SUARA MERDEKA
Jum'at 23 Mei 2008
Oleh SugiartoSilat Tak Hanya Bela Diri Tapi Juga Ajarkan Jati DiriBudaya Jawa yang adiluhung ternyata tidak hanya hidup di Bumi Nusantara saja, namun juga hidup subur di berbagai negara maju. Salah satu contoh budaya yang amat mereka sukai adalah pencak silat.
Bagi mereka ilmu bela diri pencak silat tidak hanya sekedar mengajarkan gerakan. Akan tetapi, lebih dari itu setiap gerakan dalam pencak silat penuh dengan makna. Artinya, di sana terkandung arti baik kesehatan jasmani dan rohani.
Filosofi inilah yang membuat pencak silat kini makin digemari dan hidup subur di berbagai negara maju seperti Amerika Serikat (AS), Australia, Italia, Belanda, Jerman, Prancis, Inggris, Swiss, dan masih banyak lagi negara-negara lainnya.
Untuk lebih mendalami pencak silat, Daniel Prasetya, guru Pencak Silat Inti Ombak di Colorado, AS bekerja sama dengan Paguyuban Spiritual dan Metafisika Pusaka Sakti Mataram Lakutama menggelar Gebyar Budaya Mataram.
Pendidikan dan latihan ilmu bela diri yang dimulai dari tanggal 20 Mei hingga 3 Juni tersebut digelar di Sasana Wiralama, Tegalrejo, Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti 25 warga asing yang berasal dari AS, Australia, Hawai, Inggris, dan lain-lain.
Mereka yang ikut belajar bela diri ternyata bukan orang sembarangan. Buktinya, mereka ada yang bergelar dokter ataupun doktor dan pimpinan perusahaan.
Mereka tidak hanya belajar pencak silat, tetapi juga mempelajari ilmu kebatinan sampai filosofinya. Menurut pandangannya, pencak silat tidak hanya sekedar bela diri tetapi lebih pada ajaran hidup.
Puas dan Senang Selama mengikuti Gebyar Budaya Mataram 2008, mereka diasuh Daniel Prasetyo, Masruri, Pengasuh padepokan Pencak Silat Buang Macan; Ki Poleng Dudamala, Pamengku Agung Lakutama, dan sejumlah cantrik dari padepokan tersebut. Sebagai juru bicara adalah Desy Deria Cempaka Wijaya Murti, juara debat dalam bahasa Inggris.
Selama mengikuti latihan mereka tidak hanya diajarkan gerak ilmu bela diri namun juga diberikan ilmu
katosan, tidur diatas duri tajam, dan masih banyak lagi lainnya. Meski demikian, mereka juga diajarkan logika tentang apa itu ilmu
katosan dan sebagainya. Dari pembelajaran tersebut para peserta mangaku puas dan senang. Apalagi mereka juga diajak langsung ke sumber ilmu pencak silat di Bumi Mataram dengan berkunjung ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Ndalem Joyokusuman serta menyaksikan Sendratari Ramayana.
Menurut Ki Poleng, tujuan kegiatan ini adalah sebagai bahan kajian diri melalui sikap dasar kultur jawa yang tercermin dalam sikap yang sangat ketat menjaga harmoni, pikiran (jiwa), dan juga berserah diri terhadap realitas yang mengarah kepada pembentukan kesatuan numinus antara alam nyata, masyarakat, dan alam adikodrati.
"Kami senang bisa belajar pencak silat karena tidak hanya mengajarkan ilmu bela diri semata. Namun di sana ada ajaran yang selama ini tidak saya peroleh, yakni jati diri dan dan rohani" tutur salah seorang peserta.
http://www.intiombak.com/http://www.javasilat.com/http://www.lakutama.com/