Forum Sahabat Silat
Bahasa Indonesia => Seputar Dunia Beladiri => Tenaga Dalam (TD) => Topic started by: SelokanMataram on 10/04/2009 06:32
-
Tdk ada maksud menjelek2an atau apa-apa dari alamat ini.
cuma saya tidak bisa berpikir knp sang master bisa kalah pdhl sblm tanding dia tunjukin kemampuannya.
http://www.youtube.com/watch?v=gEDaCIDvj6I
knp bisa demikian ?? pdhl itu adalah pertarungan riil
-
Wah, jawaban yang paling afdhol tentu dari sang master ybs, Mas SeMa...
Di sini jawaban yang datang bisa berbagai macam... kalau dari orang yang gak pernah bisa tenaga dalam kayak saya mah, jawabnya... "ya pasti begitu... mosok bisa njatuhin orang tanpa nyentuh?" x-)) tapi dari teman lain bisa beda... jadinya kita cuma spekulasi.
Yang saya pernah tonton di Discovery Channel, seorang master Kiai bisa membuat genta bergetar dari jarak dua puluh meter oleh teriakannya, dan konon gelombang suara itu bisa mengganggu kelenjar tertentu dalam tubuh manusia dan membuat orang yang kena langsung KO di tempat.
Tapi si master sendiri mengakui kalau kemungkinan berhasilnya relatif kecil, apalagi kalau berhadapan dengan petarung yang sudah biasa berada pada tekanan tinggi. Beliau sendiri melatih Kiai-Jutsu karena sangat bagus untuk kesehatan, latihannya yang mirip Hatha Yoga sangat membantu mengembangkan organ-organ dalam.
Sorry tidak bisa banyak membantu.
-
hahaahaaa...aku udah pernah nonton ini deh.....apa juga udah pernah di bahas disini yah... lupa....
nah itu yang namanya manusia,,,gak sempurna...setiap sombong sedikit aja langsung ilang deh semuanya...
aku yang juga belajar tenaga dalam pernah juga mengalami hal itu tapi gak sampe hidung berdarah paling perut yang kena tonjok.. kalo udah gitu yah mau gak mau harus gunain gerakan silatnya tanpa mengandalkan tenaga dalam....tenaga dalam itu juga gak akan guna kalo gak bisa silatnya....em ini menurt aku doang loh...
-
Aq dulu paling tertarik dengan yang namanya tenaga dalam. Sampe2 kalau ada orang yang bilang bisa melontar orang dengan tenaga dalam pasti aq cari trus pengen tau gimana caranya. Bahkan aq kalau sd ketemu aq pengen coba rasakan kalau bs dilempar , ternyata nggak pernah kebukti. Setelah aq ketemu dengan guruku terakhir baru aq sadar oh iya itu ada. Kalau dalam aliranku guruku menjelaskan tehnik2 yang kita lakukan itu baru menghimpun tenaga yang bersifat yang (panas). Selama kekeutan2 yin dan yang belum di satukan kita belum bisa mengeluarkan tenaga yang seperti laser. Ini dibuktikan oleh guruku waktu kita disuruh mencoba memukul benda dengan jarak tertentu. Mula 2 kita akan menyalurkan tenaga kita ke benda tersebut kemudian guruku menyalurkan tenaga yinnya. kalau tenaga yang kita cukup maka benda tersebut akan terlempar. Kalau kita coba dengan tenaga kita yang hanya bersifat yang maka itu nggak akan berhasil. Tetapi kalau tenaga bersifat yang ini mengenai tubuh kita langsung bisa berakaibat fatal juga.
Dari situlah saya baru mengerti kalau hendak mempunyai pukulan jarak jauh yang seperti laser harus punya tenaga yin dan yang. Sayang nggak pernah kesampaian...
Dilanjut akang2
-
Ada satu kondisi dimana hal seperti itu bisa berfungsi tapi kebanyakan sulit untuk mempertahankan atau menemukan kondisi tersebut.
Ada kisah nih tentang kawan saya yang dengan gagahnya mencoba untuk menahan keroyokan sejumlah orang dengan tenaga dalamnya. Yang terjadi dia bonyok kena gebuk. Tapi disaat dia "menyerah" dibawah hujan pukulan, mendadak semua berhenti. Pada waktu dia mengangkat kepala, dia lihat semuanya sudah terkapar.
Dilain waktu kawan yang lain, dengan yakin menahan dengan tenaga dalamnya, dan sukses mementalkan serangan pertama. Tapi serangan berikut dan berikutnyanya dengan sukses membuat dia babak belur.
Jadi kapan dan bagaimana menemukan kondisi itu dan mempertahankannya ?
-
Salam,
Dari cerita-2x dan pengalaman orang-2x yg belajar ilmu ini hasilnya rada beda-2x ya.
Saya pernah dikasih tau, katanya susah praktekin ke orang yg emosinya terkontrol. Ada orang yg pembawaannya emosinya kalem ada juga yg spt. atlit-2x dimana mereka udah terlatih mengontrol emosinya ?
Silat spt. Sin Lam Ba disamping belajar tenaga dalam utk mental-2xin lawan juga belajar tekhnik-2x/jurus-2x Silat ya ?
Itu mungkin kombinasi yg lebih baik..satu sebagai cadangan gitu.
Jadinya pake fisik dulu sambil mancing-2x amarah lawan..baru abis itu dipental-2xin ??
Wasalam,
Faiz
-
Assalamualikum..
Salam hormat untuk semua pendekar silat di forum ini.
Say begitu terpesona dengan pembahasan topik kenapa bisa jadi begini?? (Tenaga dalam tidak Fungsi).
Jujur sodaraku... Tenaga dalam itu sebenarnya bukan untuk dipamer atau dipake sesuka hati.
Saat kita menghadapi orang yg betul2 murni.. bersih.. jujur. g neko2.... tenag itu tidak akan keluar walau bagaimanapun juga....
sebeperti yag telah dibahas para pendekar diatas.. ya memang seperti itu..
Saya kebetulan punya engalaman dengan hal tersebut.. seorang kawan waktu latihan.. menggunakan TD, aneh juga pikirku masak semua g ada yg kena, yg pada akhirnya beliau emintaku menyerang... sebagaimana kawan sebelumnya ya aku serang dia... kebetulan waktu itu saya. serang kakinya.... alhasil dia jatuh terlempar... saya sendiri alhamdulillah sehat walafiat..
setelah sekian lama.. tanya sana, tanya sini jawabannya...... Singkat saja. saat kepept dan saat kita pasrah hanya ingat yang kuasa saja yang maha kuat.... semuanya terjadi diluar perkiraan... sepertinya TD itu mengerti kapan saatnya dibutuhkan dan tidak...
TD td akan memberi efek pada org yg sabar, ikhlas, tanpa niat jelek secuilpun...... karena TD fungsinya sama2 positif...
hanya ini, yang bisa saya katakan, selebihnya kepada yg lebih ahli monggo dilanjut....
Assalamualaikum..
endy.
-
sy ngakak tuh nontonnya..lucu :D
klo mnrut sy ga perlulah belajar TD..secara bd aja qta udh bs koq utk menghindari kejahatan.
-
Kalau di tempat saya dulu belajar tidak ada istilah lawan harus emosi. Kalau sd di level 4 dimana dia bisa menggabungkan yin dan yang maka tenaga yang keluar itu seperti laser. Dan ini murni pukulan jarak jauh. Sayangnya sampai sekarang kayaknya dari murid guru saya belum ada yang sampai level 4.
Salam
-
Salam Buat Semuanya:
Kalo saya lebih berpegang bahwa tenaga dalam itu adalah pelengkap, BUKAN tujuan utama belajar beladiri. Bagi saya, beladiri itu ya LATIHAN SILAT-nya (gerakan dan teknik). Sudah gerakannya bagus, cepat, tepat, kuat, maka dibarengi oleh pengolahan tenaga dari dalam. Dalam posting terpisah, saya juga sudah membahas berbagai macam jenis tenaga dalam, baik pro mau pun kontra-nya masing-masing jenis tenaga dalam. Film yang di YouTube itu semakin menjelaskan apa yang saya posting.
Untuk tenaga dalam yang diperoleh dari latihan fisik (sebetulnya masih dalam tataran "tenaga luar"), maka lawan tidak perlu harus emosi dulu baru bisa dicelakai. Untuk level ini, hukum fisika masih sangat jelas berlaku. Simplenya "size does matter". Contohnya: pukulan "tenaga dalam" yang bisa menghancurkan batu, maka untuk memukul telak seseorang jelas akan membuat orang itu minimal terkapar, dibanding bila orang yang sama terkena pukulan yang tidak terlatih. Contoh nyata lainnya: "pukulan satu jari" (mana yang dipakai adalah jari kelingking!) dari salah seorang Pendekar, dengan tepat dan telak menghantam dada saya yang sudah saya keraskan. Hasilnya... Saya termundur dengan dada kiut miut menahan sakit! Itu baru demo, BUKAN pukulan asli yang dilepaskan.
So... Bukan suatu hal yang aneh terjadi dalam film YouTube itu. Wajar dan lumrah. Kita hanya perlu tahu bagaimana mengatasinya saja.
Salam
-
Wah makin asyik aja.. tuh.... banyak pendekar yg sakti2.. disini....
cuma kadang apesnya manusia.. manusia g ada yg ngalahin Tuhannya..
belajar kayak apapun...
kita ya g usak niru.. gtu demo2... gtuan.. kalo sakit biaya kita sendiri yg nanggung..... he.he...
terima kasih atas infonya.. saya makin tertarik..
tolong infonya dari para pendekar....
endy..
-
sy ngakak tuh nontonnya..lucu :D
klo mnrut sy ga perlulah belajar TD..secara bd aja qta udh bs koq utk menghindari kejahatan.
Salam Rekans..
@SBS Mas Don..gimana kabarnya ?
Kalo saya nonton malah kasian ama bapak itu. Udah bengep terus kalo gak salah musti bayar $5000 (a Kiai Master offers a 5000 dollar challenge that he can beat any MMA fighter) [cry2]
Saya kurang ngerti prakteknya ttg. tenaga dalam. Mungkin gak tenaga spt. ini butuh konsentrasi utk bisa keluar secara optimal apalagi kalo bagi yg pemula-2x ?? Mungkin kalo udah tingkat guru ato tinggi bisa keluar secara spontan/reflek.
Ditempat latihan suasanya ideal..sesamanya kooperatif pas latihan...ngerti gimana cara supaya tembakan tenaganya bisa dirasain dan dipraktekin sesama murid.
Masalahnya dalam pertarungan ato dalam pertandingan suasananya beda...kadang konsentrasi suka buyar. Bisa disebabkan beberapa faktor..misalnya grogi, tembakan tenaga pertama gak ada efek ama lawan, kena pukulan, ato gak kadang kaget pas lawan mukul kok kita kena kan harusnya dia yg mental ??? Gara-2x satu faktor ato lainnya..konsentrasi gak optimal yg tadinya mo nembak laser akhirnya yg keluar cuman lampu senter 5 watt.
Menurut rekan-2x yg lain gimana ?
Wasalam,
Faiz
-
Lebih baik latihan yang sudah pasti dan murni fisik saja karena logikanya kalau ada orang yang bisa mentalin orang lain maka dia enggak bisa ditangkep polisi kalau dianggap melanggar hukum :P
Lagipula kalau kita bersandar pada hal yang mistis maka kemungkinan besar kebudayaan/peradaban akan stagnan karena kita tidak terpacu untuk mencari tahu kenapa bisa begitu? kenapa bisa begini? Adakah cara yang lebih baik lagi dari yang sudah ada? Mungkin terdengar paradoks karena thread ini mempertanyakan kenapa TD ga berfungsi namun, adakah yang bisa menjelaskan? Saya yakin tidak ada. Jadi menurut saya lebih baik kita memikirkan bagaimana caranya menangkis sabetan pisau atau caranya selamat dari keroyokan dengan hanya menggunakan tangan kosong daripada berfikir kenapa TD kagak jalan. Ilmu silat kan tercipta karena ada yang berfikir bagaimana caranya menangkis pukulan, sabetan senjata, keroyokan, dan hal-hal fisik lainnya. Memang seiring waktu dipengaruhi dengan hal-hal supranatural namun menurut saya itu hanya untuk lebih memantapkan hati saja.
Jadi inget sama adegan pelem Si Pitung waktu gurunya ngasih keris "Nih, Tung pegang nih keris! Selipin di pinggang lu biar lebih manteb hati lu."
Hanya sekedar opini. Mohon koreksinya.
-
He...he...he... Mas Irwan memang praktis. Saya setudju dengan prinsip ekonomisnya, menekuni yang pasti-pasti aja, daripada buang waktu dan tenaga menekuni sesuatu yang akhirnya gagal-berhasilnya di luar jangkauan kita. Ibarat belajar teori probabilitas untuk menang di Las Vegas... mending ilmu yang sama kita pakai untuk quick count pemilu... lo? ::)
Tapi sikap ini saya ambil semata-mata karena memang saya kayaknya gak bakat tenaga dalam dan tidak punya akses ke guru-guru yang mumpuni tenaga dalamnya. :'(
Nanya dunk... (serius nih nanyak)
Kalau baca cerita-cerita Khoo Ping Hoo, ada juga pendekar yang gak pake tenaga dalam tapi murni main otot dan fisik (lupa nama tenaganya). Apakah seorang yang tidak menguasai tenaga dalam itu selalu berada di tataran lebih rendah dari yang bertenaga dalam?
-
Salam..
Sebenarnya kegagalan praktekin ilmu bukan monopoli praktisi tenaga dalam aja kok.
Banyak kasus orang yg udah belajar beladiri murni fisik beberapa tahun giliran berantem kecolongan ato kadang bonyok juga.
Dari mulai pengalaman pribadi ... sampe temen-2x saya pernah ngalamin hal yg dimana ilmunya gak keluar giliran diperluin.
Itu bukan salah ilmunya..itu mungkin salah sendiri kali latihan gak bener ato belum tau perbedaan antara sparring ama berantem beneran...Banyak lah faktor macem-2x.
Contohnya, dulu ada temen belajar beladiri dah lama berantem babak belur ama orang yg cuman belajar beladiri sebentar.
Ada juga kasus yg udah beberapa thn belajar beladiri berantem pertama keluar kuda-2x jurus-2x..pas pukulan pertama terlontar langsung acak adut :)
Mungkin kali orang mengira praktisi tenaga dalam tuh gak terkalahkan karena bisa mentalin sini mentalin sana.
Pas ada kasus spt. ini mungkin banyak yg ngira bahwa latihannya gak effek ato gak boongan.
Banyak juga kasus praktisi tenaga dalam yg berhasil menggunakan ilmunya utk beladiri. Misalnya temen saya yg berhasil ngeggagalin niat 3 orang preman utk ngerampok toko VCD..katanya dia hanya berdoa dan netralisir niat jahat preman-2x itu dgn tenaga dalam.
Saya rasa setiap ilmu kalau belajarnya sungguh-2x dan niatnya bener, Insya Allah akan membawa manfaat. Ntah itu manfaatnya saat itu juga ato dikemudian hari Wallahualam.
@Mas Antara, susah juga tuh jawabannya :) Saya sendiri mikir gini ...kalo kasus semua hal sama artinya 2 orang yg mempunyai kemampuan tekhnik, fisik, ilmu yg sama, kemungkinan besar yg menguasai tenaga dalam akan bisa lebih unggul.
Tenaga dalam seperti rekan-2x dan senior-2x yg udah nyebutin berupa pelengkap. Kali istilahnya mirip dgn Turbo pada mobil balap..kalo mesin mobilnya mesin jahit dipasang turbo ya yang ada mbrodol tapi kalo mesinnya mesin Porche ditambah turbo kan MATAAAPHHH *sampe keselek ludah* !! :)
Wasalam,
Faiz
-
Ukuran tahun dalam belajar beladiri bukan jaminan seseorang itu jago atau tidak. Kalau mau jago beladiri mau ga mau harus banyak-banyak berantem. Itulah kenapa silat-silat tradisional kalau maen sambutan tuh bebeneran. Namun, tetap saja pengalaman berkelahi di jalanan juga perlu. Kenapa? Buat uji mental. Kalau mental jatuh atau panik. Kagak bakal keluar tuh beladirinya.
Jadi inget pelem lagi. Kali ini pelemnya Darah Muda, Rhoma Irama, yang belajar entah beksi entah cimande, begitu kelar gurunya nyuruh saudara-saudara seperguruannya buat ngebegal si Rhoma pas lagi jalan pulang. Kesimpulannya, selain fisik, mentalnya juga dilatih.
Mungkin, untuk TD juga harus seperti itu. Harus sering dipakai dalam berkelahi di jalanan biar terlatih. Namun, sekali lagi, kalau dipikir secara logika. Kalau TDnya udah ahli terus bisa mentalin orang, berarti itu orang kagak bakal bisa ditangkep polisi dong kalo melanggar hukum? Kenapa? Ya tinggal pentalin aja tuh polisi atau tentara yang mau nangkep. Kalau dia bisa mentalin orang, tentunya dia bisa mentalin peluru juga dong? Atau ada batasan kecepatan benda yang melesat ke arah dia yang bisa dipentalin? Atau TD cuma berlaku untuk orang? Kalau gitu percuma dong kalau ada tawuran terus batu-batu melayang? Benjol-benjol juga kena batu.
-
Ukuran tahun dalam belajar beladiri bukan jaminan seseorang itu jago atau tidak. Kalau mau jago beladiri mau ga mau harus banyak-banyak berantem. Itulah kenapa silat-silat tradisional kalau maen sambutan tuh bebeneran. Namun, tetap saja pengalaman berkelahi di jalanan juga perlu. Kenapa? Buat uji mental. Kalau mental jatuh atau panik. Kagak bakal keluar tuh beladirinya.
Iya maksud saya jadinya kegagalan mengeluarkan ilmu bukan monopoli praktisi tenaga dalam aja tapi juga praktisi beladiri fisik juga.
Seperti halnya dalam beladiri fisik, beladiri tenaga dalam kali juga dipengaruhi banyak faktor yg membuat berhasil ato gagal
Kalo mo mahir beladiri spt. yg Mas Irwansyah tulis bisa dilakukan dgn berantem beneran dijalanan..ato bisa juga tidak usah jajal ilmu dijalanin tetapi latihan simulasi serialistis mungkin dgn tanpa mengabaikan keselamatan murid/praktisi.
Untuk saya kalo mo bicara logika sebenarnya itu masalah yg relatif contohnya waktu saya umur kecil saya bingung kok ditelfon kedengaran suara saya kirain ada orang didalem telfon, ato waktu saya kecil ngeliat bule bingung kok yg kecil-2x aja jago bahasa Inggriss.
Kalo ttg. kasus-2x tenaga dalam ato mistis-2x sebaiknya baca deh cerita polisi-2x yg pernah berhadan dgn kriminal-2x yg berilmu ato pake jimat.
Seperti kasus Kusni Kasdut yg bisa berubah jelma, ato kriminal yg kalo ditembak pelurunya meleset melulu..boleh percaya boleh enggak.
Mungkin juga ilmu-2x ada penatralisirnya..misalnya orang yg kebal dibacok akhirnya ama warga kampung diiket dan dilempar kekali ayoooo mo apa kalo kebal tapi gak bisa berenang !?!? :)
Pernah dengar cerita Gus Maksum dari Silat Pagar Nusa ? Waktu ada konser Iwan Fals di parkir timur senayan terjadi kerisuhan..coba deh baca link dari tempo:
http://www.tempointeractive.com/ang/min/03/19/pokok1.htm
Wasalam,
-
Akang2 ini ada sedikit tulisan tentang TD :
Tulisan tentang Tenaga Dalam
Banyak Perguruan ataupun pribadi yang menawarkan pelatihan-pelatihan tenaga dalam. Namun tak banyak dari mereka yang paham sejarah tenaga dalam itu sendiri. Memang perkembangan tenaga dalam Indonesia tidak diimbangi kepedulian dalam penelusuran asal-usul, siapa tokoh yang menciptakan dan mengembangkannya. Bahkan sebagian besar dari perguruan itu berupaya menyembunyikan sejarah dari mana pendiri perguruan itu belajar tenaga dalam. Ada juga Guru yang sengaja mengarang sejarah layaknya cerita yang di-dramatisir untuk mendongkrak nama dan "omset penjualan" perguruannya.
Tenaga dalam (versi Indonesia) identik dengan ilmu yang mampu menghalau lawan dalam keadaan amarah/emosi dari jarak jauh. Lazimnya, bela diri jenis ini digali melalui olah napas, jurus dan pengejangan pada bagian tubuh tertentu (dada/perut). Terkadang pula disertai ajaran spiritual.
Perkembangan sejarah tenaga dalam di Indonesia diwarnai oleh 4 tokoh penting. Yaitu Muhammad Toha pendiri Sin Lam Ba (Jakarta), Andadinata pendiri Margaluyu (Bandung), H Abdul Rasyid pendiri Budi Suci (Bogor) dan Nampon pendiri Tri Rasa (Bandung).
Pada akhir abad 19 tenaga dalam sudah mulai dipelajari secara terbatas tetapi baru keluar dari “sangkar”-nya pada tahun 1932 ketika Nampon melakukan aktivitas nyleneh di depan stasiun Padalarang. Saking girangnya menyambut kelahiran anak pertamanya, Nampon diluar kesadarannya berteriak-teriak seperti orang gila. Karena dianggap gila, Nampon hendak diringkus beramai-ramai. Namun dari sekian orang yang akan menjamah tubuhnya itu jatuh terpelating.
Nampon lahir di Ciamis pada tahun 1888 dan wafat tahun 1962. Semula adalah pegawai di jawatan kereta api di jaman Belanda. Ia dipecat dan berulang kali masuk bui karena sikapnya yang anti penjajah Belanda. Diantara murid Nampon yang berjasa ikut mengembangkan tenaga dalam adalah Setia Muchlis dan KM Tamim yang kemudian mendirikan perguruan TRI RASA yang banyak diikuti kalangan Mahasiswa di Bandung, diantaranya murid itu adalah Bung Karno dan M Natsir.
Dari Nampon
Menurut kalangan pendekar sepuh di wilayah Jawa Barat, sebelum memperkenalkan “jurus tenaga dalam“ Nampon banyak belajar ilmu dari pendekar yang lebih senior. Ia pernah berguru pada Abah Khoir pencipta silat Cimande, dan pendekar-pendekar asal Batavia diantaranya Bang Madi, Bang Kari, Bang Ma’ruf juga H Qosim pendekar yang diasingkan kerajaan Pagar Ruyung, Padang karena mengajarkan silat di luar kerajaan.
Kini ketika perguruan tenaga dalam menjamur hampir di seluruh kota dengan bendera yang berbeda-beda (walau corak jurus dan oleh napas serupa), kemudian muncul pertanyaan, dari mana asalnya ilmu tenaga dalam dan siapa tokoh yang pertama kali menciptakannya?
Sidik, murid dari H Abdul Rosyid pendiri aliran Budi Suci yang banyak menyebarkan aliran ini di Jawa dan Sumatra, pada tahun 1985 mengatakan bahwa jurus tenaga dalamnya diwarnai keilmuan Abah Khoir dan Nampon. Begitu halnya dengan aliran yang banyak berkembang di Jawa Tengah, seperti Ragajati di Banyumas, JSP (Jurus Seni Penyadar) di Tegal dan beberapa aliran di Semarang.
Yosis Siswoyo Guru Besar aliran Bandar Karima Bandung saat dikonfirmasi, mensinyalir bahwa kemunculan tenaga dalam di wilayah Jawa Barat secara terbuka memang terjadi pada masa Nampon sepulang dari penjara Digul.
Namun demikian Yosis tidak berani memastikan pencipta jurus tenaga dalam itu Nampon seorang, mengingat pada masa yang hampir bersamaan, di Batavia/Jakarta juga muncul aliran Sin Lam Ba dan Al-Hikmah, bahkan pada tahun yang hampir bersamaan, di daerah Ranca Engkek Bandung Andadinata memunculkan ilmu tenaga dalam yang diklaim asli hasil pemikirannya sendiri.
Aliran Andadinata ini kemudian dikenal dengan nama Marga Rahayu namun kemudian dirubah menjadi Margaluyu dan mulai dikenalkan pada pada khalayak pada tahun 1932, tetapi pada tahun 1922 aliran itu sudah diperkenalkan dalam lingkup yang terbatas.
Anandinata konon memiliki beberapa murid, diantaranya Dan Suwaryana, dosen ASRI yang juga wartawan di Yogyakarta. Dari Dan Suwaryana ini kemudian “pecah” (berkembang) lebih dari 17 perguruan tenaga dalam besar yang kini bermarkas di kota gudeg, Yogyakarta, diantaranya Prana Sakti yang dikembangkan Aspanuddin Panjaitan.
-
Menurut berbagai pihak yang dapat dipercaya, perguruan yang terinspirasi oleh Prana Sakti itu, diantaranya : Prana Sakti Indonesia, Prana Sakti Jayakarta, Satria Nusantara, Perdawa Padma, Radiasi Tenaga Dalam, Kalimasada, Bunga Islam, Al-Barokah, Indonesia Perkasa, Sinar Putih, Al-Barokah, Al-Ikhlas, dll.
Para Wali
Konon, keilmuan yang ada pada Margaluyu itu sendiri memiliki silsilah dari para Wali di tanah Jawa, yang apabila diruntut yaitu dari Syekh Datul Kahfi – Prabu Kian Santang / P.Cakrabuana (Setelah masuk Islam dikenal sebagai Sunan Rahmad Suci Godong Garut) kemudian ke : Sunan Gunung Jati dan dari beliau turun ke Anandinata.
Hingga kini sejarah tenaga dalam masih misteri, siapa tokoh yang pertama kali menciptakannya. Para pinesepuh juga tidak memiliki refrensi yang kuat berkaitan dengan sejarah perguruan dan pencetusnya.
Dari kalangan Budi Suci atau perguruan yang mengambil sumber dari aliran yang didirikan H Abdul Rosyid ini setidaknya ada 3 nama tokoh yang disebut-sebut dalam “ritual” yaitu Madi, Kari dan Syahbandar (atau disebut Subandari, tetapi bernama asli H Qosim).
Tentang nama Madi, Kari dan Syahbandar sebagaimana disebut diatas, memang banyak mewarnai keilmuan Nampon, namun keilmuan itu lebih bersifat fisik, karena dalam catatan “tempo doeloe” Madi dan Kari belum memperkenalkan teknik bela diri tenaga dalam (pukulan jarak jauh).
Baik Madi, Kari dan Syahbandar dikenal sebagai pendekar silat (fisik) pada masanya. H. Qosim yang kemudian dikenal sebagai Syahbandar atau Mama’ Subadar karena tinggal dan disegani masyarakat desa Subadar di wilayah Cianjur. Sedangkan Madi dikenal sebagai penjual dan penjinak kuda binal yang diimpor asal Eropa.
Dalam dunia persilatan Madi dikenal pakar dalam mematah siku lawan dengan jurus gilesnya, sedangkan Kari dikenal sebagai pendekar asli Benteng Tangerang yang juga menguasai jurus-jurus kung fu dan ahli dalam teknik jatuhan.
Pada era Syahbandar, Kari dan Madi banyak pendekar dari berbagai aliran berkumpul. Batavia seakan menjadi pusat barter ilmu bela diri dari berbagai aliran, mulai dari silat Padang, silat Betawi kombinasi kung fu ala Bang Kari, juga aliran Cimande yang dibawa oleh Khoir.
Dari aliran Budi Suci yang keilmuannya konon bersumber dari Khoir dan Nampon, juga tidak berani mengklaim bahwa tenaga dalam itu bersumber (hanya) dari Nampon seorang. Begitu halnya kalangan yang mengambil sumber dari Margaluyu.
Kalangan Budi Suci, menganalisa bahwa Namponlah yang patut dianggap sebagai pencipta, karena dalam ritual (wirid), nama-nama yang disebut adalah Madi, Kari dan Syahbandar (Syeh Subandari), sedangkan nama Nampon tidak disebut-sebut. Ini menunjukkan bahwa inspirasi ilmu berasal dari tokoh sebelum Nampon, walau nampon yang kemudian merangkum dan menyempurnakannya. Namun simpulan itu diragukan mengingat pada masa pendekar Madi, Kari, Sahbandar ini tenaga dalam belum dikenal.
Terbukti, dalam suatu peristiwa saat Madi diserang kuda binal juga mematahkan kaki kuda dengan tangkisan tangannya, dan Khoir guru dari Nampon saat bertarung dengan pendekar Kung Fu, juga menggunakan selendang untuk mengikat lawannya pada pohon pinang. Artinya, jika tenaga dalam itu sudah ada, dan mereka-mereka itu adalah pakarnya, kenapa musti pakai selendang segala? Kenapa tidak pakai “jurus kunci” agar pendekar Kung Fu itu tidak bisa bergerak.
Justru pemanfaatan tenaga dalam itu baru tercatat pada era Nampon tahun 1930-an. Kasus “histeris” saat menyambut kelahiran anaknya di depan stasiun Padalarang, dan pertarungan Nampon dengan Jawara Banten juga saat melayani tantangan KM Thamim yang (setelah kalah) lalu berguru kepadanya.
Yosis Siswoyo (63) dari Silat Bandar Karima (kepanjangan dari Syahbandar, Kari dan Madi) termasuk kalangan pendekar generasi tua di Bandung juga mengakui dari kalangan perguruan pencak silat dan tenaga dalam memang kurang mentradisikan dalam pelestarian sejarah perguruannya.
Walau Yosis menyebut Nampon dan Andadinata sebagai tokoh yang banyak berjasa mengenalkan tenaga dalam di wilayah Jawa Barat, namun kemunculan Sin Lam Ba dan Al-Hikmah di Batavia pada kurun waktu yang hampir bersamaan, (bahkan disinyalir lebih dulu) juga perlu dipertimbangkan bagi yang ingin melacak
-
sejarah.
Tentang Sin Lam Ba, H Harun Ahmad, murid Muhammad Toha guru besar Sin Lam Ba - Jakarta, kepada penulis menjelaskan bahwa pada tahun 1896 Bang Toha yang juga anggota Polisis di zaman Belanda itu menemukan jurus tenaga dalam dari H Odo seorang kiai dari pesantren di Cikampek, Jawa Barat sedangkan Al-Hikmah yang dikembangkan oleh Abah Zaki Abdul Syukur juga bersumber dari Bang Toha bahkan pada awal kali memulai aktivitas perguruannya, sempat bergabung dibawah panji Sin Lam Ba. Namun ketika H Harun Ahmad ditanya tentang dari mana H Odo mendapatkan ilmu itu, ia tak dapat menjelaskannya.
H Harun hanya menjelaskan, aliran tenaga dalam yang kini berubah menjadi nama yang banyak dan berbeda-beda itu, dulunya adalah “Ilmu Tanpa Nama” yang kemudian dikembangkan pencetusnya dengan cara mengadopsi atau menyampur dari berbagai aliran yang pernah dipelajarinya.
Mulai Berubah Fungsi
Melacak sejarah perkembangan tenaga dalam setidaknya dapat ditelusuri dari sejarah berdirinya aliran tenaga dalam “tua” yaitu :
1896 pertemuan M. Toha dengan H. Odo di Cikampek lalu berdiri aliran Sin Lam Ba di Jakarta.
1922 secara terbatas Andadinata mulai memperkenalkan jurus tenaga dalam di daerah Ranca Engkek, Bandung. Dari Andadinata kemudian muncul aliran Margaluyu.
1932 Nampon mendirikan aliran Tri Rasa di Bandung dan H. Abdul Rosyid mendirikan aliran Budi Suci di Bogor.
Penelusuran sementara sejarah perkembangan perguruan tenaga dalam lebih tertuju pada wilayah Jawa Barat dan Batavia sebagai tempat kelahiran aliran tenaga dalam.
Aliran bercorak Nampon menyebar ke Jawa Tengah melalui perguruan Ragajati, JSP (jurus seni penyadar) dan beberapa aliran tanpa nama.
Sin Lam Ba lebih banyak berkembang di wilayah Jakarta, sedangkan Al-Hikmah masuk Jawa Tengah melalui jalur pesantren Bambu Runcing di Parakan Temanggung. Budi Suci yang didirikan H. Abdul Rosyid di Bogor memilih wilayah pengembangan di wilayah pantai utara ke arah timur mulai dari Jakarta, Bekasi, Karawang, Cikampek, Kuningan, Indramayu dan Cirebon, Semarang, Rembang dan tahun 1983 di Cluwak, Pati Utara. Sedangkan Margaluyu justru berkembang pesat di wilayah Yogyakarta, walau guru yang belajar dari aliran ini kemudian mengganti perguruan dengan nama baru.
Pada tahun-tahun berikutnya, perkembangan perguruan tenaga dalam layaknya MLM (Multi Level Marketing). Seseorang yang belajar pada suatu perguruan memilih untuk mendirikan perguruan baru sesuai selera pribadinya. Ini adalah gejala alamiah yang tidak perlu dimasalahkan, karena setiap guru atau orang yang merasa mampu mengajarkan ilmu pada orang lain itu belum tentu sepaham dengan tradisi yang ada pada perguruan yang pernah diikutinya.
Pertimbangan merubah nama perguruan itu dilatarbelakangi oleh hal-hal yang amat kompleks, mulai adanya ketidaksepahaman pola pikir antara orang zaman dulu yang mistis dan kalangan modernis yang mempertimbangkan sisi kemurnian aqidah dan ilmiah, disamping pertimbangan dari sisi komersial. Yang pasti, misi orang mempelajari tenaga dalam pada masyarakat sekarang sudah mulai berubah dari yang semula berorientasi pada ilmu kesaktian menuju pada gerak fisik (olah raga) karena orang sekarang menganggap lawan berat yang sesungguhnya adalah penyakit. Karena itu, promosi perguruan lebih mengeksploitasi kemampuan mengobati diri sendiri dan orang lain.
Aliran perguruan tenaga dalam yang mengeksploitasi kesaktian kini lebih diminati masyarakat tradisional. Dan menurut pengamatan penulis, perguruan ini justru sering “bermasalah” disebabkan pola pembinaan yang menggiring penganutnya pada sikap “kejawaraan” melalui doktrin-doktrin yang kurang bersahabat pada aliran lain dari sesama perguruan tenaga dalam maupun bela diri dari luar (asing).
Sikap ini sebenarnya bertentangan dengan sikap para tokoh seperti Bang Kari yang selalu wanti-wanti agar
-
ditanamkan terlebih dahulu karena kegagalan memanfaatkan tenaga dalam lebih disebabkan mental yang belum siap sehingga orang ingat punya jurus tenaga dalam setelah perkelahian itu sudah usai.
Berdasarkan pengamatan, tenaga dalam berfungsi baik justru disaat pemiliknya “tidak sengaja” dan terpaksa harus bertahan dari serangan orang yang berniat jahat. Dan tenaga dalam itu sering gagal justru disaat tenaga dalam itu dipersiapkan sebelumnya untuk “berkelahi” dan akan lebih gagal total jika tenaga dalam itu digunakan untuk mencari masalah.
Tenaga dalam harus bersifat defensif atau bertahan. Biarkan orang marah dan tetaplah bertahan dengan sabar dan tak perlu mengimbangi amarah. Sebab jika pemilik tenaga dalam mengimbangi amarah, maka rumusnya menjadi “plus ketemu plus” yang menyebabkan energi itu tidak berfungsi. Dan dalam hal ini Budi Suci menjabarkan konsep “min – plus” itu dengan sikap membiarkan lawan “budi” (bergerak/amarah) dan tetap mempertahankan “suci” (sabar, tenang).
Memposisikan diri tetap bertahan (sabar) sangat ditentukan tingkat kematangan mental. Dan pada masa Nampon dan H Abdul Rosyid, tenaga dalam banyak berhasil karena dipegang oleh pendekar yang sudah terlatih bela diri secara fisik (sabung) sehingga saat menghadapi penyerang mentalnya tetap terjaga.
Sekarang semua sudah berubah. Orang belajar tenaga dalam sudah telanjur yakin bahwa serangan lawan tidak dapat menyentuh sehingga fisik tidak dipersiapkan menghindar atau berbenturan. Dan karena tidak terlatih itu disaat melakukan kontak fisik, yang muncul justru rasa takut atau bahkan mengimbangi amarah hingga keluar dari konsep “min-plus”.
Tenaga Dalam Pantura
Perkembangan tenaga dalam di wilayah eks Karisedenan Pati tak lepas dari peran Perguruan Satya dibawah asuhan alm. Soeharto – Semarang.
Satya berkembang di wilayah Pati awalnya dibawa oleh murid Soeharto bernama Subiyanto asal Jepara. Namun Subiyanto kemudian membuat perguruan Mustika. Walau perguruan ini hanya muncul sesaat kemudian tidak terdengar lagi.
Pada akhir tahun 70-an Satya masuk wilayah Pati dengan corak yang saat itu dianggap tabu karena berlatih pada tempat terbuka pada siang hari. Ini berbeda dengan aliran lain yang memilih berlatih secara sembunyi-sembunyi.
Satya lebih mudah diterima masyarakat karena sifatnya yang terbuka, lebih njawani dan tidak bernaung dibawah partai politik tertentu bahkan menerima anggota dari semua agama, walau dalam ritualnya Satya tidak jauh beda dengan aliran Budi Suci yang dikembangkan oleh Bang Ali yang saat itu juga banyak berkembang di Jawa Tengah.
Kesamaan Satya dengan Budi Suci disebabkan alm. Soeharto mengenal jurus tenaga dalam itu berasal dari Yusuf di Tanjung Pinang, dan Yusuf adalah murid dari alm. Sidik, salah satu dari murid H Abdul Rosyid sang pendiri aliran Budi Suci.
Dalam lingkup pergruannya, Soeharto hampir tidak pernah menyebut-nyebut nama Yusuf sebagai sang guru. Ini disebabkan adanya hal yang sangat pribadi berkaitan dengan sang guru yang WNI keturunan itu. Justru Soeharto lebih sering menyebut nama Sidik, walau pertemuan keduanya itu baru berlangsung diawal tahun 80-an.
Ketika beberapa pengurus Satya di Sirahan, Cluwak berhasil menemukan Sidik di Cilincing, Jakarta Utara, lalu diboyong untuk meneruskan pembinaan dari anggota Satya yang saat itu sudah pasif dari berbagai kegiatan perguruan.
Kehadiran Sidik ke Sirahan ibarat meneruskan pelajaran lanjutan yang tidak terdapat pada kurikulum Satya. Selain pembaharuan dalam jurus dasar juga meneruskan pada materi Jodoh Jurus dan Kembang Jurus ciptaan oleh Abah Khoir sang pendiri Cimande dan sebagian sudah digubah oleh H Abdul Rosyid.
Sejarah tentang tenaga dalam perlu diketahui oleh mereka yang mengikuti suatu aliran tenaga dalam. Ketidaktahuan tentang sejarah itu dapat menggiring seseorang bersikap kacang lupa kulit, bahkan memunculkan “anekdot spiritual” sebagaimana dilakukan seorang guru tenaga dalam yang karena ditanya murid-muridnya dan ia tidak memiliki jawaban lalu menjelaskan bahwa orang-orang yang ditokohkan dalam
-
Kalo ttg. kasus-2x tenaga dalam ato mistis-2x sebaiknya baca deh cerita polisi-2x yg pernah berhadan dgn kriminal-2x yg berilmu ato pake jimat.
Seperti kasus Kusni Kasdut yg bisa berubah jelma, ato kriminal yg kalo ditembak pelurunya meleset melulu..boleh percaya boleh enggak.
Mungkin juga ilmu-2x ada penatralisirnya..misalnya orang yg kebal dibacok akhirnya ama warga kampung diiket dan dilempar kekali ayoooo mo apa kalo kebal tapi gak bisa berenang !?!? :)
Pernah dengar cerita Gus Maksum dari Silat Pagar Nusa ? Waktu ada konser Iwan Fals di parkir timur senayan terjadi kerisuhan..coba deh baca link dari tempo:
http://www.tempointeractive.com/ang/min/03/19/pokok1.htm
Wasalam,
Nah, kalo itu ilmu hikmah dan ilmu kebatinan. Entah apakah bisa digolongkan sebagai TD. Biasanya sih ada pantangannya karena ada bantuan tenaga lain di situ. Entah apaka TD fisik juga ada bantuan tenaga lain atau tidak. Denger-denger sih jurus-jurusnya tuh berfungsi untuk membuka titik-titik di tubuh biar bisa dimasuki tenaga lain juga :P. CMIIW.
Anw, setahu saya peradaban yang berkembang pesat tuh peradaban yang menjauhkan diri dari mistis. Tentunya ini juga berkorelasi dengan diri kita pribadi. Sekali lagi, sekedar saran, sebaiknya sih belajar yang fisik dan pasti-pasti saja dan jangan gampang percaya dengan cerita-cerita fantastis :)
-
:D iuya kalo cerita2 biasanya banyak bumbunya. So belajar yg diyakinin aja kalee
-
Saya tertarik ngebahas soal kemungkinan gagalnya TD dibanding sama kegagalan tata gerak nih... Mohon pemahaman saya diluruskan, ini adalah persepsi saya sebagai orang luar yang blas nggak ngerti apa-apa...
Dalam kasus tata gerak (silat), suatu kegagalan bisa ditelaah dan dipelajari menurut kaidah-kaidah ilmu pengetahuan yang banyak dikuasai orang (biologi, neurologi, fisika dll). Kasus kegagalan bisa diteliti dengan metode ilmiah dan dibuatkan solusinya. Memang tidak memecahkan masalah sampai 100%, tapi setidaknya membantu membuat ilmu silat lebih efektif. Penelitian-penelitian macam ini banyak dilakukan oleh lembaga polisi dan kemiliteran, lalu oleh mereka dikembangkanlah pola latihan yang membuat polisi atau tentara jadi lebih tangguh.
Dalam kasus TD, nampaknya (nampaknya loh ya) hukum sebab-akibat tidak berlaku. Yang tersedia adalah suatu set latihan tertentu yang menjanjikan kemampuan TD tapi tidak bisa menjelaskan kenapa dan bagaimananya. Bunyinya adalah "berlatihlah seperti ini, begini, dan begini, maka kalau Tuhan mengijinkan, kamu akan memiliki TD, dan kalau ada apa-apa, moga-moga TD ini bisa keluar." Contoh lain, ada premise bahwa kalau seseorang memiliki sikap sombong, maka TD-nya tidak akan bekerja, seperti disebutkan Jeng Dolly sebelumnya. "Kalau TD-nya tidak keluar, maka kamu memang apes atau Tuhan tidak mengijinkan, mungkin hatimu masih kurang bersih. Saat itu belalah dirimu dengan silat." atau seperti penuturan Kang Endy, bahwa tenaga dalam tidak akan mempan ketemu orang berhati bersih.
Penuturan Kang Samber Gledek cenderung punya hukum sebab-akibat yang nyata, meski konsep yin-yang-nya belum bisa dipaparkan.
Secara umum, TD kayaknya tidak memiliki kaidah yang bisa dijadikan pegangan, suatu kepastian kausatik. Apakah karena dia tidak nampak oleh mata, sehingga langsung dihubungkan dengan kehendak Yang Maha Kuasa, dan tidak berada di bawah hukum alam?
Mohon pendapat para senior sekalian... sedikitpun tidak bermaksud mempertanyakan, hanya bermaksud bertanya :-P
-
Masalahnya sekarang, tenaga dalam itu apaan sih? Saya sendiri sampe sekarang masih bingung dengan definisinya, jadi kagak ngatri gimana mo membahas kausalitas bila benda yang hendak ditelaah tidak jelas batasannya.
Misal, aiki dalam aikido dan aikijujutsu banyak yang bilang itu tenaga dalam, banyak yang bilang tidak bisa dijelaskan dengan kausalitas, harus diselami dan dialami, padahal kita tahu persis bahwa yang namanya aiki itu adalah teori berpedang ala Jepang, yang melulu tujuannya adalah main bacok2an sambil berusaha mati2an menjaga agar pedangnya tidak rusak sedikitpun, secara bahan baku bikin pedang di Jepang sangat langka.
Saya bisa tunjukkan pelatih dan pengurus perguruan silat besar di Indonesia, anggota IPSI pula, yang berani terang2an mengatakan bahwa Cikalong/Cimande itu silat pake tenaga dalam. Padahal? Ya padahal. :(
Dan pula, banyak efek2 ilmu tenaga dalam yang rupanya bisa direplikasi oleh ilmu2 fisik non-tenaga dalam. Misal, para sensei aiki yang bisa membanting orang tanpa menyentuh (tentu saja ini dengan premis bahwa aiki itu PASTI BUKAN tenaga dalam)
So? Gimana sih batasan-batasan tenaga dalam itu, agar sehingga kita bahkan bisa melangkah lebih jauh membahas kausalitas keilmuannya?
-
Salam Mas...
Pertanyaan Mas Antara bagus ..saya juga penasaran pengen tau jawabannya :)
Saya juga gak tau apa-2x ttg. tenaga dalam..cuman saya percaya itu ada. Saya ngerasa saat ini penjelasan dan informasi yg ada masih minim sekali disamping itu mungkin belum ada riset ilmiah yg secara konklusif ttg. tenaga dalam.
Mungkin hukum sebab akibat yg berlaku utk tenaga dalam (mental-2xin tanpa nyentuh) berbeda dgn hukum sebab akibat hukum tenaga fisik walopun dasarnya mungkin sama. Contohnya konsentrasi yg buyar, lawan bisa netralisir, suasana yg asing, dsb.
Kali tenaga dalam itu ada persyaratannya utk supaya hasilnya optimal mirip spt. tenaga fisik juga cuman beda penyebabnya.
Misalnya tenaga fisik, orang yg mampu mecahin beton giliran mukul orang..orangnya gak KO. Ternyata ada beberapa variabel yg membuat pukulan itu efeknya gak sama spt..perbedaan Beton yg benda statis sedangkan orang benda bergerak yg juga fleksibel sehingga tenaga dari pukulan itu termakan oleh momentum gerakan yg searah.
Dalam kasus tenaga dalam, kali ada beberapa variable juga yg membuat tenaga itu yg harusnya keluar spt laser akhirnya keluar cuman spt. lampu senter 5 watt ? Misalnya keder duluan, mo nyebut amalannya yg keluar cuman but but but, berada dipihak yg salah, dsb :)
Saya dulu sering denger kalo orang yg belajar praktisi beladiri berantem gak keluar ilmunya..dibilangnya sombong sih orangnya, nganggep remeh lawan sih, takabur, belagu sih, dsb. Rada mirip juga ama orang yg gagal mraktekin tenaga dalemnya pas perlu ?
Mengenai perkembangan peradaban , saya setuju semakin maju peradaban semakin kurang mistis masyarakatnya.
Tapi walopun dikit dan gak diumumin, dinegara-2x majupun masih dipakai/dipelajari ilmu pengetahuan yg mungkin terlihat mistis. Di Amerika polisi kadang-2x meminta bantuin psikis utk memecahkan masalah kriminal spt. orang ilang, pembunuhan. Banyak kasus yg spt. itu dilakukan secara diam-2x karena bukti yg didapat dari psikis gak bisa dijadiin bahan di pengadilan.
Banyak pengobatan alternatif yg mulai deterima ato diriset oleh pihak kedokteran ato ilmuwan barat spt. prayer healing, pengobatan prana, dsb.
Saya merasa fisik dan dalam gak harus mutually exclusive..keduanya bisa saling bekerja sama dan hasilnya lebih optimal.
Sekedar pendapat aja sih sambil nungguin jawaban senior-2x :)
Wasalam,
Faiz
-
Banyak pengobatan alternatif yg mulai deterima ato diriset oleh pihak kedokteran ato ilmuwan barat spt. prayer healing, pengobatan prana, dsb.
Kalau benar begitu berarti seharusnya mereka sudah mulai melakukan riset terhadap TD yang bisa mentalin orang dong? Ada yang bisa memberikan info lebih jauh?
-
Kalau ane pribadi sih, pengen liat banget tenaga dalam yg bisa mentalin dalam kondisi begini: lawannya lompat sambil menyerang, nah apabila dalam keadaan masih melayang di udara, si lawan tsb bisa mental.... ane baru no comment dah....... [top] [top] [top]
salam.
-
@ Bang Dasaman,
Kayaknya belum ada batasan yang baku, gimana kalau kita coba sendiri dulu...
"Tenaga dalam adalah kemampuan untuk memperpanjang
(extend)/melipatgandakan kemampuan motorik dan/atau sensorik seseorang
sehingga ia dapat memanipulasi dan mendeteksi alam sekitarnya dengan
skala yang lebih tinggi (lebih kuat, lebih jauh, dan lebih-lebih lainnya ... )
dari yang bisa dilakukan orang pada umumnya"
@ Kang Faiz,
Memang ada sebutan bahwa kegagalan dalam beladiri fisik adalah
"kesombongan", "meremehkan lawan" dan sejenisnya. Namun IMHO ini bisa
dipahami secara teknis, bukan mistis. Seorang yang meremehkan lawan
biasanya tidak bersiap secara baik, akibatnya detak jantungnya tidak
berada pada rate optimal untuk bertarung, cerapan indra-nya tidak
meningkat seperti umumnya orang yang waspada, dan bisa jadi pikirannya
tidak terfokus pada pertarungan. Semua ini menghasilkan performance
pertarungan yang lebih rendah dari biasanya. Sedangkan dalam kasus
tenaga dalam, kesombongan ini dihubungkan dengan Tuhan jadi tidak
senang dengan ybs sehingga kemampuannya dicabut (baik sementara maupun
permanen).
Saya setuju bahwa semakin maju semakin mistis masyarakatnya, seperti
kata Bang Irwan, dan sepakat juga dengan Kang Faiz bahwa negara maju
justru menggunakan dan melakukan pendekatan pada mistisisme. Einstein
pernah mengatakan bahwa semua fenomena pasti bisa dijelaskan, tapi
beliau juga bilang, "jika semua sudah bisa dijelaskan, dunia ini akan
membosankan ;D. Kita butuh misteri untuk bisa hidup."
Semakin banyak yang bisa kita jelaskan, akan semakin banyak pula hal
baru yang perlu kita teliti. Tidak usah kuatir bahwa pengungkapan
tenaga dalam adalah juga devaluasi nilai-nilainya.
@ Kang Irwan,
yang saya tahu penelitian terhadap psiko-kinetik sudah pernah
dilakukan, bahkan angkatan udara Amerika sudah membuat pelatihan
standar untuk "remote-viewing", ilmu melihat jarak jauh. Cuma saya
belum dengar lebih jauh lagi perkembangannya... soalnya yang langganan
jurnalnya perpus kampus (Journal of Parapsychology) dan saya sudah
lama gak pacaran di sana :D
@ Uda Parewa
Itu juga yang pingin saya lihat :)
-
Pembahasannya jadi rancu nih, kita membahasa TD yang mentalin orang atau apa nih ya? ::)
Mengenai remote viewing, menurut discovery channel waktu perang dunia ke II (kalau tidak salah ya) sudah pernah dicoba namun gagal. CMIIW.
Nah, kalau memang TD tuh benar adanya pasti sudah diteliti sama orang-orang yang rasa ingin tahunya sangat besar dan memang mempunyai fasilitas dan kemampuan untuk mengungkap yang tersirat. Nah, balik lagi deh pertanyaannya, ada yang punya informasi mengenai penelitian yang mencari tahu cara kerja TD yang mentalin orang itu?
Ada hadits yang mengatakan "Agama adalah akal sehat" (Terpaksa nyinggung agama dikit). Saya artikan sebagai kita boleh mempercayai ajaran-ajaran agama yang masuk akal. Nah, kalau untuk agama saja kita masih harus menggunakan akal kita, tentu saja kita juga harus lebih kritis untuk yang di luar agama. Kalau kita percaya TD yang bisa mentalin orang, nah dasar kepercayaan kita tuh apa? Mungkin ada yang bisa memberi pencerahan?
Kalau ada demo TD mentalin orang yang lagi loncat di udara, duh, jatohnya pasti sakit banget. Namun kalau si orang yang menyerang tuh juga bisa TD, bisakah jatohnya menjadi tidak sakit? Atau bisa ga yah dengan TDnya dia, dia mentalin dirinya ketika mau menyentuh bumi? Atau karena bisa mematahkan benda-benda keras mungkin juga apa tidak yah kalau jatuh dari lantai 40 meter tulangnya ga ada yang patah? Jadi semakin banyak pertanyaan di kepala nih. :(
NB: Koreksi Bung Antara, saya tidak bilang bukan semakin mistis masyarakatnya tapi semakin berkurang mistisnya.
-
he...he...he... saya yang seharusnya koreksi, maksud kalimat saya di atas adalah "semakin maju masyarakat, semakin berkurang mistisnya..."
Setahu saya penelitian Remote Viewing masih terus dilakukan oleh Angkatan Udara sampai sekarang, entah apa alasan mereka sehingga dana penelitian masih selalu disetujui oleh kongres (atau termasuk dalam dana gelap non budgeter a la Indonesia). Di National Geographic beberapa waktu lalu ada tayangan soal uji statistik terhadap hasil pelatihan remote viewing-nya AU, tapi hasilnya tidak memuaskan.
IMHO, tenaga dalam mengemuka karena banyaknya demo hal-hal luar biasa oleh kalangan pendekar, lepas dari apakah itu sulap, atau sungguh suatu kekuatan yang belum terjelaskan. Di Indonesia TD menjadi perhatian ketika Sin Lam Ba mendapat ulasan dari tabloid Bola di akhir 80-an, dan adegannya adalah mental-mentalan.
... dan saya setuju soal pandangan agama. Yang saya pernah denger dari Pak Ustadz, satu-satunya yang tidak dibolehkan untuk diulas dan dipertanyakan hanyalah zat-Nya... adapun hal-hal lain sebaiknya dikaji dan ditelaah untuk dibakukan ilmunya secara ilmiah.
Kalau Mas Irwansyah (dan teman-teman lain) tertarik, coba cari buku-buku Michio Kaku. Beliau seorang Profesor Fisika yang mencoba menjelaskan banyak sekali ilmu fisika tingkat tinggi dengan bahasa awam. Yang menarik, bukunya membawa imajinasi kita untuk membayangkan keajaiban apa saja yang bisa terjadi, yang sebenarnya masih dalam lingkup fisika teoritis, sepeti pindah dari satu tempat ke tempat lain dalam sekejap, membalik waktu, ilmu kebal (force field) dan sebagainya.
-
Judul bukunya yang mana Mas Antara? (thanks a lot atas infonya) [top]
-
Kalau tertarik soal teknologi masa depan, bisa langsung baca "Physics of the Impossible"... tapi ini lebih banyak ke teknologi science fiction, walaupun mungkin bisa dipaksa dihubung-hubungkan dengan tenaga dalam.
Tapi saya sarankan baca dulu Parallel Worlds, ini bercerita tentang dimensi-dimensi yang mungkin ada di alam raya (dus bisa dihubung-hubungkan dengan alam gaib atau ilmu gaib atau sejenisnya).
Ada satu buku soal tenaga dalam China "Ling Kong Jing" yang mencoba menelaah tenaga dalam mental-mentalan (yang ternyata di Cina juga ada) dari sisi fisika, tapi saya lupa judulnya, kalau gak salah "The Empty Force". Dulu cuma baca sekilas waktu main ke Kinokuniya di Singapur atau Kuala Lumpur (lupa, udah lama sih). Pembahasannya juga soal tenaga antar dimensi, tapi gak setajam pembahasan Michio (kelas penulisnya beda-lah ;D)
-
Salam,
Michio Kaku dulu salah satu dosen di Universitas saya dulu.
Orangnya emang pinter banget dan beberapa kali ada di TV ngebahas ttg. tata surya dan time travel.
Balik lagi ke pembuktian tenaga dalam, setau saya sih belum ada penelitian/pengkajian yg dilakuin didunia barat.
Mungkin ilmuwan-2x di Indonesia bisa ngadain riset dan kalo hasilnya terbukti bisa dipaten dan jadi komoditi export spt. energi lainnya. :)
Beda subjek dikit sih tapi masih hub ama mistis..dulu pernah ada mahasiswa ITB yg buat alat penangkal santet. Menurut dia santet itu aliran energi jadinya alat itu spt. antena tapi dibalikin lagi siarannya ke yg ngirim.
Saya pribadi percaya mungkin karena saya kurang kritis dan pernah ngeliat dipraktekin.
Wasalam,
Faiz
-
Setuju Kang Faiz...
Lha wong Yoga yang nuansanya banyak mistisnya aja bisa diterima di barat dan menjadi bagian dari new age... TD kita mustinya bisa jadi salah satu komoditas ekspor. Tinggal keterbukaan pihak-pihak yang punya pengetahuan seputar topik ini.
Penelitian di barat paling banyak masih seputar uji statistik terhadap klaim-klaim (sejenis) TD. Kebanyakan hasilnya kurang menggembirakan bagi kaum believer.
Menariknya, masalah TD ini tetap membagi manusia menjadi kaum believer dan skeptis, lepas dari penelitian apapun yang dilakukan. :D
Saya pernah nonton sebuah acara documentary (lupa di saluran apa) tentang usaha pembuktian "law of attraction". Hasilnya uji statistiknya mengatakan bahwa keberuntungan para subyek ternyata bersifat acak, dus keberadaan "law of attraction" tidak terbukti. Tapi ya itu, para pengikutnya (kaum Abraham Hicks, The Secret dan lain-lain) tetap menganggap itu bergantung pada "iman". Kita percaya apa yang ingin kita percayai.
Saya sendiri setuju dengan istilah "rasa penasaran yang lugu" ;D kumpulkan fakta dan premis yang relevan untuk membuat kesimpulan, bukan menarik kesimpulan dulu, baru mencari fakta dan premis yang menguatkannya... ;D
-
Salam Mas Antara..
Saat ini rasanya rada sulit juga utk dibuktiin secara ilmiah.
Mungkin yg membuat hal ini susah utk diteliti adalah:
- Kalo terbukti benar mungkin takut dibilang riya, takabur, sombong, dsb.
- Kalo enggak terbukti nanti mendapatkan nama jelek ato malu.
- Kalo dianalisa ilmiah nanti rahasia ilmu dapat terliat oleh orang luar
Karena susahnya dibuktiin secara ilmiah melalui riset-2x..menurut saya cara kedua yg baik utk bisa tau ilmu ini beneran ato tidak adalah dengan ikut belajar diperguruan ini dgn sikap gelas kosong.
Jangan ada prekonsep pikiran hal ini mungkin ato tidak..belajar aja terus dicoba bener ato enggak.
Senior (salah satu pelatih) saya lakukan hal tsb. Waktu itu dia baru belajar Silat..dan karena hobi dia coba macem-2x. Dia penasaran dan masuk ke perguruan TD.
Pas tingkat dasar diuji, murid-2xnya disuruh pasang kuda-2x, menghadap keguru dan tutup mata. Dia ngerasa ada angin lewat...sampe kerasa kedorong, pas disuruh buka mata, murid-2x lainnya posisi terlentang dilantai..dia aja yg masih berdiri tapi posisi udah pindah.
Guru TDnya nanya ama senior saya apakah dia belajar yg lain-2x ?! Dia bilang iya..akhirnya gurunya dibilangnya utk tingkat lanjut musti milih apa yg ingin dipelajari karena nantinya gak kompetibel ilmunya. Dia akhirnya milih Silat ..Ya gitu aja sih ceritanya..
Wasalam,
Faiz
-
Kalau peneliti dari barat sih, sebagian besar sudah punya pra-konsep ;D
Saya sendiri waktu kecil pernah berkali-kali mengalami out-of-body-experience (atau sekedar lucid dreaming? Gak yakin juga) makanya pingin tahu soal tenaga dalam.
Waktu di Jogja saya bergabung dengan sebuah perguruan tenaga dalam dan sebuah klub Tantra... masing-masing sekitar tiga tahun. Tapi ya itu lucunya, ketika teman-teman saya seangkatan sudah bisa mementalkan dan dimentalkan, saya masih aja bebal. Siapapun setiap kali berpasangan dengan saya langsung jadi buntu. Kalau dia mukul, ya saya kena, kalau saya mukul, ya dia kena... :w
Padahal udah diniatin tulus-tulus pingin belajar, sampe dibela-belain tiga tahun tetap di sana :-[
Kayaknya saya gak jodoh dengan tenaga dalam sehingga gak bisa melakukan experential research saya sendiri... terpaksa deh modal study literatur :'(
Mungkin pertanyaannya bisa kita persempit, apakah tenaga dalam mengenal kompatibilitas dengan orang? Semacam kontinum antara sangat berbakat sampai totally ndableg (kayak saya) x-)) sehingga ini berkontribusi di kegagalan semacam di video di awal thread?
-
Mas Antara, untuk Yoga fisik sudah ada yang menjelaska di satu buku tapi saya lupa judulnya dan dulu belom baca sampe habis karena berat juga pembahasannya karena yagn dibahas syaraf, sumsum tulang, dan semacamnya. Menurut kabar, si penulis butuh waktu sekitar 10 tahun untuk menulis bukunya.
Kalau untuk Yoga yang berkaitan dengan pengaktifan kundalini atau astral project (tulisannya bener kagak ya?) entah apakah sudah ada yang meneliti secara ilmiah atau belum walaupun buku-buku yang membahas mengenai itu sudah sangat banyak.
-
Pas tingkat dasar diuji, murid-2xnya disuruh pasang kuda-2x, menghadap keguru dan tutup mata. Dia ngerasa ada angin lewat...sampe kerasa kedorong, pas disuruh buka mata, murid-2x lainnya posisi terlentang dilantai..dia aja yg masih berdiri tapi posisi udah pindah.
Guru TDnya nanya ama senior saya apakah dia belajar yg lain-2x ?! Dia bilang iya..akhirnya gurunya dibilangnya utk tingkat lanjut musti milih apa yg ingin dipelajari karena nantinya gak kompetibel ilmunya. Dia akhirnya milih Silat ..Ya gitu aja sih ceritanya..
Wasalam,
Faiz
Mas Faiz udah ngerasain anginnya?
-
Salam Mas Antara..
Saat ini rasanya rada sulit juga utk dibuktiin secara ilmiah.
Mungkin yg membuat hal ini susah utk diteliti adalah:
- Kalo terbukti benar mungkin takut dibilang riya, takabur, sombong, dsb.
- Kalo enggak terbukti nanti mendapatkan nama jelek ato malu.
- Kalo dianalisa ilmiah nanti rahasia ilmu dapat terliat oleh orang luar
Karena susahnya dibuktiin secara ilmiah melalui riset-2x..menurut saya cara kedua yg baik utk bisa tau ilmu ini beneran ato tidak adalah dengan ikut belajar diperguruan ini dgn sikap gelas kosong.
Jangan ada prekonsep pikiran hal ini mungkin ato tidak..belajar aja terus dicoba bener ato enggak.
Asumsinya berlawanan dengan kenyataan karena banyak perguruan TD yang mendemokan ke masyarakat di tempat keramaian atau lewat media sehingga kita bisa eliminir asumsi 'riya, takabur, sombong, dsb'.
Thread ini membahas TD yang tidak terbukti sehingga kita juga bisa eliminir asumsi 'kalo enggak terbukti nanti mendapatkan nama jelek ato malu' selain itu salah satu perguruan juga sudah menerima tantangan seorang bule di internet. Entah kesimpulannya apa?
Rahasia ilmu yang mana? Banyak perguruan TD yang membuat buku mengenai tehnik pernafasannya dan siapa saja juga bias belajar lalu ilmu yang mana yang dirahasiakan?
-
Mas Faiz udah ngerasain anginnya?
Kalo masuk angin sering Mas..apalagi kalo lagi kedinginan..obatnya Banrex :)
Saudara dan temen saya dulu ada beberapa yg belajar TD baik secara formal ato informal. Tapi rata-2x TD yg mereka pelajari butuh emosi lawan.
Saya pernah minta ajarin, abis berapa kali latihan saya suruh temen saya yg satu mukul saya..HASILNYA *drum roll* bengkak-2x, untung lengan saya yg dipukul bukan muka kalo gak bengep !
Lain waktu saya pernah coba test beberapa temen saya..dia suruh saya emosi dulu niatnya.
rasanya beda-2x..kadang kerasa spt. badan ada yg nahan (gerakan jadi agak berat), kadang badan spt. ada yg dorong, kadang kerasa spt kesetrum ato hentakan.
Tapi ya gitu saya sendiri sih gak bisa..tapi saya jadi percaya.
-
Rahasia ilmu yang mana? Banyak perguruan TD yang membuat buku mengenai tehnik pernafasannya dan siapa saja juga bias belajar lalu ilmu yang mana yang dirahasiakan?
Saya klarifikasi dulu deh sebelumnya..saya bukan jurubicara perguruan TD lho :)
Saya cuman orang awam yg percaya ttg. ilmu ini. Mungkin karena saya sikapnya nrimo, gak kritis, ato emang pernah liat.
Jadi saya cuman kira-2x aja kenapa sampe sekarang blm ada penelitian ilmiah ttg. ilmu kontak spt yg kita bahas.
Disamping itu juga, mungkin juga bingung gimana caranya menganalisa hal spt. ini ? Apakah peniliti-2x ilmiah bisa mengadakan riset TD tanpa mendalami bidang tsb ?
Maksudnya, nuklir dianalisa oleh ahli nuklir, virus AIDs dianalisa oleh ahli biologi, ahlo biochemistry..nah apakah kalo riset TD musti dilakukan oleh ahli TD ato pesilat ?
-
Mungkin pertanyaannya bisa kita persempit, apakah tenaga dalam mengenal kompatibilitas dengan orang? Semacam kontinum antara sangat berbakat sampai totally ndableg (kayak saya) x-)) sehingga ini berkontribusi di kegagalan semacam di video di awal thread?
Halo om Antara, :w :w
Salah satu guru saya almarhum dulu pernah bilang, kalau TD itu masalah keyakinan, masalah kepasrahan, masalah keiklasan dan selanjutnya masalah konsistensi dan terakhir nasib.
Dan saya sangat percaya hal tersebut karena pernah mengujinya. [top] [top]
Beliau ini termasuk dari golongan dari sedikit orang yang pernah sukses saya datangi dan pernah saya lihat mempraktekan TD yang lebih wah dari sekedar terpental. Saya pernah di demokan masing2x jenisnya 1 kali. Tapi memang orang seperti ini agak susah ditemukan. Sayang beliau ini tidak pernah mau dipublikasikan. Bahkan sangat pelit menurunkan ilmu sampe harus dibujuk2x dulu, toel2x dulu, sekian lama buat mau nurunin jurus. Ngak inget lagi dah berapa banyak kopi dan bako dulu bawa kesana buat upeti. Padahal datang udah pake rujukan x-))
-
Menarik Kang Dewa Kambing, guru saya di Jogja juga pernah bilang begitu... makanya di perguruan saya dulu ada pola latihan yang disebut 'pasrah', semacam latihan untuk melepaskan kontrol atas diri kita sendiri. Ujiannya kita disuruh muter-muter kayak gasing di antara temen-temen dengan mata tertutup, kalau kita bener-bener pasrah, maka kita akan secara otomatis menghindari temen yang berdiri di jalur kita.
Waktu giliran saya yang dites, sayanya sih pasrah, tapi temen-temen pada lari berhamburan takut kena tabrak :D. Akhirnya saya lulus juga, lha wong berhasil tidak nabrak siapa-siapa sesuai ketentuan ujian kok [lucu]
Saya sendiri percaya pada keberadaan fenomena tenaga dalam, tapi kayaknya mulai percaya juga bahwa itu perlu didukung konsistensi suatu budaya yang kondusif. Contohnya, waktu di Jogja dulu saya sering kumpul-kumpul dan mendengar cerita/filsafat kejawen, ikut tapa bisu muteri keraton, dan beberapa laku budaya lainnya. Hasilnya saya merasa lumayan peka. Sering saya bisa tahu kalau sebentar lagi akan ketemu seseorang, atau merasakan pikiran seseorang yang sedang diam di dekat saya.
Setelah pindah dan mencangkul di Jakarta, yang semuanya harus planning, control, review dan bicara data empiris macam-macam (ora nrimo), untuk bisa mbaca isyarat dari istri bahwa hari ini dia ulang tahun aja saya lebih banyak gagalnya :'( [lucu]
btw, gurunya Kang Dewa m'Bek dulu pernah mendemonstrasikan apa aja? Crita doooonnnn.. :-*
-
Salam Para Pendekar...
Saya sangat setuju sekali dengan pa yg disampaikan oleh Dewa kambing... Soal riset saya pernah mendapat penjelasan dari aliran reiki dan kundalini walupun itu bukian merupakan aliran tenaga dalam tapi ya sy pikir mirip.. Menurut belaiu Sama Seperti meaktifkan Magten di batangan baja dengan magnet digosok serah gti sampai pton-protonnya sejajar.. maka jadilah yg sepeti itu.. trus diaolah derngan tetap kontinyu sehingga Bio magnetik dan bio elektrik yg ada di dalam tubuh manuia (semua benda/makluk punya) sehingga yag mulanya pasif menjadi aktif (baik yg negatifdan positip) selebihnya sy tidak tahu....
Ya memang ada tap ya itu td intinya ikhlas, sabar,.... kalo mengenai TD yang bisa disegaja seperti memukul batu sampe pecah, menolak barang ampe jatuh.. mungkin menghancurkan gunng bisa (bom xale...) ya itu mungkin juga tenaga dalam dalam jenis yg lain.... yg lebih kasar. dan lebih bisa diatur.... mungkin. (Saya juga percaya hal itu Koq)
Cuma sesuai denga yg saudara dewa kabing bilang Kalo boleh ngomong dahsyat (justru dengan keikhlasan dan kesabaran itu... (senada dengan reiki - energi pintar) g usyah diperintah) dia keluar dengan sendirinya...)
Selebihnya...... kita mempelajari TD itu, intinya untuk kesehatan dan jg diri bukan untu dipamer (mungkin silatnya boleh karena merupakan sebuah seni gerak, Tapi TDnya itu adalah hal yg sedikit privasy walu sudah umum diketahui orang).
mengenai teknik dan sistematika belajar TD dan aplikasinya mungkin para tetua lebih menegrti akan hal trsebut?
Salam,
Endy
-
Menurut belaiu Sama Seperti meaktifkan Magten di batangan baja dengan magnet digosok serah gti sampai pton-protonnya sejajar.. maka jadilah yg sepeti itu.. trus diaolah derngan tetap kontinyu sehingga Bio magnetik dan bio elektrik yg ada di dalam tubuh manuia (semua benda/makluk punya) sehingga yag mulanya pasif menjadi aktif (baik yg negatifdan positip) selebihnya sy tidak tahu....
saya pernah terlibat diskusi dengan beberapa teman soal teori magnetik ini, tapi waktu itu tentangannya adalah mensejajarkan molekul besi di dalam tubuh manusia bisa dibilang tidak mungkin. Beda dengan besi yang bisa kita manipulasi molekulnya sehingga memiliki daya magnet yang menetap, tubuh makhluk hidup secara konstan melakukan kegiatan katabolis dan anabolis, proses memecah dan menyusun ulang rangkaian-rangkaian kimia untuk menghasilkan energi. Teori kesejajaran molekul untuk menghasilkan magnet menuntut adanya kondisi tubuh yang statis, dus tidak mungkin terjadi pada makhluk hidup.
Selain itu kita tidak memiliki banyak unsur besi (fe) dalam tubuh kita untuk bisa membuat daya magnet yang signifikan, karena zat ini dalam jumlah yang terlalu banyak akan bersifat toksin.
Ngomong-ngomong,
jadi ingat karena Mas endy bicara soal reiki yang bisa bertindak sendiri. Kayaknya boleh juga kita tinjau aspek ini...
Apakah tenaga dalam itu adalah suatu zat yang memiliki kemampuan untuk berpikir dan bertindak sendiri? Jadi suatu organisme hidup...?
Soalnya premis yang umum adalah tenaga dalam 'ngadat' muncul kalau orangnya tidak sesuai dengan syarat yang diajukan oleh si tenaga dalam, misalnya sombong dan sebagainya. Kalau dalam kasus ini malah tenaga dalam itu juga memiliki sistem moralitas (benci orang sombong).
Pernah ada nggak orang yang melanggar norma-norma moral tapi juga memiliki tanaga dalam? Misalnya penjahat sakti seperti di komik-komik silat?
-
@Om Antara :
Jangan2x main seruduk sambil nyembur2x nih, jadi pada kabur x-))
Itu juga dulu saya pernah bahas. Jaman sekarang semakin sedikit yang bisa menguasai tingkatan keilmuan seperti jaman dulu. Terlalu banyak "mengapa", terlalu banyak "mungkin ngak", terlalu banyak "bahaya ngak ya" atau "aman gak buat gua", dll, yang mana semua itu sadar ngak sadar muncul dari diri kita.
Kayak efek kebanyakan nonton sinetron ponakan saya, sadar ngak sadar, kalimatnya udah kayak di sinetron.
Soal ngak berhasil juga jangan kuatir mas. Tiap orang punya pijakan sendiri2x to. Ada temen 3 orang yang belajar sesuatu, yang satu sangat berhasil, yang satu cukup berhasil, yang satu lagi ngak bisa2x. Tapi yang gak bisa2x ini ilmu gombalihimnya paling dasyat dari semua [lucu]
Demo pertamanya adalah mukul ubi jalar mateng. Pernah coba ? Susah looo
@Om Endy :
Itu yang sampai sekarang masih saya cari mas. Konsistensi dan emang susah sekali. Gimana membuat kita tetap konsisten dengan sabar, iklas dan lain2x sambil memandang sebuah tinju menghampiri wajah.
Kalo jaman sekarang sekarang sih emang orang lebih banyak untuk kesehatan. Kalau jaman dulu sih buat ke jayaan mas.
Kalau teknik, tiap aliran punya pendapat sendiri2x. Bisa jadi di satu tempat dibilang terlarang, di tempat lain justru wajib.
Dulu di salah satu aliran di bandung yang pernah saya sambangi, latihan pernafasan dengan berjungkir balik kepala dibawah hanya boleh dilakukan diawal saja. Sedangkan aliran yang serius saya perdalam justru ada latihan meditasi dengan kepala dibawah kaki diatas.
Tiap bentuk punya tujuan sendiri2x.
-
Salam..
@Mas Dewakambing dan Mas Endy,
Saya mo nanya nih, kalo boleh..masih sejalan sama pertanyaan mas Antara sih tapi beda dikit :)
Mudah-2xan gak terlalu OOT.
Apakah TD yg dipelajari itu hasilnya sesuai dgn bakat muridnya ?
Maksudnya kalo murid itu pribadinya suka pengobatan, apakah TD yg timbul nanti lebih condong kearah pengobatan dibanding utk beladiri ?
Sebaliknya jika murid itu pribadinya suka beladiri, TD yg timbul nanti condong kearah utk beladiri ?
Soalnya dulu pernah ketemu beberapa temen yg bakatnya rada beda-2x..ada yg cenderung kepengobatan ada yg cenderung utk beladiri.
Terima kasih sebelumnya,
Wasalam,
-
Hihihihiiii... senjatanya waktu itu adalah jangan pakai deodorant... :w
Jadi inget petuahnya Master Ougway (bener gak nulisnya) di film Kungfu Panda, "Let go the illusion of control"
Makanya saya bilang, silat itu buat saya semacam ritual 'pulang kampung'... sesudah 23 jam sehari digodok di lingkungan yang berpikir bahwa manusia adalah penguasa, pengatur dan pengendali dunia (yang berakibat ke pemanasan global :o), ada 1 jam disisihkan buat kumpul-kumpul dengan teman-teman yang hidup apa adanya aja, nrimo ing pandum, pasrah masrah, urip mung mampir ngombe... follow the flow..
tapi tetep maen sambut ampe babak belur... :D
yak... dilanjut tenaga dalamnya.... [top]
-
Salam untuk,
Mas Dewa Kambing, Godam...
Sejujurnya.. Saya, hanya menganalisa dan dan berusaha mendiskripsikan siangkatnya sy hany berdasarkan sedikit pengetahuan yag referensinya sy proleh dari buku2 yg saya baca... jd kalo ada yg salah atau terlalu berlebihan mohon maaf yg sebesar2nya kepada saudaraku semuanya di Komunity silat umumnya dan khususnya kepada, mas antara, dewa kambing, Godam.. karena sy percaya panjenengan berhati mulia... dan panjenegan lebih menegrti mengenai hal ini dr pada saya..
Untuk mas, Dewa kambing saya kurang paham akan hal itu.. cuma neurut saya ya tergantung niatnya (azamnya dia waktu pertama kalibelajar tentang hal itu (TD) dan apapun, mas.. ini menurut saya lho.. dia ingin A, ya a juga hasilnya, B ya B juga hasilnya (kalo salah mohon dikoreksi) :) intinya sama seperti yg dimaksun panjengan Mas Godam....
Mengenai kesabaran dan keikhlasan, mungkin pernah membuka2 buku Quantum Ihklas atau www.quantumikhlas.com. semoga bisa bermanfaat...
Kesabaran.. saat menghadapi tonjokan... ya embok jagan dtang ke arena tonjokan. atao jgn dekat2 dengan yg berbau2 tonjokan gtu... :).. kta cri yg aman2 aja penuh senyum dan persahabatn... kira2 bgtu... Mas dewa kambing..kira2?
Soal... ngadat atau tidak... (Innalillahi wainna Ilaihi rojiun.... Allah itu maha kuasa dan berkehendak) seperti itu kira...Om Antara.
salah luputnya saya sekali lagi mohon maaf yg sebesar2nya...
salam,
Endy.
-
Salam Om Antara...
Saya hanya bermaksud sebagai generalisasi sj soal reiki...
Menurut Bukunya Reiki itu ya begitu itu. g usah dipaksain keluar... cukup niat secara santai aja apa maksud kita reiki itu akan imengikuti.... Coba mas antara cari buku menegnai (reiki tummo, reiki-energi ilahi.. dan kundalini).. dibuku itu juga tertulis kok alamat lengkap dan no telepo masternya) terima kasih....
Salam
Endy
-
...pengen liat banget tenaga dalam yg bisa mentalin dalam kondisi begini: lawannya lompat sambil menyerang, ...
Ada yang bisa dan saya kenal Da....
Namanya Yunizar Rifai, anak Sin Lam Ba. Sekarang tinggal di Wichita, Kansas, AS. Pekerjaannya adalah seorang manager sebuah supermarket besar.
Waktu demo Indonesian Night 1994(?), kalo ga salah, kami berdemo silat, dan saya kebagian peran sebagai penyerang. Biar kelihatan menarik, saya menyerang dengan "terbang" (melompat sambil memukul ke arah kepala). Dia "mengedut" perutnya sambil tangannya mengarah ke bumi. Memang, saya tidak sampai terpental, tetapi saya terjatuh karena seperti membentur bola kenyal di sekitar badan dia. Ini BENAR BISA SAYA RASAKAN sendiri. Memang, saya menyerangnya juga dengan "kosongan". Repotnya, saya harus "membuang" yang sempat "masuk" badan saya. Teknik ini pun, ada antinya, kalo kita tahu bagaimana. :) Ada film dan fotonya kok, dan ini bukan rekayasa. Sayangnya, saya cuma punya fotonya (somewhere di tumpukan susuhan saya).
Sekedar cerita dan nggedombos saja...
Salam...
-
@Om Godam & Om Endy :
Kalo saya sih cenderung mengatakan, apa yang diyakini itulah yang terjadi, apa yang diharapkan itulah yang datang, apa yang ingini itulah yang hadir. Jadi apapun itu kembali ke diri masing2x.
Kalo saya mengibaratkan tonjokan mungkin emang ekstrim sih. Tapi saat nulis yang kepikir itu sih buat membandingkan kondisi dimana kita harus tetap dalam keadaan konstan dalam berbagai kondisi.
Waktu dulu saya berlatih malah saya diharuskan mengalami yang jauh lebih ekstrim lagi :'( Dan saat saya keluar dari tempat itu saya merasakan syukur yang tak terkira karena lulus dengan masih lengkap dan cuman nambah beberapa bentol digigit semut.
@Om Antara :
Haha bener tuh bener.. Balik soal tenaga dalam. Soal demo pertama itu emang beneran memukul ubi jalar mateng looo.. lengkap dengan akar tengahnya itu.
-
OK, Mas Dewa kambing saya setuju banget....
Klao latihan mukul ubi jalar rebus ato apa gtu... bru denger... ya bener juga sih beda orng beda cara... saya hany disuruh makan kare ayam aja... semua bgian ayam lengkap kecuali bulu dan yg menjijikkan aja... ini benar lho... dan g latian apapun.. entah hasil ato tdak.... cuma Alhamdulillah sejak itu setiap ketemu orang... selalu senyum.. orng itupun jg begtu.... agak2 bisa sabr gtu.. Mas.
Monggo dilajut... makin asyik.. sih...
:) endy
-
Numpang denger, boleh ya. silakan di tambahi. :o
-
OK, Mas Dewa kambing saya setuju banget....
Klao latihan mukul ubi jalar rebus ato apa gtu... bru denger... ya bener juga sih beda orng beda cara... saya hany disuruh makan kare ayam aja... semua bgian ayam lengkap kecuali bulu dan yg menjijikkan aja... ini benar lho... dan g latian apapun.. entah hasil ato tdak.... cuma Alhamdulillah sejak itu setiap ketemu orang... selalu senyum.. orng itupun jg begtu.... agak2 bisa sabr gtu.. Mas.
Monggo dilajut... makin asyik.. sih...
:) endy
Ayam ? Kalo saya dulu bubur ayam sebagai tanda ikatan.
Hihihi.. kenapa ayam yang dipilih yaa ? Bukan kambing guling gitu :-p
Apa karena kambing lebih mahal ? Tapi kan enak tuh.. kambing guling sambil nongkrong di api unggun [top]
-
OK Mas Dewa kambing...
mestainya aku setuju itu... sayang aku g suka kambing...... ato danging sapi...
mungkin disesuaiakan selera x ya.... he.he.he..... ide yg bagus itu.
-
Salam silat,
wah seru ini...
baca dari awal sampe abis.. wogh bener2 LUAR BIASA !!!
kesemua yg akang2 diskusikan benar2 membuka mata dan pikiran saya (maksudnya: saya jadi mengerti, ternyata bukan cuma saya yg mengalami kebingungan akan hal2 "ajaib"), kesemuanya benar2 bisa saya telaah...
TERIMA KASIH SEDALAM2NYA, MOHON TERIMA SALAM SAYA...........
[top] [top]
-
wah bagus neh bahasannya ... tambahin lagi dong .... [top]
-
definisi tenaga dalam sampai sekarang saja masih belum ada yang baku dan jelas :)
jangankan sesama perguruan, diantara sesama murid 1 aliran saja memiliki paham yang berbeda-beda tentang tenaga dalam...
ada baiknya kiat kemukakan dan mengkaji dahulu setiap pengertian tenaga dalam seperti yang dikatakan @sambarpetir
sepengalaman saya beberapa hal yg cenderung disebut tenaga dalam sama orang2 yang saya kenal:
- yang bisa mentalin tanpa sentuh
- yang didapat dari wirid2an atau amalan2
- yang bisa mecahin benda2 keras dengan bantuan nafas
- yang bisa menguatkan fisik sampe tahan di pukul2 dengan benda keras
- ki adalah tenaga dalam (dalam aikido)
- Chi adalah tenaga dalam (dalam beladiri china)
- bantuan jin disebut tenaga dalam
- dan banyak lagi
jadi sebenarnya, tenaga dalam itu apa yah?
-
klo ditempat saia & menurut sepengetahuan saia ...
dibagi menjadi 2 bagian ...
1. energi dr dalam tubuh / TD itu berasal dari tubuh ... bisa dibilang reaksi2 pada sel2 ditubuh ...
2. energi diluar tubuh / aura ... yg melingkupi manusia
klo menurut mas yohanlie tulis ...
yg pertama bisa dianalogikan mecahin benda keras & membuat tubuh menjadi kuat ...
yang kedua mentalin tanpa sentuh ... dgn syarat orgnya hrs emosi ...
sebenarnya yg pertama sangat luas sekali peruntukannya ... salah satunya yg diatas ... pada level tertentu yg no. 1 ini bisa dipakai untuk aplikasi bertarung ... dgn hasil mungkin ... habis deh badan gw ... x-))
rata2 ... aliran seperti ini menganut penguatan badan dl sebagai basic kemudian baru seni silatnya yg di mix dgn kemampuan pemecahan benda2 keras ...
peace bro ... [[peace2]]
-
Salam Buat Semuanya:
Kalo saya lebih berpegang bahwa tenaga dalam itu adalah pelengkap, BUKAN tujuan utama belajar beladiri. Bagi saya, beladiri itu ya LATIHAN SILAT-nya (gerakan dan teknik). Sudah gerakannya bagus, cepat, tepat, kuat, maka dibarengi oleh pengolahan tenaga dari dalam. Dalam posting terpisah, saya juga sudah membahas berbagai macam jenis tenaga dalam, baik pro mau pun kontra-nya masing-masing jenis tenaga dalam. Film yang di YouTube itu semakin menjelaskan apa yang saya posting.
Untuk tenaga dalam yang diperoleh dari latihan fisik (sebetulnya masih dalam tataran "tenaga luar"), maka lawan tidak perlu harus emosi dulu baru bisa dicelakai. Untuk level ini, hukum fisika masih sangat jelas berlaku. Simplenya "size does matter". Contohnya: pukulan "tenaga dalam" yang bisa menghancurkan batu, maka untuk memukul telak seseorang jelas akan membuat orang itu minimal terkapar, dibanding bila orang yang sama terkena pukulan yang tidak terlatih. Contoh nyata lainnya: "pukulan satu jari" (mana yang dipakai adalah jari kelingking!) dari salah seorang Pendekar, dengan tepat dan telak menghantam dada saya yang sudah saya keraskan. Hasilnya... Saya termundur dengan dada kiut miut menahan sakit! Itu baru demo, BUKAN pukulan asli yang dilepaskan.
So... Bukan suatu hal yang aneh terjadi dalam film YouTube itu. Wajar dan lumrah. Kita hanya perlu tahu bagaimana mengatasinya saja.
Salam
Well said mas..
Salam...
Kalau boleh tahu di PD sendiri...TD itu diajarkan dengan kaidah pelatihan apa mas...mohon sharingnya...
-
klo ditempat saia & menurut sepengetahuan saia ...
dibagi menjadi 2 bagian ...
1. energi dr dalam tubuh / TD itu berasal dari tubuh ... bisa dibilang reaksi2 pada sel2 ditubuh ...
2. energi diluar tubuh / aura ... yg melingkupi manusia
[[peace2]]
maaf nih kalau saya asal bicara
saya kan newbie banget.. cuma dari informasi yang saya serap (entah itu benar atau salah)
saya lebih setuju bahwa secara umum pembagian tenaga dalam dibagi 2:
1. yang bersifat fisik
2. yang bersifat non fisik
saya sepaham dengan mas
:)
nah disini kita kayaknya kok cenderung membahas yang non-fisik ya?
di video yutub kiai master juga sepertinya beliau mempraktekan yang non-fisik ya?
dan rasa-rasanya efek yang non fisik berbeda bagi setiap orang ya?
kok saya kebanyakan nanya ya?
Bagaimana kalau kita sementara beranggapan bahwa tenaga dalam itu ibarat 1 paket lengkap, dari yang fisik sampai yang non-fisik, dari yang berbentuk dan terlihat sampai yang abstrak dan filosphis?
Dari yang pelatihan dengan tingkat konsentrasi tinggi, wirid2 tertentu, sampai ngejurus dengan pernafasan...?
Dari masalah kesensitifan terhadap "rasa" sampai kepekaan terhadap gaib?
BTW ini cuma pendapat anak kecil loh (sumpah saya masih kecil)
Tapi mendengar dan membaca beberapa kisah seperti seorang guru yang bisa membuat orang lain "gentar" sebelum bertarung (salah satunya ada di kisah Yagyu dan Mushashi),
Atau seorang penghayat supranatural yang bisa mengusir jin, atau melihat jin, atau nyantet orang (ngeri X_X)
Sampai kepada manusia superhuman yang bisa mecahin benda sekeras batu kali dan tahan digebukin, sampe yang bisa bikin orang lemes dengan cuma nyentuh dan juga mentalin orang dari jarak jauh (di aikido gaya sensei hakim sampe tingkatan ini kan? dan itu disebut "Ki"... kan?)
dan semua itu disebut tenaga dalam dalam bahasa indonesia,
kok rasa2nya makna sebenarnya dari Tenaga Dalam sendiri sangatlah luas ya?
tunggu komentar sesepuh aja deh
-
Bagaimana kalau kita sementara beranggapan bahwa tenaga dalam itu ibarat 1 paket lengkap
aih ... saia setuju dgn mas yohanlie satu ini ... x-))
tapi karakternya berbeda dlm pemfokusan lat ...
klo kita berlatih energi TD (yg ada didalam tubuh) ... otomatis energi luar (aura) akan berkembang melebar & memadat.
klo kita fokusnya ke energi luar (aura) ... energi yg didalam tubuh / TD tidak berkembang ...
tapi yg aku denger (dr org ) aura (sebagai outputnya) dlm pemakaiannya itu bisa seperti TD kalau dia energinya besar & padat ...
[[peace2]]
-
assalaamu'alaikum wr. wb.
Menarik ya, diskusinya... Salam kenal buat yg lain, ini postingan pertama sayah... :)
Sepertinya diskusi antar perguruan seperti ini lebih afdhol kalau diawali dgn pernyataan: "menurut yg diajarkan di perguruan saya...." biar gak rancu. Karena memang banyak perbedaannya. Soal definisi Tenaga Dalam (TD) pun beda-beda. Kalau saya lihat videonya (video itu udah lama jg, saya udah lihat bertahun2 yg lalu), sepertinya memang dia ahli memanipulasi aura, yg ciri2nya adalah bisa mudah mementalkan orang2 yg emosinya kurang terkendali. Nah, menurut beberapa perguruan, ini bukan TD namanya, tapi Tenaga Metafisika (TM).
Memang mengecewakan, tapi kenyataannya yg dipental-pentalkan itu kebanyakan hanya yg emosi. Dulu saya sempat melihat demo sebuah perguruan yg diadakan oleh majalah DUEL di Bandung. Perguruan itu mengklaim bisa mementalkan orang yg tidak emosi. Tapi ketika demo, saya lihat lawannya ya emosi juga. Saya yakin dia emosi, karena gerakan serangannya membabi buta dan tidak taktis sama sekali. Dalam sesi tanya-jawab, saya minta ijin agar dibolehkan mencoba melakukan serangan (tentunya saya berniat menyerang tanpa emosi) dan dipentalkan, tapi tidak dikabulkan.
wassalaamu'alaikum wr. wb.
-
hmm ... klo diluluskan permintaannya bakalan berabe dong ... x-))
bisa2 pd pindah aliran ... :w
-
no offence mas
ditempat saya tenaga dalam kategori yang mental2an itu emang ada
tapi bukan itu yang dicari...
Mental2an terjadi karena beberapa hal:
1. suggesti dari yang dimentalin
2. yang menembakkan TD jenis metafisik tersebut memang sudah mencapai tahap yang cukup
ini hanya pendapat saya pribadi, bisa salah bisa benar :)
Saya hanya menulis dari apa yang saya alami
Untuk kasus kedua, tidak diperlukan lawan emosi atau marah untuk bisa dikenakan.
Namun hal itu tergantung mental blok masing-masing, untuk yang mental bloknya lemah (apalagi orangnya suggestif) cenderung gampang dimentalin
Untuk yang mental bloknya kuat mungkin tidak terasa apa2
Dalam kasus saya, saya pernah di kenai TD metafisik saat hendak menyerang dan saya nggak mental (nyerangnya ga pakai emosi) namun tanpa saya sadari sebenarnya tubuh saya sudah terkena efeknya, yaitu serangan ga full (ragu2) jadi mudah dibaca.
Pernah nonton karate kid versi baru? (jackie chan), pada adegan terakhir saya rasa adegan inilah yang paling tepat menggambarkan situasi saya.
Namun untuk mencapai hal diatas perlu latihan tahunan bahkan puluhan tahun dengan cara latihan dan konsep pemikiran yang benar dan tepat.
Namun ditempat saya, hal itu hanyalah sebagian kecil dari TD, bahkan bisa dikatakan bonusnya latihan TD.