Forum > Tenaga Dalam (TD)

Satria Nusantara

<< < (5/8) > >>

aircadas:

--- Quote from: kisawung on 07/08/2007 11:10 ---wah hehehe ;D

gosip ria kah ... hehehe  [polisi]

--- End quote ---

Tidak selalu gosip Pak Kisawung,  :-*

aircadas:
coba saya kopikan dari berbagai sumber mengenai SN.

 Organisasi Satria Nusantara pertama kali didirikan pada tanggal 31 Agustus 1985 di Yogyakarta, dengan nama Perguruan Tenaga Dalam Satria Nusantara yang dibimbing langsung oleh nara sumber ilmu satria nusantara bapak Drs. Maryanto.

Untuk memantapkan amal usahanya maka pada tanggal 11 Agustus 1986 dibentuklah Yayasan Satria Nusantara dan Perguruan Tenaga Dalam Satria Nusantara menjadi Lembaga Seni Beladiri Tenaga Dalam Satria Nusantara (LSBTD SN). Keorganisasian Satria Nusantara di tingkat Pusat langsung ditangani oleh Yayasan Satria Nusantara, sedangkan untuk tingkat daerah, operasional organisasi bernama Lembaga Seni Beladiri Tenaga Dalam Satria Nusantara (LSBTD –SN), seperti LSBTD SN Surakarta, LSBTD Semarang.

http://www.sn-pusat.com/

Sejak tahun 1991 untuk realisasi penelitian secara medis, Satria Nusantara bekerja sama dengan Depkes RI melalui Lab P4TD yang beralamat di Jl. Indrapura 17 Surabaya. Melalui hasil keputusan Rakernas Pengurus Lembaga Daerah tertanggal 17 Juli 1993 di Bengkulu diputuskan adanya perubahan nama organisasi menjadi Lembaga Seni Pernapasan Satria Nusantara (LSP SN).

Pada tahun 1995 telah terlengkapi fasilitas Organisasi berupa pemilikan Kantor Pusat yang representative di Jl. Kebun Raya 39 Yogyakarta 55171. Telp: 0274-370150, Fak: 0274-382811, E-mail : sn-pusat@indo.net.id.

Setelah dibentuknya LSP SN Pusat pada tahun 1995 peran yayasan satria nusantara semakin kecil. Pada tahun 1998 secara resmi memposisikan sebagai organisasi massa setelah diselenggarakan Munas I tahun 1998 di Yogyakarta. Munas II pada tahun 2002 di Yogyakarta. Karena keberadaan Yayasan Satria Nusantara sudah tidak aktif dalam peranannya di Organisasi Satria Nusantara, maka pada tanggal 24 Juli 2002 Yayasan Satria Nusantara dibubarkan dengan Akte Notaris nomor: 16 tanggal 9 Agustus 2002. Pada tahun 2006 diselenggarkan Munas III Satria Nusantara di Yogyakarta, pada tanggal 24-25 Juli 2006.

aircadas:
Nah ini dari kaskus.us yg nulis pakai nama ir-wan-dy

sepertinya kisawung juga anggota di kaskus, ya  ::)

Lembaga Seni Pernafasan SATRIA NUSANTARA
(dahulu namanya : Perguruan Beladiri Tenaga Dalam Satria Nusantara... kok nggak pakai kata beladiri lagi ? ... cari tahu sendiri yach)
adapun maksud SATRIA NUSANTARA itu sendiri adalah SAT=enam, TRI=tiga, A=daya=kekuatan, NUSA ANTARA=NUSANTARA=gabungan berbagai ilmu pernafasan-kesehatan-pengetahuan. Jadi yang dimaksud ilmu SATRIA NUSANTARA adalah Ilmu pengembangan 6 indera manusia dengan 3 kekuatan yaitu nafas, jurus dan konsentrasi atau dzikir.

TANGGAL BERDIRI : 31 Agustus 1985 di wil Gedong Kuning Yogyakarta
(sebenarnya pada tahun 1982 pun telah berdiri oleh sekitar 12 atau 15 orang (saya lupa) yang salah satunya adalah guru besar salah satu perguruan beladiri (gagak / garuda hitam ?? ..lagi2 lupa nih :p) . Sumber info : teman penulis yang merupakan salah seorang pendiri yang ikut menandatangani berdirinya SN ini .. tapi kini bila ditanya ttg SN, beliau ogah2 menjawabnya (sakit hati ke ??) ^_^ )

MOTTO : "Sembuh - Sehat - Saudara"

NAMA GURU : Drs. H. Maryanto

OTOBIOGRAFI : lahir tanggal 4 April 1962 di Kisaran, Sumatra Utara, dengan darah campuran batak-cina-jawa Sarjana FMIPA Kimia Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Perguruan yang pernah di ikuti : Prana Sakti, Sinar Putih, Tapak Suci, Yoga, Taichi - kungfu, Silat Stroom dll. (tapi sayangnya nggak pernah sampai tamat .. cuma awalnya yang masih tergolong tingkat dasar.. tapi hebatnya, beliau ini dapat menggabungkan teori ilmu2 pernafasan yang ia pelajari dengan ilmu pengetahuan barat terutama ilmu kedokterannya )

TINGKAT KEILMUAN :
1. Pra dasar (calon anggota)
2. Dasar
3. Pengendalian Halus
4. Gabungan Pengendalian Halus
5. Pengendalian Keras
6. Gabungan Pengendalian Keras
7. Penjuru
8. Selangkah
9. Meditasi
(hanya perbedaan istilah dengan perguruan asalnya yaitu jurus kasaran, halusan, gabungan, mahdi, syahbandar dan payung rasul ... padahal pak Maryanto ini baru belajar sampai tingkat gabungan loh)Organisasi yang baik dan profesional, sehingga mirip dengan perusahaan nirlaba dari unit hingga tingkat nasional (pelatih dibayar, yang ikut membesarkan SN diberi hadiah setiap bulan).
Tahukah kawan bahwa beliau ini berusaha dari 0 hingga kini mempunyai aset lebih dari Rp. 7 milyar. (saya pernah diceritakan teman yang mengembangkan SN di Jakarta .. (ini lain orang ..bukan teman saya yang ikut mendirikan SN di Yogyakarta).. bahwa ia lah yang pertama kali menjemput pak Maryanto di Stasiun Senen Jakarta (itu khan stasiun kereta ekonomi) dan sendal yang digunakan beliau belang warnanya (berbeda warna) ..
bagaimana bisa begitu ? .. dengan strategi yang baik.. beliau membuka unit2 pelatihan di instansi2 pemerintah dan dati II
Karena keilmuannya yang terbatas, maka bila aslinya 10 jurus itu dapat diselesaikan dalam waktu 3 bulan lalu langsung diajarkan jurus gabungan, di SN dicicil hingga 30 bulan/tingkatan (P1-P10) atau dalam arti 2,5 tahun (berlatih jurus 1 yang satu gerak aja 3 bulan) tapi kekurangan ini dapat ditutupi dengan adanya praktek pengobatan/penghusada yang sering di lakukan (bukankah pisau pendek yang tajam lebih banyak berguna dari pedang panjang yang tumpul ?).
Ada beberapa murid SN yang telah sampai tahap akhir .. akhirnya di beri referensi agar mereka belajar di perguruan lain.

TERPECAHNYA PERGURUAN : (cerita lain)
Berawal dari ketidak seimbangan pembagian hasil usaha, maka beberapa unit SN yang dipegang oleh partner pak Maryanto mendirikan SNI (Senam Nafas Indonesia). Oleh sebab itu SN kemudian mendaftarkan 10 jurusnya ke Departemen Kehakiman RI agar ke 10 jurusnya tidak dapat digunakan SNI, tapi apa lacur.. ternyata yang marah adalah perguruan Prana Sakti dan pecahan2nya .. karena merekalah yang terlebih dahulu memiliki 10 jurus tersebut. Oleh sebab itu pernah (kalau tidak salah sekitar tahun 1995) pak Maryanto di kejar2 ingin digebukin murid2 PS yang notabene adalah mantan teman2nya dahulu seperguruan.. Alhamdulillah beliau selamat karena berlindung di seketariat perguruan Sinar Putih yang dibina oleh pak Drs. H. Mudhoffar Ash Shiddieq .. beliau ini merupakan murid akhir dari pak Dan Suwaryono.. karena sungkan dan segan maka murid2 PS hanya nongrong2 diwarung dan berjaga2 di sekitar sekertariat perguruan tsb. .. baru kemudian sekitar jam 9 malam .. pak Maryanto keluar dari sekertariat tersebut dan pulang dengan selamat.
Demikianlah yang saya ketahui ... sempat juga saya melihat pengumuman hak paten 10 jurus SN dari depkeh di koran2 .. waktu itu cukup menghebohkan dunia persilatan tanah air.

nb: sekali lagi apabila ada opini yang tertulis disini bukan opini gua lho! itu opini yang nulis ttg SN ini, bekas murid SN juga!(gua juga pernah belajar di perguruan ini sampai tingkat Pengendalian 5 /P5 ),sekali lagi kalo ada kata2 yang salah maupun tulisan yang kurang berkenan mohon gua dimaafin,he he he,thank's! peace,bro.......:)

aircadas:
Pelatihan Ilmu Satria Nusantara adalah kegiatan inti dalam organisasi Satria Nusantara, program pelatihan Satria Nusantara  ditangani oleh tenaga fungsional atau tenaga frofesi yang berhubungan dengan masalah kepelatihan Ilmu Satria Nusantara. Tenaga Frofesi ini berada dari tingkat Pusat samapai di Unit latihan.  Hak dan kewenangan dalam penanganan pelatihan Ilmu Satria Nusantara dipegang oleh tenaga fungsional atau tenaga frofesi.

Tenaga kepelatihan Ilmu Satria Nusantara dari tingkat tertinggi sampai pada tingkat yang paling bawah diurutkan sebagai berikut;

   1. Pemilik Ilmu Satria Nusantara   atau saat ini disebut dengan Guru
   2. Dewan Guru Satria Nusantara ( Realisasi tahun 2004 )
   3. Corps. Pelatih Pusat Satria Nusantara
   4. Corps Pelatih Daerah Satria Nusantara
   5. Assisten Pelatih Daerah Satria Nusantara.

Tenaga  Kepelatihan / fungsional yang secara operasional memberikan  pelatihan dan transper ilmu Satria Nusantara  kepada anggota dan calon anggota   disebut dengan Pelatih. Sedangkan untuk penanganan pelatihan rutin di LSP-SN daerah/ institusi  secara rutin dilakukan oleh Pelatih Daerah atau Assisten Pelatih Daerah.

Fungsi dan Tugas Tenaga Kepelatihan/ Fungsional Satria Nusantara

1. Fungsi dan Tugas Dewan Guru Satria Nusantara

   1. Melaksanakan standarisasi Keilmuan Satria Nusantara Bagi Pelatih Pusat, Pelatih Daerah
   2. Merancang, membuat dan mengevaluasi kurikulum pelatihan  Satria Nusantara.
   3. Melaksanakan pengembangan  keilmuan satria Nusantara
   4. Memberikan saran  dan masukan kepada Pengurus LSP-Satria Nusantara tentang program pelatihan  Ilmu Satria Nusantara.
   5. Sebagai penanggungjawab terakhir di organisasi satria Nusantara terutama  dalam bidang keilmuan.
   6. Melaksanakan standarisasi kompetensi Pelatih Pusat sesuai dengan periodesasinya.
   7. Melaksanakan fungsi dan tugas keilmuan yang dibebankan oleh pemilik Ilmu.
   8. Memberikan ceramah , sarasehan,  workshop  tentang keilmuan satria Nusantara sesuai permintaan.
   9. Memberikan  pembinaan, Pelatihan dan EKT kepada Pelatih Pusat dan Pelda.

2. Fungsi dan Tugas Korps Pelatih Pusat

   1. Melaksanakan kegiatan pelatihan dan sekaligus ujian bagi anggota Pradasar dan evaluasi kenaikan tingkat anggota di seluruh LSP-SN Daerah/Institusi dan LSP-SN Cabang;
   2. Bagi mereka yang mempunyai kewenangan, dapat diberikan tugas untuk menguji Evaluasi tertulis dan/atau memberikan pelatihan penghusadaan;
   3. Memberikan training khusus kepada Pelatih Daerah maupun Aspelda dalam rangka perekrutan ataupun latihan intensitas untuk penyegaran dan kenaikan tingkat jurus;
   4. Melaksanakan pengkajian/pendalaman, penelitian, dan pengembangan keilmuan/peng-husadaan Satria Nusantara;
   5. Dapat mewakili pengurus  LSP-SN Pusat (bagi yang diberi mandat) dalam hal penyelesaian sesuatu urusan yang berhubungan dengan organisasi ataupun keuangan LSP-SN Daerah/Institusi/Cabang;
   6. Memberikan masukan untuk perumusan rencana dan program kegiatan Pengurus LSP-SN Pusat;
   7. Menyampaikan laporan, baik hal yang bersifat rutin maupun sesuatu yang luar biasa kepada Pengurus LSP-SN Pusat mengenai segala sesuatu yang diperoleh saat bertugas di LSP-SN Daerah/Institusi.
   8. Melaksanakan Standarisasi Kompetensi  Pelatih Daerah/ Aspelda.

3. Tugas dan Fungsi Pelatih Daerah/ Aspelda Satria Nusantara.

   1. Memimpin jalannya kegiatan pelatihan anggota sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Pengurus (Kabid/Kasi Kepelatihan);
   2. Membantu melaksanakan tugas Pelatih Pusat dalam kegiatan pelatihan Pradasar; jika menangani kegiatan pradasar secara penuh harus berdasarkan lesensi yang telah dikeluarkan oleh  Pengurus LSP-SN Pusat ;
   3. Secara rutin mengadakan evaluasi intern dalam bentuk pembetulan jurus maupun teknik latihan sehingga kualitas latihan anggota meningkat dan dapat berhasil dengan baik dalam EKT sebagai perwujudan tanggungjawabnya;
   4. Menangani pengisian Kartu Presensi secara tertib setiap kali latihan rutin;
   5. Mencatat data anggota yang memerlukan perlakuan khusus (misalnya karena : sakit, invalid, emosional yang labil, dan lain-lain) dan apabila dipandang perlu dapat memberikan rekomendasi saat anggota tersebut mengikuti EKT;
   6. Di bawah bimbingan Pelatih Pusat mengadakan kegiatan penelitian dan pengembangan keilmuan Satria Nusantara sesuai konsepsi keilmuan yang benar;
   7. Memberikan sumbang saran maupun evaluasi kepada Pengurus LSP-SN terutama dalam hal penyusunan rencana dan program kepelatihan.

Penghargaan dan Sanksi  Bagi Tenaga Kepelatihan

Tenaga kepelatihan dapat diberikan penghargaan maupun sanksi  sesuai dengan kondisinya.
Tenaga kepelatihan di Tingkat  Pusat diberikan penghargaan dan Sanksi oleh Pengurus LSP-SN Pusat dan Guru, sedangkan untu Pelatih Derah/ Aspelda dapat diberikan penghargaan dan sanksi oleh LSP-SN Pusat, LSP-SN Daerah/ Instritusi.

Untuk sanksi pemberhentian  seseorang dari  keanggotaan Pelatih Pusat ditetapkan oleh Ketua Umum setelah berkonsultasi dengan Dewan Guru dan Pemilik Ilmu, sedangkan untuk pemberhentian keanggotaan Pelatih daerah /Aspelda  ditetapkan oleh Ketua LSP-SN Daerah/ Institusi setelah berkonsultasi dengan Pengurus LSP-SN Pusat atau yang mewakili. 

Kode Etik Pelatih Satria Nusantara

   1. Menjunjung tinggi Kehormatan diri dan sesama pelatih
   2. Menjujung tinggi  AD dan ART dalam menjalankan tugas.
   3. Taat beribadah  dan menjujung tinggi norma , hukum , agama dan kesusilaan
   4. Bersikap santun dalam pergaulan , perkataan  dan  tingkahlaku
   5. Menjaga nama baik Satria Nusantara dan Corps Pelatih
   6. Ikhlas dalam mengamalkan ilmu tanpa memandang  suku, ras dan agama
   7. Menjaga disiplin pribadi dan kelompok.
   8. Selalu berpikir positif dalam memandang setiap permasalahan
   9. Mengedapankan tindakan persuasif dalam pelayanan dan pembinaan anggota
  10. Tanggap dan cepat menyesuaikan diri dalam pelaksanaan tugas di lapangan
  11. Menjaga rahasia Lembaga Satria Nusantara.
  12. Tidak merokok
  13. Mengedepankan pelayanan yang terbaik bagi anggota Satria Nusantara.
  14. Bertanggungjawab dan berani mengambil resiko  terhadap keputusan yang diambil.

gehan:
 :)p ^:)^ x-))

Navigation

[0] Message Index

[#] Next page

[*] Previous page

Go to full version