Forum Sahabat Silat

Bahasa Indonesia => Tokoh Pencak Silat => Topic started by: kisawung on 30/07/2007 12:18

Title: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: kisawung on 30/07/2007 12:18
Dilahirkan di Padang pada tanggal 1 September 1933.
Banyak menulis hasil-hasil penelitian tentang seni tari, terutama dalam bidang Pencak Silat, Tari Pasambahan, dan juga tulisan-tulisan yang bersifat ilmiah yang tidak tersiar (dalam pemakaian/koleksi sendiri).

Pertama kali menulis karangan yang tersiar sebagai hasil pengalamannya dan rangkuman penelitian tentang adat istiadat dan Tambo Minangkabau.

Diantara karyanya yang spektakuler ialah buku dengan judul "Filsafat dan Silsilah Aliran-aliran Silat Minangkabau".  Merupakan karya penggalian tentang kebenaran mitos yang selama ini terbenam dalam lumpur mitologi. Namun bagi beliau, menganggap mitologi ialah ilmu yang dimiliki bangsa Timur umumnya dan Indonesia khususnya, ialah bukan suatu dongeng tanpa alasan.

Akan tetapi itulah kebenaran yang sukar dianalisis bagi mereka yang awam dalam bidang ilmu tersebut. Alasan-alasan yang diberikan akan menarik bagi pembaca dan semoga bisa dijadikan bahan perbandingan bagi Ilmu Seni Beladiri.

Beliau pada tahun 1968 mendapatkan gelar Sarjana dalm Ilmu Publisistik Universitas Ibnu Khaldoun dan lulus ujian Gradual Universitas Indonesia di Jakarta tahun 1969.

Dalam bidang pendidikan telah memiliki Akta Mengajar V , dari Ditjen DiktiDepdikbud tahun 1983.
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: kisawung on 30/07/2007 12:27
Tulisan ini sengaja kubuat dengan tujuan untuk mengenang beliau yang bagiku ialah layak untuk diangkat, berdasarkan tulisannya tersebut. Yang telah memancing diriku untuk hadir dan bersilaturrahmi kepada beliau di Padang Panjang pada sekitar tahun 1991.

Dan bersyukur Alhamdulillah, atas keinginanku selanjutnya, aku diterima sebagai murid beliau .. seringkali mengingat akan hal ini diriku selalu terharu :'(
semoga kiranya beliau yang sudah almarhum, atas jasa dan karyanya diterima di sisi Allah SWT.. amin.  ^:)^

Dan selanjutnya sebagai bahan tulisan pada thread ini..
aku ambilkan dan jujur saja aku copy paste dari buku karangan beliau , yakni : Filsafat dan Silsilah Aliran-Aliran Silat Minangkabau. Penerbit CV. Tropic Bukittinggi. pada tahun 1986.
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: kisawung on 30/07/2007 12:48
selanjutnya, aku ungkap yang sekiranya penting sebagai bahan informasi bagi sahabatsilat sekalian (mohon maaf sekdar cuplikan dari buku tersebut)

inilah bagian pertama dari isi buku tersebut:

KATA PENGANTAR

Buku "Silsilah Alira-Aliran Silat Minangkabau" ini diterbitkan bersumber dari rangkuman pengalaman  penulis secara langsung dalam bidang persilatan tradisional Minangkabau, yang dicampungi semenjak berumur lebih kurang 13 tahun sampai umur 51 tahun; berikut dengan ilmu-ilmu penunjangnya, seperti pengajian dan wirid-wirid yang dipersiapkan untuk ke lapangan/SASARAN SILAT. Disamping itu berupa hasil-hasil penelitian di beberapa daerah Sumatera Barat sejak tahun 1972 sampai tahun 1982, yaitu di :

Kabupaten Padang-Pariaman, Pesisir Selatan, Pasaman, Sawahlunto/Sijunjung, Solok, Limapuluh Kota, Agam, dan Tanah Datar. ke daerah-daerah luar Propinsi Sumatera Barat, seperti Kabupaten Kerinci (Jambi), dan Kabupaten Serang Banten (Ujungkulon Jawa Barat).

Daftar kepustakaan yang dipergunakan untuk melengkapi bahan-bahan perbandingan dan penunjang pengalaman dan penelitian dimaksud, agar terlukis kupasan yang dapat meyakinkan para ilmuwan terhadap kebudayaan yang masih dimiliki suku Minangkabau sampai hari ini.

Dibukanya pengalaman dan hasil penelitian ini terdorong oleh keadaan yang sangat menyedihkan tentang Ilmu Silat Minangkabau, karena kian hari orang tua-tua pendukung karya nenek moyang semakin tiada di permukaan bumi ini dan bertambah langkanya sumber-sumber yang patut disauk kepandaian ilmunya.

dst....

Maka buku ini diharapkan untuk dipergunakan sebagai bahan-bahan pertimbangan dan pemupukan peninggalan-peninggalan Ilmu atau Seni Silat Tradisonal Daerah Minangkabau yang telah langka itu. Mudah-mudahan secara positif generasi penerus tidak akan jemu-jemu mencintai hasil budaya yang masih berserakan di persada Ibu Pertiwi, dan tidak terpesona dengan kebudayaan bangsa-bangsa lain

Padang Panjang, 10 Nopember 1985

Drs. MID. Jamal.
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: kisawung on 30/07/2007 13:48
PENDAHULUAN

Silat Minangkabau atau disingkat dengan "Silat Minang" pada prinsipnya sebagai salah kenudayaan khas yang diwariskan o;eh nenek moyang Minangkabau sejak berada di bumi Minangkabau.

Bila dikaji dengan seksama isi Tambo Alam Minangkabau yang penuh berisikan kiasan berupa pepatah,petitih ataupun mamang adat, ternyata Silat Minang telah memiliki dan dikembangkan oleh salah seorang penasehat Sultan Sri Maharaja Diraja yang bernama "Datuk Suri Diraja" ; dipanggilkan dengan "Ninik Datuk Suri Diraja" oleh anak-cucu sekarang.

Sultan Sri Maharaja Diraja, seorang raja di Kerajaan Pahariyangan ( dialek: Pariangan ) . sebuah negeri (baca: nagari) yang pertama dibangun di kaki gunung Merapi bahagian Tenggara pad abad XII ( tahun 1119 M ).

Sedangkan Ninik Datuk Suri Diraja , seorang tua yang banyak dan dalam ilmunya di berbagai bidang kehidupan sosial. Beliau dikatakan juga sebagai seorang ahli filsafat dan negarawan kerajaan di masa itu, serta pertama kalinya membangun dasar-dasar  adat Minangkabau; yang kemudian disempurnakan oleh Datuk Nan Baduo, dikenal dengan Datuk Ketumanggungan dan Datuk Perpatih Nan Sebatang.

Ninik Datuk Suri Diraja itulah yang menciptakan bermacam-macam kesenian dan alat-alatnya, seperti pencak, tari-tarian yang diangkatkan dari gerak-gerak silat serta membuat talempong, gong, gendang, serunai, harbah, kecapi, dll ( I.Dt.Sangguno Dirajo, 1919:18)

Sebagai catatan disini, mengenai kebenaran isi Tambo yang dikatakan orang mengandung 2% fakta dan 98 % mitologi hendaklah diikuti juga uraian Drs.MID.Jamal dalam bukunya : "Menyigi Tambo Alam Minangkabau" (Studi perbandingan sejarah) halaman 10.

Ninik Datuk Suri Diraja (dialek: Niniek Datuek Suri Dirajo) sebagai salah seorang Cendekiawan yang dikatakan "lubuk akal, lautan budi" , tempat orang berguru dan bertanya di masa itu; bahkan juga guru dari Sultan Sri Maharaja Diraja. (I.Dt. Sangguno Durajo, 1919:22).

Beliau itu jugalah yang menciptakan bermacam-macam cara berpakaian, seperti bermanik pada leher dan gelang pada kaki dan tangan serta berhias, bergombak satu,empat, dsb.

Ninik Datuk Suri Dirajo (1097-1198) itupun, sebagai kakak ipar (Minang: "Mamak Runah") dari Sultan Sri Maharaja Diraja ( 1101-1149 ), karena adik beliau menjadi isteri pertama (Parama-Iswari) dari Raja Minangkabau tsb.  Oleh karena itu pula "Mamak kandung" dari Datuk Nan Baduo.

Pengawal-pengawal Sultan Sri Maharaja Diraja yang bernama Kucieng Siam, Harimau Campo, Kambieng Utan, dan Anjieng Mualim menerima warisan ilmu silat sebahagian besarnya dari Ninik Datuk Dirajo; meskipun kepandaian silat pusaka yang mereka miliki dari negeri asal masing-masing sudah ada juga. Dalam hal ini dimaksudkan bahwa keempat pengawal kerajaan itu pada mulanya berasal dari berbagai kawasan yang berada di sekitar Tanah Basa (= Tanah Asal) , yaitu di sekitar lembah Indus dahulunya.

Mereka merupakan keturunan dari pengawal-pengawal nenek moyang yang mula-mula sekali menjejakkan kaki di kaki gunung Merapi. Nenek moyang yang pertama itu bernama "DAPUNTA HYANG". ( Mid.Jamal, 1984:35).

Kucieng Siam, seorang pengawal yang berasal dari kawasan Kucin-Cina (Siam); Harimau Campo, seorang pengawal yang gagah perkasa, terambil dari kawasan Campa ; Kambieng Utan , seorang pengawal yang berasal dari kawasan Kamboja, dan Anjieng Mualim, seorang pengawal yang datang dari Persia/Gujarat.

Sehubungan dengan itu, kedudukan atau jabatan pengawalan sudah ada sejak nenek moyang suku Minangkabau bermukim di daerah sekitar gunung Merapi di zaman purba; sekurang-kurangnya dalam abad pertama setelah timbulnya kerajaan Melayu di Sumatera Barat.

Pemberitaan tentang kehadiran nenek moyang (Dapunta Hyang) dimaksud telah dipublikasikan dalam prasasti "Kedukan Bukit" tahun 683 M, yang dikaitkan dengan keberangkatan Dapunta Hyang dengan balatentaranya dari gunung Merapi melalui Muara Kampar atau Minang Tamwan ke Pulau Punjung / Sungai Dareh untuk mendirikan sebuah kerajaan yang memenuhi niat perjalanan suci missi. dimaksud untuk menyebarkan agama Budha. Di dalam perjalanan suci yang ditulis/ dikatakan dalam bahasa Melayu Kuno pada prasasti tsb dengan perkataan : " Manalap Sidhayatra" (Bakar Hatta,1983:20), terkandung juga niat memenuhi persyaratan mendirikan kerajaan dengan memperhitungkan faktor-faktor strategi militer, politik dan ekonomi. Kedudukan kerajaan itupun tidak bertentangan dengan kehendak kepercayaan/agama, karena di tepi Batanghari ditenukan sebuah tempat yang memenuhi persyaratan pula untuk memuja atau mengadakan persembahan kepada para dewata. Tempat itu, sebuah pulau yang dialiri sungai besar, yang merupakan dua pertemuan yang dapat pula dinamakan "Minanga Tamwan" atau "Minanga Kabwa".

Akhirnya pulau tempat bersemayam Dapunta Hyang yang menghadap ke Gunung Merapi (pengganti Mahameru yaitu Himalaya) itu dinamakan Pulau Punjung (asal kata: pujeu artinya puja). Sedangkan kerajaan yang didirikan itu disebut dengan kerajaan Mianga Kabwa dibaca: Minangkabaw.
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: parewa on 30/07/2007 15:34
waduh Ki... Ini yg ane cari2...... Thanks berat ya..... [top] [top] [top] ^:)^ ^:)^ ^:)^

Mesti kirim GRP lg nih..... 8)
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: kisawung on 30/07/2007 16:12
Terima Kasih Uda Parewa  ^:)^

dan selanjutnya seperti yang telah saya nyatakan diatas, bahwa berkemungkinan tidak semua tulisan beliau yang akan saya upload disini mengingat pertimbangan yang sangat khusus... akan tetapi untuk konsumsi khusus boleh saya berikan dalam bentuk copy.. atau maybe... usulan saya ialah sangat berharap bahwa buku itu diterbitkan kembali untuk mengenang jasa beliau.. amin ^:)^

baiklah kita lanjutkan lagi sekelumit penelitian beliau yang tertuang pada buku tersebut
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: ery on 30/07/2007 16:20

Terimakasih Kisawung telah meluangkan waktu untuk berbagi kenangan kepada kami  [top]

We want more, we want more!
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: kisawung on 30/07/2007 16:43
Asal usul Silat Minangkabau

Minangkabau secara resmi sebagai sebuah kerajaan pertama dinyatakan terbentuknya dan berkedudukan di Pariangan, yakni di lereng Tenggara gunung Merapi.

Di Pariangan itulah dibentuk dan berkembangnya kepribadian suku Minangkabau. Pada hakikatnya kebudayaan Minangkabau bertumbuhnya di Pariangan; bukan di Pulau Punjung dan bukan pula di daerah sekitar sungai Kampar Kiri dan Kampar kanan.

Bila orang mengatakan Tambo Minangkabau itu isinya dongeng itu adalah hak mereka, meski kita tidak sependapat. Suatu dongeng, merupakan cerita-cerita kosong. akan tetapi jika dikatakan Tambo Minangkabau itu Mitologis, hal itu sangat beralasan, karena masih berada dalam lingkungan ilmu, yaitu terdapatnya kata "Logy". Hanya saja pembuktian mitology berdasarkan keyakinan, yang dapat dipahami oleh mereka yang ahli pula dalam bidang ilmu tersebut. Ilmu tentang mitos memang dewasa ini sudah ditinggalkan, karena banyak obyeknya bukan material; melainkan "SPIRITUAL". walaupun demikian, setiap orang tentu mempunyai alat ukur dan penilai suatu "kebenaran" , sesuai dengan keyakinan masing-masing. Apakah sesuatu yang dimilikinya ditetapkan secara obyektif, misalnya ilmu sejarah dengan segala benda-benda sebagai bukti yang obyektif dan benar; sudah barang tentu pula mitologi juga mempunyai bukti-bukti yang obyektif bagi yang mampu melihatnya. Bukti-bukti sejarah dapat diamati oleh mata lahir, sedangkan mitologi dapat diawasi oleh mata batin.  Contoh: Pelangi dapat dilihat oleh mata lahir, sedangkan sinar aureel hanya bisa dilihat oleh mata batin. demikian juga bakteri yang sekecil-kecilnya dapat dilihat oleh mata lahir melalui mikroskop, akan tetapi "teluh" tidak dapat dilihat sekalipun dengan mikroskop; hanya dapat dilihat oleh mata batin melalui "makrifat".

Karenanya mengukur dan menilai Tambo tidak akan pernah ditimbang dengan ilmu sejarah dan tak akan pula pernah tercapai. Justeru karena itu mengukur Tambo dan sekaligus menilainya hanya dengan alat yang tersendiri pula, yaitu dengan keyakinan yang berdasarkan kenyataan yang tidak dapat didustakan oleh setiap pendukung kebudayaan Minangkabau.

Dalam hubungan ini diyakini, bahwa para pengawal kerajaan sebagaimana halnya raja itu sendiri, yang kehadirannya sebagai keturunan dari keluarga istana kerajaan Minangkabau di Pulau Punjung/Sungai Dareh. Kedatangan mereka ke Pariangan setelah kerajaan itu mengalami perpecahan, yaitu terjadinya revolusi istana dengan terbunuhnya nenek moyang mereka, bernama Raja Indrawarman tahun 730 M, karena campur tangan politik Cina T`ang yang menganut agama Budha.  Raja Indrawarman yang menggantikan ayahanda Sri Maharaja Lokita Warman (718 M) "sudah menganut agama Islam". Dan hal itu menyebabkan Cina T`ang merasa dirugikan oleh "hubungan Raja Minangkabau dengan Bani Umayyah" (MID.Jamal, 1984:60-61).   Karena itu keturunan para pengawal kerajaan Minangkabau dari Pariangan tidak lagi secara murni mewarisi silat yang terbawa dari sumber asal semula, akan tetapi merupakan kepandaian pusaka turun temurun.  Ilmu silat itu sudah mengalami adaptasi mutlak dengan lingkungan alam Minangkabau.  Apalagi sebahagian besar pengaruh ajaran Ninik Datuk Suri Diraja yang mengajarkan silat kepada keturunan para pengawal tersebut mengakibatkan timbulnya perpaduan antara silat-silat pusaka yang mereka terima dari nene moyang masing-masing dengan ilmu silat ciptaan Ninik Datuk Suri Dirajo.  Dengan perkataan lain, meskipun setiap pengawal , misalnya "Kucieng Siam" memiliki ilmu silat Siam yang diterima sebagai warisan, setelah kemudian mempelajari ilmu silat Ninik Datuk Suri Diraja. maka akhirnya ilmu silat Kucieng Siam berbentuk paduan atau merupakan hasil pengolahan silat, yang bentuknyapun jadi baru.  Begitu pula bagi diri pengawal-pengawal lain; semuanya merupakan hasil ajaran Ninik Datuk Suri Diraja.

bersambung..
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: kisawung on 30/07/2007 16:47

Terimakasih Kisawung telah meluangkan waktu untuk berbagi kenangan kepada kami  [top]

We want more, we want more!

done by the request

tenqyu Kang Ery  ^:)^
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: kisawung on 30/07/2007 16:57
lanjutan... 8)

Ninik Datuk Suri Diraja telah memformulasi dan menyeragamkan ilmu silat yang berisikan sistem, metode dll bagi silat Minang, yaitu " Langkah Tigo " , " Langkah Ampek " ,  dan " Langkah Sembilan ".  Beliau tidak hanya mengajarkan ilmu silat yang berbentuk lahiriyah saja, melainkan ilmu silat yang bersifat batiniyah pun diturunkan kepada murid-murid, agar mutu silat mempunyai bobot yang dikehendaki dan tambahan lagi setiap pengawal akan menjadi seorang yang sakti mendraguna, dan berwibawa.

Dalam Tambo dinyatakan juga, bahwa Ninik Datuk Suridiraja memiliki juga "kepandaian batiniyah yang disebut GAYUENG". (I.Dt Sangguno Dirajo, 1919:22)

1.  Gayueng Lahir , yaitu suatu ilmu silat untuk dipakai menyerang lawan dengan menggunakan empu jari kaki dengan tiga macam sasaran :

a. Di sekitar leher, yaitu jakun/halkum dan tenggorokan.
b. Di sekitar lipatan perut, yaitu hulu hati dan pusar.
c. Di sekitar selangkang, yaitu kemaluan

Ketiga sasaran empuk itu dinamakan sasaran " Sajangka dua jari " .

2.  Gayueng angin, yakni menyerang lawan dengan menggunakan tenaga batin melalui cara bersalaman, jentikan atau senggolan telunjuk. sasarannya ialah jeroan yang terdiri atas rangkai jantung, rangkai hati, dan rangkai limpa.

bersambung..




Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: parewa on 30/07/2007 16:58
Terima Kasih Uda Parewa  ^:)^

dan selanjutnya seperti yang telah saya nyatakan diatas, bahwa berkemungkinan tidak semua tulisan beliau yang akan saya upload disini mengingat pertimbangan yang sangat khusus... akan tetapi untuk konsumsi khusus boleh saya berikan dalam bentuk copy.. atau maybe... usulan saya ialah sangat berharap bahwa buku itu diterbitkan kembali untuk mengenang jasa beliau.. amin ^:)^

baiklah kita lanjutkan lagi sekelumit penelitian beliau yang tertuang pada buku tersebut

Setuju Ki...

Gan Eko Pendekar Golok Sakti mesti turun tangan nih urusan terbit menerbitkan buku..... :)p

Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: kisawung on 30/07/2007 17:10
lanjutan..

Ilmu Gayueng yang dimiliki Ninik Datuk Suri Diraja yang disebut "Gayueng" dalam Tambo itu ialah Gyueng jenis yang kedua, yaitu gayueng angin.  Kepandaian silat dengan gayueng angin itu tanpa menggunakan peralatan. Jika penggunaan tenaga batin itu dengan memakai peralatan, maka ada bermacam jenisnya, yaitu :

1. Juhueng, yang di Jawa disebut sebagai Teluh, dengan alat2 semacam paku dan jarum, pisau kecil dll.

2. Parmayo, benda2 pipih dari besi yang mudah dilayangkan.

3. Sewai, sejenis boneka yang ditikam berulangkali

4. Tinggam, seperti Sewai juga, tetapi alat tikamnya dibenamkan pada boneka

Kepandaian Silat menggunakan tenaga batin yang sudah disebutkan diatas, sampai sekarang masih disimpan oleh kalangan pesilat; terutama pesilat-pesilat tua. Ilmu tersebut disebut sebagai istilah " PANARUHAN " atau simpanan.  Karena ilmu silat sebagai ilmu beladiri dan seni adalah ciptaan Ninik Datuk Suri Diraja, maka bila dipelajari harus menurut tata cara adat yang berlaku di medan persilatan.  tata cara adat yang berlaku itu disebutkan dalam pepatah  Minang : " Syarat-syarat yang dipaturun-panaikan manuruik alue jo patuik" diberikan kepada Sang Guru.

bersambung..
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: ery on 30/07/2007 17:40

Membaca sekilas ringkasan dari Kisawung, memang hebat kontribusi Drs.Mid.Jamal alm melalui penulisan literatur ini. Semoga amal ibadah dan kebaikan beliau dibalas berlipat-lipat oleh Allah SWT

Salut buat Kisawung yang beruntung sekali bisa diangkat murid oleh beliau. Semoga semangat dan dedikasi sang guru bisa terus menerus dilanjutkan oleh sang murid. Insya allah, amin.
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: kisawung on 30/07/2007 17:55
lanjutan..

A. PENDIDIKAN SILAT DI MINANGKABAU

Bahan baku silat ialah gerak. Arti gerak dalam silat merupakan kombinasi pengertian dari segala macam ilmu pengetahuan manusia, baik sasaran lahiriah maupun batiniah

dst..... ( maaf tidak dilanjut, semakin kental dgn  batiniahnya)  x-)) ^:)^

B.  PENYEBARAN SILAT MINANGKABAU

............. dst.......... ( edit satu halaman .. sorry )  ^:)^

Dimasa itu terkenal empat angkatan barisan pertahanan dan keamanan di bawah pimpinan Kucieng Siam, Harimau Campo, Kambieng Hutan, dan Anjieng Mualim; ke empatnya merupakan murid-murid Ninik Datuk Suri Dirajo.

Sewaktu Datuk Nan Batigo membentuk Luhak Nan Tigo (1186 M ) dan membuka tanah Rantau (mula-mula didirikan Kerajaan Sungai Pagu 1245 M, ketika itu Raja Alam Pagaruyung, ialah Rum Pitualo, cicit dari Putri Jamilah atau kemenakan cicit dari Datuk Ketumanggungan), maka para pemimpin rombongan yang pindah membawa penduduk, adalah anggota pilihan dari barisan pertahanan dan keamanan kerajaan.

1. Untuk rombongan ke Luhak Tanah Datar, pimpinan rombongan ialah anggota barisan Kucieng Siam.

2. Untuk rombongan ke Luhak Agam, dipimpin oleh barisan Harimau Campo.

3. Untuk rombongan ke Luhak Limapuluh-Payakumbuh, dipimpin oleh anggota barisan  Kambieng Hutan.

4.  Untuk rombongan ke Tanah Rantau dan Pesisir dipimpin oleh anggota barisan Anjieng Mualim.

...... dst....

Setiap angkatan/barisan atau pasukan telah memiliki ilmu silat yang dibawa dari Pariangan. Dengan ilmu silat yang dimiliki masing-masing angkatan, ditentukan fungsi dan tugas-tugasnya, pemberian dan penentuan fungsi/tugas oleh Sultan Sri Maharaja Diraja berdasarkan ketentuan yang telah diwariskan oleh nenek moyang di masa mendatangi Swarna Dwipa ini dahulunya.       

.... dst...

Fungsi dan tugas yang dipikul masing-masing rombongan itu diperjelas sbb:

1. Barisan pengawal kerajaan , Anjieng Mualim berfungsi sebagai penjaga keamanan
2. Barisan Perusak, Kambieng Hutan berfungsi sebagai destroyer atau zeni
3. Barisan Pemburu, Harimau Campo berfungsi sebagai Jaguar atau pemburu
4. Barisan Penyelamat, Kucieng Siam berfungsi sebagai anti huru-hara.

..... dst.......

1. Aliran Silat Kucieng Siam:

Sekarang nama Kucieng Siam menjadi lambang daerah Luhak Tanah Datar....

Bentuk dan sifat silat negeri asal Kucin Cina-Siam :
peranan kaki (tendangan) menjadi ciri khasnya. Tangan berfungsi megalihkan perhatian lawan serta memperlemah daya tahan lawan.

2. Aliran Silat Harimau Campo:

Lambang Harimau Campo diberikan kepada Luhak Agam.

Bentuk dan sifat gerakannya:
ialah menyerupai seperti sifat harimau, keras, menyerang tanpa kesabaran alias langsung menerkam. mengandalkan kekuatannya pada tangan.

3. Aliran silat Kambieng Hutan :

Luhak Limapuluh-Payokumbuh mendapatkan lambang tersebut.

Bentuk dan sifat gerakannya:
banyak menampilkan gerak tipu, selain menggunakan tangan juga disertai dengan sundulan/dorongan menggunakan kepala dan kepitan kaki.

4. Aliran Silat Anjieng Mualim :

diberikan kepada Tanah Rantau-Pesisir adalah daerah-daerah di sekitar lembah-lembah sungai dan anak sungai dari pegunungan Bukit Barisan.

Bentuk dan sifat gerakannya:
a. bentuk penyerangan dengan membuat lingkaran
b. bentuk pertahanan dengan tetap berada dalam lingkaran.
bentuk-bentuk gerakan ini menimbulkan gerak-gerak yang menjurus kepada empat penjuru angin, sehingga dinamakan jurus atau "langkah Empat".
dari sinilah permulaan Langkah Ampek dibentuk oleh Ninik Datuk Suri Diraja.

..... dst...

jadi silat Minang mempunyai dua macam persilatan yang menjadi inti yang khas:

Langkah Tigo ( Kucieng Siam ) dan Langkah Ampek ( Anjieng Mualim ).

kemudian selanjutnya langkah tersebut berkembang menjadi Langkah Sembilan.
Langkah Sembilan selanjutnya tidak lagi disebut sebagai SILAT, namun sudah berubah dengan nama PENCAK (Mencak)

.... dst...  ^:)^




Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: kisawung on 30/07/2007 18:40
SILAT LANGKAH TIGO

Silat Langkah Tigo ( langkah tiga ) pada asalnya milik Kucieng Siam, Harimau Campo, dan Kambieng Hutan; yang secara geografis berasal dari daratan Asia Tenggara. Akan tetapi setelah berada di Minangkabau disesuaikan dengan kepribadian yang diwarnai pandangan hidup, yaitu agama Islam.

Di masa itu agama Islam belum lagi secara murni di amalkan, karena pengaruh kepercayaan lama dan pelbagai filsafat yang dianut belum terkikis habis dalam diri mereka.

Namun dalam ilmu silat pusaka yang berbentuk Langkah Tigo dan juga dinamakan Silek Tuo, mulai disempurnakan dengan mengisikan pengkajian faham dari berbagai aliran Islam.

Memperturunkan ilmu silat tidak boleh sembarangan. Faham Al Hulul / Wihdatul Wujud memegang peranan, terutama dalam pengisian kebatinan ( silat batin ).  Tarekat ( metode ) pendidikan Al Hallaj yang diwarnai unsur-unsur filsafat pythagoras yang bersifat mistik menjadi pegangan bagi guru-guru silat untuk tidak mau menurunkan ilmu silat kepada sembarangan orang.

Angka 3 sebagai "hakikat" menjadi rahasia dan harus disimpan. Untuk menjamin kerahasiaannya, maka ilmu silat tidak pernah dibukukan. Dalam pengalaman dan penelitian yang dilakukan kenyataan menunjukkan, bahwa amanat " suatu pengkajian yang bersifat rahasia " itu sampai kini masih berlaku bagi orang tua-tua Minangkabau.

kalau sekarang, rahasia itu dinyatakan dalam berbagai dalih, misalnya :

a. akan menimbulkan pertentangan nantinya dengan ajaran yang dianut oleh masyarakat awam.

b. akan mendatangkan bahaya sebagai akibat " Tasaluek dek kaji " , seperti: gila.

c. dan sebagainya.

Dalam hubungan ini penulis sendiri ( yakni bpk Mid.Jamal ) , kurang sependapat dengan alasan orang tua-tua yang kita mulyakan itu, mengingat kian langkanya pusaka budaya itu.  Masalah adanya perbedaan kaji dengan masyarakat awam bukanlah alasan yang rumit.

..... dst....

semata-mata untuk kepentingan ilmu juga maka dalam tulisan ini mencoba bukakan sekelumit rahasia budaya pusaka dari nenek moyang kita, agar jangan sampai punah secara total.

Langkah Tigo dalam silat Minang, didalamnya terdapat gerak-gerak yang sempurna untuk menghadapi  segala kemungkinan yang dilakukan lawan. Perhitungan angka tiga disejalankan dengan wirid dan latihan, inipun tidak semua orang dapat memahami dan mengamalkannya karena mistik.

Kaifiat atau pelaksanaannya dilakukan secara konsentrasi sewaktu membuat langkah tigo. setiap langkah ditekankan pada " Alif, Dal, Mim "

Tagak Alif, Pitunggue Adam, Langkah Muhammad


Tagak Alif :
Tegak Allah, Kuda-kuda bagi Adam, Kelit dari Muhammad, Tangkapan oleh Ali, dan tendangan beserta Malaikat. ( sandi kunci bergerak )

..... dst..... ( sorry )  ^:)^

 
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: kisawung on 30/07/2007 18:49
SILAT LANGKAH AMPEK

Pembentukan Silat Langkah Ampek oleh Ninik Datuk Suri Diraja di Pariangan serentak dengan Silat Langkah Tigo. Silat Langkah Ampek, berasal dari gerak-gerak silat Anjieng Mualim dan pengawasannya turun temurun juga diserahkan pada Harimau Campo, yang dapat menjelma bila disalahi membawakannya.

Oleh karena si penciptanya telah menyeragamkan bentuk dan metode serta pengisiannya. maka silat Langkah Ampek pun dimulai dengan Tagak Alif. Perbedaannya terletak pada perhitungan angka yaitu 4, sebagai angka istimewa (ingat mistik Pythagoras). Walaupun bersifat mistik dan sukar dipahami bagi awam, namun bagi Pesilat sangat diyakini kebenarannya.

Sewaktu membuka Langkah Ampek dilakukan konsentrasi pada Alif, Lam, Lam, Hu.

dst.....  ^:)^

Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: kisawung on 30/07/2007 19:00
  Langkah Sembilan

Perhitungan langkah dalam Silat Minang yang terakhir adalah sembilan. Dari mana datangnya angka sembilan.  Dalam pengkajian silat dinyatakan sebagai berikut: Langkah 3 + Langkah 4 = langkah 7.  Itu baru perhitungan batang atau tonggaknya. Penambahan 2 langkah adalah :

-Tagak Alif gantung dengan penekanan pada " Illa Hu " ini diartikan satu langkah.

-Mim Tasydid dalam kesatuan Allah dan Muhammad, gerak batin yang menentukan, berarti satu langkah.

Menurut faham Al Hulul bahwa apabila yang Hakikat menyatakan dirinya atau memancarkan sinarnya dalam realitasNya yang penuh; itulah keindahan.

Pesilat itu adalah seniman dan seorang seniman adalah orang yang tajam dan tilik pandangannya, yang dapat melihat keindahan Ilahi dalam dirinya. (Gazalba,IV/1973:527)

Silat Langkah sembilan biasanya dibawakan sebagai "Pencak" (Minangkabau: Mencak), artinya : Menari.  Dalam kata majemuk "Pencak-Silat" dimaksudkan "Tari Silat".

Langkah Sembilan memperlihatkan pengembangan gerak-gerak ritmis, dengan tidak meninggalkan unsur-unsur gerak silat.

dst...


selesai.
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: parewa on 30/07/2007 20:18
Ki, dengan demikian perkembangan Silek Minang sangat berkaitan erat dg masuknya pengaruh Islam di Ranah Minang. Sebagai penyambung cerita, dg bantuan Oom Google, sedikit ada sejarah masuknya Islam di Minangkabau (diambil dari http://munirtaher.wordpress.com/2007/05/12/masuknya-islam-di-minangkabau-part-04/):

Bila berpegang kepada hasil “Seminar Sejarah Masuknya Islam di Minangkabau”2) yang berlangsung di Kota Padang 23-27 Juli 1969, maka agama Islam telah masuk di Minangkabau pada abad pertama Hijriyah atau abad ke 7-8 M.

Menurut seminar diatas berat dugaan bahwa agama Islam masuk ke Minangkabau melalui bagian Timur. Pembawanya adalah para pedagang (yang sekaligus berperan sebagai mubaligh sukarela). Dari bagian Timur inilah agama Islam merayap dengan perlahan-lahan menyusupi masyarakat Minangkabau. Kemudian berkembang pula ke luar Minangkabau seperti ke Malaya, Serawak, Brunai, Sabah, Philipina, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan bagian Timur lainnya.

Kemudian pada abad ke XVI agama Islam berkembang pula dari pantai Barat Sumatera. Sejalan dengan makin ramainya lalu lintas perdagangan, maka lalu lintas penuntutan ilmu pengetahuan agama Islam juga meningkat antara Minangkabau – Aceh – Mekah dan pusat-pusat agama Islam lainnya.

Dari sini pulalah tumbuhnya pusat ilmu pengetahuan agama Islam di Ulakan (Pariaman), dengan Syekhnya yang terkenal Burhanuddin. Beliau seorang Guru dan Mubaligh. Syekh Burhanuddin sering disebut sebagai pembawa Islam yang pertama ke Minangkabau.

Murid-murid Syekh Burhanuddin berdatangan dari segenap penjuru Minangkabau. Sepulangnya dari berguru, umumnya para murid beliau mendirikan pula pusat pendidikan agama di kampung masing-masing. Keadaan ini membawa perkembangan Islam yang pesat di Minangkabau. Syekh Burhanuddin meninggal tahun 1603 M.

Bila benar apa yang disebut orang bahwa Syekh Burhanuddin pembawa Islam pertama ke Minangkabau, berarti Islam baru masuk di Minangkabau pada abad XVI dan bukan pada abad 7 – 8 M, atau abad pertama Hijriyah, seperti yang disampaikan Seminar Sejarah Masuknya Islam di Minangkabau di Kota Padang diatas.

Sementara penulis 3) (mungkin karena berpegangan kepada kesimpulan Seminar di kota Padang itu) mengemukakan bahwa waktu Raja Aditiawarman sampai di Minangkabau (abad ke XVI) terus dinikahkan. Tidak diterangkan apakah Aditiawarman dinikahkan secara Islam atau lain. Hanya disambung dengan kata-kata bahwa dalam Pemerintahan Bunda Kandung telah ada Kadhi di Padang Ganting, Makhudum di Sumanik. Tentu belum akan ada Kadhi di suatu Negara kalau negara itu belum pemerintahan Islam atau sekurang-kurangnya belum banyak penganut Islam.

Alasan penulis diatas (yang meragukan Syekh Burhanuddin sebagai pembawa Islam yang pertama ke Minangkabau) sangat lemah. Karena ia tidak bisa menunjukkan apakah ketika Aditiawarman menikah itu di Pagaruyung yang berkuasa Pemerintahan Bunda Kandung adalah pemerintah dalam Tambo.

Selanjutnya pada tahun 1803 pulang dari tanah suci 3 orang Haji, yang kemudian menjadi pelopor gerakan Paderi. Ketiga Haji tersebut : H. Miskin (Pandai Sikat), H. Abdul Rahman (Piobang) dan H. Mohd. Arif (Lintau).

Seratus tahun kemudian turun pula dari tanah suci bekas murid Syekh Amad Chatib bin Abdul Latif al Minangkabau (Ulama besar bangsa Indonesia di Mekah) 4). Mereka itulah yang membawa gerakan-gerakan baru di Minangkabau. 4 orang diantara murid Syekh Ahmad Chatib tersebut ialah :

   1. Syekh Muhammad Jamil Jembek. Beliaulah yang pertama-tama menyebarkan ilmu falak dan hidab di Minangkabau.
   2. Syekh Muhammad Tyayib dari Tanjung Sungayan. Beliau memberikan pelajaran/pendidikan agama yang berbeda dengan cara-cara lama.
   3. Syekh Abdullah Ahmad yang menerbitkan majalah Almunir di Padang (1911) dan mendirikan Sekolah Um Adabiyah (1912). Beliau ini pulalah yang berdasarkan petunjuk gurunya membatalkan merabittahkan guru ketika permulaan Suluk.
   4. Syekh Abdul Karim Amarullah. Pada tahun 1912 membantu Almunir di Padang. Melalui Almunir beliau menulis yang banyak menggegerkan orang tentang masalah Usholli, talqin mayat, berdiri ketika Maulid Nabi sampai membaca marhaban.

Keempat Syekh ini dalam Terinqat berpegang kepada Syekh Ahmad Chatib5). Meskipun Syekh Ahmad Chatib bermazhab Syafei dan semula dididik dalam alam pikiran Naqsyabandi di daerah asalnya, tetapi setelah memperdalam pengetahuan agamanya dan hukum Islam di Mekah ia sangat mengecam dan menentang praktek tariqat Naqsyabandi itu. Menurut Syekh Ahmad Chatib ke dalam tariqat Naqsyabandi telah masuk dan tidak pernah diamalkan oleh mazhab yang empat, seperti menghadirkan gambar/rupa guru dalam ingatan ketika akan memulai Suluk sebagai perantara dalam doa kepada Tuhan. Beliau mengatakan bahwa perbuatan serupa itu sama saja dengan menyembah berhala yang dilakukan oleh orang musyrik.

Karena rupa guru yang dihadirkan dan berhala-hala yang dibuat oleh manusia sama-sama tak memberikan manfaat dan mudarat kepada manusia.

Penolakan Syekh Ahmad Chatib terhadap praktek Naqsyabandi di Minangkabau diungkapkan dalam buku yang berjudul “Izhhar Zhugal Al-Kadzibin” (menjelaskan kekeliruan para pendusta). Buku tersebut ditulis oleh Ahmad Chatib untuk menjawab pertanyaan muridnya (H. Abdullah Ahmad). Buku tersebut telah sampai di Minangkabau pada tahun 1906.



Salam.

Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: jalan6 on 31/07/2007 09:13
mantaff penjelasannya jelas dan padat neh   ^:)^
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: kisawung on 31/07/2007 10:38
Ki, dengan demikian perkembangan Silek Minang sangat berkaitan erat dg masuknya pengaruh Islam di Ranah Minang.
Perkembangan Silek Minang sesungguhnya mirip seperti yang Sunan Kalijogo lakukan di Tanah Jawa dalam "pendekatan persuasive" terhadap Orang Jawa yang kuat keyakinan terhadap filsafat ajaran lama.

namun, langkah Kanjeng Sunan tersebut, bukankah akhirnya jadi sama dgn di Ranah Minang, dibabat habis dan dinyatakan salah akibat masuknya faham Salafi.
akibatnya, tinggallah kalangan Kejawen saja yang masih mau menghormati karya beliau.

begitu juga halnya di Ranah Minang, jika kita buka sejarah, tatkala terjadi penyerangan terhadap Pagaruyung oleh sekelompok Orang dari Sungai Tarab, yakni para pengikut Paderi. Yang hakekatnya ialah pertempuran antara dua ideologi. ialah kaum Baju Putih melawan Kaum Baju  Hitam(kerajaan).

Sehingga hal-hal semacam inilah mengapa kemudian Ilmu Silat menjadi semakin punah dan langka. karena alasan buat apa mengungkap kaji, jika akan disalahkan.
belum diungkap saja sudah disalahkan, konon pula jika dibuka kemudian diajarkan.

padahal untuk tahu menghayati Garak dan Gerak, perlu Kaji
jika tanpa kaji, maka Silat menjadilah Pencak ( Tari/Ibing), sekedar Hot Sexy Dance [lucu] dan inilah yang akan dibawa para bule ke nagari asalnya
sehingga timbullah missrepresentation  [lucu]

jadilah dicap sesat.

dan Pusako itupun terbawa mati  ;D





 x-))
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: Sosro_Birowo on 31/07/2007 10:51
ladalah..
baru seminggu lebih komputerku di install ulang dan sering ke luar kota..
ternyata ada inpormasi yang sudah luama sekali kucari ttg silek minang dan buku yang ditulis oleh Drs Mid Jamal...

Dobel GRP utk Kisawung atas ringkasannya [top] [top]
Pokoknya muantap begete..

tabek
eSBe
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: rahsa on 31/07/2007 11:39
 ^:)^makasih banyak ki...bertambah lagi pengetahuanku tentang silat :)
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: kisawung on 31/07/2007 12:01
^:)^makasih banyak ki...bertambah lagi pengetahuanku tentang silat :)

selamat datang dan bergabung di sahabatsilat.com  :)
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: kisawung on 03/08/2007 10:36
Drs. MID Jamal . ialah Dosen pengajar mata kuliah "Pencak Silat" pada Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) Padang Panjang.

Dan terutama, Beliau itu secara pribadinya, ialah diantara para Pandeka Silek Tuo.
karena memegang dan menguasai Aliran Silek Tuo.

Sewaktu saya pribadi datang menemui beliau di kediamannya di Padang Panjang. Selain saya diberitahu dan diajari tentang Langkah Tigo dan Langkah Ampek. Beliau memberikan "Ilmu Pidareh".

Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: AR on 03/08/2007 20:34
Toelisan dan boekoe jang sangat bagoes sekaleeeeeee !!
Sayang sekali di perpustakaan silat padepokan belum ada buku ini, mari kita masyarakatkan pencak silat dan sejarahnya.

AR
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: maskar on 05/08/2007 23:58
Drs. MID Jamal . ialah Dosen pengajar mata kuliah "Pencak Silat" pada Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) Padang Panjang.

Dan terutama, Beliau itu secara pribadinya, ialah diantara para Pandeka Silek Tuo.
karena memegang dan menguasai Aliran Silek Tuo.

Sewaktu saya pribadi datang menemui beliau di kediamannya di Padang Panjang. Selain saya diberitahu dan diajari tentang Langkah Tigo dan Langkah Ampek. Beliau memberikan "Ilmu Pidareh".



wah ini nih yg harus ditanya..ilmu pidareh itu apa ki?  ???
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: takomuda on 06/08/2007 08:42
Takajuit wa'ang !! onede mande Uda ambo nambo ciek !! luar biaso kahsanah ilmu yang dalam buat kita yang peduli akan budaya bangsa....tengkyu mau berbagi... sekali lagi Nambo uda......... [top]
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: kisawung on 06/08/2007 09:18
Toelisan dan boekoe jang sangat bagoes sekaleeeeeee !!
Sayang sekali di perpustakaan silat padepokan belum ada buku ini, mari kita masyarakatkan pencak silat dan sejarahnya.

AR

Terima kasih bung AR  ^:)^

bagaimana kalau saya usul, rekan-rekan sahabatsilat semuanya, yang memiliki buku2 atau catatan2/copy dari tulisan2 kaitannya tentang Silat, kita kumpulkan dalam bentuk copy lalu kita serahkan kepada bung AR.

habisnya kalau menunggu buku lama minta diterbitkan ulang, sungguh sangat sulit.
mendingan kita sumbangkan copy nya kepada beliau (perpustakaan), semoga inipun merupakan langkah sumbangsih kita dalam pelestarian silat dari segi bahan tulisan.

terima kasih  [top]
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: kisawung on 06/08/2007 09:19
Takajuit wa'ang !! onede mande Uda ambo nambo ciek !! luar biaso kahsanah ilmu yang dalam buat kita yang peduli akan budaya bangsa....tengkyu mau berbagi... sekali lagi Nambo uda......... [top]
hahaha... ambo pun takajuik bana, ado nan minta tambuah  [lucu]

tenqyu sahabat takomuda [top]
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: gehan on 23/08/2007 16:28
 ^:)^ [top]
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: bobby_utama on 07/10/2007 18:04
ki ..bole tau gak gimana dapetin bukunya pak jaml..thx ya
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: bang ben on 13/11/2007 18:32
Iya ki sawung kalo ada boleh dong dikasi tahu beli dimana
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: kisawung on 13/11/2007 20:21
itulah nasibnya buku-buku yg berangkat dari hasil penelitian terutama tentang silat, susah ditemukan di pasaran  ;D kecuali buku hasil tulisan mas O`ong tentunya yang sangat tekenal dan laris manis  [top]

pada halaman sebelum ini saya pernah mengusulkan untuk menerbitkan kembali buku hasil penelitian Alm. Mid Djamal tersebut..
yah siapa tahu dengan tambahan informasi yang lebih lengkap dari sahabat-sahabat di FP2STI atau bahkan dari lembaga seni budaya Minang.

namun jika hendak memfoto copy tulisan beliau tersebut, saya persilahkan deh..
tapi jangan nyusahin saya yak, jika pake minta dikirim segala jarak jauh, hehehe
saya akan kasih pinjam untuk di foto copy  jika sanggup datang ke gubuk derita saya  :w

terima kasih atas perhatiannya  8)
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: pendekar on 13/11/2007 20:47

Saya malah heran sama kisawung, begitu banyaknya pengalamannya dalam dunia silat dan supranatural mengapa tidak bikin buku???

Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: kisawung on 13/11/2007 20:56
iiih mas pendekar gitu dyech... nyindir eijke neh  :w

duh minta ampun deh mas.. aku masih belibet campur aduk pusing kepala untuk mencoba menuliskan hasil penelitianku dan juga analisaku... takut...
mendingan lebih asik share ama mas O`ong sajalah, biar beliau nanti yg tergerak untuk menulis buku selanjutnya tentang asal usul silat atau apalah yg bisa bikin kita merem melek membacanya, dan bikin pesilat bule yg nakal jadi kepanasan... hahaha  ;D

hello mas O`ong.... where r u..  x-))
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: one on 13/11/2007 21:10
saya dukung Ki Sawung bikin buku, apalagi buku yang kalo dibaca ama selain pesilat bukunya ngilang  he he he  ;D ;D ;D

salam.


one
lama gak ketemu, kapan maen lagi? :)
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: kisawung on 13/11/2007 21:35
sayapun juga sangat takjub dengan gerak langkah Juragan One yang sangat tak kenal lelah menerjang badai, demi untuk misi dan amanah FP2STI ..salut [top]

Juragan... ente saya lihat juga sudah mumpuni tuh data2 cingkriknya,
jika dibukukan tentu sudah tebal banget deh halamannya

nanti kalau sudah jadi, tinggal kita hadirkan khodamnya, pake ilmu pernapasan khas anggota FP2STI , lalu kita sediakan sesajennya yakni berupa camilan, yaah syukur2  ada nasi bungkus rendang sebagai ganti tumpengnya..
dijamin deh tuh buku bakalan sakti mandraguna


hehehe  ;D


eh... by the way, aku ternyata tiada menduga,bahwa anak murid langsung beliau alm Mid Djamal, ternyata banyak yg tinggal di sekitar Taman Mini, astaga...

sekian tahun berteman, baru mengaku belakangan ini... ampun... ampun
dasar pesilat tradisional deh.... mainnya kayak seperti di panti pijet tradisional

ngumpet-ngumpet  ;D

dan temanku itu bahkan, tatkala beliau alm Mid Djamal melakukan perjalanan dalam rangka penelitian "Silek Tuo", temanku ada dalam rombongan itu  :'(
dia tertawa ngakak tatkala aku ceritakan bahwa aku pernah sampai ke Padang Panjang dan diterima belajar kepada alm Mid Djamal..
ternyata temenku itu malah abang seperguruanku... ih sebelnya..  [lucu]

dia juga akhirnya mengaku sebagai salah seorang pewaris "Silek Buayo"
dan pernah menjadi juara 1 diantara pertandingan IPSI di Padang SumBar

sekarang dia menjalani profesinya sebagai koreografer seni Tari Tradisional

ketika kuajak dia untuk aktif kembali dalam dunia persiltan,
ternyata ditolaknya... dengan alasan.. kapok dengan pengalamannya dahulu

ya sutralah... yang penting bagiku dia tak kapok menceritakan pengetahuannya
tentang aliran silat Minang dan Silek Tuo..  8)

Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: one on 13/11/2007 23:15
ah Ki Sawung ini kalo becanda, orang kehujanan balik dari Cipanas, kepanasan balik dari rumah bang Rasyid aja langsung meriang ;D boro-boro nerjang badai... tiap gadang, ama ketawa bareng besoknya pada sakit..... [lucu]

sebenernya sayang juga waktu kita-kita sekarang dibatesin seminggu 2 malem 1 hari ame bos (istri.. ;D), soalnya yang udah-udah mabur mulu...udah SP2 ;D

pernapasan di Cingkrik kayaknya dah gak diajarin lagi deh...pak Bambang ane larang tuh, abis tiap ngumpul ngebul terus.... [lucu] [lucu] [lucu].
 
Kalo tau temen pewaris Silek Buayo, kenapa gak belajar Ki? Siapa tau bisa jadi.....(bukan jadi buayo lho!! ;D). Kan kita akan banyak tahu tentang Silek. sayang banget ya :-[


salam,


one
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: parewa on 28/11/2007 16:50
Sahabat Silat,

Beberapa hari yg lalu, saya berkesempatan ngobrol panjang lebar dg si Uda muridnya Drs. Mid Jamal ini. Kebetulan saat itu ane mendampingi seorang Sahabat Silat yg sedang membuat skripsi tentang Silek Minang, dan Alhamdulillah diskusinya sampai jam 3.30 pagi hehehehe....  ::) [top].

Beliau sebenarnya ikut memantau forum kita ini cuman dalam posisi 'silent mode' [hihihi] [hihihi] dan sekelompok generasi muda pendekar silek minang juga mendukung keberadaan forum kita tercinta.

Untuk lebih bermanfaat untuk kita semua, para uda-uda ini bersedia untuk berdiskusi bersama kita tentang kaidah2 Silek Minang [top]

Gimana para Sahabat Silat? Apakah perlu kita adakan diskusi khusus membahas Silek Minang secara general....?????

Mohon inputnya.....  ^:)^
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: Java on 29/11/2007 09:53
@uda Parewa,
Perlu dan akan berguna sekali. [top]
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: srdananjaya on 29/11/2007 12:30
wah.. mantaph.. setujuuu..
usul.. kl bs ada dokumentasi videonya jg..(link aja ke youtube)
jd sambil diskusi sambil liat prakteknya.. kan seru tuh
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: Ranggalana on 30/11/2007 10:54
Sahabat Silat,.....
Untuk lebih bermanfaat untuk kita semua, para uda-uda ini bersedia untuk berdiskusi bersama kita tentang kaidah2 Silek Minang [top]

Gimana para Sahabat Silat? Apakah perlu kita adakan diskusi khusus membahas Silek Minang secara general....?????

Mohon inputnya.....  ^:)^


Uda Parewa kok malah nanya maksudnya mancing ya?

Diskusi Silek Minang ?

Jelas perlu dan jangan cuman sekali melainkan diproses bergerak dan bergulung sehingga berbuah sesuatu yang masak po'on atawa manis, segar, sehat dan perlu.

Seperti kata Mas Sunan, perlu juga ada videonya.

Salam hangat,
Ranggalana
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: parewa on 30/11/2007 13:03
 [hihihi]

oke deh......

ditunggu tanggal mainnya ya....

Tetap semangat dong...... :w

Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: Ilmu Padi on 28/08/2009 12:34
Salam Pak kisawung

Tulisan ini sengaja kubuat dengan tujuan untuk mengenang beliau yang bagiku ialah layak untuk diangkat, berdasarkan tulisannya tersebut. Yang telah memancing diriku untuk hadir dan bersilaturrahmi kepada beliau di Padang Panjang pada sekitar tahun 1991.

Dan bersyukur Alhamdulillah, atas keinginanku selanjutnya, aku diterima sebagai murid beliau .. seringkali mengingat akan hal ini diriku selalu terharu :'(
semoga kiranya beliau yang sudah almarhum, atas jasa dan karyanya diterima di sisi Allah SWT.. amin.  ^:)^

Dan selanjutnya sebagai bahan tulisan pada thread ini..
aku ambilkan dan jujur saja aku copy paste dari buku karangan beliau , yakni : Filsafat dan Silsilah Aliran-Aliran Silat Minangkabau. Penerbit CV. Tropic Bukittinggi. pada tahun 1986.

Mungkin Anda ingin tahu bahwa ada dua orang asing menjadi murid beliau juga: Yaitu Dr. Hiltrud Cordes secara langsung/mampir di tempat beliau alm. pada tahun 1987-88, dan saya secara mejadi pembaca tulisan2 beliau sejak 1995. Dulu saya beruntung mengopi berbagai tulisan di perpustakaan ASKI (masih) Padang Panjang SumBar. Tulisan beliau masih harus saya mengopi dengan alat fotokopi atau secara tulisan tangan saja - waktu itu masih sedikit pengawal zaman "Copy & Paste" ... ;-)

Selamat
Title: Re: Drs.Mid. Jamal , Dosen ASKI Padang Panjang ( mengenang jasa dan karyanya).
Post by: syukri on 19/02/2010 14:32
salam kenal semua sahabat silat, asyik juga diskusinya tentang Dosen ASKI Padang Panjang (sekarang  ISI Padangpanjang).
saya bangga karna yang jadi topik seorang dosen di Almamater saya, dan mengenai sejarah silek minangkabau, tapi setelah 4 tahun duduk di bangku perkuliahan ASKI Padangpanjang (sekarang ISI Padangpanjang) saya tidak pernah menemukan tulisan2 alm. pak jamal, mungkin karna kurang rajin mencari atau memang sudah ada, kalau buku nya mas o' ong ada di sana.
jadi saya mau minta bantuan nya pak kisawung ni:
1. apa judul2 buku nya pak jamal, mana tau bisa saya cari lagi ke perpustakaan ISI Padangpanjang.
2. siapa nama koreografer tari yang muridnya pak jamal itu pak.
untuk saat ini itu dulu.

salam silat
salam budaya
wasalam