Forum Sahabat Silat

Bahasa Indonesia => Teknik, Jurus dan Senjata => Topic started by: Ranggalana on 05/01/2008 07:49

Title: Aeng Tong-Tong
Post by: Ranggalana on 05/01/2008 07:49
Topic baru ini di split dari Buku Tamu, silahkan lanjut disini    [top]

Ajegile Dah ngeliat koleksi Abang Maranggi emang bener dienye ntuh aheli meranggi! Itu koleksi apa dagangan? Kok ditumpuk sedemikian seperti mau dibawa ngungsi?

Saya naksir berat satu senjata yang kelihatan seperti tongkat kayu aren, karena dulu Kangmas saya pernah diparingi Simbah sebuah tingkat yang mirip tetapi lebih item lagi, dan kepalanya berukir, memang bener keras dan berat. Cocok untuk gebuk maling sebelon zaman KUHAP dan HAM.

Kalo ada waktunya Abang Maranggi untuk motretin satu-satu koleksinya untuk bahasan di bagian senjata forum ini, tentu orang bodo dan dungu seperti diri ini bisa belajar banyak. Jadi, mohon sodakoh pengetahuannya, Bang, sekalian salam kenal dan do'a sejahtera selalu buat Abang sekeluarga... amin.

Kite tunggu bersame ...

Salam hangat
Ranggalana (Bramantyo)


@ Mas Bram
Bener sekali mas, bokken *katana latihan dari kayu* itu saya culik dari jatahnya salah seorang praktisi beladiri Iado *Mohon maaf kalo salah*. Di daerah garut *menurut penuturan teman* galih pohon  aren yang tua atau ruyung masih digunakan sebagai tongkat untuk toya atau untuk ronda. Berwarna lebih gelap dan agak kelam. Klo bokken yg saya culik ini dari batang-nya pohon aren. Memang sangat keras dan kuat serta relatif berat tapi enak dipake. :)


Oooo.... makasih keteranganya Bang Maranggi,

Selain itu, nanti kalau buka thread khusus senjata, jangan lupa juga biking thred khusus Aeng Tong-Tong yah.... desa itu sangat penting dan mengagumkan karena terus menerus membuat keris dan kodokan sejak Ary Wiraraja membantu Raden Wijaya membuka hutan Tarik.... konon hanya berhenti sejenak dizaman meleset (Great Depression) dan zaman Nippon... karena kena penyakit melarat. Namun kini, karya terbaik Aeng Tong Tong secara fisik dapat disejajarkan dengan karyatama Majapahit... malah mungkin dengan adanya baja industri dsb, keris terbaik dewasa ini lebih kokoh dan tajam. Betulkah begitu?

Salam hangat,
Bram
Title: Aeng Tong-Tong
Post by: dsbasuki on 06/01/2008 18:21
... Aeng Tong-Tong yah.... desa itu sangat penting dan mengagumkan karena terus menerus membuat keris dan kodokan...karya terbaik Aeng Tong Tong secara fisik dapat disejajarkan dengan karyatama Majapahit... malah mungkin dengan adanya baja industri dsb, keris terbaik dewasa ini lebih kokoh dan tajam. Betulkah begitu?
Salam Buat Semuanya,
Agak melenceng dikit dari maksud buku tamu, sekedar mengomentari posting Mas Bram. Saya pernah menemukan sebilah keris baru buatan Aeng Tong-Tong yang garapnya halus dan kuat. Dhapurnya pasopati brajaguna (bisa menembus logam mata uang, berbahan semacam pisau taipan buatan Cold Steel) dengan pamor keleng. Sisinya tajam dan bisa mengiris kertas dan "mengupas" besi. Pengin beli, tapi dananya ga ngucur dari bini tercinta...  :P

Salam,
Title: Aeng Tong-Tong
Post by: Ranggalana on 06/01/2008 18:49
Betul khan, Aeng Tong Tong tidak harus dianggap kodian, bahkan dengan segala ketersediaan baja dan besi serta nikel dewasa ini, serta dengan peralatan 'moderen' kelas kampung, para pande Aeng Tong Tong mampu membuat keris yang secara fisik sungguh senjata bukan mainan.

Menurut saya keris yang garapnya bagus harus baik untuk senjata. Bagian tajamnya harus tajam selamanya, sepuhannya harus pas. Selain itu bilah keris baru yang baik harus kokoh tetapi ringan dan lincah dalam permainan untuk menusuk dan mengiris. Maka dalam gerak dia boleh menjadi ujung sayap bangau ataupun rajawali, sengat ekor naga ataupun patokan dan sabetan ular. Sasarannya sama dengan sasaran pisau yakni daerah vital untuk ditikam dan nadi darah untuk di iris. Secara akar kata, ada sodaraan antara itu kata keris dan iris, luk mengenakkan mengiris. Ada kenalan saya di London gak sinting tapi make keris carita luk 11 untuk piso potong roti and menurutnya sangat efektif sekali motong roti tawar bisa tipis dan rata tanpa meremuk.

Maaf melenceng jauh lagi dari topik kenalan... harusnya bikin thread baru saja ya. Maaf.

Ranggalana.
Title: Aeng Tong-Tong
Post by: EricB on 06/01/2008 18:53
kepada Mas Bram dan mas Don:

saya bisa split postingnya tentang Aeng Tong Tong dalam topic baru, bagaimana ??
Title: Aeng Tong-Tong
Post by: Ranggalana on 06/01/2008 18:57
Saya pikir baik begitu Kang eric, maaf merepotkan saya gak bisa ngerjain, dan tadi terlanjr asik ngetik ... jadinya silaken diapakan saja oleh Kang Eric.

Salam hormat,
Bram
Title: Re: Aeng Tong-Tong
Post by: EricB on 06/01/2008 19:27
Ngak apa² mas Bram,

Nama topicnya apa ? dan mau pasang di bagian mana ?

* edit *

Topic baru sudah selesai, silahkan lanjut :)
Title: Re: Aeng Tong-Tong
Post by: Ranggalana on 07/01/2008 06:27
Terimakasih Kang Eric....

Lanjut tentang Aeng Tong Tong ... karena sekarang besi dan baja bukan lagi barang langka di Jawa, dan teknologi pembuatan pamor juga bukan lagi kawruh sinengker, maka kwalitas garap keris terbaik dari Aeng Tong Tong menjadi sangat dapat diandalkan.

Gimana menilai keris baru dari Aeng Tong-Tong? Untuk pribadi saya, ciri garap yang baik adalah: bilah elok dan estetis, keseimbangannya baik, tajamnya kuat dan tajam benar, detail-detail rong-dha nunut dan  sebagainya tegas, dan ini yang terpenting, sambungan antara wilah dan ganja harus sangat rapet-pet tanpa ada jarak apapun yang dapat dimasuki kotoran penyebab korosi hingga jadi cangkem kodok ataupun rondho beser. Kelihatannya merapatkan ganja ini gak gampang, sering keris lama dan barudari mutu miring saya temui cacat pada sambungan ganja dan wilah tersebut.

Sumangga para master lainnya mengkoreksi uraian saya,

Salam hangat,
Ranggalana.
Title: Re: Aeng Tong-Tong
Post by: Sosro_Birowo on 07/01/2008 10:43
wah menarik nih..GRP untuk TS, Ranggalana dan ds basuki..

Sayangnya pengetahuan ku soal keris suangat minim..apalagi cara membuatnya.
Makanya dengan senang hati menyimak uraian para sahabat..

Btw, Aeng tong tong tuh nama apa ya? kok agak aneh kedengarannya?.

thanks
S birowo
Title: Re: Aeng Tong-Tong
Post by: sedyaleksana on 07/01/2008 11:36
Ikutan mas Sosro birowo ah, GRP utk mas Bram dan Mas Don,
saya ada pertanyaan nih:
- Dimana bisa mendapatkan keris ini? Dan berapa harganya (kurang lebih)?
- Apakah mesti pesan dulu baru dibuat?
- Aeng Tong Tong tinggal dimana?
Salam
Chandrasa
Title: Re: Aeng Tong-Tong
Post by: Ranggalana on 07/01/2008 11:58
Bagi teman-teman pecinta budaya Endhonesya perlu tau tentang Aeng Tong Tong, sebuah desa pande di Kabupaten Sumenep Madura yang sejak dulu kala membuat keris dan kodhokan (bakal keris) ... kata alm. Bambang Harsrinuksma, desa ini teruuuuuuus bikin keris dari zaman Majapahit sampe kini, dengan hanya terpotong resesi dunia 1920an dan pendudukan Nippon.

Saya masih kepingin ke sana, belon pernah. tetapi oleh teman yang pernah, sangat direkomendasikan.

Keris Aeng Tong Tong di pasaran terkenal sebagai keris Madura kodian. Padahal orang-orang yang membuat ribuan keris kodian itu, kalau mau dan ada bahannya dapat saja membuat keris kwalitas seperti Pangeran Sedayu ... kalau secara fisik saja, malah mungkin bisa lebih baik (bila bahannya lebih unggul) ...

Teman saya yang sering ke Aeng Tong Tong juga jualan keris di internet ... bisa dihubungi lewat sitenya di http://gallerykeris.fotopic.net/ .

Kompas Minggu pernah muat feature tentang Aeng Tong Tong dan ini saya copy-paste. Silakan menikmati:


Aeng Tong Tong, Kampung Empu Keris


SUARA dentingan besi bersahut-sahutan terdengar di sebuah desa bernama Aeng Tong Tong yang terletak di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura. Di kampung tersebut, setidaknya 75 persen dari sekitar 1.400 keluarga hidup dari membuat keris dan segala kelengkapannya. Warga dari yang berumur 12 tahun hingga kakek berusia 65 tahun menggantungkan mata pencarian dari keterampilan mengukir besi.

Keahlian diwariskan turun-temurun oleh nenek moyang mereka sejak zaman Kerajaan Sumenep masa Raja Bindara Saod sekitar tiga abad lalu. Warga Aeng Tong Tong umumnya mampu membuat keris atas kreasi mereka sendiri di samping sanggup melayani pesanan replika keris dengan peralatan yang semimodern namun tetap mempertahankan ciri klasik dalam seni ukirnya. Di tempat ini empu-empu masa modern mengandalkan kemampuannya untuk memenuhi permintaan keris dari berbagai macam corak, ragam, dan ukuran dari beragam penjuru daerah di Indonesia.

Setiap perajin biasanya mengerjakan satu bagian seperti pengukiran, penggosokan dari proses keseluruhan, sehingga dihasilkan karya seni keris hasil kolaborasi bagian per bagian. Kendati demikian, ada pula perajin yang mengerjakan seluruh proses sendiri. Sebutlah Murka (65), salah satu maestro empu yang tersisa di Aeng Tong Tong. Ia menuntut kesempurnaan dari sebuah mahakarya dari setiap hasil kreasinya.

Proses penempaan keris dari besi loak batangan hingga setengah jadi, dapat dibilang pekerjaan kasar, digarap di kampung lain di Desa Lenteng. Sementara sentuhan seni dari tangan-tangan terampil kemudian baru dihasilkan dari kampung ini.

Harga keris berkisar mulai dari Rp 30.000 hingga puluhan juta rupiah, tergantung dari ukuran, tingkat kesulitan, dan kelengkapan perhiasan. Pesanan keris berasal dari berbagai pelosok di pasar domestik hingga ke mancanegara, seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Belanda, dan Jerman. Satu hal yang diakui dari perajin keris Aeng Tong Tong ialah ketekunan dan kerapian dalam membuat detail hingga sekecil mungkin. Di kampung ini seni besi tingkat tinggi masih terus bertahan hingga sekarang. (RIZA FATHONI)

Title: Re: Aeng Tong-Tong
Post by: Java on 07/01/2008 12:11
@mas Ranggalana
Infonya top banget. Saya sendiri gak nemu Kompas edisi minggu yg mengulas Aeng Tong Tong. GRP ah.
Title: Re: Aeng Tong-Tong
Post by: dsbasuki on 08/01/2008 15:03
- Dimana bisa mendapatkan keris ini? Dan berapa harganya (kurang lebih)?
Di Jakarta bisa dicari di Jatinegara, Pasar Rawa Bening. Mesti jeli dan blusuk-blusuk. Harga tergantung dari jenis garap sampe perhiasannya. Bilahnya saja paling murah sekitar Rp 1jt-an ke atas. Itu sudah bagus dan sudah wujud "real weapon". Kalo yang pernah saya posting, harganya Rp 5 jt ga boleh kurang.

- Apakah mesti pesan dulu baru dibuat?
Bisa juga. Tapi saya belum nemu pande keris yang bagus atau kenalan yang bisa ngasih rekomendasi. Dulu pernah kenal orang Bogor yang pinter buat pedang, sekarang sudah kehilangan jejak.

Salam...
Title: Re: Aeng Tong-Tong
Post by: Ranggalana on 08/01/2008 17:36
Kalau mau pesan keris yang bagus dan gak sempat ke Aeng Tong Tong sendiri saya rekomen Mas M. Hidayat di galeri keris yang linknya ada di posting saya terdahulu. Beliau pecinta keris yang tinggal di Surabaya dan juga pedagang keris yang (sepanjang pengalaman saya) sangat jujur. Saya beberapa kali sangat puas bertransaksi dengannya. Anehnya, sering dia memasang harga keris lebih murah daripada yang saya lihat di pameran-pameran di Yogya, atau yang ditawarkan di alun-alun / Triwindu di Solo. Bukan promosi lo ini, saya belon pernah ketemu dengan dia, hanya imalimelan saja.

Soal keris dan harganya ada kerisauan saya yang agak berat, yakni kenyataan bahwa keris baru yang sama kwalitas garapnya dengan keris lama, selalu lebih mahal. Seakan tuanya usia sebuah keris tidak menjadi lebih bernilai rupiah. Dengan uang 3 juta, Anda dapat memperoleh keris lama yang lumayan, bahkan bisa dapat tangguh Majapahit yang dianggap tangguh utama. Tetapi dengan uang segitu, keris baru yang Anda dapat tidak sebagus keris lamanya. Jadi sering lebih menarik membeli keris lama.

Pesan saya, bila rekan-rekan ada uang, cepat-cepatlah koleksi sebanyak mungkin keris lama dan juga pesanlah sebanyak mungkin keris baru agar keris lama gak kabur keluar semua, dan pembuat keris baru dapat bertahan dengan peningkatan kwalitas terus menerus.

Dan ingat pesan para kolektor senior: beli kerisnya, jangan kisahnya. Banyak kisah keris berkhodam bertuah dan lain sebagainya, kebanyakan, gombal semua.

BTW posting keris Mas Don di mana yah? Saya belon pernah liat tuh? Apa di gallery?

Salam hangat,
Bram
Title: Re: Aeng Tong-Tong
Post by: dsbasuki on 08/01/2008 19:42
...saya rekomen Mas M. Hidayat di galeri keris yang linknya ada di posting saya terdahulu....
Salam Buat Semuanya,
Setuju... Koleksi kerisnya bagus-bagus dan harganya reasonable (reasonable "murah"nya). Sayang sekali, sekarang ini biarpun "murah"nya bagaimana pun, dana buat beli keris nggak pernah keluar.  :'( Mungkin dalam skala besar, kasus saya sama kali kayak TNI. Biar gimana pun "murah"nya, anggaran buat beli senjata selalu seret...  ;D

...Dengan uang 3 juta, Anda dapat memperoleh keris lama yang lumayan, bahkan bisa dapat tangguh Majapahit yang dianggap tangguh utama. Tetapi dengan uang segitu, keris baru yang Anda dapat tidak sebagus keris lamanya. Jadi sering lebih menarik membeli keris lama.
I ya tuh, ada keris yang saya naksir banget dari tangguh Majapahit dan buat saya "ngiler". Mudah-mudahan yang "jodoh" adalah teman-teman di Forum ini. Tebak aja sendiri kira-kira yang mana.  :w

Pesan saya, bila rekan-rekan ada uang, cepat-cepatlah koleksi sebanyak mungkin keris lama dan juga pesanlah sebanyak mungkin keris baru agar keris lama gak kabur keluar semua, dan pembuat keris baru dapat bertahan dengan peningkatan kwalitas terus menerus.
Setuju! Sangat mendukung! Apalagi kalo jatuhnya ke tangan "para denawa".  >:( Sementara kita cuma bisa gigit jari....

BTW posting keris Mas Don di mana yah? Saya belon pernah liat tuh? Apa di gallery?
Wah, lupa Mas... Apa di sini atawa di Forum PD Bandung... Nanti saya cari-cari lagi....

Jabat erat...
Title: Re: Aeng Tong-Tong
Post by: Ranggalana on 08/01/2008 22:19
Paling yang ditaksir Mas Don sama dengan yang saya maui, yakni Luk 7 Panji Penganten yang di gandhiknya ada bentuk seperti mulut singa? Pamor pulotirto? Sudah on-hold seseorang berinisial ZRI yang biasanya bukan inisial diyu melainkan inisial sodara serumpun dari negeri jiran, banyak kolektor jeli di sana. Harganya 'cuma' 3 jut kurang sikit.

Kerisnya kelihatan pengkuh, ganjanya ganja wilut yang sulit dibuat, dan, ganja keliatan nempel pas banget di wilah, pertanda ketelitian pandenya prima. Penangguhannya pun kelihatannya betul, menilik ramping dan gagahnya bilah memang khas Majapahit.

Jika berduit bini selalu suka saja aku beli keris sebab dia juga sudah kukomporin agar cinta. Jadi aku kalo beli, buat dia. Nanti yang ngelap-ngelap, minyakin, menikmati, diriku. Dia jadi alasan saja - hehehe. Lagi pula aku yakin dan sudah meyakinkan dia bahwa beli keris lama yang bagus merupakan investasi juga, bagaimanapun harganya hanya akan naik gak mungkin turun.

Sedangkan keris baru, saya lebih sulit beli dari web sebab pengalaman, banyak keris baru yang gak disepuh dengan premana jadi tejemnya gak meyakinkan sebagai senjata pengiris. Ternyata setelah tanya-tanya, menyepuh terakhir untuk membuat mata tajamnya keras dan awet, suilt dan berisiko, salah-salah seluruh bilah 'mulet' ketika dicelup saat membara.

Salam hangat,
Bram.

Title: Re: Aeng Tong-Tong
Post by: maranggi on 09/01/2008 17:55
Asik nih :)  Jarang-jarang nih ada yang tertarik dengan pusat
pande besi atau maranggi.

Mas Bram makasih udah jadiin ini tread  [top]

Desa ini emang memiliki history dan budaya keris dan senjata yang
kuat deh. Saya pernah nanya sama temen saya *namanya latif* yang
tinggal di aeng tong-tong itu. Menurut beliau, madura pernah
menjadi pusat ibukota kerajaan majapahit, mungkin ada sabahat yg
mumpuni dg sejarah jawa bisa bagi-bagi cerita :D

Waktu saya pesan clurit lewat beliau, dia kasih tau klo yang
nempa itu di "outsource" / diorder dari penempa di Desa Lenteng
atau Desa Lenteng Barat. Untuk 1 buat clurit dari besi laher
laher yang baru diangkat dari tungku dan telah selesai ditempa
berkisar 75 sampe 150 ribu tergantung kualitas dan bahan. Setelah
itu barulah para maranggi di aeng tong-tong ini menggarap. Mulai
dari mengerinda kasar, gerinda halus, ngikir, ngamplas, dan
seterus nya sampe selesai. Beliau sempet kirim kesaya gambar
alat-alat *hands tools* yang digunakan untuk membuat keris. nanti
saya coba upload.

Quote
Dhapurnya pasopati brajaguna (bisa menembus logam mata
uang, berbahan semacam pisau taipan buatan Cold Steel) dengan
pamor keleng. Sisinya tajam dan bisa mengiris kertas dan
"mengupas" besi. Pengin beli, tapi dananya ga ngucur dari bini
tercinta...

Ini dia yang saya pengen punya :) tapi terjangkau yah  :w Banyak
yang mereferensikan bahwa Mpu Brajaguna dari madura menghasil /
menciptakan keris-keris yang kuat, tajam bahkan menurut teman
dari aeng tong tong juga relatif tahan karat dan memiliki
kandungan baja yang relatif lebih tinggi dari keris lainnya.

Mas basuki, apa bener bahannya mirip buatan Cold Steel. Aku punya
sebuah finn bear-nya cold steel, besi-nya stainless semacem 440
series dan buatan cina. Klo benar berarti keris tersebut besar
kemungkinan dibuat dari bahan stainless stell dong?! 

OOT: mas hidayat jual selain keris ngak yah seperti sewar,
rencong atau senjata tajam indonesia timur yang tua tapi heheh
dengan harga terjangkau ?!!

Mungkin kodokan dg berbagai pamor
keris untuk senjata tajam dapat dibuat di aeng tong-tong atau
lenteng di madura. ?!!


Makasih
Title: Re: Aeng Tong-Tong
Post by: sedyaleksana on 09/01/2008 18:12
Menurut cerita sejarah, Raden Wijaya melarikan diri ke Sumenep Madura, sewaktu kerajaan Singasari dgn raja terakhirnya Kartanegara di serbu oleh Jayakatwang yg diperkuat oleh putranya Ardaraja yg notabene anak menantu Kartanegara.
Raden Wijaya (juga menantu Kartanegara) yg merupakan keturunan Ken Arok & Ken Dedes dari garis Mahesa Wongateleng - Mahesa Cempaka - Dyah Lembu Tal, diterima dan ditolong oleh Arya Wiraraja, bupati Sumenep. Singkat cerita Arya Wiraraja, menyarankan Rd Wijaya utk pura2 menyerah kepada
Jayakatwang, dan meminta tanah di Hutan Tarik, yg menjadi cikal bakal kerajaan Majapahit. Arya Wiraraja pulalah yg membantu Rd Wijaya dalam membuka hutan tarik.

Mungkin karena kedekatan hubungan antara Majapahit & Sumenep inilah yg menyebabkan di Madura memiliki budaya Keris yg sangat kuat.

Salam
Chandrasa
PS.: GRP buat mas Bram dan mas Don. Saya jadi belajar banyak nih soal perkerisan.
Title: Re: Aeng Tong-Tong
Post by: dsbasuki on 09/01/2008 18:36
Mas basuki, apa bener bahannya mirip buatan Cold Steel. Aku punya sebuah finn bear-nya cold steel, besi-nya stainless semacem 440 series dan buatan cina. Klo benar berarti keris tersebut besar kemungkinan dibuat dari bahan stainless stell dong?!
Salam Bang Maranggi...
Saya kagum dengan pengetahuan Abang yang luar biasa tentang senjata tajam tradisional. Saya harus banyak berguru sama Abang neeeh...
Taipan Cold Steel yang bagus bukan dari stainless steel 440, tetapi dari baja "San Mai" Jepang (kalo ga salah, artinya "tiga rupa" atau "tiga macam"). Mungkin saya salah menyampaikan, yang saya maksud adalah kemampuan keris dalam menembus uang logam tanpa cacat, serupa dengan kemampuan pisau Taipan Cold Steel dalam menembus logam tanpa cacat juga. Kemungkinan besar, bahan dasarnya tidak sama.

Salam...
Title: Re: Aeng Tong-Tong
Post by: Java on 11/01/2008 13:58
Dan ingat pesan para kolektor senior: beli kerisnya, jangan kisahnya. Banyak kisah keris berkhodam bertuah dan lain sebagainya, kebanyakan, gombal semua.
Nuwun sewun mas Bram, ada baiknya dua hal tsb dipertimbangkan sebagai dasar sebelum membeli sebuah keris "tua". Maksudnya sebelum membeli keris tua, akan sangat bermanfaat untuk mengetahui asal usul, sejarah, latar belakang maupun materi bahan baku keris dan wrangkanya.

Keris kualitas bagus seakan mudah ditengarai dari wujud lahirnya namun tidak sedikit keris tua yang memiliki penampakan lahir seakan barang kadaluwarsa sesungguhnya merupakan pusaka yang langka.

Amat disayangkan sekiranya sebuah keris tua telah kehilangan kharisma spiritualnya. Keris seperti itu tentunya tinggal merupakan sekeping besi tempah berkualitas sangat bagus tetapi bukan sebuah pusahka yang menyimpan karakter tersendiri.

Dalam beberapa kesempatan saya pernah menyaksikan keris yg mampu berdiri tegak pada pegangan/ ukiran dengan hanya bersandar warangkanya. Bahkan ada wilah yang mampu masuk sendiri kedalam warangkanya tanpa disentuh. Pengalaman tersebut memberi kesan bahwa keris pusaka tidak hanya terdiri atas besi dan kayu semata.

Jadi sungguh sayang sekiranya keris pusaka terjatuh ketangan orang yang hanya menyukai bentuk lahirian dan mengabaikan aspek kharismanya. :D
Title: Re: Aeng Tong-Tong
Post by: Ranggalana on 11/01/2008 14:20
Mas Java,

Saya setuju dengan Anda bahwa bukan fisik saja yang penting dalam sebuah keris. Meski demikian, bentuk dan mutu fisik merupakan sesuatu yang lebih nyata dan dapat dipertanggungjawabkan dibandingkan dengan subyektifitas rasa. Ada pepatah Jawa yang menyarankan hati-hati dengan rasa, sebab, bisa jadi 'dirasa-rasa dadi rumangsa'. Rumangsa, merasa iya, padahal, belon tentu.

Tentu saja kharisma, atau istilahnya pasikutan dan tanjeg sebuah keris penting dipertimbangkan dan diapresiasi. Namun juga jangan dilupakan bahwa keris tua tempaan bagus yang terawat dari zaman Singasaripun saat ini pun masih cenderung bagus. Bila keris bisa berdiri (balancenya sempurna) tentu itu satu bukti bahwa secara perpandean dia memang berkwalitas. Besi yang diwasuh dengan telaten, tetap berbeda dengan yang diwasuh asal-asalan. Tajam yang disepuh dengan tepat, sampai saat ini, ratusan tahun setelah keris itu meninggalkan besalennya, masih tajam. Bahan pamor dari batu bintang ato dari nikel baik tetap beda dengan pamor monel dan pamor tempaan tidak sebanding dengan pamor luluhan yang hanya dekoratif sifatnya.

Seringkali beredar keris Gajahmada, keris Bung Karno, keris Pak Dirman, keris Untung Surapati, dan keris-keris yang dikatakan bekas pegangan tokoh-tokoh legendaris dalam sejarah. Biasanya, keris-keris itu merupakan keris kodian yang diasami hingga aus dan tampak tua. Padahal, keris tua yang bagus dan terawat, seperti saya katakan di atas, saat ini juga biasanya masih bagus.

Bila ada kesempatan memegang dan mengamati sebuah keris yang jelas asal muasalnya dan diketahui secara turun temurun sebagai karya seorang Mpu ternama, misalnya Mpu Supa Mandragi (Pangeran Sedayu, Supa Sepuh), Mpu Umyang, Mpu Supa Anom, Mpu Brajaguna, Mpu Djeno Harumbrodjo dsb, tentu tampak bahwa secara fisik senjata itu memang bermutu. Bahkan keris yang 'sederhana' pun seperti betok atao brojolnya Ni Mpu Sombro dari Padjadjaran memiliki tempaan yang baik.

Keris yang secara fisik bermutu agak tahan karat, dan kalau dirawat ya tahan karat. Jadi keris yang secara fisik bermutu tinggi biarpun tebal karatnya, bilamana dibersihkan dan diwarangi serta dipiyak dengan sempurna, masih akan terlihat sisa kebesarannya.

Demikianlah, jika keris dilengkapi dengan cerita, pastikan dulu otentisitas ceritanya sebelum terlalu percaya sebab dunia dagang keris sangat banyak binatang buas dan melatanya.

Maaf kalo salah... anak saya juga sering bilang Bapak sok tau...

Salam hangat,
Bram
Title: Re: Aeng Tong-Tong
Post by: Java on 11/01/2008 14:35
@mas Bram,
Muantaaap tenan. [top]
Setuju, fakta dan dongeng memang harus disikapi hati-hati dalam perkerisan.
Ngomong-ngomong para pengedar keris Gajahmada, keris Bung Karno atau keris Pak Dirman versi tua krn kerendem cuka memang sontoloyo.  [pant]

Lanjut.....
Title: Re: Aeng Tong-Tong
Post by: dsbasuki on 11/01/2008 15:24
Dalam beberapa kesempatan saya pernah menyaksikan keris yg mampu berdiri tegak pada pegangan/ ukiran dengan hanya bersandar warangkanya. Bahkan ada wilah yang mampu masuk sendiri kedalam warangkanya tanpa disentuh.
Nyuwun duka Mas...
Keris bisa seperti demikian bukan berarti "keris pusaka", karena zaman sekarang dengan akal-akalan bakul keris, keris kodian pun bisa seperti itu. Sama seperti keris baru yang dibuat seperti kuno dengan cara di"kamal" dan dijual sambil disertai cerita mistis.

Kalo saya melihat keris bagus apa nggak, selain dari wujud fisiknya, wujud "non-fisik" juga bisa di"rasa"kan dan bisa "dilihat". Ini sangat subjektif sekali dan kalo kita bener-bener ingin memilikinya, harus diyakinkan bahwa kitalah tuannya, dan bukan kita yang "diperbudak" keris. "Ilmu" semacam inilah merupakan salah satu aplikasi dari kawruh dari "Sastra Jendra" di thread lain. Lho... ternyata masih nyambung juga....

Salam...
Title: Re: Aeng Tong-Tong
Post by: Java on 11/01/2008 16:26
@mas Don
Betul, manusia adalah mahluk Tuhan yang diciptakan paling mulia sehingga tidak selayaknya tunduk pada makhluk lain apapun namanya. Saya yakin masih banyak ilmu perkerisan yang perlu di share dg para sahabat disini.

Ulasan pakar semacam mas Bram, mas Don, mas Chandrasa, mas Maranggi de el el, diharapkan "pengkerdilan" wibawa manusia oleh sepotong besi yang dikeramatkan keliwat nalar bisa diklarifikasi sehingga menjadi gamblang dan jelas duduk perkaranya.

Silahkan lanjut..... [top]
Title: Re: Aeng Tong-Tong
Post by: sedyaleksana on 11/01/2008 20:34
...
Ulasan pakar semacam mas Bram, mas Don, mas Chandrasa, mas Maranggi de el el, diharapkan "pengkerdilan" wibawa manusia oleh sepotong besi yang dikeramatkan keliwat nalar bisa diklarifikasi sehingga menjadi gamblang dan jelas duduk perkaranya.

Silahkan lanjut..... [top]

Wah mas Java, jangan gitu dong. Malu deh saya dibilang pakar. Saya ini bukan pakar perkerisan lho. Masih ijo royo2, gak ngerti opo2. Saya cuman penggemar cerita sejarah saja, tdk lebih tdk kurang.

Kalau mas2 lain yg mas Java sebut, itu baru pakar  [toop].

Salam
Chandrasa
Title: Re: Aeng Tong-Tong
Post by: dsbasuki on 12/01/2008 07:12
Ulasan pakar semacam mas Bram, mas Don, mas Chandrasa, mas Maranggi de el el,...
Saya juga keberatan kalo disebut pakar. Wong saya ini tahu cuma sedikit kok, itu juga lewat baca buku dan "katanya" orang.  ;D
Lagi pula, di sini justru saya banyak belajar. Dengan sharing pendapat, saya punya 2 keuntungan. Kalo pendapat saya salah, ada yang membetulkan dan pengetahuan saya yang tadinya keliru jadi benar. Kalo pendapat saya betul dan ada yang mendukung, maka saya tahu bahwa apa yang saya tahu itu benar.

Balik ke Aeng Tong-Tong....
Para pande di Aeng Tong-Tong itu tidak hanya membuat keris (baik yang kodian mau pun yang bagus), tetapi juga membuat pesanan senjata tajam lainnya. Bahkan, ada perajin yang bisa membuat senjata tajam apa saja asal ada contohnya. Beberapa kreasi baru dalam karya mereka misalkan saja mata tombak dengan "2 dhapur", yaitu bawahnya berbentuk cakra dan atasnya semar (kuncung semar menjadi bagian runcing tombak). Saya juga pernah melihat mata anak panah berbentuk cakra yang bisa berputar. Kalau ini dari segi bentuk memang menarik dan bagus, tapi sayang sekali tidak fungsional bila benar-benar dijadikan mata anak panah, karena terlalu berat untuk ukuran mata anak panah.

Selain senjata tajam, Aeng Tong Tong juga memproduksi "produk dukun" sesuai permintaan pasar. Misalkan saja: emas Sukarno (ini pun ada beberapa model dan berat), semar mesem, cundrik, paku bumi, wesi kuning, kepompong emas, kol buntet, jimat sablonan, patung-patung yang mirip tangguh Singasari dan Majapahit, bambu buta, bambu pethuk, kelapa buta, fosil-fosil kacang dan petrified wood (kayu yang membatu), dan lain-lain.

Saya pernah iseng tanya ke penjual barang-barang "produk dukun":
DSB: Barang-barang ini khasiatnya untuk apa Pak?
Penjual: Wah, ya ndak tau Mas. Saya ini cuma jualan kok. Ya terserah saja sama yang beli mau dibuat apa.
Top abis jawabannya!  [top] Saya sampe senyum-senyum sendiri.

Salam...
Title: Re: Aeng Tong-Tong
Post by: Ranggalana on 12/01/2008 19:59
...
Ulasan pakar semacam mas Bram, mas Don, mas Chandrasa, mas Maranggi de el el, .......

Silahkan lanjut..... [top]

Karena kawan-kawan pada keberatan disebut pakar, agar gak mboseni, saya memutuskan dengan rendah hati menerima disebut pakar, tetapi bukan pakar keris, bukan pula pakar silat, melainkan pakar "Ilmu Tai Jadi Emas Poesaka Leloehoer".

Salam hangat buat para pakar keris dan silat di forum ini, saya belajar banyak sekali dari wankawan semua.

Bramantyo