+-
Shoutbox
Today at 19:13 suporter: minal aidin wal faidzhin, mohon maaf lahir dan batin
04/09/2010 10:09 Pemulung: Baik om hart..he he he ketemu maning..
03/09/2010 11:31 HartCone: lama ga dolan dimari, apakabarnya semua? slm
25/08/2010 13:16 baront: mohon bantuannya informasi tempat belajar silat kumango di Bogor.
22/08/2010 21:00 wawan setiawan: salam hanggat bwt semuanya??saya pengen mengenal pencak silat garut ada yang tau ga???
18/08/2010 17:09 Comot Dage: Gan tempat latihan silat tradisional di kota cibinong, alamatnya dimana ya ..
18/08/2010 11:15 hb: Alhamdulillah kalau sudah pulang, smg bisa kembali sehat dan main silat lagi :-)
15/08/2010 15:13 hudzaifah: alhamduliLLAH.., makasih atas doa yang tulus ikhlas dari kawan2 skalian.., babeh sudah pulang dr rs, dan tinggal pemulihan total.
10/08/2010 11:11 luri: Happy Ramadhan 1431H
09/08/2010 16:00 Bang Gagak: Salam kenal om2 Pendekar2 dan jawara2 forum sahabat silat, numpang gabung.
View Shout History
Recent Topics
Teknik Pernafasan by Sawer Wulung
Today at 18:04

KALIMASADA by yohanlie
Today at 05:02

Membedah Okinawa-te, sisi lain dr karate yg tersisih.... by kobushi
Today at 00:34

Berlatih Tenaga Dalam Dengan Olah Rasa by euwin
08/09/2010 11:21

Tata Langkah or Pola Langkah by euwin
08/09/2010 11:20

MOVED: KI KUSUMO GELAR PENGAJIAN DAN BUKA BARENG TUKANG BECAK by parewa
08/09/2010 11:08

MOHON INFO PITEDA PEMUSATAN by depp2010
08/09/2010 10:13

PABUCI (PANCERBUMI CIKALONG/PASAR BARU CIANJUR) by samber gledek
08/09/2010 08:45

Teh Jamur Ajaib Keabadian Kombucha by Arsenius
07/09/2010 21:43

[BUKUTAMU] by Allirpoid
07/09/2010 14:30

VIDEO LATIHAN TENAGA DALAM/METAFISKA by depp2010
06/09/2010 07:14

SILAT PAUH by suporter
02/09/2010 18:34

beladiri di Akabri by muh sahir
02/09/2010 17:29

Pemecahan benda keras... useful or useless? by muh sahir
02/09/2010 08:42

Kiprah Pencak Silat di ICE 2009 by samber gledek
02/09/2010 08:11

Share this topic on DiggShare this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on StumbleUponShare this topic on TechnoratiShare this topic on TwitterShare this topic on YahooShare this topic on Google buzz

Author Topic: Teknik silat dan kondisi setempat  (Read 3178 times)

Sabrang kidul

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 98
  • Good
    Reputation :
    3
  • Respect: 0
    • Email
Teknik silat dan kondisi setempat
« on: 08/01/2008 22:30 »
0
Nyoba bikin topik baru aah...

Dulu pernah ada hypothesa yang menyatakan bahwa keragaman gaya dan teknik silat itu salah satunya dipengaruhi oleh oleh kondisi geographis dan budaya masyarakat.

Maksud saya begini, ada yang berpendapat bahwa kondisi tanah Pasundan yang hijau bersawah dan becek mempengaruhi gaya silat Pasundanan dengan kuda-kuda rendah dan lebar penuh dengan sapuan dan tangkapan dan patahan bawah serta irit tendangan karena hampir tidak mungkin untuk melakukan stand up fighting dalam kondisi ini.

Cingkrik di tanah Betawi punya reputasi 'ngilang di bawah' dan 'bisa berantem di kolong rumah' karena memang kebanyakan rumah jaman itu berbentuk panggung macam rumah si Pitung di Marunda. Hal yang sama juga dengan banyak aliran silat di tanah Minang.

Dari segi sosial, ada yang bilang bahwa silat daerah pesisiran macam di betawi, Surabaya atau Madura biasa bercirikan 'langsung-langsungan' sesuai temperamen masarakat pesisir yang cenderung 'panasan'. Bandingkan dengan daerah pedalaman  (pasundan, mataraman)  yang relatif mempunyai lebih banyak unsur kembangan, ibingan dan barongan karena masyarakatnya lebih 'halus'.
Ada juga yang bergurau bilang kalau silat Minang dan Aceh itu agak 'tricky' dan penuh 'tipu-tipu' karena mencerminkan sifat masyarakatnya...maaf lho bukan maksud ber SARA ria....sungguh deh ^:)^

Nah gimana pendapat sohib silat sekalian, apakah hipotesa ini benar adanya atau hanya mitos semata terutama dari pengalaman aliran anda masing-masing.

Nuhun, jabat erat dari tanah selatan
O'

godam

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 427
  • Good
    Reputation :
    26
  • Godam
  • Respect: 0
Re: Teknik silat dan kondisi setempat
« Reply #1 on: 09/01/2008 06:26 »
0
Nyoba bikin topik baru aah...
Dulu pernah ada hypothesa yang menyatakan bahwa keragaman gaya dan teknik silat itu salah satunya dipengaruhi oleh oleh kondisi geographis dan budaya masyarakat.
Salam Mas..
Apa mungkin juga dipengaruhi oleh pengalaman dan juga postur/anatomi penemu aliran ato perguruan tsb ?
Wasalam,
Faiz
Perjalanan 100 kilometer berawal dari satu langkah.

DasaMan

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 681
  • Good
    Reputation :
    31
  • Respect: 0
    • Email
Re: Teknik silat dan kondisi setempat
« Reply #2 on: 09/01/2008 13:28 »
0
Ini bisa jadi menjelaskan kenapa MMA hanya dikatakan cocok untuk dalam ring saja, wakakakakakaka...

Sosro_Birowo

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 335
  • Good
    Reputation :
    33
  • The best of us is never enough but God's love
  • Respect: 0
    • Email
Re: Teknik silat dan kondisi setempat
« Reply #3 on: 09/01/2008 13:40 »
0
Sahabat silat,
Mmm ini asyik juga...
Mungkin secara khusus mesti diadakan penelitian soal ini yang pasti akan sangat menarik bagaimana kultur setempat dan juga geografisnya mempengaruhi pencak silat..

Ada yang bilang kalo pencak silat tuh ada pengaruh dari budaya agraris alias petani: makanya banyak istilah kuda-kuda (bagian dari atap/bangunan rumah), tendangan sabit (alat untuk bekerja di ladang/sawah), simpir/srimpet, cangkulan, dan lain lain ....

Bagaimana keadaan kultur setempat (sosiologisnya), termasuk cara dan bentuk berpakaian, cara membawa dan senjata yang dibawa, dll,  berjalin erat dengan kondisi geografis, postur tubuh pendekarnya ; menjadikan suatu beladiri misalnya maenpo atau silek ; mestilah kita pahami agar tidak lepas dari konteks budaya atawa culture pencak silat.

Yang pasti semua itu sangat erat kaitannya dan justru hal-hal itulah yang membedakan pencak silat dari satu daerah ke daerah lain atau bahkan dengan ilmu beladiri lainnya.

Itulah sebabnya mengapa kunfu shaolin di tangan seorang pak Dirjo memiliki warna berbeda dengan kungfu shaolin yang ada di shaolin atau dengan milik gurunya dahulu.  

Dalam aikido-pun semua gerakannya sebenarnya berasal dari ilmu pedang (katana/samurai) dan dengan demikianlah aikido akan lebih mudah dipahami.  mengingat cara pegang samurai adalah dengan kedua tangan, berbeda dengan golok yang dipegang satu tangan...

Sangat jelas sekali kalau dilihat dari silek minang. Hampir semua falsafah sileknya tidak jauh berbeda dengan filosofi budaya minang; mulai dari langkah, gerak, tangkok, gelek dan seterusnya.

udah dulu ah
nunggu komentar yang lainnya dulu...
sambil membayangkan kalao ada yg mau bikin disertasi soal ini pasti tebel jadinya...


salam
S Birowo
« Last Edit: 09/01/2008 14:29 by Sosro_Birowo »
Menguasai Kekuatan/kesaktian adalah untuk belajar rendah hati dan sadar akan adanya Kekuatan MahaTertinggi yaitu Sang Cahaya Kasih Sejati.

Sapujagad

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 54
  • Good
    Reputation :
    4
  • Respect: 0
    • Email
Re: Teknik silat dan kondisi setempat
« Reply #4 on: 09/01/2008 15:38 »
0


samurai mah berat kang..... jadi kudua tangan... ;D ;D ;D

lanjut
"Dalam Keimanan dan Ketaqwaan Terdapat Kekuatan"

DasaMan

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 681
  • Good
    Reputation :
    31
  • Respect: 0
    • Email
Re: Teknik silat dan kondisi setempat
« Reply #5 on: 09/01/2008 18:17 »
0
samurai mah berat kang..... jadi kudua tangan... ;D ;D ;D

Kalau berat "berat", sih debatable, wong gak sampe 2 kilo kok :D Paling 1,3. Kalo berat "ayunan", ya emang sih :D

HartCone

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 731
  • Good
    Reputation :
    38
  • Respect: 0
    • Martial Arts Forever
Re: Teknik silat dan kondisi setempat
« Reply #6 on: 28/03/2008 08:19 »
0
Sepertinyah ini pembahasan berat, so tidak banyak temen yang review disini...
saya tidak tau banyak, oleh karenanya hanya mengambil manfaat dari apa yang bisa diambil pada pembahasan diatas....

untuk belajar kuda2 bawah atau rendah yang bagus alangkah enaknyah kalau belajar dibawah kolong rumah, atau karena sekarang jarang kolong rumah, bisa dibawah ranjang...

untuk bisa sapuan kaki dan langkah seser yang sempurna alangkah sempurnanyah bila keseharian di sawah membajak pada lumpur yang becek, untuk menjadi pegulat yang tangguh alangkah indahnyah bila punya kerbau atau sapi dan bermain2 dengan mereka, bahu kekar karena harus mencari rumput di tegalan yang jauh, dan harus dipikul...

untuk bisa bermain pedang yang bagus, belajar mencangkul dulu, pengen bermain tongkat belajar mendayung dengan dayung yang berupa galah panjang...

pengen punya cengraman yang kuat, bisa dengan cara mencabuti rumput pada halaman yang luas, atau mau tidak mau membongkar sabut kelapa...

untuk kuncian2 dan patahan pada sendi, alangkah terbangunnya tangan kita ketika bekerja di bengkel sebagai montir (jadi inget almarhum ayah, sampai masa lepas SMA saya blom bisa kalahkan adu okol/panco dg beliau, pekerjaan sehari2nya adalah bengkel mobil, dan telapak tangan yang besar dan kasar, lengan yang begitu terbangun dg otot2 untuk mengunci dan patah sendi, kuku2 tangan yang menghitam dan mengeras karena oli dan bensin)

betapa leluhur kita belajar dalam kesehariannyah seakan2 tanpa terpaksa belajar sesuatu yang khusus, karena itu adalah keseharian mereka...
sekarang kita pekerja kantoran yang kadang merasa terpaksa kalau latihan konditioning untuk bagian tubuh kita....

salam,
harto

DasaMan

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 681
  • Good
    Reputation :
    31
  • Respect: 0
    • Email
Re: Teknik silat dan kondisi setempat
« Reply #7 on: 31/03/2008 12:02 »
0
untuk bisa bermain pedang yang bagus, belajar mencangkul dulu, pengen bermain tongkat belajar mendayung dengan dayung yang berupa galah panjang...

Kurang setuju juga sih, memang bahwa zaman dulu orang melatih tubuh dari hidup keseharian, sehingga teknik2 yg bisa digunakan bergantung kepada conditioning tubuh yang diperoleh dari kegiatan keseharian.

Tapi kalau ngomong fisiologi olahraga zaman sekarang, kan ada yang namanya GPP (General Physical Preparedness) dan SPP (Sport Specific Preparedness). Yang orang zaman dulu lakukan dalam keseharian, dan yang orang2 zaman sekarang lakukan dalam klub fitness dan interval traning dsb itu ranah GPP.

Lalu bagaimana SPP-nya? Zaman dahulu tetap saja ada latihan2 conditioning khusus yang spesifik dalam aliran beladirinya,itulah SPP-nya. Zaman sekarang juga ada latihan2 khusus yang spesifik untuk beladirinya, itulah SPP-nya.

Tapi untuk melakukan SPP, harus punya GPP yang bagus dulu.

Kesimpulannya, lah gue aja gak lolos tes GPP, gimana mo jadi olahragawan dengan metode SPP yang baik?

putri teratai

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 805
  • Good
    Reputation :
    20
  • datang kembali datang tuk mencapai kesempurnaan
  • Respect: 0
    • PD-Total Quality Body Management
Re: Teknik silat dan kondisi setempat
« Reply #8 on: 03/04/2008 21:00 »
0
Ikutan ya?

Wah ini memang diskusi berat, dan saya setuju dengan apa yang dikatakan oleh mass HartCone...

Kalo silat di daerah Surabaya atau pesisir dibilang panasan cirinya itu juga gak bener. Karena Surabaya bukan daerah pesisir toh..., nah kalo Madura lain lagi. Daerahnya cenderung kering dan tandus, silatnya sedikit tetapi kebatinannya yang menonjol. Silatnya lebih banyak main tangan dari pada model yang pakai loncat kayak di PD. Tendangannya kayaknya dikit, saya pernah lihat saja tetapi gak tau itu aliran apa.

Kalo ada volunteer yang mau bikin penelitian, pasti ini merupakan penemuan sejarah yang bagus deh.

Ok brother itu saja dulu ya?
Maaf kalo ada yang keliru... :)
percaya dan cintailah dirimu
(Kita ada di sini bukan untuk saling bersaing. Kita ada di sini untuk saling melengkapi. - Bill Mccartney)

edwardo

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 1
  • -Receive: 0
  • Posts: 44
  • Good
    Reputation :
    2
  • Respect: 0
Re: Teknik silat dan kondisi setempat
« Reply #9 on: 09/12/2009 20:43 »
0
 :) :) 8) 8) 8) asyiik nih ikutan nimbrung ah,, :-P :-P :-P
wahh,,,.... hebat... hebat.... 8) 8) 8)   dalam silek minang kami memiliki falsafah yaitu alam takambang jadi guru,, yah kalau pengertian nya kita jabarkan disini terlalu panjang kali ya ,sebab pengertian dari alam ini sangat universal sekali, jadi menurut hemat saya, ilmu beladiri apapun berkembang ataupun lahir adalah untuk menjawab tantangan alam,. baik itu manusianya , tekhnology, daerahnya, dan juga pola pikir masyarakatnya. dan juga perkembagannya sangat trergantung pada personalnya, dari pola pikir, pandangan , postur tubuh dan intelegency nya :P :P jadi yaa wajar2 saja seorang guru silat mempunyai lima orang murid, tapi gaya, tekhnik dan karakter murid2nya bisa jadi sangat berbeda x-)) x-)) x-)) x-))

ayoo dilanjut lagi ,, sahabat2 yang laen
Setetes Jadikan Laut.. Sekepal Jadikan Gunung....
Alam Takambang Manjadi Guru.........

santri kinasih

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 5
  • Posts: 405
  • Good
    Reputation :
    27
  • Respect: +2
    • Email
Re: Teknik silat dan kondisi setempat
« Reply #10 on: 10/12/2009 17:13 »
0
Apa yang mempengaruhi teknik silat?
Setuju dengan edwardo..

Seperti juga budaya: budi dan daya, orang minang bilang baguru ka alam nan takambang, belajar dari nan sudah..

Sebagi produk budaya>> silat terbentuk pertama dari Menthal Model, yaitu sifat dasar manusia...Menthal model ini akan merespon sistem dalam struktur kehidupan..Sistem itu adalah situasi alam, ajaran dari para pendahulu (bisa berupa agama ataupun local wisdom atau petuah orang tua) dan bisa juga pengalaman pribadi sang pencipta gerakan silat...Bentuk respon tersebut adalah karakter atau sifat bentukan...Yang selanjutnya karakter ini dengan olah pikiran dan rasa membentuk satu produk budaya, yaitu silat...:)

Setiap pengajaran silat dari daerah gunung bisa jadi berubah jika diajarkan kepada seorang murid dari sistem kemasyarakatan atau sosiologis antropologis yang berbeda..karena si murid membawa sistem dalam kehidupan yang berbeda dengan guru...Itulah asal-usul, mengapa banyak sekali aliran yang namanya sama, tapi gayanya beda jauh...tapi prinsip dasarnya sering terjadi kesamaan...:)

Pemulung

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 10
  • -Receive: 1
  • Posts: 352
  • Good
    Reputation :
    9
  • Yang Penting Halal
  • Respect: 0
    • Email
Re: Teknik silat dan kondisi setempat
« Reply #11 on: 10/12/2009 17:57 »
0
Mantabh uda SK..as usual.. [top]

Saya jadi inget ada silat satu papan tinggalan bajak laut laut malaka dari bugis, yang serangannya satu gerak lurus, main di coverage area yang sempit, ndak ada mundur, ndak ada nangkis. Disarawak yang nota bene tanahnya luas, orang orangnya "semi melayu dan dayak" yang tidak agresif, silat ini kurang populer. Cuma beberapa yang masih meneruskan, mereka pun mensimulasikannya masih berlatih di ruang ruang sempit. Padahal kalau mencari lahan luas mau berhektar hektar masih ada.

Atau kadang dibalik, bahwa tehnik silat kalau mendarah daging malah mempengaruhi watak sosiologis antropologis di satu daerah...
Bisa ndak ya kayak gini..

Air Setitik Menjadi Lautan, Tanah Sekepal Menjadi Gunung, Sampah Segunung di laut Menjadi Banjir....

santri kinasih

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 5
  • Posts: 405
  • Good
    Reputation :
    27
  • Respect: +2
    • Email
Re: Teknik silat dan kondisi setempat
« Reply #12 on: 11/12/2009 09:15 »
0
@pemulung, secara kaedah silat..today's problem is a result of yesterday's solution..gerakan silat sekarang adalah bentuk responsif terhadap ekspresi diri yang terbentuk dari sistem dalam struktur kehidupan (alam dan hubungan dengan manusia)..Bentuk silat yang akan lebih 'dipaksa' untuk menyesuaikan diri dengan pergerakan dinamis sistem kehidupan. Mengenai metoda latian, sebenarnya lebih banyak yg berkembang dibandingkan statis seperti dulu..Paling gampang sbg contoh silat golok seliwa..5 tahun yg lalu, latihan pake golok tajem dan pake bedarah2..tp alhasil muridnya gak nambah dan yg jadi bisa sama yg jadi kabur, banyakan yang jadi kabur..:)..Di Madura juga begitu, dulu guru dan murid berlatih pake clurit beneran, sekarang clurit beneran lebih banyak disimpan..Yg mempertahankan cara lama dan tidak adaptif terhadap pergerakan sistem kehidupan ya..kurang lebih, kita anggap saja sebagai bagian dari mereka yg ingin mempertahakan budaya asli se aslnya..apakah itu menjadi kontekstual? Maybe not..:)

hudzaifah

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 235
  • Good
    Reputation :
    4
  • Respect: 0
    • Email
Re: Teknik silat dan kondisi setempat
« Reply #13 on: 11/12/2009 22:39 »
0
@ uda SK : kalo saye mah malah ngerasa yang sekarang itu lebih "lembek" dari pada latihan silat jaman dulu...,,  ??? kalo dulu latian maen golok bener2 pake golok beneran walaupun hasilnya pada beset2 badan ama tangan tapi hasilnya..,  [top] ngeliat golok udah kaga' takut lagi dan maenin golok ataupun diserang dengan golok udah enak aja dah "ngebawanya".
  terus juga masalah praktek ama dulu dengan sekarang.., dulu babeh saye belajar silat bunder praktek tanding ama gurunya bang kute ampe pingsan2, bonyok mah sering, bedarah udah biasa, dilemparin langganan tapi sekarang hasilnya  [top] , makanya saye sekarang lebih suka praktek tanding ama temen seperguruan kalo dia nonjok harus beneran tapi kalo saye hanya cukup "ngepret" aje yah tujuannya supaya saye biasa ngeliat pukulan cepet serta biasa nerima pukulan di badan..,, so next time kalo ketemu musuh jago mukul..,, udah kaga' kelagepan lagi..,,
  nah tinggal goloknya nih belon saye biasain.., ma'lum dirumah cuma ada golok buat motong tulang kambing doang..,,  :P

sekian curhat dari saye..., :'(

godam

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 427
  • Good
    Reputation :
    26
  • Godam
  • Respect: 0
Re: Teknik silat dan kondisi setempat
« Reply #14 on: 13/12/2009 02:05 »
0
Salam Rekans,
@Bang Hudz..mengenai latihan make senjata beneran ato berantem kontak penuh..Saya rasa ada baiknya melalui tahapan.
Misalnya latihan golok ato pisau ..murid make tongkat ato golok/pisau tumpul kemudian baru make yg tajem.
Begitu juga dgn berantem kontak penuh..sebelumnya belajar semi kontak ato serangan ditentuin kemudian tangkisan/hindaran ditentuin. Setelah udah terbiasa dan reflek dari hasil latihan terbentuk baru dgn beneran.
Masalahnya kalo langsung ke senjata tajem..murid baru bakal kebeset-2x dan bisa cilaka.
ato kalo murid baru langsung berantem kontak penuh..yg ada yg keluar bukan ilmu yg dipelajarin/dilatih melainkan jurus acak adut :)
Mungkin filsafat orang beda-2x. Cuman saya pikir tentara aja yg perang hidup mati..sebelum make pelor beneran make pestol dgn peluru hampa dulu baru make peluru beneran. Soalnya kalo langsung make peluru beneran coba berapa yg bakal kena tembak pas latihan ?
Kalo latihannya brutal gitu jadi rada susah buat silat jadi popular. Kayaknya enggak banyak orang tua yg mau nyuruh anaknya ikutan latihan silat kalo kemunkinan jari-2xnya putus ato geger otak gara-2x latihan Silat :)
Iya gitu aje deh pendapet ane.
Wasalam,
Faiz
Perjalanan 100 kilometer berawal dari satu langkah.

 


Powered by EzPortal