Ini Kejadian yang udah lama banget, saya sendiri masih bayi dan kakak saya umur 5 tahun. Cerita ini saya dapat dari Ayah saya dan Almarhum Ibu.
Malam itu pukul 11 habis pulang dari rumah saudara kalo ga salah, kami sekeluarga sudah sampai di depan Gang sesaat kaca pintu mobil di ketuk dari luar, terlihat ada beberapa orang mengelilingi Mobil, ayah pun keluar dengan menyentak pintu mobil hingga orang yang mengetuknya jatuh, serta Ayah langsung menyuruh Ibu untuk mengunci pintu dari dalam.
terhitung ada 15 orang yang mengelilingi Ayah, yang berbadan besar kurang lebih 7 Orang, tidak berapa lama ke semuanya tersungkur di kolong mobil kamu yang memang tinggi, Datsun putih dengan ban ukuran besar.
Kata Ayah, teknik untuk menghadapi pengeroyok adalah hadapi dulu yang terbesar, karena itu yang pastinya paling berpengaruh pada akhir perkelahian, jangan berdiri di satu titik untuk menghadapi banyak orang, karena kemungkinan serangan datang dari berbagai arah, paling enak nangkep serangan yang menendang, dengan begitu serangan yang di lakukan adalah menyalurkan tenaga lawan, menjatuhkan lawan dengan menyerang kaki yang satunya lagi setelah di tangkap tendangan nya, bisa langsung di teruskan menyerang titik paling lemah, [nendang lutut, mata kaki, paha dalam atau selangkakan ] setiap 1 serangan lawan harus di habisi dalam 1 serangan balik yang mematikan, [ leher, mata, hidung, dagu, kuping, hulu angen, dan banyak lagi ] dan pastikan dengan 1 serangan tersebut si lawan nggak bisa bergerak lagi. jangan merasa kasihan saat menyerang karena kita membela diri.
Teknik yang Ayah gunakan saat itu, mengalirkan tenaga lawan tapi tidak melepas si kaki atau tangan lawan sebelum Beulitan mengenai titik serang nya yaitu persendian, gunanya agar si lawan tidak bisa menggunakan lagi tangan atau kaki nya karena keseleo, retak atau patah.
Alhamdulillah Ayah tidak apa² kecuali keseleo Jempol tangan kanan karena salah nonjok, jangan pernah mukul Jidat karena kalo terlalu keras mukul dan bisa meleset hingga Jempol bisa keseleo [ pesan dari Ayah

]
Setelah semuanya lari Ayah segera menelefon kawannya yang di Brimob, karena tahu yang nyerang adalah warga kampung tetangga, alhasil dalam penyerangan kedua malam itu juga, warga kampung tetangga yang menyerang lagi berhasil di tangkap karena Brimob sudah siap di tempat. setelah di selidiki, mereka bilang salah sasaran atau salah orang
