+-

Video Silat


silaturohim di tempat abay gerak cipta ibnu shidiq
Bakti Negara, Perguruan Silat Khas Bali
Tarung Bebas Genggong
bandrong - pasangan
Jambore Pencak Silat, Setia Hati performance - se
Margaluyu Pusat - Performance perguruan di acara u
Silek Kumango
Pendekar Trans 7 : Ciung Wanara #3
Mande Muda Tri Suwanda

Shoutbox

15/05/2012 15:51 ndog bledheg: ada inpo festival silat gak..
14/05/2012 15:32 kadedemes: yg penting isinya kan....  [top]
13/05/2012 11:26 luri: bukan tampilan baru kok,
ini sebenarnya tampilan default yg lama.
sementara di reset dulu
:)
11/05/2012 22:19 saidianing: tampilannya baru ya....
10/05/2012 16:04 mansyurin: ss tampilannya smakin top n menarik.
10/05/2012 08:40 kadedemes: waw, tampilan baru ya?
09/05/2012 12:41 Sarjana Kuburan: Cerita saya SARA ya?
View Shout History

Recent Topics

Tai Chi Mana yang Terbaik? by hunterboy
16/05/2012 16:57

Members Sahabat Silat JAWA TENGAH by luri
16/05/2012 15:10

Pembukaan Stand tgl 21-23 Juni 2012 by sarung kampret
15/05/2012 14:49

Rumahkayu Gelar Kontes Menulis Cerita Silat by mpcrb
15/05/2012 08:39

pewaris atau penerus perguruan by muramasa
14/05/2012 16:53

Ilmu pendamping ilmu silek by muramasa
14/05/2012 16:29

Tempat Latihan Tai chi by muramasa
14/05/2012 15:10

Tai Chi dan Reiki by muramasa
14/05/2012 14:55

Cingkrig Nasrullah Rawa Belong by sarung kampret
14/05/2012 13:58

Pembukaan Kelas Baru Latihan Tai Chi Bandung Timur by hunterboy
14/05/2012 13:24

PRIHATIN DENGAN KEJADIN YANG TERUS BERULANG..... by luri
13/05/2012 17:35

IKSPI KERA SAKTI by dhanie_thewha
12/05/2012 15:08

[BUKUTAMU] by yudhicox
10/05/2012 22:33

SATRIA TUNGGAL, SILAT BETAKO ASAL KAB. LAMONGAN by ndog bledheg
10/05/2012 17:13

Pengumuman Bagi Praktisi Tenaga Dalam by mansyurin
10/05/2012 16:26

SilatIndonesia.Com


Prabowo Siap Angkat Pamor Silat
Lomba Penulisan Artikel Silat
The Raid Sukses, Saatnya Wisatawan Belajar Silat!
Kritikus Dunia Komentari Film ‘The Raid’
Paguyuban Angkringan Silat
Pengumuman Pemenang Lomba Artikel Pencak Silat Indonesia

Author Topic: kembali ke Jati diri Bangsa : Belajar dari dinasti Majapahit  (Read 8720 times)

ochid aj

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 47
  • -Receive: 33
  • Posts: 1.430
  • Reputation: 81
    • dunia silat
Hasil sarasehan  budaya ini saya kutip dari "mailing list anand" . Silakan sobat2 membahasnya dari sudut pandang masing2, tentunya dengan tetap menjaga prinsip silaturahmi dan keharmonisan.
salam
Trowulan,
21 Februari 2008

Sambutan
Direktur Taspen yang diwakili oleh Ketua Panitia Sarasehan Bapak I.B. Suteja, pukul 90.20 – 09.25 WIB

Majapahit
adalah sebuah negara yang besar, sebuah negara yang berkuasa 4-5 abad
dalam wilayah Nusantara ini. Oleh karena itu kita perlu belajar dari
Dinasti Majapahit dengan semboyannya Bhineka Tunggal Ika Tan Hana
Dharma Mangrwa. Kita adalah berbeda-beda tapi tetap satu jua. Dengan
Sarasehan Budaya ini kita berharap dapat memasyarakatkan kembali
semboyan ini. Menumbuhkan toleransi terhadap keberagaman yang ada
dalam masyarakat.

Sambutan
Ketua Umum NIM : Maya Safira Muchtar 09.25 – 09.35 WIB

National
Integration Movement (NIM) adalah perkumpulan anak muda yang mencari
jati diri bangsa, NIM dimulai dengan kegiatan Simposium di Lemhamnas
Jakarta 2005, kemudian dilanjutkan dengan road show di Semarang,
Bali, Lampung. Tujuan dari NIM adalah menyebarkan semangat kebangsaan
pada masyarakat luas. Apa yang bisa kita lakukan untuk negeri ini,
kita bisa belajar dari sejarah bukan sekedar untuk mengagung-agungkan
masa lalu tapi juga untuk menata masa kini sehingga menjamin masa
depan yang lebih gemilang. Dengan belajar dari Dinasti Majapahit yang
berkuasa 4-5 abad, kita bisa menghargai apa yang dilakukan para
pendahulu kita.

Baru-baru
ini saya menghadiri sebuah seminar yang dilakukan oleh Dewan
Pertimbangan Presiden yang membahas tentang hukum dan kebebasan
beragama. Di sana saya melihat semua orang berbicara dengan landasan
agamanya masing-masing. Yang Islam bicara sebagai orang Islam, begitu
juga yang katholik berbicara sebagai orang katholik, yang hindu
berbicara sebagai orang Hindudan seterusnya. Saya melihat sulit untuk
membuat titik temu bila kita berbicara atas landasan agama.
Orang-orang yang menghadiri seminar tidak bisa mengidentifikasi diri
sebagai orang Indonesia.

Kita
sebetulnya siapa ? Dan apa yang bisa kita banggakan sebagai orang
Indonesia ? Mengapa orang Indonesia tidak bisa bangga sebagai Bangsa
Indonesia ? Hal ini bisa dijawab dengan kembali pada jati diri bangsa
dan kita bisa belajar banyak dari dinasti Majapahit dan apa yang
membuat mereka bertahan 4-5 abad.

Sambutan
Gubernur Jawa Timur yang dibacakan oleh Wakil Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur :
Bpk. Saiful pukul 09.45 – 10.00 WIB

Pertama-tama
saya memohon maaf karena ketidakhadiran Gubenur Jawa Timur, karena
beliau pagi ini menerima tamu dari duta besar Thailand. Marilah kita
mengucapkan puji syukur pada Tuhan YME atas terselenggaranya acara
sarasehan budaya : kembali pada jati diri bangsa dan belajar dari
dinasti Majapahit saat ini.

Perubahan
pola pikir di bidang ekonomi, politik yang terjadi di masyarakat
dewasa ini telah melahirkan perubahan nilai-nilai yang dianut
masyarakat. Hal ini mengakibatkan berkembangnya materialisme dan
menonjolkan kedaerahan dan kelompok masing-masing lebih dari pada
memikirkan apa yang dibutuhkan bangsa ini. Oleh karena itu fungsi
budaya sebagai pemersatu bangsa dibutuhkan untuk menciptakan sebuah
Negara Kesatuan yang utuh, aman dan damai.

Kita
belajar dari dinasti Majapahit di mana penguasa dan rakyat dapat
saling bekerja sama. Penguasa bertanggung- jawab menjamin
kesejahteraan rakyat. Rakyat bertanggung jawab menjaga kewibawaan
masyarakat. Kita belajar bagaimana menumbuhkan toleransi sebagai
penghargaan terhadap keberagaman yang ada dalam masyarakat. Kita
belajar bagaimana Penguasa dan rakyat bersatu sebagai suatu wilayah
yang saling menghormati.

Saya
menghimbau agar masalah budaya bukan hanya berhenti pada pembicaraan
tapi juga diwujudnyatakan sebagai sebuah gerakan budaya yang nyata.
Budaya haruslah daya pengingat kita terhadap komitmen kita dalam
bernegara. Dengan Cinta kasih sebagai perekatnya maka kita dapat
membangun suatu masyarakat yang adil makmur dan sejahtera.

Sambutan
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata yang diwakili oleh Direktur
Kepercayaan pada Tuhan YME : Drs Sulistiyo Tirtokusumo pukul
10.00 – 10.15 WIB

Saya
memohon maaf atas ketidakhadiran Bapak menteri karena beliau sedang
ada acara. Sebelum membacakan sambutan Bapak Menteri, saya ingin
mengomentari pertanyaan Mbak Maya sebagai ketua NIM, apa yang membuat
kita bangga sebagai orang Indonesia ? Bagaimana kita melihat bukan
saja dari sudut pandang agama yang kita anut tapi juga sebagai orang
Indonesia. Baru-baru ini sudah ditetapkan untuk tidak mencantumkan
kolom agama dalam SIM dan Paspor kita. (tepuk tangan dari para
peserta)

Agama
dan kepercayaan merupakan masalah pribadi sebagai mana diatur dalam
UU no 23 tahun 2006 yang ditetapkan 29 Desember 2006. kemudian UU
tersebut dilaksanakan dengan PerPu No 37 tahun 2007 yang membahas
administrasi dan kependudukan.

UU
no 23 tahun 2006 pasal 62 ini menyatakan bagi warga masyarakat yang
agamanya tidak atur dalam agama resmi yang diakui oleh negara dan
warga masyarakat yang menganut kepercayaan kepada Tuhan YME dapat
untuk mengosongkan kolom agamanya dalam KTP.

Maka
saya menghimbau kepada penganut aliran kepercayaan dan agama yang
tidak diakui secara resmi oleh Pemerintah untuk mengosongkan kolom
agamanya dalam KTP. Hal ini sudah dilakukan oleh shareholder saya
dari Bagian Kepercayaan pada Tuhan YME (tepuk tangan dari peserta).

Saya
akan bacakan sambutan Bapak Menteri.

Dewasa
ini kita sebagai pribadi dipengaruhi oleh budaya luar dalam era
globalisasi ini. Pengaruh budaya ini begitu kuat sehingga kita sering
tidak bisa memilih dan memilah mana yang cocok dan tepat dengan
kebutuhan kita sebagai orang Indonesia. Maka yang terjadi adalah
pemahaman kita terhadap keberagaman (divergen) menjadi menciut
menjadi konvergen (mengagung-agungkan kelompoknya sendiri yang
benar). Oleh karena itu diperlukan sebuah sistem penyaringan baik
dalam diri maupun secara kolektif. Hal inilah yang membuat kita perlu
untuk menoleh ke Jati Diri kita sebagai sebuah bangsa. Kesatuan
adalah sebuah kata kunci dalam integrasi nasiona. Kesatuan bukan
berarti keseragaman, kesatuan adalah menyadari dalam keberagaman kita
ada satu kesatuan yang menyatukan kita. Dan itu adalah Pancasila.
Pancasila adalah dasar acuan kita dalam kehidupan berbangs. Pancasila
akan menuntun kita untuk menjalani pembangunan yang berkelanjutan dan
perubahan yang berkesinambungan yang terjadi dalam masyarakat kita.

-adrian kristanto-

ochid aj

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 47
  • -Receive: 33
  • Posts: 1.430
  • Reputation: 81
    • dunia silat
berikut ini adalah kutipan hasli disikusi, barangkali ada yang tertarik untuk membahasnya, atau ada yang bisa menghubungkannya dengan perkembangan silat indonesia? silakan...
catatan : tentu saja dengan tetap menjaga prinsip silaturahmi dan keharmonisan
salam

Paparan
Pembicara & Diskusi dalam Sarasehan
Budaya dengan tema kembali ke Jati diri Bangsa : Belajar dari dinasti Majapahit

Trowulan,
21 Februari 2008

Pembicara
I

KPA
Sumadi Kertonegoro pukul 10.15 – 10.55 WIB

Saya
akan membacakan tulisan saya untuk acara sarasehan ini dengan judul
Gadjah Mada sebuah Renungan kembali Ke Jati Diri Bangsa.

Sebelum
itu marilah kita melihat sejarah dan sumbangsih Gadjah Mada terhadap
Majapahit. Singosari adalah sebuah kerajaan yang lahir sebelum
Majapahit, didirikan di daerah Tumapel oleh Ken Arok. Ken Arok
mempunyai banyak Putra salah satunya Mahisa Cempaka . Salah satu
Putri dari Mahisa Cempaka menikah dengan Raja Padjajaran dan Lahirlah
Raden wijaya sebagai pendiri Majapahit. Saat itu Raja Singosari yang
terahkir Kertanegara adalah seorang Muda yang Idealis dan pemberani.
Untuk membendung kekuasaan Cina di Samudra Indonesia, beliau
mengirimkan tentaranya dalam ekspedisi Pamalayu. Beberapa orang
pejabat yang lama berkuasa yang tidak sepaham dengan gagasan tersebut
dinonaktifkan dan dipindahkan ke Sumenep (madura) salah satunya Arya
Wiraraja. Hal ini memicu ketidakpuasan dan ahkirnya tahun 1292
Kertanegara dan Singosari diruntuhkan oleh kerajaan Gelang-gelang
dengan Rajanya Jayakatwang. Jayakatwang mendapat informasi dari Arya
Wiraraja bahwa Istana Singosari sedang kosong karena banyak
prajuritnya yang berlayar dengan Ekspedisi Pamalayu.

Raden
wijaya salah seorang menantu dari Kertanegera kemudian memohon
perlindungan dari Arya Wiraraja dan mendapatkan tanah di Hutan Tarik
di Daerah Wilwatikta. Setelah berhasil menghancurkan armada pasukan
Kubilai Khan dan Jayakatwang , beliau mendirikan Majapahit dan naik
tahta dengan Gelar Sri Rajasa Amurwabhumi. Kita akan memasuki Era
Gadjah Mada. Pada jaman Jayanegara, Gadjah Mada mulai kariernya
dengan pangkat bekel (pangkat terendah dalam keprajuritan) , setelah
beberapa kali menyelamatkan Jayanegara dari usaha kudeta, beliau
diangkat menjadi Lurah Prajurit. Dan ahkirnya pada pemerintahan
Tribhuwana Tunggadewi, Beliau mengantikan Patih Arya Tadah dan
mengucapkan Sumpah Palapanya.

Tanggal
19 Desember 1959 Bung Karno di depan Mahasiswa UGM mengucapkan
beberapa hal yang dapat diambil dari kepemimpinan Gadjah Mada : Setia
kepada Negara kesatuan Republik Indonesia, Menyingkirkan Musuh dari
Bumi Nusantara, setiap hari Rajin Mengolah diri. Saat itu Bung Karno
didampingi oleh Prof Purbotjaroko. Sumpah Palapa yang pernah
diucapkan Gadjah Mada perlu kita maknai ulang dalam era masa kini,
salah satunya dengan menghentikan segala bentuk Korupsi.

Pembicara
Kedua

Bapak
Anand Krishna

Bung
Karno pernah mengatakan Jangan Melupakan Sejarah
(jasmerah).Pertanya anya adalah apa yang membuat kita bangga sebagai
bangsa Indonesia, apa yang bisa dibanggakan dari Indonesia. Tahun
lalu kita dilanda wabah Cheng ho, banyak media baik cetak maupun
elektronik menampilkan berita tentang Cheng ho, seakan-akan 600 tahun
yang lalu Cheng Ho datang ke majapahit dengan 300 junk untuk
mengajarkan budaya pada kita. Hal itu tidak benar, kita sudah
berbudaya jauh sebelum Cheng ho datang.

Saudara-saudara
marilah kita memasuki terowongan waktu, 3000 tahun sebelum Masehi,
atau tepatnya 5000 tahun yang lalu kepulauan kita disebut Swarna
Dvipa, banyak dari pulaunya masih menyatu belum dipisahkan laut. Di
atas kepulauan kita ada Pulau besar yang disebut Jambu Dvipa, karena
di sana banyak jambunya, (jambu kluthuk bukan jambu air) maka disebut
Jambu Dvipa. Antara kepulauan Jambu Dvipa dan Swarna Dvipa ada
kepulauan yang disebut Astralaay yang sekarang dikenal dengan
Australia. Astralaay diperintah oleh seorang Maha Raja Kuvera, beliau
sangat kaya dan industri utamanya adalah persenjataan.

Kepulauan
Svarna Dvipa adalah bemper bagi Astralaay. Bila Astralaay ingin
mengekspor senjata agreementnya didapat dari negeri kita. Mau kemana
senjata ini dijual dan untuk tujuan apa senjata ini dijual, negara
mana yang membeli adalah hak prerogatif dari Svarna Dvipa. Maka Jambu
Dvipa selalu menjalin hubungan baik dengan Svarna Dvipa. Pada saat
itu di Jambu Dvipa terjadi perang besar, Perang Bharatayudha yang
melibatkan negara-negara dari seluruh dunia. Svarna Dvipa ikut
mengirimkan salah satu putranya yang dikenal dengan Gathotkaca, Saat
itu perang Bharata Yudha adalah perang teknologi tinggi, perang
dengan nuklir. Maka Gathotkaca tidak mungin datang dengan bambu
runcing. Saat itu pun kita sudah menguasai teknologi nuklir. Kita
sudah menguasai teknologi dirgantara. Pesawat Gathotkaca dikenal
dengan nama Wiman. Saat ini Nepal masih menggunakan Wiman sebagai
nama maskapai udaranya.

Kita
maju beberapa ribu tahun. Sriwijaya pada abad ke 8 sudah melakukan
ekspor rempah-rempah ke manca negara. Sriwijaya adalah dinasti
terlama di dunia berkuasa 800 tahun. Pusatnya di Sumatera, Palembang
dan Jambi. Angkor Watt dibangun oleh arsitek dari Sriwijaya. Dan
tidak pernah ada pejabat yang berkepentingan untuk belajar sejarah.
Ada yang tahu mengapa anak tangga di borobudur sangat tinggi, itu
karena tinggi manusia Indonesia saat itu 12 feet. Di salah satu
museum disimpan gigi dari buddha yang besarnya 2,5 kali manusia
dewasa ini. Saat ini saja kita menciut karena kita melupakan jati
diri kita.

Dari
jaman Sriwijaya sampai Majapahit selama 13 abad kita selalu
mengekspor rempah-rempah kita. Saat itu rempah-rempah harganya lebih
mahal dari emas. Salah stu yang saya ketahui adalah pala. Terdapat
bukti di museum andalusia (turki) bahwa jaman Khalifah ketiga Umar
terdapat hubungan surat menyurat dengan Raja Sriwijaya. Saat itu Umar
Bin Khatab menulis, anda adalah bangsa yang besar dan berbudaya, kami
ingin belajar dari Anda. Umar bin Khatab ingin belajar dari
Indonesia, sekarang kita belajar dari Arab. Saat itu rakyat Sriwijaya
beragama Buddha dan Rajanya beragama Islam dan tidak ada masalah.

Apa
yang menyebabkan Majapahit yang perkasa runtuh. Jawabannya adalah
budaya, saat itu Majapahit sangat makmur dan pejabatnya mulai mapan,
melupakan budaya. Dari jaman Hayam Wuruk sampai jaman hancurnya
Majapahit tidak ada satu pun karya sastra yang bermutu.

Kejayaan
Islam adalah ketika Islam membuka diri dengan pengetahuan dari dunia
luar. Seorang Khalifah, Harun Al Rasyid memerintahkan untuk
menerjemahkan naskah dari India dari seluruh penjuru dunia termasuk
dari Indonesia. Dan setiap stau terjemahan dibayar dengan satu batang
emas. Islam sudah ada di Indonesia sejak abad ke 7 jaman Sriwijaya.
Jadi saya menentang pendapat yang mengatakan Islam mulai masuk
Indonesia sejak jaman Wali Songo. Keruntuhan di Majapahit disebabkan
oleh politisasi agama, agama dipakai untuk tujuan poltik dan
tujuannya untuk mengambil kekuasaan.

Aceh
pernah mencapai kejayaan ketika diperintah oleh secara berturut-turut
oleh 3 orang Sultana, 3 orang raja perempuan. Karena saat itu Sultana
dari Aceh menolak menjual hasil buminya pada orang arab, maka ada
fatwa dari arab bahwa tidak boleh ada pemimpin perempuan. Marilah
kita letakkan agama pada porsi yang semestinya. Marilah kita berhenti
untuk melakukan politisasi agama.

Sesion
Tanya jawab pukul 11.15 – 12.30 WIB

Sesion
pertama (30 menit)

Bapak
sugiharto (Universitas Islam Brawijaya)

Majapahit
tidak pernah bisa berdiri tanpa pendidikan. Oleh karena itu saya
mohon dukungan bapak Anand Krishna untuk mendukung dibukanya
Universitas Islam Brawijaya, Saya sudah mengajukan permohonan dan
selama ini selalu ditolak. Dan kami sudah mempunyai mahasiswa
sebanyak 350 orang. Terima kasih.

Bapak
Djati Kusumo (budayawan dari Malang)


*
beberapa tahun yang lalu saat kami datang ke Trowulan ini kami hanya
bisa meneteskan air mata. Saat itu tahun 95 saat kami berkunjung ke
Trowulan ada seorang anak kecil yang menuliskan sesuatu bagi kami.
Bunyinya sebagai berikut Nak Kamu jangan bersedih Majapahit kedua
akan berdiri. Dan kemegahannya akan melebihi Majapahit pertama.

*
Tahun 1945 bung Karno dipanggil ke Vietnam oleh Panglima Perang Asia
Timur Noruichi. Noruichi berkata pada Bung Karno, “ Tuan, Tuan
menyatakan kemerdekaan Indonesia, saya mau tanya wilayah Indonesia
itu di mana.” (saat itu wilayah Indonesia baru Jawa dan sebagian
besar Pasundan karena bagian lain masih dikuasai Belanda) Jawab Bung
Karno Wilayah Indonesia adalah bekas Wilayah Majapahit.

*
leluhur kita yang terahkir kali terbang adalah Empu Bharada, saat
itu beliau dicatat dalam sebuah sebuah kitab sastra Gathotkaca Sraya,
Empu Bharada menguasai satu teknologi yang bisa melebur logam dan
memblendernya dengan besi, dan saat itu sudah menemukan sumber energi
plutonium, lebih ramah lingkungan dibandingkan teknologi nuklir saat
ini.

*
saat ini kami melakukan korespondensi (surat-menyurat) dengan
seorang Rabbi Yahudi, dan beliau mengungkapkan bahwa saat Negara
Indonesia bangkit maka tidak satu bangsa pun di dunia yang bisa
menandingi keagungan dan kemegahannya. Dan tandanya adalah bila Ilmu
pengetahuan yang diajarkan ditopang dengan Maya (spiritualitas)

*
pertanyaan kami adalah kita mulai dari mana Kebangkitan Indonesia ini
?

Popy
Dharsono


baru-baru
ini saya berkunjung ke Bali. Saya sangat terkesan dengan budaya yang
ada di Bali, bagaimana masyarakat bali masih melestarikan budaya yang
ada. Saat Indonesia dilanda krisis tahun 1998 hanya bali yang tidak
terkena dampaknya. Nampaknya karena Bali melestarikan budayanya,
masyarakatnya hidup selaras dengan alam, maka alam juga memberikan
kesejahteraan pada masyarakatnya.

Jawaban

Bapak
Anand Krishna

untuk
penanya pertama Bapak Sugiharto yang menginginkan dukungan terhadap
Universitas Islam Brawijaya, maaf Bapak saya tidak bisa membantu hal
itu di luar kewenangan saya. Yang bisa kami lakukan hal ini akan
kami titipkan pada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Bapak
Djero Wacik.


Tapi
saya ada usul untuk Bapak Sugiharto, bagaimana kalau judulnya diganti
dari Universitas Islam Brawijaya menjadi Universitas Islam, Katholik,
Kristen, Hindu, Buddha, Khonghucu Brawijaya. Atau kalau mau yang
lebih pendek Universitas Nasional Brawijaya.

Untuk
penanya kedua Bapak Dharmokusumo, jawabannya dalam pakaian yang
bapak kenakan (saat itu Pak Dharmo menggunakan peci dengan emblem
merah putih, berbudaya pakaian daerah bali) Saya yakin Bapak
Dharmokusumo sudah tahu jawabnya, beliau hanya memancing saya. Ha Ha
Ha.


*
Indonesia harus mulai menghargai budayanya, Kita mau meniru orang
arab bagaimanapun kita tidak akan bisa menikah dengan orang arab.
Perempuan kita bisa menikah dengan orang arab, tapi jangan harap
laki-laki kita bisa menikah dengan wanita arab, meskipun kita sama
islamnya.

Begitu
juga dengan orang India, meskipun sudah ratusan tahun hidup di India
dalam pernikahan masih juga mencari orang keturunan India. Hanya di
Indonesia, seorang Sunda bisa menikah dengan orang Bali. Orang jawa
menikah dengan orang Batak. Budaya Indonesia adalah sebuah orkestra,
saya bisa pinjam gitar dari orang barat tapi saya tidak bisa
melupakan gamelan saya. Saya bisa pinjam gendang dari India tapi saya
tidak bisa meninggalkan kecapi dan suling saya.

*
Keberagaman adalah warna dasar kita, dan untuk itu dibutuhkan
sesuatu yang dapat merekatkan kita semua dan itu adalah Pancasila.
Darah campuran yang kita warisi membuat kita menjadi kuat. Ada tesis,
anti tesa dan sintesis, lalu sintesis menjadi tesis lagi. Ketika
Kristen lahir maka semua agama kuno dimusnahkan termasuk agama
yahudfi, yunani dan romawi. Begitu juga ketika Islam masuk spanyol
maka semua gereja dihancurkan. Hanya di Indonesia kita bisa melihat
Buddha dipatungkan bersama Syiwa. Ada keserasian yang luar biasa di
Indonesia ada harmoni antara pikiran dengan rasa.

Untuk
penanya ketiga : Ibu Popy Dharsono

memang
saya merasakan budaya di Bali masih hidup. Tapi ada sesuatu yang saya
rasakan Bali mulai menuju sesuatu yang mengkhawatirkan. Masyarakat
Bali sudah mulai memuja materi.

Sesion
kedua (30 menit)

Penanya
pertama : I Gusti Ngurah Rai


*
nama saya sudah menunjukkan asal saya hampir selama ¾ umur
saya habiskan di luar bali, baru ¼ umur terahkir saya saya
mendiami bali kembali. Saya merasakan wajah budaya bali sudah mulai
bopeng, dulu waktu saya masih kecil pintu-pintu rumah bali tidak
pernah dikunci, sekarang hampir semua pintu dikunci. Dulu di Bali
saya mandi telanjang bersama lawan jenis tidak ada masalah, tidak
pernah terdengar adanya perkosaan, sekarang perkosaan di mana, sering
ada terjadi perampokan di mana-mana.

*
Pertanyaan saya apakah Bali sekarang sudah modern atau masih
tradisional ?

Penanya
kedua : Supriyadi


saya
termasuk dalam Lembaga Desa Wisata Gadjah Mada. Selama ini saya
berusaha untuk mengapresiasi budaya leluhu. Dan dalam web site kami
sudah mulai meng up load budaya Majapahit. Hal ini sudah kami lakukan
selama 2 tahun. Saya seorang Islam dan saya seorang yang moderat.
Saya siap untuk menerima apa yang baik dari sumber lain. Pemikiran
moderat inilah yang menurut saya perlu untuk dikembangkan. Dengan
meneladani Gus Dur Dan Emha Ainun Nadjib.

Penanya
ketiga : Agus

*
saya membaca tentang Syeh siti jenar yang dimusuhi, saya mendapatkan
kesan jadilah orang islam 100 % dan orang Jawa 100 %, saya membaca
Romo Mangun dan beliau mengatakan jadilah orang katholik 100 % dan
orang Indonesia 100 % . menurut saya apabila budaya kita jadikan
penopang, budaya sebagai landasan maka agama bisa kita jadikan atap
hidup kita. Maka hidup kita akan menjadi berkat.

*
Pertanyaan saya selama ini budaya kita hilang ke mana, jati diri kita
hilang ke mana ?

Jawaban

Pembicara
pertama : KPA Sumadi Kertonegoro

kita
harus mengembangkan budaya kecerdasan. Banyak khasanah budaya kita
yang hilang dan tidak lagi dipahami, dari khasanah itu hilang pula
teknologi yang kita punyai di waktu lampau. Ada lima konsep
pengembangan diri manusia yang saya pelajari dari Gadjah Mada. Hal
ini saya rumuskan sebagai berikut :

*
Setiap hari kita melakukan olah jiwa, olah pikiran, olah rasa, olah
raga secara teratur,

*
Dengan melakukan hal ini akan muncul kecerdasan intuisi dalam diri
kita.

Menggunakan
kecerdasan intusinya kita akan menggali potensi individu secara
holistik.

Hal
ini akan membuat sebuah sinergi bagi individu tersebut dan
melahirkan pemahaman terhadap masalah yang dihadapi dan menemukan
pemecahannya

Pembicara
kedua : Bapak Anand Krishna

Untuk
penanya pertama : Bapak Ngurah Rai


*
Saya juga merasakan sisi lain dari Bali yang mulai Konsumerisme,
lambat laun setahap demi setahap gelombang konsumerisme ini menjadi
besar. Contohnya adalah mega proyek di Legian, apabila hal ini
dibiarkan maka akan melahirkan kerusakan yang besar bagi masyarakat
Bali.

*
Pengembang Di Legian Bali sudah mempunyai kasus dengan masyarakat
Sidoarjo dan masyarakat Bali tidak menjatuhkan sanksi sosial bagi
pengembang tersebut. Bahakan bupatinya juga mendukung mega proyek di
Legian tersebut. Masyarakat Bali tidak punya kesetiakawanan sosial
dengan masalah yang menimpa masyarakat Sidoarjo. Lihat saja
Pembangunan belum dimulai sudah sering terjadi angin ribut di Kuta,
dan apabila ini dibiarkan maka kuta akan ditutup dan ini akan
berdampak pada image Bali di Mata Internasional.

*
Pembangunan di Bali adalah pembangunan yang minimalis. Di barat
pembangunannya adalah minimalis karena di sana harga barang-barang
mahal. Bali tidak boleh membangun secara minimalis, untuk apa Bali
mengimnpor barang-barang dari Barat, budaya dari barat yang
menyebabkan rakyatnya kehilangan pekerjaan.

Untuk
penanya kedua : Supriyadi


*
Saya mendukung gerakan sadar wisata yang anda lakukan. Dan karena
saya menghargai anda saya akan melakukan apa pun untuk membantu anda.

*
ada hal yang perlu anda ingat tentang kata moderat. Anda perlu
membaca buku The End of Faith karya Saint Harris.
Semoderat-moderatny a orang dia akan tetap merasa bahwa agamanya
paling unggul. Dia akan kembali pada jargon agamanya. Bila kita
bertemu dengan masyarakat luas maka landasan kita adalah kebangsaan,
kita tidak perlu bicara soal agama dengan masyarakat.

*
Budaya bukanlah sebuah doktrin. Budaya tidak bisa diajarkan sebagai
sebuah doktrin. Pancasila tidak bisa bahan Indoktrinasi, seperti yang
dilakukan oleh Bung Karno. Pancasila juga tidak bisa dijadikan bahan
penataran P 4 seperti yang dilakukan oleh Soeharto. Pancasila
haruslah mewarnai setiap budaya kita, mewarnai setiap tingkah laku
kita. Pancasila kita jadikan tolok ukur terhadap semua pengaruh dari
luar. Apabila sesuai dengan Pancasila kita terima dan apabila tidak
sesuai dengan Pancasila kita tolak.

Untuk
penanya ketiga : bapak Agus

*
Saya sudah 3 atau 4 kali ke Trowulan. Getaran-getaran yang saya
terima setiap kali saya berkunjung ke trowulan adalah getaran anak
yang murtad, anak yang berkhianat pada bapaknya, Raden Patah. Saat
itu trowulan adalah sebuah ibu kota yang makmur, Trowulan menjadi
makmur karena ekspor rempah-rempah ke luar negeri. Trowulan mempunyai
tabungan-tabungan di luar negeri.

*
Ketika Trowulan dijarah maka sebetulnya motifnya adalah murni
ekonomi. Raden Patah menjadi korban konspirasi internasional.
Trowulan dijarah bukan untuk menghancurkan patung-patung dan
candi-candinya tapi untuk mencari Promisary Note (catatan tabungan
Trowulan di luar negeri) yang sampai sekarang masih berlaku. VOC
sampai sekarang masih berdiri, kantornya masih ada di Inggris,
meskipun hanya sebesar Ruko. Tapi uang VOC masih berputar dan uangnya
masih ditanamkan ke Bank-bank yang sampai sekarang masih beroperasi.
Saudara-saudara sampai sekarang masih ada konspirasi Internasional
yang ingin menguasai negara kita.

Trowulan,
21 Februari 2008
-adrian kristanto-




AGUNGP

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 207
  • Reputation: 10
    • Email
1)sebetulnya siapa ? 2)Dan apa yang bisa kita banggakan sebagai orang
Indonesia ?3) Mengapa orang Indonesia tidak bisa bangga sebagai Bangsa
Indonesia ?4) Hal ini bisa dijawab dengan kembali pada jati diri bangsa
dan kita bisa belajar banyak dari dinasti Majapahit dan apa yang
membuat mereka bertahan 4-5 abad.
1) WNI dan bayi yg lahir di Indonesianya.
2)Negara yg subur makmur, negara ibu dan kakek saya, yg diperjuangkan dgn mati-matian.
3)karena kita pernah dijajah dan mungkin secara terselubung masih, dan karena negara di cap 3 besar negara terkorupsi oleh media yg tidak bertanggung jawab.
4)atau kita perlu belajar dari pemerintahan Bpk presiden Soeharto selama 32 th,bagaimana kesalahan2 yg dia buat dan kita tidak melakukannya lagi.mungkin bukan lama tidaknya berkuasa tetapi sejahtera tidak rakyatnya.

Sosro_Birowo

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 336
  • Reputation: 34
  • The best of us is never enough but God's love
    • Email
Jadi,
apa yang bisa kita pelajari dari majapahit, untuk kelestarian pencak silat kita:

--apakah menghargai keberagaman?
--apakah mengembangkan budaya?

Mmm gimana ya caranya?

Ayo Bang Rasyid dilanjut..
kita lagi butuh pencerahan neh.. :)

tabik,
S Birowo
Menguasai Kekuatan/kesaktian adalah untuk belajar rendah hati dan sadar akan adanya Kekuatan MahaTertinggi yaitu Sang Cahaya Kasih Sejati.

Jali Jengki

  • Moderator
  • Pendekar Muda
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 828
  • Reputation: 43
  • Love Pencak Silat, Proud to be Indonesian
Salam,...

Maaf mas Agung, tidak bijak rasanya selalu menyalahkan masa lalu. Lebih baik kita menatap masa depan dengan menatap masa lalu lewat kaca spion saja buat dijadikan pelajaran... ;D

Lagian yang dijajah kan bapak/ibu, kakek/nenek kita...bukan kita lho...jadi dijajah Belanda buat kita generasi muda bukan satu alasan,apalgi jadi kambing hitam..... ;D
Sekarang kewajiban kita untuk membangun supaya tidak dijajah lagi, baik terselubung maupun terang2an.

Salam,...Jali
« Last Edit: 27/02/2008 11:29 by Jalatunda »
Kullu Nafsin Zaaiqatul MAUT

ochid aj

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 47
  • -Receive: 33
  • Posts: 1.430
  • Reputation: 81
    • dunia silat
@bang Ian,
pengetahuan saya tentang hal ini masih sangat cetek, artikel di atas menurut saya cukup menarik untuk bahan diskusi. di forum ini kan banyak ahli sejarah dan spiritual, nah justru saya pengen dapet sedikit pencerahan dari para ahlinya.

kejayaan majapahit masa lalu bisa dijadikan pemicu semangat, kehancurannya juga bisa dijadikan pelajaran untuk bangsa kita ke depannya. :)

salam

Jali Jengki

  • Moderator
  • Pendekar Muda
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 828
  • Reputation: 43
  • Love Pencak Silat, Proud to be Indonesian
@bang Ian,
pengetahuan saya tentang hal ini masih sangat cetek, artikel di atas menurut saya cukup menarik untuk bahan diskusi. di forum ini kan banyak ahli sejarah dan spiritual, nah justru saya pengen dapet sedikit pencerahan dari para ahlinya.

kejayaan majapahit masa lalu bisa dijadikan pemicu semangat, kehancurannya juga bisa dijadikan pelajaran untuk bangsa kita ke depannya. :)

salam

Ini yang saya suka dari seorang Bang Rasyid...HUMBLE...padahal banyak yg bisa kita dapat dari beliau ini...paling tidak sedekahnya sebagai juragan.. =)))

Betul Bang Rasyid, banyak yang bisa dijadikan pelajaran dari masa lalu, baik positif maupun negatifnya...termasuk Majapahit. Meskipun sejarahnya masih berputar pada teori kemungkinan.

Pada saat ini (generasi muda) saya rasakan ada yang "missing link" dengan generasi terdahulu. Yaitu moral....saya tidak tahu pasti apa penyebabnya, bisa jadi majemuk...Moral, menurut saya adalah landasan pada jati diri suatu bangsa yang menentukan menjadi sebuah bangsa yang bermartabat dan berkarakter.

Tanpa maksud menyalahkan siapa2, saya sangat menyesalkan dihilangkannya pelajaran "Budi Pekerti" pada pendidikan dasar kita saat ini.


Kalau saya dalam hal ini masih berbicara pada seputar teori kemungkinan, mumpung di forum ini bisa "Sharing & Learning"...;D

Lanjuut,....Jali... [top]


« Last Edit: 27/02/2008 12:13 by Jalatunda »
Kullu Nafsin Zaaiqatul MAUT

ochid aj

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 47
  • -Receive: 33
  • Posts: 1.430
  • Reputation: 81
    • dunia silat
wakakakak...bang jali bisa aja ente...
kapan nih bagi2 elmu terawangannya, biar ga silou aja nih mata.

Dolly Maylissa

  • Moderator
  • Calon Pendekar
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 7
  • -Receive: 12
  • Posts: 515
  • Reputation: 49
  • silat itu ya salaman bukan gebuk2an,,,
    • d01ly's blog
    • Email
Seperti kt mas jalatunda,moral memang menjadi landasan jati diri bangsa,tapi muncul sebuah pertanyaan dibenak saya, moral seperti apa yg sekarang ini bs dijadikan contoh sebagai landasan jati diri bangsa?

Sebetulny pelajaran budi pekerti gak sepenuhnya di hilangkan hanya porsinya saja yg agak dikurangin.jaman dulu yg  orang2nya masih nurut sama orang yg lebih mengerti atau yg lebih tua gak ada masalah mempelajari budi pekerti. Tapi anak sekarang yg merasa sudah hidup di zaman berbeda yaitu reformasi merasa tak terlalu penting mempelajari budi pekerti,toh orang lain aja cuek sama mereka kenapa mereka mesti merasa peduli pada mereka.
Hal ini juga bisa dikaitkan dng masa majapahit,zaman itu semua orang sangat mencintai pemimpinnya sehingga mereka selalu mematuhi aturan rajanya,sang penguasa majapahit dulu juga bisa mengacuhkan keinginannya dan lebih mementingkan kesejahteraan rakyatnya. Apa mungkin sekarang bisa seperti itu?
Ada rencana bikin kebijakan baru, rakyat dah berduyun2 demo,padahal ujung2nya kalo mereka berpikir itu untuk kebaikan mereka juga. Cara berpikir rakyat dan penguasa mungkin berbeda. Penguasa mikirin masa 10 tahun lg rakyat mau makan apa, sedangkan rakyat cuma mikirin masalah paling jauh mikirin besok bisa makan ato enggak.
Yah namanya urusan perut susah diganggu gugat,contohnya masalah susu formula.

Loh kok jadi ngerembet kemana2? Au ah
baru belajar nulis

one

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 3
  • -Receive: 23
  • Posts: 839
  • Reputation: 65
saya masih agak bingung terhadap thread diatas, karena kalau kita tengok ke belakang cara pandang orang baheula/dulu berbeda dengan sekarang. "mempersatukan" yang dimaksud diatas mungkin akan berbeda jika ditinjau dari segi HAM sekarang. Karena Majapahit menganggap semua negara yang terhimpun olehnya adalah "taklukan" dan "jajahan"nya.

Jika tak ada "jajahan" lalu kenapa kerajaan Pajajaran tak mau bergabung? Ini menandakan terjadi penjajahan yang sebenarnya sangat bertentangan dengan prinsip manusia modern. Pada dasarnya tetap saja adanya penjajahan baik langsung maupun tidak. Karena Majapahit sendiri tak pernah (setahu saya) menganggap kerajaan lain itu berdiri sama tinggi duduk sama rendah dengannya.

jadi alangkah baiknya jika semangat persatuan suatu bangsa hendaknya ditinjau dari kesamaan prinsip dan kepentingan yang dihadapi bangsa itu saat itu bukan menengok terlalu jauuuuuuuuh kebelakang. Karena Masa depan itu bukan dibelakang kita tapi apa yang kita kerjakan saat ini menjadi pijakan yang akan datang

salam,

one
Baru Belajar Membaca

Dolly Maylissa

  • Moderator
  • Calon Pendekar
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 7
  • -Receive: 12
  • Posts: 515
  • Reputation: 49
  • silat itu ya salaman bukan gebuk2an,,,
    • d01ly's blog
    • Email
Maksud saya ditulisan yg lalu. Karena adanya perbedaan pola pikir dan keadaan antar masa lalu dan sekarang,maka sistem yg dulu pernah digunakan majapahit untuk membuat persatuan nusantara rasanya tidak tepat lagi digunakan sekarang. Tak akan banyak yg dipelajari dari masa lalu selain motivasi untuk jadi lebih baik.
baru belajar nulis

one

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 3
  • -Receive: 23
  • Posts: 839
  • Reputation: 65
.... Tak akan banyak yg dipelajari dari masa lalu selain motivasi untuk jadi lebih baik.

satuju kalo begitu mah [top]

salam,

one

Patih Gajahmada

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 1
  • -Receive: 1
  • Posts: 39
  • Reputation: 2
    • Email
Ikutan menyimak dulu ah...... Salam Kenal :)

Dolly Maylissa

  • Moderator
  • Calon Pendekar
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 7
  • -Receive: 12
  • Posts: 515
  • Reputation: 49
  • silat itu ya salaman bukan gebuk2an,,,
    • d01ly's blog
    • Email
Belajar
« Reply #13 on: 12/03/2009 07:55 »
Om patih gajahmada ayo dong dibabar pengalamannya selama menjabat sbg patih majapahit,,hehehehe
baru belajar nulis

pastorbonus

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 300
  • Reputation: 8
  • Tunggal Banyu Tunggal Ilmu
mba dolly kok lucu se.. suka godain sang patih gajah mada :-D

imho... sering sih baca-baca soal diatas terutama kl dikaitkan ma penemuan berdasar risetnya prof ario santos dr brasil,
yg menerbitkan buku "The Atlantis" yg mengatakan bahwa akhirnya benua atlantis yg terhilang tu telah ditemukan yaitu
kepulauan Nusantara ini yg dulunya masih menyatu jd satu pulau besar sampai ke indo china.

trus jg perkara penemuan berdasar riset soal tambang plutonium jaman batu dah ada dan bukti sejarah sisa2 perang
nuklir yg ditengarai terjadi pada masa bharatayuda.

mungkin benar mungkin tidak...tapi yg jelas menarik untuk menambah wawasan.
Pertapaan Tunggulwulung, di bawah kaki gunung Arjuna

 

Powered by EzPortal