+-

Video Silat


Copy tayang Pendekar eps 28, GOLOK SELIWA #1
gerak cepat
Trailer of DVD Maenpo Peupeuhan
Dasar Sile Kumango - Batang
Pencak Perpi Harimurti
Betawi punya jurus poekoel
Merpati Putih Cabang Kabupaten Tangerang
PS-1 (Pokolan Silat -1)
Sabeni di Silaturahmi silat betawi di Rawa Belong

Shoutbox

13/08/2014 03:06 Ekka_Xakra: Salam kenal para sahabat silat semua.
12/08/2014 17:56 Dwi_NGJ: Salam kenal para ksatria. Mohon ijin bergabung... :)
12/07/2014 16:49 one: Pada kemane nih buka puasanya ye?
27/06/2014 17:45 moeljadi moechtar: mohon maaf lahir dan batin menjelang Puasa buat sodare2 silat sekalian...
23/05/2014 19:43 Jenggot Perak: assalamu'alaikum para pesilat dan pendekar..
salam kenal
02/05/2014 13:32 kunderemp: Horeeee... muncul lagi.
20/03/2014 21:24 akoekoko: tes, tes, satu dua...
View Shout History

Recent Topics

[BUKUTAMU] by dr_hadinata
20/08/2014 11:41

contack person guru silat suaeb yg di padepokan pencaksilat TMII by rohadi
17/08/2014 05:58

SILAT BERDO'A SELAMAT by Dwi_NGJ
16/08/2014 08:12

Silat Betawi di Bentera Budaya by luri
12/08/2014 11:01

maenpo Cikalong by aki sija
26/07/2014 06:55

PABUCI (PANCERBUMI CIKALONG/PASAR BARU CIANJUR) by aki sija
26/07/2014 06:36

[GUESTBOOK] by wongbener
23/07/2014 10:03

Pesilat Indonesia Siap Bantu Rakyat Gaza by wongbener
23/07/2014 09:40

My Days with Golok Betawi "Seliwa" by akoekoko
16/07/2014 16:24

RM. Sunardi Suryodiprojo "Den Mas Nardi/Romo Nardi" (03 Apr 1914 - 05 Jun 1985) by halilintar
14/07/2014 00:20

Sejarah perguruan Reti Ati by halilintar
14/07/2014 00:08

Minangkabau Silek Tuo Summer Camp 2014 by luri
07/07/2014 09:13

THS-THM by halilintar
04/07/2014 16:11

PPSB Cingkrig Gerak Cipta by abay gcis
01/07/2014 19:56

Merpati Putih by satrio simammora
16/06/2014 21:40

SilatIndonesia.Com

Author Topic: Pencak Silat Masuk Sekolah..  (Read 8924 times)

aircadas

  • Guest
Re: Pencak Silat Masuk Sekolah..
« Reply #15 on: 25/11/2007 22:41 »

Tambahan informasi biar lebih seimbang saja bahwa sebenernya pemerintah melalu jajarannya sdh mulai memperkenkan silat, salah satu contohnya adalah saat saya bincang2 dengan Kepala Dinas Dikmenti yaitu bapak H, Margani, ia bilang bahwa silat di sekolah2 haruslah maju dan berkembang dengan cara sbb :

- Program / Silabus Pendidikan
- Tujuan pelatihan ( atlitkan, Fun-kah, Keilmuankah, dll)
- dll dech gw lupa apa aja

dari dua point yang gw inget di atas itu bahwa setiap perguruan hendaknya punya materi khusus buat anak sekolah, jadi jangan sampe anak sekolah di ajarkan menjadi anak yang kebal senjata, bisa makan beling, atau sakti mandarguna

kedua tujuan pelatihan di sekolang hendaknya menciptakan rasa Percaya diri kepada anak, membangun minat belajar, rasa cinta budaya dan yang terakhir dan menjadi penentu adalah si anak di haruskan memiliki prestasi, tanpa ada penilaian berupa kompetisi maka tidak ada prestasi, sehebatnya anak itu kalo tidak ikut kejuaraan ataupun festival maka seperti katak dalam tempurung ya kan.

sama halnya kalo anak2 Indonesia jago fisika dan di akui dunia, krn adanya kompetisi, kalo nggak ada mana kita tauuuu?

Jadi janganlah menyalahkan pemerintah, sekolah dan perguruan, kesemuanya ini harus punya ambisi untuk membangun silat di Bumi persada Indonesia. tapi perlu di ingat jg bahwa semua ini tanpa ada niat yang baik maka akan jomlang juga, seperti mubajirnya buku2 tentang TGR disekolah2 krn perguruan silat yg sdh masuk di sekolah tertentu teryata tidak punya program untuk latihan TGR, mau ikut bertanding nggak tau kaidahnya. mau ikut festival ya kok nggak bisa menampilkan keindahan geraknya.

TANTANGAN

Tantangan berat sebenernya ada pada silat tradisi yang jelas2 masih kurang dalam hal pedoman pembelajaran di sekolah2, apakah anda mau anak anda di suruh ikut perguruan silat yang nggak jelas tujuannya, NAHHH dari situlah maka setiap perguruan punya materi latih dong!. dan kita sebagai orang tua bagi anak2 kita bisa tidur nyeyak tanpa takut di hantui rasa ketakutan kelak anak kita jadi pemakan beling!!! hiiii selem dech :P

AGUNGP

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 215
  • Reputation: 10
    • Email
Re: Pencak Silat Masuk Sekolah..
« Reply #16 on: 27/11/2007 07:17 »
Emang betul pemerintah dalam arti sekolahan emang banyak membantu , terutama sebuah perguruan silat boleh menggunakan fasilitas tempat untuk berlatih disamping itu pada event2 tertentu boleh tampil contohnya penerimaan murid baru atau waktu perpisahan murid.Yang lebih hebatnya di suatu SMU swasta perguruan PS tempat latihanku pernah dimuat sebagai brosur salah satu extrakulikulir unggulan di brosur2 untuk menjaring siswa baru. Tetapi untuk masuk dan diterima disekolahan , kalau tidak ada orang dalam masih susah, itu kenyataanya...

Untuk PS sebai kejuaraan emang betul harus bisa diarahkan kesana, tetapi kenyataan dalam perguruan sendiri untuk bertanding keluar mempunyai seleksi yang ketat dan hanya sedikit siswa yang bisa masuk padahal siswa banyak..

Kesimpulan IPSI merupakan organisasi yang jelas, dan mempunyai tujuan yang jelas.dan diakuin pemerintah, harusnya bila pemerintah mengerti bahwa pemasalahan kita adalah budi pekerti saya rasa PS bisa buat solusinya, untuk membentu para siswa berbudi luhur.Tetapi hendaknya sekolahan tetap memantau PS tersebut agar tidak menyimpang dari ajaran/kaidah tujuan yang ditetapkan semula.

Semoga tidak hanya wacana, tetap dilaksanakan dengan benar.Amien


Sudirman Yan

  • Anggota
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 2
  • Reputation: 0
    • Email
Re: Pencak Silat Masuk Sekolah..
« Reply #17 on: 14/12/2007 14:24 »
Sahabat silat,
seusai jalan jalan ke dunia maya..(http://media.silatindonesia.com/media/2007/10/05/kapan-pencak-silat-masuk-pelajaran-dalam-muatan-lokal-disekolah-sekolah-di-jakarta/)

eh nemu tulisan bagus dari Mas Sudirman Yan..tentang pencaksilat di sekolah-sekolah..

Karena kupikir tulisan in sangat bagus dan relevan untuk kondisi kita saat ini maka kucopy pastekan..semoga penulisnya berkenan..

salam
S Birowo.
==


KAPAN PENCAK SILAT MASUK PELAJARAN
DALAM MUATAN LOKAL DI SEKOLAH SEKOLAH
DI JAKARTA ...

Akhir-akhir ini Pencak Silat di DKI Jakarta sangat sulit
mendapatkan anggota barunya. Hasil bincang-bincang dengan para pelatih, pengurus dan pemerhati Pencak Silat . Ada beberapa kendala yang dihadapi antara lain :

1. Kurang dikenal masyarakat luas karena kurang promosi dan
kurang kemasan

2. Adanya unsur magis .

3. Lebih senangnya masyarakat dengan produk luar negeri.

4. Tidak ada kerjasama dengan Pihak DIKDAS, DIKMENTI.

 Saat ini DKI Jakarta, berkembangan Pencak Silat bagai kerakap
diatas batu, hidup segan mati tak mau. Perguruan-perguruan berkembang
sendiri-sendiri tanpa ada pembinaan dari IPSI. Sudah banyak perguruan-perguruan tradisional yang managementnya dikelola seada yang punah.

Sekarang perguruan-perguruan yang masih ada, mengelola
perguruan dengan mengandalkan Pelatih- pelatih yang kebetulan menjadi Guru
disekolah-sekolah. Selain itu sulit sekali mendapat anggota baru.

Perguruan-perguruan yang sudah sempat membuka latihan
disekolah sebagai kegiatan Ekstra Kurikuler tapi Pelatih bukan Guru
disana,menjadi sulit berkembang karena faktor :

Ganti Kepala Sekolah ganti kebijakan, jika senang Pencak
Silat maka majulah Silat disana dan jika tidak, ya sebaliknya.

Guru Sekolah dari Ekstra Kurukuler lain merasa bersaing
dengan Pencak Silat, sehingga kesehariannya Pencak silat dianak Tirikan dan
siswa akan lebih memilih kegiatan yang dibina oleh Gurunya sendiri yang
berakibat Pencak Silat akan kekurangan siswa dan bahkan mati

Guru Pembina baru yang kebetulan Pelatih Pencak Silat tapi
lain perguruan dengan Pencak Silat yang ada disekolah tersebut, membuka lagi
kegiatan Pencak Silat yang berakibat Perguruan yang lama akan kekurangan siswa dan bahkan mati.

Tidak adanya Perguruan-perguruan mempunyai program, materi
latihan yang standard.

Melihat perkembangan Pencak Silat yang begitu pesat di Jawa
Barat, Banten , sumatera Barat dan Sulawesi Barat , Ternyata tidak lepas dari
usaha-usaha Pemerintah Daerah disana memasukan Pencak Silat dalam muatan lokal di pelajaran disekolah dari SD, SMP, SMA/SMK sampai Perguruan Tinggi serta membentuk PPLP untuk atlit Pencak Silat.

Hal ini perlu dilakukan juga di Jakarta, apalagi Bapak Fauzi
Bowo Gubernur DKI Jakarta terpilih dan juga sebagai Ketua Umum IPSI DKI Jakarta yang juga Putra Betawi. Pencak Sebagai Budaya Betawi pada khususnya ( Lihat acara Buka Palang Pintu saat upacara perkawinan, Latihan silat setelah selesai mengaji, dll ) dan Budaya Indonesia pada umumnya perlu dilestarikan dengan memasukan Pelajaran Pencak Silat di Muatan Lokal (MULOK) dari SD,SMP,SMA/SMK hingga Perguruan Tinggi.Perlu diketahui juga, di Malaysia Pencak Silat sudah dicanangkan sebagai olahraga Kebangsaan disana dan wajib dipejalari.

Dengan adanya hal ini kita sudah dapat melestarikan Pencak
Silat dan sekaligus memberikan lapangan pekerjaan kepada Pelatih pelatih Pencak Silat.Jangan sampai ada pertanyaan Apakah Pelatih Pencak Silat Siap?

Tapi berikan kesempatan dulu sehingga dapat dijalankan karena sudah ada
Perguruan-perguruan yang dapat melakukan hal ini.

Insan Pencak Silat DKI Jakarta sangat berharap besar kepada
Bapak Fauzi Bowo dan saya yakin Bang Foke akan memperhatikan hal ini dan beliau sangat peduli atas perkembang Pencak Silat dan ini pernah beliau sampaikan saat membuka MUSDA PSN.Perisai Putih DKI Jakarta tahun 2003 di Srengseng Sawah Jakarta Selatan.

Kita tunggu. !

Wassalam
Sudirman Yan.
Pengurus dan Pelatih PSN.Perisai Putih DKI Jakarta



Diknas dan jajarannya, melihat silat hanya sebagai ajang formalitas bukan isinya, jadi murid2 cukup di suruh baca buku dan itulah silat, pada dasarnya tulisan sahabat saya Sudirman Yan yang tinggal di Condet ini adalah bener sekali, yg dimaksud dengan program disini adalah program yg sesuai dengan kurikulum pendidikan baik SD. SMP, SMA, coba anda perhatikan mas Java, perguruan modern sekelas XX saja mengadakan ujian kenaikan tingkat pas bertepatan dengan siswa2 sedang ujian, mungkin program silatnya betul, tapi salah dalam program yang disebutkan oleh mas Sudirman Yan yaitu kurikulumnya Diknas.


:)
Terima kasih sahabat Silat semua.
Ternyata banyak juga komentar-komentar yang muncul, artinya kita semua peduli
bagaimana Pencak Silat dapat berkembang di Indonesia dan menjadi tuan dirumah
sendiri.

Sehubungan komentar Tidak adanya Perguruan-perguruan mempunyai program, materi
latihan yang standard, yang dimaksud adalah Program Latihan yang tertuang dalam
tulisan/kurikulum dari mulai Materi Latihan tingkat dasar sampai pendekar, program Ujian, uji coba, mengikuti Pertandingan dan lain-lain.
Saya tidak mempungkiri ada Perguruan sudah mempunyai program yang bagus, tapi
berapa persen dari jumlah Perguruan yang ada.
Tulisan ini saya tuangkan atas keprihatinan beberapa Pelatih dan Pengurus Perguruan
di Jakarta dalam diskusi dengan mereka.

Pengalaman saya sejak pertama kali tahun 1977 membuka latihan disekolah, dibandingkan dengan kondisi sekarang, jumlah Perguruan dan Siswa yang ada sangat
merosot.
Coba tanya kepada pelajar pelajar kita sampai dimana minat dan pengetahuan mereka
tentang Pencak Silat dibandingkan Bela diri lain nota bene bela diri Import.
Yang lebih menyedihkan lagi, kami pernah memperkenalkan Pencak Silat dari Pesilat kami Juara Nasional Regu (saat ini menjadi team PON DKI Jakarta), Juara DKI Jakarta Ganda Remaja Putra dll  saat acara
penerimaan siswa baru disalah satu Sekolah Terbaik di Jakarta yang kebetulan anak saya menjadi siswa disana.Saat itu semua Kegiatan tampil dari Seni sampai olahraga
kecuali yang tidak tampil Tae Kwon Do, tapi anehnya yang diterima disana adalah Tae Kwon Do.

Kalau melihat jumlah pesilat peserta Pertandingan yang diselenggarakan oleh Dikmenti
kita akan bangga mencapai 500 orang sampai sampai Panitia mengklaim Pencak Silat
sudah tersebar di 90% Sekolah di Jakarta. Ini kita dibuat terlena karena kenyataanya
Pesilat yang bertanding adalah Pesilat yang berlatih diluar sekolahnya dan bertanding
mewakili sekolah yang kenyataannya tidak ada latihan Pencak Silat disekolahnya.

Yang kita inginkan sekarang adalah bagaimana Pencak Silat dapat berkembang dan
menjadi tuan dirumah sendiri dan bagaimana  Pencak Silat dapat membuka Latihan Resmi melalui muatan lokal disekolah sekolah.Kalau tidak nantinya di khawatirkan
kita akan belajar Pencak Silat ke Negeri orang
Mari sahabat sahabat silat kita buat usaha agar Pencak Silat dapat di Pelajari dan dikem
bangkan Sebagai Warisan Budaya Bangsa Kita di Negara kita tercinta ini.Ditunggu :)


Wassalam



 




AGUNGP

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 215
  • Reputation: 10
    • Email
Re: Pencak Silat Masuk Sekolah..
« Reply #18 on: 14/12/2007 17:12 »
Mungkin Untuk kurikulum sekolahan di ajarin Narinya PS saja dan Kuda/pasang , Untuk pertandingan boleh juga cuma yang mengajar harus guru olah raganya di sekolahan masing2 ?

Kayak aku dengan belajar silat bisa manggung di perpisahan dan acara2 lainya walaupun waktu itu cuma SMPN.

Walaupun cuman diajarin narinya temen2 setelah lulus sekolahan ada yg terus mencari , kalu saya udah 10 th ndak llatihan , sekarang ini pengin lagi,

Paling ndak anak didik tahu dan mengenal silat, mungkin ntar jurusnya lupa tapi semoga tujuan nya tidak lupa, Yaitu hamemayu hayuning bawono.

aprayudi

  • Anggota
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 10
  • Reputation: 1
    • SilatPerisaiDiri.Com
Re: Pencak Silat Masuk Sekolah..
« Reply #19 on: 04/09/2008 09:23 »
Salam kenal para pemerhati silat semuanya,

Saya baru bergabung dalam forum yang penuh dengan orang2 dunia persilatan yang saling bersahabat ini.

Ikut urun rembug masalah Silat di sekolah, saya melatih silat di sekolah-sekolah sejak thn 90. Dulu kita sulit masuk ke sekolah, krn sering berurusan dgn lobby melobby dgn guru olah raga atau pihak sekolah yg sering minta uang pelicin untuk kegiatan silat walaupun sekedar numpang latihan..

Bahkan untuk bisa masuk jadi ekskul di SMA saya sendiripun, dulu tidak pernah disetujui. sampai akhirnya harus merekrut teman2 utk latihan bersama selama 2 thn, latihan di ranting terdekat,  dan ikut kejuaraan tingkat DKI mewakili sekolah dengan biaya sendiri dan meraih juara umum III, barulah sekolah mau memasukan Silat sbg kegiatan ekstra kurikuler. Perjuangan itu sungguh berat. Namun setelah masuk ekstra kurikuler, terbayar karena latihan sampai ga muat 1 lapangan krn anggota jumlahnya hingga 60an orang.

Setelah 3 tahun merintis di sekolah ini, saya diminta untuk membuka latihan Silat sbg pelajaran wajib bagi seluruh siswa IIBS (International Islamic Boarding School) Cikarang. Dari sini mulai terlihat ternyata sekolah memberi perhatian yg baik terhadap Silat.

Selesai dengan IIBS, saya membantu melatih di SMA di daerah jakarta selatan. Dukungan sekolah sangat baik (waktu itu), bahkan menjadi ekstra kurikuler dgn anggota terbanyak dan paling diminati hingga thn 2003.

Mulai thn 2003 inilah, saya melihat sekolah2 di jakarta mulai memiliki peraturan yg aneh2.. dan setelah saya teliti, ternyata peraturan2 ini sepertinya turun dari mendiknas, entah peraturan ini tertulis ataupun tidak tertulis.

Misal:
1. siswa tidak boleh ikut lebih dari 1 ekskul (peraturan ini sudah menurunkan jumlah anggota sebesar 50%)
2. Ekskul harus menyelesaikan kegiatannya dibawah jam 5 sore. Ini malah membuat beberapa sekolah bubar latihan silatnya krn Pelatih Silat kami umumnya bekerja, berhubung melatih silat masih blm bisa dijadikan pekerjaan utama.
3. Sekarang keluar lagi aturan2 bahwa Ekskul akan dimasukan sebagai 'muatan lokal' sekolah. Ini semakin memperburuk keadaan. Muatan lokal berarti, siswa hanya akan mengikuti aktivitas ekskul sebanyak 2 jam pelajaran (80 menit?) selama 1 minggu.

Sudah anggotanya sedikit, jam latihan susah krn harus sore + waktu latihan hanya 80 menit 1 minggu.. Gimana bisa dgn waktu sesingkat ini kita mendidik silat ke siswa.. sementara kalau ikut pertandingan, sekolah mengharapkan siswanya menjadi juara.. (??!!??)

Dari kebijakan2 dikmenti dan sekolah, akhirnya perkembangan Silat di sekolah-sekolah di Jakarta semakin terpangkas, ini yg dialami oleh PS saya. Ranting yg dulu beranggotakan 80an sekali latihan, kini hanya 5 orang yang berlatih. Yang dulu selalu 60-an orang anggota baru, kini hanya 6 - 8 orang anggota baru.

Dalam hal ini, dikmenti sendiri selalu berubah2 dlm memberikan aturan ke sekolah. Imbasnya, perkembangan Silat yang menjadi korban. Niatnya mendukung perkembangan silat, tetapi kenyataannya malah membuat kita menjadi buntung.

Bersyukur beberapa sekolah swasta justru berbeda dalam menerapkan peraturan mendiknas. Ada sekolah swasta (Don Bosco) yg menjadikan Silat sebagai pelajaran wajib di sekolahnya. Jadi bukan sebagai ekskul, tetapi sebagai pelajaran wajib yg harus diikuti oleh seluruh siswa. Yang seperti ini yang kita harapkan.

Entah apalagi yang akan terjadi selanjutnya.. Sayapun sampai saat ini masih berfikir bgm strategi kita dalam penyebaran Silat di sekolah. Mengingat pelatih umumnya sudah kuliah atau bekerja, jadi hanya bisa melatih 'after office hour' atau weekend.

Lalu bgmn kebijakan sekolah saat murid ingin ikut pertandingan, dimana kita hrs latihan 5 kali seminggu.. Yg ada kita hrs main petak umpet, agar bisa latihan tanpa ketahuan guru2..

pusing.. pusing.. Sepertinya para PS harus berfikir keras menyiasati hal ini..  Perguruan seperti Tapak Suci tentunya tidak sulit mengingat TS berdiri dibawah naungan Muhammadiyah yang notabene memiliki organisasi sekolah yang kuat di seluruh Indonesia. Tapi bagaimana dgn PS-PS lain yg tidak berdiri dibawah organisasi tertentu ?  Ini yang perlu kita cari solusinya.. Jangan sampai Silat menghilang di negri sendiri. Silat tidak dicintai oleh kaum muda negaranya sendiri.. Sementara diluar negri, kaum muda banyak yang 300% dedikasinya untuk mempelajari Silat, baik teknik ataupun philosophynya.. Jangan2, kita harus belajar silat dari orang asing..

Maaf ya.. curhatnya kepanjangan..

Salam,
Anjar
« Last Edit: 04/09/2008 09:33 by aprayudi »

YwK

  • Guest
Re: Pencak Silat Masuk Sekolah..
« Reply #20 on: 04/09/2008 11:47 »
Tulisan asalnya ada di MILIS
http://www.mail-archive.com/silatbogor@yahoogroups.com/msg01814.html

Dear pendekar

Mungkin temen2 masing ingat mengenai 75 persen sekolah di DKI Jakarta
mengadakan Ektrakulikuler (ekskul) yang di tulis oleh sebuah situs
http://www.jakarta.go.id, dan sempat juga di posting dimilis ini.
tentunya berita yang diturunkan sekitar tahun 2005 ini akan membuat
semua pesilat bertanya-tanya, apakah benar berita ini bisa
dipertanggung jawabkan?. Nyatanya sebagian anggota milis tidak percaya
dengan berita tersebut.memang aneh dan luar biasa. Nampaknya
wartawannya salah tulis tuh 

Dipenghujung tahun 2006 berita inipun seolah diklarifikasi dan sebagai
ralatnya tentunya kita menjadi percaya. Nah menurut sumber yang bisa
dipercaya nih, bahwa sebenarnya bukanlah 75 persen tapi 75 sekolah
yang telah membina kegiatan ekskul silatnya.

Jadi menurut keterangan Bapak H. Suhaman yang menjabat sebagai Kepsek
SMU 8 Bukit Duri  dan juga menjabat sebagai panitia penyelenggara
jurda pencak silat ke III th 2006 bahwa terdapat 75 sekolah yang aktif
membina pencak silat di lingkungan sekolah, total pesilat diperkirakan
antara 1800 – 2000 siswa/pesilat.  Data ini diambil dari sekolah2
tersebut terutama yang mengikuti kegiatan Jurda antar pelajar ini yg
pada waktu itu yg ikut serta adalah sekitar 1055 pesilat dari (SMP –
225 pesilat), ( SMU – 570 pesilat) dan (SMK – 254 pesilat).

Yang menarik dahulu bila kita berprestasi sebagai juara silat antar
pelajar maka tidak ada kelanjutannya, tapi pada tahun 2006 lalu
Pesilat pelajar ikut dalam kegiatan kejuaraan dilingkup Diknas se asia
tenggara yang di adakan di Malaysia, siapa yang menjadi juara umumnya
??? vietnam atau Malaysia…jawabannya adalah Indonesia sebagai Juara Umum.

Diknas walaupun sayup2 terdengar nampaknya cukup serius mengelola
ekskul silat ini, dengan di terbitkannya buku panduan dasar silat
kepada sekolah2 yang aktif membina pencak silat. Ujur Pak H. Margani
M. Mustar selaku kepala Dikmenti DKI Jakarta.

Nah, jadi kalau ada proposal pendirian silat di suatu sekolah ternyata
di tolak oleh guru Olahraga atau kepseknya, tinggal laporkan saja
kepada Dikmenti.

Tapi kita juga harus Intropeksi diri dahulu mengapa proposal kita di
tolak? Pada umunya sekolah memiliki aturan main, contohnya sering
sekali antara perguruan silat dengan sekolah tidak klop / kompak
sehingga terjadi bentrokan waktu belajar siswa dengan kegiatan ekskul,
umumnya di ekskul silat sering mengadakan acara di laur kota
(contohnya ujian kenaikan sabuk) di saat siswa harus belajar.

Sehingga hanya perguruan tertentu dengan program yang baik yang akan
diterima oleh pihak sekolah, tapi perlu di akui bahwa beberapa sekolah
memang menolak kegiatan pencak silat dengan alasan tertentu.

Oleh sebab itu FP2TS rasanya harus turun tangan, mengadakan kerjasama
dengan bapak2 Dikmenti, IPSI dan organisasi lainnya. Dan yang
disayangkan juga bahwa selama ini IPSI juga kurang dalam pendekatan
kepada Pihak sekolah dan juga pendekatan pada perguruan silat. Bahkan
dijaman keterbukaan seperti ini masih ada perguruan silat yang terlalu
menutup diri, sehingga pihak sekolahpun menjadi tidak berkenan, dan
satu hal bahwa belajar silat juga belajar bagaimana mengelola ego
sayangnya beberapa perguruan silat malah membuat pelajar berwatak
"Over Fanatic" kepada perguruan silatnya, kerena perguruan silat
menginginkan timbulnya loyalitas kepada perguruan tersebut.

Hal ini jarang terjadi terutama pada perguruan silat yang telah
memiliki organisasi yang baik dan memiliki program yang jelas.
Sehingga kepercayaan timbul dari keduanya ( sekolah dan perguruan
silat) tentunya Orang Tua pun ikut andil dalam mengijinkan anaknya
ikut ekskul silat.

Peranan IPSI sangat dibutuhkan krn pada usia sekolah ini jiwa
kompetisi seorang anak cukup tinggi, dan melalui kejuaraan antar
pelajar bakat ini akan diolah menjadi rasa percaya diri seorang
palajar karena mampu berprestasi baik dirinya maupun sekolah. Ini
menandakan bahwa perguruan silat yang siap mengadakan kegiatan ekskul
pencak silat disekolah adalah perguruan yang mampu mencetak juara2
dalam bidang ini, jadi jangan sampai kepercayaan sekolah dilukai
dengan tidak adanya program dalam bentuk prestasi.

Sedangkan perguruan lainnya banyak yang tidak tahan menghadapi krisis
mutidimensi saat ini. secercah harapan nampaknya mulai ada, tinggal
bagaimana kerjasama dan peningkatan link yang baik menjadi modal
dasarnya. Semoga perguruan silat yang tarafnya masih kecil dan
tradisional tidak angkuh dan perlu belajar mengelola pesilat di
lingkungan sekolah, krn bagaimanapun juga pendidikan dan proses
belajar di sekolah harus di utamakan dan kegiatan ekskul menjadi
pelajaran tambahan dalam proses pembinaan sosial dan olahraga.


Terima kasih
yy

Dodol Buluk

  • Moderator
  • Pendekar Madya
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 1.081
  • Reputation: 25
  • Alone but never lonely
    • Email
Re: Pencak Silat Masuk Sekolah..
« Reply #21 on: 04/09/2008 13:24 »

Jadi menurut keterangan Bapak H. Suhaman yang menjabat sebagai Kepsek
SMU 8 Bukit Duri  dan juga menjabat sebagai panitia penyelenggara
jurda pencak silat ke III th 2006

waahhh...mas YwK, jadi kepikiran neh ma almamater ane dulu..banjir,nginep di masjid sekolah,hari minggu masuk buat BTA.hiks..hiks,


d'boels
"Jangan pernah bilang kagak kalo kagak pernah bilang jangan"

Taufan

  • Moderator
  • Calon Pendekar
  • **
  • Thank You
  • -Given: 5
  • -Receive: 27
  • Posts: 502
  • Reputation: 76
    • Email
  • Perguruan: Bandarkarima
Re: Pencak Silat Masuk Sekolah..
« Reply #22 on: 04/09/2008 14:17 »
Assalamu 'alaikum,

Setelah 10 bulan menjabat, gimana nih komitmen dan kontribusi bang FOKE terhadap pelestarian silat Indonesia khususnya di DKI?

Wassalam,

YwK

  • Guest
Re: Pencak Silat Masuk Sekolah..
« Reply #23 on: 07/09/2008 07:05 »

@d'boels

Ooo jadi yang suka nongronk deket rel kereta api itu mas d'boels yaaa, hihihihihi


 

Powered by EzPortal