+-

Video Silat


Silau Macan
Ensiklopedi Silat Indonesia
bandrong on action #2
Jambore Pencak Silat, Setia Hati performance - se
Maenpo Peupeuhan Adung rais
Pencak Malioboro Festival - pepedangan cimande
Copy tayang Pendekar eps 28, GOLOK SELIWA #3
peragaan singkat ibing Gan Didi oleh Mang Ita/Aki
Copy tayang Pendekar eps 28, GOLOK SELIWA #2

Shoutbox

20/10/2014 15:28 kunderemp: Ya.. om Taufan.. Tanggal 11 lalu saya masih di tengah hutan di Bakan.
04/10/2014 09:20 Taufan: Selamat hari raya Idul Adha 1435 H...
04/10/2014 08:12 Taufan: Kopdar Sahabat Silat 11 Oktober 2014... datang ya :-)
02/10/2014 20:30 Taufan: Temu kangen di FB :p
13/08/2014 03:06 Ekka_Xakra: Salam kenal para sahabat silat semua.
12/08/2014 17:56 Dwi_NGJ: Salam kenal para ksatria. Mohon ijin bergabung... :)
12/07/2014 16:49 one: Pada kemane nih buka puasanya ye?
View Shout History

Recent Topics

aliran silat seIndonesia by si wiwid
25/11/2014 22:13

Hoby Miara Jin by si wiwid
25/11/2014 22:11

BONGKOT, Maen Pukulan Betawi Timur by si wiwid
25/11/2014 22:06

[BUKUTAMU] by si wiwid
25/11/2014 21:36

Sejarah Xinyi Liuhe Quan Bag 2 by ifung
23/10/2014 18:28

(Ask) Timbangan di Jakarta by Fanani
20/10/2014 22:41

Serial Xinyi Liuhe Quan I by ifung
16/10/2014 20:02

Selayang Pandang Lu Style Xinyi Liuhe Quan by ifung
16/10/2014 20:00

One Day Workshop Seni Maen Pukulan Sabeni Tenabang by luri
16/10/2014 09:29

silat timbangan by ifung
14/10/2014 15:51

maenpo Cikalong by aki sija
07/10/2014 05:13

Parkour by Taufan
02/10/2014 21:28

SILAT BERDO'A SELAMAT by Taufan
02/10/2014 21:17

contack person guru silat suaeb yg di padepokan pencaksilat TMII by rohadi
17/08/2014 05:58

Silat Betawi di Bentera Budaya by luri
12/08/2014 11:01

SilatIndonesia.Com

Author Topic: Santet atau Teluh dan semacamnya dan cara melawannya  (Read 59368 times)

dsbasuki

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 11
  • -Receive: 24
  • Posts: 528
  • Reputation: 56
    • Who? Me?
  • Perguruan: Kelatnas Indonesia PERISAI DIRI
Salam Buat Semuanya,
Di utasan lain tentang ilmu kebal, Mas mpcrb menyinggung masalah santet dan cara beliau menanggulanginya. Memang benar, bahwa kita berlindung dari segala godaan syetan yang terkutuk dan Allah Yang Mahasuci yang melindungi kita. Namun, berdoa saja tanpa ikhtiar, juga tidak dianjurkan.

Di utasan ini, mari bahas tentang santet, tenung, teluh dan sejenisnya, dan bagaimana cara mengatasinya. Silakan diceritakan pengalaman pribadi, orang lain (diutamakan yang dikenal oleh pencerita) dan bagaimana kesudahannya.

Saya mulai dari diri saya sendiri, pengalaman pribadi waktu di Duri, Riau.
Suatu hari, saya makan di sebuah warung, dan siap menyeruput teh panas, tiba-tiba gelas yang saya pegang pecah dan ada beberapa potongan kecil ujung jarum berkarat. Alhamdulillah, Gusti Allah sayang sama saya, tumpahan teh panas pun tidak sampai mengenai saya. Yang ada, pemilik warung minta-minta maaf sama saya dan menggratiskan makanan yang saya makan. Saya menerima permintaan maafnya, tapi saya menolak untuk makan gratis.
Saya tidak tahu apa cerita di balik itu semua. Apakah karena pada waktu itu saya memakai topi "Perisai Diri" dan kemudian saya dicoba, atau karena hal lain, saya tidak tahu sampai sekarang. Yang jelas, saya baru pertama kali itu mencoba makan di warung itu dan tidak mau lagi makan di warung itu.

Tentu saja saya percaya Gusti Allah yang melindungi saya pada waktu itu. Amalan yang saya lakukan: baca pager kerohanian PD tiap selesai subuh dan maghrib. Pada saat makan di tempat asing, saya putar piring makan sekali putar berlawanan arah jarum jam sambil membaca basmallah sebelum suap pertama dan alhamdulillah pada saat menelan makanan pertama kali. Untuk minuman, diam-diam saya masukkan sedikit ibu jari kanan saya ke dalam minuman, menekuk lidah, dan mengucapkan basmallah disambung dengan "hasbiAllahu wa ni'mal wakiil, mbalik kabeh sing nggarai ala marang awakku saking kersaning Gusti Allah".

Sekedar berbagi cerita.

Salam...

Asoygeboy

  • Anggota
  • **
  • Thank You
  • -Given: 1
  • -Receive: 1
  • Posts: 17
  • Reputation: 1
  • Sahabat Silat
    • Email
Re: Santet atau Teluh dan semacamnya dan cara melawannya
« Reply #1 on: 06/03/2011 21:21 »
Salam,

Kebetulan beberapa tahun yg lalu, keluarga sy pernah dikirimkan santet oleh oknum yg tidak senang pd bapak sy.. Santetnya berupa kiriman mahluk2 halus yg ditempatkan di sudut2 rumah. Yang sy rasakan sangat menyiksa dan mengganggu karena hanya merasakan kehadiran namun "tak kuasa" untuk mengusir atau melawan sampai akhirnya ada "org pintar" yg dengan mudahnya mengambil "para mahluk halus" tsb hanya dengan kibasan tangan tanpa loncat2an seperti di Tipi.. Menurut om2 dan tante2 sekalian, yang dilakukan oleh "orang pintar" itu? Karena saking mudahnya sy smpai bingung dan tak percaya kl ybs sudah membersihkan rumah sy.. Tapi yg sy rasakan memang kehadiran grup mahluk halus itu sudah gak kerasa lagi..

Dari sisi ilmu pernapasan, kira2 metode yg tepat untuk menanggulangi hal demikian bagaimana ya?

Salam hangat,

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 758
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: Santet atau Teluh dan semacamnya dan cara melawannya
« Reply #2 on: 06/03/2011 23:16 »
Kalau dulu, waktu "dikerjain" oleh mantan tunangan istri, yang saya lakukan sebagai berikut (dengan ikhtiar ala Merpati Putih):

Duduk sila, menenangkan batin, pikiran, dan memusatkan pada Yang Maha Pemberi Kekuatan Sejati yakni Allah SWT. Berdoa dalam hati, NIAT dalam hati, meminta kekuatan dan keselamatan kepada Allah SWT. Setelah itu melakukan nafas Garuda Benteng 3x sebanyak 3 putaran.

Garuda benteng 1: Sambil menebarkan getaran pelindung lapisan pertama (tebal), sambil membaca Surat An Nas.
Garuda benteng 2: Sambil menebarkan getaran pelindung lapisan kedua (lebih tebal), sambil membaca surat Al Falaq.
Garuda benteng 3: Sambil menebarkan getaran pelindung lapisan ketiga (makin tebal), sambil membaca surat Al Ikhlas.

Kenapa 3 surat tersebut dan bukan ayat kursi? Pertama, sesuai hadits nabi Muhammad SAW bahwa 3 surat tersebut berguna untuk melindungi seorang hamba dari gangguan ghaib hal-hal yang akan mencelakakan. Tiga surat tersebut juga selalu saya baca sebelum tidur. Untuk jaga-jaga. Toh simple, tidak memberatkan, hanya perlu niat yang kuat untuk membacanya saja sebelum tidur. Kedua, bisa saja membaca ayat kursi, tetapi kalau dibarengi dengan melakukan nafas garuda benteng, nafas saya tidak kuat :) Kepanjangan. Selalu tidak selesai membaca ayat kursinya kalau digabung dengan garuda benteng. Kalau sambil membaca An Nas, Al Falaq, dan Al Ikhlas, nafas masih cukup. Bisa juga ayat kursi dibagi 3. Pernah saya lakukan seperti itu pada suatu kondisi.

Sebenarnya, dengan garuda benteng saja (insya Allah) sudah lebih dari cukup. Tetapi sebagai muslim, tidak ada salahnya untuk memperkuat keyakinan dan sebagai bentuk mengamalkan ajaran, saya sisipkan dengan pembacaan ketiga surat tersebut. Hasilnya jadi lebih maksimal.

Demikian sekedar sharing pribadi yang semoga ada manfaatnya.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

f4iz

  • Guest
Re: Santet atau Teluh dan semacamnya dan cara melawannya
« Reply #3 on: 07/03/2011 09:43 »
Salam Rekans,
Dulu saya inget pernah baca ditempo ato surat kabar lain *lupa udah lama* ada yg membuat alat penangkal Santet. Menurut penelitian Santet itu berbentuk Energi ato Getaran Frekuensi. Jadi bisa dinetralisir, diacak, atau dibealikin getarannya. Saya coba cari-2x lagi artikelnya nemu ini dari Detik thn 2008. Kalau menurut rekan-2x apakah alat-2x spt. ini bisa bekerja seperti apa yg dijelaskan dalam artikel ini ?
Wasalam,
----------
Artikel dari Detik:
Cara Ilmiah Tangkal Santet
Jakarta - Pendulum di tangan Sabdono Surohadikusumo terlihat bergerak maju mundur. Tapi ketika pria paruh baya ini memberi pertanyaan, pendulum atau dalam bahasa ilmiahnya disebut Radiesthesia itu bergerak secara berputar. Arti perputaran pendulum itu berupa jawaban.

Bila ia berputar ke kiri berarti "tidak" kalau putarannya ke kanan "ya". Begitu pun waktu ia menanyakan apakah SMS misterius yang marak belakangan merupakan santet atau bukan, penndulum di tangan Sabdono berputar ke kiri yang berarti bukan.

Sabdono mengaku, sejak beredarnya isu santet melalui SMS, ia dan beberapa anggota Metafisika Study Club (MSC)langsung mengadakan penelitian. Dari penelitiannya menyebutkan, kalau SMS itu hanya pekerjaan orang iseng, bukan pekerjaan dukun santet yang ramai disebut masyarakat. "Kami sudah melakukan penelitian dan itu ternyata bukan santet. Jadi masyarakat tidak perlu resah," kata Ketua sekaligus pendiri (MSC) kepada detikcom.

Keresahan masyarakat terhadap santet memang bukan isapan jempol belaka. Sebab kepercayaan terhadap ilmu hitam ini sudah ada sejak dahulu di masyarakat Indonesia. Bahkan  Prof. Dr. Tb. Ronny Nitibaskara, mengatakan kalau santet termasuk ilmu tenung atau ilmu sihir  itu sudah ada sejak zaman Nabi Musa.

Santet kemudian dianggap sebagai kejahatan, imbuh Nitibaskara, karena tujuan penggunaannya. Kejahatan metafisis ini dikirim oleh pelakunya dalam bentuk apa pun. Mulai dari benda mati seperti tanah, paku, besi berkarat, jarum bahkan juga binatang-binatang kecil yang berbahaya.

Di Indonesia,  cara pengiriman santet yang lazim digunakan melalui perantara boneka kemudian menusuk boneka dengan jarum, atau menggunakan media foto yang kemudian dibakar. Bisa juga dengan menggunakan benda-benda yang digunakan orang yang hendak dikirimi santet seperti pakaian, rambut dan sebagainya.

Menurut Sabdono, meski menggunakan beragam cara pengiriman, sasaran yang menjadi targetnya harus jelas. Sebab pengiriman santet melalui bantuan jin atau makhluk halus. "Kalau tidak fokus sasarannya, santet tidak efektif," jelasnya. Meski masuk dalam area gaib, imbuh Sabdono,  ilmu hitam ini bisa ditelusuri atau ditangkal secara ilmiah atau kasat mata.

Permadi, seorang paranormal yang juga anggota DPR mengungkapkan,  santet sebenarnya bisa dijelaskan dengan teori bahwa benda dengan molekul padat seperti paku atau berbagai hal lain bisa diubah menjadi bentuk energi yang tidak kelihatan  untuk kemudian diubah lagi menjadi benda padat setelah terkirim atau sampai pada seseorang yang dituju.

Karena bisa ditelaah secara ilmiah, bebarapa ahli metafisis kemudian membuat alat penangkalnya. Misalnya netralisator yang diciptakan Romo Lukman. Alat yang berbentuk kumparan tembaga ini  menggunakan teori mekanika gelombang elektrostatistika. Sehingga gelombang energi santet bisa tertangkal oleh  gelombang energi yang bersifat destruktif.

Dasar penciptaan alat ini lantaran Lukman melihat proses penyantetan bukanlah sesuatu yang gelap dan mistis. Sebab katanya, manusia punya potensi mengubah materi menjadi energi. Dengan kemampuan tertentu pula energi itu dikirimkan ke tubuh korban lewat proses elektrodinamika. Karena pada dasarnya tubuh manusia mengandung muatan-muatan listrik, korban akan tidak kuat menahan kiriman energi yang mengenai tubuhnya.

Netralisator yang dibuat Lukman terbuat dari  tembaga berukuran panjang 7 cm, tebal 2 cm, berwujud kumparan dengan berbagai bentuk dan memiliki daya elektrostatiska untuk menyerap dan menetralkan energi yang berlebihan. Lukman mulai menciptakan alat itu sejak tahun 1976.

Alat penangkal santet juga dibuat Bambang Gumuno Sastrowerdoyo. Alat elektronik yang mengandalkan hukum C Coulomb tersebut ia namakan Klasindo Exorcist. Rangkaian komponen elektronik itu dimasukan ke dalam sebuah kotak yang bisa dialiri listrik.

Dosen Fakultas Tekhnik Universitas Atmajaya, Yogyakarta ini menjelaskan, Klasindo Exorcist bisa menjangkau gelombang delta yang bermuatan negative yang tidak tampak oleh mata. Sebab menurutnya, batas pandangan mata manusia hanya mampu menjangkau panjang gelombang 0,4 mikrometer hingga 0,7 mikrometer. Di luar itu sudah tidak tampak lagi sekalipun menggunakan kaca pembesar.

Padahal di luar batas penglihatan mata, kata Bambang, ada energi negatif yang berasal dari mahluk sebangsa jin. Ketika energi negatif itu mendekat kepada manusia tentu akan menimbulkan gangguan. "Dengan Klasindo Exorcist energi itu akan terusir atau musnah dengan sendirinya," imbuh Bambang saat dihubungi detikcom. Alat ini, diakui Bambang, sudah diseminarkan di hadapan para dosen KU UGM, para dokter RSJ di Solo dan para pejabat di Provinsi NTT, 2003 silam.

Sedangkan pada pertengahan 1990-an, Rizca Natasuwarna, alumnus Institut Teknologi Bandung juga  pernah mengembangkan teknologi generator energi positif (GEPP). Alat ciptaannya ini dikabarkan mampu menangkal santet. Cara kerja GEPP ini sangat sederhana, yaitu menyerap energi negatif yang ada di sekitar generator yang menghasilkan energi prana positif dari dalam bejana yang sudah dikemas dalam bentuk Piramida (untuk penangkal 200 meter persegi), dan bentuk silinder (untuk menangkal jarak 5 meter). Energi prana positif tersebut dihasilkan dari kumparan yang sudah dibentuk sedemikian rupa yang mengolah 4 unsur alam. Alat yang disebut-sebut bisa menangkap energi negatif ini juga pernah diujicobakan di Bandung. Untuk membuktikannya, Rizca menggunakan dua pohon pisang. Yang satu dipasang alat GEPP yang satunya lagi tidak. Kemudian seorang dukun ahli santet dari Garut dipanggil untuk menyantet dua pohon pisang itu. Hasilnya, pohon pisang yang dipasangi GEPP tetap segar. Sedangkan pohon yang tidak dipasangi GEPP langsung mati mengering.

Namun kemampuan GEPP ini tak bertahan lama, karena baterai di dalamnya tidak tahan mengeluarkan energinya sepanjang waktu, sehingga alat ini harus diisi ulang  setelah 6 bulan. Selain itu, harganya juga tidak murah, untuk satu GEPP piramida dibandrol Rp 2 juta, sedangkan GEPP silinder harganya Rp 200 ribu.

Walau sudah diujicoba baik di Bandung maupun di Bangkok, ciptaan Rizca hingga kini masih menjadi perdebatan soal keilmiahannya oleh para peneliti di almamaternya, ITB. Sayangnya, saat detikcom menghubungi Rizka, beberapa hari lalu, ia enggan menjawab pertanyaan seputar alat anti santet ciptaanya tersebut. "Maaf saya sekarang sudah bekerja di kantor swasta. Tidak enak nantinya," ujar Rezca singkat. (ddg/iy) (Deden Gunawan/)

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 758
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: Santet atau Teluh dan semacamnya dan cara melawannya
« Reply #4 on: 07/03/2011 10:47 »
Saya pernah membahas ini pada thread mengenai "Tenaga Dalam Buat Lawan Makhluk Ghoib", barangkali ada manfaatnya bisa dilihat disini:

http://sahabatsilat.com/forum/supranatural/tenaga-dalam-buat-lawan-makhluk-ghoib/

Saya kutip ucapan dari kang anolles sebagai berikut:

"jadikan sesuatu yang tabu jadi ilmu"

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

sukmo lelono

  • Anggota
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 18
  • Reputation: 2
Re: Santet atau Teluh dan semacamnya dan cara melawannya
« Reply #5 on: 07/03/2011 11:42 »
salam Hormat,

Kalo info yang pernah saya dapet dari bapak saya, tuk nolak santet, saya disuruh memasang kulitnya kerang laut dipaku diatas pintu (Versi Ilmu Jawa), versi lainnya disarankan untuk rajin membersihkan rumah dan halaman dalam arti yang sebenarnya,(nyapu dll).

Kalo versi perguruan silat, saya rasa masing2 mempunyai cara khusus, kalo di Perisai Diri seperti yang disampaikan Mas Don , ada pagar Kemoloekatan. dan ada ilmu lainnya untuk mengembalikan teluh yang dikirimkan.

salam

ogebang

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 28
  • Posts: 131
  • Reputation: 48
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: PPS Betako Merpati Putih
Re: Santet atau Teluh dan semacamnya dan cara melawannya
« Reply #6 on: 08/03/2011 09:02 »
Salam Silat...

Kalo udah aplikasi melawan ilmu2 Mistik..ujung2nya memang yg keluar keilmuan Spiritual/Getaran Ilahi/Kerohanian....
Tentunya setiap perguruan punya caranya masing2...tapi pada umumnya melalui perantaraan doa2 /mantera/ yg bersumber kpd Agama & kepercayaannya masing2... 
Jadi inget waktu jenguk Mertua yg dirawat di RS Pelni...sembari jalan menuju ruangan mertua..ketemu 2 orang Satpam yg lagi diskusi kegagalan mereka menyembuhkan rekannya yg kesurupan...
Intinya mereka  sudah " tembak " dgn Ayat Kursi tapi..malah Jin nya ikutan baca dan nantangin ayat mana lagi yg mo dibacakan...he...3x...
Saya pun tersenyum mendengar cerita tsb...
Moral of this Story...kalo kita tidak pernah "menajamkan" ayat kursi tsb dalam olah kerohanian kita sehari2....mana mungkin bisa di jadikan senjata sewaktu kita membutuhkannya...
Tentu saja doa2/mantera tsb harus di asah dulu dgn laku &  pola latihan dalam bentuk Olah Nafas , Olah Gerak maupun Olah Getarannya...bahkan " di beli " dulu dgn Puasa...baru lah bisa digunakan pada saat dibutuhkan...
Mudah2an para Satpam tsb dapat lebih menggali aplikasi suatu doa/mantera dalm  menjalankan tugas sehari2...

dsbasuki

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 11
  • -Receive: 24
  • Posts: 528
  • Reputation: 56
    • Who? Me?
  • Perguruan: Kelatnas Indonesia PERISAI DIRI
Re: Santet atau Teluh dan semacamnya dan cara melawannya
« Reply #7 on: 08/03/2011 09:32 »
Intinya mereka  sudah " tembak " dgn Ayat Kursi tapi..malah Jin nya ikutan baca dan nantangin ayat mana lagi yg mo dibacakan...he...3x...
Saya pun tersenyum mendengar cerita tsb...
Moral of this Story...kalo kita tidak pernah "menajamkan" ayat kursi tsb dalam olah kerohanian kita sehari2....mana mungkin bisa di jadikan senjata sewaktu kita membutuhkannya...
Tentu saja doa2/mantera tsb harus di asah dulu dgn laku &  pola latihan dalam bentuk Olah Nafas , Olah Gerak maupun Olah Getarannya...bahkan " di beli " dulu dgn Puasa...baru lah bisa digunakan pada saat dibutuhkan...

Salam...
Setuju Mas Ekky. Kalo cuma sekedar ngebacain ayat-ayat pelawan jin/setan/peri/prayangan saja seh, belum tentu mempan. Soalnya banyak juga jin yang lebih fasih baca ayat-ayat tersebut. Inti dari melawan makhluk halus itu adalah dari "Aku" yang dibalut oleh kemanusiaan kita. Mengasah doa dengan lelaku itu sebetulnya menggosok qalbu supaya sang "Aku" bisa terpancar. Makin bagus terpancarnya, makin kecil kemanusiaan (nas) kita, makin dekat kita ke-insan-an (insaan) kita. Sebagai seorang "insaan" ini, makanya malaikat pun disuruh sujud kepada Nabi Adam as.
Olah napas/batin/kerohanian dan lelaku (puasa, tirakat dan sebagainya) adalah usaha mendekatkan diri kembali kepada ke-insaan-an kita, menuju ke arah "insaan kamil" (manusia paripurna).
Orang yang lebih besar kadar "insaan"-nya dibanding kadar "nas"-nya inilah yang "ditakuti" makhluk halus. Inilah yang bisa mengusir makhluk halus dengan bacaan, doa atau bahkan sekedar perintah untuk pergi.

Sekedar sharing. Monggo disanggah atau dikoreksi kalau keliru.

Salam...

Sawer Wulung

  • Guest
Re: Santet atau Teluh dan semacamnya dan cara melawannya
« Reply #8 on: 08/03/2011 11:36 »
Ma'af saya agak kurang setuju kalau ayat Al Qur'an dianggap sebagai mantera atau harus dibeli dengan puasa atau olah gerak. Qur'an diturunkan sebagai hudan (pedoman atau peraturan), furqon (pembeda yang haq dan batil) dan syifa (obat). Kalau pernah ada  cerita sahabat yg ngobatin gigitan ular dengan al fatihah. Bukan fatihahnya yang nyembuhin, tapi doa sahabat yang diijabah. Fatihah sebagai tawasulnya. Begitu juga kasus kesurupan. Kejadian itu pernah dialamin paman saya. Beliau kesurupan jin muslim, dibacain yasin dengan harapan keluar jinnya, malah diketawain. Jinnya baca yasin dengan lebin fasih dan merdu, kita malah dikasih wejangan supaya hidup lebih baik dan dekat dengan Allah.
mudah2an ga OOT.
Maaf bukan menyanggah, hanya mengungkapkan apa yang dipahami. Contoh Umar bin Khotob, setan takut pada beliau karena keta'atan beliau pada Allah, karena ga ada ruang kosong dihati untuk takut pada selain kholiknya.

ngomong opo tho le...Le...

salam

Sawer Wulung

  • Guest
Re: Santet atau Teluh dan semacamnya dan cara melawannya
« Reply #9 on: 08/03/2011 18:32 »
Ga ada maksud ngejurusin ke arah yg sensitif ya, hanya berbagi. Saya yakin para senior lebih faham. Hehehe.  Monggo dilanjut diskusinya. Saya menyimak.

Salam
Tole SW.

dsbasuki

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 11
  • -Receive: 24
  • Posts: 528
  • Reputation: 56
    • Who? Me?
  • Perguruan: Kelatnas Indonesia PERISAI DIRI
Re: Santet atau Teluh dan semacamnya dan cara melawannya
« Reply #10 on: 08/03/2011 19:15 »
...dan syifa (obat). Kalau pernah ada  cerita sahabat yg ngobatin gigitan ular dengan al fatihah. Bukan fatihahnya yang nyembuhin, tapi doa sahabat yang diijabah. Fatihah sebagai tawasulnya. Begitu juga kasus kesurupan.
Salam Kang Sawer Wulung...
Lha... Sampeyan bilang sendiri bahwa Quran bisa jadi obat. Itu memang betul, dan saya setuju sekali. Termasuk juga obat untuk kesurupan. Tapi, khan ada syaratnya gimana bisa jadi obat? Betul, Gusti Allah yang mengijabah doa seseorang, tapi, kok ada doa yang diijabahnya langsung, ada yang (seolah-olah) tidak diijabah? Ada yang seketika diijabah, ada yang nanti-nanti diijabahnya? Mengapa? Kalau menurut pendapat saya, itu karena KUALITAS yang berdoa. Gimana sih doa bisa diijabah? Ada banyak buku yang bisa dibaca. Intinya: harus dekat dengan Gusti Allah. Gimana? Simpelnya: ya jadi insaan kamil. Makin dekat ke arah insaan kamil, makin "tahu" dengan diri kita sendiri, makin "dekat" dengan Gusti Allah.

...Beliau kesurupan jin muslim, dibacain yasin dengan harapan keluar jinnya, malah diketawain. Jinnya baca yasin dengan lebin fasih dan merdu, kita malah dikasih wejangan supaya hidup lebih baik dan dekat dengan Allah.

 :) Ini kan juga saya sudah bilang, kira-kira seperti ini:
Kalo cuma sekedar ngebacain ayat-ayat pelawan jin/setan/peri/prayangan saja seh, belum tentu mempan. Soalnya banyak juga jin yang lebih fasih baca ayat-ayat tersebut. Inti dari melawan makhluk halus itu adalah dari "Aku" yang dibalut oleh kemanusiaan kita. Mengasah doa dengan lelaku itu sebetulnya menggosok qalbu supaya sang "Aku" bisa terpancar. Makin bagus terpancarnya, makin kecil kemanusiaan (nas) kita, makin dekat kita ke-insan-an (insaan) kita. Sebagai seorang "insaan" ini, makanya malaikat pun disuruh sujud kepada Nabi Adam as.


Contoh Umar bin Khotob, setan takut pada beliau karena keta'atan beliau pada Allah, karena ga ada ruang kosong dihati untuk takut pada selain kholiknya.
Setuju sekali! Inilah salah satu contoh manusia yang telah mencapai taraf insaan kamil (manusia paripurna). Lha, kalo kita ngaku bahwa tiada tuhan selain Allah, tapi masih takut sama boss, apa bisa jadi insaan kamil? Kita bersyahadat, tapi yang kita tuhankan adalah uang dan materi. Apa bisa "Aku" kita terpancar? Para insaan kamil itu semua punya satu persamaan: mereka hidup di dunia, tetapi tidak terikat oleh dunia. Mengapa bisa demikian? Ya karena sudah cinta mati sama Gusti Allah, yang otomatis juga cinta kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Lha, makanya ga takut sama apa pun, termasuk iblis/jin/setan/peri/prayangan/gundul pringis/pocong, dll. yang justru para makhluk halus itu pun takut sama para insaan kamil dan malaikat tunduk hormat pada mereka.

Nah, pernyataan Mas Sawer Wulung:
Ma'af saya agak kurang setuju kalau ayat Al Qur'an dianggap sebagai mantera atau harus dibeli dengan puasa atau olah gerak.
Saya mengamini, KALAU memang demikian adanya. Tapi, (mungkin) yang dimaksud dengan Mas ogebang tentunya bukan demikian. Puasa (yang sunnah), itu kan suatu bentuk riyadah. Kalau puasa, apa sih yang afdal dilakukan? Baca Quran. Tapi apa cuma sekedar dibaca saja? Ya tentunya juga harus dimengerti, dihayati, kemudian diamalkan. Pengamalan Quran secara nyata pun bisa dianggap sebagai "olah gerak", karena menjadi orang yang santun, berbudi luhur, itu perlu gerak, atau dalam posting saya sebut "lelaku". Kalo diam saja, bertapa dong namanya...  :)

Maaf Kang Sawer Wulung, bukannya mau ngeyel, hanya mencoba memaparkan dari sisi yang lain. Intinya, saya setuju dengan pendapat Kang Sawer Wulung, dilihat dari cara pandang Kang Sawer Wulung.

Jabat erat...

hummdee6

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 3
  • -Receive: 23
  • Posts: 365
  • Reputation: 33
    • Email
Re: Santet atau Teluh dan semacamnya dan cara melawannya
« Reply #11 on: 08/03/2011 19:28 »
"jadikan sesuatu yang tabu jadi ilmu"
Setuju banget ..
Jd inget asal muasal ilmu statistik.. dari judi dadu.
Sekarang??? wahhhh semua bidang pasti pake statistik. Gak kebayang, andai penemunya orang muslim .. pahala yang mengalir ke dia sdh berapa banyak ya???

segala sesuatu yang terjadi di dunia ini hny merupakan Sunatullah.
Nahh tugas kita untuk mencari bgm sunatullah tersebut bekerja, kemudian kita coba usahakan untuk mengaturnya dan memanfaatkan untuk kepentingan alam semesta.

Sawer Wulung

  • Guest
Re: Santet atau Teluh dan semacamnya dan cara melawannya
« Reply #12 on: 08/03/2011 20:34 »
Hehehe, ternyata ilmu dan pemahaman saya yg belum nyampe.
 Monggo mas mas dilanjut. Saya menyimak. Banyak pencerahan disini. Ga nyesel gabung dimarih.

salam.

ogebang

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 28
  • Posts: 131
  • Reputation: 48
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: PPS Betako Merpati Putih
Re: Santet atau Teluh dan semacamnya dan cara melawannya
« Reply #13 on: 08/03/2011 20:53 »
@Sawer Wulung
Salam Silat....

Concerning Mantera...mungkin defenisinya sama dgn doa ya...tapi bagi yg beragama islam tidak elok menyebut Doa sbg mantera..karena Mantera itu lebih lazim di pakai di Kalangan Pendekar Kerohanian yg menekuni Kejawen , Hindu atau Buddha.Keilmuan dari Al Qur'an sendiri tidak ada batasannya seperti ungkapan andaikan batang kayu dijadikan pena dan lautan sbg tinta..maka tetap saja keilmuan Al Qur'an tidak ada habis2nya..  Maaf..mungkin kosa kata yg tepat itu bukan " dibeli " ya...tapi " di syariatin " atau " diamalkan "......
Biasanya para Pendekar yg telah menekuni jalan Kerohanian..mereka " mengamalkan" beberapa doa yg disyariatin dgn melakukan  minimal Puasa 3 hari.Maksud nya apa..?? ya..itu tadi..untuk mempercepat proses di ijabahnya doa mereka.Bukankah doa orang yg berpuasa lebih " tembus "ke langit..??
Guru Besar saya..Mas Poeng dalam babaran Kerohaniannya pernah menyatakan..Latihan Olah nafas sambil berpuasa sejatinya merupakan jalan utk dapat menemukan " Jejak kaki Gusti Alloh " ( Tolong jgn di maknai secara letterlek ).
Concerning Olah Gerak...kembali lagi hampir tidak ada batasannya..tidak selalu harus dimaknai dgn gerak silat...bisa sambil duduk sila...tiduran...berdiri...ngobrol...nonton TV..berjalan kaki..dsb...
Kendala utama dari para Pendekar utk memasuki keilmuan Kerohanian adalah mencopot ego pribadi bahwa dirinya adalah orang Sakti...Bagaimana mungkin kita berani2 ngaku Sakti sedangkan kita sedang berhadapan dgn Yang Maha Sakti...??   
Terlalu melebar kali ya..dari Thread ini..?? he..3x...maaf...

Sawer Wulung

  • Guest
Re: Santet atau Teluh dan semacamnya dan cara melawannya
« Reply #14 on: 08/03/2011 21:14 »
Kembali ke masalah santet nih, apa bener bambu kuning bisa nangkal santet. Bawang putih juga. Hehehe, denger cerita orang sih. Kalo kristal piramid gimana? Katanya bisa buat ningkatin energi.

 

Powered by EzPortal