ikutan share ah...
sebenarnya kalau menurut saya tergantung tantangannya sendiri seperti apa motifasinya.
kalau tujuannya untuk merusak, bahkan membahayakan nyawa kita. mau engak mau cari cara terbaik untuk bisa menyelamatkan nyawa kita. meski mungkin kesannya pengecut tetapi be realistic man, tetap engak ada yang lebih penting dari pada keselamat nyawa kita.
caranya bisa dari mulai menghindari perkelahian dan mengabaikan tantangan sampai menyambut tantangan dengan memberikan perlawanan keras demi keselamatan nyawa.
namun kalau tujuannya untuk menjajal kemampuan kita, ya enggak ada salahnya kalau kita sambut dengan senang hati, asal setelah pertarungan tidak ada dendam. semata mata hanya untuk membuktikan kita dalam berlatih sudah benar atau belum. yang menang tidak jadi sombong yang kalah tidak lantas dendam malah kembali berlatih lebih giat lagi.
membedakan yang membahayakan nyawa dan menjajal cukup gampang kok, kalau yang jajal pasti lebih sopan dan lebih respek kepada kita. kalau yang niat membunuh pasti dengan mudah kita kenali yang kayak gini mendingan di hindari aja

sebenarnya berkelahi itu adalah implementasi belajar beladiri, kalau belajar beladiri tetapi belum pernah bertarung sama aja kayak orang yang ahli balap menggunakan f1 tapi depan game komputer

. tentunya akan lain dengan orang yang ahli balap dengan menggunakan f1 beneran.
orang tua dulu sih senang bersilaturahmi dan bersambung tangan (saling jajal) dengan pada ahli beladiri lain untuk menambah wawasan sekaligus membuktikan bahwa apa yang kita pelajari sudah benar atau belum.
bahkan ada kebiasaan untuk mencari guru silat yang mumpuni kadang si murid jajal seseorang yang katanya jago sampe abis abisan, kalau yang dijajal ternyata bisa bertahan malah bisa mengalahkannya maka baru bilang
'Master please teach me your kung fu'sebagai contoh : Rd. H. Ibrahim dari cikalong yang sebelum belajar pada Bang kari dan Bang Madi terlebih dulu terlibat pertarungan (bahasa doeloenya bersambung tangan) dengan kedua tokoh silat tanah batavia itu. meski sudah berguru pada belasan guru ternyata Rd. Ibrahim tidak bisa mengalahkan bang kari dan bang madi yang akhirnya kedua tokoh ini diminta agar mengajarinya maenan Kari dan Madi. dan diangkat menjadi guru Rd. Ibrahim
contoh lain : pada ulin makao, dimana pada saat itu Ki arba bersambung tangan dengan seorang cina yang ternyata berhasil mengalahkan setiap serangan yang di keluarkan. akhirnya ki arba mengaku kalah dan memohon agar orang cina ini bersedia menjadi guru dan mengajarinya maenan makao.
setelah selesai belajar, dan karena kecerdasan dan kemampuan analisanya, ki arba berhasil menemukan bentuk jurus baru dan menantang gurunya itu untuk tanding ulang yang akhirnya sang guru dapat dikalahkan oleh maenan baru gabungan silat dan kung fu yang sekarang dikenal dengan nama ulin makao.
nah jadi mendingan menambah pengalaman tarung atau cukup main streetfighter aja
