+-

Video Silat


ICE 2009, golok seliwa performance by bang husein
Krida Yudha Sinalika - Performance Silat di acara
Sabung bebas POPSI Bhayu Manunggal
Sabung Bebas POPSI Bhayu Manunggal
Tjimande Tarikolot Kebon Djeruk Hilir
bandrong on action
Harimau pasaman pencak silat style
anak jalanan
Pencak Malioboro Festival - Ulin Sera (Mang Utay)

Shoutbox

20/10/2014 15:28 kunderemp: Ya.. om Taufan.. Tanggal 11 lalu saya masih di tengah hutan di Bakan.
04/10/2014 09:20 Taufan: Selamat hari raya Idul Adha 1435 H...
04/10/2014 08:12 Taufan: Kopdar Sahabat Silat 11 Oktober 2014... datang ya :-)
02/10/2014 20:30 Taufan: Temu kangen di FB :p
13/08/2014 03:06 Ekka_Xakra: Salam kenal para sahabat silat semua.
12/08/2014 17:56 Dwi_NGJ: Salam kenal para ksatria. Mohon ijin bergabung... :)
12/07/2014 16:49 one: Pada kemane nih buka puasanya ye?
View Shout History

Recent Topics

Sejarah Xinyi Liuhe Quan Bag 2 by ifung
23/10/2014 18:28

aliran silat seIndonesia by Zebud
23/10/2014 17:09

(Ask) Timbangan di Jakarta by Fanani
20/10/2014 22:41

Serial Xinyi Liuhe Quan I by ifung
16/10/2014 20:02

Selayang Pandang Lu Style Xinyi Liuhe Quan by ifung
16/10/2014 20:00

One Day Workshop Seni Maen Pukulan Sabeni Tenabang by luri
16/10/2014 09:29

silat timbangan by ifung
14/10/2014 15:51

maenpo Cikalong by aki sija
07/10/2014 05:13

Parkour by Taufan
02/10/2014 21:28

SILAT BERDO'A SELAMAT by Taufan
02/10/2014 21:17

[BUKUTAMU] by Taufan
02/10/2014 21:01

Hoby Miara Jin by gumuruh
03/09/2014 14:01

contack person guru silat suaeb yg di padepokan pencaksilat TMII by rohadi
17/08/2014 05:58

Silat Betawi di Bentera Budaya by luri
12/08/2014 11:01

PABUCI (PANCERBUMI CIKALONG/PASAR BARU CIANJUR) by aki sija
26/07/2014 06:36

SilatIndonesia.Com

Author Topic: REIKI  (Read 28882 times)

Sosro_Birowo

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 336
  • Reputation: 34
  • The best of us is never enough but God's love
    • Email
REIKI
« on: 01/02/2008 10:36 »
Sahabat Silat,

Supaya gak nyampur dengan thread sebelumnya,
dibuat aja thread khusus soal Reiki..mungkin bisa dikaitkan juga dengan kundalini, penyembuhan dan lain-lain ..

Salam
S Birowo
Menguasai Kekuatan/kesaktian adalah untuk belajar rendah hati dan sadar akan adanya Kekuatan MahaTertinggi yaitu Sang Cahaya Kasih Sejati.

sedyaleksana

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 17
  • -Receive: 6
  • Posts: 417
  • Reputation: 42
    • PD Germany & Swiss
  • Perguruan: Perisai Diri
Re: REIKI
« Reply #1 on: 01/02/2008 11:01 »
Ikutan duduk manis sambil ngopi,
menyimak dan menuntut ilmu,
dari sahabat2 silat yg lainnya

Salam
Chandrasa

Sosro_Birowo

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 336
  • Reputation: 34
  • The best of us is never enough but God's love
    • Email
Re: REIKI
« Reply #2 on: 01/02/2008 11:51 »
Sahabat silat,

banyak tradisi dalam reiki, yang mungkin saja tadinya berasal dari Usui atau dari Tibet.
 
Berikut pandangan reiki dari Irmansyah Effendy salah seorang yang membawa reiki ke Indonesia (selain juga Anand Krishna dan Ismail Ishaq)..Mereka adalah tokoh-tokoh yang diakui sebagai perintis dan pembawa reiki ke Indonesia.

Tulisan ini sekedar untuk wacana dan diskusi..bukan berarti yang paling benar. Boleh saja ada wacana lain. Kebetulan referensi yang saya miliki berasal dari tulisan di internet yang ditulis pak Irman dan bukan tokoh lainnya.
Dan juga tidak berarti kita semua harus sama dam setuju dengan tulisan tersebut..

silahkan menyimak

S Birowo
==

Sekilas Rei Ki
Penulis: Irmansyah Effendi


Rei Ki adalah energi alam semesta yang disalurkan oleh  seorang praktisi Rei Ki untuk kesehatan dan penyembuhan. Kata Rei Ki sendiri berasal dari bahasa Jepang, yaitu

Rei=Alam semesta, dan Ki=Tenaga Kehidupan. Saat ini, ada banyak aliran Rei Ki yang ada. Aliran Rei Ki yang pertama menyebar berasal dari Jepang, yang ditemukan kembali oleh Master Usui.

Sementara itu, aliran Rei Ki yang paling  lengkap sebenarnya adalah Rei Ki Tummo yang berasal dari tradisi Rei Ki kuno, yang jarang ditemukan. Rei Ki USUI
hanyalah bagian dari Rei Ki Tummo, dimana perbedaan  utamanya Rei Ki Tummo membangkitkan Kundalini praktisi dan setiap kali menyalurkan energi (setelah tingkat ke 2), praktisi secara otomatis juga melatih Kundalininya.

Ki yang berarti tenaga kehidupan dari Rei Ki adalah sama dengan Ki dalam Chi Kung. Akan tetapi, di alam semesta ini, ada berbagai kualitas dari tenaga yang ada. Ki dari

Chi Kung lebih bermanifestasi fisik, yaitu lebih kasar, dan dapat dipergunakan untuk membela diri. Ki dari Chi Kung ini dapat juga dipergunakan untuk penyembuhan, tetapi karena Ki ini disalurkan dari simpanan penyembuh, maka energi praktisi akan berkurang setiap kali menyembuhkan.

Ki yang lain adalah prana (prana=ki dalam bahasa  sansekerta) dari penyembuhan prana. Prana lebih halus dari pada Ki Chi Kung, sehingga lebih mudah menyerap ke dalam sel-sel tubuh yang memerlukan penyembuhan dan baik untuk  menyembuhkan. Oleh karena sangat halus, prana tidak cocok dipergunakan untuk bela diri. Ki dari Reiki sendiri lebih halus lagi dari pada prana.
Dalam Rei Ki, penyembuhan adalah penyaluran energi dari alam semesta. Jadi, tenaga alam semesta disalurkan masuk dari cakra mahkota di puncak kepala, keluar melalui cakra telapak tangan ke pasien atau pun tubuh sendiri. Setiap kali menyalurkan, sebagian energi tersimpan di tubuh praktisi secara otomatis.

Dengan demikian praktisi memperoleh keuntungan setiap kali menyembuhkan. Selain salurannya menjadi lebih bersih, praktisi menjadi lebih baik energinya secara kualitatif dan kuantitatif. Melatih Reiki sendiri tidak berarti harus menjadi praktisi dan dapat dipergunakan hanya untuk keperluan sendiri saja walaupun tidak dianjurkan. Apabila Reiki cukup baik untuk dapat menyembuhkan penyakit-penyakit gawat sampai dengan kanker, sudah tentu Reiki sudah lebih dari cukup untuk membuat seseorang menjadi tetap sehat dan bersemangat.

Attunmnet
Untuk mulai belajar Rei Ki, seseorang harus di attune. Oleh karena energi tidak mengenal jarak, penyembuhan maupun attuement dapat dilakukan tanpa mengenal batas jarak. Attunement sendiri adalah proses dimana pengajar  membuka cakra mahkota sebagai pintu masuk energi, cakra telapak tangan sebagai pintu keluar energi, cakra jantung untuk mempermudah murid mengontrol energi, dan jalur dari telapak tangan ke cakra mahkota. Attunement juga menyelaraskan energi murid agar hanya dengan niat saja ia dapat menyalurkan energi Rei Ki dengan mudah.  Melatih Rei Ki dapat dilakukan dengan menyalurkan energi  Rei Ki kepada diri sendiri ataupun orang lain. Penyaluran
energi ini adalah otomatis sama dengan penyembuhan.  Menyembuhkan dengan Rei Ki mempergunakan prinsip-prinsip sebagai berikut:

* Sebaiknya seluruh tubuh diberikan energi, karena sumber penyakit mungkin tidak sama dengan bagian tubuh yang sakit dan mungkin juga ada penyakit atau masalah lainnya yang belum timbul di bagian tubuh lainnya.

* Penyembuh, tidak perlu memusingkan bagaimana cara membersihkan bagian yang sakit (dalam prinsip energi, penyakit=kotoran, dan kotoran harus dibersihkan sebelum
diberikan kekuatan). Praktisi hanyalah menempatkan tangan di atas bagian tubuh yang ingin disalurkan, dan energi akan mengalir secara otomatis. Praktisi hanya diharuskan
untuk menjaga tulang punggung lurus, dan relax. Semakin relax penyembuh, semakin banyak dan cepat energi yang akan mengalir.

* Usahakanlah pasien dalam keadaan relax, biasanya dianjurkan pasien berbaring. Saat menempatkan tangan pada sebuah posisi, praktisi tidak boleh menggerak-gerakkan
tangan, karena mengganggu penyaluran energi. Berbicara juga seperlunya saja karena dapat mengganggu penyaluran energi.

* Setelah cukup mantap dalam penyaluran energi, berusalah untuk merasakan "siklus" energi. Saat penyaluran, arus dan frekuensi energi akan terasa naik dan turun. Berusahalah untuk menyalurkan energi di suatu bagian tubuh sampai energi berhenti mengalir (arus dan frekuensi tidak naik lagi), tetapi, untuk pasien yang kondisi jelek, 3 siklus cukup.

* Penyaluran energi di seluruh tubuh diberikan pada dahi, pipi, tenggorokan, bahu, dada, perut, dsb. tanpa adanya aturan tertentu. Semakin banyak energi yang
dibutuhkan/ingin disalurkan, semakin banyak bagian tubuh yang dapat disalurkan energi. Tetapi, penyaluran harus dimulai dari atas ke bawah. Apabila pasien duduk, maka
penyaluran dilakukan ke bagian depan dan belakang tubuh, misalnya setelah dahi, belakang kepala, pipi, belakang kepala bagian bawah, dst. Tetapi, apabila pasien
berbaring, maka bagian depan tubuh diberikan energi seluruhnya sebelum pasien diminta untuk membalikkan tubuh untuk mengalirkan energi ke bagian belakang tubuhnya.


Attunement, apa yang harus dilakukan?
Apabila mengikuti lokakarya Rei Ki secara langsung, maka persiapan akan diadakan oleh pengajar/panitia. Tetapi, dalam attunement jarak jauh (jarak jauh dan langsung
efektifnya sama 100%), lakukan hal-hal berikut:

1. Carilah tempat yang tenang, dimana tidak akan ada gangguan. Matikan telpon atau pesanlah untuk tidak diganggu. Hidupkan musik (instrumen saja) yang sangat
santai, dan bakarlah beberapa batang dupa wangi (dupa berguna untuk menetralkan energi negatif. Saat attunement, pengajar seakan-akan mengebor cakra-cakra dan saluran
energi dari murid, sehingga banyak kotoran yang akan keluar). Duduklah dikursi dengan punggung tegak tanpa dipaksakan, relax, janganlah menyilangkan kaki.
2. Berusahalah santai sampai seluruh proses attunement selesai.
3. Berterima kasih kepada pengajar.
4. Lakukanlah penyaluran energi ke seluruh bagian tubuh secepatnya, minimal 2 menit untuk setiap posisi (harus).
5. Akan lebih baik lagi untuk melakukan penyaluran energi
bersama

Penyaluran energi, apa yang harus dilakukan?
1.   Apabila pada orang lain, pastikan orang tersebut relax, dan praktisi duduk, ataupun berdiri dalam posisi yang benar. Hidupkan musik, bakar dupa kalau ada dan keadaan
memungkinkan.
2.   Berdoalah sesuai agama/kepercayaan masing-masing untuk meminta bantuan, bimibingan, dan kesembuhan bagi pasien (inilah satu-satunya saat seorang praktisi ingin
menyembuhkan pasien) Ingatlah dalam Rei Ki, praktisi hanyalah sebagai penyalur energi. Praktisi tidak boleh menjanjikan bahwa pasien akan sembuh. Kesembuhan diberikan
oleh Tuhan.
3.   Aktifkan cakra mahkota dengan membayangkan bunga
teratai mekar diatas kepala (diri sendiri dan pasien), lalu aktifkan kedua cakra telapak tangan sendiri dengan cara yang sama. Praktisi tingkat 2 dan 3 dapat menggunakan
simbol CKR untuk keperluan ini.
4.   Bukalah aura pasien/diri sendiri. Aura adalah semacam
gelembung di sekeliling pasien. Membukanya adalah dengan membelah memanjang dari atas ke bawah, agar energi dapat langsung sampai ke tubuh.
5.    Santai, senyum
6.   Goyang telapak tangan 2-3 kali agar santai.
7.   Niatkan untuk menyalurkan Rei Ki. Untuk yang peka, akan langsung terasa kedua telapak tangannya dipenuhi energi sebagai sensasi hangat, aliran, berat, dsb (inilah satu-satunya saat anda ingin menyalurkan energi)
8.   Salurkan energi ke posisi-posisi tubuh sesuai dengan
anjuran, boleh menyentuh tubuh atau pun tidak. Dalam  standar Reiki penyaluran dengan menyentuh tubuh dimaksudkan agar tangan lebih relax. Apabila bagian tubuh tertentu sakit, akan terasa suatu tekanan, atau sensasi tidak enak di telapak tangan. Biarkan sampai sensasi ini hilang. Apabila sensasi tidak enak menumpuk di tangan, kibaskan tangan ke bawah dengan agak kuat (jangan ke arah
tubuh) kemudian salurkan energi agak ke samping dari posisi tadi atau dapat digunakan simbol SHK pada posisi tersebut untuk praktisi tingkat 2 dan 3. Apabila masalahnya cukup berat, pasien mungkin merasa hawa kotor
keluar dari cakra tangan/kaki sebagai rasa sakit/menusuk. Apabila ini terjadi, biarkan sampai rasa menusuk hilang. Untuk masalah tulang/otot, dan energi praktisi cukup, usahakan untuk menunggu sampai urat tersebut
masuk/bergerak sendiri ketempat sebenarnya (tanpa diurut/ditekan-bergerak sendiri). Masalah-masalah sederhana dapat langsung hilang seketika apabila dilakukan dengan benar.
9.   Dalam memindahkan tangan ke posisi lain, pindahkan
tangan satu persatu. Pindahkan tangan yang terdekat ke posisi baru terlebih dahulu sampai menempel ke bagian berikutnya, lalu pindahkan tangan lainnya. Ini untuk memastikan energi berjalan terus-menerus.
10.   Setelah seluruhnya selesai, rapikan aura dengan menyisir, seperti menyisir rambut dengan jari-jari dari atas ke bawah untuk bagian depan, belakang, dan samping
tubuh. Jangan menutup cakra mahkota sendiri/pasien.
11.   Berterima kasihlah atas semua bantuan yang telah
diterima Dalam hukum energi, pasien akan lebih cepat sembuh apabila selama disembuhkan dia juga mengucapkan terima kasih secara keras maupun dalam hati. Oleh sebab itu, disarankan untuk menerima pembayaran dari pasien sebagai
tanda terima kasih.
12. Untuk jarak jauh, pergunakanlah boneka, atau objek apa pun (selain plastik) untuk mengumpamakan pasien. Semua cara lainnya sama persis.

Latihan Rei Ki
* Penyembuhan sebagaimana disebutkan di atas setiap hari
kepada diri sendiri. Apabila menyembuhkan orang lain, penyaluran energi kepada diri sendiri tetap harus dilakukan. Akan lebih baik untuk dapat mengadakan
penyaluran energi berkelompok secara berkala. Energi dapat naik dengan cepat.
* Duduk dengan tenang, kedua telapak tangan diletakkan di kedua lulut. Niatkan untuk menyalurkan energi Reiki ke seluruh tubuh.
* Menyeimbangkan cakra (tangan kiri/kanan terserah):
1. Cakra mahkota (ubun-ubun)- cakra dasar (tulang ekor)
2. Cakra tenggorokan - cakra sex (kelamin)
3. Cakra jantung (tengah dada) - cakra pusar (pusar)
4. Cakra ajna depan (antara alis) - cakra ajna belakang
(belakang kepala)
* Menghilangkan stress dengan:
1. Cakra ajna depan - cakra ajna belakang
2. Cakra solar plexus (ulu hati) - cakra pusar
3. Cakra jantung - cakra pusar


Rei Ki, apa yang dilarang?
* Janganlah menarik tarif yang terlalu tinggi kepada pasien. Untuk pasien yang kurang mampu harus diberikan kelonggaran khusus.
* Jangan mempergunakan kesempatan. Penyaluran dapat dilakukan dengan menyentuh badan agar lebih relax. Untuk bagian tubuh yang sensitif, penyaluran sebaiknya tidak menyentuh atau tangan ditempatkan agak jauh.
* Jangan menjanjikan penyembuhan. Praktisi hanyalah penyalur energi


Lain-lain
* Ada 3 tingkatan pada Reiki. Tingkat II mempergunakan simbol, dimana energi praktisi akan meningkat 4 s.d. 5 kali lipat lagi
* Tingkat III dibagi 2. Tingkat IIIA untuk memprogram, IIIB untuk mengajar dan memberikan attunement.
* Reiki mempergunakan energi yang ada pada tingkatan cakra mahkota (ke-7). Untuk yang ingin belajar lebih tinggi lagi, dapat mempelajari Shing Chi yang membuka cakra ke-8 dan cakra-cakra di atasnya. Shing Chi hanya boleh
dipelajari oleh orang-orang yang telah mempelajari Reiki
tingkat IIIA.

Menguasai Kekuatan/kesaktian adalah untuk belajar rendah hati dan sadar akan adanya Kekuatan MahaTertinggi yaitu Sang Cahaya Kasih Sejati.

Sosro_Birowo

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 336
  • Reputation: 34
  • The best of us is never enough but God's love
    • Email
Re: REIKI
« Reply #3 on: 01/02/2008 11:57 »
Sejarah Rei Ki
Penulis: Irmansyah Effendi

Rei Ki memang telah dikenal secara meluas di berbagai belahan dunia. Oleh karena amat mudah untuk dipelajari, tetapi manfaatnya sangat luar biasa, Rei Ki amat digemari hampir oleh seluruh golongan masyarakat. Di negara-negara maju, dengan mudah anda dapat menemukan tempat-tempat yang menawarkan terapi Rei Ki. Terlebih jauh lagi, Rei Ki malahan juga sudah ditawarkan di beberapa rumah sakit besar di negara-negara maju.

Walaupun Rei Ki sudah menyebar secara meluas, sebenarnya Rei Ki bukanlah sebuah teknik yang terlalu standar. Saat ini, ada lebih dari seratus tradisi Rei Ki yang berlainan yang dikenal di dunia.

Hal ini dapat terjadi karena Rei Ki adalah sebuah teknik yang sangat sederhana sekali. Oleh sebab itu, seorang praktisi Rei Ki yang telah mencapai tingkat master terkadang merasa bahwa dengan menambahkan beberapa informasi yang diperolehnya dari sumber ataupun pelajaran lain, maka calon praktisi yang akan diajarkannya akan memperoleh manfaat ataupun informasi tambahan. Jadi, master tersebut menambahkan materi ataupun informasi lain yang dianggapnya bagus dan membuat sebuah tradisi Rei Ki baru.

Apabila kita teliti terlebih jauh, sebenarnya tradisi-tradisi Rei Ki yang ada secara garis besar dapat dibagi atas dua kelompok.

Kelompok pertama adalah kelompok tradisi yang sebenarnya berdasarkan atas Rei Ki yang ditemukan kembali oleh Master Usui di Jepang pada akhir
abad ke 18, yang biasa juga disebut dengan Rei Ki Usui.

Kelompok yang lain adalah kelompok tradisi yang berdasarkan pada tradisi kuno dari Tibet. Sebenarnya, lebih dari 90% tradisi Rei Ki yang dikenal di dunia sekarang berdasarkan pada Rei Ki Usui. Hanya ada sedikit sekali tradisi Rei Ki yang memang benar-benar berasal dari Rei Ki kuno, yaitu Rei Ki Tibet.

Apabila kita melihat pada tradisi-tradisi yang berasal dari Rei Ki kuno dari Tibet ini, sebenarnya ada tiga tradisi yang benar-benar berasal dari tradisi kuno ini,
yaitu:

1. Rei Ki Tibet
2. Rei Ki gTUMMO
3. Rei Ki TUMMO


1.   Rei Ki TIBET.
Rei Ki Tibet adalah aliran Rei Ki yang mengajarkan Rei Ki, mudra, dan maha mudra. Rei Ki Tibet terdiri dari 5-7 tingkatan dan lebih ditujukan untuk mempelajari agama Buddha. Praktisi harus berlatih dan berdoa selama bertahun-tahun sebelum Kundalini mereka bangkit.

2.   Rei Ki gTUMMO.
Rei Ki gTUMMO sebenarnya adalah sebuah tradisi Rei Ki yang biasa diajarkan oleh para pendeta kepada umat umum. Sebagaimana ke