+-

Video Silat


Ujungan Macan Ngawahan
beksi - Peragaan aplikasi dengan menggunakan golok
Di belakang Layar Pendekar Macan Paku Banten
Silat Sitaralak Pasambahan
Silat Sika - di acara Khaul 3 Guru Besar Beksi
Ciung Wanara @ Komunitas Unik - Duel Jawara vs Jua
Copy tayang Pendekar eps 28, GOLOK SELIWA #2
Abah Gending #2
Cikalong @ Festival seni silat tradisional 3 Juli

Shoutbox

20/10/2014 15:28 kunderemp: Ya.. om Taufan.. Tanggal 11 lalu saya masih di tengah hutan di Bakan.
04/10/2014 09:20 Taufan: Selamat hari raya Idul Adha 1435 H...
04/10/2014 08:12 Taufan: Kopdar Sahabat Silat 11 Oktober 2014... datang ya :-)
02/10/2014 20:30 Taufan: Temu kangen di FB :p
13/08/2014 03:06 Ekka_Xakra: Salam kenal para sahabat silat semua.
12/08/2014 17:56 Dwi_NGJ: Salam kenal para ksatria. Mohon ijin bergabung... :)
12/07/2014 16:49 one: Pada kemane nih buka puasanya ye?
View Shout History

Recent Topics

Sejarah Xinyi Liuhe Quan Bag 2 by ifung
23/10/2014 18:28

aliran silat seIndonesia by Zebud
23/10/2014 17:09

(Ask) Timbangan di Jakarta by Fanani
20/10/2014 22:41

Serial Xinyi Liuhe Quan I by ifung
16/10/2014 20:02

Selayang Pandang Lu Style Xinyi Liuhe Quan by ifung
16/10/2014 20:00

One Day Workshop Seni Maen Pukulan Sabeni Tenabang by luri
16/10/2014 09:29

silat timbangan by ifung
14/10/2014 15:51

maenpo Cikalong by aki sija
07/10/2014 05:13

Parkour by Taufan
02/10/2014 21:28

SILAT BERDO'A SELAMAT by Taufan
02/10/2014 21:17

[BUKUTAMU] by Taufan
02/10/2014 21:01

Hoby Miara Jin by gumuruh
03/09/2014 14:01

contack person guru silat suaeb yg di padepokan pencaksilat TMII by rohadi
17/08/2014 05:58

Silat Betawi di Bentera Budaya by luri
12/08/2014 11:01

PABUCI (PANCERBUMI CIKALONG/PASAR BARU CIANJUR) by aki sija
26/07/2014 06:36

SilatIndonesia.Com

Author Topic: kitab nagarakertagama karangan mpu prapanca  (Read 10466 times)

anolles

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 4
  • Posts: 248
  • Reputation: 9
    • Email
kitab nagarakertagama karangan mpu prapanca
« on: 11/09/2009 18:07 »
di kitab itu di tulis kalo negara taklukan majapahit itu di bagi ke dalam 8 wilayah, seluruh sumatra, semenajung malaka, kalimantan, maluku, dompu dan bali, sulawesi, irian jaya barat dan pulau jawa kecualu kerajaan sunda di ujung jawa....

ada apa dengan kerajaan sunda/padjajaran sampai2 majapahit tidak sanggup menaklukannya sementara dari ujung irian sampai semenanjung malaka menjadi wilayah kekuasaan majapahit di bawah hayam wuruk dan gajah mada....???

boleh minta informasinya??
kisah sedih kidung sundayana

Dolly Maylissa

  • Moderator
  • Calon Pendekar
  • **
  • Thank You
  • -Given: 7
  • -Receive: 12
  • Posts: 519
  • Reputation: 49
  • silat itu ya salaman bukan gebuk2an,,,
    • d01ly's blog
    • Email
Re: kitab nagarakertagama karangan mpu prapanca
« Reply #1 on: 13/09/2009 06:27 »
em setahuku sih bukannya gak bisa ditaklukkan,,,tapi para keluarga kerajaan merasa mempunyai hubungan darah dengan padjajaran...mereka berpikir gak perlu diserang tapi melalui perkawinan,,,tapi malah apa yang terjadi sang putri tewas di tangan majapahit dan merusak hubungan baik itu...


kalo gak salah begitu ceritanya...
baru belajar nulis

duyungson

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 2
  • -Receive: 3
  • Posts: 174
  • Reputation: 14
Re: kitab nagarakertagama karangan mpu prapanca
« Reply #2 on: 13/09/2009 18:52 »
Coba di-google atau di-wiki pake kata kunci: Perang Bubat, mungkin bisa bantu..

anolles

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 4
  • Posts: 248
  • Reputation: 9
    • Email
Re: kitab nagarakertagama karangan mpu prapanca
« Reply #3 on: 15/09/2009 13:48 »
iya kalo ga salah nama putrinya Dyah pitaloka.... hump kemaren sempet liat di daerah batutulis mbah dalem yang jadi tempat perkiraan istana padjajaran emang kondisi topografisnya memungkin kan untuk benteng pertahanan sebuah istana kerajaan.....

padjajaran runtuh setelah berperang dengan kerajaan sunda islam dari banten n biar ga ada penobatan lagi raja pajajaran maka batu untuk pebobatan raja pun di boyong ke banten.....
kisah sedih kidung sundayana

Jali Jengki

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 828
  • Reputation: 43
  • Love Pencak Silat, Proud to be Indonesian
Re: kitab nagarakertagama karangan mpu prapanca
« Reply #4 on: 29/09/2009 12:39 »
Sampai saat ini masih dalam perdebatan ahli sejarah mengenai letak pasti bekas istana kadatuan Sri Bima Narayana Madura Suradipati. Teori Batu Tulis adalah teorinya Pleyte :   "Waar alle legenden, zoowel als de meer geloofwaardige historische berichten, het huidige dorpje Batoe-Toelis, als plaats waar eenmal Padjadjaran's koningsburcht stond, aanwijzen, kwam het er aleen nog op aan. Naar eenige preciseering in deze te trachten". (Dalam hal legenda-legenda dan berita-berita sejarah yang lebih terpercaya, kampung Batutulis yang sekarang terarah sebagai tempat puri kerajaan Pajajaran; masalah yang timbul tinggalah menelusuri letaknya yang tepat).

Yang jelas jika merujuk Babad Pajajaran bahwa ibu kota/istana Pakuan terbagi atas "Dalem Kitha" (Jero kuta) dan "Jawi Kitha" (Luar kuta) yang membentang ke arah Sukasari pada pertemuan Jalan Siliwangi dengan Jalan Batutulis.

Takluknya Pajajaran juga masih dalam perdebatan, Pajajaran secara de jure anggapan Kesultanan Banten takluk dengan diboyongnya Watu Gilang Sriman ke Banten, namun kenyataannya penerus Pajajaran diberi tempat khusus di Kesultanan Banten dengan gelar Entol, karena sebenarnyapun Pajajaran tidak kalah berperang oleh Banten tapi sebagian petingginya dibawah pimpinan Ki Jongjo yg telah memeluk Islam, hingga dengan tangan terbuka membuka pintu gerbang sewaktu diserang pasukan Tambuh Sangkane Banten.

Bagi penerus Pajajaran sendiri secara de facto telah memberikan Kandaga Lante oleh empat senopatinya yang terdiri dari mahkota, panji dan bokor "kebesaran" Pajajaran ke Kerajaan Sumedang Larang yang dianggap sebagai penerus Pajajaran.

Bagi sebagian besar masyarakat "tradisional" Sunda, menginterpretasikan Pajajaran yang diidentikan dengan Siliwangi belum runtuh....."Silihwangi urang sampeur jaga".

Wallahu'alam

Tabe'
Kullu Nafsin Zaaiqatul MAUT

anolles

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 4
  • Posts: 248
  • Reputation: 9
    • Email
Re: kitab nagarakertagama karangan mpu prapanca
« Reply #5 on: 29/09/2009 14:49 »
 [top] waah kang jali keren....

iya.. ya ada cerita kalo prabu siliwangi di kejar kejar ma kian santang anaknya biar masuk Islam n di sunat yang wal hasil di setiap tanah pajajaran pasti ada yang namanya curug siliwangi, babakan munjul n lembah silem trus pasti banyak juga batu korsi ... coba aja cek sendiri.... ampir di setiap tempat tuh ada yang kaya gituan (jawabarat n banten)....

gimana ting kang ... kata2 prabu siliwangi sebelum muksa..... anol lupa....??
kisah sedih kidung sundayana

Jali Jengki

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 828
  • Reputation: 43
  • Love Pencak Silat, Proud to be Indonesian
Re: kitab nagarakertagama karangan mpu prapanca
« Reply #6 on: 30/09/2009 10:35 »
Ada banyak tuturan lisan (verteller) mengenai peristiwa ini, yang salah satunya seperti Mas Anol sebutkan di atas. Secara pribadi dalam memandang sebuah tuturan lisan (verteller), diperlukan pemikiran mendalam mengenai content di dalamnya, hingga layak tuturan lisan (verteller) itu dijadikan sejarah lisan (geschiedverhaal bukan geschiedenis).

Saya termasuk orang yang kurang "sreg" kalau Rakyean Santang diceritakan mengejar2 ayahnya untuk "dipaksa" masuk Islam, ini agak kontradiksi karena toh dalam Islam sendiri tidak dikenal paksaan dalam syiarnya? kedua, dalam kebudayaan Sunda dikenal istilah "Ngaing dipenta BUKTI - miang ditungtut BAKTI" yang maksudnya adalah menjunjung tinggi sopan santun, etos kerja, seni, usaha dsb termasuk sopan santun terhadap orang tua, jadi agak gak masuk akal kalo Rakyean Santang bertindak kurang ajar terhadap ayahnya.

Ada satu tuturan lisan yang didapat dari Rakawira saya di Bogor tentang cerita ini:
Bahwa Rakeyan Santang mengajak tukar pikiran dengan ayahnya perihal ageman baru yang disandangnya, secara halus meyakinkan tentang ageman tsb. Namun sampai di titik akhir perjumpaan sang Ayah tetap pada pendirian, dan tidak terjadi pertikaian bahkan perpisahan yang mengharukan, hal ini dapat diamati dari kata-kata sang ayah:

"Sagoreng-gorengna anak teh (Rakeyan Santang), tetep we anak Ama" (seburuk-buruknya anak, tetap saja anak ayah)...
"beungeut Rakeyan Santang diciduhan ku Ramana" (muka Rakeyan Santang diludahin sama ayahnya:-maksudnya bukan diludahin tapi muka Rakeyan Santang berpeluh air mata dan isak tangis ayahnya yang memeluk Rakeyan Santang karena sedih sesaat sebelum berpisah begitupun sebaliknya)....

Adalagi sambungannya (ane lupa)... :'(


Kalo kata-kata Siliwangi terakhir sebelum ngahiang bisa dilihat di Uga Wangsit Siliwangi...

Tabe'
Kullu Nafsin Zaaiqatul MAUT

Pangeran Muda

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 5
  • Posts: 209
  • Reputation: 18
    • Email
Re: kitab nagarakertagama karangan mpu prapanca
« Reply #7 on: 30/09/2009 15:48 »
Kang Jali,

Rakawira-nya siapa? Kang Awang atau saha? Masalahnya kita jarang bersua kalau pada silaturrohim ke Bogor, jadi ane bisa tanya langsung nih (kalau boleh)

Wassalam
Kembang Jadi Buah, Buah Jadi Kembang

Jali Jengki

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 828
  • Reputation: 43
  • Love Pencak Silat, Proud to be Indonesian
Re: kitab nagarakertagama karangan mpu prapanca
« Reply #8 on: 30/09/2009 16:39 »
Kakangmas Pengeran Anom,

Rakawira-nya M. Ridwan...sebab kalau M. Fasabeni gak mungkin, meskipun bernama depan sama...  :)

Silakan tanya aja kalau sowan kesana, masak orang mau pinter kok gak boleh... [top]

Tabe'
Kullu Nafsin Zaaiqatul MAUT

anolles

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 4
  • Posts: 248
  • Reputation: 9
    • Email
Re: kitab nagarakertagama karangan mpu prapanca
« Reply #9 on: 30/09/2009 18:34 »
kemaren pas lewat lawang gintung iseng2 berhenti n turun di belokan sebelum makam mbah dalem... lirik sana lirik sini ternyata parit itu emang ada hanya saja sekarang sudah di tanemin ma rumah2 warga... dengan lebar beberapa puluh meter membentang panjang banget......
 ::) ummp benteng topografis yang sangat bagus....
kisah sedih kidung sundayana

bocah tua nakal

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 54
  • Reputation: 0
    • Email
Re: kitab nagarakertagama karangan mpu prapanca
« Reply #10 on: 30/09/2009 22:09 »
Ada kisah yang juga menarik soal pengejaran Kian Santang terhadap Prabu Siliwangi dari web garut.go.id Berikut ringkasannya

Berdasarkan sumber tradisi Garut diceriterakan Kean Santang di Islam- kan oleh Syaidina Ali (Ali bin Abi Thalib) dan memiliki pedang Nabi Besar Muhammad SAW.
Dari keterangan itu, kita dihadapkan pada kebingungan luar biasa seperti Prabu Siliwangi hidup pada abad ke 15-16 M atau menjadi penguasa Pakuan Padjadjaran pada 1482-1521 M, sedangkan Ali bin Abi Thalib hidup pada zaman Rasulallah yakni permulaan tahun Hijrah atau abad ke-6 M (579 M).

Maka, rentang waktu 10 abad itu tidak masuk akal, terlebih lagi adanya anggapan bahwa Prabu Siliwangi menentang Islam, padaghal istrinya Islam.

Namun berdasarkan informasi terbaru dari tokoh Ulama Mesir yang dikemukakan kepada Ir H. Dudung Fathirrohman menyatakan, Ali bin Abi Thalib dalam pertempuran menalukkan Cyprus, Tripoli dan Afrika Utara, serta dalam membangun kekuasaan Muslim di Iran, Afghanistan dan Sind (644-650 M) mendapatkan bantuan dari seorang tokoh asal Asia Timur Jauh.

Maka jika meneliti naskah Pangeran Wangsakerta besar kemungkinan Tokoh dari Asia Timur Jauh itu adalah Prabu Kretawarman (561-628 M) Maharaja Tarumanagara generasi VIII yang memiliki dua orang putri, pertama Putri dari Calankayana, dan istri yang kedua berasal dari Sumatera tidak memiliki anak sehingga menangkat anak kemudian diakuinya sebagai anaknya sendiri bernama Brajagiri.

Kretawarman merasa dirinya mandul, tahta Kerajaan diwariskan kepada adiknya Prabu Sudawarman padahal sesungguhnya tanpa disadari sempat memiliki keturunan dari anak seorang pencari kayu bakar (wwang amet samidha) Ki Prangdami bersama istrinya Nyi Sembada tinggal di dekat hutan Sancang di tepi Sungai Cikaengan Pesisir Pantai selatan Garut.

Putrinya Setiawati dinikahi Kretawarman yang hanya digaulinya selama sepuluh hari, setelah itu ditinggalkan dan mungkin dilupakan.

Setiawati merasa dirinya dari kasta sundra, tidak mampu menuntut kepada suaminya seorang Maharaja, ketika mengandung berita kehamilannya tidak pernah dilaporkan kepada suaminya hingga melahirkan anak laki-laki yang ketika melahirkan meninggal dunia.

Anaknya oleh Ki Parangdami dipanggil Rakeyan mengingat keturunan seorang Raja, kelak Rakeyan dari Sancang itu pada usia 50 tahun pergi ke tanah suci hanya untuk menjajal kemampuan “kanuragan” Syaidina Ali(42) yang dikabarkan memiliki kesaktian ilmu perang/ ilmu berkelahi yang tinggi.

Sumber lainnya menyebutkan (640 M) Rakeyan Sancang tidak sempat berkelahi dengan Syaidina Ali namun menyatakan kalah akibat tidak mampu mencabut tongkat Syaidina Ali yang hanya menancap di tanah berpasir.

Sejak itulah Rakeyan Sancang menyatakan dirinya masuk Islam kemudian meneruskan berguru kepada Syaidina Ali.

Di pesisir selatan wilayah Tarumanagara (Cilauteureun, Leuweung / hutan Sancang dan gunung Nagara) secara perlahan Islam diperkenalkan oleh Rakeyan Sancang yang ketika itu yang mau menerima Islam sedikit sekali.

Upaya Rakeyan Sancang menyebarkan Islam terdengar oleh Prabu Sudawarman (Saat itu semua raja Kertanegara juga disebut Siliwangi), yang dinilai bisa mengganggu stabilitas pemerintahan, timbulah pertempuran yang ketika itu Senapati Brajagiri (anak angkat Sang Kretawarman) turut memimpin pasukan.

Rakeyan Sancang unggul, Prabu Sudawarman sempat melarikan diri yang dikejar Rakeyan Sancang, tapi tusuk konde Rakeyan Sancang jatuh pertempuran terhenti kemudian mereka saling menceriterakan silsilah sehingga ada pengakuan Rakeyan Sancang anak Sang Kretawarman.

Peristiwa tersebut berkembang menjadi ceritera dari mulut ke mulut yang menyatakan Kean Santang mengejar Prabu Siliwangi untuk di Islam-kan.

Kisah Rakeyan Sancang itupun setelah sepuluh abad kemudian terungkap kembali, ketika Walangsungsang dari Cirebon menyusuri sungai Cimanuk sampai ke hulu sungai kemudian menemukan pedang yang disebut-sebut sebagai pedang Nabi Muhammad SAW, pedang itu milik Rakeyan Santang atau Kean Santang, pemberian Ali bin Abi Thalib ketika membantu Ali dalam peperangan menagakkan Syariat Islam,

Walahualam



anolles

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 4
  • Posts: 248
  • Reputation: 9
    • Email
Re: kitab nagarakertagama karangan mpu prapanca
« Reply #11 on: 01/10/2009 08:50 »
 ::) ::) ummm 10 abad yang ya jaraknya....
lalu kang gimana ma kisah yang konon ceritanya prabu siliwangi (entah prabu yang mana mengingat siliwangi hanyalah gelar) memiliki 3 anak.... rakyean santang, lara santang dan walangsungsang...
trus kan kemudian larasantang sendiri adalah anak dari nyisubang larang. lara santang berniat menyusul kepergian kakanya rakyean santang namun kemudian di perjalanan beliau nikah dengan syekh maulana akbhar dari gujarat dan memiliki anak waliaullah Sunan gunung Jati.

emmpp apakah ada pengulangan penokohan kisah antara rakyean sancang di abad ke 6 dengan kyean santang kakak larasantang yang hidup 10 abad berikutnya....

atau emang ini kisah berbeda mengingat santang dan sancang jelas berbeda hanya saja apa yang menjadi tujuan kyean santang pergi dari kerajaan dan pada text wangsit siliwangi yang di ucapkan sesaat sebelum beliau muksa itu terjadi dialog antara siapa??

oya... sedikit informasi yang anol terima dari sodara bangsa jin (abi Banen seorang tabib dari kerajaan lingga sirna) yang sempet komunikasi dikit. kalo jelmaan harimau yang sering di sebut2 prabu siliwangi itu adalah piaraannya sang prabu dari jenis Jin yang bernama si jabrang... mohon untuk di mengerti biaar kita tidak terjebak dalam syirik. sangprabu adalah tokoh sama halnya seperti kita manusia.. beliau sudah meninggal sesuai dengan qada dan qadarnya sang pencipta. hanya saja bangsa Jin memiliki umur jauh lebih panjang dari bangsa manusia....
kisah sedih kidung sundayana

Jali Jengki

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 828
  • Reputation: 43
  • Love Pencak Silat, Proud to be Indonesian
Re: kitab nagarakertagama karangan mpu prapanca
« Reply #12 on: 01/10/2009 10:05 »
Seperti yang saya bilang dimuka, banyak versi tuturan lisan. Adapun literatur yang berkaitan banyak sekali ditemukan pada naskah-naskah kuno, mengapa demikian? karena masyarakat Sunda lebih banyak meninggalkan naskah kuno ketimbang candi sebagaimana banyak di jumpai di daerah timur. Naskah kuno yang berkaitan dengan cerita Raja-raja Pajajaran adalah Babad Pajajaran, Wangsakerta (Pustaka rajya-rajya I BhumiNusantara-Negara Kretabhumi), Babad Klayan, Purwaka Caruban Nagari, Babad Misteri Kabut Caringin Kurung dan banyak lagi....

Benar Silihwangi (Silih-Wangi) adalah gelar sebagai penerus Prabu Linggabuwana yang dijuluki Prabu Wangi karena gugur secara satria di Bubat, hal ini dapat kita lihat dalam Wangsakerta (RRBN:21)

“Kawalya ta wwang Sunda lawan ika wwang Carbon mwang sakweh ira wwang Jawa Kulwan anyebuta Prabhu Siliwangi raja Pajajaran. Dadyeka dudu ngaran swaraga nira”.

(Hanya orang Sunda dan orang Cirebon serta semua orang Jawa Barat yang menyebut Prabu Siliwangi raja Pajajaran. Jadi nama itu bukan nama pribadinya)

Kalau gelar Silihwangi yg orang tua dari Pangeran Cakrabuwana, Rara Santang, Pangeran Sangara (Rakean Santang) menurut NK 1.2:21 adalah Pangeran Jayadewata/Raden Pamanah Rasa/Ki Sunu yang mendapat dua gelar karena mewariskan dua kerajaan Sunda-Galuh. Dari Galuh Surawisesa bergelar Prabu Guru Dewataprana, kedua Sri Baduga Maharaja Ratu (H)aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata (gelar ini pernah pula dipakai oleh Prabu Linggabuwana/Prabu Wangi). Ini yang dianggap Raja pertama Pajajaran.

Rakeyan Sancang-Rakeyan Santang adalah orang yang berbeda, jadi menurut saya tidak ada pengulangan baik cerita maupun napak tilas.

Kalau menurut Babad Klayan pupuh keduapuluh empat berdasar tuturan lisan, Harimau merupakan ungkapan siloka kata-kata Sunan Gunung Jati yang selanjutnya berkembang sedemikian rupa dalam masyarakat.

Banyak juga cerita seperti mas Anol bilang tentang peliharaan jin berbentuk harimau ini, berpulang bagaimana kita saja menyikapinya.

Tabe'
Kullu Nafsin Zaaiqatul MAUT

duyungson

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 2
  • -Receive: 3
  • Posts: 174
  • Reputation: 14
Re: kitab nagarakertagama karangan mpu prapanca
« Reply #13 on: 01/10/2009 14:55 »
berbagi cerita agak ngelantur sedikit..
kmrn saya beli novel ttg Prabu Siliwangi (saya gak inget judul tepatnya & penulisnya) di Gramedia, agak berharap bisa menemukan cerita yg bersumber dari naskah2 kuno, setelah ditilik sumbernya malah terselip: sahabatsilat.com & silatindonesia.com..  :)
mungkinkah penulisnya member SS juga?

Pangeran Muda

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 5
  • Posts: 209
  • Reputation: 18
    • Email
Re: kitab nagarakertagama karangan mpu prapanca
« Reply #14 on: 01/10/2009 15:34 »
bagus tuh novel...malahan ada nyebut-nyebut gulung maungnya..apa bener2 mereka kian santang dan rara santang menguasai itu kang Jali yang bijak dan taat pajak?
Kembang Jadi Buah, Buah Jadi Kembang

 

Powered by EzPortal