+-

Video Silat


Beksi kong nur - Golok
Final Pencak Silat Sea Games XXVI Kategori ganda P
ICE 2009, gerak gulung
cingkrik rawa belong (kong sakam) #1
Jurus Dasar Cimande - sitting
Peragaan Jurus dan Gerak Cingkrik Goning
maung lugay group performance, Jambore pencak sila
perform di acara Khaul 3 Guru Besar Beksi
Pukulan Patikaman Silat Kuntau YOGYAKARTA

Shoutbox

12/07/2014 16:49 one: Pada kemane nih buka puasanya ye?
27/06/2014 17:45 moeljadi moechtar: mohon maaf lahir dan batin menjelang Puasa buat sodare2 silat sekalian...
23/05/2014 19:43 Jenggot Perak: assalamu'alaikum para pesilat dan pendekar..
salam kenal
02/05/2014 13:32 kunderemp: Horeeee... muncul lagi.
20/03/2014 21:24 akoekoko: tes, tes, satu dua...
10/01/2014 22:16 arip: tessss..... happy new year.. ada event apa ini dunia persilatan tahun ini? :D
28/08/2013 13:28 Bang Gagak: Assalamualaikum... bang..
View Shout History

Recent Topics

maenpo Cikalong by aki sija
26/07/2014 06:55

PABUCI (PANCERBUMI CIKALONG/PASAR BARU CIANJUR) by aki sija
26/07/2014 06:36

[GUESTBOOK] by wongbener
23/07/2014 10:03

Pesilat Indonesia Siap Bantu Rakyat Gaza by wongbener
23/07/2014 09:40

My Days with Golok Betawi "Seliwa" by akoekoko
16/07/2014 16:24

RM. Sunardi Suryodiprojo "Den Mas Nardi/Romo Nardi" (03 Apr 1914 - 05 Jun 1985) by halilintar
14/07/2014 00:20

Sejarah perguruan Reti Ati by halilintar
14/07/2014 00:08

Minangkabau Silek Tuo Summer Camp 2014 by luri
07/07/2014 09:13

THS-THM by halilintar
04/07/2014 16:11

PPSB Cingkrig Gerak Cipta by abay gcis
01/07/2014 19:56

Merpati Putih by satrio simammora
16/06/2014 21:40

Asal-usul dan sejarah silat BEKSI betawi by devil
13/06/2014 23:58

SILAT BERDO'A SELAMAT by devil
13/06/2014 23:37

PPS Betako Merpati Putih by mpcrb
23/05/2014 22:15

Selayang Pandang Lu Style Xinyi Liuhe Quan by Jenggot Perak
23/05/2014 20:18

SilatIndonesia.Com

Author Topic: melatih mental  (Read 14918 times)

Red Hawk

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 2
  • Posts: 125
  • Reputation: 8
    • Email
melatih mental
« on: 05/10/2007 09:38 »
teman-teman bagaimana cara melatih mental supaya gak takut

Java

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 647
  • Reputation: 48
Re: melatih mental
« Reply #1 on: 05/10/2007 11:47 »
teman-teman bagaimana cara melatih mental supaya gak takut

Wah, mental mah gak bisa di latih kang. Yang bisa dilatih secara fisik al; penguasaan tehnik beladiri (inipun tergantung bakat), gedein badan + otot.

Biar jago silat & bakat kalau uratnya penakut ya tetap saja takut. :'( Sebaliknya orang bermental baja tapi kosongan, kalau nantangin jago beladiri dg urat penakut mungkin saja menang. Soal mental tergantung urat bawaan lahir.

Untuk mengatasi rasa takut ya harus mengetahui dg baik kelemahan & kekuatan diri sendiri. Orang yg sadar diri akan tetap memiliki rasa takut tapi bukan sifat penakut yang ketakutan. 8)


Dodol Buluk

  • Moderator
  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 1.081
  • Reputation: 25
  • Alone but never lonely
    • Email
Re: melatih mental
« Reply #2 on: 08/02/2008 17:04 »
teman-teman bagaimana cara melatih mental supaya gak takut


Wahh...topic yang menarik nih...aye jongkok aje dulu sambil ngupi ma pisang goreng... ;D


Jreng...
"Jangan pernah bilang kagak kalo kagak pernah bilang jangan"

DasaMan

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 681
  • Reputation: 31
    • Email
Re: melatih mental
« Reply #3 on: 08/02/2008 19:14 »
teman-teman bagaimana cara melatih mental supaya gak takut

RE-IMPRINTING! Fear is the result of imprinting during the oral stage! Reimprint yourself to change your mental makeup!

*Abis ngelarin Prometheus Rising*

HartCone

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 733
  • Reputation: 38
    • Martial Arts Forever
Re: melatih mental
« Reply #4 on: 09/02/2008 11:22 »
Takut
Takut itu penting, untuk menjawab semua yang punya kecenderungan untuk mencelakakan diri, dalam hal apa sajah, termasuk dalam hal dunia kegaiban...
Takut adalah karunia yang diberikan oleh yang Maha Kuasa pada kita untuk menjaga kelangsungan hidup kita sendiri sebnagai kontrol.

Manusia harus punyah takut, kalau ga punyah takut ya mati sajah, penting adalah bagaimana kita memanagement bagaimana mangatasi rasa takut tersebut, tentunyah dengan pelatihan, termasuk olah rasa dan olah badan...

Takut akan memacu adrenalin untuk mengalir dengan kencang, dan dalam keadaan tertentu orang malah bisa ketagihan pada aliran adrenalin tersebut, contoh: Pada penikmat filem horror, para petarung, para penikmat olahraga extrem dll, tetapi ada catatan, itu akan berlaku pada orang2 yang mau menantang rasa takutnyah sendiri, kalau engga ya sama ajah selamanyah ga akan pernah berani...

Dalam Beladiri
Dalam beladiri, managemet rasa takut dilatih dalam sparr, mengasah teknik dll.
pertanyaannyah, kenapa ada orang yang good banget dalam skills, di banyak pertandingan sering menang, begitu lawan preman kroco langsung amblas dan ga punyah nyali?? Takut bukan pada hal berantemnyah doank!! tapi ada hal yang mendasari dia bisa bermental tempe tersebut, pertimbangan2 akan masa depan dia, bagaimana kalau nanti masuk bui, bagaimana kalau keluargaku disakiti, bagaimana kalau ada dendam dibelakang, bagaimana kalau masalah ini tidak selesai tapi lebih berkembang menjadi lebih rumit?? dll

Mental

orang yang tau, mempunyai banyak pertimbangan dalam tindakan dan mempunyai banyak solusi dalam kehidupan dia mereka adalah orang2 yang bisa mengatasi rasa takut, itu yang dikatakan orang2 bermental bagus.

orang2 yang ga perduli akan kehidupan mereka sendiri, mereka itu juga bukan orang2 yang penakut, apakah itu bisa dikatakan bermental bagus?

ada dua macam, terserah bagi para pelaku mau memilih yang mana, yang jelas rasa takut adalah satu anugrah yang harus disyukuri untuk mempertahankan eksistensi kita, dan management rasa takut adalah mempunyai mental yang baik.

sorry kalau kepanjangan dalam menulis, bila dirasa pendapat saya salah, monggo dikoreksi...

trimakasih

salam
« Last Edit: 09/02/2008 11:38 by HartCone »

HartCone

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 733
  • Reputation: 38
    • Martial Arts Forever
Re: melatih mental
« Reply #5 on: 09/02/2008 12:54 »
@mas Kresno...

manteb analisa dan pendapatnyah...

salam

HartCone

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 733
  • Reputation: 38
    • Martial Arts Forever
Re: melatih mental
« Reply #6 on: 09/02/2008 14:22 »
Ketakutan dan Kegelisahan

Apakah anda pernah takut? Tiap orang kadang-kadang merasa ketakutan. Guntur bergemuruh dan kilat membuat debar jantung anda lebih cepat? Mungkin mulut anda mendadak kering kalau guru anda mengumumkan ada satu ulangan mendadak, atau telapak tangan anda berkeringat kalau tiba pada giliran anda harus memberi laporan di depan kelas. Barangkali anda merasa mual dan mulas ketika melihat seorang preman yang mengusik anda.

Ketakutan Setiap Hari

Kita semua kadang mempunyai ketakutan. Itu adalah hal yang wajar tak ada soal bagaimana kita berbadan besar atau kita benar2 orang pemberani. Suatu saat ketakutan bisa menjadi sangat menolong bagi anda dan terlebih adalah menolong anda untuk selalu sehat. Ketakutan saat  dekat api mungkin akan menghindarkan anda dari luka bakar yang parah. Dan ketakutan akan mendapat angka jelek saat ada ulangan, mungkin memaksa anda belajar dengan lebih giat.

Mempunyai sedikit ketakutan juga bisa mempertajam pengertian dan menolong anda menjadi lebih, Beberapa orang malah sangat menikmati ketakutan.  Itu adalah alasan mengapa mereka suka tontonan-tontonan yang menakutkan atau pergi untuk naik roller coaster.

Apa Yang Terjadi Saat Anda Takut?
Mungkin anda pernah bertanya-tanya mengapa ketakutan membuat jantung anda berdebar lebih cepat dan memaksa anda bernafas lebih cepat?
Reaksi tubuh dalam ketakutan untuk menjawab dalam mempertimbangkan akan menghadapinya dengan "perlawanan atau menghindar". Dan semua orang pasti mempunyainya sejak awal.

Contohnya adalah. Bayangkan anda sebagai seorang manusia gua yang hidup 100.000 tahun yang lalu, dan tiba2 datanglah seekor harimau purba yang kelaparan berhadapan muka langsung dengan anda.
Anda mempunyai dua pilihan:
1) Berbalik dan menjauhi (itu adalah tindakan menghindar), atau
2) Mengambil gada besar dan bertempuran dengan harimau (itu adalah satu bentuk perlawanan).
Pilihan terakhir menyerah (dimakan) dan itu pasti tidak akan dikehendaki!

Hari ini, anda bisa mempergunakan perlawanan atau lari dari seorang preman yang mendatangi anda dan tidak mempedulikan semua alasan anda. Anda mempunyai dua pilihan:
1) Berbalik dan pergi (melarikan diri), atau
2) Berkelahi (mengadakan perlawanan), sungguhpun anda tahu perkelahian tidak akan memecahkan masalah.

Untuk bersiap dalam perlawanan atau tindakan melarikan diri, tubuh anda akan melakukan kegiatan sejumlah hal secara otomatis untuk menyiapkan pengambilan keputusan yang cepat. Laju jantung anda bertambah untuk memompakan lebih banyak darah ke otot dan otak anda. Paru-paru anda membutuhkan lebih banyak udara bersih untuk menyediai oksigen. Pupil di mata anda jadi lebih besar untuk bisa mendapatkan penglihatan yang lebih baik. Dan sistem pencernaan dan sistem pembuangan melambat untuk menunjang, dimana setiap aktivitas tubuh adalah untuk bisa memusatkan pikiran pada hal yang harus menjadi prioritas utama tersebut.


Apakah Kegelisahan Itu?

Biasanya, tubuh kita akan memberi singnal ketakutan pada tindakan perlawanan atau tindakan melarian diri hanya kalau ada sesuatu yang menakutkan. Tetapi, kadang ini terjadi walau tidak tampak satu alasanpun untuk menjadikan ketakutan. Hal inilah yang dianggap dianggap sebagai kegelisahan. Mungkin ada perasaan lain yang menyertai kegelisahan seperti merasakan kesesakan di dada anda, sakit perut, pening, atau perasaan bahwa sesuatu mengerikan akan terjadi. Perasaan ini bisa sangat menakutkan. Kadang kegelisahan bisa mengganggu aktifitas, seperti belajar dan tidur.

Untuk beberapa anak, perasaan kegelisahan atau kegelisahan bisa terjadi kapan saja.
Bagi orang lain, hal ini mungkin terjadi hanya di saat tertentu, seperti ketika mereka sedang bepergian atau saat mereka ditinggalkan orang tua untuk pergi ke suatu tampat.
Pada beberapa orang, perasaan kegelisahan bisa ini terjadi hampir seluruh waktu dan dalam satiap tindakan mereka. Beberapa anak mungkin mempunyai fobia, dimana adalah satu ketakutan yang hebat pada sesuatu spesifik, seperti naik ke tempat tinggi, takut menjadi kotor, angka 13, atau laba-laba.

Mengapa bisa Gelisah?

Kegelisahan bisa terdapat dalam setiap anggota keluarga. Atau seseorang mungkin mendapatkan kegelisahan pada sesuatu yang mengerikan yang sudah terjadi, seperti kecelakaan mobil. Kadang kala keadaan penyakit tertentu bisa menyebabkan kegelisahan. Atau disebabkan karena menyalahgunakan alkohol atau obat terlarang seperti kokain.

Bagian keterangan lain adalah tentang keseimbangan cairan kimia di sel syaraf otak kita, dimana hal tersebut bisa mempengaruhi bagaimana perasaan dan tindakan seseorang.
Salah satu cairan kimia ini ialah serotonin. Serotonin adalah salah satu cairan kimia otak yang menolong mengirim informasi dari satu sel syaraf otak kepada lain. Tetapi bagi beberapa yang sering mengalami  kegelisahan, cairan kimia dalam sistem otaknya tidak melakukan fungsi dengan benar.

Ada juga, beberapa ilmuwan berpikir bahwa ada satu bagian otak yang secara spesial mengkontrol satu tindakan untuk mengambil keputusan diman harus melawan atau harus menghindari. Dalam hal ini Kegelisaan adalah satu keadaan dimana bagian otak tersebut selalu dalam keadaan “On” atau siaga walaupun sebenarnya tidak ada satu sebab apapun yang menjadikan alasan untuk satu ketakutan.

Mengatasi Kegelisahan

Kegelisahan bisa diatasi dengan baik. Katakan pada orang tua anda bila anda mengalami suatu ketakutan yang terlalu berlebihan, dalam setiap tindakan yang akan anda perlukan atau harus dilakukan. Mungkin orang tua akan membawa anda pada seorang dokter, yang bisa memberikan jalan keluar bila hal tersebut diakibatkan olas suatu keadaan yang disebabkan atau berhubungan dengan kesehatan, atau pada ahli konsultasi secara terapi yang bisa membantu mengatasi kegelisahan lewat cara pembicaraan, aktifitas, latihan relaksasi atau pengobatan(atau kombinasi dari hal tersebut)

Tentu saja, jika anda berhadapan dengan seekor harimau purba yang mempunyai taring panjang, hanya ada satu jalan yang harus anda lakukan.... LARI!!

(Di terjemahkan oleh HartCone, dari Artikel “Being Afraid” David V. Sheslow, PhD)

HartCone

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 733
  • Reputation: 38
    • Martial Arts Forever
Re: melatih mental
« Reply #7 on: 09/02/2008 15:04 »
@Mas Krisno

Lha lak teory toh mas, masalah dilakukan atau tidak itu kan terserah mereka...
mau jadi penakut atau pemberani adalah masing masing orang yang nglakoni...

dan kita juga ga boleh ambil pukul rata kan, semua harus di petani (dipilah2)...
beras kelas satu pun kalau dipetani pasti masih ada kerikilnyah, bukan begitu toh mas? bukankan kita belajar beladiri ini justru mencari harmony atau keselarasan.

ya maaf kalau saya salah...

salam

HartCone

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 733
  • Reputation: 38
    • Martial Arts Forever
Re: melatih mental
« Reply #8 on: 09/02/2008 19:20 »
@mas Krisno

welehh tingkat tinggi ini mas...  [top]


salam

Unknown

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 65
  • -Receive: 41
  • Posts: 1.486
  • Reputation: 94
  • I'm no longer a member of this forum
    • FORUM SILAT
Re: melatih mental
« Reply #9 on: 11/02/2008 11:08 »
Rasa takut lahir akibat definisi yg salah, yg kita punya utk menjawab "siapa itu aku".
Ego - "our definition of self, who 'I' am" - akan punah pada waktu badan meninggal dunia ... karena itu ego berusaha utk menjamin supaya dpt hidup sepanjang masa, dgn menciptakan berbagai macam taktik, menciptakan realitasx2 yg tidak cocok dgn realitas yg ada di sekeliling kita, pandangan yg keliru ... rasa takut pada intinya berasal dari ego yg takut mati ...

Kesadaran "aku" dimana sebelum kita lahir? Dan kemana kesadaran "aku" kembali pada waktu badan kita mati? Kalau pandangan hidup "siapa itu aku" bisa dijawab dgn lengkap dan sempurna, ego tidak lagi memiliki kesempatan/kekuatan utk bangkit kembali mengendali hidup kita ... hidup senantiasa tetes air hujan jatuh kembali ke laut ... manunggaling kawula Gusti  ;D

Kalau pandangan realitas yg kita miliki, bisa sejajar/cocok dgn realitas yg ada disekitar kita di alam semesta, perbuatan kita tidak akan bisa keliru ... rasa takut tidak lagi punya landasan.

Rahayu & best wishes,

Krisno, aka Rebo Paing



hmmm...dalem, dalem banget.
ikutan nyimak ah...
salam

Java

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 647
  • Reputation: 48
Re: melatih mental
« Reply #10 on: 11/02/2008 12:15 »
Kesadaran "aku" dimana sebelum kita lahir? Dan kemana kesadaran "aku" kembali pada waktu badan kita mati? Kalau pandangan hidup "siapa itu aku" bisa dijawab dgn lengkap dan sempurna, ego tidak lagi memiliki kesempatan/kekuatan utk bangkit kembali mengendali hidup kita ... hidup senantiasa tetes air hujan jatuh kembali ke laut ... manunggaling kawula Gusti  ;D

Kalau pandangan realitas yg kita miliki, bisa sejajar/cocok dgn realitas yg ada disekitar kita di alam semesta, perbuatan kita tidak akan bisa keliru ... rasa takut tidak lagi punya landasan.

Betul mas Krisno. Gak heran lha wong sampeyan tunggal tetesan dg mas Bram. [top]

HartCone

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 733
  • Reputation: 38
    • Martial Arts Forever
Re: melatih mental
« Reply #11 on: 16/02/2008 06:06 »
Salam...

Ada satu pendapat teman yang mungkin bagus untuk di posting disini:

Quote from: funkybuddha| Martial Arts Forever on Multiply |wrote on Feb 15
Actually... the concept of fight or flight is a normal reaction in general view... of course... however... have you ever heard of "acceptance"... this would not fall under the category of "fight" or "flight"...

The scary but prime example of this is Seppuku... the Japanese ritual suicide. This goes against all instincts that a caveman might experience. Fight or flight is a reaction for survival... self preservation... suicide goes against this logic...

Of course, some might argue that Seppuku is a "flight" from shame or a "fight" within oneself, but this becomes a psychological or maybe spiritual concept. It is no longer a "reaction", at least no longer an instinctual one... but it is a conscious action...

The motivation could be in question... it may be of honor... it could be of cowardice. But a coward would want his life to end quickly.. not in a painful manner such as cutting open one's own bowel (hara-kiri)... but anyway that is just an extreme example...

Back to acceptance... you know you are going to die and there is no way out of it, so you just stand there and accept it, no attempts of running away... no fighting... but not giving up... it is your time... you go for it knowing that the ultimate outcome will be death... the principal goes against the instinct of survival... because you know your life will save another and maybe more...

This is just another possibility that psychologists may have overlooked: self sacrifice

Fear will always be there... death will always be there... am I scared by it... yes... I am... but I will die one day anyway... hopefully I will die for a good cause...

I don't want to be a hero... just want to die a good death... but that is not up to me to decide...

konsep yang menarik dari bagaimana cara masing2 orang dalam "nglakoni" kehidupan ini terhadap rasa takut...

trimakasih

salam

simpay

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 192
  • Reputation: 5
Re: melatih mental
« Reply #12 on: 16/03/2008 16:53 »
setiap mahluk hidup pasti mempunyai rasa takut(itu pasti),walaupun dalam kadar yang berbeda2...,tetapi yang terpenting,betul seperti yang rekan2 bilang diatas...kita hanya perlu bisa menempatkannya saja...diwaktu dan keadaan yang tepat...!!!

salam

simpay

 

Powered by EzPortal