-sini untuk kepentingan konsumsi hiburan penonton, tapi tidak mengarah ke
gaya Shodokan (Tomiki).
Saya perhatikan bahwa Seagal sebenarnya menggunakan teknik Aikido yang
wajar, hanya saja ada efek-suara yang mengesankan seolah-olah dia sedang
mematahkan lengan atau jari, padahal tekniknya belum diterapkan sampai
sejauh itu. Ada beberapa adegan yang putaran film-nya dipercepat, sehingga
terlihat seolah sedang melempar orang dengan kecepatan tinggi dan mematikan;
padahal bagi orang yang terbiasa melihat latihan Aikido jelas bahwa pose yang
dilakukan Seagal adalah untuk ruang sempit dan kecepatan rendah. Misalnya
adegan ketika dia menerapkan Shiho-Nage di dapur kereta dalam Under Siege-2,
adegannya jadi aneh (saya sering dikritik istri kalau terlalu kritis kalau nonton
film, katanya seharusnya saya duduk dan menikmati saja, ha..ha..ha..). ;D
Setahu saya, Shodokan bukan aliran keras, misalnya kalau dibandingkan dengan
gaya Yoshinkan. Hanya saja, Tomiki Sensei memiliki latar belakang Judo dan
menerapkan prinsip berlatih Judo dalam Aikido (beliau pencipta Kata Goshin yang
dijadikan standar Kata oleh Kodokan Judo). Kita bisa mengenali gaya Shodokan
dari praktek mereka yang cenderung mirip stand-up grappling (Judo pada tahap
Tachi). Seagal jelas tidak menggunakan gaya ini dalam filmnya, karena
perkelahiannya akan terlihat seperti betot-betotan yang -meskipun realistis-
tidak enak dipandang.
Jabat erat juga. :)
-
Waduh... Goshin-No-Kata nya keduluan sama Mas Dasaman... x-)) jadi malu...
-
Pak Moderator,
boleh minta tolong beberapa posting ini dibuatkan thread baru di bawah Aikido? Diskusinya bagus dan menarik nih...
Terima kasih sebelumnya.
Salam...
-
Waduh... Goshin-No-Kata nya keduluan sama Mas Dasaman... x-)) jadi malu...
Goshin-no-kata mah adanya di Shodokan Aikido pak, tepatnya koryu goshin-no-kata namanya. Saya punya bukunya, karangan Higashi. Sayang keterangannya kurang jelas, cuma banyak fotonya saja :(
Kalo yg Judo namanya Goshin-jutsu.
-
Ups... what have I been thinking...? :-X
Bener Mas Dasaman, maaf pemikiran saya kecampur-campur... maklum, posting
sambil mikirin kerjaan. ;D
Di kepala, saya berpikir soal Kata yang melatih jiwa yang keras - jadi langsung
saja diterjemahkan ke No-Kata, sesuai grammar bahasa Jepang. Lupa kalo
ada yang nama formalnya memang Goshin-No-Kata.
Habis dua-dua nya semangatnya sama-sama melestarikan gerakan lama.
Terima kasih koreksinya.
-
Subhanallah !!!
sangat menarik.. semoga diskusinya tetap dalam semangat melestarikan khasanah beladiri tanah air Indonesia tercinta. karena Silat, Karate, Aikido, Taekwondo tentu masing-masing punya nilai eksotisme yang berbeda-beda namun tentunya semuanya juga mempunyai nilai keluhuran dan filosofis yang sangat tinggi dan dalam. semoga semua jenis beladiri ini tetap ada dan terus berkembang hingga menambah dan memperkaya khasanah beladiri Tanah air !
Salam perkasa !!
-
Bener Mas Dasaman, maaf pemikiran saya kecampur-campur... maklum, posting
sambil mikirin kerjaan. ;D
Makanya, yang benar itu kerja sambil mikirin postingan, jangan kebalik! :D
Habis dua-dua nya semangatnya sama-sama melestarikan gerakan lama.
Goshin-jutsu di Judo tidak melestarikan gerakan lama. Gerakan lama dilestarikan dalam kime-no-kata (gaya kuno) dan itsusu-no-kata (gaya lima).
Goshin-jutsu justru merupakan silabus modern, sebagai rangkuman2 gerakan2 beladiri yang disesuaikan perkembangan zaman, yang nampak pada penekanan lawan bertangan kosong/pisau/pistol.
Kalo koryu goshin-no-kata di shodokan memang gaya lama, ada defense lawan tombak segala. Zaman awal abad 20-an gak banyak kali orang jalan2 bawa2 tombak.
-
@mas Antara
Selamat datang di forum sahabat silat yg sesungguhnya.
Sampeyan mujur sbg new camer sudah berurusan dg mas Dasaman. Beliau itu satu diantara kontributor sahabat silat yg postingannya bikin forum ini jadi bergelombang. Artinya kalau tahan orang bisa enjoy ibarat surfing tapi sekiranya gak tahan ya muntah cecek kayak mabuk laut. ;D
Lanjut mas, saya tak nyimak dulu. Kepala puyeng forum beberapa hari ini sepi hot post. :D
-
Artinya kalau tahan orang bisa enjoy ibarat surfing tapi sekiranya gak tahan ya muntah cecek kayak mabuk laut. ;D
Yang penting biar bergelombang isinya bisa dipertanggungjawabkan dan sahih, tidak seperti "pentolan" di forum "sebelah" yang kalo posting melulu "membentuk opini" dan "katanya tidak panasan tapi mainnya menyerang kepribadian lawan bicara, bukannya berargumen dengan baik dan benar sesuai kaidah sains." :D
-
Yang penting biar bergelombang isinya bisa dipertanggungjawabkan dan sahih..
Wis toh mas Dasaman pokoke top abis. [top] [top]
Btw mumpung mas Dasaman keluar topik, saya mau cerita kisah menarik acara "Dorce Show" hari Sabtu lalu (semoga tidak salah hari).
Dalam talk show tsb Dorce mengundang host; Didik Nini Thowok, Rudy Wowor dan HM Damsyik. Ketiganya jelas dan sahih sebagai pentolan-pentolan seni tari maupun dance Indonesia (gak tahu deh kalau besok-besok di klaim sebagai native MY).
Dalam satu kesempatan Didik Nini Thowok mengisahkan bahwa dirinya sudah berkeliling lebih dari 25 negara di dunia, plus kunjungan rutin setiap tahun ke negeri Jepun. Saat ditanya Dorce, kenapa Didik yg namanya kosen sedunia akherat mau kepelosok daerah demi mempelajari seni tari tempatan?
Oleh Didik dijawab; Untuk mempelajari tari daerah saya "harus" datang ketempat asal tari. Hal itu saya lakukan agar bisa "menyerap" soul dari tarian dimaksud!
Buat Didik tidaklah terlalu sulit mengundang seniman daerah mengingat profesinya sebagai seniman sekaligus Dosen tari. Sekali lagi, menurut Didik dia tidak akan pernah bisa memahami jiwa dan karakter tarian tanpa datang ketempat asalnya.
Analogi yg sama bisa ditarik kepada bela diri. Seseorang bisa saja mempelajari satu jenis bela diri dari seorang Master diluar daerah asal bela diri tersebut. Tapi sebaik apapun tehnik yang dikuasainya, orang tersebut tidak akan pernah bisa menyerap soul bela diri yang dipelajari tanpa datang ketempat asalnya. Hal itu relevan dg penyebaran pencak silat yg merambah keluar wilayah Indonesia sebagai daerah asalnya.
Contoh nyata adalah kang Eric yg berhasil menyerap "soul" pencak silat dg mukin beberapa waktu di Indonesia bahkan sukses memboyong gadis Indonesia pula. [top]
Buat kang Eric jangan marah ya, sampeyan saya jadikan contoh sukses penyebaran pencak silat. ^:)^
-
Ha...ha...ha... Tidak masalah, Para Mas-mas... saya sudah biasa dibantai boss.. ;D
Berarti referensi saya keliru, atau saya menggeneralisir beberapa rujukan yang
pernah saya baca... Yang saya tahu (sebagai orang yang cuma tahu Judo dari
baca buku ???) KATA dalam Judo dibuat untuk melestarikan gerakan lama yang
terlalu berbahaya untuk dilatih dalam randori. Dua buku yang saya baca (tulisan
Neil Ohlenkamp dan Renzo Gracie) mengarahkan kesimpulan saya ke sana.
Nanti deh kalau sudah sampai rumah saya baca-baca lagi... mungkin saya keliru
menyimpulkan...
Yang penting biar bergelombang isinya bisa dipertanggungjawabkan dan sahih
Setuju... kalau niatnya belajar dan punya pikiran terbuka, kita selalu bisa ambil
manfaat dari diskusi macam gimanapun... Kalau memang ada kekeliruan justru
jadi kesempatan untuk memperbaikinya. Bukan malah jadi ajang bela-ego ketim-
bang diskusi bela-diri :D
tidak seperti "pentolan" di forum "sebelah" yang kalo posting melulu "membentuk opini" dan "katanya tidak panasan tapi mainnya menyerang kepribadian lawan bicara, bukannya berargumen dengan baik dan benar sesuai kaidah sains." :D
Ada tetangga forum silat juga to? ???
Duh... saya betul-betul nggak internet savvy... :-[
-
Contoh nyata adalah kang Eric yg berhasil menyerap "soul" pencak silat dg mukin beberapa waktu di Indonesia bahkan sukses memboyong gadis Indonesia pula. [top]
Buat kang Eric jangan marah ya, sampeyan saya jadikan contoh sukses penyebaran pencak silat. ^:)^
Haha Ngak marah Mas Java, justru bangga gue di anggap sebagai contoh disini :P
Sebetulnya saya datang ke Indonesia untuk memperdalam pencak silat khusus Jabar, kebetulan dalam perjalanan saya juga ketemu dengan isteri yang sekarang, bilang aja: jodoh :)
GRP utk Mas Java [top]
-
Berarti referensi saya keliru, atau saya menggeneralisir beberapa rujukan yang
pernah saya baca... Yang saya tahu (sebagai orang yang cuma tahu Judo dari
baca buku ???) KATA dalam Judo dibuat untuk melestarikan gerakan lama yang
terlalu berbahaya untuk dilatih dalam randori. Dua buku yang saya baca (tulisan
Neil Ohlenkamp dan Renzo Gracie) mengarahkan kesimpulan saya ke sana.
Kira2 sepertiga/setengah kata Judo bisa dianggap sebagai melestarikan gerakan lama atau gerakan yang terlalu berbahaya buat randori.
Tapi 3 kata utama Judo, yaitu nage-no-kata (bantingan), katame-no-kata (pitingan), dan ju-no-kata (teori ju) adalah silabus inti Judo, yang nilainya lebih dari sekedar 'melestarikan'. Bahkan seharusnya pejudo sabuk hitam semuanya harus menguasai ketiga kata ini.
Setidaknya itu sih dulu.
BTW dalam ketiga kata itu tidak ada serangan yang 'berbahaya', kecuali kalau emang bloon aja :D
Ini bahasan pindah ke thread Judo?
-
Member forum sahabat silat ini kalau bukan nge fan berat sama mas Bondan Winarno pastinya anggota komunitas jalan sutra nya mas Bondan juga?
Lha wong setiap thread dg subjeck tertentu bisa diolah menjadi aneka macam diskusi yang cita rasa pengetahuannya benar-benar mak nyusss...... [top]
Eh ada juga ding yg keliwat panas kebanyakan cabe, itu lho diskusinya cimande hik...hik....hik.....
-
Sorry baru balik nih...
Saya sudah baca lagi tapi memang tidak ada keterangan rinci di sana. Cuma
disebutkan bahwa KATA diciptakan untuk melestarikan gerakan lama dan atau
berbahaya. Bisa jadi ketika sedang berkreasi, Jigoro Kano memasukkan juga
unsur-unsur modern ya? Toh, dia memang hidup di jaman yang sudah kenal
sejata api dan metode-metode ancaman lainnya.
Lucu juga, thread karate yang ada aikido dan judo-nya... he..he..he.. ;D
@Mas Java
Saya penggemar makan yang sedang berusaha mengurangi selera... masih
hutang nurunin sekitar 8 kilo lagi nih... :w
-
Saya sudah baca lagi tapi memang tidak ada keterangan rinci di sana. Cuma
disebutkan bahwa KATA diciptakan untuk melestarikan gerakan lama dan atau
berbahaya. Bisa jadi ketika sedang berkreasi, Jigoro Kano memasukkan juga
unsur-unsur modern ya? Toh, dia memang hidup di jaman yang sudah kenal
sejata api dan metode-metode ancaman lainnya.
Kalo soal kreasi, Jigoro Kano sih sebenarnya mungkin lebih mikir yang penting prinsip2 ju dan do benar2 termaktubkan dalam teknik2 dan silabus pengajaran yg digunakan. Kalo soal pistol2an itu kan bos Kenji Tomiki yg bikin, bos Kano tinggal teken ajah, wakakakakakaka...
Lucu juga, thread karate yang ada aikido dan judo-nya... he..he..he.. ;D
GPP, toh memang judo aikido dan karate memang dekat kok. Karate dulu numpang judo biar beken di Jepang, dan bos Kano sendiri suka dengan prinsip2 aikido. Dan judo kalo main halus ya kayak aikido, aikido kalo main kasar ya kayak judo :D
-
Saya penggemar makan yang sedang berusaha mengurangi selera... masih
hutang nurunin sekitar 8 kilo lagi nih... :w
Untuk urusan makan sih gak perlu dikurangi.
Yang perlu dikurangi adalah rasa malas menjaga kebugaran atawa malas latihan silat. :D
Btw saya sering lihat latihan KATA penuh semangat sampai terdengar suara hentakan kakinya yg kuat. Tapi saya sedikit penasaran, meski latihan KATA terlihat sepenuh tenaga dan semangat, kenapa tidak ada yg nampak keringatan ya? ::)
-
Btw saya sering lihat latihan KATA penuh semangat sampai terdengar suara hentakan kakinya yg kuat. Tapi saya sedikit penasaran, meski latihan KATA terlihat sepenuh tenaga dan semangat, kenapa tidak ada yg nampak keringatan ya? ::)
Ya elu latihan KATAnya lawan bos di ruang rapat berAC pake hentak2an kaki dan gebrak2 meja, gimana mo keringetan?
On a serious note... bah, kalo gitu gue payah yah, main sanchin/tensho 5 kali aja udah keringetan abis... duh fisik yang payaaaaah...
-
@mas Dasaman
Nyang mo begebrak ama Boss di meeting room bukan saya, tapi ntuh...mas Don. ;D
Gak keringetan itulah yg bikin penasaran. Padahal saya baru muter-muter sebentar, pakaian sudah kayak anduk basah? :D
-
Gak keringetan itulah yg bikin penasaran. Padahal saya baru muter-muter sebentar, pakaian sudah kayak anduk basah? :D
Tergantung katanya juga sih mas.
Saya kalo main judo nage-no-kata, nggak keringetan dan gak ngos2an soalnya mainnya memang harus lembut.
kalo main judo katame-no-kata, keringetan dan ngos2an kalo daet giliran di bawah soalnya setengah mencret mencoba meloloskan diri dari pitingan dan kuncian pasangan.
kalo main karate sanchin/tensho kata, keringetan tapi nafas jadi enak.
kalo main karate naihanchin kata, gak keringetan dan gak ngos2an tapi badan lemes.
Tapi yang paling bikin keringetan dan badan lemes:
Nunggu bis jam 2 siang di thamrin gak lewat2 acan.
Ampun DJ!
-
Untuk urusan makan sih gak perlu dikurangi.
Yang perlu dikurangi adalah rasa malas menjaga kebugaran atawa malas latihan silat. :D
Sayangnya kata dokter teteup harus dikurangi Mas Java. :-[
Saya sudah cerita ke beliau porsi olahraga saya, aerobik 60 menit, 3 kali seminggu,
anaerobik juga 60 menit, tapi cuma dua kali seminggu. Kata dokter, dengan porsi
olahraga segitu, berarti asupan karbohidratnya memang kebanyakan... :-X
Aerobik=olahraga yang membutuhkan asupan oksigen intensif dengan intensitas
sedang (maksudnya kardiovakular), bukan yang lompat-lompat pake celana ketat itu
ya? ;D
Lucunya sih, kata orang saya sekeluarga memang rada aneh. Semua laki-laki di
keluarga saya punya badan yang proporsional, tapi kalau ditimbang, beratnya minta
ampun. Kalau saya minta orang tebak berat badan saya, mereka pasti bilang sekitar
70 sampe 75 (tinggi saya 180 senti), padahal berat saya sekarang 92 kilo... ::)
Btw saya sering lihat latihan KATA penuh semangat sampai terdengar suara hentakan kakinya yg kuat. Tapi saya sedikit penasaran, meski latihan KATA terlihat sepenuh tenaga dan semangat, kenapa tidak ada yg nampak keringatan ya? ::)
Kalau dilakukan berulang-ulang pasti keringetan lah, Mas. KATA dalam karate 'kan
yang paling panjang sekalipun nggak sampe lima menit. Kalau cuma dilakukan satu
putaran pasti belum keringatan. ;D
btw, sebenernya yang bagus itu yang berkeringatnya cepet ato lambet si? ???
-
@mas Dasaman & mas Antara
Terima kasih, sampeyan berdua sudah memberi kontribusi positif sekaligus menambah pengetahuan saya. [top]
Cuma masalah aerobik saya masih penasaran. Asumsi saya waktu melakukan aerobik perlu celana yg enak dan punya daya serap keringat tinggi.
Lha kalau celana aerobik gombrong-gombrong, apalagi senamnya multi sex, khan bisa kena heart attack? x-))
-
Nyang mo begebrak ama Boss di meeting room bukan saya, tapi ntuh...mas Don. ;D
Sudah basi.... Sudah lewat kejadiannya, dua tahun yang lalu kira-kira... [run]
Salam...
-
Sudah basi.... Sudah lewat kejadiannya, dua tahun yang lalu kira-kira... [run]
Berarti dosa sampeyan dicatat mas Dasaman. Minta di write off lah. [pray2]
-
Berarti dosa sampeyan dicatat mas Dasaman. Minta di write off lah. [pray2]
Idih, siapa yg ngomongin dosa orang, gue ngomongin dosa sendiri kok...
2 tahun yg lalu? kok kita kasusnya barengan yah mas Don...
-
Saya sudah cerita ke beliau porsi olahraga saya, aerobik 60 menit, 3 kali seminggu,
anaerobik juga 60 menit, tapi cuma dua kali seminggu. Kata dokter, dengan porsi
olahraga segitu, berarti asupan karbohidratnya memang kebanyakan... :-X
Kalau saya minta orang tebak berat badan saya, mereka pasti bilang sekitar
70 sampe 75 (tinggi saya 180 senti), padahal berat saya sekarang 92 kilo... ::)
Iu tandanya badan mas padat ngkali, gak usah perhatikan dokter. Dokter mah kan berdasarkan nilai rata2 aja, kalo ada kasus khusus ya gak laku lah.
Yang penting gimana nilai tekanan darah, kolesterol, dst, berat badan mah asal itu bisa dibuktikan otot bukan lemak ya gpp.
Ingat, untuk ukuran volum yang sama otot lebih padat daripada lemak. Orang 90 kilo berotot sama 70 kilo lemak doang kelihatan sama gedenya.
btw, sebenernya yang bagus itu yang berkeringatnya cepet ato lambet si? ???
Gak jadi patokan, kalo udah bisa ama gerakannya bakal lama keringetannya.
Misal, saya waktu baru kenal maha namaskar 2 putaran aja udah keringetan.
Sekarang 20 putaran juga gak keringetan, adanya lentur dan lemas tapi puasssss....
-
Terima kasih, sampeyan berdua tidak sudah memberi kontribusi positif sekaligus menambah pengetahuan saya. [top]
Pusing gua bacanya, tidak sudah memberi kontribusi positif?
Kamsudnya apa nih?
-
Pusing gua bacanya, tidak sudah memberi kontribusi positif?
Kamsudnya apa nih?
Maksudnya itu typed error.
Sekarang dah di modify berkat perangkat lunak sahabat silat yg canggih. :D
Out off topic, btw rencana tanding Brock Lesnar vs Frank Mir jadi gak yah?
Mas Dasaman jagoin siapa?
-
2 tahun yg lalu? kok kita kasusnya barengan yah mas Don...
Mas Java juga sama tuh... Kira-kira 2 tahun yang lalu punya setori... Hanya saja ga mau ngaku... :w
Salam...
-
Ampun deh...., masa dosa tahunan lalu masih di catat juga? ^:)^
-
Ampun deh...., masa dosa tahunan lalu masih di catat juga? ^:)^
Biasanya kalo dah punya dosa baru bisa mendapat pencerahan, kalo nggak bakal jumawa (juara makan di warng) terus :D
-
Moral of the story... jangan ngerekrut anak buah yang jago bela diri... he..he..he.. ;D
-
Moral of the story... jangan ngerekrut anak buah yang jago bela diri... he..he..he.. ;D
Tambahan mas Antara: Jangan suka jingkrak-jingkrak di thread orang out of topic... [run]
-
Numpang liwat dulu sambil baca2...... :D:D
-
K A R A T E Ya...!!!
Baca-baca dulu deh...
soale Baru nyebur lagi nih.....Untung masih teregister !!!
-
Ada yg tahu ga dimana alamat tempat latihan latihan Karate aliran Goju Ryu di JKT? terutama Jaxel.
trims.
-
Salam kenal,
Mau nanya mas..
KYOKUSHINKAI Karate-Do Indonesia dengan KYOKUSHINKAI Kala Hitam apakah ada bedanya..?? kok lambangnya hampir mirip..? gerakan KATA nya ..? terima kasih
-
Perkenalkan beladiri asli bangsa Indonesia: Maenpo Cikalong........
Pendahuluan..
Di dunia yang serba tidak pasti dan terkadang penuh dengan kriminalitas sekarang-sekarang ini, seseorang perlu memiliki suatu teknik membeladiri yang efektif dan efisien demi keamanan dirinya. Oleh karena itu banyak orang yang mempelajari berbagai macam beladiri, baik beladiri yang ada di Indonesia/lokal maupun beladiri yang berasal dari luar/import. Semua pilihan diserahkan kepada orang yang bersangkutan. Jikalau pemilihan itu berdasarkan objektivitas yang baik, misalnya, sehingga pilihan jatuh pada beladiri luar, maka hal itu dianggap sebagai hal yang wajar, namun jika pemilihan karena menganggap beladiri luar lebih baik dibanding beladiri lokal tanpa alasan yang jelas/hanya asumsi belaka, itulah yang berbahaya. Tidak memilih yang terbaik berarti kita telah memilih yang salah. Selain itu, adakalanya penting juga mempertimbangkan faktor budaya. Beladiri lokal Indonesia merupakan warisan luhur budaya bangsa yang perlu juga dilestarikan. Siapa lagi yang mau melestarikan beladiri asli bangsa ini jika bukan bangsa kita sendiri?
Oke, dari paparan di atas, diketahui bahwa memiliki beladiri itu penting. Dan lebih baik lagi jika beladiri itu adalah beladiri lokal, namun tetap mesti yang terbaik, yang paling efektif dan efisien.
Adalah maenpo cikalong, suatu beladiri lokal bangsa ini, warisan Jawa Barat yang dikenal cukup efektif dan efisien. Sang pemilik beladiri ini mampu menjatuhkan lawan sebesar apapun jikalau telah menguasainya, bisa dengan tenang, maupun kejam, sesuai karakter ataupun keinginan sang pemilik beladiri.
http://duniasilat.wordpress.com
-
@agungsukses
trit tentang cikalong ada di:
http://sahabatsilat.com/forum/aliran-pencak-silat/pabuci-(pancerbumi-cikalongpasar-baru-cianjur)/
jangan double2 post di thread orang yah..