+-

Video Silat


silaturohim di tempat abay gerak cipta ibnu shidiq
Bakti Negara, Perguruan Silat Khas Bali
Tarung Bebas Genggong
bandrong - pasangan
Jambore Pencak Silat, Setia Hati performance - se
Margaluyu Pusat - Performance perguruan di acara u
Silek Kumango
Pendekar Trans 7 : Ciung Wanara #3
Mande Muda Tri Suwanda

Shoutbox

15/05/2012 15:51 ndog bledheg: ada inpo festival silat gak..
14/05/2012 15:32 kadedemes: yg penting isinya kan....  [top]
13/05/2012 11:26 luri: bukan tampilan baru kok,
ini sebenarnya tampilan default yg lama.
sementara di reset dulu
:)
11/05/2012 22:19 saidianing: tampilannya baru ya....
10/05/2012 16:04 mansyurin: ss tampilannya smakin top n menarik.
10/05/2012 08:40 kadedemes: waw, tampilan baru ya?
09/05/2012 12:41 Sarjana Kuburan: Cerita saya SARA ya?
View Shout History

Recent Topics

Tai Chi Mana yang Terbaik? by hunterboy
16/05/2012 16:57

Members Sahabat Silat JAWA TENGAH by luri
16/05/2012 15:10

Pembukaan Stand tgl 21-23 Juni 2012 by sarung kampret
15/05/2012 14:49

Rumahkayu Gelar Kontes Menulis Cerita Silat by mpcrb
15/05/2012 08:39

pewaris atau penerus perguruan by muramasa
14/05/2012 16:53

Ilmu pendamping ilmu silek by muramasa
14/05/2012 16:29

Tempat Latihan Tai chi by muramasa
14/05/2012 15:10

Tai Chi dan Reiki by muramasa
14/05/2012 14:55

Cingkrig Nasrullah Rawa Belong by sarung kampret
14/05/2012 13:58

Pembukaan Kelas Baru Latihan Tai Chi Bandung Timur by hunterboy
14/05/2012 13:24

PRIHATIN DENGAN KEJADIN YANG TERUS BERULANG..... by luri
13/05/2012 17:35

IKSPI KERA SAKTI by dhanie_thewha
12/05/2012 15:08

[BUKUTAMU] by yudhicox
10/05/2012 22:33

SATRIA TUNGGAL, SILAT BETAKO ASAL KAB. LAMONGAN by ndog bledheg
10/05/2012 17:13

Pengumuman Bagi Praktisi Tenaga Dalam by mansyurin
10/05/2012 16:26

SilatIndonesia.Com


Prabowo Siap Angkat Pamor Silat
Lomba Penulisan Artikel Silat
The Raid Sukses, Saatnya Wisatawan Belajar Silat!
Kritikus Dunia Komentari Film ‘The Raid’
Paguyuban Angkringan Silat
Pengumuman Pemenang Lomba Artikel Pencak Silat Indonesia

Author Topic: Kembangan dalam Silat  (Read 13119 times)

godam

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 4
  • -Receive: 5
  • Posts: 541
  • Reputation: 55
  • Godam
Kembangan dalam Silat
« on: 27/11/2007 12:50 »
Salam Sahabat Silat..
Saya mau tanya ttg. Kembangan dgn musik dalam Silat.
Dibeberapa literatur yang saya baca dan juga dari penjelasan orang-2x, disebutkan kalau Kembangan dalam Silat itu dipakai untuk mengelabui para penjajah. Di era penjajahan silat dilarang karena berbahaya thd. kekuasaan penjajah. Banyak pesilat yg berlatih malam-2x dan sembunyi-2x. Pas lagi latihan terus ada penjajah pesilat-2x mengeluarkan Kembangan dgn alunan musik jadinya para penjajah mengira pesilat-2x tsb. cuman nari-2x bukan latihan silat.
Buah dari kembangan itu tidak diperagakan didepan umum.
Saya ada beberapa pertanyaan:
  • Apakah penjelasan ttg. sejarah kembangan dalam silat hanya satu versi itu saja, apakah ada versi yg lain
  • Mengapa ada juga aliran spt. Setia Hati dan juga Mustika Kwitang yg berkembang di era penjajahan tetapi tidak memakai musik. Sehingga Silatnya tidak ditutup-tutupi
  • Apakah kebanyakan perguruan-2x Silat yg terbentuk di era setelah penjajahan tidak lagi memakai kembangan
Sekian dulu deh pertanyaannya..mudah-2xan jadi bahan diskusi yg seru.
Terima kasih sebelumnya.
Wasalam,
Faiz
Perjalanan 100 kilometer berawal dari satu langkah.

srdananjaya

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 16
  • -Receive: 4
  • Posts: 657
  • Reputation: 31
  • http:// ecommerce.co.id
    • Sedia Matras Beladiri
    • Email
  • Perguruan: Perisai Diri
Re: Kembangan dalam Silat
« Reply #1 on: 27/11/2007 14:12 »
salam

menarik nih mas faiz.. cukup kontroversial.. mengingat sebagian besar aliran silat di Indonesia sangat memegang teguh prinsip kembangan dan ibing ini.. dan secara universal mayoritas beladiri yg terbuka dan tidak mengalami penjajahan tidak menggunakan ibing.. mis. karate, tae kwondo, gulat, juijitsu, kempo, shaolin, dll.. sepengamatan saya sistem ibing ini baru di silat dan capoerra yg jelas2 berasal dari negara jajahan.. dan mungkin waktu itu beladiri dilarang dipraktekan oleh para penjajah..

wondering..
1.apa waktu jaman peperangan antar kerajaan dulu (mis. Majapahit mataram dll) para pendekar silat kalo tarung pake kembangan..? apalagi kalo dikeroyok dalam pertarungan..?
2. masih relevan ga ya kita belajar ibingan dan kembangan? karena kynya kebanyakan anak muda sekarang paling anti nih, sama ibingan..extreme nya.. citra silat kampungan di mata mereka ya dari sini ini.. [cry2]

dah dulu ah pancingannya.. >:D
peace ya.. jgn pada marah [payung]
 [run]
sedia matras sponge/spon buat latihan /pertandingan silat, taekwondo, karate, boxer, dll
http://ecommerce.co.id/perlengkapan-latihan-beladiri/127-matras-pertandingan-sponge.html
lokasi dibandung, harga menantang :D

Ranggalana

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 1
  • -Receive: 1
  • Posts: 652
  • Reputation: 81
  • sastra jendra hyu ning rad pangruwating diyu
    • Email
Re: Kembangan dalam Silat
« Reply #2 on: 27/11/2007 17:51 »
Salam silat semuanya,

Mohon ikut nimbrung: menurut saya kembangan gak ada hubungannya dengan penjajahan, melainkan merupakan metode membuat jurus-jurus terkuasai di bawah sadar dan tubuh terbiasa mengalir dari satu posisi ke posisi lainnya. Jadi gak ada perkelahian menggunakan kembangan, sikap pasang dsb, menurut saya itu perkembangan belakangan. Musik kembangan yang asli juga bukan seperti yang kita kenal sekarang yang sudah sangat dibakukan dan diseragamkan. Gerak kembangan apa lagi, dulu sangat bukan seragam, beda dengan sekarang banyak gerak dibakukan. Gerak kembangan yang baku, nilainya tidak secanggih gerak kembangan yang menyusun jurus berdasar krenteg hati nurani.

Ibing dan kembangan sekarang gak punya daya tarik karena sudah terGolkarisasi dan terOrbaisasi sehingga menjadi keseragaman yang beku, gak kreatif dan kurang patut dibanggakan sebagai karya seni. Kecuali kalau memang kurang piknik dan cupet wawasan, bisa bangga dengan seni-seni tradisi kita yang dikebiri dengan keseragaman dan dicekik dengan hafalan. Kalau mau ibing dan kembangan naik daun lagi ya harus dihidupkan kembali lepas dari belenggu keseragaman, hingga menjadi ekspresi pribadi yang utuh pula. Kalau itu kembali dihayati tentu orang muda suka dan butuh.

Nyatanya, perguruan Barat seperti Walisongo di Hendon, London Utara, mengadakan kelas kembangan setiap Rabu malam dan banyak peminatnya. Banyak pesilat yang mengatakan kembangan membuatnya lebih memahami jurus-jurusnya. Tetapi saya lihat memang approachnya pada kembangan bukan seperti ibu-ibu DharmaWanita mengapproach latihan karawitan (yakni dengan hafalan) melainkan dengan mengikuti tubuh dan nurani sendiri.

Jadi, mongomong tentang kembangan, apa yang Anda maksud dengan kembangan? Kalau petenteng-petenteng dengan sikap-sikap pasang sebelum tarung Anda anggap kembangan, maka pengertian itu beda dengan yang saya maksud. Juga kalau koreografi-koreografi baku Anda anggap kembangan, maka kita belum bertukar pendapat. Baru jika kembangan dianggap sebagai metode belajar yang lebih canggih seperti metode pendidikan Steiner ataupun Montesouri yang gunakan totalitas musik-kata-rupa-segala untuk sampaikan isi pelajaran secara wholistik, maka kita bicara bermuka-muka.

Gitu loh, kembangan itu canggih if you know what to look for. Kembangan itu bego kalau cuman sok PowerRangers saja.

Salam hangat,
Ranggalana
batu kali jadi candi, duka jadi puisi, jagal jadi wali

one

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 3
  • -Receive: 23
  • Posts: 839
  • Reputation: 65
Re: Kembangan dalam Silat
« Reply #3 on: 27/11/2007 21:26 »
Kembangan Dalam Pencak Silat

Kembangan dalam pencak silat sebenarnya adalah suatu kaidah bela diri yang menjadi ciri khas bagi pencak silat itu sendiri. Kembangan adalah bagian dari sikap pasang dan pola langkah di dalam pencak silat. Kembangan dalam pencak silat sepengetahuan saya sama sekali tak ada hubungannya dengan penjajahan atau tidak. Yang jelas dalam pencak silat kembangan bisa menjadi taktik untuk memperdaya lawan agar bisa “termakan” umpan yang dipasangnya. Kita ambil contoh dalam pencak silat Sunda sering kita lihat posisi kuda-kuda serong dengan tangan kanan di depan bersilangan dengan tangan kiri namun membuka areal sekitar belikat dan rusuk seolah berkata,”nih kalau mau serang bagian rusuk….” Padahal bila kita tendang atau kita pukul maka dengan cepat siku kanan akan menghantam serangan baik tangan ataupun kaki yang bisa menyebabkan cidera pada atas tangan ataupun benjolan dibagian atas kaki atau kita terkapar karena dijatuhkan. Begitu juga dengan posisi membuka kedua tangan ke atas seolah memberikan ruang serang yang leluasa…padahal andai kita serang maka turunnya siku atau kepalan tangan (keprukan) akan sangat fatal mengenai kaki maupun tangan kita atau membuat kita jatuh karena tangkapan. Lalu bagaimana dengan pencak silat yang tak memakai kembangan (sikap seperti “menari” bagi yang tak tahu) dalam pertarungannya? Sebenarnya kembangan bisa juga berarti luas, meski orang tersebut menggunakan posisi berdiri “diam” tanpa sikap pasang ataupun kuda-kuda, sebenarnya ia sendiri telah melakukan “kembangan”. Karena dengan diamnya itu bisa memperdaya lawan hingga menganggapnya tak memiliki kekuatan atau dianggap orang yang tak bisa bela diri. Contoh lain dalam pencak silat yang telah mengutamakan rasa maka kembangan yang dipakai adalah membiarkan diri dianggap tidak berbahaya. Sehingga sering kita jumpai orang menganggap remeh seorang pesilat akan jatuh oleh akibatnya sendiri. Inilah yang dimaksud kembangan……atau dengan kata lain teknik “mengecoh” baik dari sikap, pola langkah, maupun mimik. Sementara mimik bisa dipergunakan pada saat kita kuat maka bersikap seperti orang lemah atau sebaliknya bersikap sangat gagah saat kita lemah...sementara untuk serangan biasanya disebut “eusi” atau “buahna” bisa kita sebut juga sebagai akibat dari kita “makan” umpan itu.

Kembangan dalam pencak silat bukanlah dengan ibing, ibing adalah kreasi seni dari pencak silat yang masih memegang kaidahnya dengan mendahulukan nilai artistik/seninya untuk dipertontonkan ke khalayak umum. Kita sering menganggap kembangan adalah ibing, mungkin karena dalam ibing banyak terdapat / terlihat kembangan.

Padahal jika kita teliti kembangan bisa menjadi ciri khas suatu aliran atau perguruan. Misalnya jika kita sering melihat pertandingan, maka dengan sikap pasang dan pola langkahnya maka kita akan mengenali dari mana pesilat itu berasal. Selama ini setahu saya tak ada standarisasi kembangan ataupun penyeragaman kembangan, kalau ada mungkin ini berita yang tak pernah saya tahu. Dalam pencak silat seni (baik di IPSI ataupun di PERSILAT) mungkin ada keseragaman teknik baku untuk mempermudah penilaian (seperti TGR). sementara ibing dan kembangan yang terstandar dan dibakukan saya rasa tak ada, dalam ibing ada musik tepak dua, tepak tilu, paleredan, padundung (itu dari Sunda), belum dari Bali, Madura, Minang, Bugis dll....standarisasi kayak apa ya? Sementara kalau untuk intern perguruan itu mutlak harus ada karena itu ciri khas. Jika kita ingin melihat kembangan atau ibing maka salah tempat kalau kita nonton Tunggal Baku atau Regu /Wiraloka Wajib (jelas itu mah seragam....), tapi coba perhatikan ganda. Atau kalau mau lebih asyik nontonnya Festival Seni Pencak Silatnya

Kalau di silat ada istilah tiap jurus ada nama, tiap pasang ada maksud, tiap serangan ada tujuan. Jadi memang akan sangat lucu jika seorang pesilat membuka sikap pasangnya dengan kedua tangan ke atas namun tak mengerti bahaya yang akan diterimanya….

Tutup menutupi dalam pencak silat tak hanya terjadi pada jaman penjajahan, jaman sekarangpun banyak aliran pencak silat yang masih tertutup. Banyak faktor yang menyebabkan begitu, antara lain kekhawatiran ilmunya dipakai berbuat jahat, bukan satu keluarga, belum cukup umur, tidak seagama, atau seperti saya yang tidak cukup pandai belajar silat…


Salam,


One
BBM (bodor, bodor, maenpo)
Nb: jangan dianggap tulisannya...maklum baru belajar  [hihihi]


godam

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 4
  • -Receive: 5
  • Posts: 541
  • Reputation: 55
  • Godam
Re: Kembangan dalam Silat
« Reply #4 on: 27/11/2007 21:41 »
salam
menarik nih mas faiz.. cukup kontroversial.. mengingat sebagian besar aliran silat di Indonesia sangat memegang teguh prinsip kembangan dan ibing ini.. dan secara universal mayoritas beladiri yg terbuka dan tidak mengalami penjajahan tidak menggunakan ibing.. mis. karate, tae kwondo, gulat, juijitsu, kempo, shaolin, dll.. sepengamatan saya sistem ibing ini baru di silat dan capoerra yg jelas2 berasal dari negara jajahan.. dan mungkin waktu itu beladiri dilarang dipraktekan oleh para penjajah..
Salam Mas..
Mas nah ini yg rada unik dilain daerah perkembangan beladirinya ada persamaan dan perbedaan juga.
Pulau Okinawa (tempat asalnya Karate) merupakan daerah jajahan Jepang. Penguasa Jepang yg berkuasa di Okinawa melarang rakyat okinawa memegang senjata karena takut mereka akan memberontak. Sehingga rakyat Okinawa terpaksa mempelajari tekhnik kelahi dgn tangan kosong(Dari sini lahirnya beladiri asli Okinawa yg bernama Ti kemudian berkembang menjadi Karate setelah ditambah tekhnik-2x Kungfu) dan juga dgn alat yg mereka gunakan utk bercocok tanam.
Double Stick/Nunchaku itu asalnya adalah alat utk gebuk padi, Toya asalnya adalah utk ngangkat-2x, Trisula juga mereka gunakan utk keperluan sehari-2x. Jadinya penguasa jepang gak curiga.
Korea juga daerah jajahan jepang. Beladiri pra taekwondo namanya Taekyon. Ini juga berkembang diera penjajahan jepang dimana beladiri di Korea dilarang.
Jadi kepikiran apa bener kalau Ibing Penca atau Kembangan itu dikarenakan utk mengelabui penjajah waktu berlatih Silat ??
Makasih Mas,
Wasalam,
Faiz
Perjalanan 100 kilometer berawal dari satu langkah.

godam

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 4
  • -Receive: 5
  • Posts: 541
  • Reputation: 55
  • Godam
Re: Kembangan dalam Silat
« Reply #5 on: 27/11/2007 21:52 »
Quote
Nyatanya, perguruan Barat seperti Walisongo di Hendon, London Utara, mengadakan kelas kembangan setiap Rabu malam dan banyak peminatnya. Banyak pesilat yang mengatakan kembangan membuatnya lebih memahami jurus-jurusnya. Tetapi saya lihat memang approachnya pada kembangan bukan seperti ibu-ibu DharmaWanita mengapproach latihan karawitan (yakni dengan hafalan) melainkan dengan mengikuti tubuh dan nurani sendiri.
Salam Mas,
Hal ini saya rasa biasa, karena orang barat suka kepada sesuatu yg eksotis.
Contohnya di Konsulat RI di New York ada kursus Gamelan. Yang belajar kebanyakan orang-2x bule karena merupakan suatu pengalaman yg berbeda dgn yg mereka alami selama ini. Nilai seninya tinggi.
Yang saya maksud kembangan adalah spt. Ibing Penca dimana pesilat melakukan solospel ato free flow gerakan-2x dgn dialuni musik. Banyak perguruan Silat yg hanya memakai alunan musik waktu mengadakan demonstrasi tetapi tidak termasuk dalam kurikulum latihan sehari-2x mereka. Bukan ini yg saya maksud. Yang saya maksud adalah perguruan yg disaat latihan kembangan diiringi Musik spt. yg kita lihat di Silat tradisionil Sunda, Banten, dan juga di Sumatera.
Hal ini tidak unik di Silat juga, spt. Mas Srdananjaya sebutkan Capoera juga saat latihan diiringi musik, begitu juga Kali/Eskrima tradisionil mereka berdansa didepan api saat latihan stik. Capoera alasannya karena supaya dikirain nari ama penjajah Eropah begitu juga Kali/Eksrima tradisionil.
Yang saya ingin tau, darimana awalnya berkembangnya Kembangan dan Musik didalam Pencak Silat ? Apakah spt. yg saya baca-2x yaitu karena ingin mengelabui Penjajah atau karena untuk menjiwai Silat spt. yg Mas Ranggalana sebutkan.
Terima Kasih Mas.
Wasalam,
Faiz

Perjalanan 100 kilometer berawal dari satu langkah.

simpay

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 190
  • Reputation: 4
Re: Kembangan dalam Silat
« Reply #6 on: 28/11/2007 00:11 »
Salam kenal semuanya para pencinta silat.... :) ^:)^
meskipun saya baru belajar silat,tetapi saya akan coba ikut meramaikan forum kita ini...dan mohon maap klw sekiranya ada perkataan2 saya yg salah atau kurang berkenan dihati rekan2 semua.
Kembangan (silat kembang)....menurut saya itu merupakan suatu tahapan dari proses dalam belajar silat,mengapa saya sebutkan merupakan suatu tahapan?...
Karena biasanya(kebanyakan) disetiap perguruan silat Tradisional,seorang murid sebelum dilatih Jurus2 dari perguruan itu,biasanya mereka diajarkan silat kembang tersebut,maksudnya adalah...
_pertama2 melatih keluwesan gerakan murid2 tersebut
_kedua secara psikologis....dengan alunan musik yg mengiringi ibingan dalam silat   kembang, dan dengan selarasnya gerakan ibing tersebut,maka rasa ingin belajar   dan rasa cinta terhadap silat itu sendiri otomatis akan meningkat
Nah sesudah rasa tersebut tertanam dalam hati si Murid tersebut,maka murid tersebut akan lebih giat dalam berlatih dan semakin mencintai silat.
Naah setelah itu semua....baru belajar ke tahap selanjutnya dengan mempelajari Jurus2 yg biasa kita latih.
   Dan satu lagi klw menurut saya dalam rangkaian gerak silat kembang tersebut(ibing),itu merupakan rangkaian dari gerakan jurus2 yg biasa kita latih dengan tambahan kreasi(pemanis gerakan) dari pencipta gerakan tersebut,jadi menurut saya belajar silat kembang juga sama pentingnya dengan belajar Jurus.
   Ada suatu pepatah yg mengatakan,kalau anda ingin mengetahui apakah anda mencintai silat atau tidak?....jawabannya sangat mudah sekali,ketika anda mendengar alunan kendang penca dengan suara terompetnya yg melengkin,dan darah anda terasa berdesir bahkan Bulu kuduk terasa merinding?...maka anda merupakan pencinta Silat,dan anda akan merasa ingin mengikuti irama kendang penca silat tersebut dengan gerakan2 silat kembang(ngibing).
  Sekian dulu kang uraian dari saya,sekali lagi mohon maap klw ada kata2 saya yg salah dan kurang berkenan di hati rekan2 semua ^:)^

wasalam
Simpay

godam

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 4
  • -Receive: 5
  • Posts: 541
  • Reputation: 55
  • Godam
Re: Kembangan dalam Silat
« Reply #7 on: 28/11/2007 00:53 »
Salam..
Terima kasih Mas One, Simpay, Ranggalana, Srdananjaya atas penjelasannya.
Saya dari dulu ingin tau Kembangan/Musik diSilat itu awalnya bagaimana.
Dari apa yg saya baca dan orang-2x cerita, katanya untuk mengelabui penjajah yg saat itu melarang orang bersilat. Kita dijajah lebih dari 350thn ,itu waktu yg cukup lama. Apakah mungkin dilain era penjajahan perkembangan Ibing Penca, Paladeran, dsb di Pencak Silat juga berbeda ?? Yang awalnya untuk menutup-nutupi latihan Silat akhirnya dijadikan aspek dalam latihan Pencak Silat ??
Apakah rata-2x silat tradisionil berlatih kembangan dgn alunan musik ?

Terima kasih.
Wasalam,
Faiz
Perjalanan 100 kilometer berawal dari satu langkah.

sedyaleksana

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 17
  • -Receive: 6
  • Posts: 417
  • Reputation: 42
    • PD Germany & Swiss
  • Perguruan: Perisai Diri
Re: Kembangan dalam Silat
« Reply #8 on: 28/11/2007 02:14 »
Salam,

sedikit menambah informasi. Alm eyang saya (cucu dari Sultan PB IX) adalah mayor dari keraton Solo dan juga merupakan pendekar Silat yg mumpuni pada jamannya. Menurut ibu saya beliau tidak pernah latihan pencak dgn iringan gamelan ataupun musik. Sejauh ingatan ibu saya, yg sekarang berusia hampir 70 tahun, beliaupun belum pernah melihat kerabat keraton lainnya latihan pencak dgn menggunakan musik.

Salam
Chandrasa

P.S.: mas Faiz, istilah dijajah 350 tahun mungkin juga tidak tepat lagi kali ya. Mungkin 350 Belanda di indonesia, tapi pada awal2nya mereka setahu saya hanya pedagang biasa.

godam

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 4
  • -Receive: 5
  • Posts: 541
  • Reputation: 55
  • Godam
Re: Kembangan dalam Silat
« Reply #9 on: 28/11/2007 02:22 »
Salam Mas sedyaleksana ..
Terima kasih menkoreksi data ttg. 350thn dijajah :) Soalnya dari dulu SD dan SMP ingetnya cuman itu aja dikelas sejarah. Kali kalo diitung niatnya ngejajah juga + waktu ngejajah..kira-2x 350thn totalnya ??  ;D
Informasi yg Mas tulis menarik karena pada kenyataanya tidak semua silat tradisionil memakai alat musik dalam latihan silat.
Apakah kembangan dgn alat musik ini hanya diterapkan di aliran-2x Silat didaerah tertentu ?
Kalo kita liat Silat Betawi spt. Kari dan Madi apakah ada alunan musik sebelum dibawa ke Jawa Barat dan diadopsi ke aliran-2x Silat dijawa barat ?

Terima kasih..
Salam,
Faiz
Perjalanan 100 kilometer berawal dari satu langkah.

AGUNGP

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 207
  • Reputation: 10
    • Email
Re: Kembangan dalam Silat
« Reply #10 on: 28/11/2007 07:06 »
Menurut kacamataku.

Kembangan saya artikan dengan sikap pasang, atau gerakan diam(kosong) untuk bersiap menyerang , dan ini sering dan biasa di gunakan untuk menari. menampilkan suatu keindahaan PS.Karena kalo kita tampil dengan cara tendangan dan pukulan tampak kurang berseni didepan umum , coba deh.

Jadi kembangan adalah faktor yang penting dalam PS disamping menyerang.



Ada filosofi di suatu perguruan tertentu bila kaki sudah diangkat (maksudnya kita menyerang) musuh harus jatuh.

sekian dulu............

..............................................................
Perlu diingat emang kita sudah merdeka :-\ [kecut] :(

Merdeka dari apa?


Ranggalana

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 1
  • -Receive: 1
  • Posts: 652
  • Reputation: 81
  • sastra jendra hyu ning rad pangruwating diyu
    • Email
Re: Kembangan dalam Silat
« Reply #11 on: 28/11/2007 07:08 »
Saya kira ngumpet dari penjajah bukan motivasi munculnya kembangan. Jika kita simak bait Kidung Sudayana yang dikutip Pak O'ong dalam bukunya kita melihat bahwa baik itu melukiskan permainan yang mungkin bermusik.

Awal dari musik tradisi kita adalah satu buah kenong atau kempul yang bunyi konstan pung-pung-pung dst. Kalau panen baik dan ada dana lagi, bikin satu kempul beda ukuran dan jadinya musiknya pung-pong-pung-pong dan seterusnya, dari situ berkembang sampai bertambah kompleks.

Tidak semua perguruan silat menggunakan musik sebagai bagian dari kurikulumnya, tetapi semua perguruan silat (kalau mau) bisa saja menggunakan musik dalam metode pelatihannya. Misalnya seorang pesilat keraton di Jawa, kalau mengikuti kaidah gerak Jawa (Greget-Sawiji-Sengguh-NoraMingkuh) maka artinya di dalem hati ada semacam musiknya juga.

Salam hangat,
Ranggalana
batu kali jadi candi, duka jadi puisi, jagal jadi wali

one

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 3
  • -Receive: 23
  • Posts: 839
  • Reputation: 65
Re: Kembangan dalam Silat
« Reply #12 on: 28/11/2007 09:27 »
Mas, coba tolong check lagi mengenai kata "pencak silat", istilah ini dikenal hanya di Tatar Sunda (penca dan silat) dan Sumatra (silek). Kalau menanyakan ibing, silat yang diiringi musik pada orang Jawa, jelas aja mereka tidak mengenal hal ini. Di wilayah Jawa ilmu beladiri disebut kanuragan. Jadi kurang tepat.

Penca atau silat dari Sunda menyebar setelah para tuan tanah menggunakan mandor atau penjaga tanah/kekayaaannya dari Tatar Sunda hingga ke luar Jawa. Pengunaan istilah silat atau pencak silat mulai booming pada era kho ping ho dan SH Mintardja, tolong check lagi. Meski ada beberapa perguruan yang ikut membidani lahirnya IPSI ditahun 1940-an, tetap saja istilah pencak silat untuk saat itu belum begitu akrab ditelinga masyarakat Jawa. Dan rata-rata perguruan disana memiliki dasar pelajarannya Cimande. Akang kita. kang O'ong Maryono malah menyebutkan muara istilah silat itu ya ke Tatar Sunda atau Minang (Sumbar), sementara penca ya ke Sunda...meski beberapa daerah ada yang menyebut memencak.

Kata kembangan, seperti awal saya bilang adalah sikap pasang, pola langkah sementara ibing adalah bentuk seni pertunjukan bela diri yang di"perhalus". Kalau kita tanyakan ibing ke pusat budaya Sunda mungkin jawabannya akan lain. Sebab sejak jaman "baheula" yang namanya acara seren taun, panen raya, seja bumi, atau persembahan ke prabu, hajat nikahan acara seni penca dipertontonkan ke khalayak ramai memakai tetabuhan jauh sebelum Belanda datang.

Selain itu juga seni pertunjukan ini memang biasa dipertontonkan saat jaman belanda, beberapa bincang-bincang saya dengan sepuh silat di Tasik, Ciamis, Garut, Cianjur malah pertunjukan ibing ada saat pasar malam jaman belanda. Atau pada ulang tahun ratu belanda saat itu malah kesenian ini ditampilkan oleh para wedana, bupati/adipati yang menjadi bawahan belanda. Di Batavia kalau mencari jawara untuk centeng/mandor malah buka gelanggang tarung pake silat ibing. Yang tertutup tentunya silat yang melawan pemerintahan saat itu. Ibing mah bebas....orang ibing kok repot? belanda juga tahu...

Ibing ama penjajahan tak terlalu berhubungan....

itu aja dulu

salam,


one ;D


Java

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 647
  • Reputation: 48
Re: Kembangan dalam Silat
« Reply #13 on: 28/11/2007 09:39 »
Kalau di silat ada istilah tiap jurus ada nama, tiap pasang ada maksud, tiap serangan ada tujuan.
Nb: jangan dianggap tulisannya...maklum baru belajar  [hihihi]

@kang One,
Saya cuma bisa bilang sampeyan hebat. [top]

nb: Yang baru belajar saja sudah begitu hebat. Gimana yang ngajarnya ya? :D

one

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 3
  • -Receive: 23
  • Posts: 839
  • Reputation: 65
Re: Kembangan dalam Silat
« Reply #14 on: 28/11/2007 10:31 »
guru-gurunya mah hebat....tapi muridnya (saya) tukang tidur and males [lucu] Jadi ya cuma segitulah yang tahunya ^:)^

salam


one
BBM

 

Powered by EzPortal