Forum Sahabat Silat

Bahasa Indonesia => Seputar Dunia Beladiri => Topic started by: Antara on 28/04/2008 06:23

Title: Pola-pola Meditasi
Post by: Antara on 28/04/2008 06:23
Sengaja saya tidak masukkan di dalam topik tenaga dalam, karena bahasan
meditasi yang saya maksud di sini bersifat umum. Bila nanti pembahasan pada
akhirnya bergerak ke arah tenaga dalam atau bela diri, ya anggaplah sebagai
suatu kewajaran mengingat latar belakang peserta diskusi di sini.

Kalau nanti moderator mau memindahkan ke forum yang lebih sesuai, monggooo.. :)

Jadi ceritanya saya ingin belajar kenal dengan model-model meditasi yang ada,
baik yang berhubungan dengan silat, keagamaan, psikologi atau apapun. Tidak
ada batasan. Mohon rekan-rekan yang sudah menekuni pola-pola meditasi
tertentu untuk mau berbagi cerita di sini.

Thread ini saya buat karena tertarik dengan komentar Mas Bram di thread-nya
Kakang Santri Kinasih soal alam bawah sadar. Di sana Mas Bram mengutip wejang
meditasi dari kitab Jawa klasik yang menurut saya bagus sekali untuk dicermati.

Nah, silakan dimulai....
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Antara on 28/04/2008 06:40
Saya mulai dulu ya? (biar kesannya bertanggung jawab terhadap thread yang
dibikin sendiri x-)) )

Saya belajar meditasi ketika kuliah di Ngayogyakartohadiningrat. Waktu itu saya
bergabung dengan sebuah lembaga kecil bernama Dipta Merta, yang menyebut
diri sebagai "tempat mengaji tenaga spiritual untuk pengembangan kepribadian
dan daya dukung profesi". Sengaja saya pilih lembaga yang tidak pakai embel-
embel ilmu kesaktian... soalnya sudah ngerasa gak sanggup duluan...  :P

Pola meditasi yang diajarkan di sana sederhana sekali. Duduk diam dan hening.
Selesai urusan.

Tidak ada atur nafas, tidak ada konsentrasi, tidak ada usaha mengosongkan
pikiran atau apapun... ikuti saja apa yang ada. Kalau ada pikiran yang masuk,
terima apa adanya, tapi juga tidak dikasih perhatian lebih. Semua sama penting
sekaligus sama tidak pentingnya. Kalau ada bayangan masa lalu atau emosi
yang terbangkitkan, terima sebagai bagian dari diri kita... lagi-lagi tidak ditolak
tapi juga tidak dikasih perhatian.

Jujur, sebagai manusia tempaan abad dua puluh yang dari kecil diajari untuk
punya tujuan dan cita-cita, meditasi macam ini mbingungi. Tapi ya asyik
juga sih...

Selama bergabung dengan Dipta Merta saya merasa mengalami banyak kemajuan
secara moral dan kepribadian... walaupun saya tidak mengerti dari mana hadirnya
semua itu... lha wong cuma duduk diam...

Saya akan sangat berterima kasih kalau ada diantara para senior di sini yang
bisa menerangkan sebenarnya apa latar belakang meditasi yang saya pelajari
dulu itu, dan bagaimana dia bisa memberi manfaat...

Yang kedua saya pernah bergabung dengan Ananda Marga Society, suatu
lembaga nir-laba internasional yang mengajarkan meditasi a la Tantra Yoga.
Juga saya tekuni waktu di Jogja.

Namun karena makin tinggi meditasinya makin terasa unsur Hindu-nya, dengan
terpaksa saya tinggalkan ketika saya baru mendapat tiga pola meditasi (dari
enam yang ada). Bukan antipati terhadap rekan-rekan yang Hindu ya? Cuma
saya menghindari adanya konflik keyakinan. Waktu itu saya masih cupu banget,
jadi belum siap untuk yang berat-berat...

Nah... saya undur diri dulu ke pojokan... memperhatikan dengan khidmat...

* Buku catatan dan pinsil siap di tangan... :)
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Ranggalana on 28/04/2008 07:44
Dari deskripsi Mas Antara, meditasi pertama yang dipelajarinya merupakan meditasi Satipatana dari budaya Buddha. Dalam budaya Jawa, kadang dilakukan dengan duduk tidak tegap, tetapi seharusnya tegap, seperti Buddha di Borobudur atawa Mendut, pasrah pada gravitasi.

Meditasi ini oleh banyak orang dikatakan sebagai dasar dari meditasi - sebelum bermeditasi untuk bangkit-bangkitkan tenaga (tantra) satipatana ini harus dibiasakan dulu, agar tidak cenderung "mangkat-kenthir".

Dalam budaya Jawa masakini (agak lalu dikit) meditasi ini diajarkan oleh RM Sosrokartono, "the unknown poet of Jawa", dan dinamakan meditasi "Kantong Bolong" dengan keterangan :

Kantong bolong, yen ana isi,
Lumuntur marang sesami.
Sugih tanpa banda, digdaya tanpa aji.
Nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake.

Bagian dari puisi ini sangat populer dan oleh orang yang gak tau dianggap "tradisi" - bahkan mangsuk ke "Butir-Butir Budaya Jawa" karangan seorang yang suka ngawur tapi jadi Presiden, dulu.

Yang diajarkan pada saya, meditasi Satipatana / Kantong Bolong  ini memberikan kesempatan kepada sistem saraf parasimpatetik untuk bebas, tanpa ditunggangi budaya. Dengan Tulang punggung lurus, maka otak, sumsum tulang belakang, dan semua jaringan syaraf seolah diberikan kesempatan bebas dengan rileks. Kalo tulang punggung gak tegap, akan ada bagian yang terjepit / terregang.

Manfaat dari meditasi ini ya seperti diuraikan oleh RM Sosrokartono di atas. Setan gak doyan dhemit gak ndulit, dan tambah lagi, gak tedhas nyokot paluning pandhe.

Yang rajin bisa menjadi "pirsa sak durunge winarah" sedangkan yang cuman asal tau saja tapi gak latihan, cukup mencapai "pirsa sak durunge cinulek"


Salam hangat,
Bram
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: HartCone on 28/04/2008 08:21
Ikut menyimak, sambil sila dan badan tegap, supaya nanti bisa tau "pirsa sak durunge cinulek"  [top]

"Ora kenthir ora popo, pokok isih iso mangan...."

Salam,
Hartcone
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Raya on 28/04/2008 08:26
[duduk di sebelah mas hartcone]

aduh makin di sini makin merasa mhs nih.


monggo dilanjut, biar berkurang hijaunya.

Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Unknown on 28/04/2008 09:33
Mohon ijin ikut menyimak..

salam
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: santri kinasih on 28/04/2008 09:34
Meditasi ini sebenarnya sesuatu yang masih sangat misterius buat saya. SK pernah melakukan berbagai bentuk meditasi dengan tujuan berbeda.

1. Untuk pembersihan diri dari ego dan kekotoran hati (termasuk rasa dendam, sombong, ujub, bangga, dkk). Metode sederhana dengan tarikan nafas normal dan posisi tubuh relax.

2. Untuk mempertajam mata batin. Ruangan remang-remang diterangi lilin sambil melihat ke cermin.

3. Untuk memperkuat chi. Napas pake tahan sedikit dan lepas pelan pelan sambil melototin 7 lilin sampai mati semua.

4. Untuk peredaran darah dan kekuatan. Nyemplung di air dingin sedada, relax aja dan pikiran juga tenang;

5. Untuk kekuatan batin, pengendalian diri dan mind power. Meditasi sambil aktifitas biasa sambil puasa sunat normal (senin atau kamis) tapi ditambah gak ngomong dan pikiran harus terjaga. SK pernah gak ngomong selama hampir 20 jam. Gak boleh nonton tv.

6. Untuk kesehatan dan penyembuhan penyakit. Bisa sambil tidur terlentang dengan napas normal.

7. Untuk 'tamasya' ke tempat-tempat lain (rahasia)

8. Untuk tombo kangen terhadap orang-orang yang disayangi (maap rahasia).

9. Untuk berlatih silat fisik. Dimana pun kapan pun selama gak mengganggu orang lain, dilakukan dengan napas normal, posisi bisa macem2x, visualisasi penting, dibarengi sedikit gerakan-gerakan halus.

Apalagi ya?

Nanti SK tanya sama om Crashed Brain

SK,

Sayang Keluarga
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Black Widow on 28/04/2008 09:48
Salam sejahtera para Sahabat

Ingin tahu bedanya antara meditasi dari budaya Buddha dan dalam budaya Jawa. Saya masih hijau dan ingin mencoba tetapi dilarang oleh teman yang pelajari meditasi. Dibilang harus hati hati jika di “enlightenment stage” nanti bisa ada gangguan. Ngak tahu apa pengertian itu? Apa mungkin cara meditasinya ada yang salah? Mohon pencerahan dari para senior. Ma’af jika OOT…

Hormat saya,
BW

P.S – Bang Hartcone, lagi repot ni ketinggalan membaca nanti disambung tret senjata nusantara yah…
Title: Pola-pola meditasi
Post by: Dolly Maylissa on 28/04/2008 09:59
Aku jg pernah melakukan apa yg dilakukan mas SK.
Hal yg paling susah menurutku meditasi hati(istilahku sendiri)yaitu menahan amarah,menjaga sikap dan omongan serta selalu mengingat allah.
Saat menjalani hal itu terasa bngt khasiatnya.hati tenang gak was was padahal waktu itu menjelang ujian akhir nasional smu.aku ngejalaninnya selama 1thn dari awal kelas3 sampe lulus.kata temenku perubahannya drastis,aku jd gak bnyak omong padahal biasanya jd murid paling bawel,gak mdh tersinggung n tambah cepet nangkep pelajaran sekolah ma pelajaran di silat.selama menjalani hal itu tenaga dalamku lumayan meningkat.
Aku jg pernah coba meditasi dng menatap kaca dalam keadaan ruangan agak gelap waktu itu aku coba hal tersebut karena kata guruku kita bisa liat sosok kita yg asli,serem jg. Disarankan jangan sendirian kalo nyobanya,hehehe kali aj yg terlihat ntu yg aneh2.

Salam
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Unknown on 28/04/2008 10:53
ruangan remang2, nyala lilin, liatin/pelototin cermin...bisa mempertajam mata batin dan melihat sosok asli kita?
jelas aja  syereem..lha wong karena mata lelah (ini krn faktor cahaya yang minim), maka bayangan wajah kita di cermin jadi tampak nge blur, pletat-pletot, berantakan ga keruan. syereem khan??  :)
ga pecaya? coba deh ngedip sekali aja maka wajah kita di cemin akan normal lagi..

@mas SK 1 s.d 9 nya oke banget, tapi aroma pamrih nya masih kentel banget yak?
yang pernah aye denger dari orang sih "meditasi" yang masih ada pamrih dan tujuan masih belum "meditasi" masih proses menuju meditasi...
maap aye cuman ngulangin yang aye pernah denger ajah nih...
meditasi ane baru sebatas  duduk santai, ngrokok sembari ngupi..

salam
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Ranggalana on 28/04/2008 11:08
....Mengenai tulang punggung yg harus lurus ... lebih baik kalau badan dalam keadaan se-imbang/balanced ... dalam posisi natural tapi se-imbang, tulang punggung tidak lurus melainkan ada sedikit bengkok didaerah punggung dibawah leher.
Kalau punggung diluruskan paru2 akan terdesak kedlm posisi yg tidak natural.

Salam hangat lan ciao bebe  :o


Ya iya, mas Krisno, maksudnya lurus itu bukan lurus seperti penggaris tetapi lurus dengan wajar. Kalau lurus bener-bener, memang harus dipentang seperti kulit kebo mau dibuat wayang.

@ Black&White, maksud saya budaya Buddha, ya Buddha, zaman wangsa Syailendra. Kalo budaya Jawa, banyak pengaruh Hindu dan Islam dan Belanda juga.

Buku "Arok Dedes" nya Pramoedya Ananta Toer ada beberapa halaman deskripsi meditasi. Beliau sendiri pernah cerita berlatih meditasi 'patiraga' yang kurang lebih merupakan satipatana dalam posisi tiduran terlentang dan teruz bablaz.

Tabik,
Bram

Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: putri teratai on 28/04/2008 12:01
Helloo..

Apakabar semuanya..., saya mau ikutan menyimak mojok ama Dolly aja deh..
Ini pembahasan udah mulai meningkat ke bagian yang menurut saya harus ekstra hati-hati nyimaknya...

Monggo dilanjut...

Salam,
Putri Teratai
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: santri kinasih on 28/04/2008 12:19
@ochid

Bener banget...masih ada yang dituju untuk setiap meditasi...Tapi itulah hidup...Yang namanya meditasi yang 'tanpa pamrih' dalam konsep tasawuf sering dibilang berkhalwat. Tapi pamrihnya bukan untuk kehidupan lebih baik di dunia, namun sekedar untuk 'bercakap-cakap' dengan Sang Kekasih. 

Meditasi umum adalah untuk bersatu dengan alam, tanpa keinginan misalnya jadi sakti atawa dll. Tapi keinginan untuk bersatu dengan alam adalah satu keinginan juga.

Bagi saya meditasi itu berangkat rasa "ingin" atau 'will' atau 'hasrat'. Untuk tingkat rendah ya meditasinya mungkin untuk kekuatan dan kesehatan, atau pembersihan diri dari segala energi negatif atau segala penyakit hati yang menimbulkan energi negatif. Pada tingkat akhirnya akan mencapai meditasi untuk keinginan akan kehampaan. Hidup dalam nuansa ketuhanan. Ecstasy dalam Epiphany. Kegembiraan sendiri yang tak terbatas akan penyatuan dengan Yang Hakiki..

Maap2x kalo ada salah kate..

SK
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Jali Jengki on 28/04/2008 12:33
Mohon maaf, sekadar urun rembug...

Perkataan Meditasi itu sendiri diserap dari bahasa Latin, meditatio yang berarti merenungkan dan juga berakar dari kata Mederi (kesehatan) dari kata ini pula diserap kata medisin. Jadi jelas meditasi itu sebenarnya baik bagi kesehatan. Dalam bahasa Indonesia, Meditasi, yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah pemusatan pikiran dan perasaan untuk mencapai sesuatu. Jadi bermeditasi adalah memusatkan pikiran dan perasaan untuk mencapai sesuatu, tetapi kata meditasi itu lebih dikenal dengan nama samedi yang diserap dari bahasa Sansekerta, samadhi yang juga disebut dhyana atau pranayama. Samedi itu artinya meditasi dalam bahasa Sansekerta atau dalam bahasa Ibrani = hagah. Dalam Alkitab bahasa Inggris perkataan tsb diterjemahkan sebagai Meditation.

Pada dasarnya, ‘meditasi’ adalah “pemusatan perhatian pada suatu obyek batin secara terus-menerus.” Memang ada obyek-obyek meditasi tertentu yang berupa pikiran atau ide/konsep, sehingga terjadi tumpang tindih dan tidak dapat dibedakan secara tegas antara ‘meditasi’ dan ‘kontemplasi’.

Meditasi dapat didefinisikan sebagai suatu aktivitas yang mengakibatkan hubungan mangkin erat antara makhluk dan kholiknya. Kita meditasi pada yang abstrak, tidak berbentuk, tidak bernama. Karena Yang Tertinggi tidak mempunyai bentuk dan tidak mempunyai nama, tidak juga mempunyai kwalitas atau lambang-lambang.

Dalam ajaran Budha terdapat sebuah tahapan meditasi, yaitu Dharana yang berarti pemusatan perhatian tanpa paksaan (konsentrasi). Pemusatan perhatian tidaklah berarti anda kosong. Jadi sebenarnya berbeda antara meditasi dan konsentrasi (CMIIW...)

Menurut kepercayaan orang India/Hindu, bahwa di udara bebas ini terdapat unsu-unsur gaib yang bersatu dengan zat asam (oksigen). Unsur-unsur gaib itu berupa zat yang sangat halus sebagai inti dari segala zat yang menjadi roh dari alam. Zat tersebut sedemikian halusnya hingga tak dapat ditanggapi dengan panca indera, maupun dengan alat-alat apapun.
Zat ini mempunyai tenaga gaib yang amat berkuasa untuk berbagai macam kepentingan, antara lain untuk penyembuhan penyakit. Zat inilah yang mereka beri nama Prana.

Meditasi ada dua macam, yaitu meditasi duduk dan meditasi gerak. Meditasi duduk ini sebenarnya sudah diperkenalkan oleh Islam jauh sebelum Sidharta Gauthama lahir melalui ajaran Budhi Dharma.

Dalam ajaran Islam meditasi ini juga sering dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika sebelum dan sesudah diangkat menjadi Nabi dan Rasul, yang pada saat itu disebut dengan berkhalwat dan tahannuts. Beliau melakukan meditasi di Gua Hira, ketika menghadapi masalah yang menimpa diri dan umatnya. Seperti halnya meditasi duduk, meditasi gerak juga sudah ada dalam ajaran Islam yaitu dalam bentuk gerakan shalat.

CMIIW, Tabe'
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Dodol Buluk on 28/04/2008 13:03
@ochid

Bener banget...masih ada yang dituju untuk setiap meditasi...Tapi itulah hidup...Yang namanya meditasi yang 'tanpa pamrih' dalam konsep tasawuf sering dibilang berkhalwat. Tapi pamrihnya bukan untuk kehidupan lebih baik di dunia, namun sekedar untuk 'bercakap-cakap' dengan Sang Kekasih. 
SK

salam..

Innamal a'maalu binniyaah.....


Salam..

DB
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Unknown on 28/04/2008 13:04
@mas SK dan Bang Jali,
ga ada kata lain selain : TOP [top] [top] [top]

saluut...
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Sosro_Birowo on 28/04/2008 13:19
GRP dulu untuk TS, Mas Antara..
 [top] [top] [top]
Juga GRP untuk semua kontributornya terutama Jalatunda, ranggalana, rebo paing, SK, mba dolly dan semuanya..

Soal meditasi memang menarik, cukup banyak juga diajarkan dalam perguruan atau aliran pencak silat. Mmm..daku lagi nyari tulisan di komputerku soal meditasi ini , tapi belum ketemu, ntar deh kalo ada, di postingken. Dulu sih ada beberapa artikel menarik dan kontroversi soal meditasi ini.

Seingatku sih ada yang bilang kalo meditasi itu pemusatan pikiran, fokus/perhatian pada objek tertentu, 'no mind' (baik ala zen maupun lainnya) ada juga yang bilang visualisasi..Anand Krishna sih bilang untuk peningkatan kesadaran; suatu hal yg terasa abstrak toh..

Dulu di tempetku juga ada yang ngajari meditasi ala 'sadhana'( gak tau darimana sumbernya, dia bilang namanya sih sadahan, dari india, gitu aja): mulai dari memperhatikan nafas yang keluar masuk, suasana sekitar (bunyi/suasana/dll), hingga baju yang menempel pada tubuh, merasakan peredaran darah, aktifitas organ tubuh dan lain -lain. Trus mulai memperhatikan pikiran, perasaan, dll..tapi cuman diperhatikan aja, gak boleh dilawan atawa diikuti..

Dalam satu tradisi ada yang bilang meditasi itu ya hening. Ning. diam tapi tidak kosong. Kosong tapi ada isinya (h he he he lagi sok-sok'an berfilsafat ;D)..ini tambah bikin binun dan pecah ndase he he he ...sambil tepok-tepok nyamuk di kaki waktu duduk diem aja gak ngapa-ngapin..

dikit-dikit dulu pernah ikutan icip-icip berbagai pola dan macam meditasi, tapi gak telaten, bosen'an dan gak dapet apa - apa... ;D (ini gak usah dicontoh ya :w). Ada yang duduk manis, ada yang sambil bergerak dengan perlahan sampe mirip kayak taichi...Pernah juga belajar di kelompok meditasi (religius/sekular/spiritual), tapi lama-lama sibuk kerja dan cari duwit he he he..

Sekarang kalo meditasi ya di hati aja [lucu] alias diem trus tau-atau ada bunyi gaib .yaitu .grok..grok..grok..dan hari sudah terang dengan matahari yang menyapa di jendela...

udah ah ngecapnya, x-))
lanjut diskusinya,
duduk manis,
sambil dengerin wejangan para sepuh...
...


tabik
sosro birowo

Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Ranggalana on 28/04/2008 13:22
....Meditasi ada dua macam, yaitu meditasi duduk dan meditasi gerak. Meditasi duduk ini sebenarnya sudah diperkenalkan oleh Islam jauh sebelum Sidharta Gauthama lahir melalui ajaran Budhi Dharma.

...CMIIW, Tabe'

Kang Jalatunda tentu tidak bermaksud mengatakan bahwa Nabi Muhammad s.a.w dilahirkan lebioh dulu daripada Sidharta Gautama, khan?

Tabik,
Bram
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Sosro_Birowo on 28/04/2008 13:34
Wuiihh ternyata meditasi itu banyak muacam dan versinya..
Ini salah satunya..
Waduh tadinya mo di link aja, tapi ya sudahlah..ini artikel lengkapnya..

KENDALIKAN STRES DENGAN MEDITASI
(http://klipingut.wordpress.com/2008/03/09/kendalikan-stres-dengan-meditasi)



Salah satu cara untuk membuat stres jadi plong adalah dengan meditasi. Ada sejumlah aliran meditasi dan cara melakukannya.
 
Merta Ada, “Meditasi menghilangkan memori buruk kita.”
 
Beban kerja yang berat, persaingan bisnis yang ketat, lalu lintas yang padat, ataupun persoalan keluarga yang bikin penat dapat memicu timbulnya stres. Buntutnya, stres membuat kita merasa tertekan, marah, frustrasi, atau sedih.

Para ahli menyebut stres yang berdampak buruk, merugikan, atau menyakitkan hati itu dengan distress. Karena efeknya negatif, orang pun berupaya untuk mengendalikannya. Menurut Dra. Iesye Widodo, S.Psi., psikolog pada RSAB Harapan Kita, Jakarta, pengendalian stres bisa melalui pertahanan fisik atau pertahanan mental. Pertahanan fisik bisa ditempuh dengan cara meningkatkan kesehatan (olahraga dan diet sehat), menikmati hidup (cukup tidur dan santai), serta merawat diri. Sedangkan pertahanan mental bisa melalui mekanisme yang dapat membantu mengatasi serta menemukan jalan keluar dari situasi tegang. Atau, melalui relaksasi.

Pada prinsipnya, semua cara itu bisa memberikan kondisi rileks pada orang yang menjalaninya. Salah satu metode pengendalian stres yang banyak diminati sekarang ini meditasi.

Harmonis, seimbang, dan hening

Meditasi sering dibayangkan sebagai kegiatan duduk diam dalam posisi bersila dengan mata terpejam selama waktu tertentu. Ternyata, meditasi tidak selalu seperti itu. Cara dan konsepnya bisa berbeda-beda sesuai aliran yang dianut.

Dalam buku Meditasi Mencapai Hidup Bahagia karangan Prof. Dr. dr. Luh Ketut Suryani, psikiater dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, meditasi diartikan sebagai proses pemusatan perhatian, yang menyebar menjadi satu perhatian, yang dilakukan secara sadar. Dengan meditasi, seseorang bisa belajar menjalani hidup dengan baik atas dasar keinginannya sendiri dan mencoba mengatasi masalah yang dihadapi. Apa pun yang terjadi selalu diterima dan disyukuri. Perasaan inilah yang menimbulkan keinginan untuk menikmati hidup dari sisi baiknya. Akhirnya, hidup menjadi terasa menyenangkan.
 
Th. Aq. Murdjanto Rochadi Widagdo, Pr. “Dalam meditasi kita menyadari, mengenali diri kita.”

Guru besar ini juga menyatakan, dengan melakukan meditasi semua organ, sel, dan zat dalam tubuh akan mengalami proses homeostatis, bergerak dan berfungsi dalam keadaan seimbang, serta bekerja dalam keadaan teratur. Semua alat tubuh bekerja maksimal dengan mengeluarkan tenaga seminimal mungkin. Meditasi menimbulkan respons relaksasi yaitu integrasi respons mind-body (pikiran-tubuh) yang meliputi penurunan pemakaian oksigen, denyut jantung, pernapasan, tekanan darah, dan kadar asam laktat dalam serum; peningkatan resistensi kulit; serta perubahan aliran darah.

Sementara itu Merta Ada, guru meditasi Bali Usada Meditasi, mendefinisikannya sebagai teknik menjaga kesehatan melalui latihan konsentrasi pikiran agar lebih waspada dan bijaksana. Orang dilatih untuk menghilangkan reaksi terhadap hal-hal buruk yang tersimpan dalam memorinya. Dalam konsep Merta Ada, apa pun yang bergetar di memori, akan bergetar di badan kita. Begitu pula sebaliknya. Misalnya, kalau tidak suka pada seseorang, maka badan kita akan panas. Di antara badan dan memori ini ada sensasi. Orang yang memiliki pikiran harmonis, bisa merasakan apa yang terjadi di badannya. Kalau terus dirasakan, perlahan-lahan reaksi marah atau benci di badan berganti dengan sadar bijaksana. Kalau ingat tanggal 13 - 14 Mei 1998, kita akan ingat pada kerusuhan yang terjadi di Jakarta, tetapi tidak diikuti rasa gelisah. Jadi, yang diganti adalah reaksi kita. Pikiran dimurnikan tetapi memorinya tetap ada.

Th. Aq. Murdjanto Rochadi Widagdo Pr. memandang meditasi sebagai suatu perjalanan yang bertitik tolak pada keyakinan akan hidup ilahi dalam diri pribadi manusia. Dalam meditasi kita mengadakan kontak dengan sang Sumber Kehidupan, sumber cinta kasih yang menuntun jalan kehidupan manusia. Secara sederhana dapat digambarkan, meditasi itu hening dan hening itu meditasi. Menurut Rochadi, dalam kehidupan, yang menjadi identitas diri kita adalah roh, bukan pikiran.

Untuk mengenali adanya roh, kita perlu mengheningkan diri. Di dalam keheningan orang akan mengenali roh di dalam diri kita. “Jadi, dalam meditasi kita menyadari, mengenali diri kita, maka roh yang ada dalam diri kita akan melindungi diri kita,” jelasnya. “Kita akan mencapai hidup baru, hidup dalam kedamaian, dan dalam kebahagiaan. Apa pun yang terjadi di luar diri kita tidak akan merusak kebahagiaan dan kedamaian kita,” tambahnya.

Lain lagi dengan Anand Krishna, pendiri dan pelatih di padepokan meditasi Anand Ashram. Ia menyebut meditasi sebagai suatu gaya hidup yang menjadi dasar kehidupan agar seseorang menjadi meditatif. Latihan-latihan hanya merupakan sarana awal yang nantinya harus ditinggalkan. “Ketika sudah mencapai tingkatan meditatif, kita seperti punya tombol on-off (dalam hal) emosi. Dia tidak akan lepas kendali. Kalau mau marah, dia dengan penuh kesadaran akan marah, tetapi tidak ada efek sampingan dari marah itu. Tekanan darah tidak akan meningkat. Kalau pun meningkat akan segera turun kembali,” ungkap Anand. Begitupun dalam menerima kedukaan; ia tidak terhanyut di dalamnya. Dalam keadaan suka, tidak menjadi arogan.

Menurut penyandang gelar MBA dari Pacific Southern University ini, meditasi bukanlah konsentrasi karena konsentrasi justru menggelisahkan seseorang. Meditasi bukan pula duduk diam bermenit-menit sampai berjam-jam. Meditasi justru merupakan perluasan kesadaran atau dekonsentrasi untuk mencapai keseimbangan.

Konsentrasi dan merasakan proses

Menurut Suryani, pada dasarnya ada dua cara untuk melakukan meditasi, yakni meditasi “konsentrasi” dan meditasi “merasakan”. Pada meditasi “konsentrasi”, kita memusatkan satu keadaan (terutama melihat dan mendengar) pada objek tertentu. Sedangkan pada meditasi “merasakan” kita mencoba menyadari keadaan secara menyeluruh dengan merasakan proses keadaan itu. Meski berbeda dalam mencapai perubahan kesadaran, keduanya mempunyai tujuan yang sama yakni membawa seseorang menghayati fungsi fisik dan mental pada tingkat kesadaran yang berbeda dari biasanya.
 
Anand Krishna memberi bimbingan latihan meditasi. “Meditasi adalah dekonsentrasi.”

Pada meditasi “konsentrasi”, pikiran, perasaan, dan kemauan dipusatkan pada subordinasi menetap tertentu. Perhatian dipusatkan pada satu rangsangan yang datang berulang-ulang seperti kata, suara, doa, ungkapan, pernapasan atau objek visual tertentu. Jika pikiran menyimpang, kita secara pasif mengabaikan gangguan itu dan kemudian tiba-tiba menyadari gangguan itu, maka pemusatan perhatian diulang kembali pada rangsangan meditatif. Jika mampu mengembangkan meditasi, maka peningkatan perasaan terjadi, yaitu dari relaksasi meningkat ke dalam perubahan emosional dan kognitif yang jelas. Keadaan ini disebut sebagai kesadaran berubah.

Ada banyak cara untuk mengalihkan berbagai perhatian menjadi satu perhatian. Cara yang dipilih tergantung dari aliran yang dianut. Ada yang memusatkan pada nyala lilin, potret, pengaturan napas, menghitung, mengucapkan mantra atau memusatkan pada gerakan-gerakan tubuh. Pemusatan perhatian ini perlu untuk melatih seseorang memikirkan sesuatu dengan penuh perhatian, untuk menyelami lebih dalam suatu masalah dan untuk menyeimbangkan kondisi tubuh.

Pada meditasi “merasakan proses”, kita merasakan jalannya kerja pikiran, perasaan, dan kemauan merasakan proses energi dalam tubuh atau proses penyatuan energi luar dan dalam tubuh. Cara ini untuk melatih kemampuan memusatkan perhatian pada proses yang sedang berlangsung. Kehidupan ini dinamis, bergerak, dan berubah setiap saat. Di luar diri kita semua objek bergerak. Di dalam diri kita semua energi juga bergerak. Meditasi dengan cara ini adalah untuk melatih memusatkan perhatian dengan merasakan energi yang ada dan gerakan energi di luar diri kita tanpa mengganggu gerakan energi-energi itu.

Salah satu atau kedua cara latihan inilah yang dipilih praktisi meditasi dalam melatih atau berlatih meditasi. Rochadi, misalnya, memilih cara meditasi “konsentrasi” dengan memusatkan perhatian pada aktivitas, objek, atau suara. Contoh aktivitas pada tubuh kita yang bisa dipilih misalnya mengamati napas yang keluar-masuk atau mengamati detak jantung. Contoh objek di luar diri misalnya, lilin yang menyala, gambar orang suci, satu titik, dsb. Atau kita bisa memilih mendaraskan mantra, zikir, rosario, atau suara berulang-ulang.

Rochadi mengingatkan, sikap tubuh dalam meditasi sangatlah penting, karena tubuh dan batin adalah satu. Tubuh yang tenang dapat membantu kita masuk ke puri batin. Karena itu, dalam meditasi dianjurkan duduk dengan punggung tegak dan kepala seolah-olah tergantung di angkasa. Lutut lebih rendah dari pusar supaya perut kita bebas. Tulang ekor dan kaki melekat, berakar ke bumi. Bernapas dengan diafragma dan memberi ruang yang cukup agar paru-paru bagian bawah longgar, sehingga udara segar dengan leluasa memasuki daerah ini. Melakukannya dengan kedamaian dan ketenteraman serta dalam waktu selama mungkin.

Merta Ada juga menggunakan cara meditasi “konsentrasi” dan “merasakan proses” untuk membawa pelaku meditasi berpikiran harmonis. Karena itu, yang dilatih adalah pikiran, bukan otaknya sebab otak termasuk dalam badan. Yang pertama dilatih adalah mengarahkan pikiran untuk mencapai konsentrasi. Kedua, sadar, waspada, eling, hati-hati. Ketiga, bijaksana, yaitu mengerti seperti apa adanya. Keempat, cinta kasih. Keempatnya membentuk pikiran harmonis. Yang dilatih adalah badan kita.

Latihan bisa dilakukan dengan duduk bersimpuh di lantai atau di kursi. “Posisi ini paling baik untuk pemula. Sebelum terlatih melakukan meditasi biasanya pikiran manusia kalah dengan badan. Misalnya, saat duduk pantat sakit sedikit, kita sudah bergeser. Karena pantat sakit, badan kita memerintahkan ke pikiran untuk bergeser. Nah, kalau kita tahan duduk bermeditasi sampai 30 menit, itu pertanda pikiran sudah mulai kuat. Jadi, untuk pemula posisi latihan yang paling baik adalah duduk,” ujar Merta Ada.

Lama latihan ditingkatkan secara bertahap. Misalnya, dari 10 menit menjadi 15 menit, 20 menit, dan seterusnya. Jadwal latihan bagi pemula sebaiknya tiga kali, yakni pagi, siang, dan malam. Teknik yang digunakan adalah teknik napas. Menurut Merta Ada, napas ini baik sekali karena mudah berubah sehingga perubahan pikiran mudah diketahui. Kalau dirasakan dengan baik, pikiran akan muncul di hidung dan bisa dirasakan. Badan juga akan terisi oksigen, energi baik sehingga badan jadi sehat.

“Teknik napas ini tidak dengan mengatur pernapasan, melainkan menyadari napas seperti apa adanya. Kita membiarkan badan kita bernapas seperti biasa. Kita dilatih merasakan napas kita menjadi lemah, kuat, pendek, panjang, masuk, keluar. Ini membuat pikiran sadar bijaksana melihat perubahan yang terjadi pada napas kita. Setelah pikiran sudah harmonis, baru kita gunakan,” jelas Merta Ada. Misalnya, kalau kita mau marah, badan terasa panas pertanda hendak marah. Dengan pikiran yang sadar bijaksana, kita bisa merasakan dan bisa mencegah kemarahan.

Melepaskan hal negatif

Cara berlatih bermeditasi yang berbeda diperlihatkan oleh Anand Krishna. Dalam versinya, latihan meditasi dibagi atas enam latihan yang berbeda. Yaitu latihan relaksasi atau memberikan stimulus pada saraf otak, latihan pernapasan atau melepaskan rasa cemas, latihan membudayakan emosi, latihan membudayakan suara, latihan membudayakan penglihatan, dan latihan mengendalikan pikiran. Setiap latihan melalui beberapa tahap. Latihan-latihan tadi juga berlaku seperti terapi.

Dalam latihan melepaskan rasa cemas misalnya, ada tahapan di mana kita diminta berbaring. Dalam posisi itu kita bisa mencapai tahap meditatif atau tingkat relaksasi tertentu. Kelenjar hipofisa bekerja mengeluarkan melatonin, suatu hormon yang membuat si pelaku sangat rileks. Setelah keluar dari efek melatonin, kita akan mencapai kesadaran yang indah sekali. “Kejadiannya mungkin cuma setengah atau satu menit, bahkan beberapa detik. Namun, waktu secepat itu sudah cukup. Inilah yang disebut meditatif. Jadi terapi selama 20 menit hanya untuk mencapai yang beberapa detik tadi,” jelas Anand.

Pada latihan ini, kita duduk dalam posisi yang nyaman dengan mata tertutup dan mendengarkan bimbingan Anand diiringi musik istrumentalia lembut. Posisi bermeditasi dipilih senyaman mungkin. Boleh duduk bersila, atau duduk di kursi.

Pada tahap pertama, kita berlatih bernapas seperti kelinci (napas dada) selama 10 menit. Mulut dibuka sedikit, ujung lidah dikeluarkan sedikit, dan bernapas lewat mulut. Teknik bernapas ini diperlukan untuk memancing emosi.

Setelah itu, kita diminta membayangkan segala pikiran yang negatif. Lalu pikiran negatif itu - atau juga rasa cemas - kita keluarkan dengan cara berteriak atau memukul lantai. Ambil contoh, kalau punya masalah dengan bos di kantor, kita bayangkan wajahnya sembari berteriak atau memukul lantai. Latihan tahap ini dilakukan selama 10 menit.

Tahap berikutnya, pernapasan diatur kembali lalu tubuh rebahan dalam keadaan rileks dan mata terpejam. “Mata tertutup penting sekali, karena bisa menunjang keluarnya melatonin. Saat ini kita akan merasakan relaksasi,” ungkap Anand. Tahap ini berlangsung sekitar 10 menit.

Setelah itu duduk kembali dengan mata tetap terpejam. Sekitar lima menit kemudian, kita berdiri dengan mata masih tertutup, untuk bernyanyi “la-la-la” dengan irama yang makin lama makin cepat sambil bertepuk tangan. Tujuannya untuk menyebarkan energi yang kita peroleh selama berbaring ke seluruh badan.

Pada seluruh rangkaian latihan meditasi ala Anand, latihan konsentrasi justru di-bypass. Kalaupun ada, hanya merupakan bagian dari latihan memberikan stimulasi pada saraf otak. Objek untuk membantu konsentrasi dipilih lilin yang menyala dan lamanya sekitar 10 menit. “Bayangkan, dari enam kali pertemuan, masing-masing 1,5 jam, hanya 10 menit untuk latihan konsentrasi,” tambah Anand.

Menurut Anand, orang baru dikatakan berhasil melakukan meditasi bila sudah terbebas dari latihan. “Kalau seumur hidup masih berlatih terus, kita belum berhasil. Keberhasilan kita justru bila hidup kita menjadi meditatif,” ujar Anand. Artinya, kita tak berlu lagi melakukan ritual seperti saat latihan untuk melepaskan kecemasan, misalnya. Kita bisa melakukan meditasi di mana saja, kapan saja, dan dalam kondisi apa saja. (I Gede Agung Yudana)

dari : intisari/1999/maret

Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Jali Jengki on 28/04/2008 13:34
Kang R2nggalana,...

Yang dimaksud lebih dulu adalah esensi ajaran Islam, bukan lahirnya agama Islam. Esensi ajaran Islam sudah ada sebelum agama2 lahir.

Mohon maaf ini hanya persepsi saya dari sudut pandang seorang muslim.

Bagaimanapun saya sangat menghargai perbedaan pendapat, seandainya ada yang menggunakan sudut pandang agama yang lain.

Tabe'...
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Sosro_Birowo on 28/04/2008 14:09
Sahabat silat,
ini ada artikel menarik "Meditasi dari sudut pandang Islam"..
di lihat aja ke (soale biar gak  terlalu puanjang):

http://psikolog2.tripod.com/meditasiquran.htm

tabik,
S Birowo
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Ranggalana on 28/04/2008 17:32
..Yang dimaksud lebih dulu adalah esensi ajaran Islam, bukan lahirnya agama Islam. Esensi ajaran Islam sudah ada sebelum agama2 lahir.
...

Lha ya iya lah Kang Jalatunda, esensi Islam ada sejak sebelon Adam diciptakan, dan saya kira setiap agama juga berpendapat 'esensi'-nya ada sejak sebermula.

Makna 'penyerahan diri' dan 'damai' dari kata islam, juga menjadi esensi dari meditasi yang berasal dari budaya Buddha.

Sosrokartono di Bandung menyelenggarakan pengajian (beliau Muslim) di pondoknya yang bernama "Darusalam" dan ajaran pokoknya merupakan meditasi Buddhis yang diberinama Jawi (Kanthong Bolong).... Surealisme memang sejak lama jadi ekspresi budaya Jawa ... makanya wayang Hindu sekotak, termasuk dewa-dewanya, di Jawa beragama Islam dan gak ada yang protes.

Kalau di level esensi, agama-agama itu cenderung sangat mirip (IMO).

Salam hangat,
Ranggalana
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Antara on 28/04/2008 20:40
Waduh... buku catetan saya abis nih...

* clingak clinguk liat catetan temen-temen yang lain... kebiasaan lama waktu kuliah...

GRP dulu bagi para kontributor, terima kasih banyak atas masukkannya. Khususnya
buat Mas Bram seputar meditasi Satipatana-nya.

Silakan dilanjut... saya coba mencerna dulu...

* dan beli buku catatan baru...
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Unknown on 30/04/2008 09:35
Numpang sedikit ya..
Alkisah..
Di Timur, tersebutlah seorang raja besar yang pergi menemui penasehat spiritualnya.
Raja itu berkata, "Aku orang yang sangat sibuk. Apakah kau dapat mengatakan kepadaku bagaimana caranya mencapai persatuan dengan Tuhan? Tetapi jawablah hanya dengan satu kalimat".
Jawab sang penasehat itu kepada raja, "Hamba akan memberikan jawaban hanya dengan satu kata saja!"
"Kata apaitu?" tanya sang raja.
"Keheningan", sahut sang penasehat.
"Lalu bagaimana aku bisa memperoleh keheningan itu?" tanya raja lagi.
"Meditasi," jawabnya. Di Timur, meditasi berarti tidak berpikir, tetapi melampaui pikiran.
Kemudian sang raja berkata, "Dan apakah meditasi itu?"
"Keheningan!" jawab sang penasehat lagi.
"Bagaimana aku akan menemukan keheningan itu?"
"Meditasi!"
"Dan apakah meditasi itu?"
"Keheningan!"

(dikutip dari buku "Berjalan di atas Air" oleh Anthony De Mello)
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Sosro_Birowo on 30/04/2008 10:38
Hmm gak tau apa cerita dibawah ini nyambung apa tidak dengan tema meditasi..
Dalam Zen katanya sih banyak dipakai cerita/anekdot atau kisah-kisah sebgai bahan meditasi...

Tapi yang jelas isinya menarik.. :)

enjoy aja..
==

TUHAN ITU TIDAK ADA


Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya.
 
Si tukang cukur mulai memotong ram but konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.
 
Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.
 
Si tukang cukur bilang,"Saya tidak percaya Tuhan itu ada".
 
"Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen.
 
"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana , di jalanan... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada.
Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada,
Adakah yang sakit??,
Adakah anak terlantar??
Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan.
Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi."
 
Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.
 
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.
 
Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (mlungker-mlungker- istilah jawa-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.
 
Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata, "Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR."
 
Si tukang cukur tidak terima," Kamu kok bisa bilang begitu ??".
"Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"
 
"Tidak!" elak si konsumen.
"Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana ", si konsumen menambahkan.
 
"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur.
" Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri..
 
"Cocok!" kata si konsumen menyetujui.
"Itulah point utama-nya!.
Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !
Tapi apa yang terjadi... orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA dengan benar. Tidak mau meminta perlindunganNya dengan jalan dan cara yang benar pula. Tidak mau pasrah padaNya.
Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini."
 
Si tukang cukur terbengong !!!
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Java on 07/08/2008 13:07
Numpang lewat semuanya,

Pernah diberitahu sesorang: Carilah keheningan dalam hening....

Pernah dengar secara tidak langsung seseorang bicara: Meditasi bisa dilakukan dalam sikap badan bagaimanapun dan kapanpun .....

Pernah juga dengar: Puncak meditasi adalah kosong "tidak ada apa-apa"......

Hebatnya, dari semua yg pernah didengar diatas, susah sekali membuktikannya.

salam,
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Unknown on 08/08/2008 14:15
pa kabar mas java?
kangen rasanya lama ga baca postingan panjenengan.. :)

pernah juga saya dengar : suwung amengku ono..

salam

Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: YudhiCox on 27/09/2008 14:04
Ketika sy sdg sakit thypus,sy mncoba teknik meditasi biasa dan tknik pernafasan dgn niat penyembuhan..Selang satu jam,trjadi prstiwa aneh..Ada hawa yg keluar dari tubuh,kemudian menjelma menjadi diri saya.Apa ada yg bisa bntu sy menjelaskan hal trsbt..Sy jd agak trauma dgn meditasi
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Cah_Gemblung on 28/09/2008 01:16
hehe... hebat...

kalo saya sih gak pernah bisa tuntas meditasi, gak pernah bisa mencapai keheningan, karena saya gak bisa tenang katanya...

gimana mau tenang kalo tiap kali meditasi tau2 anak yang gede gelendotan terus "papi bikin tutus...", beres itu mau mulai lagi tapi "papi... bayimu ee' nih..." terus "dah malem... tolong tutup warung sama masukin motor" lalu "tolong kelonin anak2mu ya... biar cepet tidur..." dan... akhirnya ikut tidurlah saya hehehe (paling bangun lagi malem buat gantian ngelonin ibunya anak2)  :P
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: hidup on 09/10/2008 10:38
Ikutan nyimak aja
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: crashed brain on 28/10/2008 03:34
meditasi...
bisa gerak bisa diam
bisa hening bisa ramai

dalam diam ada gerak, dalam gerak ada diam
dalam hening terdengar ramai, dalam ramai terhembus hening

IMHO.. tujuan bisa beda2, metode bisa beda2.
kalo yang gw dapet dari dua guru gw yang bengal2,
inti dari meditasi adalah penyatuan hati dengan pikiran, penyatuan akal dengan budi
lebih luas dikit, penyelarasan mikrokosmos dengan makrokosmos

Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: parewa on 28/10/2008 08:14

waduh......
kayaknya di topik ini ane cuman bisa nyatet2 doang nih.... :'(

salut buat para kontributor topik ini.... [top] [top] [top]
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Opik on 30/10/2008 06:31

waduh......
kayaknya di topik ini ane cuman bisa nyatet2 doang nih.... :'(

salut buat para kontributor topik ini.... [top] [top] [top]

Wah Uda merendah nih  :)
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: hidup on 11/11/2008 08:45
Saya yang masih
O'ON
mau tanya, yang mungkin dianggap
OOT
Apa meditasi bisa dilakukan dengan tertawa? Karena saya pernah dengar ada meditasi dari YOGA TAWA (ini Bhs. Indonesia-nya). Meditasi ini bukannya hening atau tenang, malah tertawa terbahak-bahak saat melakukannya.
OOPS
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Unknown on 11/11/2008 11:29
di anand ashram yang pernah saya dengar
ada pelatihan seperti yang di sebut om hidup di atas,
bukan cum tertawa, tapi juga menangis dan teriak..
tujuannya untuk melepaskan emosi yang terpendam serta
membersihkan alam bawah sadar dari emosi2 negatif..
menurut saya hal ini bukan meditasi,
tapi bisa sebagai langkah awal untuk menuju meditasi



Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: hidup on 17/11/2008 17:52
Om Tawon mana ya? Kok nggak nongol di thread ini.
Dia kan pakar meditasi!
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: parewa on 17/11/2008 22:44
....Mengenai tulang punggung yg harus lurus ... lebih baik kalau badan dalam keadaan se-imbang/balanced ... dalam posisi natural tapi se-imbang, tulang punggung tidak lurus melainkan ada sedikit bengkok didaerah punggung dibawah leher.
Kalau punggung diluruskan paru2 akan terdesak kedlm posisi yg tidak natural.

Salam hangat lan ciao bebe  :o


Ya iya, mas Krisno, maksudnya lurus itu bukan lurus seperti penggaris tetapi lurus dengan wajar. Kalau lurus bener-bener, memang harus dipentang seperti kulit kebo mau dibuat wayang.

@ Black&White, maksud saya budaya Buddha, ya Buddha, zaman wangsa Syailendra. Kalo budaya Jawa, banyak pengaruh Hindu dan Islam dan Belanda juga.

Buku "Arok Dedes" nya Pramoedya Ananta Toer ada beberapa halaman deskripsi meditasi. Beliau sendiri pernah cerita berlatih meditasi 'patiraga' yang kurang lebih merupakan satipatana dalam posisi tiduran terlentang dan teruz bablaz.

Tabik,
Bram



mau nanya dikit soal postur dalam meditasi...

seberapa pentingkah..? apakah tanpa postur yg baik, meditasinya masih bisa mencapai tujuan?  x-))

salam.

Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: hidup on 18/11/2008 07:25
Penting.

Bisa saja tujuan tercapai, namun agak tersendat!

Soal penjelasan ilmiah dan yang lain, silahkan dilanjutkan yang lain!
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Sosro_Birowo on 18/11/2008 10:48
Betul, memang penting. Setidaknya untuk pemula dan pertama2.

Postur yang baik memang tulang punggung lurus (mapsudnya ya seperti thread di atas, bukan lurus bak penggaris) dengan posisi kepala yang juga seperti lagi pas poto (tidak menunduk atau mendongak)...

Katanya sih supaya jalur energi utama yang di tubuh kita, tepatnya di tulang punggung, biasanya disebut sushumna dalam tradisi yoga/reiki/india...bisa maksimal..
Nah jalur sushumna ini adalah jalur penerima energi meditasi/Ilahi yang masuk dari cakra mahkota; kalo jalurnya bagus ya akan lebih bagus hasilnya. Ini tentu saja utk jenis meditasi yang mau mengakses energi Ilahi dan menggunakan jalur sushumna. Kerna ada juga meditasi yang menarik energi dari cakra lainnya, ya monggo aja atau jenis meditasi lain yang lain tujuannya :)

Tapi pada tahap yang lebih lanjut yaitu setelah batasan fisik sebagai manusia dilampaui (ini apa mapsudnya ya? ? karena njiplak dari buku he he  :P); maka posisi tubuh akan kurang berperan daripada sikap batinnya. Tapi ini hanya utk tahap lanjut lho... Oleh karena itu pada posisi ini posisi apapun tidak masalah: mau posisi sembah dengan tiarap, posisi sembah dari posisi duduk bersila (seperti orang sholat), atau posisi duduk/berdiri, dll..semuanya tidak masalah lagi karena sikap batin/hatinya yang melampaui keterbatasan fisik dan tubuh energi..

Sayangnya daku belum sampe pada tahap lanjut ini  :w, ini cuman sahre pengetahun saja  :-*


mangga dilanjut

S birowo
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: srdananjaya on 18/11/2008 10:51
ada yang bilang.. Sholat itu adalah meditasi juga..

mohon bimbingannya
salam
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: putri teratai on 18/11/2008 10:55
saya juga minta di bimbing neh..
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: hidup on 18/11/2008 11:06
Oh ya saat ingat! Dulu saya pernah ikut Pelatihan Sholat Khusyu' yang dibimbing oleh Ustadz Abu Sangkan, saat itu beliau mengatakan posisi dada harus tegak membusung(punggung lurus)dan tulang ekor dimasukkan saat posisi duduk. Selain itu beliau juga menjelaskan dari sisi ilmiah (ma'af saya lupa, penjelasan dari sisi ilmiah itu). Selain itu beliau juga mengarang buku yang berjudul :
Pelatihan Sholat Khusyu'- Sholat sebagai meditasi tertinggi dalam Islam

Ternyata ada hal yang berbeda yang saya rasakan, ketika sholat dengan duduk tanpa dada tegak.
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Sosro_Birowo on 18/11/2008 11:08
saya juga mohon bimbingannya :)
.......
....
...
..
.

nambahin soal teori meditasi ada ulasan yang menarik di halaman 4 ...silahkan meluncur ke :
http://books.google.com/books?id=ifwjFmkydQYC&pg=PA4&lpg=PA4&dq=patanjali+meditasi+dhyana+dharana+samadhi+effendy&source=web&ots=SRUKwXGERV&sig=Qdug2OtjhUvvTuRfIaZLkjou_Q4&hl=en&sa=X&oi=book_result&resnum=1&ct=result#PPA4,M1

Bukunya secara keseluruhan juga suagnat menarik..

==
saya masih menunggu bimbingannya ...
(trus siapa ya bimbing ya? semua pada minta bimbingan  x-)) :w..manstap semua pada rendah hati neh, padahal udah karatan soal meditasi-meditasi'an  :-X)
ehhmmmm siapa tau buku di atas bisa bantu bimbing he he he.... [lucu]

salam
S birowo
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: hidup on 18/11/2008 11:11
Maunya sama Om SB, aja! :D
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: parewa on 18/11/2008 12:12
ane sering memperhatikan orang2 bermeditasi, tp kalo dilihat dari kacamata pemain taichi beginner level seperti ane ini, orang2 yg bermeditasi itu banyak yg tidak rileks sehingga energinya tidak mengalir dg baik..... nah apakah dengan kondisi seperti itu meditasinya akan berhasil...? atau mereka ini harus mendapatkan posisi tubuh yg rileks atau "sung" dalam bhs taichinya, agar meditasinya bisa jalan...?

termasuk soal posisi tegnkurep dsb, mnrt ane sih, kalo doi udh bisa sung, semua bisa diatur....

salam.
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: maulana on 18/11/2008 13:05
 :)gimana caranya ya agar tidur menjadi meditasi, khan rileks banget tuch. Konon kabarnya imam Syafi'i cikal bakal mahzab syafi'i kalo ada soal sulit dia tidur n pas bangun langsung bisa jawab. Model2nya Gus Dur kale ya,  8)
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Unknown on 18/11/2008 14:03
Di Timur, tersebutlah seorang raja besar yang pergi menemui penasehat spiritualnya. Raja itu berkata, "Aku orang yang sangat sibuk. Apakah kau dapat mengatakan kepadaku bagaimana caranya mencapai persatuan dengan Tuhan? Tetapi jawablah hanya dengan satu kalimat".
    Jawab sang penasehat itu kepada raja, "Hamba akan memberikan jawaban hanya dengan satu kata saja!"
"Kata apaitu?" tanya sang raja.
"Keheningan", sahut sang penasehat.
"Lalu bagaimana aku bisa memperoleh keheningan itu?" tanya raja lagi.
"Meditasi," jawabnya. Di Timur, meditasi berarti tidak berpikir, tetapi melampaui pikiran.
Kemudian sang raja berkata, "Dan apakah meditasi itu?"
"Keheningan!" jawab sang penasehat lagi.
"Bagaimana aku akan menemukan keheningan itu?"
"Meditasi!"
"Dan apakah meditasi itu?"
"Keheningan!"

(dikutip dari buku "Berjalan di atas Air" oleh Anthony De Mello)

Terlepas dari pro kontra tentang konsep penyatuan diri dengan Tuhan. Satu hal yang pasti adalah kita harus mengenal Tuhan. Mengenal tidak dalam artian terminologi se hari-hari. Mengenal Tuhan tidak dalam persepsi sebagaimana di ajarkan para guru agama selama ini. Mengenal Tuhan adalah bahasa yang tidak dapat dibahasakan, kata-kata yang tidak dapat diucapkan. Karena kata dan kalimat adalah produk akal dan hasil persepsi pikiran, sedangkan mengenal Tuhan adalah melampaui pikiran....

Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Dodol Buluk on 18/11/2008 14:19
...dan ada riwayat yang lain...penasehat spiritual tersebut menyuruh rajanya untuk bersujud...saking enaknya raja tersebut sampai lupa bangun dari sujudnya....

debuls
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: srdananjaya on 18/11/2008 14:27
@bang ocid..
daleeemm bgt..
top dah .. udah lama dinanti2 keluar juga tulisan2 bang ochid  [top]
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: maulana on 18/11/2008 15:12
 [top]Setuju bgt ttg wajibnya mengenal Tuhan btw soal bahasa/bicara hakekatnya Tuhan nyang ngajarin;
Yang Maha Pengasih, Yang mengajarkan Qur'an, Yang menciptakan Manusia, Yang mengajarkan bahasa (Ar-Rahman 1-4)
Sehingga dalam tradisi Meditasi banyak di jumpai Mantra(m) yg meningkatkan kualitas dan kecepatan pencapaian kondisi meditatif, imho
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Unknown on 18/11/2008 15:20
hayah....
om sunan nih paling bisa bikin orang ga enak ati,
lah wong cuman copy paste doangan kok..
tuh juragan dodol bulukan udah kagak tahan pengen protes aje, heheheee..
@kang maulana,
agree with u, ga ada yang bisa bantah bahwa Tuhan lah yang mengajarkan
segala kebisaan pada manusia..
cuman mungkin pada taraf tertentu,
lidah dan kata2 mungkin tidak berguna lagi
sebab yang bicara adalah hati,
yang tidak terjelaskan,
yang tidak terucapkan...

mbuh ah..
tambah ngawur ntar gue
wabillahi taufik wal hidyah
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Dodol Buluk on 18/11/2008 15:21
trus..bagaimana Tuhan mengajarkan kepada anda ttg lingkungan sekitar anda, hak-hak dan kewajiban,baik dan buruk....apa anda cukup merenung lalu langsung ada penyatuan??????


debuls
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Unknown on 18/11/2008 15:29
tuh kan bener,
ane diomelin dah...ampun, tad..ampun... :)
delapananam...delapananam
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: srdananjaya on 18/11/2008 16:11
hahaha..  [lucu]
oya.. pernah ga kita perhatikan lebah.. kok bisa ya.. makhluk sekecil itu punya sistem kerjasama dalam komunitasnya dalam rangka membuat sarangnya, pembagian tugas,teknik bertempur, dll..

siapa yg ngajarin ya? pinter bener tuh yang bisa ngajarin lebah

salam  [muka]
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: putri teratai on 18/11/2008 19:17
hahaha..  [lucu]
oya.. pernah ga kita perhatikan lebah.. kok bisa ya.. makhluk sekecil itu punya sistem kerjasama dalam komunitasnya dalam rangka membuat sarangnya, pembagian tugas,teknik bertempur, dll..

siapa yg ngajarin ya? pinter bener tuh yang bisa ngajarin lebah

salam  [muka]

kan ikut pelajaran pramuka di sarang tawon. ::)
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: hidup on 01/12/2008 13:06
Pola-pola meditasi yang saya kenal, ada banyak:
Ada yang dalam kondisi berbaring, duduk dan berdiri.
Duduk merupakan hal yang paling banyak diketahui dan diajarkan.
Meditasi duduk biasanya dengan posisi bersila.
Posisi bersila ini bermacam-macam :
1. Duduk bersila ala Muslim (kedua kaki dilipat dan "disembunyikan")
2. Duduk bersila ala Hindu (kaki kanan menumpang pada kaki kiri)
3. Duduk bersila umum (kedua tidak dilipat atau saling ditumpangkan)
Demikian yang saya ketahui, monggo yang ingin nambah atau ngurangi!
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: putri teratai on 01/12/2008 14:01
pinter tenan nggiringnya mas Hidup,

semua sila itu ada artinya mas, tolong di jelaskan satu persatu. Ala muslim, ala Hindu dan ala Umum.
pleasee...saya juga duduk bersila nih, ala Budha...
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: Cah_Gemblung on 02/12/2008 03:01
kenapa ya, kalo lagi meditasi tau - tau ada satu saat yg loss, kek kalo lagi ngantuk banget terus ketiduran sedetik terus kebangun kaget...

Terus kenapa ya, kalo lagi meditasi, setelahnya atau kalo mendadak dibangunkan mata suka merah, seperti kalo lagi ngantuk banget atau bangun tidur?

Apa jangan - jangan emang ketiduran? halah kebo banget, masa tiap meditasi sih...  :o :o :o
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: maulana on 02/12/2008 13:01
 :Dmbak PT bukannya meditasi Alamak, he..he...pengen meditasi tp baru merem dah bosen abis gak ngapa2in, eni nyang model duduk, model gerak kebates ruangan. Coba2 meditasi dlm sholat ehh malah sering lupa bacaan lebih ke nglamun n rasa2. Kesian masih cari2 cara nyang enjoy. ada saran sukur2 sarana [lucu]
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: putri teratai on 02/12/2008 13:06
makanya kalo meditasi jangan sambil ngintippp...ha.ha.ha....
coba aja sambil merasakan keluar masuknya nafas, supaya gak kemasukan yang lain-lain.
Title: Re: Pola-pola Meditasi
Post by: hidup on 03/12/2008 09:19
Meditasi selain menggunakan mantra (do'a), juga ada meditasi warna dan angka. Monggo saudara-saudara yang punya informasi tentang meditasi tersebut!