+-

Video Silat


Silek Minang Pandeka Cupak Hosra Afrizoni 1
Tarung Bebas Genggong
Silat Tungdor Margaluyu Pusat
Festival Silat Kampung Jampang - Beksi Hasbullah #
Margaluyu Pusat - Performance perguruan di acara u
Silek Kumango
vidioku
"THE SILAT FIGHTING" (last scene,part 1)
GGBD - Demo / Aplikasi #3

Shoutbox

13/12/2016 10:49 Taufan: Yuk ke Festival Kampung Silat Jampang 17-18 Desember 2016!!!
20/09/2016 16:45 Dolly Maylissa: kangen diskusi disini
11/02/2016 15:58 Taufan: Alhamdulillah SS sudah ON lagi ;-)
07/01/2016 10:00 luri: wa 'alaikumussalam
04/01/2016 20:21 May Lee: Assalamu 'alaikum
30/03/2015 14:06 initial_d: Sepi amat ya bang, pada kemane nih penghuninya....
20/10/2014 15:28 kunderemp: Ya.. om Taufan.. Tanggal 11 lalu saya masih di tengah hutan di Bakan.
View Shout History

Recent Topics

PPS Betako Merpati Putih by acepilot
18/10/2018 17:03

On our book: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
13/03/2017 14:37

Siaran Radio ttg. Musik Pencak Silat di Stasiun "BR-Klassik / Musik der Welt" by Ilmu Padi
12/01/2017 16:19

Tentang buku kami: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
17/10/2016 20:27

Hoby Miara Jin by anaknaga
19/09/2016 04:50

TALKSHOW SILAT - Silat Untuk Kehidupan by luri
22/06/2016 08:11

Thi Khi I Beng by aki sija
17/08/2015 06:19

[BUKUTAMU] by devil
09/06/2015 21:51

Daftar Aliran dan Perguruan di Indonesia by devil
01/06/2015 14:01

SILAT BERDO'A SELAMAT by devil
01/06/2015 13:59

Persilatan Jurus Lima (Sabandar) by Marsudi Eko
14/05/2015 19:36

Kebugaran Merpati Putih by mpcrb
22/04/2015 16:16

PAWAI JAMBORE PENCAK 2015 by luri
20/04/2015 16:20

ALM. Kong Nur ( BEKSI Kampung Sawah) by initial_d
30/03/2015 14:02

maenpo Cikalong by aki sija
25/02/2015 22:01

SilatIndonesia.Com

Author Topic: pukulan tenaga dalam,adakah bukti penunjangnya?  (Read 57437 times)

santri kinasih

  • Moderator
  • Calon Pendekar
  • **
  • Thank You
  • -Given: 2
  • -Receive: 39
  • Posts: 609
  • Reputation: 119
    • Email
Re: pukulan tenaga dalam,adakah bukti penunjangnya?
« Reply #135 on: 27/11/2010 21:22 »
Tenaga dalam selalu ribet..:) Mungkin SK terlalu bodoh untuk belajar tenaga dalam..Yang SK tau: manusia itu adalah ruh yang dibungkus tubuh..tubuh atau badan yang memikii pembuluh darah sebanyak 40 milyar cabang dengam panjang 60 ribu mil..Tubuh yang dibekali akal( pikiran) yang mengahasilkan Persepsi atas data data yang telah diterima melalui panca indera, Hati atau Heart atau kemampuan berempati atau 'merasakan' kondiisi Saat Ini dan Will atau kehendak atau Nafs yang mendeskripsikan kehendak manusia akan masa depan. Yang SK tau cuma kalau ingin kuat atau mencapai vektor maksimum ya harus membuka potensi Ketuhanan yang ada pada setiap diri dengan mensejajarkan gerakan pikiran, hati dan kehendak di dalam tubuh.SK tidak mengerti banyak cara pengaturan napas..Kecuali bernapas sebagaimana diajarkan Tuhan kepada bayi yang baru lahir..:)

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: pukulan tenaga dalam,adakah bukti penunjangnya?
« Reply #136 on: 28/11/2010 13:44 »
Yang SK tau cuma kalau ingin kuat atau mencapai vektor maksimum ya harus membuka potensi Ketuhanan yang ada pada setiap diri

That's what I mean. Selama ini pembicaraan seputar tenaga dalam, terutama mengenai teori chakra, selalu saja arahnya menuju "kesaktian". Entah apakah memang seperti itu sedari awal diajarkannya ataukah memang membiarkan menjadi "bola liar" yang kalau Tuhan berkehendak praktisinya "topo ngrame" dan mendapatkan hidayah hingga mencapai jalan sejati, ataukah malah terjerat pada kondisi demikian hingga akhir hayatnya.

Bukankah pengkondisian-pengkondisian ini diberikan oleh para instrukturnya sendiri?

***

Seperti misalnya menganalisa berdasarkan sudut pandang ilmu mekanika. Bagaimana ketika seorang praktisi silat melakukan "sentuhan" pukulan pada dada target, dan kemudian target menjadi terpental karenanya. Misal, pukulan 1 inch ala Bruce Lee yang legendaris. Dibanding kerumitan untuk membahas dari aspek tenaga dalam, sudut pandang ilmu mekanika lebih bisa menempati ruangnya di mata masyarakat umum.

Pukulan jenis ini memiliki rangkaian kerja whole body movement, dimulai dari ujung kaki, telapak kaki, betis, lutut, paha, pinggang, punggung, bahu, lengan atas, siku, lengan bawah, pergelangan tangan dan berakhir di telapak tangan.

Bayangkan otot-otot yg bekerja dalam pukulan ini sebagai suatu rangkaian lokomotif, ketika otot ujung kaki berkerja – bayangkanlah sebuah lokomotif yg mulai bergerak dan ketika mencapai kecepatan maximum maka lokomotif ini menghantam lokomotif kedua ( otot telapak kaki ) – lokomotif kedua akibat dorongan dari lokomotif pertama mulai bergerak – pada saat yg bersamaan, lokomotif yg kedua mulai menjalankan mesinnya dan ketika mencapai kecepatan maximum lokomotif kedua menghantam lokomotif ketiga ( otot betis ) begitu seterusnya hingga lokomotif yg terakhir ( otot telapak tangan ).

Jika masing-masing lokomotif mempunyai kecepatan maximum 100 km/jam maka bisa dibayangkan berapa kecepatan lokomotif yg terakhir. Lokomotif 1 menghantam lokomotif 2 dgn kecepatan 100 km/jam, lokomotif ke 2 akan menghantam lokomotif ke 3 dgn kecepatan 200 km/jam dst. Dan pada saat lokomotif terakhir bekerja mungkin kecepatan sudah mencapai 1000 km/jam.

Teorinya memang sederhana tetapi dalam prakteknya sangat sulit, bisa saja salah satu lokomotif mendadak mogok – ketegangan berlebih bisa menyebabkan otot tidak bekerja sesuai dgn keinginan kita. Atau bisa saja pada saat salah satu lokomotif menghantam lokomotif berikutnya, ternyata lokomotif berikutnya ini terlalu cepat atau terlambat menjalankan mesinnya, tentunya hasil yg didapat tidak optimal.

Jika rangkaian lokomotif ini tidak bisa bekerja sama dgn baik yg terjadi adalah masing-masing lokomotif hanya akan menghilangkan kerja dari lokomotif lainnya. Pada kasus terburuk adalah jika akhirnya kita hanya berhasil menggerakan 2 – 3 lokomotif terakhir saja secara berurutan dgn baik – hasil yg seharusnya bisa mencapai 1000 km/jam mungkin hanya akan menghasilkan kecepatan 200-300 km/jam saja. Pukulan yg seharusnya whole body movement akhirnya menjadi pukulan biasa saja.

Kunci agar mendapatkan kekuatan pukulan maksimal pada pemodelan jenis ini adalah kemampuan untuk merasakan otot-otot tubuh bekerja sebagai satu rangkaian kesatuan utuh. Kita harus mampu merasakan kapan dan dimana terdapat otot yg mulai bekerja dan otot yg mulai berhenti bekerja. Jika kita mampu merasakannya maka kita akan mampu mengerakkan seluruh otot tubuh kita dalam satu rangkaian kesatuan yg saling bekerja sama seperti rangkaian lokomotif yg saya jelaskan di atas.

Latihan dasar yg biasa dilakukan untuk mendapat kemampuan di atas adalah kuda-kuda. Kuda-kuda bagi praktisi beladiri mungkin akan tampak seperti latihan ketahanan kaki biasa. Tapi tujuan utama kuda-kuda bukan hanya untuk menguatkan otot kaki saja. Tujuan utamanya adalah agar praktisi mempunyai kepekaan merasakan tubuh sebagai satu rangkaian kesatuan utuh.

Ketika melakukan kuda-kuda, praktisi pertama kali berusaha merasakan dimana titik berat tubuh berada. Dan seperti kita tahu titik berat tubuh kita berada di bawah pusar atau yg biasa disebut simpul perut utama (atau Dan Tian / Hara / atau istilah sejenis itu). Pernafasan yg dipakai biasanya hanyalah pernafasan normal saja – tidak ada pernafasan khusus. Latihan kuda-kuda sendiri biasanya cukup lama bisa berjam-jam … jadi bayangkan saja datang latihan hanya untuk berdiri pasang kuda-kuda doang, udah gitu latihan seperti berbulan-bulan lagi :D

Saya jadi teringat ketika tahun 90-an dulu (alm) pelatih sekaligus guru saya melatihkan dalam satu sesi latihan berupa kuda-kuda saja. Jadi, dalam 1,5 jam hanya melatih kuda-kuda saja. Dan dilakukan dalam waktu 1 minggu (2x latihan). Membosankan memang. Pada saat itu saya tidak tahu apa gunanya selain daripada mengikuti saja. Belakangan, setelah bertambahnya pengetahuan, saya baru menyadari ada aspek lain berupa istimewanya latihan jenis ini yang nanti akan saya paparkan.

Mempunyai kepekaan dimana letak titik berat tubuh sangat penting dalam beladiri. Setiap kali kita melangkah atau melakukan suatu gerakan maka sebenarnya kita sudah memindahkan titik berat tubuh kita. Dengan mempunyai kepekaan di mana letak titik berat tubuh kita maka kita akan mempunyai kestabilan lebih pada saat melakukan jurus sehingga lawan akan lebih sulit membuat kita off balance. Selain itu dgn kepekaan ini kita juga bisa memanfaatkan saat perpindahan titik berat tubuh kita sebagai momentum untuk meningkatkan kekuatan pukulan kita – di sinilah inti whole body movement.

Pertanyaan simple, berapa banyak di antara kita yg menyadari ketika kita berjalan sebenarnya titik berat tubuh kita sudah berpindah-pindah. Ada yg pernah menyadarinya atau merasakan perpindahan ini. Kalau belum? Ya coba rasakanlah dengan lebih mendalam. Ini sangat menarik. Tidak kalah menariknya dengan tenaga dalam. :)

Salam.

Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: pukulan tenaga dalam,adakah bukti penunjangnya?
« Reply #137 on: 28/11/2010 14:11 »
(lanjutan)

Setelah kita mempunyai kepekaan dimana titik berat tubuh kita, latihan yg berikutnya adalah melatih kepekaan merasakan tubuh sebagai satu rangkaian kesatuan yg utuh. Latihan yg dilakukan masih tetap dalam kondisi kuda-kuda. Pada saat itu, pelatih sekaligus guru saya juga mengajarkan bagaimana melakukan latihan untuk meredam tenaga dorongan. Pelatih akan mendorong dari segala arah murid yang sedang melakukan kuda-kuda. Murid harus mampu meredam tenaga dorongan tsb tanpa mengerahkan otot tubuhnya untuk melawan tenaga dorongan tsb.

Bayangkan kita melakukan kuda-kuda, kemudian dada kita didorong. Apa yg kita lakukan agar kita tidak terjatuh ? Reaksi alami kita adalah mengerahkan otot dada kita untuk mendorong balik tekanan tsb. Tindakan seperti ini sebenarnya kurang tepat karena begitu lawan menghilangkan tenaga dorongannya, kita akan menjadi tidak seimbang. Dalam kuda-kuda, ketika menghadapi dorong ini, caranya adalah dgn mengarahkan tenaga dorongan tsb ke titik berat tubuh kita – di sini bisa kita lihat arti penting kepekaan terhadap titik berat tubuh – kemudian menyebarkannya ke kaki kita (Rooting, mengarahkan pada akar/bumi), semua itu dilakukan dgn pikiran kita yaitu dgn merasakannya saja. Ini aspek visualisasi. Keyakinan kuat terhadap visualisasi akan menghasilkan "gerakan" pada otot core muscle group secara maksimal mengikuti apa yang kita inginkan.

Jika kita menyadari tubuh sebagai satu rangkaian kesatuan yg utuh, kita akan mudah melakukan ini. Anggap ketika melakukan kuda-kuda tangan kiri kita ditekan ke bawah oleh pelatih. Jika kita mempunyai kepekaan tubuh sebagai satu rangkaian kesatuan maka tenaga dorongan tsb tidak hanya akan diterima oleh otot lengan saja tetapi juga oleh otot bahu, otot punggung dan dada, otot pinggang dan perut, otot paha, otot betis kemudian otot telapak kaki kita. Dgn kerja sama rangkaian otot ini maka tekanan yg dilakukan pelatih sama sekali tidak akan terasa. Dari sini bisa dilihat bagaimana pentingnya kemampuan merasakan tubuh sebagai satu rangkaian kesatuan utuh.

Dan bagaimana kita bisa merasakan semua ini – titik berat tubuh dan tubuh sebagai satu rangkaian kesatuan ? Kita hanya bisa merasakan semua ini jika pikiran kita tenang. Itu sebabnya tubuh yg rileks dan pikiran yg tenang sangat dibutuhkan agar berhasil dalam latihan.

***

Dulu, almarhum pelatih sekaligus guru saya, mas Imam Santoso (semoga berkah Allah atas semua yang telah beliau turunkan kepada saya), mengajarkan kuda-kuda minimal 30 menit di setiap latihan reguler. Kalau lagi "kumat", malah bisa sampe 1 jam. Separuhnya ada pada latihan kuda-kuda. Dijelaskan pula kalau kuda-kuda memiliki makna tinggi tidak hanya pada gerak, tapi juga pada filosofi. Kenapa pula disebut dengan istilah "KUDA" dan bukan "NAGA" atau hewan lain. Karena di dalam filosofi Jawa, hewan kuda ini mengambil peran penting di dalam pelatihan silat. Dikatakan oleh beliau, berlatih silat seperti halnya kamu menunggang kuda. Aneh memang, berlatih silat kok seperti menunggang kuda. :) Tetapi ketika memang mencoba menunggang kuda, tidak semudah seperti kelihatannya. Perlu ada penyatuan antara penunggang dan kuda itu sendiri. Ada hal menarik pada kegiatan "menunggang kuda". Saya coba jelaskan lain waktu. Saya masih bahas mengenai istimewanya "kuda-kuda" ini.

***

Latihan kuda-kuda ini sebaiknya dilakukan cukup lama bisa bulanan bahkan tahunan sampai akhirnya murid dianggap memiliki kepekaan cukup untuk berlatih gerak/jurus. Setelah berlatih gerak/jurus tentunya kepekaan akan titik berat tubuh dan kepekaan merasakan tubuh sebagai satu rangkaian kesatuan akan semakin terasah dgn baik. Ketika melakukan gerak/jurus, kita melatih kepekaan merasakan titik berat tubuh dan juga tubuh sebagai satu rangkaian kesatuan utuh dalam kondisi dinamis – tidak lagi statis seperti halnya kuda-kuda.

Pada saat inilah biasanya murid mulai bisa merasakan otot mana saja yg bekerja. Setiap kali otot kita bekerja (menegang) tentunya akan menimbulkan panas – ini suatu reaksi yg alami saja. Sekarang bayangkan jika murid ini melakukan suatu pukulan, apa yg dirasakan saat itu ?

Seperti kita tahu pukulan dimulai dari ujung kaki, telapak kaki dst hingga ke telapak tangan. Dgn kepekaan yg sekarang dimiliki maka murid ini akan bisa merasakan hentakan panas otot yg bekerja – mulai dari ujung kaki hingga ke telapak tangan. Sekarang bayangkan jika murid ini melakukan suatu rangkaian jurus, apa yg dirasakan? Tentu saja praktisi ini akan merasakan aliran panas yg menari-nari dalam tubuh selama melakukan rangkaian jurus tsb – yg sebenarnya reaksi alami dari panas otot-tubuh yg bekerja dalam rangkaian jurus tsb.

Panas yg mengalir akibat otot yg bekerja inilah yg pada awalnya (menurut saya pribadi) menimbulkan mitos "Tenaga Dalam". Jadi sebenarnya tidak ada faktor supranatural yg bekerja pada aliran panas yg mengalir dalam tubuh ini seperti anggapan sebagian orang. Semua hanyalah reaksi alami dari otot yg sedang berkontraksi dan karena otot-otot ini bekerja secara berurutan kesan yg timbul panas ini berpindah seperti satu aliran dalam tubuh kita.

Lantas apakah mitos Tenaga Dalam yg dasyat juga suatu yg salah. Sebenarnya tidak juga – mitos ini ada juga benarnya. Seperti yg kita tahu praktisi silat mempunyai kepekaan merasakan tubuh sebagai satu rangkaian kesatuan. Di sinilah awal timbulnya mitos seakan-akan jika berlatih gerak/jurus kita akan memiliki Tenaga Dalam yg dahsyat. Sebenarnya yg terjadi adalah jika orang biasa melakukan sesuatu hanya dengan menggunakan sebagian otot tubuhnya saja maka praktisi silat yang berlatih dengan metode jenis ini melakukannya dgn menggunakan seluruh rangkaian otot tubuhnya – dari kerjasama seluruh rangkaian otot tubuh inilah maka timbul kekuatan yg lebih dahsyat dibanding kekuatan orang biasa.

***

Untuk memahami bagaimana sistem motorik (otot) dan sistem syaraf tubuh bekerja pada saat melakukan suatu gerakan atau jurus tertentu – Physiology modern bisa sangat membantu dalam hal ini.

Dari pemahaman sistem motorik dan sistem syaraf tubuh ini para ahli Physiologi Exercise merancang suatu metode latihan modern. Beberapa metode latihan beladiri tradisional juga mulai banyak diteliti Ahli Physiology Exercise.

Misalnya, saya ambil contoh Merpati Putih, beladiri yang saya geluti. Dalam metode latihan modern, model penempaan pernafasan MP yang melakukan gerakan pengerasan-pengenduran pada bentuk Nafas Pengolahan dikenal dgn Dynamic Tension. Latihan statis kuda-kuda seperti yang saya paparkan diatas, juga beberapa latihan olah nafas MP yang dikenal dengan nafas Pembinaan, dikenal dgn Isometric Exercise, sedang untuk mendapatkan explosive power dengan bentuk penempaan Nafas TO (pada MP) dikenal dengan Plyometric Exercise. Metode Latihan modern ini sangat terukur ( matematis ) sifatnya – perkembangan atlet dimonitor dgn cukup ketat setiap waktunya.

Memang MP belum melakukan pengukuran berdasarkan kaidah modern seperti ini. Saya juga hanya mengukur pada anak sendiri dan beberapa murid yang saya latih berdasarkan metode ini.

Metode latihan modern yg dikembangkan Physiology Exercise ini sudah cukup teruji khususnya pada cabang olahraga yg terukur sifatnya misalnya atletik – bisa dilihat pada peningkatan record dunia sprint 100 m yg mungkin tidak akan tercapai dgn metode latihan traditional. Jadi saya rasa kitapun tidak perlu terlalu apriori terhadap metode latihan modern terukur ( matematis ) yg dikembangkan Physiology Exercise ini. Sekarang ini mulai banyak praktisi beladiri profesional khususnya di dunia barat yg memanfaatkan metode latihan modern ini.

Praktisi beladiri itu seperti pembalap, di sirkuit ketika sedang balapan atau latihan balapan ya tidak perlu memusingkan mekanisme cara kerja mobil. Tetapi jika sedang tidak balapan ya tidak ada salahnya belajar jadi montir supaya tahu sedikit bagaimana cara kerja mobil. Keahlian balap memang tidak bisa diukur secara matematis tetapi kekuatan mesin mobil tetap masih bisa diukur secara matematis, iya kan? :)

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: pukulan tenaga dalam,adakah bukti penunjangnya?
« Reply #138 on: 28/11/2010 14:31 »
Dalam Exercise Physiology modern, latihan kuda-kuda yg dilakukan dgn cara mempertahan posisi tubuh ( posture ) selama waktu tertentu ini dikenal dgn istilah metode pelatihan Isometric ( Isometric Exercise ). Sedang metode latihan yg dilakukan dgn melakukan pengerasan dan pengenduran otot ini dikenal dgn istilah metode Dynamic Tension. Kedua metode latihan ini – Isometric Exercise dan Dynamic Tension – dalam metode pelatihan modern bertujuan meningkatkan kekuatan otot secara cepat.

Penelitian John Little and Pete Sisco menunjukan kenaikan kekuatan otot bisa mencapai 5% seminggunya.

Pertama kali saya mengetahui pelatihan Isometric ini, saya sedikit terkejut karena saya melihat banyaknya kesamaan dgn pelatihan beladiri yg saya lakukan ataupun pernah saya lihat selama ini. Misalnya seperti bentuk Isometric Excerise yg dikenal dgn Isometric Squats, tahap latihan sbb :

1. Berdiri bersandar di dinding
2. Tekan punggung ke dinding lalu turunkan tubuh hingga paha sejajar dgn lantai
3. Majukan telapak kaki hingga betis sejajar dinding dan lutut membentuk sudut 90 derajat
4. Luruskan tangan ke depan dan pertahankan posisi tubuh ( posture ) ini selama 10-30 detik
5. Lakukan 2-3 kali pengulangan ( 1 seri latihan )

Cukup mengejutkan karna apa yg dilakukan Isometric Squat ini mirip sekali dgn kuda-kuda yg dulu pernah diajarkan (alm) pelatih/guru saya. Bedanya kuda-kuda tidak dilakukan dgn menyenderkan punggung di dinding dan kuda-kuda tsb dilakukan selama beberapa jam bukan hanya 10-30 detik.

Jika latihan Isometric Squat selama 10-30 detik dgn repetisi 2-3 kali saja dapat meningkatkan kekuatan otot tubuh bagaimana dgn latihan kuda-kuda yg dilakukan berjam-jam dgn repitisi 2-3 kali sehari? Hasilnya pasti akan sangat dahsyat bukan?

***

Dalam Exercise Physiology dikenal latihan yg disebut Core Strength Training yaitu latihan yg bertujuan meningkatkan kekuatan Core Muscle Group. Core Muscle Group adalah kumpulan otot yg berpusat sekitar tulang panggul manusia yaitu otot perut, otot pinggul, otot pinggang dan otot tulang belakang yg menyatukan tulang panggul dgn tulang belakang manusia.

Weight Training tradisional biasanya hanya memusatkan latihan tubuh bagian atas dan tubuh bagian bawah secara terpisah, sehingga sering kali mengabaikan latihan Core Muscle Group yg justru sangat penting untuk menyatukan tubuh bagian atas dgn tubuh bagian bawah. Metode Isometic Exercise mulai menyadari pentingnya melatih tubuh bagian atas dan bawah secara bersamaan – latihan inilah yg akan meningkatkan kekuatan Core Muscle Group secara signifikan. Mengenai pentingnya Core Muscle Group ini bisa dilihat pada link :

http://www.sport-fitness-advisor.com/core-strength-training.html

Dalam artikel tsb dikatakan : "It's these muscle groups that are critical for the transfer of energy from large to small body parts during many sporting activities ... The muscles of the trunk and torso act to stabilize the spine, pelvis and shoulder girdle. From this solid, balanced base the limbs can be moved powerfully and under control."

Pada website tersebut juga istilah-istilah seperti Isometric Exercise, Dynamic Tension, dll, dapat dibaca dengan lebih detail.

Mudah-mudahan analisa dari sudut Exercise Physiology ini bisa memberikan sudut pandang lain mengapa titik simpul utama perut (Dantian atau Hara atau istilah sejenisnya) ini sangat penting dalam dunia beladiri. Arti penting dari Core Muscle Group yg baru-baru ini saja dimengerti dunia Barat modern ternyata sudah dipahami lama dalam pelatihan kesehatan dan beladiri di dunia Timur berabad-abad lamanya – yg dikenal dgn titik utama simpul perut ini. Hanya saja, pembahasan kita sering kali sudah menjurus pada mistis, sudah mengarah pada hal-hal klenik sehingga tidak bisa mendapatkan manfaat lebih besar dari itu selain dari pada apa yang seringkali dilihat.

Salam.
 
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

bluebex

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 4
  • Posts: 123
  • Reputation: 9
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: TD
Re: pukulan tenaga dalam,adakah bukti penunjangnya?
« Reply #139 on: 02/02/2011 11:24 »
Tenaga dalam selalu ribet..:) Mungkin SK terlalu bodoh untuk belajar tenaga dalam..Yang SK tau: manusia itu adalah ruh yang dibungkus tubuh..tubuh atau badan yang memikii pembuluh darah sebanyak 40 milyar cabang dengam panjang 60 ribu mil..Tubuh yang dibekali akal( pikiran) yang mengahasilkan Persepsi atas data data yang telah diterima melalui panca indera, Hati atau Heart atau kemampuan berempati atau 'merasakan' kondiisi Saat Ini dan Will atau kehendak atau Nafs yang mendeskripsikan kehendak manusia akan masa depan. Yang SK tau cuma kalau ingin kuat atau mencapai vektor maksimum ya harus membuka potensi Ketuhanan yang ada pada setiap diri dengan mensejajarkan gerakan pikiran, hati dan kehendak di dalam tubuh.SK tidak mengerti banyak cara pengaturan napas..Kecuali bernapas sebagaimana diajarkan Tuhan kepada bayi yang baru lahir..:)

Tenaga dalam tidak ribet mbk ... :) ... cuma mind set kita sudah terbentuk bahwa yg seperti itu susah ...

Sebenarnya pengaplikasiannya sdh kita lakukan dlm kehidupan sehari2 seperti yg dikatakan mbak ... "potensi ketuhanan" faktor dalam pencarian tuhan itulah yg bisa menjembatani ...  khusuk dlm beribadah ... didalamnya itu ada faktor berserah diri, iklas, sabar dll dlm mencari hakekat yg akan dituju ...

seperti yg dikatakan tetua2 dulu ... Alloh itu ada didalam dirimu ... berarti kita harus mengenal diri kita potensi kita dll ... krn alam semesta ada didiri kita juga ....

wehhh ... jd jlimet ...

yg sederhananya ... belajar TD itu seperti org yg khusuk dlm beribadah ... barang siapa yg mengenali dirinya ... dia mengenali Tuhannya ...

 [[peace2]]

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: pukulan tenaga dalam,adakah bukti penunjangnya?
« Reply #140 on: 02/02/2011 11:42 »
eeeh uda SK dipanggil "mbak".  :w

gimana kabarnya "mbak" uda SK? hehehehe

 [[run2]]
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

kunderemp

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 58
  • -Receive: 12
  • Posts: 213
  • Reputation: 41
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: beberapa plus youtube-fu
Re: pukulan tenaga dalam,adakah bukti penunjangnya?
« Reply #141 on: 02/02/2011 12:13 »
Mungkin uda SK baru belajar ilmu aneh yang mensyaratkan jenis kelamin sebagai tumbal pesugihan.  [[run2]]

Bayu Umbara

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 195
  • -Receive: 121
  • Posts: 1.214
  • Reputation: 197
  • Datuk Bagindo Rajo
    • http://silekminangpandekacupak.blogspot.com/
  • Perguruan: Sasaran Silek Harimau Cupak
Re: pukulan tenaga dalam,adakah bukti penunjangnya?
« Reply #142 on: 02/02/2011 12:43 »
maklum aja nama nya uda sk, santri kinasih cukup cantik dimata mas bluebex yang belum kenal uda sk, belum tau kalau uda sk ini makhluk ganteng hehe :w :w :w,mohon maaf
salam

bluebex

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 4
  • Posts: 123
  • Reputation: 9
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: TD
Re: pukulan tenaga dalam,adakah bukti penunjangnya?
« Reply #143 on: 04/02/2011 11:40 »
salah to ... hahaha ... maaf uda ... maklum jarang nongol ... jd ngak tau ... hihihi ... maklum kinasih tuh seperti nama tetangga aku yg cewek ... wkwkwk ....

 [[peace2]]

 

Powered by EzPortal