Forum > Silat Diskusi Umum

teknik silat dilihat dari sudut pandang Islam

<< < (3/7) > >>

Aguswin:
Kalo memang yang dimaksud adalah teknik silat, saya pernah baca, kalo gak salah inget lho ya, etika bertempur dalam Islam tidak boleh merusak wajah lawan.

hudzaifah:
@ tjombro : nah bang makanya sebelum saye buat tret ini saye udah ijin duluan ama bang ochid, kata die
sih "boleh2 aje tinggal para member nantinya yang menilai tret ini layak ato tidak untuk dilanjutkan".

 @ godam : nah itu die bang yang saye maksud'in kalo gerakan2 fisiknya mah ga' jadi soal tapi kalo untuk ritual2, wirid2, puasa2, pertapa2, syarat2 (kembang, menyan, air 7sumur dll) dkk yang menyerempet kemusyrikan mesti kita omongin sejelas2nya supaya kita ga' terjebak dalam pancingan kemusyrikan.

@ aguswin : betul kata bang agus di dalam Islam ga' boleh merusak wajah..,,

oke deh saye mulai dengan ritual2 yang ada di silat saye.
- di silat saye ade istilahnya ngonde, yaitu setiap jalan jurus selangkah mesti makan kue onde
- ada istilah pecahin telor kalo udah lulus belajar silat (kalo ngga' salah)
dll.

 nah ritual2 yang asli disilat bunder itu udah guru besar bang kute beserta murid2nya yang senior sepakati dihapus...,, karena bertujuan untuk menghindari adanya ritual2 yang menyerempet kemusyrikan. tapi untuk silat bunder yang kong sapeni ajarkan sih ga' tau deh kaya'nya masih dilestarikan tradisi2 seperti itu.

tujuan saye sekali lagi adalah untuk kampanye menjauhkan diri dari segala bentuk kemusyrikan..,, mau kemusyrikan terang2an maupun sembunyi2.

wassalamualaikum.

HilL:
hmm... kalau urusan beginian mustinya yg paham banget ushul fiqih.. tapi ya namanya sharing gapapa kan ya ane kasih pendapat..kalau salah ya maklumin ajhe...

Kalau mengenai ritual2 tadi mungkin perlu diliat lagi...
Kalau cuma sekedar adat, yang tidak terkait dan dikaitkan dengan syari'at maka boleh2 saja.. misalkan pelatih mewajibkan murid memakai seragam.. ya boleh2 saja... yang gak boleh kalau misalkan pelatih bilang kalau gak pake seragam akan berdosa dan akan masuk neraka.. dan ini namanya meng'ada-ada'kan syariat..haram hukumnya...

Atau ritual yang menisbatkan sesuatu bukan kepada Allah yang sebenernya sesuatu itu cuma hak Allah.. misalnya bilang harus mandi air tujuh sumur supaya sehat selalu, padahal yang memberi kesehatan hanya Allah.. maka ritual ini jatuh ke syirik...
Tapi kalau mandi air tujuh sumur sekedar adat tradisi yang tidak menisbatkan sesuatu yang hanya milik Allah, ya gapapa...
sama halnya kita ikut fitness supaya otot gede... fitness cuma sekedar sebab, tapi yang Maha Pemberi Bentuk cuma Allah..
Atau seperti minum Obat, obat cuma sekedar sebab, tapi Yang Maha Menyembuhkan cuma Allah...

Hati2 juga dengan mantra.. karena mantra itu bisa bikin jatuh syirik.. mantra itu bisa bacaan bisa juga gerakan...saya gak tau banyak tentang mantra..tp kalau mantranya itu berniat meminta pertolongan dari selain Allah maka menurut saya juga udah jatuh syirik...

Yang saya bingung apakah boleh menggunakan ayat Al-qur'an atau asmaul husna sebagai mantra (wirid, isim, hizib dsb)...kalau bacaanya sekedar wasilah (perantara) untuk meminta pertolongan Allah mungkin boleh...karena ketika kita mengucap 'A'udzu billahi minas syaithoonir rojim, BISMILLAAHIR RAHMANIR RAHIM' pada dasarnya kita berwasilah dg Nama Allah dalam meminta perlindungan dari setan..

Tapi untuk urusan ini mungkin ada baiknya nanya sama yang kompeten...ulama Fiqih...
Inget wejangan dari Habib Umar bin Abdurrahman Assegaf..."Sesiapa yang tergesa2 dalam berfatwa, maka ia sebenarnya tergesa2 menuju neraka".. jadiiiii musti hati2 dan ahli untuk urusan ini...

Jali Jengki:
Perlu penekanan pada judul thread agar lebih perspektif ke topik apakah yang ingin dibahas teknik atau ritual yang umum menyertai silat tradisional?

Teknik dalam silat adalah hasil proses kreatif dan sama sekali tidak bertentangan dengan Islam selama tidak digunakan di luar jalur, jika ditilik termasuk kedalam 10 karakter khas seorang muslim, yaitu Qowiyyul Jismi (kekuatan jasmani).

Teknik yang merupakan bagian esensi silat itu sendiri bisa dikupas melalui hadist, “Mukmin yang kuat, lebih baik dan lebih Allah cintai dari pada Mukmin yang lemah, dan pada keduanya tetap ada kebaikan….”. (H.R. Muslim)...kemudian di hadist lain....”Bukanlah orang yang kuat itu adalah seorang pegulat, namun yang disebut orang kuat adalah mereka yang bisa mengendalikan amarahnya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Jelas makna yang sangat dalam jika dikaitkan dengan silat, seorang pesilat bukan hanya dituntut untuk kuat secara fisik, unggul dalam menghadapi serangan lawan namun yang paling terpenting dan paling termulia adalah pesilat yang unggul dalam mengendalikan amarahnya. Sesungguhnya lawan terbesar adalah diri sendiri (nafs).

Perihal Ritual, bagi saya pribadi selama tidak diluar jalur ke Islaman silakan dilanjut. Mengenai bagaimana ritual yang tidak diluar jalur Islam? silakan konsultasikan dengan ulama. Sungguh riskan membahas hal ini dalam konteks keIslaman disini, karena mungkin adanya perbedaan pandangan antara fiqh dan tasawuf, dan saya gak berani membahasnya.

Ritual merupakan karakter khas silat tradisional, sangat sayang jika dihilangkan. Perlu pemikiran yang arif untuk tidak serta merta menjudge ritual itu sebagai suatu kemusrikan sebelum jelas2 melakukan penelitian. Berpikir positif adalah langkah awal yang  bijak. Sebagai contoh, ritual makan kue Onde sebagai ajang khataman (umum di Silat Betawi yang pernah saya temukan, biasanya dengan posisi permaenan naek turun atas bawah), dan ternyata setelah dikupas sarat akan makna filosofi yang terkandung di dalamnya, yang tentunya berkaitan dengan silat itu sendiri. Menggoreng kue Onde membutuhkan pengetahuan tersendiri, orang tidak akan tahu kapan kue Onde itu dianggap matang kalau si pemasak itu tidak terbiasa. Kue Onde mengindikasikan telah matang ditandai dengan posisinya yg naek turun dlm minyak di wajan, seorang murid dianggap telah matang (di tingkatan tertentu) dapat melakukan gerakan2 yang telah diberikan seperti naek turun melakukan jurus. Kemudian ktika diuji dengan besambut, sang guru memberikan tiga buah kue onde yg masing2 harus dimakan (sambil besambut)...ini sangat sulit, dan sangat membantu dalam pengolahan teknik napas dalam pertarungan. Jika kue onde yg dimakan pecah maka harus diulang lagi...begitu seterusnya.

Tabe'

hudzaifah:

--- Quote from: tjhombro on 04/11/2009 12:02 ---1. misalkan pelatih mewajibkan murid memakai seragam.. ya boleh2 saja... yang gak boleh kalau misalkan pelatih bilang kalau gak pake seragam akan berdosa dan akan masuk neraka.. dan ini namanya meng'ada-ada'kan syariat..haram hukumnya...

2.0bilang harus mandi air tujuh sumur supaya sehat selalu, padahal yang memberi kesehatan hanya Allah.. maka ritual ini jatuh ke syirik...
Tapi kalau mandi air tujuh sumur sekedar adat tradisi yang tidak menisbatkan sesuatu yang hanya milik Allah, ya gapapa...
sama halnya kita ikut fitness supaya otot gede... fitness cuma sekedar sebab, tapi yang Maha Pemberi Bentuk cuma Allah..
Atau seperti minum Obat, obat cuma sekedar sebab, tapi Yang Maha Menyembuhkan cuma Allah...

3. Hati2 juga dengan mantra.. karena mantra itu bisa bikin jatuh syirik.. mantra itu bisa bacaan bisa juga gerakan...saya gak tau banyak tentang mantra..tp kalau mantranya itu berniat meminta pertolongan dari selain Allah maka menurut saya juga udah jatuh syirik...

4. menggunakan ayat Al-qur'an atau asmaul husna sebagai mantra (wirid, isim, hizib dsb)...kalau bacaanya sekedar wasilah (perantara) untuk meminta pertolongan Allah mungkin boleh...karena ketika kita mengucap 'A'udzu billahi minas syaithoonir rojim, BISMILLAAHIR RAHMANIR RAHIM' pada dasarnya kita berwasilah dg Nama Allah dalam meminta perlindungan dari setan..



--- End quote ---

1. kalo itu mah bang mah diwajibin juga gada masalah (ga' pake seragam ga' boleh latian) wong gada kaitannya ama aqidah dan ngga' menjerumuskan kita kepada taqlit masalah ibadah.

2. nah air tujuh sumur kalo menurut saye mau tujuannye buat syarat ritual ataupun dimaknai supaya kitra bersih sama aje bang soalnye yang memakai syarat itu pasti deh ada yang dituju misal biar lulus dan makin dalem ilmu "silatnye", atau biar bisa masuk perguruan, atau biar cepet masuk kalo diajarin dan setau saye bang yang ngadain syarat2 seperti itu kaga' jauh dari ilmu nonfisik alias bathin yang kaga' dibolehin ama Islam alias menuju kemusyrikan. nah kalo obat udah di contohin dan juga dikasih tau oleh RasuluLLAH bahwa penyembuh mutlak hanya Allah SWT adapun obat hanya ikhtiar kita mendekatkan diri kepada Allah karena kita telah menjalankan kewajiban yang disuruh kekita yaitu berobat. maka dari itu bang sering terjadi kasus tanpa meminum obat pun orang sembuh dari penyakit, atau orang malah dengan sengaja minum racun tapi tidak mati, dan ada yang orang yang meminum obat a sembuh sedangkan orang lain ikut meminum obat a malah bertambah parah, nah disini Allah menunjukan bahwa kesembuhan hanya dari sisi Allah manusioa hanya diperiuntahkan untuk berusaha berobat. "obat bukan penyembuh kesembuhan hanya dari sisi Allah"

3. jangankan meminta selain dari Allah yang jelas2 mutlak syirik..,, meminta kepada Allah saja tapi yang dipinta malah melanggar sunnatuLAH (bisa menghilang, kebal senjata, dll) itu   juga dilarang karena setan begitu liciknya menggoda manusia dari sisi kebaikan maupun keburukan. "waspadalah"

4. mau itu mantra2 kuno, kita udah dilarang meminta selain dari pada Allah dan juga apa yang kita baca itu udah melanggar.
ataupun dari ayat suci Al Qur'an Al Hadist maupun asmaulhusna sekalipun udah ada contoh dari Rasul, kalau Rasul saja ngga' mencontohkan apalagi melarang masa' kita masih mau mengerjakannya. dan prinsip dasar yang saye pegang "didalam Islam mutlak meminta, memohon, berharap, bergantung, hanya pada sisi Allah SWT kalo yang lain jatuhnya menduakan Allah alias musyrik". makanye walau dari ayat suci sekalipun jika kita berharap dari bacaan yang kita baca akan mendatangkan sesuatu (lain jika sudah ada contohnya dari Rasul) seperti kebahagiaan, kesuksesan, kekuatan, dll itu bisa musyrik jatuhnya karena kita telah mengharapkan ganjaran kepada bacaan2 yang kita baca.

sekian curhat dari saye.

Navigation

[0] Message Index

[#] Next page

[*] Previous page

Go to full version